Tag Archives: Kerajaan Allah

Efesus 1:19-23 (2)

「Kepala dari segala yang ada」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:19-23 [ITB])
19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Di kalimat penutupan doa ucapan syukur dalam surat Efesus ini, disebutkan bahwa Allah menjadikan segala sesuatu tunduk di bawah kaki Yesus Kristus, ini adalah penggenapan tertinggi setelah kebangkitan Yesus dari kematian dan naik ke surga, jauh lebih tinggi melampaui semua pemerintah dan penguasa. Kematian Yesus Kristus tidak hanya menyelesaikan karya keselamatan dan pengampunan dosa orang-orang yang beriman kepada-Nya, tetapi juga menggenapkan rencana Allah dalam penciptaan dunia dan membawa kerajaan-Nya datang.

Dalam ayat 1:22-23, Paulus menggunakan hubungan antara kepala dan tubuh sebagai metafora. Ada orang beranggapan bahwa kepala adalah gambaran atas sumber, segala sesuatu berasal dari Yesus Kristus, tetapi teks sebelum dan sesudah (konteksnya) sarat dengan tema dan gambaran tentang otoritas kerajaan Allah, sehingga seharusnya kepala adalah simbol kedaulatan.

Di akhir ayat 1:22, Paulus menunjukkan bahwa Yesus Kristus menjadi Kepala dari segala yang ada adalah bagi Gereja. Yesus Kristus telah bangkit dari kematian, dan Dia pada diri-Nya sendiri memang adalah Kepala segala sesuatu, tetapi Paulus ingin orang percaya melihat bahwa Yesus Kristus adalah untuk dan juga mewakili Gereja menjadi Kepala dari segala sesuatu. Dengan kata lain, identitas Yesus sebagai Kepala dari segala yang ada bukanlah untuk diri-Nya sendiri, Dia ingin Gereja menjadi pemenuh rencana penciptaan Allah.

Dalam 1:22, Paulus menggunakan istilah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus (ὑπέταξεν hupotaxen) takluk di bawah kaki-Nya, yang mungkin mencerminkan berita dari Mazmur 8:6-8 (… Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya …), yang menunjukkan bahwa rencana Allah bagi manusia dalam ciptaan telah digenapi di dalam Yesus Kristus. Ketika Allah menciptakan dunia, Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yang berarti bahwa manusia harus memiliki sifat-sifat Allah di dunia ini, dan dia harus mengatur segala sesuatu yang diciptakan di dunia atas nama Allah, tetapi setelah manusia berdosa, dia kehilangan kemampuan tata kelola tersebut. Yesus Kristus Sang Firman yang datang menjadi manusia dan menggenapkan keselamatan, sehingga rencana awal Allah bagi manusia semuanya digenapi di dalam Yesus Kristus. Karena karya penebusan Yesus Kristus, mereka yang beriman kepada-Nya di bawah kepemimpinan-Nya akan mampu memenuhi rencana Allah dalam penciptaan.

Terakhir, Paulus menunjukkan bahwa Gereja adalah tubuh Kristus dan memiliki hubungan kehidupan yang tidak terpisahkan dengan Yesus Kristus. Dalam Injil Yohanes, Yesus menggunakan hubungan antara pokok anggur dan ranting untuk membandingkan hubungannya dengan murid-murid-Nya, ini mirip dengan metafora di sini menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya tersambung di dalam Yesus Kristus, dan di dalam Kristus telah menjadi tanda identitas orang beriman. Lebih lanjut Paulus menunjukkan bahwa gereja Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Kalimat ini juga bisa diterjemahkan sebagai dipenuhi oleh Dia Sang Pemenuh segala sesuatu. Kata kepenuhan Dia (πλήρωμα pleroma) dalam Kolose 1:19 dan 2:9 (Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan), semuanya mengungkapkan tentang semua kelimpahan dalam kehidupan di dalam Yesus Kristus, menunjukkan bahwa Yesus Kristus memiliki keilahian yang sempurna, oleh karena itu, Sang pemenuh segala yang ada ini adalah sifat Allah yang berkelimpahan, bukanlah semacam kualitas yang ada di dalam segala yang ada. Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus, adalah cabang yang tidak terpisahkan dari pokok anggur Yesus, kita harus menjadi wakil-Nya di dunia dan menampilkan kemuliaan Allah sebagai terang bagi dunia.

