Tag Archives: Allah Sumber Hikmat

Peran Hikmat dalam Hidup Keselamatan

「Peran Hikmat dalam Hidup Keselamatan」
Oleh Lukas M.Div

Untuk kalangan Kristen

(1 Korintus 1:30-31 [ITB])
30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

Pendahuluan
Apa sih hikmat itu? Menurut Anda apakah hikmat adalah sejenis keterampilan sosial, sikap dalam berinteraksi, berkomunikasi, membangun persahabatan, dan menangani keuangan. Prinsip yang seharusnya dimiliki dalam membuat keputusan.

Menurut saudara dan saudari, apakah orang non Kristen punya hikmat? Misal, seorang President yang baik dan bijak. Menurut Anda apakah dia punya hikmat? Tentu.
Dalam dunia ini, pasti ada orang yang bijaksana agama apapun. Misal di China zaman kuno, terdapat Confusius, seorang filsafat yang sangat bijak dan berhikmat, pengaruhnya sampai ke Korea, dan Jepang sampai di zaman kini, bahkan di Indonesia.

Ayub 12:12 “Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya“, kita bisa setuju ya? Biasanya orang yang sudah tua umurnya biasanya dianggap memiliki hikmat.

Namun apa sih bedanya hikmat orang Kristen dan hikmat yang dimiliki orang-orang dunia atau non Kristen?

Mari kita membaca apa yang dikatakan Alkitab tentang hikmat orang yang percaya pada Kristus.

Paulus mengatakan bahwa 1 Kor 1:30 “Tetapi oleh Dia, kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”

Orang percaya memiliki Hikmat Kristus
Paulus mengatakan bahwa “kamu berada dalam Kristus Yesus”, maksud Paulus adalah bahwa Allah telah membuat kita bersatu dengan Kristus Yesus, Sang Hikmat Allah (Sang Firman kalimatullah Allah), artinya didalam persatuan kita dengan Sang Hikmat Allah, maka kita dijadikan memiliki hikmat.

Seperti yang dikatakan Ayub 12:13 “Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” Allah adalah pemilik hikmat, Sang Firman Hikmat Allah adalah bagian dari diri Allah.

Orang percaya memiliki Hikmat, karena sudah ditebus Kristus
Kita boleh bertanya dengan cara apa Allah membuat kita bersatu dengan Kristus sehingga kita memiliki hikmat Allah?

Yakni dengan cara Yesus Sang Hikmat Allah menebus kita, melalui karya penebusan Kristus di Salib, maka kita dibenarkan, dosa-dosa kita tidak diperhitungkan lagi, dan kita dikuduskan.

Tuhan melalui Salib, menguduskan hati kita yang kotor, membentuk kita memiliki hati baru yang bersih, jiwa yang jujur lurus. Maka diri kita yang sudah dikuduskan ini siap menerima hikmat Allah (atau Sang Hikmat yakni Sang Firman Allah). Hikmat yang datang dari Allah memiliki sifat suci, hikmat yang kudus, hanya bisa ditampung hati yang sudah dikuduskan.

Inilah perbedaan yang paling mendasar antara hikmat manusia dunia dengan hikmat yang dimiliki orang yang percaya kepada Kristus.

Di dalam diri orang yang sudah ditebus dan dikuduskan Kristus, ada hati dan pikiran yang bersih dan kudus, sehingga hikmat Allah yang kudus, suci dan mulia itu datang ke dalam diri kita.

Di dalam kekudusan barulah ada hikmat yang sejati.

Hikmat dalam diri orang yang belum dicuci darah Yesus, masih merupakan hikmat yang diwarisi, yang sudah ternoda dosa karena kejatuhan Adam.

Hikmat yang masih ternoda dosa bukanlah hikmat yang murni sejati. Dosa membuat manusia memakai kecerdasannya untuk menggelapkan uang pemerintah atau uang perusahaan. Banyak orang dunia memakai kecerdasannya untuk memanipulasi milik orang lain. Ada orang yang memakai kecerdasannya untuk berselingkuh agar tidak ketahuan istri atau suaminya.

