Category Archives: Renungan Paskah

Lukas 24:44-45; Matius 28:16-20

「Kita memiliki misi yang mulia: Ini adalah berkat yang paling indah」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 24:44-45 [TB])
44 Ia berkata kepada mereka: Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.


(Matius 28:16-20 [TB])
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Keempat Injil menuliskan kesimpulan mengenai kehidupan Yesus, penderitaan dan kebangkitan-Nya, menyoroti dua poin yang sangat penting yang juga merupakan inti dari Injil: penggenapan nubuat Alkitab dan Amanat Agung.

Pertama, Alkitab penuh dengan nubuat tentang kehidupan Yesus; nubuat-nubuat ini, termasuk kelahiran, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus, adalah inti dari rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Nubuat-nubuat ini telah dinubuatkan dan digambarkan di banyak tempat dalam Perjanjian Lama, dan semuanya telah digenapi secara ajaib. Karena itu, Tuhan yang telah bangkit menyatakan, harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur (Lukas 24:44). Ketika memperkenalkan Injil Yesus dalam surat Roma, Rasul Paulus menggunakan pendekatan yang konsisten, menekankan baik di awal maupun di akhir: Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, … supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya (Roma 1:2, 5), dan mengatakan bahwa tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman (Roma 16:26).

Pernyataan ini mengingatkan kita pada dua poin penting: Pertama, Injil dan keselamatan dari Yesus dipandu oleh pimpinan yang menakjubkan dari Allah yang kekal, dan melalui persiapan dan penegasan yang panjang dari sejarah keselamatan, membuat kita semakin yakin bahwa Yesus adalah Kristus, satu-satunya Juruselamat, dan satu-satunya Anak Allah Bapa yang terkasih. Kedua, betapa dalamnya kasih Allah kepada kita— Karena Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya barangsiapa percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mempunyai hidup kekal (Yohanes 3:16). Setelah mengalami seluruh renungan Via Dolorosa ini, kita seharusnya lebih memahami bahwa Tuhan Yesus mengatasi semua kesulitan, menanggung rasa sakit dan malu yang luar biasa, untuk menunjukkan kasih Allah yang besar kepada kita, dan agar setiap orang yang benar-benar percaya kepada-Nya diselamatkan, menerima hidup kekal, dan menjadi anak-anak Allah yang berharga.

Poin penting lainnya di akhir keempat Injil adalah bahwa Amanat Agung, yang secara pribadi ditetapkan oleh Yesus, merupakan bagian yang sangat penting dan krusial dari rencana keselamatan Allah. Amanat Agung adalah sarana yang diperintahkan Allah — jembatan dan saluran — yang dengannya keselamatan yang dicapai oleh Kristus diterapkan kepada orang berdosa melalui pemberitaan Injil (The Great Commission is the God‑mandated means – a bridge and channel – by which the salvation accomplished by Christ is applied to sinners through the preaching of the gospel.) Penyelesaian Yesus di kayu salib menyelesaikan bagian terpenting dan sentral dari rencana keselamatan; maksud Allah adalah agar kita, yang tidak layak, juga turut serta dalam rencana keselamatan-Nya yang menakjubkan itu!

Ini mengingatkan saya pada sebuah himne yang telah sangat menyentuh hati saya selama bertahun-tahun — 《My Trust》. Satu bagian tetap sangat menginspirasi: Aku telah menerima amanat Tuhan, sebuah misi yang sangat tinggi dan kudus; aku akan memberi kesaksian tentang keselamatan-Mu yang agung di seluruh dunia. Engkau dapat mengirim malaikat dari surga untuk menyebarkan kabar itu, tetapi karena kasih-Mu yang tak terbatas, manusia memiliki kemuliaan untuk memberitakan Injil, selanjutnya bagian refrain berfungsi sebagai dorongan dan peringatan bagi banyak pendeta dan orang percaya: Aku rela setia pada amanat Tuhan, untuk memberitakan kabar ini kepada dunia; celakalah mereka yang tidak memberitakannya! Berilah aku kemauan untuk melangkah, aku rela setia pada amanat Tuhan, agar aku dapat memuliakan-Mu. Inilah tepatnya komitmen rasul!

Setelah merenungkan secara mendalam penderitaan, penghinaan, kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus, kita tidak bisa hanya tetap terharu; kita harus bangkit dan memikul Amanat Agung. Sama seperti para murid kembali ke Galilea, tanpa takut akan kuasa kegelapan, tanpa takut akan kesulitan atau pengorbanan apa pun, hanya ingin memperoleh Kristus, meniru Kristus, dan menyenangkan Tuhan. Inilah perenungan yang paling indah, emosi yang paling tulus, kehidupan yang paling indah, dan persatuan terdalam dengan Kristus. Kiranya kita semua dengan setia memikul Amanat Agung sampai kedatangan Kristus kembali!

Doa:
Bapa Surgawi, ketika Tuhan Yesus bangkit dari kematian, para malaikat dan murid-murid bersaksi bersama bahwa Ia telah bangkit! Utuslah kami untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa dan umat, untuk melatih murid-murid, sampai ke ujung bumi, agar semua bangsa menjadi murid-Mu, dan agar kemuliaan hanya menjadi milik-Mu. Datanglah segera. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Refleksi:
Yesus telah bangkit dari kematian: sekarang kita memiliki Amanat Agung. Malaikat dan murid-murid sama-sama bersaksi tentang kebangkitan Kristus; Injil dibangun di atas fakta-fakta salib dan kuburan yang kosong. Kebangkitan Tuhan Yesus membuka rencana keselamatan Allah bagi semua bangsa; tanpa salib, kuburan yang kosong, dan kebangkitan, tidak ada Amanat Agung. Dengan kebangkitan yang sejati, Injil yang sejati, dan Juruselamat yang sejati, kita memiliki Amanat Agung yang tak terelakkan!


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 20:24-31

「Siapa yang lebih berbahagia: Tomas percaya hanya setelah 『mengulurkan tangannya,』 sedangkan kita percaya bahkan sebelum 『melihat Dia』」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 20:24-31 [TB])
24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: Kami telah melihat Tuhan! Tetapi Tomas berkata kepada mereka: Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.
26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Damai sejahtera bagi kamu! 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. 28 Tomas menjawab Dia: Ya Tuhanku dan Allahku! 29 Kata Yesus kepadanya: Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.
30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Tuhan yang telah bangkit mengundang Tomas untuk mengulurkan tangan agar dia percaya. Meskipun Tomas memiliki banyak keraguan, ia diberi kesempatan untuk melihat Yesus sebelum percaya, dan bahkan diizinkan untuk mengulurkan tangan sebelum ia percaya. Apakah ia benar-benar mengulurkan jarinya untuk menyentuh tangan Tuhan, dan mencucukkan tangannya ke lambung Tuhan, Injil Yohanes tidak menyatakan dengan jelas. Sebagian besar sarjana percaya bahwa Tomas percaya setelah melihat dan mendengar Tuhan. Bagaimanapun, percaya itu indah, percaya itu diberkati; namun, Tuhan secara khusus menekankan: Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Bagi kita yang tidak bisa melihat, mendengar, atau mengulurkan tangan barulah percaya, firman Tuhan sungguh berharga! Ternyata yang paling diberkati bukanlah murid-murid yang telah melihat Yesus dengan mata kepala sendiri, melainkan orang-orang percaya yang tidak bisa dengan mata menyaksikan kebangkitan Tuhan namun tetap teguh percaya; betapa menggembirakannya hal ini!