Renungkan:
Puji syukur kepada Allah kita, kita percaya bahwa kerajaan-Nya akan digenapi di dalam Yesus Kristus, dan kita harus menjadi saksi atas kemuliaan-Nya dan memuji perbuatan-Nya.

(Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus, adalah cabang yang tidak terpisahkan dari pokok anggur Yesus Kristus, kita harus menjadi wakil-Nya di dunia dan menampilkan kemuliaan Allah sebagai terang bagi dunia. Pikirkan satu bentuk konkrtet dengan cara apa atau dalam hal apa Anda hendak merealisasikannya?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 19:1-10

「Rubuh Pelacur, Pengantin Diberkati」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 19:1-10 [ITB])
1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita, 2 sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.
3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya.
4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: Amin, Haleluya.
5 Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!
6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. 8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
9 Lalu ia berkata kepadaku: Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. Katanya lagi kepadaku: Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.
10 Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.

Kita sebelumnya telah melihat tiga nyanyian ratapan (ayat 9-10, 11-17a, 17b-19) , dan dalam perikop kemarin kita melihat kontras antara kesedihan dan sukacita (ayat 18:20-24), tetapi belum melihat pujian sukacita. Namun, setelah sampai pembacaan ayat-ayat hari ini, kita melihat lagu nyanyian sukacita (ayat 7), lagu ini jauh dari lagu berkabung di pasal 18. Dalam lagu ini, ada empat kali Haleluya (ayat 1, 3, 4, 6), yang setara dengan terpujilah TUHAN dalam bahasa Ibrani, frasa yang sudah kita kenal dengan baik. Kata ini diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani Haleluya hanya muncul empat kali dalam Perjanjian Baru, dan semua hanya dalam paragraf ini. Oleh karena itu, lagu pujian dari paragraf ini adalah satu-satunya himne Haleluya dalam Perjanjian Baru.

Kita dapat dengan jelas menemukan dua alasan untuk memuji Tuhan dari dua sub-bagian dalam paragraf ini. Paragraf pendek pertama adalah ayat 1-4, di sini dikatakan bahwa penghakiman Allah atas pelacur besar itu benar dan adil karena ia merusakkan dunia dengan percabulannya (ayat 2a). Ini adalah alasan untuk menerima salah satu dari pujian di atas, yaitu dosa Babel dan digulingkannya Babel. Paragraf pendek ini memiliki frasa Haleluya di awal, di tengah, dan di akhir, sangat memiliki melodi suasana kemenangan. Memang benar bahwa ketika dosa dihakimi dan orang teraniaya diselamatkan, menanglah kebenaran keadilan. Oleh karena itu, beberapa sarjana menerjemahkan keselamatan menjadi kemenangan, dan sehingga lagu ini dimulai demikian: Haleluya! Kemenangan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita (ayat 1b, misal terjemahan fungsional ERV)

Paragraf pendek berikutnya adalah ayat 5-8, mengatakan alasan lain untuk memuji Allah: Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja (ayat 6). Ini dapat dikatakan sebagai gambaran awal bagi teks selanjutnya, pasal 19 memang berbicara tentang Tuhan akan datang kembali, yaitu Kerajaan Allah diwujudkan sepenuhnya pada hari-hari terakhir. Dalam literatur Yahudi, pesta pernikahan adalah simbol dari kedatangan Kerajaan Mesianik; di sini Wahyu menggunakan pengantin wanita untuk mewakili umat milik Mesias, mewakili hubungan dekat antara gereja dan Kristus, dan juga mengajarkan kita bahwa di dunia hendaklah hidup sebagai yang dipisahkan untuk disucikan, setia tidak mendua hati, ketika Tuhan datang kembali, sudah mempersiapkan diri dan bertemu dengan Tuhan (ayat 7). Pada saat itu, orang-orang kudus akan dianugerahkan dengan rahmat: memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih (ayat 8). Kostum orang-orang kudus berbeda demikian besar dari diri pelacur besar! (Why. 17:4 perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. )

