Daniel 7:1-12

「Ia Yang Lanjut Usianya」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:1-12 [ITB])
1Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya:
2Berkatalah Daniel, demikian: 「Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar,
3dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.

4Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

5Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.

6Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.

7Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.
8Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

9Sementara aku terus melihat,

takhta-takhta diletakkan,
lalu duduklah Yang Lanjut Usianya;
pakaian-Nya putih seperti salju
dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba;
kursi-Nya dari nyala api
dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
10suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya;
seribu kali beribu-ribu melayani Dia,
dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya.
Lalu duduklah Majelis Pengadilan
dan dibukalah Kitab-kitab.

11Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. 12Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.

Kitab Daniel mulai dari fasal tujuh, mencatat penglihatan yang Daniel saksikan, isinya semua menunjuk kepada rencana yang Allah tetapkan pada masa akhir. Setengah bagian belakang kitab Daniel sangat kaya dengan warna sastra yang bersifat apokaliptik, memakai cara simbolis (fuguratif dan metafora) menunjukkan rahasia dan kehendak Allah. Fasal 7 – 12 tidak hanya saling bersambut secara depan belakang dengan fasal 1 – 6, terlebih selangkah lebih memperdalam berita fasal 6: tidak peduli dalam situasi apapun, Allah tetap sedang berkuasa memegang kendali; walaupun kuasa kejahatan yang dipandang oleh manusia sepertinya tidak dapat dikalahkan, namun tidak dapat melampaui garis batas yang ditentukan Allah; kekalahan si jahat telah ditentukan, dan umat Allah akan keluar dari kondisi ditawan masuk ke dalam kekekalan, secara total mendapatkan pelepasan dan pembebasan.

Panorama dinasti Persia raja Darius orang Media di fasal 6 dibawa kilas balik oleh kalimat「Tahun pertama pemerintahan Belsyazar」 (Dan. 7:1) kembali ke zaman Belsyazar. Dan. 7:2-28 mencatat tiga penglihatan Daniel menjadi satu kelompok, setiap penglihatan semuanya memiliki permulaan 「malam hari aku mendapat penglihatan」 (Dan. 7:2, 7, 13) sebagai tanda.

Panorama penglihatan pertama adalah laut (Dan. 7:2). Dalam kebudayaan daerah Timur Dekat zaman kuno, 「laut」 sering dipakai sebagai simbol kejahatan, kekacauan, kekuatan yang berbahaya. Laut yang mengerikan, ditambah lagi dari dalam laut secara bersambungan muncul keluar empat binatang, membentuk kekuatan yang mempunyai sifat menghancurkan yang besar yang memusuhi Allah. Kecuali binatang kedua yang rupanya seperti beruang, tiga binatang yang lain bukan merupakan hewan yang sungguh-sungguh ada, adalah gambaran hewan yang terplintir dan yang sudah berubah aneh, tepat sebagai simbol kuasa jahat yang memusuhi Allah dan melanggar keteraturan dalam penciptaan. Bentuk luar binatang menggetarkan hati dan membuat orang tidak suka, terutama bagi umat Israel saat itu; karena Allah menciptakan segala ciptaan, 「masing-masing menurut jenisnya」 (Kej. 1:11-12, 21, 24, 25. Tidak tertulis secara ekspilit dalam ITB, namun dalam CUVT dan KJV 「after their kind」). Konsep yang tertanam mendalam di hati umat-Nya, kemudian konsep tidak diperbolehkan pencampuran jenis juga terdapat dalam hukum Taurat di Perjanjian Lama (Ul. 22:9-11).

