Tag Archives: Anti-Kristus

Wahyu 13:1-10

「Waspada Kristus Palsu」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 13:1-10 [ITB])
1 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. 2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. 3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. 4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia? 5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. 6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga. 7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka;

dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. 8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
9 Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
10 Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Aktor dari bagian ini adalah seekor binatang buas. Perikop ini dapat dibagi dalam empat bagian: ayat 1-2 menggambarkan bentuk penampilan dan asal binatang itu, ayat 3-4 menggambarkan kemampuan ajaib dan ambisinya di bumi, dan ayat 5-8 mengatakan bahwa binatang itu adalah penghujat Allah dan penganiayaan orang-orang kudus, dan akhirnya, ayat 9-10 adalah pengajaran dari penulis kitab kepada orang-orang percaya untuk mewaspadai binatang buas ini.

Penampilan binatang buas ini sangat ganas dan kejam. Ia memiliki kemiripan dengan macan tutul, beruang, dan singa (ayat 2), yang segera mengingatkan pada empat binatang buas besar yang dilihat Daniel dalam penglihatan (Dan. 7:2-8), semuanya mewakili rezim pemegang kuasa politik. Keempat binatang dalam kitab Daniel sangat ganas dan kejam, dengan sepuluh tanduk di kepalanya, lalu binatang buas di perikop kitab Wahyu ini tidak hanya memiliki sepuluh tanduk, tetapi juga tujuh kepala, penampilannya sama dengan naga merah di pasal 12, binatang itu adalah jelmaan naga tersebut di bumi, otoritas dan kekuatannya berasal dari naga, yaitu dari Setan (ayat 2).

Naga memiliki mahkota di kepalanya, simbol kekuasaan, dan mahkota berada di sepuluh tanduk binatang itu (ayat 1), yang merupakan simbol tanda kuasa kerajaan, menunjuk ke kerajaan di dunia. Jadi siapa binatang buas ini? Ini bisa mencakup tiga makna. Dalam konteks sejarah, binatang buas ini merujuk pada raja Romawi, misalnya, ada Caesar yang menyebut dirinya Tuhan, Allah atau Anak Allah. Ini sesuai dengan ayat 1 pada kepalanya tertulis nama-nama hujat dan membuka mulutnya untuk menghujat (ayat 6, CUVT membesarkan mulutnya untuk menghujat). Kedua, binatang itu pada saat yang sama juga mewakili para tiran dari segala zaman, terutama mereka yang memaksa orang untuk menyembahnya. Karena Setan sebenarnya adalah kekuatan lintas generasi, binatang itu juga keluar dari dalam laut (ayat 1), dan dalam penggunaan Perjanjian Lama kata laut adalah sumber kejahatan, sehingga tujuh kepala dan sepuluh tanduk tidak harus menunjuk hanya pada seseorang raja individu, atau negara, tetapi adalah seluruh kuasa yang memusuhi Allah dan kekuatan jahat yang berada di balik rezim pemegang kuasa. Dan, ketiga, di hari-hari terakhir, binatang ini akan menyesatkan orang untuk menyembah antikristus dari Setan (lih. 1 Yoh 2:18). Sebelum Tuhan datang lagi, salah satu dari tujuh kepala seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu (ayat 3). Ini adalah kemampuan ajaib Antikristus mampu meniru Kristus sampai pada taraf yang tampaknya ia sudah mati dan dibangkitkan, sehingga dapat menyesatkan orang-orang di bumi untuk mengikutinya dan menyembah naga, yaitu, tunduk di bawah kuasa Setan.

Salah satu cara paling umum yang digunakan iblis untuk merampok kerajaan Kristus adalah dengan memakai kekuasaan rezim yang ada bumi untuk mencapai tujuannya. Karena itu, Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Ketika tiran itu ingin memaksa orang untuk mematuhi otoritasnya, janganlah kita justru murtad jadi kaki tangannya. Oh Tuhan, ketika rezim ingin menganiaya atau menghancurkan gereja Kristus, oh Tuhan, berikan saya ketekunan dan iman untuk bertahan teguh mengikuti Engkau! Dan jika orang yang berkuasa meninggikan diri sebagai satu-satunya yang dihormati, memerintah orang menyanjungnya, dan bahkan menyembahnya, maka oh Tuhan, jaga agar saya tidak tersesat, sehingga saya dapat dengan kuat hanya menyembah Engkau satu-satunya Tuhan yang benar!

Renungkan:

Dalam sejarah dunia, khususnya dalam dua atau tiga abad terakhir, berulang muncul rezim penuh kekerasan, atau kekuatan yang menyesatkan publik. Kekuatan-kekuatan ini membawa banyak orang, bahkan seluruh negeri, ke dalam jalan kejahatan sesat atau tidak manusiawi. Bisakah Anda mengingat beberapa contoh ini? Dalam kasus seperti itu, apakah Anda melihat tindakan Setan?

