Tag Archives: Anak Manusia

Yohanes 1:51

「Yesus Anak Manusia」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:51 [ITB])
51 Lalu kata Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.

Kalimat ini adalah kalimat terakhir dari Injil Yohanes pasal 1, renungan rohani Injil Yohanes pasal 1 akhirnya sampai pada kalimat terakhir. Jika Anda telah menggunakan 《Renungan Erdao》 untuk saat teduh, Anda akan menemukan bahwa pada April 2019, saya menulis renungan Yohanes 1:1-18 (klik untuk membuka). Sekarang, kita berada di akhir renungan Yohanes 1:19-51 (klik untuk membuka).

Yesus berkata, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia. Jelas, kata engkau (bentuk jamak) dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus tidak hanya berbicara kepada Natanael saja, tetapi berbicara kepada semua orang, oleh karena itu ayat 51 adalah ringkasan.

Pertama, kita melihat Yesus menyebut diri-Nya: Anak Manusia. Dalam Injil Yohanes pasal 1, ada banyak sebutan berbeda tentang Yesus: Allah, Firman, Terang yang sesungguhnya, Anak Allah, Anak Domba Allah, Rabi, Mesias, Raja Israel. Lalu, kita tidak dapat mengabaikan situasi yang tampak biasa-biasa saja, Yesus menyebut diri-Nya: Anak Manusia (Son of Man).

Yesus adalah Anak Manusia. Sang Firman Allah, Yesus Kristus, adalah manusia yang utuh. Kalimat ini memiliki relasi dengan kalimat pertama Injil Yohanes pasal 1: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (1:1) Yesus Kristus adalah Firman Allah, Dia adalah penghubung dan jembatan antara Allah dan umat manusia. Oleh karena itu, Yesus adalah Sang Firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, Allah yang berinkarnasi.

Sebaliknya, kalimat terakhir Injil Yohanes pasal 1 mengungkapkan sisi lain dari kebenaran ini. Yesus adalah Anak Manusia, sehingga orang dapat melihat Allah. Engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia, dilihat dari sudut pandang manusia kalimat ini secara keseluruhan menggambarkan inkarnasi Firman Allah menjadi manusia. Karena Kristus maka orang akan melihat Allah, dan melalui Yesus Anak Manusia, kita dapat melihat malaikat-malaikat utusan Allah turun naik kepada Anak Manusia.

Sebagai Firman Allah, Yesus adalah Allah yang datang ke dunia.
Sebagai Anak Manusia, Yesus membuat orang melihat kedatangan Allah.
Yang pertama dari atas ke bawah, dan yang kemudian adalah dari bawah ke atas.
Yang pertama adalah awal dari Injil Yohanes pasal 1, dan yang kemudian adalah akhir dari Injil Yohanes pasal 1.

Yesus Kristus bukan hanya Allah, Sang Firman yang berinkarnasi menjadi manusia, Dia juga adalah Manusia yang memimpin orang kepada Allah! Amin!

Renungkan:
Sebagai pribadi, apa yang dapat menjadi pengharapan Anda? Mungkin tidak ada apa-apa. Semakin kita tua, semakin kita akan menemukan bahwa sebagai manusia biasa, apa yang bisa kita lakukan sangat terbatas. Kita hanyalah manusia. Namun, melalui Yesus Anak Manusia, hidup manusia di dunia tidak lagi dalam keputusasaan yang hanya berakhir dalam kematian Melalui Anak Manusia yang kepada-Nya malaikat-malaikat Allah turun naik, kita bisa pergi kepada Allah. Kita tidak hanya sekadar hidup, karena Anak Manusia Yesus, hidup kita yang terbatas dapat menerobos penghalang dunia. Hidup kita bisa dinaikkan dan berjalan kepada Allah!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

6 April 2019 ● Sabtu, Minggu Keempat Pra Paskah

Jika Kau Tetap dalam Firman-Ku, Kau Sesungguhnya Adalah Murid-Ku

Yohanes 8:28-38
28Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 29Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
30Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 33Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” 34Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”
37“Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Renungan

Pada saat suamiku sedang mencuci mobilnya di Breakthrough Missions, sebuah institusi rehabilitasi kristiani untuk pengguna narkoba, ada seorang pengemudi lain yang sedang akan mencuci mobilnya juga. Suamiku memulai pembicaraan dengan pengemudi tersebut, menanyakan apakah ia seorang Kristen. Ia menjawab, ”Tidak, tetapi aku mempercayai bahwa semua agama adalah sama.” Salah satu orang penghuni institusi tersebut yang sedang mencuci mobil itu mendengar dan menjawab, “Aku telah mencoba mengikuti banyak agama, tetapi hanya Yesus yang dapat membebaskan aku dari kecanduanku!” Pengemudi lain itu terkejut dan menjawab, ”Baguslah. Kau sebaiknya terus menjadi seorang Kristen.”

