Tag Archives: Membayar Harga

2 Timotius 2:1-7

「Jadi prajurit yang baik dari Tuhan」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 2:1-7 [ITB])
1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
3 Ikutlah menderita sebagai seorang seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.
6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Kemarin kita membicarakan bahwa Paulus menyebut Timotius anakku! (2:1) adalah pengakuan dan penerimaan sebagai bapak rohani. Tapi itu juga mengingatkan Timotius tentang penerusan warisan rohani. Bagaimana Paulus mewariskan kepada Timotius, demikian juga Timotius harus melanjutkan untuk meneruskan, kepada mereka yang memiliki hati setia dan mampu untuk mengajar orang lain (2:2). Metode pewarisan tidak melalui transmisi pengetahuan, tetapi melalui kehidupan dan pelayanan bersama guru dan murid, dari sana murid mengamati teladan guru, dan guru mengoreksi perilaku dan mentalitas murid secara langsung di tempat. Metode ini adalah pelatihan pemuridan, yang sangat berbeda dengan kurikulum yang ditekankan pendidikan modern. Paulus di sini memberikan dua contoh penerusan dari guru ke murid. Pertama, bagaimana saya mengajar, demikian engkau mengajar (2:2). Paulus tidak langsung mengajar Timotius, tetapi meminta Timotius untuk mengamati dia, bagaimana mengajar di depan banyak saksi, kemudian melakukannya sendiri, dan kemudian melatih murid generasi berikutnya untuk melakukan hal yang sama .

Kedua, bagaimana aku menderita, sekiranya engkau ikut merasakan penderitaan bersamaku (2:3; 1:8) Orang Tionghoa memanjakan anak-anaknya, memilih dirinya yang menderita tidak mau anak-anaknya ikut merasakan kesulitan. Mengapa Paulus justru ingin Timotius menderita bersamanya? Karena hanya di dengan cara ini, Timotius dapat mewarisi dari Paulus mentalitas yang walaupun menghadapi kematian di penjara tetap tidak malu akan Injil, dan dapat benar-benar menjadi orang yang kuat (2:1).

Kemudian di ayat 2:4-6, sekaligus menggunakan tiga metafora untuk mengungkapkan kebenaran yang sama, yaitu, melayani Allah harus siap membayar harga dan menghadapi penderitaan. Paulus biasanya memakai metafora untuk mengungkapkan kualitas spiritual yang berbeda di bagian surat lain dalam Alkitab, misal disiplin diri dan konsentrasi, tetapi di sini hanya fokus pada satu kualitas, yaitu harus siap membayar harga dan menghadapi penderitaan. Seorang prajurit demi menaati perintah jenderal, harus membayar harga dan bersiap mengesampingkan urusan yang melilit diri, tentu saja, berkenan kepada komandannya atau KJV berkenan kepada dia yang telah memanggilnya menjadi prajurit / please him who hath chosen him to be a soldier. Tentu saja yang telah memanggilnya menjadi prajurit menunjuk kepada Allah yang memanggil kita dalam panggilan kudus. Petani harus membayar harga dengan kerja keras dan keringat untuk menikmati hasil usahanya; sedangkan atlet harus menghadapi peraturan olahraga. Ada sarjana peneliti Alkitab menunjukkan bahwa peraturan olahraga orang Yunani adalah harus menerima sepuluh bulan pelatihan yang ketat sebelum pertandingan, tetapi aturan yang dibicarakan di ayat 2:5 terutama mengacu pada aturan di lapangan pertandingan. Setiap atlet yang pernah ikut pertandingan atletik, paham bahwa menaati peraturan-peraturan ini untuk memenangkan mahkota dan medali, masih harus membayar harga yang besar sekali yakni kerja keras dalam pelatihan, itu sebenarnya tidak perlu dipaksa oleh peraturan dari orang lain.