Siapa yang berkuasa di gereja saya? Apakah kehendak Tuhan untuk memimpin, atau apakah kehendak manusia yang memanipulasi? Sudahkah saudara dan saudari berdoa dengan satu hati dan mencari bimbingan Roh Kudus bagi gereja? Atau apakah Anda mentolerir orang-orang dengan keinginan atau kekuatan besar untuk memonopoli arah gereja?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Daniel 12:5-13

「Kiranya Tuhan Senantiasa Menemui Engkau Setia」

Tidak penting berkutat menghitung kapan waktu konkritnya, tetapi terlebih penting apa yang perlu dipersiapkan.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 12:5-13 [ITB])
5Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana. 6Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?”
7Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”
8Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”
9Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. 10Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. 11Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. 12Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari.
13Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.”

Kitab Daniel 12:5-13 adalah sebuah nubuat paling akhir dari kitab ini, juga adalah kata penutup bagi keseluruhan kitab. Malaikat sekali lagi membawa Daniel ke tepi sungai. Salah satu dari antara dua orang malaikat mengajukan pertanyaan yang krusial penting bagi Daniel dan umat yang ditawan: 「Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?」 (Dan. 12:6). Dalam masa kesusahan besar, masih harus menunggu berapa lama, kesulitan baru akan berlalu?

Malaikat yang ada di seberang tepi sungai menjawab: 「Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi! 」 「Satu masa dan dua masa dan setengah masa」 segera membuat kita teringat pasal 7 (lihat renungan Daniel 7:13-28 ) yang menyebutkan umat kudus akan menerima aniaya dari「tanduk kecil」 (Anti-Kristus) selama 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25). Malaikat tidak memberikan sebuah tanggal yang konkrit, namun memberikan petunjuk bahwa saat Anti-Kristus akhir zaman muncul, dan setelah hari akhir barulah hal-hal itu keseluruhannya akan digenapi (Dan. 12:7).

Teks sebelumnya menyatakan akhir dari umat yang setia beriman dan yang durhaka akan sama sekali berbeda, yang setia mendapatkan hidup kekal, yang durhaka menerima kehinaan dan kemuakan kengerian selamanya. Perhentian akhir mereka, sesungguhnya diputuskan berdasarkan kehidupan iman mereka di atas bumi. Orang benar akan bertekun, menjaga kesucian, bersabar menerima tempaan (「disucikan dan dimurnikan dan diuji」), karena memahami kehendak dan rencana Allah; Orang fasik justru menuruti nafsu menjalankan kejahatan 「berlaku fasik」(Dan. 12:10). Kitab Daniel menggabungkan karakteristik dari sastra hikmat dan sastra apokaliptik, mendorong pembaca bersemangat menjadi 「orang bijak」 berhikmat, yakni bersandar kepada Allah, waspada menuruti dan menjalankan perintah-Nya; Malaikat juga memberikan sebuah pandangan kekal yang melampaui zaman: Allah adalah Tuhan pemegang kendali sejarah, Dia adalah alfa (awal), Dia adalah omega (akhir), Dia dalam kekekalan telah menetapkan rencana, juga pasti menggenapkannya. Umat milik Allah, saat menerima penyingkapan (penyataan) ini, mata harus terfokus pada pengharapan yang kekal, dengan demikian akan mengerti bagaimana cara hidup dalam saat ini, mempersiapkan diri menyambut bertemu Tuhan.

Saat Daniel mengejar lagi dalam pertanyaan, Malaikat memberi dua petunjuk menyangkut waktu: seribu dua ratus dan sembilan puluh hari (1200 + 90 hari), dan seribu tiga ratus tiga puluh lima hari (1335 hari) (Dan. 12:11-12). 「Seribu dua ratus dan sembilan puluh hari」,  「setengah tujuh masa」 (Dan. 9:27), dan 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 12:7) ketiganya adalah satu jenis yang sama, semuanya menunjuk masa waktu umat Allah menerima siksaan dari kaki tangan Anti-Kristus. Selama masa menderita, umat kudus harus bersabar menantikan datangnya Kerajaan Allah, setelah genap menanti seribu dua ratus dan sembilan puluh hari (1200 + 90 hari) tetap belum cukup, justru hendak menunggu sampai genap seribu tiga ratus tiga puluh lima hari (1335 hari). Kedua macam masa ini adalah bahasa apokaliptik, adalah untuk menonjolkan pentingnya 「bersabar tetap menanti-nanti」.

Malaikat tidak memberi perintah kepada Daniel untuk menghitung tanggal konkritnya, hanya berpesan: 「Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman」 (Dan. 12:13). Daniel yang sudah lanjut usia, telah mengalami pergantian dinasti, telah mengakhiri pertempuran yang baik, telah mencapai garis akhir dari jalan yang harus ia lalui, telah memelihara iman, dapat dengan tenang menantikan bagian yang disimpan bagi dia (2 Tim. 4:7-8) (「telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya」).

