「Mengatupkan Mulut Singa」
3 orang atau 1 orang, mereka sama-sama berani membayar harga yang berat untuk melakukan proklamasi iman atas pilihan diri sendiri.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 6:19-28 [ITB])
19Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; 20dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu.
Berkatalah ia kepada Daniel: 「Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?」
21Lalu kata Daniel kepada raja: 「Ya raja, kekallah hidupmu! 22Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.」
23Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
24Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
25Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya:
「Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! 26Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel,
sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya;
pemerintahan-Nya tidak akan binasa
dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
27Dia melepaskan dan menolong,
dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi,
Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.」
28Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.
Ada peneliti Perjanjian Lama yang menunjukkan, dalam kebudayaan Timur Dekat Kuno, tidak jarang ditemui pelaksanaan 「Diadili dengan siksaan berat (Trial by ordeal)」 menguji orang terduga. Jika mampu tidak mati melewati air mendidih, api membara, serta media ujian lain-lain, terduga dapat dinyatakan bersih tidak bersalah. Dalam hukum Taurat umat Israel hanya ada satu buah「hukum kecemburuan」 (Bil. 5:11-31), dipakai untuk membuktikan istri apakah berbuat serong. Ritual tidak mengandung kekuatan hukum apapun, di baliknya adalah pelajaran teologis penuh keyakinan bahwa Allah Maha Tahu.
Pembelaan diri Daniel dalam lubang singa, dengan tepat menyatakan secara jelas hubungan sebab akibat ini: 「Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan」 (Daniel 6:22). Daniel terlepas dari mulut singa, cukup membuktikan bahwa hasil keputusan dari Allah adalah 「tidak bersalah」.
Utusan (malaikat) yang pernah bersama ketiga teman Daniel dalam perapian menyala-nyala (Dan. 3:25), dalam fasal enam muncul sekali lagi, melindungi Daniel terhindar cabikan singa. Pengalaman Daniel, telah membutikan perkataan raja yang dalam panik yang tidak sengaja dan yang ia sendiri juga tidak yakin: 「Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau」 (Daniel 6:16)
Kitab Daniel fasal enam dimulai dengan larangan Darius kepada rakyat untuk menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada dirinya. Tiba di akhir fasal enam, Darius menurunkan perintah kedua, yakni memerintahkan orang di seluruh negeri hendaknya takut dan gentar di hadapan Allah Daniel (Daniel 6:26)
Darius awalnya tidak mengenal Allah Daniel, kini dalam perintah menyebut Dia sebagai 「Allah yang hidup」 (Daniel 6:26), karena ia menemukan 「Allah」 ini tidak hanya sungguh-sungguh ada, Dia terlebih lagi ikut terlibat dalam dunia, dengan cara yang tidak terduga manusia menjalankan perlindungan dan penyelamatan bagi umat-Nya yang percaya dengan setia (Daniel 6:27). Bagi umat yang saat itu ditawan, mereka sekali lagi menyaksikan: tidak peduli berada dalam situasi yang sejelek dan jahat apapun, Allah tetap memegang kendali; Begitu Dia mengulurkan tangan-Nya, mampu mengubah keadaan. Ini adalah berita yang sedemikian memberikan semangat kepada orang!
Fasal enam diakhiri kalimat 「Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.」 (Daniel 6:28) sebagai penutup peristiwa ajaib di istana. Daniel dengan identitas tawanan masuk istana untuk pelatihan, mengalami pergantian dinasti, dan selama masa itu mengalami ujian iman yang berat sekali, ia tidak hanya dengan mudah dan langkah stabil mencapai kedudukan tinggi di istana bangsa asing, terlebih lagi dalam lingkungan agama asing dapat mempertahankan iman. Berkompromi untuk mencari keselamatan bukan cara menetapkan nasib, sebaliknya, hati yang setia dan bersandar kepada Allah justru adalah pilihan yang sepatunya dipertahankan dan dilakukan. Seumur hidup Daniel, tepat menjadi teladan bagi setiap orang yang memutuskan mengikuti Tuhan.
Renungkan: Kitab Daniel fasal tiga dan fasal enam memiliki sebuah persamaan. Tiga teman-teman menolak tunduk menyembah patung emas, Daniel bersikeras hormat dan menyembah Allah; mereka sama-sama harus membayar harga yang berat bagi pilihan iman mereka sendiri. Tiga orang dengan 「jikalaupun demikian」 dan 「jika seandainya tidak (jikalaupun tidak)」melakukan proklamasi iman; Daniel walaupun diam tidak bersuara, tekatnya tidak berbeda dengan tiga temannya. Saat mereka menolak tunduk, juga pada saat yang sama telah siap sedia membayar harga nyawa. Pengakuan iman tanpa suara yang menggentarkan hati.
Seandainya ada satu hari engkau dihadapkan pilihan iman yang terkait mati atau hidup, mana yang engkau akan pilih kompromi mengalah atau lebih baik mati tidak tunduk? Mungkin saat ini kita tidak dapat dan tidak berani membayangkannya, namun hendaknya mengetahui, tidak ada orang bisa menggantikan kita membuat keputusan, tepat seperti dahulu juga tidak ada orang yang mampu membuat keputusan bagi Daniel. Daniel telah memilih untuk mengesampingkan mati atau hidup bagi iman. Penulis surat Ibrani dari sudut iman menjelaskan kehidupan yang demikian: 「33yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.」 (Ibrani 11:33-34)
Berdiri dalam sejarah Perjanjian Lama, Daniel dalam kondisi belum sepenuhnya memahami rencana karya Penebusan Keselamatan dari Allah, telah menunjukkan teladan kehidupan iman yang setia bagi kita. Setelah sampai pada Perjanjian Baru, Anak Allah yang Tunggal Yesus Kristus datang ke dunia sebagai manusia, menderita, mati, bangkit, kembali ke Sorga sebagai Yang Maha Tinggi. Messias bukan merupakan pengharapan yang jauh tanpa titik terang, Dia telah sungguh-sungguh datang, juga akan datang lagi (Kis. 2:22-24). Ini adalah peristiwa dalam sejarah yang sungguh terjadi, terkait dengan iman para pengikut Tuhan, adalah sumber datangnya keberanian dan kekuatan. Mohon Tuhan membantu kita, tidak peduli situasi yang bagaimanapun, selalu berdiri dengan kokoh oleh karena iman.
Tambahan Penerjemah:
Sebagian orang menjual iman dan keselamatan diri sendiri bagi semangkuk kacang merah, jabatan, uang, atau kesempatan pendidikan. Demi menikmati dunia yang sementara ini membuang muka atas hasil Karya penderitaan Kristus di atas salib.
Mungkin tidak dengan cara ekstrim tetapi mungkin kita sudah melakukannya.