Dari pembacaan teks sebelumnya hingga paragraf ini, kita selalu melihat kontras perbandingan yang berbeda: rubuh ditunggangbalikkan, pahala; pelacur, pengantin; kenajisan percabulan, tindakan kebenaran suci; ratapan, lagu Haleluya. Serangkaian perbandingan ini menunjukkan satu hal: yang benar dan yang salah, adalah hal yang dapat diidentifikasikan serta dibedakan dengan jelas; apakah saya tahu bagaimana membedakan yang bagus dan yang buruk, yang baik dan yang jahat, dan membuat pilihan yang tepat dari antara keduanya? Dunia saat ini menjadi semakin rumit, sehingga banyak orang merasa bahwa hitam dan putih itu abu-abu kabur dan tidak ingin membedakan mana yang benar dan yang salah. Namun, penghakiman Allah adalah adil dan benar (ayat 2), Ia akan menghakimi dengan kebijaksanaan tertinggi dan standar yang adil! Maka marilah kita memilih untuk menjadi umat yang kudus, mempersiapkan gereja seperti mempelai wanita, untuk menunggu Tuhan datang kembali, untuk bertemu dengan Tuhan, dan untuk menghadiri perjamuan kawin Anak Domba yang penuh bahagia (ayat 9).

Renungkan:

Dalam Perjanjian Lama, frasa terpujilah TUHAN (Yahweh) muncul terutama dalam Mazmur, sekitar dua puluh kali. Coba periksalah kitab Mazmur dan renungkan, apa alasan mengapa pemazmur memuji TUHAN?

Mengenal kebenaran Allah bukan berarti memainkan peran sebagai Allah untuk melaksanakan kebenaran keadilan. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. (Yakobus 1:20) Tetapi bagaimana saya menghidupi kebenaran keadilan Allah dalam kehidupan saya?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

11 April 2019 ● Kamis Minggu Kelima Pra Paskah

Berjuang demi Kekudusan … Allah kita adalah api yang menghanguskan

Ibrani 12:14-29
14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 16Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
18 Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, 19 kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, 20 Sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: “Bahkan jika binatang pun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu.” 21 Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: “Aku sangat ketakutan dan sangat gementar.” 22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, 23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel.
25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga? 26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” 27 Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. 28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Renungan

Dunia yang kita tinggali saat ini menawarkan banyak godaan yang tidak suci untuk memikat kita dari kehidupan yang disucikan untuk Tuhan: pornografi dan pelacuran yang mudah diakses, gaya hidup pribadi yang berlebihan, berjudi dalam banyak bentuk dan tempat, mungkin bahkan menyamar dengan lapisan kehormatan. Tetapi bukan hanya pencobaan tidak bermoral yang berusaha untuk menggoda kita. Kita tergoda oleh cara-cara dunia. Cara dunia melakukan hal-hal yang berbeda jauh dengan cara Tuhan, tetapi begitu banyak dari kita memilih cara dunia dalam bisnis dan bahkan dalam Gereja. Kadang-kadang cara kita berurusan dengan staf gereja, misionaris dan pendeta, cara kita membuat keputusan, cara kita merencanakan, tidak ada hubungannya dengan rahmat atau Tuhan.

Perikop hari ini mengakui bahwa di Gereja, ada orang-orang yang gagal mendapatkan anugerah Allah. Orang-orang ini mungkin ada di gereja pada hari Minggu, mungkin bahkan melayani di pelayanan, tetapi mereka tidak mengenal Tuhan Yesus. Mereka tetap berada di luar Kerajaan-Nya.

Bahkan di dalam umat Tuhan, mereka yang mengenal Tuhan, mungkin ada “akar kepahitan” yang menyebabkan pertikaian dan menyebarkan racun. Misalnya, satu pemimpin gereja dapat menjelek-jelekkan pemimpin lain atau gereja lain, atau membuat klaim yang dirancang untuk mempromosikan diri sendiri atau gerejanya sambil meremehkan gereja lain. Orang-orang mungkin tampak suci dari luar, tetapi di dalam batin mereka tidak suci dan mereka membahayakan Gereja secara keseluruhan. Bisakah mereka melanjutkan apa yang mereka lakukan?