Renungkan:
Hari ini sering kali kita pergi ke gereja, hanya berharap untuk bahagia, atau untuk mengejar kenyamanan rohani. Apakah Anda bersedia dengan serius membayar harga dan menjadi seorang prajurit yang baik?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 3:1-3

「Dipenjarakan untuk kamu」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:1-3 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

Efesus 3:1 jelas merupakan awal dari sebuah paragraf baru, sebelumnya berbicara tentang perubahan status orang percaya non-Yahudi beralih untuk berdoa bagi mereka. Namun setelah ayat ini, tiba-tiba beralih berbicara tentang jabatan tugas dan rahasia yang diterima Paulus, dan terus sampai ayat 14 baru beralih kembali ke isi doanya. Paulus ingin kita menggunakan doanya bagi orang percaya non-Yahudi sebagai dasar untuk paragraf ini, yang akan kita ingat dalam pemikiran kita beberapa hari mendatang. Meditasi renungan hari ini hanya di ayat pertama yang merupakan bagian pembukaan ini.

Doa adalah fokus penting dari Efesus pasal 1 – 3. Paruh pertama dari pasal 1 merupakan doa pujian, dan paruh kedua pasal 1 memaparkan doa yang merupakan inti utama dalam pertumbuhan kehidupan rohani orang percaya; isi pasal 2 bisa dikatakan merupakan penjelasan atas doa di pasal 1 sehingga pembaca memahami harapan panggilan yang telah kita terima.; dan doa di pasal 3 tampaknya mengarah pada misi dan tugas orang percaya.

Doa adalah respons orang beriman terhadap sifat Allah dan pekerjaan Allah, dalam doa kita, kita menyatakan pengenalan kita akan Allah, menegaskan ketergantungan kita pada-Nya, dan menegaskan pengakuan atas tujuan hidup dan pelayanan kita.

Dalam terjemahan Mandarin CUV ayat 3:1 secara fungsional menambahkan frasa berdoa untuk kamu sekalian yang sebenarnya tidak terdapat teks bahasa aslinya (bandingkan terjemahan ITB), tindakan mendoakan orang percaya merupakan rangkuman dari ayat selanjutnya (3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … 16 Aku berdoa …). Oleh karena itu, ayat ini dapat dikatakan merupakan kalimat yang terpotong, hanya memiliki subjek dan deskripsi atas subjek, tetapi tidak ada bagian lain dari kalimat tersebut, dan secara tata bahasa tidak bersambung dengan ayat 2. Bisa dikatakan bahwa Paulus memakai cara tersebut untuk menekankan peran dan tugas dirinya.

Dalam kalimat subjek ini terdapat tiga bagian yaitu aku (ἐγὼ ego), Paulus (Παῦλος Paulos), dan orang yang dipenjarakan (δέσμιος desmios). Di antara ketiga elemen tersebut, aku dan Paulus sepertinya memiliki efek menekankan, menunjukkan bahwa uraian dan tindakan berikut ini terkait dengan identitas dan misi tugas dirinya, ini terkait dan menggemakan doa di 1:15-16 yang menggunakan kata ganti orang pertama aku, (bandingkan 3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus dan 1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, …)

Hal yang paling istimewa dalam kalimat subjek ini adalah Paulus di sini pertama kali memperkenalkan identitasnya sebagai orang yang dipenjarakan (narapidana). Di surat Efesus tidak pernah ada keterangan yang jelas tentang latar belakang penulisan surat ini, bahkan di sini tidak ada penjelasan bagaimana dan di mana dia dipenjarakan. Dalam surat Filemon dan 2 Timotius, uraian tentang dirinya dipenjarakan dengan jelas menunjukkan situasi pemenjaraannya yang sebenarnya. Dalam Filipi 1:12-17 (klik untuk membaca), Paulus menyatakan bahwa dia dipenjarakan karena Kristus, di sini dia lebih jauh menggambarkan dirinya sebagai orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus, menggambarkan pengalaman pemenjaraan dirinya sebagai identitas rohani, ini mencerminkan cara pandang Paulus dalam menjalankan misi pelayanannya. Dia mengubah apa yang awalnya merupakan situasi penindasan eksternal menjadi penegasan atas identitas rohani.

Selain mengungkapkan misinya yang berpusat pada Yesus Kristus, Paulus juga menunjukkan bahwa pemenjaraannya dilakukan untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ini mencerminkan fokus dari misi tugasnya dalam Injil kabar bahagia, bahwa tidak hanya dia sendiri yang harus menyampaikan berita bahagia Injil kepada orang non-Yahudi, tetapi juga agar orang percaya juga harus memahami bahwa orang non-Yahudi memiliki bagian dalam bahagia Injil.

