Tag Archives: Yang Lanjut Usianya

Daniel 7:13-28

「Tetap Setia Berapapun Harga yang Dibayar」

Jalan yang harus dilalui umat kudus Allah untuk menuju dan mencapai …

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:13-28 [ITB])
13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
15Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku. 16Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; 18sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
19Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya; 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
23Maka demikianlah katanya:
Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. 27Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
28Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

Malaikat Allah menjelaskan makna penglihatan kepada Daniel yang gelisah: empat binatang adalah empat raja yang akan bangkit, mereka sepertinya berkuasa memegang kendali di atas bumi, tetapi akhirnya yang akan mendapatkan Kerajaan sampai selama-lamanya adalah 「umat kudus dari Yang Maha Tinggi」 (lihat Rom. 1:7; 1Kor. 1:2; Fil 1:1). Umat yang setia kepada Allah, teguh menjaga iman adalah yang paling akhirnya akan memperoleh kemenangan, tetapi sebelum ini terjadi, umat kudus lebih dahulu menerima aniaya dari tanduk kecil, bersabar menderita, sampai Dia Yang Lanjut Usianya datang bagi mereka memberikan pembalasan dan keadilan, baru memasuki Kerajaan kekal.

Selama ini terdapat penjelasan yang berbeda-beda atas empat kerajaan yang disimbolkan dengan empat binatang. Sebenarnya empat kerajaan boleh dimengerti sebagai sebuah kesatuan yang memusuhi Allah dan umat-Nya, tepat sama seperti empat macam metal yang membentuk patung besar di fasal dua, boleh dipandang sebagai simbol sebuah kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi, yang berbanding dengan Kerajaan kekal Allah. Malaikat selangkah lebih konkrit menjelaskan kebenaran tentang binatang yang keempat dan tanduk kecil kepada Daniel, yakni adalah kerajaan keempat dan raja yang bangkit kemudian. Raja ini hendak membuang iman ritual umat Allah, digantikan dengan membuat satu set ajaran dan aturan baru yang lain; dengan lain kata, umat kudus akan dipaksa bertekuk-lutut terhadap allah lain. Dalam kitab Daniel pasal 3, pengalaman ketiga teman dipaksa menyembah patung emas, adalah penjelasan yang paling konkrit.

Kemuliaan di kemudian, hinaan terlebih dahulu. Sebelum umat kudus menerima Kerajaan kekal terlebih dahulu harus bersabar menerima siksaan dan aniaya selama suatu waktu periode, Malaikat gambarkan sebagai 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25, 12:7). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, satu masa dan dua masa dan setengah masa bukanlah makna secara literal tiga tahun setengah, tetapi menunjuk satu periode waktu yang tertentu. Walaupun di sini memakai bahasa simbolis, tetapi beritanya justru jelas: umat kudus hendaknya memiliki persiapan di dalam hati, menderita karena iman, dan teguh bertahan satu periode waktu, sampai saat Allah sendiri turun tangan secara langsung, memusnahkan raja tersebut; Kemudian barulah umat kudus menerima Kerajaan kekal (Dan. 7:26-27). Dalam mimpi Nebukadnezar, patung besar (bangsa-bangsa di antara manusia) pada akhirnya ditimpa sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dan patung itu digantikan olehnya (Dan. 2:44); selaras dengan berita yang disampaikan penglihatan di fasal tujuh atas binatang dan tanduk. Ternyata, memegang erat pengharapan ini, teguh bersabar dalam kesulitan aniaya sampai akhir, adalah jalan yang harus dilewati umat kudus menuju Kerajaan kekal dan kemuliaan.

Kitab Daniel pasal tujuh tidak hanya merupakan perpanjangan pasal dua, juga merupakan titik berat keseluruhan kitab Daniel, berita yang dibawakannya menjadi benang merah bagi keseluruhan kitab: kerajaan di antara manusia yang memusuhi melawan Allah pasti akan dihantam runtuh, Kerajaan yang didirikan Allah tetap kekal selama-lamanya; tanduk kecil (Anti-Kristus) melawan Yang Maha Tinggi, menganiaya umat kudus akan muncul di waktu akhir, menyiksa dengan brutal selama satu periode yang tertentu (satu masa dan dua masa dan setengah masa), paling akhir justru harus dikalahkan, dan Kerajaan kekal Allah akan ditegakkan.