Kita sering meremehkan Tomas karena keraguannya, tetapi hati Tuhan Yesus jauh lebih luas. Dia secara pribadi memberikan anugerah khusus kepada murid ini, yang perlu melihat, mendengar, dan menyentuh, sama seperti Allah menggunakan keadaan lingkungan yang ada untuk mendorong Gideon. Meskipun Tomas pernah berkata, Aku tidak akan percaya kecuali aku melihat dan menyentuhnya sendiri!, dalam kisah kebangkitan di keempat Injil, Thomaslah yang memberikan pengakuan yang paling jelas dan paling kuat: Tuhanku dan Allahku! Yesus mengenal Tomas lebih baik daripada kita, Ia menyayangi dia. Kelemahan Tomas mengingatkan kita bahwa bahkan ketika kita masih memiliki kelemahan seperti Tomas, kita masih dapat dengan berani datang di hadapan Tuhan dan mencurahkan isi hati kita kepada-Nya.

Sebagaimana yang diungkapkan Agustinus dengan tepat: Tomas melihat orang yang telah bangkit, namun tahu bahwa Dia adalah Allah yang muliaIa melihat dan menyentuh orang itu, namun mengakui bahwa Dia adalah Allah yang belum pernah dilihat atau disentuhnya; melalui apa yang dilihat dan disentuhnya itulah ia menyingkirkan semua keraguan dan berpaling untuk percaya kepada Yang Tak Terlihat. (Tractate 121 on the Gospel of John) Iman Tomas sangat berharga, dan kita yang percaya meskipun tidak melihat bahkan lebih dikuatkan oleh Tuhan Yesus: kita bahkan lebih berbahagia.

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Melihat, mendengar, dan menyentuh berbagai bentuk bukti — sangatlah berharga, murid-murid tentu memiliki lebih banyak kesempatan, tetapi tidak dicatat semuanya satu per satu. Di bawah hikmat dan kedaulatan Allah, catatan yang terdapat dalam keempat Injil sudah cukup untuk membimbing kita untuk percaya kepada Kristus dan menjadi pengajaran bagi dunia. Ini juga mengingatkan kita akan penekanan pada hanya Alkitab, hanya kedaulatan Allah: iman tidak terletak pada terus-menerus mengejar bukti yang lebih terlihat, tetapi pada mempercayai firman Allah yang diwahyukan. Mereka yang terlalu bergantung pada bukti eksternal untuk percaya dapat belajar dari kelemahan Tomas. Lebih jauh lagi, kita semua harus ingat: Berbahagialah mereka yang tidak melihat tetapi percaya.

Doa:
Bapa Surgawi, Tuhan Yesus benar-benar disalibkan, benar-benar mati, benar-benar bangkit kembali, dan benar-benar menyatakan Diri-Nya kepada murid-murid-Nya. Sembuhkanlah semua keraguan dan ketidakpercayaan saya, sentuhlah kedalaman jiwa saya dengan tangan-Mu yang penuh kasih karunia, agar saya dapat diselamatkan oleh iman, menerima hidup kekal melalui kasih karunia-Mu yang besar, dan dengan setia melayani-Mu sepanjang hidup saya. Dalam nama Tuhan, Amin.

Refleksi:
Saat ragu, datanglah kepada Tuhan dengan pertanyaan yang tulus, seperti Tomas; saat beriman, bahkan di tengah awan gelap dan angin kencang, yakinlah dengan teguh bahwa segala sesuatu berada di tangan Tuhan yang penuh rahmat. Mampu melihat adalah berkat, tetapi tidak harus melihat adalah berkat yang lebih besar lagi.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Matius 28:11-15

「Khabarkan Injil: Menentang kebohongan para pemimpin Yahudi mengenai pencurian jenazah」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Matius 28:11-15 [TB])
11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. 12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu 13 dan berkata: Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. 14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa. 15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Jalan sejati Allah adalah menghancurkan kebohongan Setan! Injil kebangkitan Yesus, sejak awal, harus menghadapi kebohongan yang dibuat-buat tentang pencurian jenazah Yesus oleh para pemimpin Yahudi. Dihadapkan dengan kenyataan kebangkitan Yesus dan kuburan yang kosong, para pemimpin Yahudi tidak berdaya untuk memberikan bantahan yang substansial, dan hanya dapat membuat klaim yang lemah dan salah: murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Mereka bahkan menyuap tentara untuk bersaksi sesuai dengan klaim ini, menjadikan pencurian jenazah yang dibuat-buat ini sebagai satu-satunya argumen lemah yang dimiliki beberapa orang Yahudi untuk melawan kebangkitan Yesus; namun, kebohongan seperti itu pada akhirnya terbukti lemah dan tidak efektif, sementara Injil yang sejati menyebar ke seluruh dunia hingga hari ini.

Sekitar tahun 165 M, Bapa Gereja mula-mula Justin Martyr dalam 《Dialog dengan Trypho》 mencatat tentang adanya sebuah surat yang beredar di kalangan komunitas Yahudi pada waktu itu mengenai makam Kristus yang kosong, yang mengecam Kekristenan sebagai ajaran sesat yang tidak saleh: Tetapi ketika kamu mengetahui bahwa Ia telah bangkit dari kematian, bukannya bertobat, kamu (seperti yang telah kukatakan sebelumnya) malah mengutus orang-orangmu ke seluruh dunia, memberitakan ajaran sesat yang tidak saleh, mengatakan bahwa kami menyalibkan Dia, tetapi murid-murid-Nya mencuri Dia pada malam hari dari kubur — tempat Ia dibaringkan setelah diturunkan dari salib — dan kamu mengklaim bahwa mereka sekarang menipu dunia dengan mengabarkan bahwa Ia telah bangkit dari kematian dan naik ke surga. (Dialog dengan Trypho, 108)

Sejak gereja mula-mula, makam yang kosong dan kesaksian tentang kebangkitan Yesus telah melawan kebohongan yang dibuat-buat oleh para pemimpin agama Yahudi tentang pencurian jenazah. Para rasul mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyaksikan kebangkitan Yesus; jika mereka benar-benar mencuri tubuh Kristus, mereka akan membayar harga kemartiran, bahkan disalibkan terbalik, untuk kebohongan yang mereka buat-buat, itu secara praktis mustahil.

