「Peran Hikmat dalam Hidup Keselamatan」
Oleh Lukas M.Div
Untuk kalangan Kristen
(1 Korintus 1:30-31 [ITB])
30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
Pendahuluan
Apa sih hikmat itu? Menurut Anda apakah hikmat adalah sejenis keterampilan sosial, sikap dalam berinteraksi, berkomunikasi, membangun persahabatan, dan menangani keuangan. Prinsip yang seharusnya dimiliki dalam membuat keputusan.
Menurut saudara dan saudari, apakah orang non Kristen punya hikmat? Misal, seorang President yang baik dan bijak. Menurut Anda apakah dia punya hikmat? Tentu.
Dalam dunia ini, pasti ada orang yang bijaksana agama apapun. Misal di China zaman kuno, terdapat Confusius, seorang filsafat yang sangat bijak dan berhikmat, pengaruhnya sampai ke Korea, dan Jepang sampai di zaman kini, bahkan di Indonesia.
Ayub 12:12 “Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya“, kita bisa setuju ya? Biasanya orang yang sudah tua umurnya biasanya dianggap memiliki hikmat.
Namun apa sih bedanya hikmat orang Kristen dan hikmat yang dimiliki orang-orang dunia atau non Kristen?
Mari kita membaca apa yang dikatakan Alkitab tentang hikmat orang yang percaya pada Kristus.
Paulus mengatakan bahwa 1 Kor 1:30 “Tetapi oleh Dia, kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”
Orang percaya memiliki Hikmat Kristus
Paulus mengatakan bahwa “kamu berada dalam Kristus Yesus”, maksud Paulus adalah bahwa Allah telah membuat kita bersatu dengan Kristus Yesus, Sang Hikmat Allah (Sang Firman kalimatullah Allah), artinya didalam persatuan kita dengan Sang Hikmat Allah, maka kita dijadikan memiliki hikmat.
Seperti yang dikatakan Ayub 12:13 “Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” Allah adalah pemilik hikmat, Sang Firman Hikmat Allah adalah bagian dari diri Allah.
Orang percaya memiliki Hikmat, karena sudah ditebus Kristus
Kita boleh bertanya dengan cara apa Allah membuat kita bersatu dengan Kristus sehingga kita memiliki hikmat Allah?
Yakni dengan cara Yesus Sang Hikmat Allah menebus kita, melalui karya penebusan Kristus di Salib, maka kita dibenarkan, dosa-dosa kita tidak diperhitungkan lagi, dan kita dikuduskan.
Tuhan melalui Salib, menguduskan hati kita yang kotor, membentuk kita memiliki hati baru yang bersih, jiwa yang jujur lurus. Maka diri kita yang sudah dikuduskan ini siap menerima hikmat Allah (atau Sang Hikmat yakni Sang Firman Allah). Hikmat yang datang dari Allah memiliki sifat suci, hikmat yang kudus, hanya bisa ditampung hati yang sudah dikuduskan.
Inilah perbedaan yang paling mendasar antara hikmat manusia dunia dengan hikmat yang dimiliki orang yang percaya kepada Kristus.
Di dalam diri orang yang sudah ditebus dan dikuduskan Kristus, ada hati dan pikiran yang bersih dan kudus, sehingga hikmat Allah yang kudus, suci dan mulia itu datang ke dalam diri kita.
Di dalam kekudusan barulah ada hikmat yang sejati.
Hikmat dalam diri orang yang belum dicuci darah Yesus, masih merupakan hikmat yang diwarisi, yang sudah ternoda dosa karena kejatuhan Adam.
Hikmat yang masih ternoda dosa bukanlah hikmat yang murni sejati. Dosa membuat manusia memakai kecerdasannya untuk menggelapkan uang pemerintah atau uang perusahaan. Banyak orang dunia memakai kecerdasannya untuk memanipulasi milik orang lain. Ada orang yang memakai kecerdasannya untuk berselingkuh agar tidak ketahuan istri atau suaminya.
Manusia yang belum dicuci dan dikuduskan darah Yesus, mudah terjatuh memakai kepandaiannya untuk memuaskan nafsu, mungkin secara IQ hebat, namun hikmat kepandaian yang tidak didasarkan pada kekudusan Allah.