Manusia yang belum dicuci dan dikuduskan darah Yesus, mudah terjatuh memakai kepandaiannya untuk memuaskan nafsu, mungkin secara IQ hebat, namun hikmat kepandaian yang tidak didasarkan pada kekudusan Allah.

Ataupun filsafat Konfusius, ya ajaran hikmat yang penuh kebajikan, mungkin demi ketentraman keteraturan masyarakat, namun Konfusius yang belum dikuduskan oleh darah Kristus tidak akan menggunakan hikmat untuk kemuliaan kudus Kristus.

Perbedaannya: hikmat dari manusia untuk manfaat, keuntungan manusia, keteraturan sosial, itu bagus.
Hikmat manusia dunia walau itu bijak namun tidak akan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Tetapi hikmat dari Kristus bagi orang percaya adalah untuk kemuliaan Allah dan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Orang percaya memiliki Hikmat Kristus untuk memuliakan Allah
Amsal 2:6 juga mengatakan 「Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Jelas dikatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini mengingatkan kita bahwa tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan!

Jika kita memakai hati kita yang sudah dikuduskan darah Yesus, untuk mendasarkan kecerdasan kita, pikiran kita pada hikmat dari Allah, hikmat yang diajarkan dalam Alkitab, dari sinilah timbul tindakan dan cara hidup yang menyatakan kekudusan, menyatakan rasa hormat dan takut kita kepada Allah.

Perbedaannya: hikmat kudus kita adalah dari Allah untuk kemuliaan Allah, efectnya: kekudusan dan kemulaiaan Allah dapat dirasakan oleh tetangga kita, rekan kerja kita, anak kita, istri atau suami kita.

Orang dapat merasakan adanya keadilan dan kebenaran, kekudusan, damai sejahtera, kasih dan sukacita yang datang dari Allah, melalui perilaku kita, keputusan yang kita ambil ataupun ketika kita menyelesaikan suatu masalah, pada saat yang sama mencerminkan kemuliaan Allah, itu akan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Misal bagaimana sikap terhadap rekan kerja, jika ada perbedaan pendapat, apakah kita memakai hikmat yang memiliki unsur kasih, hikmat yang adil.

Bagaimana sikap kita terhadap sesama rekan kerja yang berbeda jenis, apakah kita memakai hikmat yang kudus sehingga menghindarkan perselingkuhan?

Seperti halnya Salomo, 1 Raj. 3:28 “Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.”

1 Kor 1:31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan,” artinya apa yang hendak kita muliakan bukan diri sendiri, tujuan utama bukan memuliakan manusia, tetapi memegahkan Allah yakni memuliakan Allah.

Ya, memang Yesus Kristus memberikan kita hikmat yang dari Allah untuk kemuliaan Allah. Itu akan membantu saat kita membawa orang kepada jalan keselamatan Kristus.

Alangkah ajaib : hidup keselamatan ini dijalani dengan hikmat kudus, bersama Sang Hikmat Firman Allah

Apa yang karus kita lakukan?
Amsal memberitahu kita bahwa 「Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat」 (1:7),

Berdoa mohon Tuhan memberi kita hati yang hormat takut akan Tuhan, dan Roh Kudus menerangi, membantu kita dapat menghayati ajaran Alkitab sehingga mampu mengamalkannya sebagai hikmat Allah yang kudus dalam hidup sehari-hari.

Roh Kudus membimbing, menegur, sehingga hikmat yang kudus dapat kita terapkan di rumah tangga, hikmat kasih dalam berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi, membangun persahabatan.
Hikmat bijaksana yang kudus dalam menangani keuangan, dengan hikmat Yesus Kristus yang kudus membuat keputusan yang adil, di kantor, di rumah.

Sehingga dapat memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.

Mungkin hal ini tidak mudah, mohon Tuhan membantu kita.

