Kita adalah 「bait Allah」!
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 3:16-17 [ITB])
16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah 「bait Allah」 dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
【Referensi ayat】
(1 Kor. 6:19-20 [ITB]) 19 tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
(2 Kor. 6:16 [ITB]) 16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah 「bait dari Allah yang hidup」menurut firman Allah ini: 「Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.」 (Lihat Imamat 26:12)
(Ef. 2:21 [ITB]) 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
Ketika Paulus berbicara tentang 「bait」 (naos; kuil / temple) kepada gereja Korintus, pasti teringat ketenaran kuil kota Korintus dan tradisi buruk perzinaan kota Korintus. Korintus memiliki tiga kuil terkenal: 「Kuil Aphrodite (kuil dewi cinta)」 di Acrocorinth, Kuil Apollo di kota kuno, dan Kuil Apollo di kota kuno, dan 「Kuil Isthmia (kuil dewa laut)」di Isthmia. Saat itu, Korintus terletak di pusat pelayaran antara Italia dan Turki, itu adalah pelabuhan yang makmur dengan banyak kapal dan pelaut yang lewat. Kuil yang paling terkenal nama buruknya adalah 「Kuil Cinta Aphrodite」, di sana pernah ada ribuan 「pelacur kuil」 (hetaira, courtesan), untuk memberi penghormatan kepada orang-orang yang datang menyembah dan pelaut bisa menikmati kesenangan. Penulis Yunani kuno menggunakan 「Aku orang Korintus」 (I Corinthianise) untuk mewakili ungkapan 「Saya seorang pelacur」 (whoremonger). Plato dalam bukunya 《Utopia》menggunakan ekspresi 「perempuan Korintus」(Corinthian girl) sebagai istilah menggambarkan 「pelacur」, dapat dilihat bagaimana pencitraan percabulan kota Korintus begitu terkenal.
Dari latar belakang ini, kita dapat merasakan secara mendalam bagaimana usaha rasul Paulus mencoba menggunakan 「kata-kata dan kebenaran rohani」 untuk 「mengubah, membalikkan, dan mengganti」 ide-ide dan konsep-konsep yang 「rusak dan tidak sesuai kehendak Allah」 pada saat itu. Bagi orang-orang pada masa itu, berbicara kata 「naos」 (kuil; temple) di Korintus akan teringat pada nama buruk percabulan. Beberapa peneliti di zaman modern telah menyarankan bahwa mungkin di zaman Paulus, perkembangan percabulan sudah lebih baik daripada di zaman Plato; namun, ada pendapat yang berbeda di antara para sarjana. Bagaimanapun, stigma 「nama jelek percabulan」 benar-benar merupakan penghinaan bagi orang-orang Korintus.
Setelah memahami latar belakang ini, kita dapat lebih merasakan harapan Paulus terhadap gereja Korintus dan keyakinannya akan kuasa Injil. Orang-orang Korintus yang penuh kerusakan moral kuil asing, ternyata karena kekuatan Injil, karena percaya kepada Tuhan dapat 「menjadi bait (naos) Allah yang kudus」! Betapa agungnya pernyataan ini! Betapa berharganya Injil Kristus! Paulus dalam Surat 1 Korintus pasal 3 mulai menjabarkan pemikiran teologis ini, Paulus terus mengembangkan pemikiran teologis ini berikutnya di pasal 6, dan 2 Korintus 6:16 dan Efesus 2:21. Paulus berkata: 「kita adalah bait Allah! Tubuh kita adalah Bait Allah! Kita dibangun menjadi 『Bait Suci Allah』」. Menghadapi gereja dengan banyak masalah, Paulus sekadar tidak meninggalkan mereka, bahkan tidak menurunkan standar rohani, sebaliknya, tetap menjunjung tinggi tujuan dan keyakinan yang diharapkan dan yang berkenan kepada Tuhan, berusaha keras memperbaiki masalah gereja, sehingga gereja yang penuh dengan kerusakan, kelemahan, dan perpecahan akan terus bergerak menuju tujuan mulia menjadi bait Allah yang kekal, betapa berharganya Injil ini!
Sungguh pikiran gembala yang gigih! Betapa besar anugerah Allah yang ada di baliknya! Berpikir keindahan penggembalaan pastoral dan kekuatan Injil, teringat rasul Paulus di penjara menuliskan kata-kata menghibur gereja Efesus:
「17 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.」
Ketika kita melihat banyak masalah di gereja, apakah kita akan mengambil jalan keputusasaan, penolakan, dan mengutuk? Atau, mengikuti teladan rasul Paulus, kita terus membawa visi yang luhur, dan berusaha menggunakan kebenaran, teguran, dan kasih untuk memperingatkan gereja dan saudara-saudari, dan meminta mereka untuk mengingat tujuan mulia, yaitu untuk ingat bahwa kita adalah 「bait Allah yang hidup」!
Renungkan:
• Apakah gereja pernah membuat Anda kecewa dan tertekan? Apakah dalam banyak hal, ada berbagai kekurangan yang membuat Anda merasa bahwa gereja terlalu jauh dari tujuan mulia 「bait Tuhan yang kekal」?
• Ketika saudara-saudari atau gereja yang menjauh dari tujuan dan kehendak Allah, apa tanggapan dan tanggung jawab kita? Apakah itu putus asa? Apakah mundur? Apakah hanya mengeluh dan mengutuk? Atau, dapatkah kita meniru Paulus, berusaha melakukan koreksi agar saudara-saudari dan gereja kita dapat mengikuti jalan yang berkenan kepada Tuhan? Pengingat apa yang diberikan oleh doa Paulus dalam Efesus 1:15-23 kepada Anda?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