Renungkan: berita dalam kitab Daniel pasal 7, sekali lagi mendorong semangat umat yang ditawan harus setia. Di hari akhir zaman, Anti-Kristus (lihat 1 Yoh. 2:18) pasti datang, umat kudus milik Allah pasti akan menderita menerima celaka dari tangannya, iman mengalami ujian yang demikian berat sekali. Berita dari kitab Daniel, justru bukan untuk membuat kita putus asa kehilangan nyali, sebaliknya mengingatkan kita bahwa ini adalah rencana yang Allah tentukan bagi akhir zaman. Sebagai umat Allah, satu-satunya respon yang patut adalah bersiap-sedia menderita, memegang teguh pengharapan, gigih bertahan sampai akhir; dengan demikian, pada akhirnya pasti akan mampu menerima Kerajaan yang merupakan milik Allah dan umat kudus-Nya dari tangan Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (lihat Yes. 9:7; 11:1-9). Tepat seperti apa yang Daniel temui dalam penglihatan: 「Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan」 (Dan. 7:22). Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (Dan. 7:13-14), dia adalah Messias yang dinantikan umat Israel, adalah Yesus Kristus yang menebus kita keluar dari gelap masuk ke dalam terang; Dia berdasarkan kehendak Allah mendapatkan kekuasaan, kemuliaan, Kerajaan, dan bangsa-bangsa akan mejadi milik Dia (lihat Kej. 49:8-12; Maz. 2).

Kiranya kita bersama rasul Yohanes satu hati berdoa: 「Amin, datanglah, Tuhan Yesus!」 (Why. 22:20)


(Kej. 49:8 [ITB])
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

Daniel 7:1-12

「Ia Yang Lanjut Usianya」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:1-12 [ITB])
1Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya:
2Berkatalah Daniel, demikian: 「Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar,
3dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.

4Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

5Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.

6Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.

7Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
8Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

9Sementara aku terus melihat,

takhta-takhta diletakkan,
lalu duduklah Yang Lanjut Usianya;
pakaian-Nya putih seperti salju
dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba;
kursi-Nya dari nyala api
dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
10suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya;
seribu kali beribu-ribu melayani Dia,
dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya.
Lalu duduklah Majelis Pengadilan
dan dibukalah Kitab-kitab.

11Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. 12Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.

Kitab Daniel mulai dari fasal tujuh, mencatat penglihatan yang Daniel saksikan, isinya semua menunjuk kepada rencana yang Allah tetapkan pada masa akhir. Setengah bagian belakang kitab Daniel sangat kaya dengan warna sastra yang bersifat apokaliptik, memakai cara simbolis (fuguratif dan metafora) menunjukkan rahasia dan kehendak Allah. Fasal 7 – 12 tidak hanya saling bersambut secara depan belakang dengan fasal 1 – 6, terlebih selangkah lebih memperdalam berita fasal 6: tidak peduli dalam situasi apapun, Allah tetap sedang berkuasa memegang kendali; walaupun kuasa kejahatan yang dipandang oleh manusia sepertinya tidak dapat dikalahkan, namun tidak dapat melampaui garis batas yang ditentukan Allah; kekalahan si jahat telah ditentukan, dan umat Allah akan keluar dari kondisi ditawan masuk ke dalam kekekalan, secara total mendapatkan pelepasan dan pembebasan.

Panorama dinasti Persia raja Darius orang Media di fasal 6 dibawa kilas balik oleh kalimat「Tahun pertama pemerintahan Belsyazar」 (Dan. 7:1) kembali ke zaman Belsyazar. Dan. 7:2-28 mencatat tiga penglihatan Daniel menjadi satu kelompok, setiap penglihatan semuanya memiliki permulaan 「malam hari aku mendapat penglihatan」 (Dan. 7:2, 7, 13) sebagai tanda.

Panorama penglihatan pertama adalah laut (Dan. 7:2). Dalam kebudayaan daerah Timur Dekat zaman kuno, 「laut」 sering dipakai sebagai simbol kejahatan, kekacauan, kekuatan yang berbahaya. Laut yang mengerikan, ditambah lagi dari dalam laut secara bersambungan muncul keluar empat binatang, membentuk kekuatan yang mempunyai sifat menghancurkan yang besar yang memusuhi Allah. Kecuali binatang kedua yang rupanya seperti beruang, tiga binatang yang lain bukan merupakan hewan yang sungguh-sungguh ada, adalah gambaran hewan yang terplintir dan yang sudah berubah aneh, tepat sebagai simbol kuasa jahat yang memusuhi Allah dan melanggar keteraturan dalam penciptaan. Bentuk luar binatang menggetarkan hati dan membuat orang tidak suka, terutama bagi umat Israel saat itu; karena Allah menciptakan segala ciptaan, 「masing-masing menurut jenisnya」 (Kej. 1:11-12, 21, 24, 25. Tidak tertulis secara ekspilit dalam ITB, namun dalam CUVT dan KJV 「after their kind」). Konsep yang tertanam mendalam di hati umat-Nya, kemudian konsep tidak diperbolehkan pencampuran jenis juga terdapat dalam hukum Taurat di Perjanjian Lama (Ul. 22:9-11).