Penglihatan empat binatang menyatakan kerajaan kejahatan akan sambung menyambung muncul di antara manusia, sampai pada akhir sejarah, saling bersambut gayung dengan mimpi Nebukadnezar (Daniel fasal 2). Binatang pertama seperti singa, memiliki sayap rajawali (Dan. 7:4); Nebukadnezar (kepala emas) yang di fasal dua, sering diumpamakan sebagai singa atau rajawali (Yer. 4:7, 49:19, 50:17; Rat. 4:19; Yeh. 17:3; Hab. 1:8). Sayap binatang kemudian dicabut, kemudian seperti manusia berdiri dengan dua kaki, juga mendapatkan hati manusia (Dan. 7:4), membuat orang tersambung dengan Nebukadnezar di fasal 4 yang berganti hati binatang, terus sampai mengalami pemahaman bahwa Yang Maha Tinggi yang berkuasa memegang kendali dalam kerajaan manusia.
Binatang kedua seperti beruang. Ada peneliti yang secara terpisah berpendapat, itu adalah simbol Media Persia atau Media, 「tiga tulang rusuk」 menyebabkan penjelasan yang berbeda-beda. 「Tiga」 dapat berarti tiga negara yang dikalahkan Media Persia, mungkin adalah angka perkiraan keseluruhan negara yang ditelan, juga mungkin adalah tiga negara sekutu Media.

Binatang ketiga seperti macan tutul, memiliki empat buah sayap, empat buah kepala. Binatang ini kecepatannya mencengangkan orang, mungkin sebagai simbol tentara Persia dengan cepat menaklukkan bangsa-bangsa. Empat kepala dapat mewakili empat raja Persia, juga mungkin adalah menubuatkan peristiwa kerajaan yang dipecah belah oleh empat jenderal setelah kematian di usia muda dari Alexander yang menyapu bangsa-bangsa timur.

Binatang keempat rupanya paling mengejutkan juga paling aneh (Dan. 7:7). Gigi besi, cakar tembaga yang menonjolkan kekejaman kebrutalannya, sepuluh tanduk simbol kesombongan dan kemuliaan diri, tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sangat menonjol kearoganan dan dominasinya. Dari penjelasan malaikat di belakangan (Dan. 7:23-27) dapat diketahui tanduk kecil adalah seorang raja yang menggenggam kuasa besar, selain menista Allah, juga menganiaya umat kudus.

Bersyukur mulai dari Dan. 7:9, panorama penglihatan berubah kepada pengadilan di Sorga. Keangkuhan binatang tidak ditemui lagi, titik berat berfokus pada Ia 「Yang Lanjut Usianya」 (lihat Maz. 9:8, 29:10, 90:2) dan diri 「seorang seperti anak manusia」. Dia duduk di takhta menjalankan penghakiman. Dalam kitab-kitab telah dicatat dosa keempat binatang dan tanduk kecil, binatang tidak dapat melarikan diri dari hadapan Dia dan penghakiman-Nya. Binatang keempat karena dibunuh disebabkan oleh tanduk kecil, dan kekuasaan tiga binatang yang lain-lain dirampas, tetap diperbolehkan bernyawa, 「sampai pada waktu dan saat yang ditentukan」 (Dan. 7:12) .

Renungkan: kerajaan jahat di antara manusia digambarkan dengan binatang buruk dan jahat, dan 「Seorang seperti anak manusia」 berkuasa dalam Kerajaan Allah. Pada akhirnya kuasa kejahatan tetap harus tunduk di hadapan Yang Lanjut Usianya. Kuasa kerajaan kejahatan sepertinya sesaat berada di atas angin, tetapi Allah memegang kendali tanpa pernah terputus. Allah sejak awal telah menentukan garis batas musuh boleh bergerak, begitu sampai waktunya, mereka harus menerima penghakiman dan penghukuman. Maka, yang termasuk sebagai umat Allah yang dalam aniaya jangan putus asa kehilangan tekat, dengan erat ingat mempertahankan kesetiaan kesucian, menolak bertekuk lutut terhadap dosa kejahatan. Kiranya kenyataan bahwa Allah memegang kendali, menjadi kita penghiburan dan pengharapan kita.