Enam pasal pertama dari kitab Daniel, telah mencatat pengalaman umat Allah yang ditawan bangsa asing dan sejarah istana, di antaranya adalah penglihatan yang memberikan petunjuk tentang arah pergerakan sejarah umat manusia: kuasa kerajaan di antara manusia tidak peduli betapa kuat berjaya, pada akhirnya tidak mampu melawan pergantian zaman, dan makin lama makin menurun keadaannya, satu dinasti tidak sebanding dinasti sebelumnya, berakhir seperti debu bertebaran hilang seperti asap.

Setengah bagian belakang kitab Daniel, mencatat penyingkapan penting menyangkut zaman akhir: kuasa kerajaan di atas bumi membawa sifat aslinya yakni kejahatan, tiada henti saling sikut saling menggantikan, Anti-Kristus masa akhir muncul, memandang rendah dan menista Allah serta menyiksa aniaya umat Allah lebih lagi sampai titik paling tinggi. Orang percaya yang setia menjaga kesucian harus mengalami kesusahan besar yang tidak ada bandingan sebelumnya, hanya dapat bersandar kepada Tuhan untuk berdiri dengan kokoh, teguh berharap. Daniel bersama teman mengalami perapian menyala-nyala atau lubang singa, tepat menunjukkan tantangan yang hendak dihadapi orang percaya yang setia menjaga kesucian. Teladan hidup yang mereka tinggalkan seperti pelangi yang mengelilingi kita, marilah kita berlari dengan tekun menyelesaikan lintasan jalan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1).

Renungkan: tidak peduli bagaimanapun keadaannya, Allah tetap memegang kendali. Ini adalah berita yang menembus keseluruhan kitab Daniel. Allah adalah Yang Maha Tinggi, Tuhan atas sejarah, tangan-Nya memimpin pergerakan majunya roda raksasa zaman, semua digenapkan berdasarkan rencana-Nya. Walaupun kuasa kerajaan yang di atas bumi sangat kejam jahat, bertindak semaunya; walau sepertinya darah umat Allah mengalir sia-sia, kesetiaan kesucian mereka juga tidak segera mendapatkan hadiah, berita kitab Daniel justru jelas mengingatkan kita: semua di dalam tangan Allah ada masa yang ditetapkan, kekelaman bukanlah tanpa akhir, Terang pasti harus datang.
Tidak peduli bagaimanapun keadaan, 「engkau hendak berdiri di samping Tuhan」.

Daniel dipisahkan untuk dikuduskan, mampu bertahan dalam kesetiaan kesucian, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan doanya. Daniel adalah seorang doa. Saat mengambil resiko mati menolak santapan raja, ia berdoa; menghadapi pencelakaan fitnah, ia berdoa; dalam lubang singa bersama singa yang kelaparan, ia berdoa; dalam kesedihan bersatu atas nasib bangsanya, ia berdoa; bahkan dalam permohonan yang terus belum mendapat jawaban, ia tetap dalam iman bersikeras berdoa.

Mohon Tuhan membantu kita, seumur hidup meneladani Daniel, menjadi orang berdoa, sungguh-sungguh menghidupi pengharapan, sampai bertemu muka dengan Tuhan. Sampai hari itu, kita hendak bersama orang-orang kudus masa lalu yang beriman setia bersama-sama bangkit, menerima Kerajaan kekal.

Tidak penting berkutat menghitung kapan waktu konkritnya, tetapi terlebih penting apa yang perlu dipersiapkan.

Daniel 9:20-27

「Tujuh Puluh Kali Tujuh」

Apa tanggung jawab kita dalam masa Tujuh Puluh Kali Tujuh?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 9:20-27 [ITB])
20Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku,
21sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. 22Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku:
「Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. 23Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!
24Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.
25Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. 26Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.
27Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.」

Gabriel ditugaskan menyampaikan jawaban Allah atas doa Daniel. Perkataan Gabriel (Dan. 9:24-27) disebut sebagai salah satu nubuat Perjanjian Lama yang paling sulit dimengerti. Selain itu patut diperhatikan, gambaran pasal sembilan terhadap 「yang telah diurapi」 dan 「umat kudus」 berbeda dengan teks sebelumnya. Umat Allah yang terus menerus disebut sebagai umat kudus Yang Maha Tinggi, oleh Daniel justru diakui sebagai umat berdosa dan melakukan kesalahan (Dan. 9:16); dalam penglihatan yang sebelumnya, Kerajaan Allah adalah yang memperoleh kemenangan, tetapi di sini Gabriel menunjukkan bahwa 「yang telah diurapi」 akan 「akan disingkirkan」. Ini adalah bagian yang perlu diperhatikan pembaca.

Dalam berita yang disampaikan Allah melalui Gabriel, 「tujuh puluh kali tujuh」 adalah kunci penting. Gabriel menjelaskan kepada Daniel, 「 tujuh puluh tahun」 yang dinubuatkan nabi adalah 「tujuh puluh kali tujuh」 , selama waktu itu akan ada 6 hal yang akan digenapi: 「dilenyapkan kefasikan, diakhiri dosa, dihapuskan kesalahan, didatangkan keadilan yang kekal, penggenapan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus」 (Dan. 9:24). Secara ringkasnya, dosa umat Allah hendak dihentikan, akibat dari dosa mereka akan dibersihkan, keadilan Allah penuh kebenaran dinyatakan (Dan. 9:7, 14, 16), sampai pada waktunya nubuat telah digenapi, yang maha kudus menerima pengurapan. Yang telah diurapi akan menggenapkan rencana Yang Maha Tinggi selama masa 「tujuh puluh kali tujuh」, pada waktunya dosa kejahatan seluruhnya akan dibuang secara total sampai ke akar, keadilan penuh kebenaran ditegakkan selamanya.