Janji Allah bagi orang-orang jujur yang lurus mempraktikkan hikmat dalam hidup mereka, Allah adalah perisai mereka, menjaga dan melindungi jalan mereka.


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 1:1-7

「Mengenal Hikmat dan Didikan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 1:1-7 [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda — 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan — 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak.
7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Kemarin telah berbicara tentang menerjemahkan teks bahasa asli ke bahasa yang berbeda, penerjemah selalu berkomitmen untuk menjaga format, jumlah kata dan makna asli dari bahasa asli Ibrani. Sebelum melihat perikop Alkitab hari ini, mari kita mengambil ayat 2 sebagai contoh untuk melihat terjemahan dari setiap kata.

The Message: Written down so we’ll know how to live well and right, to understand what life means and where it’s going / ditulis agar kita akan tahu bagaimana hidup dengan baik dan benar, untuk memahami apa arti hidup dan ke mana ia pergi
NIV: for gaining wisdom and instruction; for understanding words of insight / untuk mendapatkan kebijaksanaan dan instruksi; untuk memahami kata-kata wawasan
ITB: untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna
BIMK: Tujuannya ialah untuk menolong orang mengetahui bagaimana menjadi bijaksana, dan tahu tata tertib hidup serta dapat memahami ungkapan-ungkapan yang mengandung arti yang dalam
CUVR:要使人懂得智慧和訓誨,明白通達的言語 / untuk membuat orang memahami hikmat dan didikan, memahami kata-kata berakal budi

Ketika menerjemahkan kata 「בִּינָה biynah (insight / pengetahuan yg dalam), bisa diterjemahkan menjadi kata-kata yang bermakna, kata-kata berakal budi dan kata-kata yang mengandung arti yang dalam. Ini menunjukkan bahwa jika kita dapat merujuk pada terjemahan yang berbeda (saling melengkapi dan memperkaya, karena satu kata dalam bahasa asli tidak dapat dicakup satu kata terjemahan), itu akan membantu kita lebih memahami arti sebenarnya kata-kata dalam Alkitab.

Kepada siapa 《Kitab Amsal》 ditujukan? Dalam bagian pertama (pasal 1 hingga 9), anakku muncul 10 kali, percaya bahwa penulis ingin meletakkan dasar bagi kehidupan putranya, sehingga ketika putranya memasuki dunia nyata, di dalam hatinya ia memiliki bimbingan hikmat. Editor 《Kitab Amsal》 memiliki khalayak pembaca yang lebih luas, kata pengantar untuk perikop 1:1-7 mencakup banyak kategori orang, termasuk orang yang tak berpengalaman, orang muda, orang bijak dan orang yang berpengertian. Dengan kata lain, siapa pun bisa mendapatkan prinsip kehidupan yang berharga dan prinsip menjadi orang dari 《Kitab Amsal》

Apa tujuan dari 《Kitab Amsal》? Apa yang bisa diperoleh pembaca? Pertama, ayat 1:2 dengan jelas menyatakan ingin agar orang mendapatkan hikmat dan didikan; kedua, mereka harus meningkatkan pengertian, menambah pengetahuannya dan memperoleh bahan pertimbangan (ayat 2b dan 5) sehingga mereka dapat memahami kata-kata yang diajarkan; ketiga, membangun Kebajikan dan karakter, yakni kebenaran, keadilan, dan integritas kejujuran (ayat 3); keempat, menjadikan orang yang tak berpengalaman menjadi cerdas (ayat 4), dengan bijak dan hati-hati dalam berbicara atau mengambil tindakan yang sesuai; kelima, belajar menafsirkan serta mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak (ayat 6), karena ada beberapa metafora yang sulit; terakhir 《Kitab Amsal》 hendak membina orang-orang saleh dan membuat orang hormat takut akan Tuhan (ayat 7).

