Tag Archives: Inti Kitab Daniel

Daniel 11:29-12:4

「Menyebabkan Orang Murtad」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 11:29-12:4 [ITB])
29Pada waktu yang ditetapkan ia akan memasuki pula negeri Selatan, tetapi kali yang kedua ini tidak akan sama dengan yang pertama, 30karena akan datang kapal-kapal orang Kitim melawan dia, sehingga hilanglah keberaniannya. Lalu pulanglah ia dengan hati mendendam terhadap Perjanjian Kudus dan ia akan bertindak: setelah pulang kembali, ia akan menujukan perhatiannya kepada mereka yang meninggalkan Perjanjian Kudus. 31Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. 32Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. 33Dan orang-orang bijaksana di antara umat itu akan membuat banyak orang mengerti, tetapi untuk beberapa waktu lamanya mereka akan jatuh oleh karena pedang dan api, oleh karena ditawan dan dirampas. 34Sementara jatuh, mereka akan mendapat pertolongan sedikit, dan banyak orang akan menggabungkan diri kepada mereka secara berpura-pura. 35Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.
36Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, dan ia akan beruntung sampai akhir murka itu; sebab apa yang telah ditetapkan akan terjadi. 37Juga para allah nenek moyangnya tidak akan diindahkannya; baik pujaan orang-orang perempuan maupun allah manapun juga tidak akan diindahkannya, sebab terhadap semuanya itu ia akan membesarkan diri. 38Tetapi sebagai ganti semuanya itu ia akan menghormati dewa benteng-benteng: dewa yang tidak dikenal oleh nenek moyangnya akan dihormatinya dengan membawa emas dan perak dan permata dan barang-barang yang berharga. 39Dan ia akan bertindak terhadap benteng-benteng yang diperkuat dengan pertolongan dewa asing itu. Siapa yang mengakui dewa ini akan dilimpahi kehormatan; ia akan membuat mereka menjadi berkuasa atas banyak orang dan kepada mereka akan dibagikannya tanah sebagai upah.
40Tetapi pada akhir zaman raja negeri Selatan akan berperang dengan dia, dan raja negeri Utara itu akan menyerbunya dengan kereta dan orang-orang berkuda dan dengan banyak kapal; dan ia akan memasuki negeri-negeri, dan menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah.41Juga Tanah Permai akan dimasukinya, dan banyak orang akan jatuh; tetapi dari tangannya akan terluput tanah Edom, tanah Moab dan bagian yang penting dari bani Amon. 42Ia akan menjangkau negeri-negeri, dan negeri Mesir tidak akan terluput. 43Ia akan menguasai harta benda emas dan perak dan segala barang berharga negeri Mesir, dan orang Libia serta orang Etiopia akan mengikuti dia. 44Tetapi kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan mengejutkan hatinya, sehingga ia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk memusnahkan dan membinasakan banyak orang. 45Ia akan mendirikan kemah kebesarannya di antara laut dan gunung Permai yang kudus itu, tetapi kemudian ia akan menemui ajalnya dan tidak ada seorangpun yang menolongnya.”
12:1“Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. 2Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. 3Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
4Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.”

Daniel dalam penglihatan ketiga, terdapat 「raja」yang dendam hati kepada Perjanjian Kudus, bertindak sesuka hati, membangkitkan tentaranya menista tanah suci, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan, menyerang umat milik Allah segala allah (Dan. 11:30-31, 36). Peggambaran ini tepat sesuai Antiochus IV yang ada dalam sejarah. Saat itu, Antiochus IV mengetahui orang Yahudi di Yerusalem menolak menjalankan kebijakannya membuat mereka berbudaya Yunani, sebagai balas dendam maka ia mengijinkan tentaranya melakukan pembunuhan besar-besaran di Yerusalem, menjual orang Yahudi sebagai budak, seluruh kota Suci dan Bait Suci dijarah menjadi kosong, rata dengan tanah. Antiochus IV juga menghapuskan semua ritual dan persembahan di Bait Suci, melarang orang Yahudi menjaga hari Sabat dan segala hari raya, lebih lagi meletakkan patung Zeus di mezbah Bait Suci, mempersembahkan babi sebagai korban (penistaan besar); di luar kota Yerusalem juga banyak didirikan mezbah berhala, memaksa orang Yahudi memberikan persembahan kepada berhala. Keadaannya tepat sama persis seperti tiga teman Daniel yang dipaksa hormat dan sembah patung emas di kitab Daniel pasal 3, dan pasal 6 Daniel dilarang hormat dan sembah kepada TUHAN.