Terdapat perbedaan pendapat dalam menjelaskan 「tujuh puluh kali tujuh」, secara utama dapat dibagi sebagai dua macam pendapat: pertama, adalah 「jalan pergerakan sejarah」 , memandang 「tujuh puluh kali tujuh」 sebagai murni peristiwa sejarah biasa. Pendapat yang lain adalah 「jalan pergerakan Messias」, berpendapat 「tujuh」 yang paling akhir adalah menunjuk akhir zaman; pandangan ini juga memiliki perbedaan pendapat atas kapan titik mulainya 「tujuh puluh kali tujuh」, ada peneliti memperkirakan 「tujuh puluh kali tujuh」 adalah tiga rangkaian tahap (7 kali tujuh, 62 kali tujuh, 1 kali tujuh), ada peneliti percaya sebelum 1 kali tujuh yang paling akhir terdapat satu tenggang waktu dengan yang sebelumnya, kemudian seluruhnya digenapi saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Dilihat dari tata bahasa, 7 kali tujuh dan 62 kali tujuh adalah tersambung menjadi satu. Setelah 69 kali tujuh berakhir, maka dimulai 1 kali tujuh yang paling akhir, dan akan terjadi dalam periode yang penuh pergolakan. Di masa akhir, 「akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa」 (Dan. 9:26) (Perbedaan terjemahan dalam CUVT, NIV, ESV: 「akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, tidak memiliki apa-apa). Ia yang telah diurapi ini (lihat Yes. 53:8) — Yesus Kristus mati di atas kayu salib memang benar-benar tidak memiliki apapun, bahkan Bapa juga meninggalkan Dia (Mat. 27:46). Tetapi disingkirkannya Dia bukan akhir dari sejarah. Kemudian yang terjadi adalah kota dan tempat kudus secara total dihancurkan, Gabriel menggambarkannya bagaikan dilanda 「air bah」 (Perbedaan terjemahan ITB 「 raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah」 dalam terjemahan CUVT, ESV dan KJV 「air bah」 tidak menunjuk kepada ajal raja pemusnah). Akan ada peperangan dan pemusnahan, seorang 「raja」 akan muncul: 「dalam waktu satu kali tujuh masa, ia akan membuat perjanjian dengan banyak orang; Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan. Dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu (menimpa sang raja pembinasa)」 (Dan. 9:27). Raja yang menjalankan penghancuran atas ibadah penyembahan dan korban persembahan, seluruhnya sama dengan apa yang dilakukan tanduk kecil dalam teks sebelumnya, maka logis jika 「raja」 dimengerti sebagai Anti-Kristus. Tetapi, ia hanya mampu sementara bertindak kejam semaunya, harus menerima kebinasaan pada hari Kristus datang yang kedua kali. Ini adalah akhir yang tepat sesuai tujuan dari 「tujuh puluh kali tujuh」yakni: sampai waktunya tidak ada lagi ada dosa kejahatan, keadilan penuh kebenaran tetap kekal selama-lamanya.

Kapankah Kerajaan Allah yang kekal akan datang? Ini tidak hanya merupakan perhatian dari orang Yahudi yang saat itu ada dalam tawanan, juga adalah pertanyaan orang percaya berbagai zaman. Kitab Daniel pasal sembilan memberikan petunjuk bahwa setelah mengalami 「tujuh puluh kali tujuh」 baru akan datang Kerajaan kekal. Hari ini kita tetap berjaga-jaga atas kedatangan Kristus yang kedua kali. Dia sementara belum datang, berdasarkan penjelasan Petrus: 「Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat」 (2 Pet. 3:9). Hanya jika dosa umat sudah dibersihkan secara total, Kerajaan kekal akan datang; melalui kematian 「yang telah diurapi」, menebus manusia dari dosa, ini adalah rencana yang ditetapkan Allah dalam kekekalan.

Renungkan: Berdasarkan janji Allah, Juru Selamat Yesus Kristus yang akan duduk di takhta (Yes. 11:1-6; 7:14; 2 Sam. 7:14), tetapi sebelum dinobatkan menjadi raja, terlebih dahulu Dia rela bersedia menjadi manusia (Yes. 42:1-4; 49:5-6; 50:4-9; 52:13-53:12), memikul dosa kejahatan manusia dan dibunuh, menyelesaikan masalah dosa secara tuntas kekal. Dia adalah domba sembelihan yang membersihkan dosa manusia.