Renungkan:
Apakah kita bersedia membayar harga dengan sukarela demi Kristus Yesus? Bahkan mempersembahkan kebebasan Anda sendiri?

(Tambahan penerjemah: ujilah sampai berapa besar harga yang kita bersedia bayar? Mulai dari berapa waktu yang kita bersedia pakai untuk membaca Firman Allah dan merenungkan setiap hari? Lalu uji lagi dengan berapa waktu yang kita sedia pakai untuk melayani? Lalu uji lagi berapa uang yang kita bersedia persembahkan kepada Tuhan? Dan ujilah seterusnya sampai pada yang Anda tidak bersedia korbankan untuk Tuhan? Berdoa memohon kekuatan, kemampuan dan bimbingan dari Roh Kudus.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ester 4:9-17

「Mengenal Ulang Ester」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 4:9-17 [ITB])
9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester. 10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai: 11 「Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.」 12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: 「Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.」 15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 16 「Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.」 17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Mordekhai meminta Ester untuk menemui raja, meminta pertolongan bagi orang Yahudi di hadapan raja. Menurut aturan kerajaan Persia, ada pembatasan untuk menemui raja, karena raja sebagai kepala negara, harus benar-benar dilindungi, berjaga-jaga atas pembunuhan, tetapi juga untuk mencegah urusan sepele dibawa masuk ke istana. Oleh karena itu terdapat aturan yakni harus melalui sida-sida mengajukan permohonan menemui raja, dan kemudian sabar menunggu jawaban. Dalam istana Ahasyweros, hanya 7 teman-teman raja yang boleh berhadapan dengan raja, bahkan ratu dan selir juga tidak punya hak untuk mendekati raja Persia tanpa izin.

Sejak Ester masuk ke dalam istana sebagai ratu, dan sampai sekarang setidaknya juga sudah 4 tahun empat bulan (dibandingkan dengan Est. 2:6 yakni tahun ke-7 bulan ke-10 Oktober pemerintahan Ahasyweros, dengan Est. 3:7 tahun 11 bulan ke-1 pemerintahan raja Ahasyweros). Sudah 30 hari Ester tidak dipanggil bertemu oleh raja (Est. 4:11). Raja mungkin sibuk dengan keadaan, tidak ada waktu luang untuk menikmati kesenangan, mungkin Ester telah tidak begitu disukai lagi oleh raja, secara bertahap diabaikan. Apapun alasannya, itu cukup berisiko tinggi untuk tanpa izin datang ke istana menemui raja temperamental ini. Tidak heran Ester berjuang untuk tidak melakukannya. Namun, apa yang ditunjukkan oleh Ester dan bagaimana ia menanggapi krisis ini membuat mata orang terbuka melihat sesuatu yang berbeda.

Sebelumnya, Ester memberi kesan seorang wanita lemah lembut yang pasif (Est. 2:10, 15), ia bersujud penuh hormat, menaati Mordekhai, menaati nasihat Hegai, patuh kepada raja, ia berbeda dengan Wasti; namun sekarang perannya terbalik, kini ia mulai memimpin situasi. Sebelumnya ia mendengarkan nasihat Mordekhai, sekarang ganti Mordekhai melakukan sesuai apa yang ia katakan, untuk menghubungi orang Yahudi agar berpuasa 3 hari 3 malam bagi Ester yang akan mengambil resiko mati demi menemui raja (Est. 4:16). Sekarang Ester memimpin dan aktif membuat perencanaan; ia mengambil peran kepemimpinan, 「pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya」 (Est. 4:17). Pembalikan peran ini diperpanjang hingga pasal 8, barulah peran Mordekhai lebih mencolok.

