Tag Archives: Surat Efesus

Efesus 2:1-3

「Mati karena dosa」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:1-3 [ITB])
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Dalam teks bahasa aslinya ketiga ayat ini secara tata bahasa merupakan kalimat yang tidak lengkap, hanya mengandung satu objek langsung (direct object) yakni 「kamu」 dan sederet deskripsi terhadap objek ini. Oleh karena itu, terjemahan Mandarin CUV secara fungsional mencuplik kata kerja di ayat 5 dan menempatkannya di ayat ini dengan harapan dapat mengungkapkan makna kalimat dengan lebih jelas (CUV Kamu mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu, Dia menghidupkan kamu). Tetapi ini mengurangi penekanan teks bahasa asli tentang situasi kita sebelum kita percaya kepada Yesus Kristus. Sifat keterpisahan yang ada di sini membuat pembaca dengan lebih jelas dan kuat menghadapi situasi orang percaya sebelum diselamatkan, dan juga menjadi kontras dengan kuasa besar yang dialami orang percaya seperti yang disebutkan di teks di pasal sebelumnya.

Dalam ayat 1 Paulus pertama-tama menunjukkan bahwa keadaan orang sebelum percaya adalah mati. Makna dasar kematian adalah dipisahkan dari kehidupan atau keterpisahan dari orang yang hidup, sedangkan kematian rohani melambangkan keterpisahan dari kehidupan dalam Allah, orang-orang yang belum percaya meskipun masih hidup di dunia, namun mereka menjauh dari rancangan yang diciptakan Allah dan tidak dapat bersekutu dengan Allah.

Paulus menunjukkan bahwa penyebab kematian kita adalah pelanggaran dan dosa kita. pelanggaran (παράπτωμα paraptoma) bisa berarti kegagalan mencapai standar, dan dosa (ἁμαρτία amartia) bisa berarti tersandung atau pengkhianatan terhadap jalan yang benar. Dua kata yang pada dasarnya sinonim digunakan di sini untuk mengungkapkan, bukan untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif, tetapi untuk memperkuat penekanan. Kedua kata ini menunjukkan bahwa ketika seseorang masih hidup dia tidak dapat melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Dua kata ini berbentuk jamak, artinya ini tidak merujuk dosa sebagai semacam kekuatan atau sifat manusia, tetapi mengacu pada kejahatan aktual yang dilakukan oleh orang.

Ayat 1 menekankan bahwa kita berada dalam keadaan mati, sedangkan ayat 2 adalah tinjauan tentang cara hidup kita dalam keadaan ini. Kamu hidup di dalamnya mengacu pada gaya hidup, tujuan, dan apa yang ditampilkan oleh kita. Ini bukan untuk mengatakan bahwa sebelum percaya kepada Tuhan, tingkah laku orang itu penuh dengan kejahatan, tetapi bahwa seluruh gaya hidup manusia didominasi oleh kuasa istiadat yang memusuhi Allah, dan mereka hidup di bawah kendali kuasa tersebut.

Di akhir ayat 2, Paulus menunjukkan bahwa kekuatan yang mengendalikan hidup orang-orang yang belum percaya ini adalah roh jahat yang bekerja di hati orang-orang durhaka saat ini. Orang durhaka ini mungkin merujuk pada orang-orang Yahudi yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus, karena setelah ini Paulus kembali menggunakan kata ganti orang pertama bentuk jamak dan menunjukkan bahwa kami adalah sama dengan mereka, dahulu sama-sama patut menerima amarah dan hukuman Allah. Di akhir ayat 3, Paulus menggambarkan keadaan yang sepatutnya diterima setiap orang, yakni sama seperti mereka yang lain, kata yang lain (οἱ λοιποί hoi loipoi) ini adalah kata yang digunakan oleh orang Yahudi untuk menggambarkan orang non Yahudi, dengan makna diskriminatif, tetapi di sini digunakan untuk menunjukkan keadaan yang sama yang akan diterima oleh orang Yahudi dan orang non Yahudi dalam dosa mereka.

Penyampaian Paulus secara sederhana ini dapat dikatakan merupakan rangkuman surat Roma pasal 1 – 3, menunjukkan bahwa dunia telah berdosa dan tidak memuliakan Allah, di dalamnya termasuk orang Yahudi dan orang non Yahudi, tidak ada perbedaan, mereka semua sama membutuhkan keselamatan Allah dalam anugerah.

Renungkan:
Semua orang hidup dalam dosa dan di bawah kuasa dosa sebelum mereka percaya kepada Tuhan Yesus, mereka semua tanpa perbedaan sama-sama patut menerima penghakiman Allah.

(Tambahan penerjemah: apa yang patut kita, Anda dan saya lakukan sebagai orang yang sudah percaya, yang sudah menerima anugerah keselamatan dan yang sudah menerima pembenaran pengudusan, yang bukan orang mati lagi?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:19-23 (2)

「Kepala dari segala yang ada」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:19-23 [ITB])
19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Di kalimat penutupan doa ucapan syukur dalam surat Efesus ini, disebutkan bahwa Allah menjadikan segala sesuatu tunduk di bawah kaki Yesus Kristus, ini adalah penggenapan tertinggi setelah kebangkitan Yesus dari kematian dan naik ke surga, jauh lebih tinggi melampaui semua pemerintah dan penguasa. Kematian Yesus Kristus tidak hanya menyelesaikan karya keselamatan dan pengampunan dosa orang-orang yang beriman kepada-Nya, tetapi juga menggenapkan rencana Allah dalam penciptaan dunia dan membawa kerajaan-Nya datang.

Dalam ayat 1:22-23, Paulus menggunakan hubungan antara kepala dan tubuh sebagai metafora. Ada orang beranggapan bahwa kepala adalah gambaran atas sumber, segala sesuatu berasal dari Yesus Kristus, tetapi teks sebelum dan sesudah (konteksnya) sarat dengan tema dan gambaran tentang otoritas kerajaan Allah, sehingga seharusnya kepala adalah simbol kedaulatan.

