Tag Archives: Anak Domba

Yohanes 1:29

「Anak domba Allah」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:29 [ITB])
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 「Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia

Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia

Yohanes menyebut Yesus adalah Anak domba Allah — kita semua terbiasa dengan istilah rohani domba, jadi marilah hari ini kita merenungkan sebutan domba Allah.

Dalam bahasa aslinya Yunani, Anak domba Allah (ὁ ἀμνὸς τοῦ θεου ho amnos toú theos) dapat memiliki beberapa arti yang berbeda: Anak domba milik Allah (the Lamb belongs to God), Anak domba yang diberikan oleh Allah (the Lamb given by God).

Menurut Injil Yohanes, Domba Allah adalah menghapus dosa dunia, oleh karena itu, ini memiliki arti pengorbanan dalam Perjanjian Lama, dan juga menanggapi Yesaya 53 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya(Yesaya 53:7), TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, …(Yesaya 53:10) Oleh karena itu, domba ini berasal dari Allah, milik Allah, dan juga merupakan korban penghapus dosa yang dianugerahkan oleh Allah.

Namun, kita jangan lupa bahwa perikop ini juga menanggapi pengantar teologis di Injil Yohanes pasal 1: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Domba ini bukanlah korban yang di luar Allah, tetapi pada saat yang sama Domba ini adalah Allah sendiri. Oleh karena itu, Domba Allah bukan sekadar pemberian dari Allah, melainkan Allah sendiri! Jadi, Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia, apa yang dilihat orang bukan hanya pekerjaan Allah, tetapi juga Allah sendiri – ini adalah kedatangan Jalan Allah.

Melalui kematian Domba Allah, dosa dihapus. Di sini, Injil Yohanes juga mengungkapkan arti dari domba penghapus dosa – domba bukan sekadar menanggung dosa, tetapi sepenuhnya menghapus dosa (take away). Selain itu, walau ada terjemahan yang secara fungsional sebagai dosa manusia dunia, terjemahan literalnya adalah τὴν ἁμαρτίαν τοῦ κόσμου (tín amartia toú kosmos) adalah dosa dunia . Oleh karena itu, domba menghapus dosa bukan hanya dosa individu, tetapi dosa seluruh dunia: dosa komunitas, dosa struktural, dosa sistem sosial masyarakat, dan dampak dosa terhadap dunia.

Oleh karena itu, meskipun Injil Yohanes mengutip kata dasar terkait persembahan korban di Perjanjian Lama, itu jauh melampaui konsep Perjanjian Lama Domba Allah, Allah Sendiri, yang datang ke dunia. Kemudian, dosa dunia akan dihapuskan. Ini bukanlah sekadar korban penghapus dosa yang sederhana, tetapi perjumpaan agung dan kedatangan kasih Allah atas dunia (Yohanes 3:16).

Renungkan:
Sejarah dunia adalah korban penghapus dosa yang radikal menyeluruh. Persembahan korban penghapus dosa ini tidak hanya terjadi pada peristiwa di atas salib dua ribu tahun yang lalu. Perjumpaan antara Allah dengan dunia — inkarnasi Sang Firman menjadi manusia, kebangkitan pembaruan, mengalami rekonsiliasi, dan ciptaan baru semuanya terjadi. Dengan wawasan ini, bagaimana kita memahami dunia yang kita hadapi saat ini?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Wahyu 19:1-10

「Rubuh Pelacur, Pengantin Diberkati」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 19:1-10 [ITB])
1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita, 2 sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.
3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya.
4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: Amin, Haleluya.
5 Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!
6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. 7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. 8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
9 Lalu ia berkata kepadaku: Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. Katanya lagi kepadaku: Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.
10 Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.

Kita sebelumnya telah melihat tiga nyanyian ratapan (ayat 9-10, 11-17a, 17b-19) , dan dalam perikop kemarin kita melihat kontras antara kesedihan dan sukacita (ayat 18:20-24), tetapi belum melihat pujian sukacita. Namun, setelah sampai pembacaan ayat-ayat hari ini, kita melihat lagu nyanyian sukacita (ayat 7), lagu ini jauh dari lagu berkabung di pasal 18. Dalam lagu ini, ada empat kali Haleluya (ayat 1, 3, 4, 6), yang setara dengan terpujilah TUHAN dalam bahasa Ibrani, frasa yang sudah kita kenal dengan baik. Kata ini diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani Haleluya hanya muncul empat kali dalam Perjanjian Baru, dan semua hanya dalam paragraf ini. Oleh karena itu, lagu pujian dari paragraf ini adalah satu-satunya himne Haleluya dalam Perjanjian Baru.

