「Ada Terang dalam Hati」
Kontras karakter rohani Daniel dengan Belsyazar.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 5:1-12 [ITB])
1Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. 2Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.
3Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; 4mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
5Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. 6Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
7Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: “Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.”
8Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja. 9Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat.
10Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: “Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; 11sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, 12karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!”
Kitab Daniel fasal lima membawakan suatu perasaan familiar kepada pembaca. Walaupun latar belakang, tokoh tidak sama, namun terdapat tidak sedikit kemiripan skenario dan plot dengan fasal dua dan fasal empat. Misalnya, saat raja mendapatkan hal yang membingungkan sulit dipecahkan, sama-sama terburu-buru memanggil semua orang bijaksana di istana namun tidak mendapatkan apa yang dihendaki, paling akhir hanya Daniel yang mampu menjelaskan makna di balik mimpi atau penglihatan. Walaupun demikian, fasal lima tetap memiliki perbedaan. Pertama, sikap Daniel terhadap Nebukadnezar sangat berbeda terhadap Belsyazar; terhadap orang yang pertama, dari awal sampai akhir Daniel menyatakan rasa hormat, ada rasa mengkuatirkan, tetapi terhadap yang kemudian justru sama sekali tidak pernah menyatakan sedikitpun simpati. Kedua, Nebukadnezar dan Belsyazar sama-sama bersalah angkuh merasa diri tinggi, jawaban dua orang terhadap apa yang disingkapkan justru memiliki perbedaan besar; Nebukadnezar telah mendapatkan pelajaran dari kegagalan, memuji Yang Maha Tinggi setelah sembuh dari penyakit, dapat kembali ke takhta raja (fasal empat), namun bagi Belsyazar bahkan tidak ada kesempatan bertobat.
Kitab Daniel tidak menjelaskan kapan Nebukadnezar turun takhta atau meninggal, Belsyazar tiba-tiba muncul dalam fasal lima. Melalui karya tulis diluar Alkitab juga tidak dapat ditemukan nama raja Belsyazar. Menurut catatan sejarah, Nebukadnezar meninggal tahun 562 S.M, anak laki-lakinya Ewil-Merodakh (562-560 S.M, lihat 2 Raj. 25:27) melanjutkan takhta, tidak lama kemudian dibunuh. Dilanjutkan oleh Neriglissar (560-556 S.M) dan Labashi-Marduk, bertakhta tidak lama, paling akhir digulingkan oleh Nabonidus; yang merupakan raja Babel paling akhir, bertakhta sampai Persia raja Cyrus (Koresh) menyerang Babel (539 S.M). Belsyazar sebenarnya adalah anak laki-laki Nabonidus, ia mewakili ayahnya yang melarikan diri ke tanah Tema selama 10 tahun karena bersalah kepada imam Merodakh.
Di awal fasal lima, dicatat Belsyazar mengadakan perjamuan besar untuk para pembesarnya, seribu orang, terlihat seperti sebuah pesta perayaan yang gembira, sebenarnya saat itu tentara besar Persia telah sampai di dekat kota, di akhir fasal lima disebutkan bahwa Darius orang Media mengalahkan negeri Kasdim (Daniel 5:30).
Tentara musuh telah mencabut pedang dan menarik busur panah, kesulitan besar sudah datang. Tidak diketahui apakah ini adalah untuk mengumpulkan nyali, menenangkan hati orang, atau apakah melarikan diri dari kenyataan.
Berdasarkan catatan karya tulis di luar Alkitab, kejatuhan Babel adalah pada tahun 539 S.M. bulan 10 tanggal 12, beberapa hari sebelumnya, raja Persia Cyrus (Koresh) menyerang kalah Nabonidus dan tentaranya di Sippar yang tidak jauh dari Babel; dan pertempuran paling akhir adalah serangan tiba-tiba dari pihak musuh, merupakan latar belakang dari perjamuan malam ini. Belsyazar masih memiliki minat minum sepuasnya bersama kelompok pejabat.
Tetapi yang paling membuat orang terdiam tidak bisa berkata-kata, Belsyazar 「memerintahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya (nenek moyangnya), dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu」 (Daniel 5:2, lihat Dan. 1:2). Memakai perkakas ibadah bangsa lain untuk minum anggur, menyatakan memandang rendah bahkan penistaan terhadap agama bangsa tersebut, walaupun Nebukadnezar angkuh juga tidak melakukan perbuatan seperti ini. Belsyazar tidak hanya memakai perkakas Bait Suci minum anggur, lebih lagi melakukan penghormatan (toast) minum anggur terhadap berhala buatan tangan manusia (Daniel 5:4). Penistaan Belsyazar tidak hanya terhadap perkakas Bait Suci, lebih lagi adalah TUHAN Yang Maha Tinggi.
Dalam keramaian minum, tiba-tiba muncul jari-jari tangan, menulis di tembok. Perjanjian Lama sering memakai 「jari-jari tangan」 menggambarkan perbuatan Allah (lihat Kel.7:19, 31:18; Maz. 8:3). Belsyazar samar-samar merasa ini adalah tanda buruk (Daniel 5:5-6), maka kaget dan menjadi pucat. Mirip keadaan fasal dua dan empat, di bawah janji「hadiah besar」 tetap tidak ada orang mampu menguakkan teka-teki tulisan di tembok (Daniel 5:7-8). Secara logika, tulisan di tembok ditulis dengan bahasa Aram yang pada saat itu umum dipakai, orang-orang berilmu sepatutnya bisa dengan mudah membaca dan menjelaskan, namun kenyataan tidak demikian. Melalui pengalaman fasal dua dan empat, pembaca mengerti bahwa penyataan dari Allah hanya mampu dikuakkan oleh hamba Allah.
Raja Belsyazar lahir lebih kemudian, tidak mengenal hamba Allah Daniel. Pada akhirnya adalah seorang tokoh yang sebenarnya tidak berada dalam pesta — pemaisuri (seharusnya adalah istri Nabonidus, yakni ibu dari Belsyazar) yang memperkenalkan Daniel kepada Belsyazar. Patut diperhatikan adalah kalimat perkenalan pemaisuri atas Daniel, yang menunjukkan ciri khas dari iman Daniel, juga hubungannya dengan Nebukadnezar: 「dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!」 (Daniel 5:11-12) (Bandingkan karakter iman Daniel seperti yang disebutkan oleh pemaisuri dengan Belsyazar yang dalam kekelaman, penuh pengabaian)
Renungkan: sampai fasal lima kitab Daniel, tetap saling bersambut dengan topik utama keseluruhan kitab: tidak peduli bagaimanapun keadaan, bahkan pemegang takhta yang tidak mengenal, tidak hormat dan tidak menyembah TUHAN, semua tidak dapat mengubah kenyataan adalah Allah yang berkuasa: Dia memegang kendali di Sorga, juga memegang kendali dalam kerajaan di antara manusia; Dia hendak mengaruniakan kerajaan kepada siapa maka dikaruniakan kepada siapa, kapanpun sewaktu-waktu membuat rendah yang bertindak dengan angkuh; Dia menjaga jalannya dunia, juga memimpin arah gerak sejarah.
Sebagai orang Kristen, saat menghadapi kuasa kerajaan yang penuh tidak adil dan perlakuan curang, apakah engkau selalu berharap, mengetahui Allah tetap memegang kendali? Dalam zaman yang tidak mengenal Allah, dalam pandangan mata orang yang belum percaya Kristus, apakah engkau seorang yang memiliki Roh yang kudus di dalam dirimu, terang di dalam hati, memiliki hikmat sorgawi, kerohanian yang indah?