Di akhir ayat 1:22, Paulus menunjukkan bahwa Yesus Kristus menjadi Kepala dari segala yang ada adalah bagi Gereja. Yesus Kristus telah bangkit dari kematian, dan Dia pada diri-Nya sendiri memang adalah Kepala segala sesuatu, tetapi Paulus ingin orang percaya melihat bahwa Yesus Kristus adalah untuk dan juga mewakili Gereja menjadi Kepala dari segala sesuatu. Dengan kata lain, identitas Yesus sebagai Kepala dari segala yang ada bukanlah untuk diri-Nya sendiri, Dia ingin Gereja menjadi pemenuh rencana penciptaan Allah.

Dalam 1:22, Paulus menggunakan istilah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus (ὑπέταξεν hupotaxen) takluk di bawah kaki-Nya, yang mungkin mencerminkan berita dari Mazmur 8:6-8 (… Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya …), yang menunjukkan bahwa rencana Allah bagi manusia dalam ciptaan telah digenapi di dalam Yesus Kristus. Ketika Allah menciptakan dunia, Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yang berarti bahwa manusia harus memiliki sifat-sifat Allah di dunia ini, dan dia harus mengatur segala sesuatu yang diciptakan di dunia atas nama Allah, tetapi setelah manusia berdosa, dia kehilangan kemampuan tata kelola tersebut. Yesus Kristus Sang Firman yang datang menjadi manusia dan menggenapkan keselamatan, sehingga rencana awal Allah bagi manusia semuanya digenapi di dalam Yesus Kristus. Karena karya penebusan Yesus Kristus, mereka yang beriman kepada-Nya di bawah kepemimpinan-Nya akan mampu memenuhi rencana Allah dalam penciptaan.

Terakhir, Paulus menunjukkan bahwa Gereja adalah tubuh Kristus dan memiliki hubungan kehidupan yang tidak terpisahkan dengan Yesus Kristus. Dalam Injil Yohanes, Yesus menggunakan hubungan antara pokok anggur dan ranting untuk membandingkan hubungannya dengan murid-murid-Nya, ini mirip dengan metafora di sini menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya tersambung di dalam Yesus Kristus, dan di dalam Kristus telah menjadi tanda identitas orang beriman. Lebih lanjut Paulus menunjukkan bahwa gereja Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Kalimat ini juga bisa diterjemahkan sebagai dipenuhi oleh Dia Sang Pemenuh segala sesuatu. Kata kepenuhan Dia (πλήρωμα pleroma) dalam Kolose 1:19 dan 2:9 (Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan), semuanya mengungkapkan tentang semua kelimpahan dalam kehidupan di dalam Yesus Kristus, menunjukkan bahwa Yesus Kristus memiliki keilahian yang sempurna, oleh karena itu, Sang pemenuh segala yang ada ini adalah sifat Allah yang berkelimpahan, bukanlah semacam kualitas yang ada di dalam segala yang ada. Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus, adalah cabang yang tidak terpisahkan dari pokok anggur Yesus, kita harus menjadi wakil-Nya di dunia dan menampilkan kemuliaan Allah sebagai terang bagi dunia.

Renungkan:
Puji syukur kepada Allah kita, kita percaya bahwa kerajaan-Nya akan digenapi di dalam Yesus Kristus, dan kita harus menjadi saksi atas kemuliaan-Nya dan memuji perbuatan-Nya.

(Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus, adalah cabang yang tidak terpisahkan dari pokok anggur Yesus Kristus, kita harus menjadi wakil-Nya di dunia dan menampilkan kemuliaan Allah sebagai terang bagi dunia. Pikirkan satu bentuk konkrtet dengan cara apa atau dalam hal apa Anda hendak merealisasikannya?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:19-23

「Kuasa besar kebangkitan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:19-23 [ITB])
19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Dalam Efesus 1:19-21, Paulus menunjukkan kepada kita bahwa orang beriman harus bisa mengetahui kuasa besar Allah yang dinyatakan di antara kita, terutama ayat 20-21 menunjukkan bahwa ini adalah fokus penting dari iman kita. Karena yang dialami oleh Yesus Kristus dan karya yang Ia selesaikan adalah dasar dari seluruh iman Kristen, gereja ada serta keberadaan gereja dibangun di atas dasar yakni kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati.

Kuasa Yesus Kristus dalam kehidupan orang percaya adalah sangat besar luas dan tak terbayangkan. Paulus di ayat 19 menggunakan serangkaian kata untuk dengan sangat tegas mengungkapkan kuasa yang luar biasa ini. Kata pertama dalam deretan ini betapa hebat (ὑπερβάλλω huperballo, KJV exceeding) dalam terjemahan Mandarin LuZhenzhong menggunakan ekspresi betapa melampaui (transenden) untuk menerjemahkan arti kata ini. Kata ini muncul tiga kali dalam surat Efesus dan diterjemahkan sebagai melimpah-limpah dalam 2:7, menggambarkan Yesus Kristus sebagai kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah, dalam 3:19, dijelaskan bahwa kasih Yesus Kristusmelampaui pengetahuan manusia, tidak dapat diukur dengan pengetahuan manusia. Semua penggunaan ini juga hendak mengungkapkan bahwa kuasa Allah yang dinyatakan pada diri orang beriman demikian luas besar, tetapi bahkan melampaui luas besar. Di paruh kedua ayat ini, Paulus menggunakan tiga kata yang semuanya merupakan ekspresi tentang kuasa yang besar, bekerja menurut kuat kuasa-Nya (ITL). Kata bekerja (ἐνέργεια energeia) dapat diartikan sebagai daya, fungsi, dan efek, lebih menekankan pada efek aktual; kuasa (κράτος kratos) lebih diterjemahkan sebagai kedaulatan atau kekuasaan; dan kekuatan (ἰσχύς ischus). Paulus secara bersamaan menggunakan ketiga kata yang bertumpangan ini, sangat jelas juga memiliki fungsi penekanan, agar pembaca merasakan bahwa kuasa Allah yang dinyatakan di antara orang-orang beriman adalah demikian besar tidak ada yang menandingi.