Umat Allah menerima aniaya dari kerajaan kuasa jahat, adalah salah satu titik berat kitab Daniel. Kemudian dalam kitab Daniel, pasal 11 pertama kalinya muncul keadaan bahwa umat Allah yang dalam aniaya terbagi menjadi dua golongan: golongan pertama tergoda meninggalkan Allah, mendekat kepada sang jahat murtad terhadap perjanjian; golongan yang lain bersikeras melayani TUHAN sebagai satu-satunya Allah yang sejati, menolak bertekuk-lutut terhadap berhala (Dan. 11:32). Dalam hari-hari kegelapan ini, masih ada yang saleh 「orang-orang bijaksana di antara umat itu」 seperti Daniel yang berdiri keluar menyeruhkan dengan suara besar, mendorong umat hendaknya mempertahankan iman, setia kepada Allah. Tetapi, untuk itu mereka harus membayar harga berat, kenyang menerima siksaan atau kehilangan nyawa; di balik ini ternyata memiliki tujuan yang lebih jauh lebih tinggi: 「diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman」 (Dan. 11:35). Ini adalah sebuah ujian yang bukan jangka pendek (karena masih ada satu periode waktu lagi baru sampai masa yang ditentukan 「sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan」), tujuannya adalah untuk membedakan manakah yang sungguh-sungguh umat yang beriman kepada Allah.

Mulai dari Dan. 11:36, penulis kitab Daniel memakai bahasa yang misterius dan supra natural untuk menggambarkan hal-hal akan yang terjadi, ini adalah salah satu ciri-ciri sastra bersifat apokaliptik. Berbagai macam gambaran terhadap 「raja」 yang ada di sini semuanya menunjuk kepada Anti-Kristus (Dan. 11:36-45; lihat juga 2 Tes. 2:3-4), memberi petunjuk raja ini sepertinya pada saat mendekati akhir dari sejarah, baru akan muncul (Dan. 11:40), karena teks sesudahnya menyebutkan kesusahan besar, kebangkitan orang mati, upah paling akhir, penghakiman terakhir dsb, adalah peristiwa yang baru akan terjadi di hari akhir (Dan. 12:1)

Penutup kitab Daniel pasal 11, menubuatkan betapa menakutkannya Anti-Kristus yang muncul di zaman akhir, maka sampai pasal 12 ayat 1-4 lebih lanjut mengingatkan umat Allah, mereka jika bertekat setia dalam iman, pasti akan mengalami kesusahan besar yang belum pernah ada dalam sejarah; dan hanya mereka yang dalam penderitaan tetap bersikeras menjaga kesetiaan kesucian terhadap Allah, yang namanya dicatat dalam Kitab Kehidupan, pasti akan mendapatkan keselamatan. Malaikat segera memberikan gambaran yang lebih menggentarkan hati di hadapan Daniel: 「orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal」 (Dan. 12:2). Di sini nyata ditunjukkan kebangkitan di hari akhir, juga dengan jelas mengatakan tempat berakhirnya (secara kekal) orang yang setia kepada Allah dan orang yang meninggalkan Allah; yang setia akan menerima hidup kekal, yang murtad ada kehinaan dan kemuakan (kengerian) kekal yang menunggu mereka. Ini adalah satu-satunya perikop dalam Perjanjian Lama yang menyebutkan 「hidup kekal」.

Renungkan: berdasarkan konsep 「double (multi) penggenapan」, maka 「Anti-Kristus」 (Dan. 11:36-45) dapat merupakan apapun yang ada dan akan ada dalam sejarah, yang penuh kesombongan memusuhi Allah, juga menganiaya umat-Nya; mereka ini akan muncul dalam sejarah dengan cara dan bentuk yang berbeda-beda, di hari akhir juga akan muncul lagi. Tetapi dalam rencana kekal Allah, akhir dari mereka telah ditetapkan, yakni harus binasa. Sebagai umat Allah, hendaknya memiliki hati siap sedia, paham bahwa tempaan kesulitan bukan satu atau dua detik; tetapi dalam jangka waktu yang panjang, kesusahan besar yang tidak pernah ada dalam sejarah, hendaknya meneladani iman yang setia dari Daniel dan tiga teman, mempertahankan kesetiaan dan kesucian.

Malaikat secara khusus menyebutkan: 「orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya」 (Dan. 12:3). Saudara dan saudari, apakah engkau pernah berpikir bahwa saat engkau bertekat menghidupi kehidupan hati yang setia dan saleh, tidak hanya bersabar menderita kesulitan, lulus ujian; lebih lagi seperti bintang di langit, menerangi kehidupan orang lain, menjadi berkat bagi orang lain? Dalam hari-hari yang gelap ini, sungguh memerlukan lebih banyak lagi umat kudus yang bercahaya dalam iman yang setia, dengan kehidupannya memimpin orang bertemu dengan anugerah keselamatan dan pengharapan.

Daniel 7:13-28

「Tetap Setia Berapapun Harga yang Dibayar」

Jalan yang harus dilalui umat kudus Allah untuk menuju dan mencapai …

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:13-28 [ITB])
13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
15Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku. 16Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; 18sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
19Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya; 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
23Maka demikianlah katanya:
Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. 27Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
28Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

Malaikat Allah menjelaskan makna penglihatan kepada Daniel yang gelisah: empat binatang adalah empat raja yang akan bangkit, mereka sepertinya berkuasa memegang kendali di atas bumi, tetapi akhirnya yang akan mendapatkan Kerajaan sampai selama-lamanya adalah 「umat kudus dari Yang Maha Tinggi」 (lihat Rom. 1:7; 1Kor. 1:2; Fil 1:1). Umat yang setia kepada Allah, teguh menjaga iman adalah yang paling akhirnya akan memperoleh kemenangan, tetapi sebelum ini terjadi, umat kudus lebih dahulu menerima aniaya dari tanduk kecil, bersabar menderita, sampai Dia Yang Lanjut Usianya datang bagi mereka memberikan pembalasan dan keadilan, baru memasuki Kerajaan kekal.