Menanggapi ancaman dan intimidasi dari para pemimpin Yahudi, Rasul Petrus dan Yohanes berkata: Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar (Kis. 4:20). Yohanes, dalam memberitakan Injil Yesus, juga menekankan, Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu (1 Yoh. 1:1). Jika rasul Paulus tidak bertemu dengan Tuhan yang telah bangkit di Damsyik, mengapa ia rela mempertaruhkan nyawanya setiap hari? Ia sendiri berkata, Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati. (1 Kor. 15:31-32).

Apa yang paling berharga dari semuanya, para hamba Kristus sepanjang zaman tidak menyimpan dendam, tetapi terus memberitakan Injil kepada semua bangsa, termasuk orang Yahudi. Justin dan murid-muridnya akhirnya meninggal sebagai martir karena iman kepada Kristus, tetapi ia meninggalkan kesaksian yang menyentuh hati ini: Kami tidak membenci kamu, dan juga orang-orang yang telah melalui kamu berprasangka buruk terhadap kami; sebaliknya, kami berdoa agar kamu bertobat dan menerima belas kasihan dari Allah, Bapa yang Maha Pengasih dan Maha Sabar. (Dialog dengan Trypho, 108)

Doa:
Bapa Surgawi, kuasa kegelapan dan alat-alat kebohongan terus mengarang berbagai kebohongan untuk menyerang kebenaran dan Injil, tetapi kebohongan pasti akan gagal, dan Injil pasti akan menang! Kami memohon agar Engkau menguatkan dan memberdayakan kami untuk berpegang teguh pada kebenaran dan memberitakan Injil yang sejati sepanjang hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Refleksi:
Para pemimpin kegelapan dan hamba-hamba pendusta menyebarkan informasi palsu, namun mereka tidak dapat menghalangi Injil sejati Yesus yang telah bangkit. Kebohongan palsu tidak akan pernah dapat mengubur kuburan yang kosong, dan mereka juga tidak dapat menentang kebenaran Allah. Hanya kebangkitan sejati Yesus yang dapat mengubah murid-murid-Nya yang melarikan diri, lemah, dan penakut menjadi rasul-rasul yang berani, hamba-hamba Tuhan yang tidak takut akan salib dan kemartiran. Kiranya Allah membantu kita untuk menolak semua kebohongan, mempelajari firman yang benar, memberitakan Injil yang benar, memikul salib kita, dan menjadi hamba-hamba Tuhan yang setia. 2026


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Markus 16:1-6

「Fakta kubur kosong: Ia telah bangkit dari kematian. Ia tidak ada di sini」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Markus 16:1-6 [TB])
1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?
4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.

Kubur kosong adalah bukti bahwa Kristus Sang Juruselamat hidup, dan bahwa Kekristenan memang merupakan iman yang memiliki dasar yang kokoh. Keempat Injil dan para perempuan yang termasuk orang pertama yang menyaksikan kebangkitan Yesus Kristus terus memberikan kesaksian tentang kubur kosong di tengah permusuhan dan ancaman yang hebat dari otoritas Romawi dan para pemimpin Yahudi, menyatakan bahwa mereka, bersama dengan para rasul dan banyak murid, benar-benar telah melihat Tuhan Yesus yang telah bangkit. Kekristenan dibangun di atas peristiwa sejarah yang nyata — bahwa Yesus telah bangkit — dan penggenapan nubuat Perjanjian Lama serta kebangkitan ajaib gereja Perjanjian Baru. Di masa Sengsara dan Kebangkitan, kiranya kita, melalui lima bukti kubur kosong, merenungkan kembali dan menegaskan bahwa Injil Kristus benar-benar memiliki dasar sejarah yang kokoh.

1. Bukti Lokasi
Kubur Yesus yang kosong, para rasul secara terbuka menjadi saksi tentang tempat kebangkitan Yesus, dan tempat akar gereja mula-mula, semuanya terletak di Yerusalem! Kekuatan-kekuatan yang menentang Yesus dan iman Kristen dengan keras juga berada di Yerusalem! Jika kuburan kosong itu bukan fakta, para penentang dapat langsung menggunakan jenazah atau kuburan tersebut sebagai bukti kuat untuk sepenuhnya menyangkal klaim kebangkitan dan menghancurkan gereja mula-mula, tetapi di dalam sejarah tidak ada bantahan seperti itu. Kuburan kosong adalah fakta!

2. Para Perempuan sebagai Saksi Pertama
Keempat Injil secara konsisten mencatat bahwa para perempuan adalah saksi pertama atas kubur kosong dan kebangkitan. Dalam konteks zaman itu, kesaksian perempuan umumnya diremehkan, jika kubur kosong dan kebangkitan Yesus adalah rekayasa, para penulis kitab Injil seharusnya menggunakan laki-laki, yang memiliki otoritas sosial lebih besar, sebagai saksi paling awal. Namun, para penulis Injil tidak goyah bahwa para perempuan adalah saksi pertama, bahkan tidak berusaha menyembunyikan keraguan dan kelemahan awal para rasul. Hal ini justru menunjukkan bahwa catatan ini berakar pada sejarah nyata, bukan rekayasa di kemudian hari.

3. Kesaksian dari banyak orang, berbagai perspektif
Narasi tentang kuburan kosong dan kebangkitan dalam keempat Injil menawarkan deskripsi detil yang beragam, melibatkan banyak saksi. Jelas, narasi tersebut tidak berasal dari satu sumber tunggal, melainkan mencerminkan kesaksian dan ingatan dari banyak saksi, serta beberapa tradisi kesaksian independen mengenai kebangkitan Yesus. Penguatan yang beragam ini menunjukkan bahwa klaim historis tentang kuburan kosong bukanlah rekayasa di kemudian hari, melainkan kesaksian awal yang terbentuk tak lama setelah peristiwa tersebut, sehingga sangat meningkatkan kredibilitas historisnya.

4. Kesaksian bukan sekadar kuburan kosong
Selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini (Kis. 13:31). Iman gereja mula-mula tidak hanya didasarkan pada fakta kuburan yang kosong, tetapi juga pada kesaksian kolektif banyak orang yang telah menyaksikan sendiri Kristus yang telah bangkit, sehingga pemberitaan tentang kebangkitan itu memiliki landasan kesaksian manusia yang kokoh dan kuat.

5. Pengakuan yang enggan atas Kuburan kosong dari pihak musuh
Klaim pemimpin agama Yahudi mengenai para murid yang mencuri jenazah Yesus secara tidak langsung mengakui kuburan yang kosong, karena klaim ini mengasumsikan bahwa kuburan itu memang kosong. (Lihat Matius 28:12-13 sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.”) Kubu yang memusuhi ini, karena tidak mampu menunjukkan jenazah Yesus sebagai bukti tandingan, menggunakan klaim yang dibuat-buat dan lemah seperti itu untuk menanggapi kesaksian para murid tentang kebangkitan Yesus, malahan menunjukkan pengakuan mereka terhadap kuburan yang kosong.

Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini! Ini benar, dan ini adalah fakta yang harus kita junjung tinggi dan percayai!

Doa:
Bapa Surgawi, kuburan yang kosong menyatakan bahwa Juruselamat telah bangkit dari kematian; Injil itu benar dan dapat dipercaya! Kebangkitan Yesus adalah fakta yang tak terbantahkan. Ketika ada keraguan pada diriku, aku memohon agar Engkau mengingatkanku akan kuburan yang kosong itu! Melalui Tuhan yang telah bangkit, aku tidak takut menghadapi tantangan dalam hidup. Dalam nama Yesus aku berdoa, Amin.

Refleksi:
Kuburan yang kosong menyatakan: Tuhan telah bangkit! Jika Tuhan masih berada di dalam kubur, iman kita akan sia-sia; tetapi kuburan yang kosong bersaksi bahwa Tuhan benar-benar telah bangkit.

Saat ada keraguan, ingatlah kuburan yang kosong: kematian ditelan, kejahatan akan binasa, yang lemah akan diberkati, Injil itu benar, melayani Tuhan dalam kasih karunia, Juruselamat akan menang, dan Allah akan dimuliakan.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Markus 15:40-47

「Penguburan Yesus: di tengah ketidakhadiran para rasul, para wanita bersama pengikut tersembunyi yang memikul tanggung jawab」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Markus 15:40-47 [TB])
40 Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. 41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.
42 Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. 43 Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. 45 Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf. 46 Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. 47 Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yesus dibaringkan.

Untuk lima hari ke depan, kita akan merenungkan penguburan dan kebangkitan Tuhan Yesus melalui Lima Meditasi tentang Penguburan dan Kebangkitan.

Justru para wanitalah yang dengan setia mengikuti Yesus sampai akhir, dan para pengikut yang tersembunyi dengan berani melakukan penguburan Yesus! Ketidakhadiran para rasul karena takut, kontras dengan keteguhan hati para wanita, dan tindakan berani pengikut tersembunyi, menjadi pengingat yang mendalam. Para pemimpin terkemuka seringkali goyah dan gagal, sementara mereka yang tetap setia sampai akhir seringkali adalah murid-murid yang tak terlihat — para wanita dan pengikut yang tersembunyi. Injil Yesus mengajarkan kita bahwa semua orang berdosa, terbatas, dan lemah. Ketika Tuhan memakai kita, kita harus bersyukur; tetapi kita harus ingat: Dia dapat memakai siapa pun, dan Dia dapat memilih untuk tidak memakai kita.

Para rasul tidak hadir saat penguburan Yesus: bahkan para pemimpin pun memiliki saat-saat kelemahan yang serius! Mereka yang benar-benar mengikuti sampai akhir dan dengan berani maju melangkah adalah perempuan dan orang-orang percaya yang tersembunyi. Gereja tidak boleh menyembah pemimpin secara membabi buta; memupuk budaya penyembahan berhala secara membabi buta akan membawa banyak konsekuensi berbahaya.
1. Menumbuhkan kesombongan pada para pemimpin (Arrogance)
2. Mengabaikan titik buta pemimpin (Blindness)
3. Konsentrasi kekuasaan yang berlebihan dan kurangnya mekanisme pengawasan dan keseimbangan (Concentration)
4. Ketergantungan berlebihan pada pemimpin (Dependency)
5. Marginalisasi dan pengabaian terhadap individu-individu berbakat lainnya (Exclusion)
6. Ketika seorang pemimpin gagal, seluruh organisasi rentan terhadap kerapuhan (Fragility)
7. Mendorong keserakahan (Greed)
8. Hambatan terhadap reformasi dan inovasi (Hindrance)
9. Pemimpin yang terlalu diagungkan secara bertahap menjadi terasing dari orang lain (Isolation)
10. Perbedaan perlakuan yang signifikan dapat dengan mudah menyebabkan kecemburuan dan konflik (Jealousy)

Ketika Yesus dikuburkan, para wanita dengan setia mengikuti-Nya sampai akhir: Tuhan Yesus sangat menghargai kesetiaan dan pengabdian para saudari. Yesus memuji saudari yang mengurapi-Nya dengan minyak wangi, dengan berkata, Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia (Markus 14:3-9). Di banyak gereja, para pelayan yang paling penyayang dan setia seringkali adalah para saudari. Allah sangat mengasihi dunia, dan Ia memakai semua jenis orang: saudara laki-laki dan perempuan. Saudari-saudari sangat berharga di gereja; kita harus menghargai dan menghormati mereka!

Pada saat penguburan Yesus, para pengikut yang tersembunyi dengan berani melangkah maju untuk memikul tanggung jawab: Injil Yohanes mencatat bahwa Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus (Yohanes 19:38-42) adalah yang paling berani dalam melakukan penguburan. Yusuf, yang dahulu lemah dan diam-diam menjadi murid karena takut kepada orang Yahudi, adalah yang paling terbuka, berani, dan tanpa takut dalam penguburan Yesus. Di masa-masa malapetaka besar, yang paling berani bukanlah para pemimpin terkemuka, tetapi seringkali anggota yang pendiam. Ketika orang Israel dikepung oleh tentara Aram, empat orang penderita kusta yang bersaksi tentang karya ajaib Allah (2 Raja-raja 7:3-11). Allah dapat memakai siapa pun; ketika Dia memakai kita, kita harus bersyukur; kita tidak boleh sombong, karena Allah bisa saja tidak memakai kita! Allah dapat memakai saudara-saudari yang tersembunyi untuk dengan berani memikul tanggung jawab yang berat!

Doa:
Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau telah memberi kami wanita-wanita setia yang mengikuti sampai akhir dan para pengikut-Mu yang berani memikul tanggung jawab! Terima kasih karena Engkau telah mengajarkan kami pelajaran yang harus dipelajari Nabi Elia: janganlah sombong dalam kebijaksanaan dan keberanian. Engkau mampu membangkitkan segala macam orang dan menyediakan bagi diri-Mu tujuh ribu orang wanita dan pengikut yang tidak dikenal namanya yang tidak takut akan kekuatan jahat. Ajarkan kami untuk menghargai setiap anggota yang setia! Dalam nama Tuhan, Amin.