Ayat 20-21 memberikan contoh tentang kekuatan kuasa besar yang tak tertandingi ini. Meskipun sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana besar kuasa Allah itu, kita dapat melihat dalam diri Yesus Kristus kuasa kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Kebangkitan itu sendiri berada di luar imajinasi kita. Manusia tidak pernah bisa mengalahkan kekuatan maut. Kebangkitan Yesus dari antara orang mati adalah keajaiban sejarah, dan bahkan Dia naik kembali ke surga serta duduk di sebelah kanan Allah Bapa, nama Kristus melampaui semua kekuatan dan kuasa yang ada di bumi maupun langit. Oleh karena itu, kebangkitan Yesus Kristus bukan hanya sekadar pertunjukan kekuatan kuasa yang bersifat satu kali, tetapi karena peristiwa sejarah ini menyingkapkan bahwa kerajaan Allah digenapi di dalam Yesus Kristus.

Kemampuan untuk memahami kebangkitan Yesus Kristus tidak hanya untuk mendapatkan pengetahuan di dalam otak pikiran, tetapi untuk mengetahui bahwa ada Juruselamat yang dapat diandalkan dalam kehidupan kita (hidup yang memiliki makna). Tidak peduli situasi apa yang kita hadapi, kita dapat mengetahui bahwa karena Dia hidup, maka kita dapat hidup bersandar kepada Dia untuk menghadapi segala macam tantangan dalam hidup kita.

Renungkan:
Yesus Kristus yang hidup, adalah batu penjuru iman kita. Karena Dia hidup, maka orang yang percaya kepada Dia bisa menghadapi jalan hidup yang sesak.

(Tambahan penerjemah: betapa hebatnya Allah bekerja dengan penuh kuasa melalui Kristus Yesus di dalam diri kita orang percaya, kuasa yang bekerja menurut kuat kuasa-Nya, kuasa kebangkitan dari kematian, berdaulat penuh kuasa melampaui segala kekuatan yang ada di langit dan di bumi. Kuasa Allah yang dinyatakan dalam diri dan hidup kita sepatutnya menjadi dasar diri saya mengalahkan ketakutan, kepahitan, rendah diri, kesombongan, …


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:17-18

「Mengenal Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:17-18 [ITB])
17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus

Seperti yang kita katakan dalam renungan sebelumnya, makna dasar dari paragraf ini mungkin untuk mengungkapkan rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan Allah kepada kita. Walau tidak ada petunjuk lebih lanjut di ayat 17, tetapi ada sebuah kata kunci dalam ayat 18. Dalam doa ucapan syukur ini, Paulus menggunakan bentuk perfect participle untuk mengungkapkan bahwa Allah menjadikan mata hatimu terang (πεφωτισμένους pephōtismenous), menerangi mata hatimu. Secara umum, bentuk perfect tense mengekspresikan hasil dari tindakan lampau, jikalau di sini adalah berdoa meminta kepada Allah untuk menerangi mata hati orang percaya, maka seharusnya yang digunakan adalah bentuk infinitive participle bukan perfect tense. Namun di sini yang dipakai justru adalah bentuk perfect tense, maka dua frasa ini lebih memiliki makna sebagai doa ucapan syukur bahwa Allah Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang mulia, telah memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal-Nya, Ia telah menjadikan mata hatimu terang, sehingga kamu mengerti apa pengharapan Dia memanggil kamu, dan betapa melimpahnya kemuliaan milik pusaka-Nya (bagian yang ditentukan) di antara orang-orang kudus

Di bawah interpretasi ini, kita dapat melihat keterkaitan yang lebih erat dengan konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya). Dalam pemilihan-Nya, Allah melalui wahyu yang berkelimpahan hikmat, memungkinkan kita untuk mengerti keselamatan yang digenapkan di dalam Yesus Kristus. Mengerti yang sungguh tentang Allah tentu memiliki kepastian dari pengertian ini, bukanlah seperti yang diusung oleh Gnosticism sesat abad kedua. Selain itu, telah ditunjukkan dalam ayat 1:11-14 bahwa ketika seseorang percaya, maka akan menerima Roh Kudus sebagai meterai, dan meterai ini adalah bukti atas pengharapan yang didapatkan dalam panggilan kita, dan di ayat 1:7-10 kita juga telah melihat bahwa di dalam keselamatan dalam Yesus Kristus, ketika kegenapan waktunya tiba Allah akan menjadikan segala sesuatu baik yang di surga dan di bumi semuanya dipersatukan di dalam Kristus, menjadi milik pusaka-Nya yang kaya melimpah dan mulia.

Hasil interpretasi ini tidak berarti bahwa kita tidak perlu lagi berdoa untuk ini, tetapi dalam doa ini kita menjadi lebih beriman. Jika kita percaya bahwa ini adalah apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dan bahwa Dia telah melakukan hal-hal ini untuk kita, maka kita tahu pasti bahwa ini adalah kehendak Allah. Meskipun kita mungkin belum sepenuhnya memahaminya dalam perjalanan hidup, tetapi kita bisa memastikan dan yakin ini adalah arah pertumbuhan rohani kita yang Allah inginkan.

Allah sudah memberikan Roh Kudus tinggal di dalam kita, dan berjanji bahwa Roh Kudus akan membawa kita ke dalam kebenaran, kita harus berjalan di dalam Roh dan sering mempelajari firman-Nya yang sudah Ia wahyukan. Saat membaca Alkitab, berdoa, dan melaksanakan ajaran Allah dalam anugerah-Nya, dan menghayati (menghidupi) kebenaran Alkitab dalam komunitas kita, juga melalui perubahan hidup kita, kita juga makin mengalami pekerjaan Allah yang mulia di antara kita.

Renungkan:
Terima kasih Tuhan, kami tidak lagi mencari misteri Allah dalam kegelapan, tetapi di bawah wahyu kebenaran Yesus Kristus, kami tahu harapan kami dan memahami kehendak Bapa. Semoga kita belajar untuk patuh, hidup sesuai dengan bimbingan Bapa Surgawi kita, dan memenuhi misi-Nya.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:15-16

Mengucap syukur karena kamu

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:15-16 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku

Paragraf sebelumnya menaikkan puji-pujian atas anugerah Allah, maka di dua ayat ini beralih menaikkan ucapan syukur kepada Allah bagi orang-orang percaya. Kunci memahami kedua ayat ini adalah berdasarkan pengenalan kita akan ayat 16, beberapa terjemahan mengungkapkan tindakan mengucapkan syukur dan berdoa dalam ayat 16, namun tidak secara jelas menunjukkan hubungan antara kedua tindakan tersebut,sehingga banyak orang yang memandang isi ayat 17-23 sebagai isi doa, akibatnya inti dari ucapan syukur kepada Allah jadi hilang.