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan / hikmat (1:7; 9:10) adalah deklarasi dan moto dari 《Kitab Amsal》! Ayat 1:7 dengan jelas menyatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini adalah pengingat serta pesan atas sikap dan hubungan yang harus dimiliki pembaca terhadap Allah. Tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan! Kiranya ketika kita membaca 《Kitab Amsal》 , membawa kita memiliki rasa takut akan Tuhan. Takut akan Allah adalah dasar pengetahuan. Pengetahuan yang disebutkan di sini adalah sinonim dari hikmat. Jadi, apa itu hikmat? Seperti yang kita katakan kemarin, hikmat adalah keterampilan hidup, kemampuan sosial, tahu bagaimana mengatakan kata-kata yang tepat dan melakukan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat, di kesempatan yang tepat, dan situasi yang tepat! Mari kita sekarang ini memulai perjalanan spiritual dari hormat takut akan Tuhan.

Renungkan:
Berdoa mohon Tuhan memberi saya hati yang hormat takut kepada-Nya, agar Roh kebenaran Allah membuka pikiran saya sehingga saya dapat memiliki hikmat dan menjalani kehidupan yang memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ester 7:1-6

「Hikmat Menggunakan Kata-Kata」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 7:1-6 [ITB])
1 Datanglah raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu. 2 Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: 「Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.」
3 Maka jawab Ester, sang ratu: 「Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba. 4
Karena kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual untuk dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan. Jikalau seandainya kami hanya dijual sebagai budak laki-laki dan perempuan, niscaya hamba akan berdiam diri, tetapi malapetaka ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja.」
5 Maka bertanyalah raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: 「Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?」
6 Lalu jawab Ester: 「Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!」 Maka Hamanpun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu.

Penulis kitab menggunakan satu kalimat yang sederhana 「datanglah raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu」 (Est. 7:1, atau dalam CUVT 「raja membawa Haman menghadiri perjamuan Ester sang ratu」) untuk memulai pesta kedua yang diadakan oleh Ester bagi kedua orang. Ahasyweros dan Haman dua orang masing-masing membawa suasana hati yang berbeda untuk menghadiri perjamuan; kedua orang tidak tahu apa yang akan terjadi. Haman setelah pengalaman memalukan yang terakhir itu, walaupun pergi ke pesta Ester dengan suasana hati yang sangat bertentangan. Haman telah kehilangan kuasa mengendalikan jalan situasi, dan telah menjadi pihak pasif yang didesak untuk datang ke pesta.

Pembaca mungkin ingat samar-samar bahwa dalam pasal 1 Wasti didesak untuk pergi menghadiri perayaan, yang didapatkan adalah hasil yang negatif (Est. 1:10-11), sekarang Haman juga didesak oleh sida-sida raja untuk pergi ke perjamuan Ester (Est. 6:14b「 datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester」). Penulis kitab tampaknya sedang memberikan isyarat bahwa akhir tragis dari Haman sudah dekat di depan pintu. Memang nyata, di sini Haman hanya berperan pasif, dan pembicaraan sepanjang malam itu penuh dengan kejutan. Ester sebaliknya memainkan peranan aktif, dan apa yang ia katakan akan menyelamatkan dirinya dan bangsanya sendiri. Dia berkata kepada raja, dengan penggunaan kata-kata yang sangat berhati-hati dan sangat tepat, seperti kata Amsal: 「sebuah kata yang tepat, adalah seperti apel emas yang bertatahkan peralatan perak」 (Ams. 25:11)

Perkataan Ester kepada raja sangat sederhana dan jelas, menggunakan kata-kata dengan keterampilan tinggi, ada tiga aspek yang berharga untuk diperhatikan. Pertama, Ester memilih waktu yang tepat untuk berbicara. Raja telah dua kali menyebutkan hendak memberikan kepada dia setengah dari kerajaan (Est. 5:3, 6b), sekarang raja untuk ketiga kalinya mengatakan hal ini kepadanya (Est. 7:2), menunjukkan bahwa raja berkenan kepada dirinya sehingga mengatakan kata-kata ini. Jadi ini adalah waktu yang paling tepat untuk meminta sesuatu kepada raja.