Refleksi:
Para rasul yang pernah berbicara tinggi itu tercerai-berai dan melarikan diri ketika menghadapi bahaya; tetapi para wanita dan murid-murid yang tersembunyi tetap setia sampai akhir. Kiranya kita belajar kerendahan hati yang sejati: murid sejati tidak bergantung pada kata-kata besar, tetapi pada kesetiaan dan komitmen. Kiranya Tuhan memanggil kita untuk menjadi saksi yang tidak takut akan kekuatan jahat.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Markus 15:34; Lukas 23:44-46

「Anak Domba Allah: Seorang diri menanggung beban dosa manusia, terpisah dari Allah, dan membuka pintu gerbang Surga」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Markus 15:34 [TB])
34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eloi, Eloi, lama sabakhtani?, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

(Lukas 23:44-46 [TB])
44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, 45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. 46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Anak Domba Allah hidup-Nya hancur, menanggung dosa umat manusia seorang diri, mengalami perpisahan yang menyakitkan dari Bapa, dan menggenapi keselamatan. Robeknya tirai (katapetasma) di Bait Suci adalah sebuah tanda. Tirai ini disulam dengan kerub dalam benang biru, ungu, dan merah tua serta linen halus, memisahkan Tempat Kudus dari Tempat Mahakudus, melambangkan kekudusan Allah dan pemisahan-Nya dari dosa. Ketika Yesus mati, tirai itu robek dari atas ke bawah, melambangkan bahwa orang percaya, melalui Yesus, dapat dengan berani mendekati Allah secara langsung melalui jalan baru ini. Marilah kita mengingat ratapan Yesus tentang Eloi, Eloi, lama sabakhtani, memahami beratnya dosa dan harga penebusan. Jalan memberkati orang lain sering kali disertai dengan rasa sakit menanggung lama sabakhtani.

Yesaya menubuatkan hal ini tentang Yesus, Anak Domba Allah: Tetapi Ia ditikam karena ketidaktaatan kita, dan Ia dilukai karena dosa-dosa kita; Ia dihukum demi damai sejahtera kita, dan Ia dicambuk demi kesembuhan kita. … TUHAN telah menimpakan kejahatan kita semua kepada Dia. (Yesaya 53:5-6; terjemahan harfiah) Karena ketidaktaatan dan dosa-dosa kita, Tuhan Yesus ditikam, dilukai, dihukum, dan dicambuk, serta menanggung kejahatan kita; beban berat ini jatuh pada Yesus.

Pendeta Puritan Tom Watson pernah berkata, Kristus menanggung murka yang tidak pantas Dia terima — agar kita terhindar dari murka yang pantas kita terima! (Christ felt the wrath which He did not deserve—that you might escape the wrath which you have deserved!)

Sambil menunjuk kepada Yesus, yang dimahkotai duri dan berdarah, Pilatus berkata, Lihatlah manusia itu! (Yohanes 19:5) dalam bahasa Latin adalah Ecce Homo. Frances Havergal (1836-1879) menulis puisi terkenal Aku Memberikan Hidupku untuk-Mu. Ia pernah melihat sebuah lukisan berjudul Ecce Homo dan sangat terharu. Lukisan itu memiliki tulisan: Aku telah memberikan nyawa-Ku untukmu; apa yang telah kau lakukan untuk-Ku? (I did this for thee; what hast thou done for Me?)

Sebuah himne menantang kita:
Aku rela memberikan hidupku untukmu, hanya untukmu; apa yang akan kau korbankan untuk-Ku?
Mengorbankan segalanya untukmu dan untuk keluarga surgawimu, berkat apa yang telah kau korbankan untuk-Ku?
Menanggung segalanya untukmu, penderitaan apa yang kau terima karena-Ku?

Doa:
Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau telah mengutus Tuhan Yesus untuk menanggung dosa-dosaku dan dunia, sehingga keselamatan terwujud bahkan dalam perpisahan dari-Mu yang menyakitkan. Aku memohon tolonglah aku tidak pernah melupakan pengorbanan Kristus yang luar biasa, dan agar aku sering merenungkan: Tuhan telah memberikan nyawa-Nya untukku, apa yang harus kuberikan untuk Tuhan ? Dalam nama Tuhan, Amin.

Refleksi:
Salib adalah khotbah terbesar Yesus:
Tergantung di antara langit dan bumi, menanggung penderitaan hingga kematian;
Memikul dosa-dosa dunia dan menanggung murka Allah Bapa;
Penuhi semua janji dan membuka pintu surga.
Tuhan telah memberikan nyawa-Nya untukku, aku berkorban apa untuk Tuhan?


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 19:24, 28-30, 36

「Menghadapi banyak kesulitan, taat kehendak Bapa: Sudah selesai!」

Oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 19:24, 28-30, 36 [TB])
24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya. Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku. Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: Aku haus! 29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. 30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: Sudah selesai. Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.

Yohanes 19:24, 28, dan 36 tiga kali menyebutkan supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, mengingatkan kita bahwa selama meditasi Jumat Agung, kita tidak sekadar merenungkan penderitaan Yesus dengan saksama tetapi juga memahaminya dari perspektif kemahakuasaan dan kedaulatan Allah. Kita harus merenungkan bagaimana Allah secara ajaib bernubuat, bagaimana Ia menyelesaikan rencana keselamatan-Nya dalam sejarah, dan bagaimana Ia menggenapi nubuat-nubuat-Nya. Meditasi ini dapat mengajarkan kita untuk lebih mempercayai kedaulatan Allah dalam penderitaan dan untuk memahami bagaimana tunduk bekerja di bawah bimbingan-Nya.

Kita dapat merenungkan ketiga ayat ini dengan menggunakan kerangka mengikuti sebab, tanpa sebab, dan melawan sebab. Teolog John Calvin, dalam mengajarkan tentang kedaulatan Allah yang menakjubkan, menunjukkan: Kedaulatan Allah meliputi masa lalu dan masa depan; Dia mengatur segala sesuatu, kadang-kadang beroperasi mengikuti sebab (with means), kadang-kadang tanpa sebab (without means), dan kadang-kadang melawan sebab (against means). (Institutes of the Christian Religion, 1.17.1)

1. Mengikuti sebab mengacu pada tindakan positif kita yang didorong oleh niat baik. Allah secara ajaib menggunakan perbuatan baik kita untuk selaras dengan rencana dan nubuat-Nya. Misalnya, jika Allah ingin membantu seseorang, meskipun kita tidak mengetahui niat-Nya, kita melayani orang itu karena kasih, sehingga menghasilkan kebaikan. 2. Tanpa sebab berarti bahwa suatu peristiwa terjadi sepenuhnya sesuai dengan kehendak Allah, tanpa campur tangan manusia. 3. Melawan sebab mengacu pada tindakan jahat manusia, yang secara terampil digunakan Allah untuk secara tidak langsung mencapai kehendak baik-Nya. Misalnya, dalam Perjanjian Lama, pengkhianatan Yusuf oleh saudaranya sebenarnya memenuhi rencana Allah. Motif Allah bertentangan dengan kejahatan manusia, namun Dia dapat mencapai rencana-Nya melalui kejahatan manusia.

Tindakan para prajurit membagi pakaian Yesus dengan undian adalah melawan sebab (against means); mereka bertindak dengan niat jahat, namun hal itu menggenapi nubuat dalam Mazmur 22:18, Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.