Meskipun kata kerja utama di ayat 16 adalah tidak berhenti, tindakan tiada henti ini secara teori dapat mencakup dua tindakan yang diungkapkan dalam bentuk partisip (mengucap syukur; berdoa), tetapi karena dalam bahasa aslinya tidak ada kata penghubung antara kedua partisip (lihat KJV Cease not to give thanks for you, making mention of you in my prayers, tidak ada kata dan), maka akan terlalu dipaksakan jika kedua tindakan itu dipandang sama-sama tercakup sebagai tindakan-tindakan tiada henti yang dilakukan Paulus. Penjelasan yang lebih mungkin adalah menerjemahkan partisip berdoa sebagai klausa waktu, bahwa saat Paulus berdoa untuk mereka, dia tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada Allah atas mereka.

Penjelasan ini mempengaruhi kita memahami isi ayat 17-23, karena jika dua ayat ini dipandang bahwa titik beratnya terutama berisi ucapan syukur Paulus, maka perikop berikut (ayat 17-23) otomatis juga merupakan isi dari ucapan syukur tersebut (tambahan penerjemah: bukan hanya merupakan isi dari doa Paulus), oleh karena ini adalah tindakan yang Allah lakukan bagi orang-orang percaya. Tentu saja garis batas antara mengucapkan syukur dan berdoa terkadang kabur, karena meskipun Allah sudah memberikan anugerah, kita belum tentu memiliki pemahaman yang utuh tentang apa yang Allah berikan kepada kita, perlu mengalaminya selangkah demi selangkah dalam kehidupan yang konkret. Oleh karena itu, mengucapkan syukur dan berdoa memang pada dasarnya tidak bisa dipisahkan.

Sebelum menuliskan tentang mengucapkan syukur, Paulus terlebih dahulu mengungkapkan alasan ia mengucapkan syukur kepada Allah, adalah karena telah mendengar iman dan kasih mereka. Surat Efesus bukanlah surat situasional, mungkin saat yang sama juga merupakan surat terbuka untuk gereja-gereja lain, jadi di sini bukan menunjukkan bahwa Paulus mendengar kabar khusus tentang jemaat ini, tetapi secara umum menunjukkan bahwa dia mengetahui kondisi rohani mereka. Di satu sisi, mereka menunjukkan iman mereka kepada Yesus Kristus, yang mencerminkan bahwa mereka dengan benar memahami dan menerima Injil Yesus Kristus serta berpegang pada Injil firman kebenaran; di sisi lain, mereka menunjukkan kasih kepada semua orang kudus, menunjukkan bahwa mereka memiliki kehidupan umat Allah, menyadari bahwa mereka termasuk dalam komunitas ini dalam Yesus Kristus, dan satu sama lain merupakan anggota tubuh.

Iman dan kasih bisa dikatakan sebagai ciri khas umat Kristiani. Iman mereka terhadap Yesus Kristus sebagai pengakuan identifikasi mereka dalam komunitas orang kudus. Kolose 1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus ditulis pada masa yang sama juga mencerminkan bahwa Paulus memang menyatukan iman dan kasih. Artinya, Paulus percaya bahwa mereka yang percaya dan menerima Yesus Kristus juga harus menerima dan mengasihi semua orang yang merupakan milik Kristus.

Renungkan:
Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus, Allah telah mengubah sifat hidup kita dan memanggil kita untuk menjadi umat-Nya bersama dengan orang-orang percaya lainnya. Kiranya kita dapat mencerminkan perubahan yang dibawa oleh anugerah ini nyata dalam hidup kita. (Percaya dan menerima Yesus Kristus juga harus menerima dan mengasihi semua orang yang merupakan milik Kristus)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:11-14 (2)

「Jaminan atas bagian yang dijanjikan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:11-14 [ITB])
11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga, karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu, di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Setelah meninjau ulang kehendak Allah di antara orang-orang percaya Yahudi, Paulus di ayat 1:13-14 beralih kepada orang-orang percaya non-Yahudi. Dalam teks bahasa aslinya, ayat 1:13 dimulai dengan frasa preposisi, untuk memperkenalkan kamu (jamak) yang berada di dalam Kristus, tetapi kata ganti orang kedua jamak ini tidak akan muncul sampai bagian terakhir dari ayat ini barulah muncul lagi sebagai subjek. Antara subjek dan kata kerja, diselipkan dua partisip yang menggambarkan kondisi subjek dan juga ditambahkan kalimat penjelas, dapat dikatakan merupakan deskripsi yang sangat memadai tentang identitas kamu (jamak)ini.

Pertama, Paulus menunjukkan bahwa mereka telah mendengar firman kebenaran, mereka awalnya tidak mengenal Allah, tetapi karena seseorang mengabarkan kebenaran firman Allah kepada mereka, barulah mereka memiliki kesempatan untuk diubahkan hidup mereka. Paulus segera menambahkan dan menjelaskan bahwa firman kebenaran ini adalah Injil yang menyelamatkan mereka. Dalam situasi abad pertama, Paulus dan para rasul di gereja mula-mula harus membayar harga yang mahal, bahkan nyawa, untuk bisa mengabarkan ajaran Injil ke dunia mereka saat itu, agar orang-orang non Yahudi yang ada di mana-mana dapat mendengar firman kebenaran ini, dan orang non Yahudi tidak hanya secara pasif mendengar Injil, tetapi setelah mendengar juga menanggapi dengan percaya sebagai respons. Ketika Paulus saat mengungkapkan iman keyakinannya itu, ia mengulangi frasa yang digunakan di awal ayat ini, yang bisa diterjemahkan sebagai di dalam Dia percaya kepada-Nya, RCUV atau BIMK secara eksplisit menunjukkan kalian percaya kepada Yesus Kristus, dengan tepat mengungkapkan makna tersebut. Dengan kata lain, orang percaya tidak hanya percaya pada kebenaran, tetapi di bawah bimbingan firman kebenaran ini, mereka percaya kepada Pribadi Yesus Kristus.