Saudara dan saudari, kita sudah menerima anugerah keselamatan yang mahal ini, sepatutnya bertekat memegang sisa kesempatan yang ada pada masa akhir ini (tenggang waktu antara 「69 kali tujuh」 dan 「tujuh」 yang ke tujuh puluh), beritakan Injil kepada orang, agar lebih banyak lagi orang yang masuk Kerajaan kekal, bersama-sama menyaksikan Anak Manusia 「diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah」 (Dan. 7:14; lihat Kis. 1:8; Mat. 28:26-28)

Selain itu, bencana aniaya yang terjadi di masa tenggang ini merupakan masa pelatihan iman bagi anak-anak Allah yang setia dan bersabar. Mohon Tuhan membantu kita, memahami berita dari Alkitab yang menunjukkan hari kelak, hari ini kita mengerti bagaimana sepatutnya bersiap-sedia menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali.

 

Daniel 8:1-27

「Saatnya Mengumumkan Penyelamatan」

Sikap kita yang sepatutnya atas pengelihatan Daniel.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 8:1-27 [ITB])
1Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku, Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu. 2Aku melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan itu,
bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai. 3Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir. 4Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.
5Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.
6Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat. 7Aku melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi, diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.
8Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.
9Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai. 10Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.
11Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya. 12Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
13Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu: “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?” 14Maka ia menjawab: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.”
15Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki; 16dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”
17Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: “Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!” 18Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali. 19Lalu berkatalah ia: “Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman.
20Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia. 21Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama. 22Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah, berarti: empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang terdahulu.
23Dan pada akhir kerajaan mereka, apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya, maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu. 24Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi tidak sekuat yang terdahulu, dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, dan apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, juga umat orang kudus. 25Dan oleh karena akalnya, penipuan yang dilakukannya akan berhasil; ia akan membesarkan dirinya dalam hatinya, dan dengan tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya; juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan.
26Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.”
27Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Sampai fasal delapan, kitab Daniel dari bahasa Aram kembali memakai bahasa Ibrani. Penglihatan yang dicatat dalam fasal ini terjadi pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, dua tahun setelah penglihatan di fasal tujuh, waktunya cukup dekat, kedua fasal isinya juga saling gayung bersambut, hubungannya erat tidak boleh dipisah. Awal fasal delapan memberitahu Daniel dalam penglihatan dibawa ke puri Susan di wilayah Elam (sungai Ulai adalah sungai buatan yang ada di dalam puri Susan); ada peneliti berpendapat puri Susan yang berada di luar Babel, berlokasi dekat pusat kekuasaan masa depan, tidak lama kelak menjadi ibukota Media Persia dan istana musim dingin, tepat mencerminkan perkembangan sejarah yang dinyatakan dalam penglihatan.

Sama seperti fasal 7, Daniel menyaksikan penglihatan dan tidak mengerti, kali ini kepala malaikat Gabriel menguraikan bagi dia penglihatan yang menyangkut akhir masa ini (Dan. 8:17). Domba jantan bertanduk dua mewakili 「raja Media dan Persia」, kuasa Media dan Persia tidak sama, waktu bangkitnya Persia lebih kemudian daripada Media, dalam pimpinan raja Koresh (Cyrus) mengejar ketinggalannya. Kambing jantan mewakili 「raja Yunani」, raja pertama Great Alexander kekuatannya tidak terkalahkan, menduduki dari Italia sampai India, meninggal di usia muda, kedua anaknya terbunuh, wilayah kerajaan dipecah oleh empat jenderalnya (patah tanduk besar, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk) (Dan. 8:8).

Di akhir masa empat kerajaan penuh kejahatan. Pada waktunya akan ada seorang raja bangkit, yakni 「tanduk kecil」 (Dan. 8:9-12); tanduk kecil ini penuh keangkuhan, berniat jahat menghancurkan ibadah penyembahan di Bait Suci. Terdapat pendapat yang berbeda-beda terhadap tanduk kecil adalah raja penguasa yang manakah dalam sejarah, (misalnya kebangkitan Antiochus IV dan perbuatannya cocok dengan catatan fasal delapan). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, juga seperti fasal dua dan tujuh, 「empat kerajaan」 dimengerti sebagai satu kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi yang menentang Allah, pada zaman akhir sebuah kerajaan (tanduk kecil) yakni Anti-Kristus yang pasti bangkit, ia akan makin lebih hebat lagi menganiaya umat kudus, menista Allah (Dan. 8:11).

Rencana yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Tinggi, sekali lagi diyatakan melalui penglihatan kepada Daniel. Pembaca kitab Daniel juga sekali lagi diingatkan inti berita keseluruhan kitab. Anti-Kristus yang menginjak-injak kebenaran, berbuat semau-maunya (Dan. 8:12), hanya mampu dalam batasan waktu yang ditentukan saja bisa menganiaya umat kudus, menajiskan Bait Suci; 「sampai dua ribu tiga ratus (2.300) petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan」 (Dan. 8:14). 「Petang dan pagi」sepertinya adalah menunjuk waktu memberikan persembahan pagi dan petang, sama seperti 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 di fasal ketujuh dan 「satu kali tujuh masa」 di fasal sembilan, semuanya menunjuk sebuah masa yang tertentu, sekali lagi menjelaskan bahwa kuasa kejahatan Anti-Kristus bukan tanpa batas. Sampai waktunya, ia akan binasa oleh “yang tanpa perbuatan tangan manusia”, sama dengan patung besar fasal 2 yang akhirnya runtuh ditimpah batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia.