Ester dengan rendah hati menerima misi yang dalam pandangan manusia tampaknya sulit untuk dicapai; ia tahu bahwa tak satu pun bisa menanggung tugas ini seorang diri, maka meminta Mordekhai memanggil semua orang Yahudi untuk bergabung dengannya dalam puasa (Est. 4:16c). Meskipun tidak jelas disebutkan ini adalah doa puasa, tetapi menurut tradisi Yahudi, berpuasa dan doa sering dikaitkan bersama-sama, jadi kita memiliki alasan untuk percaya bahwa Ester memanggil orang-orang Yahudi untuk berdoa dan mencari TUHAN mereka percaya. Tidak disebutkan adanya doa di sini adalah jelas sehubungan gaya penulis kitab Ester, yang selalu memakai cara yang tidak langsung dan tersembunyi dalam menjelaskan relasi intim dengan Allah.

Ester awalnya memberi pembaca kesan orang yang ragu-ragu, wanita pengecut yang pemalu, pada kenyataannya, dia tidak demikian. Dia pertama kali mencari tahu lebih banyak tentang bukti yang dikemukakan oleh Mordekhai sebelum membuat respons yang tepat; dia terlebih dahulu berusaha memahami situasi sebelum membuat keputusan, kemudian melangkah maju dalam iman menapak jalan yang mungkin bisa menghilangkan nyawanya. Penyerahan diri yang dilakukan dalam keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan matang, sudah dihitung harga yang harus dibayar. Tindakannya bukanlah asal berani tanpa otak, tetapi berpikir dengan hati-hati sebelum bertindak; apa yang ia tunjukkan sangat mengesankan, kita harus memeriksa kembali penilaian akhir atas dirinya!

Renungkan:
Mari kita berpikir perkataan Rasul Paulus: 「Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian」 (2 Kor. 5:16). Kiranya kita sering diperbaharui oleh Roh Kudus dan melihat kembali penilaian kita atas hal-hal dari manusia dan dunia.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Daniel 6:19-28

「Mengatupkan Mulut Singa」

3 orang atau 1 orang, mereka sama-sama berani membayar harga yang berat untuk melakukan proklamasi iman atas pilihan diri sendiri.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 6:19-28 [ITB])
19Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; 20dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu.
Berkatalah ia kepada Daniel: 「Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?」
21Lalu kata Daniel kepada raja: 「Ya raja, kekallah hidupmu! 22Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.」
23Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
24Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
25Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya:
「Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! 26Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel,

sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya;
pemerintahan-Nya tidak akan binasa
dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
27Dia melepaskan dan menolong,
dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi,
Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.」

28Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Ada peneliti Perjanjian Lama yang menunjukkan, dalam kebudayaan Timur Dekat Kuno, tidak jarang ditemui pelaksanaan 「Diadili dengan siksaan berat (Trial by ordeal)」 menguji orang terduga. Jika mampu tidak mati melewati air mendidih, api membara, serta media ujian lain-lain, terduga dapat dinyatakan bersih tidak bersalah. Dalam hukum Taurat umat Israel hanya ada satu buah「hukum kecemburuan」 (Bil. 5:11-31), dipakai untuk membuktikan istri apakah berbuat serong. Ritual tidak mengandung kekuatan hukum apapun, di baliknya adalah pelajaran teologis penuh keyakinan bahwa Allah Maha Tahu.

Pembelaan diri Daniel dalam lubang singa, dengan tepat menyatakan secara jelas hubungan sebab akibat ini: 「Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan」 (Daniel 6:22). Daniel terlepas dari mulut singa, cukup membuktikan bahwa hasil keputusan dari Allah adalah 「tidak bersalah」.

Utusan (malaikat) yang pernah bersama ketiga teman Daniel dalam perapian menyala-nyala (Dan. 3:25), dalam fasal enam muncul sekali lagi, melindungi Daniel terhindar cabikan singa. Pengalaman Daniel, telah membutikan perkataan raja yang dalam panik yang tidak sengaja dan yang ia sendiri juga tidak yakin: 「Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau」 (Daniel 6:16)

Kitab Daniel fasal enam dimulai dengan larangan Darius kepada rakyat untuk menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada dirinya. Tiba di akhir fasal enam, Darius menurunkan perintah kedua, yakni memerintahkan orang di seluruh negeri hendaknya takut dan gentar di hadapan Allah Daniel (Daniel 6:26)

Darius awalnya tidak mengenal Allah Daniel, kini dalam perintah menyebut Dia sebagai 「Allah yang hidup」 (Daniel 6:26), karena ia menemukan 「Allah」 ini tidak hanya sungguh-sungguh ada, Dia terlebih lagi ikut terlibat dalam dunia, dengan cara yang tidak terduga manusia menjalankan perlindungan dan penyelamatan bagi umat-Nya yang percaya dengan setia (Daniel 6:27). Bagi umat yang saat itu ditawan, mereka sekali lagi menyaksikan: tidak peduli berada dalam situasi yang sejelek dan jahat apapun, Allah tetap memegang kendali; Begitu Dia mengulurkan tangan-Nya, mampu mengubah keadaan. Ini adalah berita yang sedemikian memberikan semangat kepada orang!