Paulus menunjukkan bahwa orang percaya non-Yahudi setelah mendengar dan percaya, menerima Roh Kudus yang dijanjikan sebagai meterai. Dalam kehidupan sehari-hari, meterai berarti menyegel suatu benda, di satu sisi menunjukkan dan menjamin keaslian objek tersebut, dan di sisi lain juga berarti dapat dihantar sampai ke tujuan secara utuh dan baik. Orang percaya menerima meterai Roh Kudus, itu adalah konfirmasi dari identitas kita dan juga menunjukkan harapan kita untuk masa depan.

Ayat 1:14, Paulus lebih jauh menunjukkan persatuan antara orang percaya non Yahudi dan Yahudi. Tanda meterai yang diperoleh orang-orang percaya non-Yahudi karena iman mereka kepada Yesus Kristus, pada saat yang sama orang-orang Yahudi percaya juga merupakan tanda atas jaminan bagian dari Allah. Dalam Perjanjian Lama, meskipun Allah tidak mencurahkan Roh Kudus kepada seluruh umat Israel, kita dapat melihat bahwa Allah campur tangan dalam sejarah Israel melalui Roh-Nya, dan juga para nabi di bawah bimbingan Roh Kudus Allah menyampaikan wahyu Allah, agar orang Israel menyadari bahwa mereka adalah umat Allah dan menantikan hari penebusan di masa depan. Dari sini dapat diketahui bahwa meskipun prosesnya berbeda, secara urutan waktu ada yang terlebih dahulu dan kemudian, baik orang Yahudi maupun non Yahudi sama-sama bisa menjadi orang yang ditebus oleh Allah dengan beriman kepada Yesus Kristus, sehingga kemuliaan Allah dipuji oleh karena kita.

Renungkan:
Merupakan anugerah bahwa kita memiliki kesempatan untuk mendengarkan Injil. Tolong mengingat ulang bagaimana Anda mendengar Injil untuk pertama kalinya dan bersyukur kepada-Nya atas kasih karunia yang Dia tunjukkan kepada Anda.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:11-14

「Terlebih dahulu telah menaruh harapan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:11-14 [ITB])
11 Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan–kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
13 Di dalam Dia kamu juga, karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu, di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Setelah dalam teks sebelumnya ia menunjukkan pemilihan Allah dan keselamatan oleh Yesus Kristus, maka selanjutnya di Efesus 1:11-14, kita melihat himne pujian Paulus, di keempat ayat ini tema beralih berbicara tentang warisan bagian yang dijanjikan yang akan didapatkan orang percaya. Paragraf ini juga dengan jelas dibagi menjadi dua bagian, melalui ungkapan dengan kata ganti orang yang berbeda. Bagian 1:11-12 menggunakan orang pertama we (kita atau kami), sedangkan bagian 1:13 berubah menggunakan orang kedua you (kamu sekalian), dan akhirnya 1:14 beralih kembali menggunakan we (Catatan penerjemah: we dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai kita atau kami, beberapa bahasa tidak ada perbedaan eksplisit, sehingga harus dipahami dari konteks pembicaraan, perlu digali lebih jauh dalam setiap kata we apakah yang dimaksudkan kami atau kita). Di dalam penulisan, orang pertama jamak dapat digunakan untuk beberapa tujuan: yang pertama, orang pertama jamak we ini untuk mewakili dirinya sendiri, tapi yang dimaksud di surat ini bukanlah pengalaman unik Paulus sendiri; yang kedua, orang pertama jamak we untuk mewakili penulis dan rekan kerja, tetapi kitab Efesus tidak secara jelas menunjuk kepada Paulus bersama rekan kerja; penggunaan ketiga dari we ini adalah untuk mengekspresikan penulis bersama penerima, menunjukkan bahwa ini adalah pengalaman mereka bersama; dan mungkin ada penggunaan keempat dalam surat Efesus. Gagasan persatuan sudah muncul secara implisit di teks di atas, meskipun hanya setelah ayat 2:11 barulah kata kamu sekalian secara jelas ditujukan kepada pembacanya yang adalah orang percaya non-Yahudi, bahwa mereka dan orang percaya Yahudi berbagi identitas yang sama di dalam Tuhan Yesus Kristus. Karena konsep persatuan sudah muncul secara implisit di teks sebelumnya (ayat 10 … mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu …) sehingga perubahan kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua dapat mencerminkan hubungan antara orang percaya Yahudi dan non-Yahudi.

Ayat 1:11-12 menunjukkan bahwa we mendapat bagian di dalam Yesus Kristus, lalu dijelaskan bahwa we yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus. Kata sebelumnya ini bisa merujuk pada sejarah kronologi perkembangan gereja: dalam perjalanan misi yang kedua Paulus hanya tinggal sebentar di Efesus, dan di perjalanan misi ketiganya barulah benar-benar membangun iman mereka, jadi di bagian ini kata we mungkin merujuk sebagai kami yakni orang-orang yang lebih dahulu telah percaya kepada Yesus Kristus lebih awal dibandingkan orang-orang Efesus, terutama orang percaya di Yerusalem dan Yehuda. Tetapi kata sebelumnya ini lebih cenderung merujuk pada tahapan dalam sejarah keselamatan Allah. Orang-orang percaya Yahudi bukanlah menaruh harapan mereka pada Kristus setelah mereka percaya kepada Yesus, tetapi dalam sejarah mereka sudah senantiasa menantikan kedatangan Kristus Juruselamat, hanya saja setelah Yesus Kristus menggenapkan keselamatan, barulah mereka dapat memperoleh bagian mereka di dalam Dia.

Perhatikan juga ayat 11 frasa menerima bagian (menerima warisan)(ἐκληρώθημεν eklērōthēmen) dapat diartikan sebagai menjadi warisan. Artinya orang-orang Yahudi ini telah ditentukan sebelumnya oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya, di satu sisi, mereka menjadi umat Allah, dan di sisi lain, mereka juga mendapatkan bagian yang dijanjikan Allah. Hal terpenting yang bisa didapat seseorang di hadapan Allah bukanlah benda-benda pemberian-Nya, bukan pertolongan yang didapatkan dalam hidup, tetapi hubungan dengan diri-Nya. Hal yang paling berharga adalah dipilih oleh Allah untuk menjadi umat-Nya.