Berbeda dengan fasal sebelumnya, Gabriel tiga kali menekankan penglihatan ini adalah menyangkut akhir zaman (Dan. 8:17, 19, 26) Membuat orang berpikir ulang fasal dua Daniel menjelaskan mimpi bagi Nebukadnezar, sama-sama tiga kali berulang menunjukkan bahwa mimpi dia adalah menyangkut akhir zaman (Dan. 2:18, 29, 30). Satu kali ini Gabriel justru pada saat yang ketiga kali secara khusus berpesan kepada Daniel: 「tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh」

Renungkan: 「tanduk kecil」 yang memusuhi Allah pada masa akhir pasti akan muncul, sekehendaknya menyiksa menganiaya umat kudus. Kita tidak sepatutnya memandang rendah menakutkannya Anti-Kristus, tetapi pada saat yang sama harus dengan yakin percaya bahwa Allah sejak awal telah menentukan garis batas bagi dia, ia tidak dapat melampaui garis batas ini, hanya dapat dalam waktu yang terbatas melakukan kejahatan dan menghancurkan, kemudian akan menghadapi akhir yang telah ditentukan (Dan. 11:45). Tidak ada kuasa apapun yang cukup mampu menghalangi atau merusak rencana Allah, karena semua ada dalam kendali kuasa Dia.

Terkait angka-angka masa dalam kitab Daniel, bukan hendak menjelaskan waktu yang konkrit, tetapi adalah untuk penghiburan bagi setiap orang yang bertekat mengikut Tuhan. Angka-angka ini tidak hanya mengingatkan pembaca generasi pertama, juga mengingatkan engkau dan saya yang ada pada hari ini: zaman ini walaupun jahat, orang percaya yang setia sulit terhindar aniaya, tetapi Allah juga menetapkan rencana-Nya, juga pasti akan menggenapkannya berdasarkan rencana.

Daniel 7:13-28

「Tetap Setia Berapapun Harga yang Dibayar」

Jalan yang harus dilalui umat kudus Allah untuk menuju dan mencapai …

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 7:13-28 [ITB])
13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
15Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku. 16Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:
17Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi; 18sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.
19Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya; 20dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.
21Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, 22sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.
23Maka demikianlah katanya:
Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.
24Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. 25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
26Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. 27Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
28Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku.”

Malaikat Allah menjelaskan makna penglihatan kepada Daniel yang gelisah: empat binatang adalah empat raja yang akan bangkit, mereka sepertinya berkuasa memegang kendali di atas bumi, tetapi akhirnya yang akan mendapatkan Kerajaan sampai selama-lamanya adalah 「umat kudus dari Yang Maha Tinggi」 (lihat Rom. 1:7; 1Kor. 1:2; Fil 1:1). Umat yang setia kepada Allah, teguh menjaga iman adalah yang paling akhirnya akan memperoleh kemenangan, tetapi sebelum ini terjadi, umat kudus lebih dahulu menerima aniaya dari tanduk kecil, bersabar menderita, sampai Dia Yang Lanjut Usianya datang bagi mereka memberikan pembalasan dan keadilan, baru memasuki Kerajaan kekal.

Selama ini terdapat penjelasan yang berbeda-beda atas empat kerajaan yang disimbolkan dengan empat binatang. Sebenarnya empat kerajaan boleh dimengerti sebagai sebuah kesatuan yang memusuhi Allah dan umat-Nya, tepat sama seperti empat macam metal yang membentuk patung besar di fasal dua, boleh dipandang sebagai simbol sebuah kesatuan kuasa kerajaan di atas bumi, yang berbanding dengan Kerajaan kekal Allah. Malaikat selangkah lebih konkrit menjelaskan kebenaran tentang binatang yang keempat dan tanduk kecil kepada Daniel, yakni adalah kerajaan keempat dan raja yang bangkit kemudian. Raja ini hendak membuang iman ritual umat Allah, digantikan dengan membuat satu set ajaran dan aturan baru yang lain; dengan lain kata, umat kudus akan dipaksa bertekuk-lutut terhadap allah lain. Dalam kitab Daniel pasal 3, pengalaman ketiga teman dipaksa menyembah patung emas, adalah penjelasan yang paling konkrit.