Yesus berkata, Aku haus, yang merupakan mengikuti sebab (with means). Ia jelas akan nubuat tersebut dan taat dengan sukarela mencicipi cuka, sehingga menggenapi nubuat dalam Mazmur 69:21 Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.

Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan adalah tanpa sebab (without means). Para prajurit seharusnya sesuai kebiasaan mematahkan tulang-tulang orang yang dihukum, tetapi karena Yesus sudah mati, mereka tidak melakukannya; nubuat dalam Keluaran 12:46 satu tulangpun tidak boleh kamu patahkan bahwa tulang-tulang Anak Domba tidak akan dipatahkan telah terpenuhi.

Yesus menderita siksaan yang hebat dan tampak tak berdaya, namun Allah sepenuhnya memegang kendali di saat-saat kegelapan. Orang percaya hendaknya merenungkan penderitaan Yesus di saat-saat terendah mereka untuk menemukan dorongan dan harapan: segala sesuatu bekerja bersama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah. (Roma 8:28; lihat Lukas 24:44 Ia berkata kepada mereka: Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.』」)

Kata Yunani Sudah selesai (Tetelestai) hanyalah satu kata, namun kata itu merangkum rencana penebusan Allah yang menakjubkan sejak kejatuhan Adam, yang telah terlaksana melalui Kristus, meliputi perjalanan hidup Yesus dari kelahiran-Nya di palungan hingga penderitaan-Nya di kayu salib. Di balik Sudah selesai terdapat upaya yang berat, pengorbanan yang besar, dan kedaulatan serta kerja Allah yang menakjubkan. Kiranya kita meneladani Yesus dan menjadi mengikuti sebab (with means) sebagai alat ketaatan di tangan Allah.

Doa:
Bapa Surgawi, terima kasih karena kehendak-Mu telah sepenuhnya terlaksana dalam Yesus, yang menyatakan kepada kita, Sudah selesai! Meskipun Ia menanggung banyak kesulitan, Ia menerima mahkota kemuliaan. Berikanlah aku kekuatan untuk bekerja dengan kehendak-Mu, untuk tidak takut akan pengorbanan, untuk tetap menjalankan misi yang Engkau berikan kepadaku, dan untuk menyelesaikan perlombaan yang harus kujalani. Dalam nama Yesus aku berdoa, Amin.

Refleksi:
Yesus yang rela taat pada kehendak Bapa adalah contoh sempurna dari kepercayaan kepada Allah, ketaatan yang setia dalam penderitaan membuka jalan keselamatan bagi dunia. Ketika menghadapi kesulitan, ingatlah bahwa ketaatan kepada Tuhan adalah jalan terbaik, yang membawa sukacita dan kedamaian abadi meskipun dalam kesulitan.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 19:26-27

「Kasih sayang dari atas Salib kepada ibu」

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 19:26-27 [TB])
26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: Ibu, inilah, anakmu! 27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: Inilah ibumu! Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Memikul salib dan menjalankan misi sulit yang diberikan dari Bapa Surgawi, sekaligus memenuhi kewajiban berbakti di dunia, menghadirkan dilema yang sesungguhnya. Renungan ini dibagi menjadi tiga bagian: pertama, melalui himne 〈Kasih sayang dari atas Salib kepada ibu,〉 kita merenungkan perasaan Yesus terhadap ibunya; kedua, kita belajar dari ajaran Yesus tentang bagaimana menghadapi ketegangan antara pelayanan dan kesalehan berbakti; dan ketiga, kita menggunakan contoh untuk menggambarkan perjuangan mereka yang melayani dalam dilema ini, dan mendorong kita untuk lebih aktif memperhatikan keluarga para pelayan Injil.

〈Kasih sayang dari atas Salib kepada ibu〉
Tergantung di kayu salib, menyaksikan ibu yang terkasih dan murid kesayangan; terdengar hati ibu yang hancur, kasih ibu terukir dalam benak.
Sebelum ibu menikah di usia muda, seorang malaikat menampakkan diri kepadanya untuk memberitakan kasih karunia Allah, dan dengan rela menerima tanggung jawab mengandung oleh Roh Kudus, mengalami kesalahpahaman dan hampir diceraikan.
Kasih sayang seorang ibu tak terbatas selama sepuluh bulan; melahirkan dalam kemiskinan, di sebuah palungan. Simeon yang saleh bernubuat, dan hati seorang ibu yang penuh kasih seakan tertusuk pisau.
Sejak kecil di Nazaret, Galilea hidup dalam kemiskinan bersama ibu; mulai memberitakan Injil pada usia tiga puluh tahun, dan sering terpisah dari ibu dan jarang bersama.
Hari-hari penderitaan sangatlah sulit, dan ibu yang penyayang, meskipun patah hati, tetap mengikuti; karena tidak mampu melayani ibu hingga kematian, mempercayakan ibu kepada murid kesayangan untuk melindunginya.
Pesan dari salib menghibur hati ibu dan mendorong orang untuk memenuhi kewajiban berbakti: mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama, mengasihi ibu, mengasihi ayah dan mengasihi keluarga.

Antara pelayanan dan kesalehan anak, Yesus mengajarkan tiga kebenaran yang tak berubah kepada orang tua yang anak-anaknya melayani Allah. Pertama, ketika Yesus berumur dua belas tahun dan tinggal di Bait Suci, Ia berkata, Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku (Lukas 2:42-52), yang menunjukkan bahwa mereka yang melayani Tuhan memusatkan pikiran mereka pada urusan Allah. Kedua, ketika Yesus sedang memberitakan Injil, datanglah ibu dan saudara-saudara-Nya yang mencari Dia, Ia berkata kepada murid-murid-Nya, … siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku (Matius 12:46-50). Mereka yang melayani memiliki kerabat sedarah, tetapi juga memiliki kerabat rohani. Akhirnya, mengenai memikul salib, Yesus berkata, Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku (Lukas 14:26). Mereka yang melayani terkadang harus melepaskan segalanya. Para gembala yang berpengalaman mengingatkan kita bahwa meskipun kita umumnya harus menghargai dan melindungi keluarga kita, dalam masa-masa khusus, Kerajaan Surga harus diutamakan.