Ayat 1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya mengulang tema 1:6 Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya, yakni semua orang-orang pilihan Allah akan menjadi menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya (kami maupun kita). Begitu seseorang mengalami anugerah Allah, dia harus mencerminkan kemuliaan anugerah ini dalam hidupnya.

Renungkan:
Meskipun kita bukan Yahudi, kita perlu memuji kemuliaan Allah atas anugerah yang diberikan Allah kepada mereka dalam sejarah.

Tambahan penerjemah:
Dalam bahasa Indonesia, setiap kata we harus diterjemahkan secara eksplisit sebagai kami atau kita. Terjemahan bahasa Indonesia: BIMK, BISH, IMB, ISH, FAYH untuk ayat 1-14 semua memakai kata kita, yang bisa berarti kami (tidak mencakup pendengar) atau kita (mencakup pendengar), sehingga harus dipahami lebih mendalam sesuai teks sebelum dan sesudahnya, memperkaya kita dengan cara lebih literal di poin ini.
Namun perhatikan juga ITB atau VMD memiliki tahapan perubahan yang sangat jelas sehingga mudah melihat peralihan berjenjang di dalam Efesus 1:1-14, mempermudah kita menikmati keindahan Firman Allah ini.

(Efesus 1:4-6, 11-14) [ITB]
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya

11 Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan, kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya, 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

13 Di dalam Dia kamu juga, karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu, di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Aplikasi:
1. ITB memiliki jenjang 「kita」, 「kami」, 「kamu」, 「kita」, bacalah versi BIMK atau BISH (klik untuk membaca online) yang hanya menggunakan jenjang 「kita」, 「kamu」, 「kita」, bandingkan dan resapi keindahan perbedaan kekayaan dua versi.
2. Renungkan, walau dibandingkan mereka, kita lebih belakangan, namun kita pun telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Ayat 4, 5 「Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya」, Allah telah memilih kita jemaat di Indonesia, bukan hanya jemaat Efesus, Paulus, jemaat Yerusalem yang lebih dahulu.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:6b-10 (2)

「Sesuai dengan rencana kerelaan-Nya」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:6b-10 [ITB])
6b … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Efesus 1: 8b-10 beralih fokus dari karya yang dilakukan oleh Allah di dalam Sang Putra Allah yang terkasih, dari perubahan identitas setiap pribadi orang beriman, berpindah fokus kepada pengaruh universal atas alam semesta. Dalam penggunaan Paulus, kata mystery (KJV) (μυστήριον musterion, ITB sebagai rahasia, ayat 9) bukanlah dimaksudkan sebagai misterius sama sekali tidak dapat diketahui, tetapi mengacu pada sesuatu yang tersembunyi sementara dan pada akhirnya akan terungkap, tetapi dalam proses penyingkapannya, harus diperlukan tindakan intervensi wahyu oleh Allah, rahasia ini bukanlah yang dapat dikuakkan dan dapat dipahami oleh seseorang dengan kepandaian dan kebijaksanaan. Oleh karena itu, sangat jelas di sini bahwa kita dapat mengetahui rahasia kehendak Allah karena Dia telah menyelesaikannya dengan segenap hikmat dan kebijaksanaan-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak indah-Nya sendiri.

Oleh karena itu di satu sisi kita perlu rendah hati, karena mengetahui kehendak Allah bukanlah milik kita sendiri; di sisi lain kita dapat memiliki iman keyakinan, karena Allah ingin kita mengetahui rahasia kehendak-Nya, Dia pasti menyatakan apa yang harus kita ketahui di dalam wahyu-Nya (lihat ayat 8). Kita bisa memahami kehendak Allah dengan mempelajari Alkitab.

Tuhan yang kita percaya adalah Allah yang memberikan wahyu-Nya, Ia tidak menyembunyikan kehendak-Nya, tetapi Ia memberikan penerangan kepada kita pada waktu dan cara Dia. Ayat 10 dengan jelas mengungkapkan isi rahasia ini, yaitu, sesuai pengaturannya, ketika kegenapan waktu saatnya tiba, maka segalanya, baik yang di sorga maupun yang di bumi dipersatukan oleh Dia di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah akan membawa semua ciptaan-Nya pada suatu keadaan terakhir. Dipersatukan(ἀνακεφαλαιόω anakephalaio) pada dasarnya memiliki makna membuat kesimpulan, lihat Roma 13:9 jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul (ἀνακεφαλαίομαι anakephalaiomai) dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!』」 . Makna yang diungkapkan oleh kata ini adalah semua sudah terrangkum masuk dalam satu kalimat, yang menunjukkan bahwa ini adalah hasil akhirnya. Di luar Alkitab, kata ini hanya muncul dalam perdebatan filosofis, digunakan untuk menggambarkan kesimpulan akhir. Terjemahan Mandarin RCUV dapat mencerminkan makna akhir kesimpulan total (總歸), yakni semua hal yang beragam, termasuk langit, bumi, dan yang lainnya, semuanya termasuk dalam ringkasan akhir, yaitu, semuanya harus masuk di dalam Yesus Kristus (Tambahan penerjemah: kata mandarin 總歸 memiliki makna: menjadi milik, masuk di dalam, diringkas masuk di dalam, pada akhirnya).

Namun ada beberapa terjemahan Alkitab, karena akar dari kata ini memiliki makna kepala, memahami bahwa segala sesuatu akan berada di bawah Yesus Kristus Sang kepala pemimpin (misal ITB atau BIMK… mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu …, bandingkan ITL … mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus, baik barang yang di surga …). Jika segala sesuatu terrangkum dipersatukan ke dalam Yesus Kristus, Dia tentunya juga harus menjadi kepala pemimpin dari segalanya, oleh karena itu, meskipun kata tersebut dalam penggunaannya tidak secara langsung mengungkapkan arti kepala pemimpin, tetapi dapat dilihat dari teks sebelum dan sesudahnya bahwa itulah yang akan digenapkan saat tiba waktunya sesuai pengaturan yang dipersiapkan. Maka, ini jelas mencerminkan kedaulatan Yesus Kristus, dan makna Dia sebagai kepala, juga sejalan dengan konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya).

Renungkan:
Dunia saat ini sedang kacau tidak tahu arahnya, tetapi semua yang kacau tidak berarah ini semua akan menjadi satu di dalam Yesus Kristus. Ini adalah pengharapan kita.