Kemuliaan di kemudian, hinaan terlebih dahulu. Sebelum umat kudus menerima Kerajaan kekal terlebih dahulu harus bersabar menerima siksaan dan aniaya selama suatu waktu periode, Malaikat gambarkan sebagai 「satu masa dan dua masa dan setengah masa」 (Dan. 7:25, 12:7). Berdasarkan ciri khas sastra apokaliptik, satu masa dan dua masa dan setengah masa bukanlah makna secara literal tiga tahun setengah, tetapi menunjuk satu periode waktu yang tertentu. Walaupun di sini memakai bahasa simbolis, tetapi beritanya justru jelas: umat kudus hendaknya memiliki persiapan di dalam hati, menderita karena iman, dan teguh bertahan satu periode waktu, sampai saat Allah sendiri turun tangan secara langsung, memusnahkan raja tersebut; Kemudian barulah umat kudus menerima Kerajaan kekal (Dan. 7:26-27). Dalam mimpi Nebukadnezar, patung besar (bangsa-bangsa di antara manusia) pada akhirnya ditimpa sebuah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dan patung itu digantikan olehnya (Dan. 2:44); selaras dengan berita yang disampaikan penglihatan di fasal tujuh atas binatang dan tanduk. Ternyata, memegang erat pengharapan ini, teguh bersabar dalam kesulitan aniaya sampai akhir, adalah jalan yang harus dilewati umat kudus menuju Kerajaan kekal dan kemuliaan.

Kitab Daniel pasal tujuh tidak hanya merupakan perpanjangan pasal dua, juga merupakan titik berat keseluruhan kitab Daniel, berita yang dibawakannya menjadi benang merah bagi keseluruhan kitab: kerajaan di antara manusia yang memusuhi melawan Allah pasti akan dihantam runtuh, Kerajaan yang didirikan Allah tetap kekal selama-lamanya; tanduk kecil (Anti-Kristus) melawan Yang Maha Tinggi, menganiaya umat kudus akan muncul di waktu akhir, menyiksa dengan brutal selama satu periode yang tertentu (satu masa dan dua masa dan setengah masa), paling akhir justru harus dikalahkan, dan Kerajaan kekal Allah akan ditegakkan.

Renungkan: berita dalam kitab Daniel pasal 7, sekali lagi mendorong semangat umat yang ditawan harus setia. Di hari akhir zaman, Anti-Kristus (lihat 1 Yoh. 2:18) pasti datang, umat kudus milik Allah pasti akan menderita menerima celaka dari tangannya, iman mengalami ujian yang demikian berat sekali. Berita dari kitab Daniel, justru bukan untuk membuat kita putus asa kehilangan nyali, sebaliknya mengingatkan kita bahwa ini adalah rencana yang Allah tentukan bagi akhir zaman. Sebagai umat Allah, satu-satunya respon yang patut adalah bersiap-sedia menderita, memegang teguh pengharapan, gigih bertahan sampai akhir; dengan demikian, pada akhirnya pasti akan mampu menerima Kerajaan yang merupakan milik Allah dan umat kudus-Nya dari tangan Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (lihat Yes. 9:7; 11:1-9). Tepat seperti apa yang Daniel temui dalam penglihatan: 「Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan」 (Dan. 7:22). Dia 「Seorang seperti anak manusia」 (Dan. 7:13-14), dia adalah Messias yang dinantikan umat Israel, adalah Yesus Kristus yang menebus kita keluar dari gelap masuk ke dalam terang; Dia berdasarkan kehendak Allah mendapatkan kekuasaan, kemuliaan, Kerajaan, dan bangsa-bangsa akan mejadi milik Dia (lihat Kej. 49:8-12; Maz. 2).

Kiranya kita bersama rasul Yohanes satu hati berdoa: 「Amin, datanglah, Tuhan Yesus!」 (Why. 22:20)


(Kej. 49:8 [ITB])
8Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
9Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
10Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
11Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
12Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

1 Yoh. 4:1-6

「Membedakan roh-roh」

Berdasarkan surat Yohanes, membedakan roh-roh adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen, terkait dengan keselamatan kekal kita. Mengapa demikian dan bagaimana caranya?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(1 Yoh. 4:1-6 [ITB])
1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
2Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
3dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
4Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
5Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
6Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