Penglihatan empat binatang menyatakan kerajaan kejahatan akan sambung menyambung muncul di antara manusia, sampai pada akhir sejarah, saling bersambut gayung dengan mimpi Nebukadnezar (Daniel fasal 2). Binatang pertama seperti singa, memiliki sayap rajawali (Dan. 7:4); Nebukadnezar (kepala emas) yang di fasal dua, sering diumpamakan sebagai singa atau rajawali (Yer. 4:7, 49:19, 50:17; Rat. 4:19; Yeh. 17:3; Hab. 1:8). Sayap binatang kemudian dicabut, kemudian seperti manusia berdiri dengan dua kaki, juga mendapatkan hati manusia (Dan. 7:4), membuat orang tersambung dengan Nebukadnezar di fasal 4 yang berganti hati binatang, terus sampai mengalami pemahaman bahwa Yang Maha Tinggi yang berkuasa memegang kendali dalam kerajaan manusia.
Binatang kedua seperti beruang. Ada peneliti yang secara terpisah berpendapat, itu adalah simbol Media Persia atau Media, 「tiga tulang rusuk」 menyebabkan penjelasan yang berbeda-beda. 「Tiga」 dapat berarti tiga negara yang dikalahkan Media Persia, mungkin adalah angka perkiraan keseluruhan negara yang ditelan, juga mungkin adalah tiga negara sekutu Media.

Binatang ketiga seperti macan tutul, memiliki empat buah sayap, empat buah kepala. Binatang ini kecepatannya mencengangkan orang, mungkin sebagai simbol tentara Persia dengan cepat menaklukkan bangsa-bangsa. Empat kepala dapat mewakili empat raja Persia, juga mungkin adalah menubuatkan peristiwa kerajaan yang dipecah belah oleh empat jenderal setelah kematian di usia muda dari Alexander yang menyapu bangsa-bangsa timur.

Binatang keempat rupanya paling mengejutkan juga paling aneh (Dan. 7:7). Gigi besi, cakar tembaga yang menonjolkan kekejaman kebrutalannya, sepuluh tanduk simbol kesombongan dan kemuliaan diri, tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sangat menonjol kearoganan dan dominasinya. Dari penjelasan malaikat di belakangan (Dan. 7:23-27) dapat diketahui tanduk kecil adalah seorang raja yang menggenggam kuasa besar, selain menista Allah, juga menganiaya umat kudus.

Bersyukur mulai dari Dan. 7:9, panorama penglihatan berubah kepada pengadilan di Sorga. Keangkuhan binatang tidak ditemui lagi, titik berat berfokus pada Ia 「Yang Lanjut Usianya」 (lihat Maz. 9:8, 29:10, 90:2) dan diri 「seorang seperti anak manusia」. Dia duduk di takhta menjalankan penghakiman. Dalam kitab-kitab telah dicatat dosa keempat binatang dan tanduk kecil, binatang tidak dapat melarikan diri dari hadapan Dia dan penghakiman-Nya. Binatang keempat karena dibunuh disebabkan oleh tanduk kecil, dan kekuasaan tiga binatang yang lain-lain dirampas, tetap diperbolehkan bernyawa, 「sampai pada waktu dan saat yang ditentukan」 (Dan. 7:12) .

Renungkan: kerajaan jahat di antara manusia digambarkan dengan binatang buruk dan jahat, dan 「Seorang seperti anak manusia」 berkuasa dalam Kerajaan Allah. Pada akhirnya kuasa kejahatan tetap harus tunduk di hadapan Yang Lanjut Usianya. Kuasa kerajaan kejahatan sepertinya sesaat berada di atas angin, tetapi Allah memegang kendali tanpa pernah terputus. Allah sejak awal telah menentukan garis batas musuh boleh bergerak, begitu sampai waktunya, mereka harus menerima penghakiman dan penghukuman. Maka, yang termasuk sebagai umat Allah yang dalam aniaya jangan putus asa kehilangan tekat, dengan erat ingat mempertahankan kesetiaan kesucian, menolak bertekuk lutut terhadap dosa kejahatan. Kiranya kenyataan bahwa Allah memegang kendali, menjadi kita penghiburan dan pengharapan kita.