(Tambahan Penerjemah: Misteri indah yang hanya dipahami dan diimani oleh orang Kristen, karena Allah menyingkapkan kepada kita, bahwa Yesus Kristus akan menjadi Kepala atas segala sesuatu. Pemahaman atas misteri tersebut dapat direalisasikan dalam kehidupan bersatu dengan Allah saat di dunia ini, tidak perlu menunggu kelak, karena saat ini, kita sudah ditebus, dsucikan dan sudah dipersatukan ke dalam Kristus, Dia adalah Kepala. Pikirkanlah efek apa yang seharusnya nampak dalam pikiran dan perbuatan kita? Ketakutan? Tipu muslihat? Kekejaman? Kasar? Atau …)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:6b-10

「Anugerah Penebusan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:6b-10 [ITB])
6b … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Efesus 1:6b-8 melanjutkan uraian tentang anugerah pemilihan Allah di dua ayat sebelumnya, kedua ayat ini menjelaskan bagaimana anugerah ini digenapkan. Pemilihan dan menentukan kita dari semula adalah keputusan kehendak, tetapi anugerah Allah bukan sekadar instruksi Maha Tinggi-Nya, namun keselamatan yang dicapai melalui pengorbanan Dia, Sang Putra Allah yang dikasihi-Nya.

Di sini Paulus menggunakan dua kata kerja khusus untuk menggambarkan apa yang Allah lakukan dalam anugerah-Nya. Dalam ayat 6, dia menunjukkan bahwa anugerah ini dikaruniakan (ἐχαρίτωσεν echarítosen) oleh Allah di dalam Sang Putra Allah yang dikasihi-Nya. Kata ini pada dasarnya berarti dianugerahkan, tetapi karena di dalam teks sebelum dan sesudahnya digunakan kata-kata yang berkaitan dengan kasih karunia, dan akar kata itu sendiri juga anugerah, cara penggunaan kata seperti ini memiliki efek penegasan, menunjukkan bahwa itu dianugerahkan dalam kasih karunia. Maka versi Mandarin RCUV menerjemahkan sebagai diberikan secara cuma-cuma (juga ASV freely bestowed), dengan tepat mencerminkan makna dari pemberian anugerah ini.

Dalam ayat 7 dan 8, Paulus menunjukkan bahwa keselamatan yang kita terima adalah menurut kekayaan kasih karunia-Nya dengan berkelimpahan dianugerahkan kepada kita. Kata kerja Yunani dilimpahkan (περισσεύω perisseuo) digunakan di sini untuk mengungkapkan bahwa apa yang Allah anugerahkan itu sangat berkecukupan melimpah, seperti mata air yang menyembur melimpah, yang sangat penuh dan berlipat ganda turun kepada orang-orang yang beriman.

Dari penggunaan kedua kata kerja ini, ditambah uraian yang kaya tentang anugerah ini, kita dapat melihat bahwa Paulus ingin pembaca merasakan secara mendalam bagaimana Allah melimpahkan anugerah kepada kita.

Di tengah ayat 7 lebih jelas ditunjukkan bahwa kasih karunia ini bukan karena hasil usaha kerja kita, tetapi melalui pengorbanan Sang Putra Allah yang terkasih, penebusan dicapai dengan harga korban darah dan nyawa-Nya. Penebusan keselamatan dalam Perjanjian Lama adalah konsep yang sangat dikenal oleh orang Israel, mereka pernah menjadi budak di Mesir, tetapi mereka ditebus diselamatkan dari kendali perbudakan Mesir dan menjadi umat yang mendapatkan perjanjian dengan Allah. Mereka mengingat ini setiap Paskah dan melihat kembali kepada anugerah keselamatan Allah.

Terjemahan RCUV hanya mengungkapkan setengah dari arti ayat ini, mungkin mencerminkan bagian penting dari ayat ini, menunjukkan bahwa keselamatan ini dicapai melalui darah Sang Putra Allah yang terkasih. Keselamatan harus membayar harga, dan keselamatan yang kita butuhkan bukan yang hanya bersifat politik dan sosial, karena kita telah jatuh ke dalam kuasa dosa oleh sebab pelanggaran kita, dan perlu membayar harga penebusan, yaitu, Putra Allah yang terkasih Yesus Kristus berkorban di kayu salib demi kita dan dengan darah-Nya yang ditumpahkan memulihkan kita. Ini adalah pesan yang jelas hendak ditekankan dalam ayat ini. Namun di awal ayat ini, ada dua kata (ἐν ᾧ) dan tidak terlihat jelas dalam terjemahan RCUV. Preposisi ini memiliki dua kemungkinan arti, yang satu adalah di dalam dirinya bersifat relasional, dan yang lainnya melalui Dia bersifat instrumental. Terjemahan RCUV (lihat juga BIMK, ISH karena melalui Anak-Nya), mungkin menekankan makna instrumental, menggabungkannya dengan frasa lain oleh darahnya menjadi satu ekspresi, namun akibatnya mengabaikan penebusan yang sering ditunjukkan dalam Perjanjian Baru. Sebenarnya, terdapat makna persatuan dengan Yesus Kristus (perhatikan ITB … yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan …). Dengan kata lain, keselamatan yang kita terima bukan hanya pengampunan dosa kita melalui darah Yesus Kristus, tetapi juga pengampunan atas dosa-dosa kita karena kasih karunia-Nya dan masuk di bawah nama-Nya (dipersatukan dengan Dia).

Renungkan:
Anugerah yang kita terima diberikan secara cuma-cuma dan berkelimpahan sepenuhnya kepada kita oleh Allah di dalam Kristus, sehingga dosa-dosa kita bisa diampuni, dan kita berada di dalam Tuhan. Kiranya kita menghargai identitas ini.