Perikop hari ini mengingatkan kita bahwa kita sudah menjadi warga “Kerajaan yang tidak dapat digoyahkan!” Kerajaan ini diperintah oleh Yesus Hakim yang adil yang akan membuat segalanya menjadi benar, yang akan mengguncang bumi dan langit. Sebagai warga negara Kerajaan ini dan sebagai pihak yang akan menghadapi Hakim yang benar ini, kita harus berjuang untuk kekudusan, menjadi kudus seperti Allah kita yang adalah kudus. Tuhan mengijinkan kita untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya. Jadi kita perlu mengejar kekudusan, itu tidak berjalan dengan mudah. Tidak mudah dengan adanya godaan dunia ini.

Tetapi hidup kudus itu, persembahan tubuh kita, itulah ibadah kita yang dapat diterima berkenan. Apa lagi yang dapat kita tawarkan?

Doa

Ya Tuhan, Bapa surgawi, saya tahu bahwa saya kadang-kadang tersesat. Saya tidak selalu memilih cara-Mu. Saya tahu Engkau ingin saya menjadi lebih baik, menjadi suci. Jadi tolonglah saya berjuang demi kekudusan, agar saya tidak menolak Engkau atau cara-Mu, agar saya bersyukur karena menerima Kerajaan yang tidak dapat digoyahkan. Biarkan saya tidak terguncang oleh cara-cara dunia ini. Tetapi biarkan saya menjadi suci, seperti Engkau adalah kudus.

Tindakan
Pertimbangkan apakah ada bagian dari hidup Anda yang tidak kudus dan bertobatlah! Tinggalkan semua kehidupan tidak sesuai moral dan tanyakan pada diri sendiri apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi lebih suci.

Oleh
Rev Dr Chiang Ming Shun
Dean of Students and Lecturer in Church History
Trinity Theological College

Lukas 2:8-20

「Siapakah Juruselamat yang Benar? Siapakah yang Kita Beritakan?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 2:8-20 [ITB])
8Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10Lalu kata malaikat itu kepada mereka: 「Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.」
13Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14「Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.」
15Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: 「Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.」 16Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Kita telah membicarakan identitas Kaisar Agustus dan makna yang dibawakannya, ia terlihat seperti adalah juruselamat dan raja pembawa damai sejahtera. Dalam perikop hari ini, kita dapat lebih lanjut merenungkan bagaimana Ia yang lahir di palungan yang diumumkan melalui gembala kambing yang hanya memiliki identitas biasa, Dialah Sang Juruselamat dan Raja pembawa damai yang sesungguhnya yang benar.

Sebuah keadaan nyata, sesungguhnya merupakan perkara yang tidak mudah hendak melakukan perbandingan antara Agustus kaisar sebuah kerajaan yang memiliki kuasa besar politik dan militer dengan Yesus yang kelahiran-Nya rendah Sang Juruselamat yang sungguh benar. Bagi orang Yahudi zaman itu, ini sesungguhnya merupakan perkara yang membuat sulit dalam aspek apapun, mengakui dan memberitakan bahwa Tuhan Yesus barulah Sang Juruselamat, merupakan topik pembicaraan yang sangat sensitif, kapan saja bisa mendatangkan bencana dibunuh. Sebagian orang Yahudi lebih baik memilih 「hidup aman tenang」 sebagai pandangan hidup, memiliki tradisi menganggap tabu untuk menyebutkan janji Allah dalam Perjanjian Lama bahwa akan ada seorang raja akan membawakan pembaruan kebangkitan dan penyelamatan. Tetapi pada saat yang sama, sebagian orang Yahudi yang lain dengan sungguh-sungguh menjaga janji Allah, percaya semua penggenapan anugerah keselamatan pasti akan sungguh terjadi, oleh karena itu lahir organisasi ekstrim seperti kelompok Zelot.

