Tag Archives: Goncangan Hidup

11 April 2019 ● Kamis Minggu Kelima Pra Paskah

Berjuang demi Kekudusan … Allah kita adalah api yang menghanguskan

Ibrani 12:14-29
14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 16Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.
18 Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, 19 kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, 20 Sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: “Bahkan jika binatang pun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu.” 21 Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: “Aku sangat ketakutan dan sangat gementar.” 22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, 23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel.
25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga? 26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” 27 Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. 28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Renungan

Dunia yang kita tinggali saat ini menawarkan banyak godaan yang tidak suci untuk memikat kita dari kehidupan yang disucikan untuk Tuhan: pornografi dan pelacuran yang mudah diakses, gaya hidup pribadi yang berlebihan, berjudi dalam banyak bentuk dan tempat, mungkin bahkan menyamar dengan lapisan kehormatan. Tetapi bukan hanya pencobaan tidak bermoral yang berusaha untuk menggoda kita. Kita tergoda oleh cara-cara dunia. Cara dunia melakukan hal-hal yang berbeda jauh dengan cara Tuhan, tetapi begitu banyak dari kita memilih cara dunia dalam bisnis dan bahkan dalam Gereja. Kadang-kadang cara kita berurusan dengan staf gereja, misionaris dan pendeta, cara kita membuat keputusan, cara kita merencanakan, tidak ada hubungannya dengan rahmat atau Tuhan.

Perikop hari ini mengakui bahwa di Gereja, ada orang-orang yang gagal mendapatkan anugerah Allah. Orang-orang ini mungkin ada di gereja pada hari Minggu, mungkin bahkan melayani di pelayanan, tetapi mereka tidak mengenal Tuhan Yesus. Mereka tetap berada di luar Kerajaan-Nya.

Bahkan di dalam umat Tuhan, mereka yang mengenal Tuhan, mungkin ada “akar kepahitan” yang menyebabkan pertikaian dan menyebarkan racun. Misalnya, satu pemimpin gereja dapat menjelek-jelekkan pemimpin lain atau gereja lain, atau membuat klaim yang dirancang untuk mempromosikan diri sendiri atau gerejanya sambil meremehkan gereja lain. Orang-orang mungkin tampak suci dari luar, tetapi di dalam batin mereka tidak suci dan mereka membahayakan Gereja secara keseluruhan. Bisakah mereka melanjutkan apa yang mereka lakukan?

Perikop hari ini mengingatkan kita bahwa kita sudah menjadi warga “Kerajaan yang tidak dapat digoyahkan!” Kerajaan ini diperintah oleh Yesus Hakim yang adil yang akan membuat segalanya menjadi benar, yang akan mengguncang bumi dan langit. Sebagai warga negara Kerajaan ini dan sebagai pihak yang akan menghadapi Hakim yang benar ini, kita harus berjuang untuk kekudusan, menjadi kudus seperti Allah kita yang adalah kudus. Tuhan mengijinkan kita untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya. Jadi kita perlu mengejar kekudusan, itu tidak berjalan dengan mudah. Tidak mudah dengan adanya godaan dunia ini.

Tetapi hidup kudus itu, persembahan tubuh kita, itulah ibadah kita yang dapat diterima berkenan. Apa lagi yang dapat kita tawarkan?

Doa

Ya Tuhan, Bapa surgawi, saya tahu bahwa saya kadang-kadang tersesat. Saya tidak selalu memilih cara-Mu. Saya tahu Engkau ingin saya menjadi lebih baik, menjadi suci. Jadi tolonglah saya berjuang demi kekudusan, agar saya tidak menolak Engkau atau cara-Mu, agar saya bersyukur karena menerima Kerajaan yang tidak dapat digoyahkan. Biarkan saya tidak terguncang oleh cara-cara dunia ini. Tetapi biarkan saya menjadi suci, seperti Engkau adalah kudus.

Tindakan
Pertimbangkan apakah ada bagian dari hidup Anda yang tidak kudus dan bertobatlah! Tinggalkan semua kehidupan tidak sesuai moral dan tanyakan pada diri sendiri apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi lebih suci.

Oleh
Rev Dr Chiang Ming Shun
Dean of Students and Lecturer in Church History
Trinity Theological College