Mungkin kau tidak kecanduan narkoba, tetapi mungkin bergumul dengan kemarahan, kebencian, ketakutan, kecemasan, pornografi, materialisme, harga diri, dan lainnya. Betapa indahnya jika dapat terbebas dari dosa-dosa ini. Bahkan, kata bebas diulang empat kali pada bacaan ini. Cara untuk menemukan kebebasan ini adalah dengan menetap dalam perkataan Yesus (ayat 31). “Tetap” (meno dalam bahasa Yunani) adalah salah satu dari kata-kata yang paling disukai oleh Yohanes, yang secara harfiah berarti tinggal bersama seseorang di rumahnya dan menjadi akrab dengannya (Yoh 1: 38-39).

Sosok yang kita seharusnya menjadi akrab pada konteks ini adalah Yesus, Anak Manusia, yang telah ditinggikan (ay 28). “Anak Manusia” mengacu pada sosok surgawi di Daniel 7:13-14 yang diberikan kekuasaan dan kemuliaan yang kekal. “Ditinggikan” memiliki dua arti, yang mengacu pada penyaliban Yesus dan juga pemuliaan yang luar biasa. Kebenaran yang paradox ini yang kemudian membebaskanmu – kebenaran yang menunjukkan bahwa Ia yang memiliki semua kekuasaan telah melepaskan semuanya, bahkan nyawa-Nya, untuk membebaskan kita dari kekangan dosa. Ia, yang sekarang ditinggikan, memberikan kekuasaan kepada kita untuk hidup dalam kebebasan.

Bagaimanakah cara kamu melepas kebencian dan kemarahan? Bagaimanakah cara kita dapat mengasihi mereka yang menolak dan menyakiti kita? Bagaimanakah caranya kamu dapat terbebas dari tindakan duniawi dan amoral yang memperbudak mereka di sekitarmu? Hanya ketika kau melihat kepada Dia dan tetap dalam kasih-Nya di atas kayu salib – kehidupan yang mengalahkan dosa – memberimu kuasa dalam kasih.

Doa
Terima kasih atas alat salib yang mempermalukan-Mu telah menjadi lambang kebebasan kita. Tolonglah aku agar dapat berjalan dalam kebebasan dari dosa ____________ (isi dengan dosa yang diingatkan oleh Roh Kudus). Jagalah aku agar tetap dalam kebenaran Yesus, Anak Manusia yang telah ditinggikan dan mengasihiku.

Tindakan
Setelah mengakui kebebasanmu dari dosa-dosa yang kau sebutkan diatas, apa satu hal yang Tuhan ingin kau lakukan? Apakah untuk memaafkan orang lain? Tindakan mengasihi? Atau perubahan akan suatu hal?

(Dalam beberapa jenis dosa yang sudah mendalam, dibutuhkan dukungan dari orang lain juga. Apakah kau butuh bercerita kepada seseorang atau bertindak atas sesuatu?)

Oleh
Rev Dr Maggie Low
Minister, Presbyterian Church in Singapore
Faculty, Trinity Theological College

Daniel 7:13-28

「Tetap Setia Berapapun Harga yang Dibayar」

Jalan yang harus dilalui umat kudus Allah untuk menuju dan mencapai …

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:13-28 [ITB])
13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
15Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku. 16Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; 18sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
19Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya; 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
23Maka demikianlah katanya:
Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. 27Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
28Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

Malaikat Allah menjelaskan makna penglihatan kepada Daniel yang gelisah: empat binatang adalah empat raja yang akan bangkit, mereka sepertinya berkuasa memegang kendali di atas bumi, tetapi akhirnya yang akan mendapatkan Kerajaan sampai selama-lamanya adalah 「umat kudus dari Yang Maha Tinggi」 (lihat Rom. 1:7; 1Kor. 1:2; Fil 1:1). Umat yang setia kepada Allah, teguh menjaga iman adalah yang paling akhirnya akan memperoleh kemenangan, tetapi sebelum ini terjadi, umat kudus lebih dahulu menerima aniaya dari tanduk kecil, bersabar menderita, sampai Dia Yang Lanjut Usianya datang bagi mereka memberikan pembalasan dan keadilan, baru memasuki Kerajaan kekal.