Lukas sebagai orang Kristen abad 1 juga sebagai penulis Alkitab, berada di antara dua ekstrim ia benar-benar mencari pintu keluar, untuk memahami sifat khusus Kristus sebagai Juruselamat. Orang Kristen abad 1 dari dahulu tidak pernah menghindari kebenaran Yesus sebagai Juruselamat dan Raja damai sejahtera yang sesungguhnya (lihat Luk. 2:11, 13), mereka memakai tindakan besar Kaisar Agustus dan melalui perbandingan menjelaskan siapa yang merupakan Sang Penyelamat yang sungguh benar. Ini membuat kita percaya bahwa orang Kristen abad 1 dengan setia mengumumkan pengakuan iman bahwa Yesuslah yang merupakan Raja yang sungguh benar, mereka tidak kehilangan keberanian kepada pemerintah Romawi sehingga tidak berani membuka mulut dan memberitakannya. (Bandingkan para gembala dan orang Kristen abad 1 yang membuka mulut. Juga dengan Zakharia yang menjadi bisu.)

Oleh karena itu, dalam pengalaman para gembala dengan malaikat, terdapat begitu banyak topik tentang Mesias yang sangat mirip dengan Yesaya 11:1-7 (klik di sini untuk membacanya) 「sinar yang bercahaya」, 「sukacita」, 「melihat kemuliaan Allah」, 「kelahiran bayi」, 「keturunan Daud」, 「Kerajaan damai」 dll. Dapat dilihat bagi Lukas, kelahiran Yesus benar-benar merupakan penggenapan tradisi Perjanjian Lama raja Daud memegang kuasa. Ia penulis Alkitab tidak karena dalam lingkungan yang sulit menghindari atau tabu, malah sebaliknya melalui perikop Perjanjian Lama, dengan tulus membuktikan Dia yang 「sungguh benar」.

Militer atau kuasa politik tidak merebut menggantikan rencana penebusan Allah, berita kesukaan besar diumumkan para gembala (bukan diberitakan melalui orang terhormat dan yang memiliki kuasa) untuk menjelaskan pemahaman: ketaatan anak dara Maria dan ketulusan para gembala merupakan syarat yang harus dimiliki orang yang menerima anugerah keselamatan, dan bukan dengan kekuatan militer mencapai titik ujung penebusan. (Sekali lagi juga menegaskan keselamatan bukan didapatkan dengan usaha kekuatan kita.)

Doa: mohon Tuhan menolong kita, tidak karena nama dan keuntungan diri saya sehingga lupa memberitakan Allah, memberitakan Anak Kekasih-Nya yang merupakan Raja yang sungguh benar, Tuhan atas kehidupan. Juga memohon belas kasih Tuhan menolong kita, tidak memakai nama Tuhan sebagai alasan untuk menggenapkan pemikiran diri sendiri, sebaliknya dengan rendah hati dan tulus menjalankan kehendak Tuhan yang istimewa.

Daniel 7:13-28

「Tetap Setia Berapapun Harga yang Dibayar」

Jalan yang harus dilalui umat kudus Allah untuk menuju dan mencapai …

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:13-28 [ITB])
13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
15Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku. 16Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; 18sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
19Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya; 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
23Maka demikianlah katanya:
Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. 27Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
28Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

Malaikat Allah menjelaskan makna penglihatan kepada Daniel yang gelisah: empat binatang adalah empat raja yang akan bangkit, mereka sepertinya berkuasa memegang kendali di atas bumi, tetapi akhirnya yang akan mendapatkan Kerajaan sampai selama-lamanya adalah 「umat kudus dari Yang Maha Tinggi」 (lihat Rom. 1:7; 1Kor. 1:2; Fil 1:1). Umat yang setia kepada Allah, teguh menjaga iman adalah yang paling akhirnya akan memperoleh kemenangan, tetapi sebelum ini terjadi, umat kudus lebih dahulu menerima aniaya dari tanduk kecil, bersabar menderita, sampai Dia Yang Lanjut Usianya datang bagi mereka memberikan pembalasan dan keadilan, baru memasuki Kerajaan kekal.

Selama ini terdapat penjelasan yang berbeda-beda atas empat kerajaan yang disimbolkan dengan empat binatang. Sebenarnya empat kerajaan boleh dimengerti sebagai sebuah kesatuan yang memusuhi Allah dan umat-Nya, tepat sama seperti empat macam metal yang membentuk patung besar di fasal dua, boleh dipandang sebagai simbol sebuah kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi, yang berbanding dengan Kerajaan kekal Allah. Malaikat selangkah lebih konkrit menjelaskan kebenaran tentang binatang yang keempat dan tanduk kecil kepada Daniel, yakni adalah kerajaan keempat dan raja yang bangkit kemudian. Raja ini hendak membuang iman ritual umat Allah, digantikan dengan membuat satu set ajaran dan aturan baru yang lain; dengan lain kata, umat kudus akan dipaksa bertekuk-lutut terhadap allah lain. Dalam kitab Daniel pasal 3, pengalaman ketiga teman dipaksa menyembah patung emas, adalah penjelasan yang paling konkrit.