Kedua, ia ingin menunjukkan konspirasi Haman, tapi juga hendak menghindari raja Ahasyweros terlibat di dalamnya. Siasat konspirasi adalah milik Haman, tetapi tidak peduli apakah raja telah sepenuhnya diberitahu secara rinci tentang siasat tersebut, namun dia tetap telah terlibat dan memberikan persetujuan, sehingga Haman bisa menggunakan cincin raja untuk memberikan stempel di atas surat perintah pembunuhan. Ester sengaja menggunakan bentuk kalimat pasif berkata kepada raja: 「kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual」 (Est. 7:4a), dia hendak menghindari penyebutan subjek pelaku yang menciptakan masalah ini; ia tidak menyebutkan nama Haman, dan juga tidak menyebutkan bahwa raja juga terlibat, dan bahkan demi 10.000 talenta perak dia telah menjual orang-orang Yahudi (Est. 3:9, 11). Ester menunggu kemarahan raja Ahasyweros yang hendak membela keadilan reda dahulu, barulah secara langsung dia menunjukkan bahwa pelaku utamanya adalah Haman. Hal ini mirip nabi Natan yang dengan cara sopan menasihati raja Daud (2 Sam. 12:5-7).

Akhirnya, Ester dengan penuh perasaan, menghendaki raja tahu bahwa dia dan orang-orang bangsanya meski sangat menyakitkan terjual sebagai budak budak, namun tidak layak untuk mengganggu raja dengan hal ini; tapi dia terus menunjukkan kerugian yang disebabkan oleh musnahnya bangsanya akan mengakibatkan bencana bagi raja, suatu yang berada di luar kemampuan kompensasi pihak musuh. Ia berkata「malapetaka (yang menyakitkan kami) ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja」 (Est. 7:4b). Teks asli dari kalimat ini bisa memiliki berbagai macam terjemahan, kebanyakan sarjana berpikir bahwa bangsa yang akan dibinasakan ini dalam aspek pajak telah membawakan banyak kepentingan kepada raja, jauh lebih banyak dari yang dijanjikan Haman kepada raja, jadi jika bangsa itu dipunahkan, maka suap yang diberikan oleh Haman tidak dapat mengkompensasi kerugian raja.

Ester dalam seluruh percakapan, meskipun menunjukkan bahwa dia dan bangsanya sendiri akan menghadapi krisis, tetapi tidak mengungkapkan bahwa bangsa ini adalah Yahudi. Pada waktu itu, raja tampaknya tidak tahu kebangsaan Ester (Est. 8:1, 6), karena sida-sida Hatah mungkin masih belum mengatakan kepada raja. Namun, identitas Ester akhirnya akan terungkap, tetapi sekarang ini tetap bukan waktu yang tepat. Ester dapat dengan halus menghindari peran raja dalam genosida, sementara pada saat yang sama dapat mengekspos konspirasi Haman, semua karena dia berbicara dengan hati-hati, memakai kata yang tepat.

Renungkan:
「Kecakapan 『seni』 berbicara」 dan 「ilmu berbicara 『palsu』」 kedua kata ini sangat berbeda. Kiranya Tuhan membantu kita untuk belajar seni berbicara, berbicara jujur dalam kasih, dan pada saat yang sama berbicara secara tepat.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Ester 5:1-8

「Menjamu Raja dan Haman」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 5:1-8 [ITB])
1 Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu. 2 Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. 3 Tanya raja kepadanya: 「Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.」 4 Jawab Ester: 「Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja.」 5 Maka titah raja: 「Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester.」 Lalu raja datang dengan Haman ke perjamuan yang diadakan oleh Ester. 6 Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: 「Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.」 7 Maka jawab Ester: 「Permintaan dan keinginan hamba ialah: 8 Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba, datang pulalah kiranya raja dengan Haman ke perjamuan yang akan hamba adakan bagi raja dan Haman; maka besok akan hamba lakukan yang dikehendaki raja.」