Fasal enam diakhiri kalimat 「Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.」 (Daniel 6:28) sebagai penutup peristiwa ajaib di istana. Daniel dengan identitas tawanan masuk istana untuk pelatihan, mengalami pergantian dinasti, dan selama masa itu mengalami ujian iman yang berat sekali, ia tidak hanya dengan mudah dan langkah stabil mencapai kedudukan tinggi di istana bangsa asing, terlebih lagi dalam lingkungan agama asing dapat mempertahankan iman. Berkompromi untuk mencari keselamatan bukan cara menetapkan nasib, sebaliknya, hati yang setia dan bersandar kepada Allah justru adalah pilihan yang sepatunya dipertahankan dan dilakukan. Seumur hidup Daniel, tepat menjadi teladan bagi setiap orang yang memutuskan mengikuti Tuhan.

Renungkan: Kitab Daniel fasal tiga dan fasal enam memiliki sebuah persamaan. Tiga teman-teman menolak tunduk menyembah patung emas, Daniel bersikeras hormat dan menyembah Allah; mereka sama-sama harus membayar harga yang berat bagi pilihan iman mereka sendiri. Tiga orang dengan 「jikalaupun demikian」 dan 「jika seandainya tidak (jikalaupun tidak)」melakukan proklamasi iman; Daniel walaupun diam tidak bersuara, tekatnya tidak berbeda dengan tiga temannya. Saat mereka menolak tunduk, juga pada saat yang sama telah siap sedia membayar harga nyawa. Pengakuan iman tanpa suara yang menggentarkan hati.

Seandainya ada satu hari engkau dihadapkan pilihan iman yang terkait mati atau hidup, mana yang engkau akan pilih kompromi mengalah atau lebih baik mati tidak tunduk? Mungkin saat ini kita tidak dapat dan tidak berani membayangkannya, namun hendaknya mengetahui, tidak ada orang bisa menggantikan kita membuat keputusan, tepat seperti dahulu juga tidak ada orang yang mampu membuat keputusan bagi Daniel. Daniel telah memilih untuk mengesampingkan mati atau hidup bagi iman. Penulis surat Ibrani dari sudut iman menjelaskan kehidupan yang demikian: 「33yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.」 (Ibrani 11:33-34)

Berdiri dalam sejarah Perjanjian Lama, Daniel dalam kondisi belum sepenuhnya memahami rencana karya Penebusan Keselamatan dari Allah, telah menunjukkan teladan kehidupan iman yang setia bagi kita. Setelah sampai pada Perjanjian Baru, Anak Allah yang Tunggal Yesus Kristus datang ke dunia sebagai manusia, menderita, mati, bangkit, kembali ke Sorga sebagai Yang Maha Tinggi. Messias bukan merupakan pengharapan yang jauh tanpa titik terang, Dia telah sungguh-sungguh datang, juga akan datang lagi (Kis. 2:22-24). Ini adalah peristiwa dalam sejarah yang sungguh terjadi, terkait dengan iman para pengikut Tuhan, adalah sumber datangnya keberanian dan kekuatan. Mohon Tuhan membantu kita, tidak peduli situasi yang bagaimanapun, selalu berdiri dengan kokoh oleh karena iman.


Tambahan Penerjemah:

Sebagian orang menjual iman dan keselamatan diri sendiri bagi semangkuk kacang merah, jabatan, uang, atau kesempatan pendidikan. Demi menikmati dunia yang sementara ini membuang muka atas hasil Karya penderitaan Kristus di atas salib.

Mungkin tidak dengan cara ekstrim tetapi mungkin kita sudah melakukannya.