Kemuliaan di kemudian, hinaan terlebih dahulu. Sebelum umat kudus menerima Kerajaan kekal terlebih dahulu harus bersabar menerima siksaan dan aniaya selama suatu waktu periode, Malaikat gambarkan sebagai 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25, 12:7). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, satu masa dan dua masa dan setengah masa bukanlah makna secara literal tiga tahun setengah, tetapi menunjuk satu periode waktu yang tertentu. Walaupun di sini memakai bahasa simbolis, tetapi beritanya justru jelas: umat kudus hendaknya memiliki persiapan di dalam hati, menderita karena iman, dan teguh bertahan satu periode waktu, sampai saat Allah sendiri turun tangan secara langsung, memusnahkan raja tersebut; Kemudian barulah umat kudus menerima Kerajaan kekal (Dan. 7:26-27). Dalam mimpi Nebukadnezar, patung besar (bangsa-bangsa di antara manusia) pada akhirnya ditimpa sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dan patung itu digantikan olehnya (Dan. 2:44); selaras dengan berita yang disampaikan penglihatan di fasal tujuh atas binatang dan tanduk. Ternyata, memegang erat pengharapan ini, teguh bersabar dalam kesulitan aniaya sampai akhir, adalah jalan yang harus dilewati umat kudus menuju Kerajaan kekal dan kemuliaan.

Kitab Daniel pasal tujuh tidak hanya merupakan perpanjangan pasal dua, juga merupakan titik berat keseluruhan kitab Daniel, berita yang dibawakannya menjadi benang merah bagi keseluruhan kitab: kerajaan di antara manusia yang memusuhi melawan Allah pasti akan dihantam runtuh, Kerajaan yang didirikan Allah tetap kekal selama-lamanya; tanduk kecil (Anti-Kristus) melawan Yang Maha Tinggi, menganiaya umat kudus akan muncul di waktu akhir, menyiksa dengan brutal selama satu periode yang tertentu (satu masa dan dua masa dan setengah masa), paling akhir justru harus dikalahkan, dan Kerajaan kekal Allah akan ditegakkan.

Renungkan: berita dalam kitab Daniel pasal 7, sekali lagi mendorong semangat umat yang ditawan harus setia. Di hari akhir zaman, Anti-Kristus (lihat 1 Yoh. 2:18) pasti datang, umat kudus milik Allah pasti akan menderita menerima celaka dari tangannya, iman mengalami ujian yang demikian berat sekali. Berita dari kitab Daniel, justru bukan untuk membuat kita putus asa kehilangan nyali, sebaliknya mengingatkan kita bahwa ini adalah rencana yang Allah tentukan bagi akhir zaman. Sebagai umat Allah, satu-satunya respon yang patut adalah bersiap-sedia menderita, memegang teguh pengharapan, gigih bertahan sampai akhir; dengan demikian, pada akhirnya pasti akan mampu menerima Kerajaan yang merupakan milik Allah dan umat kudus-Nya dari tangan Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (lihat Yes. 9:7; 11:1-9). Tepat seperti apa yang Daniel temui dalam penglihatan: 「Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan」 (Dan. 7:22). Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (Dan. 7:13-14), dia adalah Messias yang dinantikan umat Israel, adalah Yesus Kristus yang menebus kita keluar dari gelap masuk ke dalam terang; Dia berdasarkan kehendak Allah mendapatkan kekuasaan, kemuliaan, Kerajaan, dan bangsa-bangsa akan mejadi milik Dia (lihat Kej. 49:8-12; Maz. 2).

Kiranya kita bersama rasul Yohanes satu hati berdoa: 「Amin, datanglah, Tuhan Yesus!」 (Why. 22:20)


(Kej. 49:8 [ITB])
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.