Kita dapat dengan jelas menemukan dua alasan untuk memuji Tuhan dari dua sub-bagian dalam paragraf ini. Paragraf pendek pertama adalah ayat 1-4, di sini dikatakan bahwa penghakiman Allah atas pelacur besar itu benar dan adil karena ia merusakkan dunia dengan percabulannya (ayat 2a). Ini adalah alasan untuk menerima salah satu dari pujian di atas, yaitu dosa Babel dan digulingkannya Babel. Paragraf pendek ini memiliki frasa Haleluya di awal, di tengah, dan di akhir, sangat memiliki melodi suasana kemenangan. Memang benar bahwa ketika dosa dihakimi dan orang teraniaya diselamatkan, menanglah kebenaran keadilan. Oleh karena itu, beberapa sarjana menerjemahkan keselamatan menjadi kemenangan, dan sehingga lagu ini dimulai demikian: Haleluya! Kemenangan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita (ayat 1b, misal terjemahan fungsional ERV)

Paragraf pendek berikutnya adalah ayat 5-8, mengatakan alasan lain untuk memuji Allah: Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja (ayat 6). Ini dapat dikatakan sebagai gambaran awal bagi teks selanjutnya, pasal 19 memang berbicara tentang Tuhan akan datang kembali, yaitu Kerajaan Allah diwujudkan sepenuhnya pada hari-hari terakhir. Dalam literatur Yahudi, pesta pernikahan adalah simbol dari kedatangan Kerajaan Mesianik; di sini Wahyu menggunakan pengantin wanita untuk mewakili umat milik Mesias, mewakili hubungan dekat antara gereja dan Kristus, dan juga mengajarkan kita bahwa di dunia hendaklah hidup sebagai yang dipisahkan untuk disucikan, setia tidak mendua hati, ketika Tuhan datang kembali, sudah mempersiapkan diri dan bertemu dengan Tuhan (ayat 7). Pada saat itu, orang-orang kudus akan dianugerahkan dengan rahmat: memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih (ayat 8). Kostum orang-orang kudus berbeda demikian besar dari diri pelacur besar! (Why. 17:4 perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. )

Dari pembacaan teks sebelumnya hingga paragraf ini, kita selalu melihat kontras perbandingan yang berbeda: rubuh ditunggangbalikkan, pahala; pelacur, pengantin; kenajisan percabulan, tindakan kebenaran suci; ratapan, lagu Haleluya. Serangkaian perbandingan ini menunjukkan satu hal: yang benar dan yang salah, adalah hal yang dapat diidentifikasikan serta dibedakan dengan jelas; apakah saya tahu bagaimana membedakan yang bagus dan yang buruk, yang baik dan yang jahat, dan membuat pilihan yang tepat dari antara keduanya? Dunia saat ini menjadi semakin rumit, sehingga banyak orang merasa bahwa hitam dan putih itu abu-abu kabur dan tidak ingin membedakan mana yang benar dan yang salah. Namun, penghakiman Allah adalah adil dan benar (ayat 2), Ia akan menghakimi dengan kebijaksanaan tertinggi dan standar yang adil! Maka marilah kita memilih untuk menjadi umat yang kudus, mempersiapkan gereja seperti mempelai wanita, untuk menunggu Tuhan datang kembali, untuk bertemu dengan Tuhan, dan untuk menghadiri perjamuan kawin Anak Domba yang penuh bahagia (ayat 9).

Renungkan:

Dalam Perjanjian Lama, frasa terpujilah TUHAN (Yahweh) muncul terutama dalam Mazmur, sekitar dua puluh kali. Coba periksalah kitab Mazmur dan renungkan, apa alasan mengapa pemazmur memuji TUHAN?

Mengenal kebenaran Allah bukan berarti memainkan peran sebagai Allah untuk melaksanakan kebenaran keadilan. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. (Yakobus 1:20) Tetapi bagaimana saya menghidupi kebenaran keadilan Allah dalam kehidupan saya?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.