Ataupun filsafat Konfusius, ya ajaran hikmat yang penuh kebajikan, mungkin demi ketentraman keteraturan masyarakat, namun Konfusius yang belum dikuduskan oleh darah Kristus tidak akan menggunakan hikmat untuk kemuliaan kudus Kristus.
Perbedaannya: hikmat dari manusia untuk manfaat, keuntungan manusia, keteraturan sosial, itu bagus.
Hikmat manusia dunia walau itu bijak namun tidak akan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.
Tetapi hikmat dari Kristus bagi orang percaya adalah untuk kemuliaan Allah dan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.
Orang percaya memiliki Hikmat Kristus untuk memuliakan Allah
Amsal 2:6 juga mengatakan 「Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Jelas dikatakan bahwa sumber dan pemberi hikmat adalah Allah. Ini mengingatkan kita bahwa tanpa Allah, tidak akan ada hikmat! Dan pra-syarat dari semua hikmat adalah takut akan Tuhan!
Jika kita memakai hati kita yang sudah dikuduskan darah Yesus, untuk mendasarkan kecerdasan kita, pikiran kita pada hikmat dari Allah, hikmat yang diajarkan dalam Alkitab, dari sinilah timbul tindakan dan cara hidup yang menyatakan kekudusan, menyatakan rasa hormat dan takut kita kepada Allah.
Perbedaannya: hikmat kudus kita adalah dari Allah untuk kemuliaan Allah, efectnya: kekudusan dan kemulaiaan Allah dapat dirasakan oleh tetangga kita, rekan kerja kita, anak kita, istri atau suami kita.
Orang dapat merasakan adanya keadilan dan kebenaran, kekudusan, damai sejahtera, kasih dan sukacita yang datang dari Allah, melalui perilaku kita, keputusan yang kita ambil ataupun ketika kita menyelesaikan suatu masalah, pada saat yang sama mencerminkan kemuliaan Allah, itu akan membawakan orang kepada jalan keselamatan Kristus.
Misal bagaimana sikap terhadap rekan kerja, jika ada perbedaan pendapat, apakah kita memakai hikmat yang memiliki unsur kasih, hikmat yang adil.
Bagaimana sikap kita terhadap sesama rekan kerja yang berbeda jenis, apakah kita memakai hikmat yang kudus sehingga menghindarkan perselingkuhan?
Seperti halnya Salomo, 1 Raj. 3:28 “Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.”
1 Kor 1:31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan,” artinya apa yang hendak kita muliakan bukan diri sendiri, tujuan utama bukan memuliakan manusia, tetapi memegahkan Allah yakni memuliakan Allah.
Ya, memang Yesus Kristus memberikan kita hikmat yang dari Allah untuk kemuliaan Allah. Itu akan membantu saat kita membawa orang kepada jalan keselamatan Kristus.
Alangkah ajaib : hidup keselamatan ini dijalani dengan hikmat kudus, bersama Sang Hikmat Firman Allah
Apa yang karus kita lakukan?
Amsal memberitahu kita bahwa 「Takut akan TUHAN adalah permulaan hikmat」 (1:7),
Berdoa mohon Tuhan memberi kita hati yang hormat takut akan Tuhan, dan Roh Kudus menerangi, membantu kita dapat menghayati ajaran Alkitab sehingga mampu mengamalkannya sebagai hikmat Allah yang kudus dalam hidup sehari-hari.
Roh Kudus membimbing, menegur, sehingga hikmat yang kudus dapat kita terapkan di rumah tangga, hikmat kasih dalam berinteraksi dengan orang lain, berkomunikasi, membangun persahabatan.
Hikmat bijaksana yang kudus dalam menangani keuangan, dengan hikmat Yesus Kristus yang kudus membuat keputusan yang adil, di kantor, di rumah.
Sehingga dapat memuliakan Allah dan memberi manfaat bagi orang lain.
Mungkin hal ini tidak mudah, mohon Tuhan membantu kita.
Janji Allah bagi orang-orang jujur yang lurus mempraktikkan hikmat dalam hidup mereka, Allah adalah perisai mereka, menjaga dan melindungi jalan mereka.
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.