Pasal 4 berakhir dalam suasana tegang yang belum terselesaikan. Plot dalam pasal 5 adalah menggambarkan bagaimana Ester menggagalkan rencana Haman, tetapi sampai akhir pasal 5, kita masih tidak tahu apakah masalah dapat diselesaikan secara memuaskan. Ini adalah fakta yang sesungguhnya bahwa keputusan setiap orang tidak tentu bisa mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. Namun, Ester memutuskan untuk mengambil risiko mempertaruhkan hidupnya dengan menghadap raja, dan dia tidak tahu akan bagaimana hasilnya. Namun, hal yang paling penting bahwa Ester bersedia mengambil inisiatif untuk menginjakkan langkah pertama. Bagian ini memiliki dua adegan: yang pertama adalah di pelataran dalam istana (Est. 5:1-4), yang kedua adalah perjamuan yang diadakan oleh Ester (Est. 5:5-8).

Ester mengenakan mengenakan pakaian ratu, bersolek sangat menarik, yakni mengambil kesempatan agar terlihat oleh raja Ahasyweros duduk di atas takhta kerajaan. Jika tidak mengambil kesempatan itu dan masuk semaunya, pasti akan tertangkap oleh para penjaga yang berdiri di belakang takhta raja. Dia harus menemukan sudut yang tepat, agar berada dalam penglihatan raja, sehingga raja dapat melihat dia berdiri di depan pintu istana. Saat Ester menunjukkan diri di hadapan raja, dia tidak bisa mengetahui apa yang raja sedang lakukan, apakah sedang sibuk dengan urusan pemerintah. Apakah ada selir lain di sekelilingnya? Apakah ada seorang politikus sedang berunding dengan dia? Bagaimana suasana hati raja dan sebagainya? Ester hanya berinisiatif mencari posisi yang tepat, sehingga raja dari atas takhta dapat melihat ia berdiri di pelataran.

Raja di luar dugaan juga mengulurkan tongkat emas yang ada di tangannya, agar disentuh oleh Ester; menyentuh tongkat emas adalah simbol menerima raja dan berterima kasih atas kemurahan hati raja. Raja tahu bahwa Ester tidak datang karena dipanggil, pasti ada permohonan atau sesuatu untuk dilaporkan. Karena Ester pernah memberikan laporan rencana pembunuhan, menyelamatkan raja dari krisis (Lihat Est. 2:21-23), mungkin raja berpikir Ester mendengar adanya konspirasi lain yang mengancam nyawa raja, sehingga khusus datang untuk memberitahu. Maka raja hendak membuat ratu Ester tenang pikirannya, maka bermurah hati menunjukkan wibawa sebagai raja sebuah negara, maka bersedia memberikan dia setengah dari kerajaan (Est. 5:3, 6). Kita tidak perlu memahami hal itu secara harfiah, karena hampir menjadi bahasa kebiasaan saja bagi keluarga kerajaan kuno, dan hal yang mirip juga terjadi dengan raja Herodes Antipas zaman Perjanjian Baru (lihat Markus 6:22-23).

Ester tidak segera mengungkapkan konspirasi Haman, tetapi sebaliknya mengundang raja dan Haman untuk hadir dalam perjamuannya. Ini menunjukkan hikmat Ester karena itu bukanlah waktu yang tepat untuk mengekspresikan perasaan batin di depan para pejabat, dan waktu yang paling tepat untuk membuat permintaan adalah pada kesempatan yang lebih santai dan informal. Jadi, Ester mengundang sang raja dan Haman bersama untuk datang ke pesta perayaan, dan Haman diundang juga tidak mencurigakan, karena ia baru saja dipromosikan menjadi orang kepercayaan yang boleh duduk setara dengan raja (Est. 3:10, 15), maka cukup masuk akal jika ia juga diundang.