Setelah Yohanes membicarakan pentingnya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, lebih lanjut ia segera mengingatkan kita bahwa bukan segala roh boleh dipercaya, dan mengajarkan bagaimana menguji semua roh-roh ini. Kata 「menguji」 (δοκιμάζω dokimazo – menguji, membuktikan, menyelidiki dan memverifikasi) dalam Perjanjian Baru seluruhnya digunakan 22 kali, Paulus setiap kali mengajarkan orang percaya untuk membedakan kesalahan, selalu menggunakan kata ini. Walaupun Yohanes menggunakan kata menguji adalah terhadap 「roh-roh」, tetapi juga terkait pengajaran yang bertujuan paling akhir untuk mengenali 「Roh kebenaran」 dan 「roh penyesat」. Roh kebenaran berasal dari Allah, sebaliknya roh penyesat berasal dari Anti-Kristus. Anti-Kristus melalui banyak nabi palsu mengajarkan ajaran yang sesat. Semua nabi palsu ini adalah bagian dari kumpulan yang sebelumnya Yohanes sebutkan sebagai 「banyak antikristus」 (1 Yoh. 2:18-19, 26), di sini disebut sebagai nabi palsu paling utama adalah ditujukan atas penyiaran mereka atas ajaran yang sesat, yang ditunjuk di sini adalah mereka yang tidak mengakui Yesus Kristus adalah Anak Allah. Berdasarkan latar belakang Yohanes menuliskan surat ini, saat itu terdapat para pengajar palsu (juga disebut sebagai nabi palsu dan Anti-Kristus) yang tidak percaya Anak Allah di Sorga tinggi akan turun ke dunia menjelma menjadi manusia, bahkan menerima sengasara di atas salib dan mengalami kematian. Karena mereka berpendapat Allah adalah Maha Kudus tiada tanding, Dia tidak mungkin dinodai dosa kejahatan dunia. Ajaran penyesatan ini paling utama hendak menyangkal bahwa Yesus yang dipaku di atas salib adalah Kristus (bandingkan keadaan di sekitar kita zaman kini yang melakukan penyangkalan yang sama persis). Jika Kristus tidak mati demi dosa kita, dan pada hari ketiga bangkit dari kematian, maka tepat seperti perkataan Paulus:「jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu」 (lihat 1 Kor. 15:17). Kelompok orang ini bukan secara total menyangkal iman Kristen, tetapi tidak mengakui inti iman bahwa 「Yesus Kristus memiliki dua esensi yakni Allah dan manusia」, orang yang menerima semua ajaran sesat ini, kalaupun mencampurkan diri dalam komunitas gereja juga tidak akan mendapatkan anugerah keselamatan.

Yohanes mengajarkan dua cara untuk memeriksa apakah suatu roh termasuk Rok kebenaran:

  1. Apakah roh ini 「mengakui Yesus Kristus adalah Firman yang telah datang menjelma menjadi manusia」 (1 Yoh. 4:2), sebaliknya semua yang 「tidak mengakui Yesus」 adalah Kristus telah datang menjelma menjadi manusia, maka adalah roh Anti-Kristus (1 Yoh. 4:3). Orang percaya sejak mula-mula telah diingatkan bahwa roh Anti-Kristus ini akan datang di antara mereka, sekarang telah ada di dalam dunia. Yohanes dengan jelas menunjukkan menyiarkan ajaran yang menyesatkan, tidak hanya berasal dari ketidak-tahuan pengajar palsu dan pengenalan yang salah atas kebenaran, terlebih lagi adalah akibat perbuatan 「roh」 Anti-Kristus. Maka dalam menghadapi penyesatan kebenaran, tidak seharusnya hanya berdebat tentang kebenaran, tetapi terlebih lagi hendak memperhatikan peperangan rohani. Maka kita harus bersandar pada kekuatan Allah, dan hidup yang menjadi milik Allah untuk menang berperang atas mereka, karena「yang ada di dalam kamu」 dibandingkan 「yang ada di dalam dunia」 adalah lebih besar (1 Yoh. 4:4). Karena kedua kata 「yang」 (ho) dalam bahasa aslinya menggunakan kata ganti maskulin, maka peneliti Alkitab berpendapat ini adalah menunjuk 「Allah Bapa atau Yesus 」 yang ada di dalam hati orang percaya, serta 「Anti-Kristus」 yang ada di dalam dunia yang adalah iblis yang ada di balik segala kuasa jahat.
  2. Acuan kedua untuk membedakan 「roh」, adalah dengan ajaran Kristus. Para Rasul adalah para saksi atas pengajaran Kristus, maka orang yang mentaati ajaran para Rasul (「ia mendengarkan kami」 1 Yoh. 4:6), adalah orang yang mengakui ajaran Yesus Kristus, mereka adalah termasuk milik Allah, yang ada di dalam mereka adalah Roh kebenaran. Semua yang tidak mentaati pengajaran para Rasul mengenai kebenaran Yesus Kristus, adalah termasuk milik iblis, yang di dalam mereka adalah roh penyesat. Ini selaras dengan janji Yesus akan pengajaran dari Roh Kudus, juga sama dengan apa yang Rasul Yohanes bicarakan dalam Injil tentang pekerjaan Roh Kudus: 「tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.」 (Yoh. 14:26)

Renungkan: Yohanes mengajarkan kita jangan sepenuhnya dengan mudah percaya segala roh, hendak belajar membedakan Roh kebenaran dan roh penyesat. Dengan kata lain, para pengikut roh Anti-Kristus, yakni para nabi palsu dan pengajar palsu, ajaran mereka yang disiarkan sangat mudah dicampur samarkan dengan dengan ajaran yang benar, membuat orang menjauhi kebenaran, paling akhir tidak mendapatkan anugerah keselamatan, menanggung beban dosa milik diri sendiri (Urgensitas / pentingnya hal ini bagi kita adalah: tujuan utama iblis Anti-Kristus atas penyesatan ini memang adalah membuat orang tidak percaya (anti) kepada Yesus Kristus dan tidak mendapatkan karya keselamatan-Nya.) Kita selain adalah memohon Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, pada saat yang sama juga hendak banyak membaca dan mempelajari Firman Allah, yakni adalah Alkitab yang kita hargai.