(Tambahan Penerjemah: carilah 1 atau 2 contoh bagaimana kita menghargai identitas ini dan apa bentuk konkret yang terlihat dalam tindakan kita yang menyatakan bahwa kita ini sudah bersatu dengan Yesus Kristus dan hidup yang berada di dalam Dia?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:4-6a

「Pemilihan di dalam Yesus Kristus」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:4-6a [ITB])
4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Ayat 4 dalam terjemahan ITL atau CUV dimulai dengan sebagaimana (καθὼς kathos) atau KJV according as, menunjukkan bahwa konten setelah ayat ini adalah contoh dari berbagai berkat rohani dari Allah di ayat 3. Peran dari contoh-contoh ini, di satu sisi adalah untuk menunjukkan isi dari berkat-berkat rohani, di sisi lain menjelaskan mengapa Allah layak dipuji. Oleh karena itu, dalam terjemahan RCUV atau ITB kata sambung ini sebagai sebab, merupakan pemahaman yang masuk akal.

Alasan pertama untuk menaikkan pujian adalah bahwa Allah telah memilih kita di dalam Kristus. Dalam Perjanjian Baru kata kerja ini hanya muncul dalam bentuk kata kerja pasif atau middle voice (terkait pada diri pelaku sendiri, the subject both performs and receives the action expressed by the verb), menurut penelitian modern atas tata bahasa Yunani, kata-kata yang demikian mungkin memang sudah memiliki makna bahwa tindakan tersebut terkait diri pelaku. Dan dari ayat sebelum dan sesudahnya memberikan petunjuk yang jelas bahwa Allah memilih adalah karena demi kerelaaan kehendak-Nya sendiri (Tambahan penerjemah: bukan karena alasan dari luar diri Allah, misal perbuatan baik orang). Paulus juga lebih jauh menunjukkan bahwa pemilihan ini dilaksanakan sebelum dunia dijadikan, di satu sisi, ia menunjukkan bahwa pemilihan adalah mendahului waktu (sebelum waktu ada), di sisi lain, itu juga menunjukkan bahwa pemilihan ini terlepas dari semua kemungkinan faktor eksternal dan sejarah, lebih jelas bahwa ini adalah hasil dari kedaulatan Allah (sama sekali tidak dipengaruhi unsur apapun).

Pemilihan ini terjadi di dalam Kristus. Kita dapat melihat dari tulisan-tulisan Paulus bahwa frasa ini ia gunakan dalam cakupan yang luas, yang dapat mencakup makna peran perantara, ruang lingkup kejadian, pengakuan identitas dan sebagainya. Di sini, arti dari aspek-aspek ini semuanya dapat terkandung dalam frasa ini: kita dipilih adalah melalui Yesus Kristus dalam peran-Nya sebagai perantara, dan kita juga dipilih dalam ruang lingkup hubungan persatuan dengan Kristus, dan penggenapan pemilihan ini adalah karena kita percaya telah menerima keselamatan-Nya, pengakuan atas identitas Kristus dan menjadi milik Kristus.

Selanjutnya, Alkitab menggunakan klausa infinitif (kata kerja dasar yang belum mengalami perubahan bentuk) untuk menunjukkan tujuan Allah dalam memilih kita supaya kita …, ketika tujuan tindakan Allah dibahas dalam Alkitab, sering kali membawa unsur buah / hasil, karena kehendak Allah pasti tercapai, dan apa yang hendak dicapai dari kehendak Allah ini adalah menjadi kudus dan tak bercacat. Kedua kata ini dalam Perjanjian Lama biasanya digunakan dalam deskripsi persembahan korban, yang menunjukkan bahwa orang yang mempersembahkan korban atau korban itu kudus dan tak bercacat, dapat berkenan kepada Allah. Dalam Perjanjian Baru, frasa ini digunakan untuk menggambarkan Kristus (Ibrani 9:14; 1 Petrus 1:19), atau menunjuk pada gereja yang berdiri di hadapan Allah pada hari-hari terakhir (Efesus 5:27; Yudas 24; Wahyu 14:5), meskipun di sini juga bisa merujuk pada hasil akhir, tetapi lebih cenderung merujuk pada kekudusan yang dikejar orang percaya dalam hidup mereka.

Frasa dalam kasih dianggap sebagai bagian dari ayat 5 dalam terjemahan ITB ataupun Mandarin CUV, dan menjadi penyebab pemilihan dan ketetapan sebelumnya dari Allah. Tetapi karena pemilihan Allah itu sendiri merupakan pemilihan dalam kasih, maka memasukkan frasa ini pada ayat 5 sebenarnya ini tidak diperlukan. Sebaliknya, KJV, Mandarin CNV atau Indonesia IMB atau VMD meletakkan frasa ini di ayat 4, dan juga RCUV (dengan pemahaman yang sedikit berbeda). Mandarin CNV agar kita karena kasih, di hadapan-Nya menjadi kudus, tak bercacat menganggapnya sebagai penjelasan tambahan antara pemilihan Allah dan tujuan-Nya, menunjukkan bahwa Allah menjadikan kita kudus dan tak bercacat di hadapannya karena kasih; sedangkan Mandarin RCUV menganggap frasa ini sebagai bagian dari tujuan agar kita di hadapan-Nya menjadi kudus, tak bercacat, penuh kasih, menunjukkan bahwa Allah tidak hanya ingin menyucikan kita, tetapi juga ingin kita memiliki kasih di antara kita, hal ini tampaknya lebih sejalan dengan tema persatuan di Efesus.

Ayat 5 lebih lanjut menunjukkan bahwa tindakan pemilihan Allah adalah keputusan kehendak, adalah buah hasil dari kehendak-Nya, menentukan dari semula (KJV: predestinated) orang percaya menjadi anak-anak Allah. Kita menjadi anak Allah, bukan sifat natural kelahiran kita, tapi Allah akrena menerima kita sehingga kita mendapatkan bagian menjadi anak Allah (υἱοθεσίαν huiothesia) , kata ini pada dasarnya adalah tindakan hukum, merujuk pada orang yang awalnya bukan anak diangkat sebagai penerima warisan. Oleh karena itu, kita dapat memiliki pengharapan masa depan di dalam Kristus, dan identitas pengharapan ini sekarang telah ditegakkan dengan pasti.

Terakhir, di ayat 6, Paulus sepertinya menggunakan refrain dari sebuah himne pujian untuk memanggil pembaca, berseru kepada kita untuk menaikkan segala pujian kepada Allah karena kemuliaan kasih karunia Allah.

Renungkan:
Sebagai anak-anak Allah, bagaimana kita menanggapi kasih karunia yang telah kita terima?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.