Raja minum dengan puas di pesta, dan sekali lagi berjanji memberikan Ester apapun yang ia minta. Sekarang sepatutnya merupakan saat yang tepat untuk meminta kepada raja! Namun, Ester terlihat seperti hendak berbicara namun berhenti. Terjemahan 《RCUV》 paling dapat mudah membantu kita memahami suasana dialog, 「Ester menjawab: 『apa yang saya minta, apa yang saya inginkan, ehm … 』」 (Est. 5:7). Ia tidak segera mengajukan permintaan, tetapi malah mengundang raja dan Haman untuk menghadiri pesta yang lain. Apakah karena dia takut sehingga tidak bisa membuat keputusan? Apakah dia berpikir waktunya belum cukup matang, ingin membiarkan rasa percaya diri palsu Haman membengkak, menunggu dia tidak waspada barulah mengekspos wajah asli dia? Atau Ester masih tidak yakin apakah raja sungguh hati atau tidak atas janjinya itu, dan hendak melihat apakah raja setuju untuk menghadiri pesta lagi baru bisa memastikannya? Apakah ia tidak takut bahwa raja mungkin mengubah pikirannya jika ia menunda-nunda seperti ini?

Kita hanya bisa berspekulasi atas masalah diatas, tapi kita tidak tahu alasan sebenarnya. Strategi Ester menunda mungkin telah melalui doa tiga hari tiga malam izin, dan mendapatkan hikmat dari Allah, menunggu waktu dan kesempatan yang matang untuk menyatakan konspirasi Haman dan identitas Yahudi dirinya sendiri. (Hal pertama yang ia lakukan saat hendak mengambil langkah pertama adalah mengumpulkan orang Yahudi untuk berdoa bersama. Kiranya hal ini mengingatkan kita.)

Renungkan:
Yakobus mengingatkan kita: 「Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya」 (Yak. 1:5). Mohon Tuhan untuk memberikan kita hikmat, seperti Ester, mengucapkan perkataan yang sesuai pada waktu yang tepat.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Daniel 6:1-9

「Kerohanian yang Indah」

Relasi antara kerohanian yang indah dan talenta kemampuan?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 6:1-9 [ITB])
1Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; 2membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
3Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
4Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 5Maka berkatalah orang-orang itu: 「Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!」
6Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: 「Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! 7Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. 8Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.」 9Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.

Memasuki kitab Daniel fasal enam, kita menemukan Daniel tetap berada di Babel, juga tetap menempati jabatannya di dalam istana; tempat masih sama hanya saja dinasti yang ada di sana sudah berbeda, Persia kerajaan telah menggantikan Babel. Belsyazar di akhir fasal lima terbunuh, kuasa kerajaan jatuh ke tangan dalam Darius orang Media (Daniel 5:30-31).

Di awal fasal enam sudah dibeberkan latar belakang saat itu: 「berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan」 (Daniel 6:1). Darius adalah nama wangsa kerajaan Persia (ada juga peneliti berpendapat adalah sebuah title), di antaranya yang agak terkenal adalah Darius I (tahun 522-486 Sebelum Masehi), dalam pemerintahannya ia membangun sebuah struktur pemerintahan, dua puluh orang wakil untuk mengurus seluruh kerajaan, membawakan masa keemasan Persia. Darius dalam kitab Daniel fasal enam ini adalah raja Babel, di atasnya dia adalah raja Persia Cyrus (Koresh) (Daniel 1:21; 6:28; 10:1). Darius menggunakan cara pengutusan kekuasaan dan strategi distributif, selain mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja mengurus seluruh negeri, juga telah mengangkat tiga pejabat tinggi (kepala) mengawasi pekerjaan para wakil raja (Daniel 6:2). Daniel sudah diangkat termasuk salah satu dari tiga pejabat tinggi (kepala), dan raja ingin mengangkat lebih tinggi posisi orang Yahudi ini yang saat itu telah lanjut usia.