Pada saat invasi Jepang ke Korea, pendeta Korea Joo Ki-cheol (1897-1944) mengalami penderitaan dan kemartiran yang luar biasa, dengan teguh mempertahankan imannya dan terus menderita demi Tuhan. Ia pernah berkata, Jika aku ingin mempersingkat waktu penderitaanku, itu akan menjadi dosa yang tak terlukiskan di mata Tuhan yang mati di kayu salib. Dalam khotbah terakhirnya, ia menyampaikan 〈Lima Doa Saya〉: 1. Berilah aku kekuatan untuk mengatasi kematian. 2. Berilah aku kemampuan untuk menanggung penderitaan yang panjang. 3. Berdoa kepada Tuhan untuk ibuku, istriku, dan anak-anakku. 4. Kiranya aku hidup dalam kebenaran dan mati dalam kebenaran. 5. Aku mempercayakan jiwaku kepada-Mu. Anak laki-lakinya mengalami kesulitan setelah ayahnya menjadi martir: Ayahku tidak meninggalkan warisan materi ketika ia menjadi martir, dan keturunan para martir mengalami kelaparan dan kemunduran. Ibuku meninggal dua tahun kemudian, hanya meninggalkan ayat-ayat Alkitab untukku. Medali kemartiran tidak berarti apa-apa bagiku. Aku membenci ibuku karena mencegahku untuk mengambil keuntungan dari nama ayahku, dan aku bahkan menolak gereja, mengembara selama sepuluh tahun. Sampai Tuhan menyelamatkanku lagi, memberiku kasih karunia, dan mengubahku, memungkinkanku untuk melayani Tuhan lagi. Keluarga dari mereka yang telah menanggung penderitaan salib benar-benar mengalami masa-masa sulit.

Sama seperti Yohanes murid Yesus, kita harus memperhatikan dan mendukung keluarga mereka yang melayani, karena mereka bukan hanya keluarga dari para hamba Tuhan yang melayani, tetapi juga merupakan keluarga rohani kita. Kiranya Tuhan membangkitkan lebih banyak hamba yang meniru kesetiaan Kristus sampai mati dan yang menyayangi keluarga mereka yang melayani!

Doa:
Bapa di surga, terima kasih karena Tuhan Yesus di kayu salib sangat mengasihi ibu-Nya dan dengan penuh kasih sayang mempercayakan dia kepada murid-Nya. Ajarkanlah kami untuk menghargai keluarga kami sendiri, dan bangkitkanlah hati kami untuk dengan tulus memperhatikan serta mendukung keluarga para pelayan-Mu. Dalam nama Tuhan kami berdoa, Amin.

Refleksi:
Kita perlu mendorong banyak ibu untuk tetap teguh pada peran berharga mereka: Para ibu, Tuhan telah mempercayakan kepada Anda tugas penting untuk membesarkan anak-anak Anda agar mereka dapat melayani di gereja dan menjadi pelayan Tuhan. Pengabdian Anda kepada keluarga adalah bentuk pelayanan yang paling indah. Pelayanan Anda yang penuh pengabdian akan menghasilkan keturunan yang saleh yang akan melayani Tuhan.

(Lihat Spurgeon: Sekolah Minggu dan Kitab Suci (The Sunday-School and the Scriptures))


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 23:39-43

「Keselamatan karena iman: Yesus dan penjahat yang sekarat」

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 23:39-43 [TB])
39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami! 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. 42 Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. 43 Kata Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Ayat ini menekankan dua hal utama: pertama, seorang penjahat yang sedang sekarat secara terbuka mengakui dosanya dan dengan iman bertobat, sehingga menjadi teladan orang yang mendapatkan anugerah keselamatan; kedua, Yesus sendiri menegaskan kebenaran keselamatan dibenarkan oleh iman, dan menyatakan bahwa siapa pun yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya pasti akan diselamatkan, bahkan pada saat-saat terakhir.

Penjahat narapidana itu, di ambang kematiannya, mengaku bahwa Yesus adalah Kristus, tanpa dosa, dan Raja. Pada saat itu, identitas Yesus sebagai Kristus diejek oleh orang banyak, para prajurit berkata, Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu! Para pemimpin berkata, Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah. Narapidana lain juga mengejek Yesus. Sementara orang banyak tidak percaya, narapidana ini sendirian membela ketidakbersalahan Yesus, mengatakan bahwa Dia tidak melakukan kesalahan apa pun dan menyangkal tuduhan dari otoritas Romawi dan imam besar. Orang percaya ini memiliki keyakinan yang jelas tentang identitas inti Kristus: percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Raja, dan bahwa kerajaan-Nya bukan termasuk kekuasaan duniawi.

Terpidana mati itu, di ambang kematiannya, secara terbuka mengaku dan bertobat, mengakui bahwa eksekusi dirinya dan orang lain adalah hukuman yang adil; sebaliknya, terpidana mati lainnya tetap tidak bertobat, terus mengejek Yesus. Betapa berharganya pengakuan tulus orang percaya ini!

Pertobatan seorang narapidana di ranjang kematiannya menunjukkan kebenaran keselamatan oleh karena iman. Hidupnya dipenuhi dosa, dan ini adalah saat-saat terakhirnya; ia tidak mungkin diselamatkan melalui perbuatan baik, tetapi ia dapat diselamatkan oleh karena iman dan masuk Surga. Kesaksian ini menghibur banyak orang beriman yang sedang sekarat dan keluarga mereka.

Janji Yesus, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus, menegaskan kebenaran pembenaran oleh karena iman. Tidak peduli seberapa dalam dosa seseorang atau seberapa terlambat pertobatannya, selama seseorang benar-benar percaya, ia dapat diselamatkan. Janji ini membawa tiga pengingatan utama:

1. Sifat Injil yang langsung: Sekalipun seseorang percaya kepada Tuhan pada detik menjelang kematiannya, ia dapat masuk surga pada hari itu; tetapi ini tidak mendorong penundaan, karena penundaan itu sendiri adalah ketidakpercayaan.

2. Kepastian Injil: Orang berdosa yang bertobat diselamatkan hanya oleh karena iman, bukan oleh perbuatan setelah iman atau tindakan perbaikan lainnya.

3. Sifat universalitas Injil: setiap orang dapat diselamatkan oleh karena iman, bahkan narapidana hukuman mati yang paling berdosa sekalipun.

Betapa berharganya janji-janji Yesus! Injil-Nya memberkati semua orang!

Doa:
Bapa Surgawi, betapa besar penghiburan yang diberikan oleh janji Tuhan Yesus kepada orang berdosa yang bertobat bahkan yang di ambang kematiannya! Bahwa kita dapat dibenarkan oleh karena iman dan masuk ke Firdaus adalah anugerah besar yang diberikan-Mu secara cuma-cuma. Doronglah kami untuk memanfaatkan setiap saat dalam membagikan Injil, karena kami tahu bahwa kapan pun, siapa pun yang benar-benar bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, dapat diselamatkan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.

Refleksi:
Para murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri, Yudas mengkhianati-Nya, Petrus menyangkal Dia — tidak seorang pun membela-Nya. Hanya orang yang bertobat ini, di ambang kematiannya, yang membela Yesus, membela kesucian dan kemurnian-Nya, percaya bahwa Yesus adalah Kristus. Kesaksian ini sungguh indah: pada saat Kristus paling dipermalukan, ketika Ia sendiri dihukum di kayu salib, penjahat ini memberikan pengakuan yang telah menggerakkan generasi demi generasi. Kiranya Tuhan menganugerahkan kepadaku iman yang teguh yang sama, bahkan sampai mati!