Selama ini terdapat penjelasan yang berbeda-beda atas empat kerajaan yang disimbolkan dengan empat binatang. Sebenarnya empat kerajaan boleh dimengerti sebagai sebuah kesatuan yang memusuhi Allah dan umat-Nya, tepat sama seperti empat macam metal yang membentuk patung besar di fasal dua, boleh dipandang sebagai simbol sebuah kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi, yang berbanding dengan Kerajaan kekal Allah. Malaikat selangkah lebih konkrit menjelaskan kebenaran tentang binatang yang keempat dan tanduk kecil kepada Daniel, yakni adalah kerajaan keempat dan raja yang bangkit kemudian. Raja ini hendak membuang iman ritual umat Allah, digantikan dengan membuat satu set ajaran dan aturan baru yang lain; dengan lain kata, umat kudus akan dipaksa bertekuk-lutut terhadap allah lain. Dalam kitab Daniel pasal 3, pengalaman ketiga teman dipaksa menyembah patung emas, adalah penjelasan yang paling konkrit.

Kemuliaan di kemudian, hinaan terlebih dahulu. Sebelum umat kudus menerima Kerajaan kekal terlebih dahulu harus bersabar menerima siksaan dan aniaya selama suatu waktu periode, Malaikat gambarkan sebagai 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25, 12:7). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, satu masa dan dua masa dan setengah masa bukanlah makna secara literal tiga tahun setengah, tetapi menunjuk satu periode waktu yang tertentu. Walaupun di sini memakai bahasa simbolis, tetapi beritanya justru jelas: umat kudus hendaknya memiliki persiapan di dalam hati, menderita karena iman, dan teguh bertahan satu periode waktu, sampai saat Allah sendiri turun tangan secara langsung, memusnahkan raja tersebut; Kemudian barulah umat kudus menerima Kerajaan kekal (Dan. 7:26-27). Dalam mimpi Nebukadnezar, patung besar (bangsa-bangsa di antara manusia) pada akhirnya ditimpa sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dan patung itu digantikan olehnya (Dan. 2:44); selaras dengan berita yang disampaikan penglihatan di fasal tujuh atas binatang dan tanduk. Ternyata, memegang erat pengharapan ini, teguh bersabar dalam kesulitan aniaya sampai akhir, adalah jalan yang harus dilewati umat kudus menuju Kerajaan kekal dan kemuliaan.

Kitab Daniel pasal tujuh tidak hanya merupakan perpanjangan pasal dua, juga merupakan titik berat keseluruhan kitab Daniel, berita yang dibawakannya menjadi benang merah bagi keseluruhan kitab: kerajaan di antara manusia yang memusuhi melawan Allah pasti akan dihantam runtuh, Kerajaan yang didirikan Allah tetap kekal selama-lamanya; tanduk kecil (Anti-Kristus) melawan Yang Maha Tinggi, menganiaya umat kudus akan muncul di waktu akhir, menyiksa dengan brutal selama satu periode yang tertentu (satu masa dan dua masa dan setengah masa), paling akhir justru harus dikalahkan, dan Kerajaan kekal Allah akan ditegakkan.

Renungkan: berita dalam kitab Daniel pasal 7, sekali lagi mendorong semangat umat yang ditawan harus setia. Di hari akhir zaman, Anti-Kristus (lihat 1 Yoh. 2:18) pasti datang, umat kudus milik Allah pasti akan menderita menerima celaka dari tangannya, iman mengalami ujian yang demikian berat sekali. Berita dari kitab Daniel, justru bukan untuk membuat kita putus asa kehilangan nyali, sebaliknya mengingatkan kita bahwa ini adalah rencana yang Allah tentukan bagi akhir zaman. Sebagai umat Allah, satu-satunya respon yang patut adalah bersiap-sedia menderita, memegang teguh pengharapan, gigih bertahan sampai akhir; dengan demikian, pada akhirnya pasti akan mampu menerima Kerajaan yang merupakan milik Allah dan umat kudus-Nya dari tangan Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (lihat Yes. 9:7; 11:1-9). Tepat seperti apa yang Daniel temui dalam penglihatan: 「Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan」 (Dan. 7:22). Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (Dan. 7:13-14), dia adalah Messias yang dinantikan umat Israel, adalah Yesus Kristus yang menebus kita keluar dari gelap masuk ke dalam terang; Dia berdasarkan kehendak Allah mendapatkan kekuasaan, kemuliaan, Kerajaan, dan bangsa-bangsa akan mejadi milik Dia (lihat Kej. 49:8-12; Maz. 2).

Kiranya kita bersama rasul Yohanes satu hati berdoa: 「Amin, datanglah, Tuhan Yesus!」 (Why. 22:20)


(Kej. 49:8 [ITB])
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.