Selama ini terdapat penjelasan yang berbeda-beda atas empat kerajaan yang disimbolkan dengan empat binatang. Sebenarnya empat kerajaan boleh dimengerti sebagai sebuah kesatuan yang memusuhi Allah dan umat-Nya, tepat sama seperti empat macam metal yang membentuk patung besar di fasal dua, boleh dipandang sebagai simbol sebuah kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi, yang berbanding dengan Kerajaan kekal Allah. Malaikat selangkah lebih konkrit menjelaskan kebenaran tentang binatang yang keempat dan tanduk kecil kepada Daniel, yakni adalah kerajaan keempat dan raja yang bangkit kemudian. Raja ini hendak membuang iman ritual umat Allah, digantikan dengan membuat satu set ajaran dan aturan baru yang lain; dengan lain kata, umat kudus akan dipaksa bertekuk-lutut terhadap allah lain. Dalam kitab Daniel pasal 3, pengalaman ketiga teman dipaksa menyembah patung emas, adalah penjelasan yang paling konkrit.

Kemuliaan di kemudian, hinaan terlebih dahulu. Sebelum umat kudus menerima Kerajaan kekal terlebih dahulu harus bersabar menerima siksaan dan aniaya selama suatu waktu periode, Malaikat gambarkan sebagai 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25, 12:7). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, satu masa dan dua masa dan setengah masa bukanlah makna secara literal tiga tahun setengah, tetapi menunjuk satu periode waktu yang tertentu. Walaupun di sini memakai bahasa simbolis, tetapi beritanya justru jelas: umat kudus hendaknya memiliki persiapan di dalam hati, menderita karena iman, dan teguh bertahan satu periode waktu, sampai saat Allah sendiri turun tangan secara langsung, memusnahkan raja tersebut; Kemudian barulah umat kudus menerima Kerajaan kekal (Dan. 7:26-27). Dalam mimpi Nebukadnezar, patung besar (bangsa-bangsa di antara manusia) pada akhirnya ditimpa sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dan patung itu digantikan olehnya (Dan. 2:44); selaras dengan berita yang disampaikan penglihatan di fasal tujuh atas binatang dan tanduk. Ternyata, memegang erat pengharapan ini, teguh bersabar dalam kesulitan aniaya sampai akhir, adalah jalan yang harus dilewati umat kudus menuju Kerajaan kekal dan kemuliaan.

Kitab Daniel pasal tujuh tidak hanya merupakan perpanjangan pasal dua, juga merupakan titik berat keseluruhan kitab Daniel, berita yang dibawakannya menjadi benang merah bagi keseluruhan kitab: kerajaan di antara manusia yang memusuhi melawan Allah pasti akan dihantam runtuh, Kerajaan yang didirikan Allah tetap kekal selama-lamanya; tanduk kecil (Anti-Kristus) melawan Yang Maha Tinggi, menganiaya umat kudus akan muncul di waktu akhir, menyiksa dengan brutal selama satu periode yang tertentu (satu masa dan dua masa dan setengah masa), paling akhir justru harus dikalahkan, dan Kerajaan kekal Allah akan ditegakkan.

Renungkan: berita dalam kitab Daniel pasal 7, sekali lagi mendorong semangat umat yang ditawan harus setia. Di hari akhir zaman, Anti-Kristus (lihat 1 Yoh. 2:18) pasti datang, umat kudus milik Allah pasti akan menderita menerima celaka dari tangannya, iman mengalami ujian yang demikian berat sekali. Berita dari kitab Daniel, justru bukan untuk membuat kita putus asa kehilangan nyali, sebaliknya mengingatkan kita bahwa ini adalah rencana yang Allah tentukan bagi akhir zaman. Sebagai umat Allah, satu-satunya respon yang patut adalah bersiap-sedia menderita, memegang teguh pengharapan, gigih bertahan sampai akhir; dengan demikian, pada akhirnya pasti akan mampu menerima Kerajaan yang merupakan milik Allah dan umat kudus-Nya dari tangan Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (lihat Yes. 9:7; 11:1-9). Tepat seperti apa yang Daniel temui dalam penglihatan: 「Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan」 (Dan. 7:22). Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (Dan. 7:13-14), dia adalah Messias yang dinantikan umat Israel, adalah Yesus Kristus yang menebus kita keluar dari gelap masuk ke dalam terang; Dia berdasarkan kehendak Allah mendapatkan kekuasaan, kemuliaan, Kerajaan, dan bangsa-bangsa akan mejadi milik Dia (lihat Kej. 49:8-12; Maz. 2).

Kiranya kita bersama rasul Yohanes satu hati berdoa: 「Amin, datanglah, Tuhan Yesus!」 (Why. 22:20)


(Kej. 49:8 [ITB])
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.