(Lihat Spurgeon: Pencuri yang Sekarat dalam Sudut Pandang Baru (The Dying Thief in a New Light))


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 23:34

「Tujuh kata yang diucapkan di kayu salib telah menggerakkan jutaan orang!」

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

1. Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Lukas 23:34)
2. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. (Lukas 23:43)
3. Ibu, inilah, anakmu! Inilah ibumu! (Yohanes 19:26-27)
4. Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46; Markus 15:34; lihat Mazmur 22:1)
5. Aku haus! (Yohanes 19:28)
6. Sudah selesai. (Yohanes 19:30)
7. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. (Lukas 23:46)

Tujuh kata yang diucapkan Yesus di kayu salib dikenal sebagai Tujuh Firman Salib, yang mencakup tujuh tema: pengampunan, keselamatan, kasih, penderitaan, kebutuhan, pencapaian, dan kepercayaan. Renungan ini membimbing kita dalam meditasi melalui dua himne terkenal.

Himne Johann Böschenstein (1472-1539) : Ketika Yesus Digantung di Kayu Salib (Da Jesus an dem Kreuze stund). Dalam himne tersebut, Aku haus dan meninggalkan Aku tercantum sebagai perkataan keempat dan kelima secara berurutan.
1. Yesus Kristus tergantung di kayu salib, hati terluka dan tubuh penuh rasa sakit. Dalam penderitaan yang luar biasa, Ia meninggalkan tujuh firman. Pada Jumat Agung, mennggenapi karya keselamatan, nama-Nya akan dipuji oleh manusia sepanjang masa.
2. Mengampuni musuh; meskipun menderita penghinaan, hati tetap teguh; tetap mengasihi dan berdoa kepada Bapa Surgawi. Apa yang Ia lakukan tidak diketahui orang lain; mengajarkan kita untuk mengasihi musuh kita.
3. Mengingat rahmat Tuhan, perampok bertobat dan memohon, rahmat Tuhan dilimpahkan kepada semua orang: ikut dengan-Ku hari ini untuk menikmati kebahagiaan surgawi di Firdaus.
4. Ia mengucapkan tiga kata untuk menyatakan kasih kepada ibu-Nya, kasih ibu di dekat salib, dan mempercayakan ibu terkasih kepada murid kesayangan-Nya: memberitahu sang ibu bahwa ia adalah anakmu; memberitahu sang murid bahwa ia adalah ibumu.
5. Empat kata yang tertinggal adalah sebuah nubuat: bekas paku itu tak tertahankan, mulut kering dan hati lelah, Tuhan berseru Aku haus; dihina dan merasakan cuka.
6. Memakai sebuah mazmur untuk dibacakan: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Beban hutang dunia ini berat, tetapi hanya Tuhanlah yang menanggungnya sendirian.
7. Enam firman Tuhan pada mulanya adalah satu, yang menginspirasi semua orang berdosa. Firman kudus Tuhan bergema di seluruh dunia. Tuhan turun ke bumi untuk mewujudkan keselamatan, dan Dia berseru sebelum kematian-Nya.
8. Firman ketujuh adalah firman perpisahan dari dunia, firman terakhir, Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Tirai gelap langit dan bumi telah terkoyak: Engkau menjadi Anak Domba, Engkau menggenapkan keselamatan!
9. Tuhan yang menderita ditinggikan, tujuh firman suci terukir di hati, merasakan kasih Tuhan dan menikmati rahmat-Nya, menempuh jalan yang sempit dan rahmat-Nya menyertai kita, hingga kita mencapai kehidupan kekal dan menikmati kebahagiaan abadi.

Puisi terkenal Kaisar Kangxi, 〈Ode untuk Salib,〉 ditulis pada masa pencariannya akan kebenaran Tuhan dan termasuk dalam edisi baru Pujian Universal.
Keutamaan salib telah terlaksana, darah mengalir seperti sungai, dan rahmat sungai seratus kaki mengalir dari barat. Tubuh terkoyak, pada tengah malam di empat penjuru terpencar, murid-Nya membelakangi tiga kali dan ayam jantan berkokok.
Lima ribu cambukan merobek kulit hingga sedalam satu inci; dua pencuri digantung terpisah sejauh enam kaki; tragedi itu mengguncang delapan alam dan mengejutkan sembilan tingkatan; setelah tujuh kata diucapkan, semua roh menangis.
Puisi ini menggambarkan Yesus yang mewujudkan keselamatan, menumpahkan darah di kayu salib, menanggung berbagai cobaan dan cambukan, tubuh-Nya dipenuhi luka, dan disalibkan bersama dua pencuri. Baris terakhir, Setelah tujuh kata itu, semua roh menangis, mengungkapkan makna tujuh kata Yesus, mengguncang semua orang dan menunjukkan kasih agung yang menganugerahkan keselamatan.

Tujuh Kata Yesus dari Salib mengungkapkan kasih dan anugerah yang tak terbatas, mencatat kisah pribadi-Nya tentang rasa haus dan penderitaan-Nya, dan hati-Nya yang menakjubkan di tengah penderitaan yang mendalam: mengampuni musuh-musuh-Nya, menyelamatkan seorang pencuri yang bertobat, kasih kepada ibu-Nya yang berduka, mengalami perpisahan dari Allah Bapa, dan akhirnya menyatakan Sudah selesai! Sudah selesai menandakan penyelesaian karya keselamatan, dari inkarnasi-Nya ke dunia yang dingin dan acuh tak acuh, kehidupan-Nya dalam menolong dan membimbing manusia, menderita ketidakadilan dan penganiayaan, bahkan kematian-Nya di kayu salib, dan akhirnya kembali kepada Allah Bapa. Tujuh Kata dari Salib menghibur kita selamanya: dengan setiap perenungan, anugerah Tuhan tampak jelas di hadapan mata kita! Mengingat penderitaan Tuhan, menghargai anugerah-Nya, dan melayani Tuhan adalah berkat terbesar!

Doa:
Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau telah mengutus Anak-Mu untuk menjadi manusia dan menanggung segala penderitaan demi menggenapkan keselamatan bagi manusia. Berikanlah aku kekuatan untuk dengan rela memikul salibku dan dengan setia melayani-Mu hingga akhir hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Refleksi:
Tuhan, ajarkanlah kepadaku misteri rohani ini:
Jalan ke bawah adalah jalan ke atas.
Kerendahan hati adalah kemuliaan.
Yang hancur rusak disembuhkan,
roh yang menyesal dibebaskan menjadi roh yang sukacita,
hanya melalui pertobatan dapat meraih kemenangan.
Tidak memiliki apa pun, namun memiliki segalanya.
Memikul salib itu seperti mengenakan mahkota.
Memberi berarti menerima.
Lembah kekelaman menjadi tempat penyingkapan.
(Merujuk pada doa tradisional kaum Puritan Lembah Penglihatan (The Valley of Vision))


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.