「Kerohanian yang Indah」
Relasi antara kerohanian yang indah dan talenta kemampuan?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 6:1-9 [ITB])
1Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; 2membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
3Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
4Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 5Maka berkatalah orang-orang itu: 「Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!」
6Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: 「Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! 7Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. 8Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.」 9Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.
Memasuki kitab Daniel fasal enam, kita menemukan Daniel tetap berada di Babel, juga tetap menempati jabatannya di dalam istana; tempat masih sama hanya saja dinasti yang ada di sana sudah berbeda, Persia kerajaan telah menggantikan Babel. Belsyazar di akhir fasal lima terbunuh, kuasa kerajaan jatuh ke tangan dalam Darius orang Media (Daniel 5:30-31).
Di awal fasal enam sudah dibeberkan latar belakang saat itu: 「berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan」 (Daniel 6:1). Darius adalah nama wangsa kerajaan Persia (ada juga peneliti berpendapat adalah sebuah title), di antaranya yang agak terkenal adalah Darius I (tahun 522-486 Sebelum Masehi), dalam pemerintahannya ia membangun sebuah struktur pemerintahan, dua puluh orang wakil untuk mengurus seluruh kerajaan, membawakan masa keemasan Persia. Darius dalam kitab Daniel fasal enam ini adalah raja Babel, di atasnya dia adalah raja Persia Cyrus (Koresh) (Daniel 1:21; 6:28; 10:1). Darius menggunakan cara pengutusan kekuasaan dan strategi distributif, selain mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja mengurus seluruh negeri, juga telah mengangkat tiga pejabat tinggi (kepala) mengawasi pekerjaan para wakil raja (Daniel 6:2). Daniel sudah diangkat termasuk salah satu dari tiga pejabat tinggi (kepala), dan raja ingin mengangkat lebih tinggi posisi orang Yahudi ini yang saat itu telah lanjut usia.
Penulis Alkitab secara eksplisit mengatakan dengan jelas, kinerja Daniel yang menonjol adalah berasal dari kerohaniannya yang indah (roh yang luar biasa). Apakah kehidupan rohani dan talenta atau kemampuan kerja harus memiliki hubungan? Secara fenomena kita dapat tidak setuju. Kitab Daniel dalam bentuk sastra hikmat, sekali lagi menekankan orang berhikmat adalah hormat dan takut akan Allah, orang yang bersandar kepada Allah, karena Allah adalah sumber datangnya hikmat. Kehidupan Daniel tepat adalah sebuah teladan, ia memiliki hubungan yang intim tanpa celah dengan Allah, memiliki kerohanian yang indah, talenta dan kemampuannya adalah datang dari Allah.
Membawa identitas tawanan, dapat berkembang jaya di dalam istana, Daniel mendatangkan iri hati kebencian kepala pejabat tinggi, wakil-wakil raja yang lain. Kepala pejabat tinggi dan wakil-wakil raja bersekongkol menjatuhkan Daniel dari kedudukannya yang tinggi, namun menemukan ia dalam pekerjaan dan kehidupan sama sekali tidak ada yang tercela. Mereka hanya bisa menciptakan sebuah kesalahan khusus bagi diri Daniel. Memilih untuk turun tangan dari segi imannya, karena mereka dengan jelas tahu bahwa Daniel hormat dan takut akan Allah, melihat bahwa ia pasti lebih memilih untuk bersalah kepada raja juga tidak akan bersedia bersalah kepada Allah.
Darius juga tidak setia dan ikut berkonspirasi, menyetujui permintaan sekelompok kepala pejabat tinggi, wakil-wakil raja, memerintahkan larangan, bahkan 「dibubuhkan meterai (tanda tangan) … yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali」 (Daniel 6:8-9) (「dibubuhkan meterai (tanda tangan)」 dalam KJV dan CUVT tidak ada dalam ITB). Dibubuhkan meterai, juga membawakan maksud larangan ini memiliki kuasa secara hukum dan segera berlaku. Berdasarkan undang-undang orang Media dan Persia adalah tidak dapat diubah. (Daniel 6:12, 15; Ester 1:19; 8:8).
Renungkan: hikmat adalah berasal dari hormat dan takut akan Allah, ini adalah salah satu topik utama dari sastra hikmat. Penulis Alkitab dengan eksplisit menjelaskan bahwa kinerja menonjol dari Daniel di tempat pekerjaan dalam istana, ini adalah karena ia memiliki kerohanian yang indah. Memiliki talenta memiliki kekuatan sesunguhnya adalah hal yang baik, kinerja unggul dalam pekerjaan juga merupakan kesaksian yang baik, tidak bertentangan dengan kerohanian yang indah.
Ada yang berharga untuk diwaspadai adalah, mana yang merupakan titik berat kehidupan anda, kesuksessan atau kehidupan rohani? Hari ini demi mencari kesuksessan, apakah engkau lebih baik mengorbankan waktu berdekatan bersama Allah, menunda mengusahakan bertumbuh rohani? Sangat jelas tidak sulit dipahami, tetapi dalam kesibukan berjuang, justru mudah membuat kabur garis batas. Kiranya kita tidak melupakan 「Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain.」 (Maz. 16:4)
Talenta dan kemampuan Daniel pasti adalah berasal dari Allah, kesetiaannya terhadap raja terlebih lagi adalah berasal dari kesetiaan hatinya terhadap Allah. 「Sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya」 (Daniel 6:4). Daniel memberikan hati yang setia 100% di tempat pekerjaan, teladannya menjadi target kita bertekun, tidak untuk mencari perkenan manusia, tetapi dengan jelas mengetahui kepada siapa dirinya melayani (Kol. 3:22-24 「Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia」) tidak peduli berada dalam keadaan apapun, hati yang setia serta hormat dan takut akan Allah, selamanya adalah kualitas yang dipertahankan dengan tekun oleh orang Kristen dalam kehidupan.