「Siapakah Juruselamat yang Benar? Siapakah yang Kita Beritakan?」
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Luk. 2:8-20 [ITB])
8Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10Lalu kata malaikat itu kepada mereka: 「Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.」
13Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14「Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.」
15Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: 「Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.」 16Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Kita telah membicarakan identitas Kaisar Agustus dan makna yang dibawakannya, ia terlihat seperti adalah juruselamat dan raja pembawa damai sejahtera. Dalam perikop hari ini, kita dapat lebih lanjut merenungkan bagaimana Ia yang lahir di palungan yang diumumkan melalui gembala kambing yang hanya memiliki identitas biasa, Dialah Sang Juruselamat dan Raja pembawa damai yang sesungguhnya yang benar.
Sebuah keadaan nyata, sesungguhnya merupakan perkara yang tidak mudah hendak melakukan perbandingan antara Agustus kaisar sebuah kerajaan yang memiliki kuasa besar politik dan militer dengan Yesus yang kelahiran-Nya rendah Sang Juruselamat yang sungguh benar. Bagi orang Yahudi zaman itu, ini sesungguhnya merupakan perkara yang membuat sulit dalam aspek apapun, mengakui dan memberitakan bahwa Tuhan Yesus barulah Sang Juruselamat, merupakan topik pembicaraan yang sangat sensitif, kapan saja bisa mendatangkan bencana dibunuh. Sebagian orang Yahudi lebih baik memilih 「hidup aman tenang」 sebagai pandangan hidup, memiliki tradisi menganggap tabu untuk menyebutkan janji Allah dalam Perjanjian Lama bahwa akan ada seorang raja akan membawakan pembaruan kebangkitan dan penyelamatan. Tetapi pada saat yang sama, sebagian orang Yahudi yang lain dengan sungguh-sungguh menjaga janji Allah, percaya semua penggenapan anugerah keselamatan pasti akan sungguh terjadi, oleh karena itu lahir organisasi ekstrim seperti kelompok Zelot.
Lukas sebagai orang Kristen abad 1 juga sebagai penulis Alkitab, berada di antara dua ekstrim ia benar-benar mencari pintu keluar, untuk memahami sifat khusus Kristus sebagai Juruselamat. Orang Kristen abad 1 dari dahulu tidak pernah menghindari kebenaran Yesus sebagai Juruselamat dan Raja damai sejahtera yang sesungguhnya (lihat Luk. 2:11, 13), mereka memakai tindakan besar Kaisar Agustus dan melalui perbandingan menjelaskan siapa yang merupakan Sang Penyelamat yang sungguh benar. Ini membuat kita percaya bahwa orang Kristen abad 1 dengan setia mengumumkan pengakuan iman bahwa Yesuslah yang merupakan Raja yang sungguh benar, mereka tidak kehilangan keberanian kepada pemerintah Romawi sehingga tidak berani membuka mulut dan memberitakannya. (Bandingkan para gembala dan orang Kristen abad 1 yang membuka mulut. Juga dengan Zakharia yang menjadi bisu.)
Oleh karena itu, dalam pengalaman para gembala dengan malaikat, terdapat begitu banyak topik tentang Mesias yang sangat mirip dengan Yesaya 11:1-7 (klik di sini untuk membacanya) 「sinar yang bercahaya」, 「sukacita」, 「melihat kemuliaan Allah」, 「kelahiran bayi」, 「keturunan Daud」, 「Kerajaan damai」 dll. Dapat dilihat bagi Lukas, kelahiran Yesus benar-benar merupakan penggenapan tradisi Perjanjian Lama raja Daud memegang kuasa. Ia penulis Alkitab tidak karena dalam lingkungan yang sulit menghindari atau tabu, malah sebaliknya melalui perikop Perjanjian Lama, dengan tulus membuktikan Dia yang 「sungguh benar」.
Militer atau kuasa politik tidak merebut menggantikan rencana penebusan Allah, berita kesukaan besar diumumkan para gembala (bukan diberitakan melalui orang terhormat dan yang memiliki kuasa) untuk menjelaskan pemahaman: ketaatan anak dara Maria dan ketulusan para gembala merupakan syarat yang harus dimiliki orang yang menerima anugerah keselamatan, dan bukan dengan kekuatan militer mencapai titik ujung penebusan. (Sekali lagi juga menegaskan keselamatan bukan didapatkan dengan usaha kekuatan kita.)
Doa: mohon Tuhan menolong kita, tidak karena nama dan keuntungan diri saya sehingga lupa memberitakan Allah, memberitakan Anak Kekasih-Nya yang merupakan Raja yang sungguh benar, Tuhan atas kehidupan. Juga memohon belas kasih Tuhan menolong kita, tidak memakai nama Tuhan sebagai alasan untuk menggenapkan pemikiran diri sendiri, sebaliknya dengan rendah hati dan tulus menjalankan kehendak Tuhan yang istimewa.