Penulis Alkitab secara eksplisit mengatakan dengan jelas, kinerja Daniel yang menonjol adalah berasal dari kerohaniannya yang indah (roh yang luar biasa). Apakah kehidupan rohani dan talenta atau kemampuan kerja harus memiliki hubungan? Secara fenomena kita dapat tidak setuju. Kitab Daniel dalam bentuk sastra hikmat, sekali lagi menekankan orang berhikmat adalah hormat dan takut akan Allah, orang yang bersandar kepada Allah, karena Allah adalah sumber datangnya hikmat. Kehidupan Daniel tepat adalah sebuah teladan, ia memiliki hubungan yang intim tanpa celah dengan Allah, memiliki kerohanian yang indah, talenta dan kemampuannya adalah datang dari Allah.

Membawa identitas tawanan, dapat berkembang jaya di dalam istana, Daniel mendatangkan iri hati kebencian kepala pejabat tinggi, wakil-wakil raja yang lain. Kepala pejabat tinggi dan wakil-wakil raja bersekongkol menjatuhkan Daniel dari kedudukannya yang tinggi, namun menemukan ia dalam pekerjaan dan kehidupan sama sekali tidak ada yang tercela. Mereka hanya bisa menciptakan sebuah kesalahan khusus bagi diri Daniel. Memilih untuk turun tangan dari segi imannya, karena mereka dengan jelas tahu bahwa Daniel hormat dan takut akan Allah, melihat bahwa ia pasti lebih memilih untuk bersalah kepada raja juga tidak akan bersedia bersalah kepada Allah.

Darius juga tidak setia dan ikut berkonspirasi, menyetujui permintaan sekelompok kepala pejabat tinggi, wakil-wakil raja, memerintahkan larangan, bahkan 「dibubuhkan meterai (tanda tangan) … yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali」 (Daniel 6:8-9) (「dibubuhkan meterai (tanda tangan)」 dalam KJV dan CUVT tidak ada dalam ITB). Dibubuhkan meterai, juga membawakan maksud larangan ini memiliki kuasa secara hukum dan segera berlaku. Berdasarkan undang-undang orang Media dan Persia adalah tidak dapat diubah. (Daniel 6:12, 15; Ester 1:19; 8:8).

Renungkan: hikmat adalah berasal dari hormat dan takut akan Allah, ini adalah salah satu topik utama dari sastra hikmat. Penulis Alkitab dengan eksplisit menjelaskan bahwa kinerja menonjol dari Daniel di tempat pekerjaan dalam istana, ini adalah karena ia memiliki kerohanian yang indah. Memiliki talenta memiliki kekuatan sesunguhnya adalah hal yang baik, kinerja unggul dalam pekerjaan juga merupakan kesaksian yang baik, tidak bertentangan dengan kerohanian yang indah.

Ada yang berharga untuk diwaspadai adalah, mana yang merupakan titik berat kehidupan anda, kesuksessan atau kehidupan rohani? Hari ini demi mencari kesuksessan, apakah engkau lebih baik mengorbankan waktu berdekatan bersama Allah, menunda mengusahakan bertumbuh rohani? Sangat jelas tidak sulit dipahami, tetapi dalam kesibukan berjuang, justru mudah membuat kabur garis batas. Kiranya kita tidak melupakan 「Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain.」 (Maz. 16:4)

Talenta dan kemampuan Daniel pasti adalah berasal dari Allah, kesetiaannya terhadap raja terlebih lagi adalah berasal dari kesetiaan hatinya terhadap Allah. 「Sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya」 (Daniel 6:4). Daniel memberikan hati yang setia 100% di tempat pekerjaan, teladannya menjadi target kita bertekun, tidak untuk mencari perkenan manusia, tetapi dengan jelas mengetahui kepada siapa dirinya melayani (Kol. 3:22-24 「Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia」) tidak peduli berada dalam keadaan apapun, hati yang setia serta hormat dan takut akan Allah, selamanya adalah kualitas yang dipertahankan dengan tekun oleh orang Kristen dalam kehidupan.