Tag Archives: Surat Efesus

Efesus 3:1-3

「Dipenjarakan untuk kamu」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:1-3 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

Efesus 3:1 jelas merupakan awal dari sebuah paragraf baru, sebelumnya berbicara tentang perubahan status orang percaya non-Yahudi beralih untuk berdoa bagi mereka. Namun setelah ayat ini, tiba-tiba beralih berbicara tentang jabatan tugas dan rahasia yang diterima Paulus, dan terus sampai ayat 14 baru beralih kembali ke isi doanya. Paulus ingin kita menggunakan doanya bagi orang percaya non-Yahudi sebagai dasar untuk paragraf ini, yang akan kita ingat dalam pemikiran kita beberapa hari mendatang. Meditasi renungan hari ini hanya di ayat pertama yang merupakan bagian pembukaan ini.

Doa adalah fokus penting dari Efesus pasal 1 – 3. Paruh pertama dari pasal 1 merupakan doa pujian, dan paruh kedua pasal 1 memaparkan doa yang merupakan inti utama dalam pertumbuhan kehidupan rohani orang percaya; isi pasal 2 bisa dikatakan merupakan penjelasan atas doa di pasal 1 sehingga pembaca memahami harapan panggilan yang telah kita terima.; dan doa di pasal 3 tampaknya mengarah pada misi dan tugas orang percaya.

Doa adalah respons orang beriman terhadap sifat Allah dan pekerjaan Allah, dalam doa kita, kita menyatakan pengenalan kita akan Allah, menegaskan ketergantungan kita pada-Nya, dan menegaskan pengakuan atas tujuan hidup dan pelayanan kita.

Dalam terjemahan Mandarin CUV ayat 3:1 secara fungsional menambahkan frasa berdoa untuk kamu sekalian yang sebenarnya tidak terdapat teks bahasa aslinya (bandingkan terjemahan ITB), tindakan mendoakan orang percaya merupakan rangkuman dari ayat selanjutnya (3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … 16 Aku berdoa …). Oleh karena itu, ayat ini dapat dikatakan merupakan kalimat yang terpotong, hanya memiliki subjek dan deskripsi atas subjek, tetapi tidak ada bagian lain dari kalimat tersebut, dan secara tata bahasa tidak bersambung dengan ayat 2. Bisa dikatakan bahwa Paulus memakai cara tersebut untuk menekankan peran dan tugas dirinya.

Dalam kalimat subjek ini terdapat tiga bagian yaitu aku (ἐγὼ ego), Paulus (Παῦλος Paulos), dan orang yang dipenjarakan (δέσμιος desmios). Di antara ketiga elemen tersebut, aku dan Paulus sepertinya memiliki efek menekankan, menunjukkan bahwa uraian dan tindakan berikut ini terkait dengan identitas dan misi tugas dirinya, ini terkait dan menggemakan doa di 1:15-16 yang menggunakan kata ganti orang pertama aku, (bandingkan 3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus dan 1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, …)

Hal yang paling istimewa dalam kalimat subjek ini adalah Paulus di sini pertama kali memperkenalkan identitasnya sebagai orang yang dipenjarakan (narapidana). Di surat Efesus tidak pernah ada keterangan yang jelas tentang latar belakang penulisan surat ini, bahkan di sini tidak ada penjelasan bagaimana dan di mana dia dipenjarakan. Dalam surat Filemon dan 2 Timotius, uraian tentang dirinya dipenjarakan dengan jelas menunjukkan situasi pemenjaraannya yang sebenarnya. Dalam Filipi 1:12-17 (klik untuk membaca), Paulus menyatakan bahwa dia dipenjarakan karena Kristus, di sini dia lebih jauh menggambarkan dirinya sebagai orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus, menggambarkan pengalaman pemenjaraan dirinya sebagai identitas rohani, ini mencerminkan cara pandang Paulus dalam menjalankan misi pelayanannya. Dia mengubah apa yang awalnya merupakan situasi penindasan eksternal menjadi penegasan atas identitas rohani.

Selain mengungkapkan misinya yang berpusat pada Yesus Kristus, Paulus juga menunjukkan bahwa pemenjaraannya dilakukan untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ini mencerminkan fokus dari misi tugasnya dalam Injil kabar bahagia, bahwa tidak hanya dia sendiri yang harus menyampaikan berita bahagia Injil kepada orang non-Yahudi, tetapi juga agar orang percaya juga harus memahami bahwa orang non-Yahudi memiliki bagian dalam bahagia Injil.

Renungkan:
Apakah kita bersedia membayar harga dengan sukarela demi Kristus Yesus? Bahkan mempersembahkan kebebasan Anda sendiri?

(Tambahan penerjemah: ujilah sampai berapa besar harga yang kita bersedia bayar? Mulai dari berapa waktu yang kita bersedia pakai untuk membaca Firman Allah dan merenungkan setiap hari? Lalu uji lagi dengan berapa waktu yang kita sedia pakai untuk melayani? Lalu uji lagi berapa uang yang kita bersedia persembahkan kepada Tuhan? Dan ujilah seterusnya sampai pada yang Anda tidak bersedia korbankan untuk Tuhan? Berdoa memohon kekuatan, kemampuan dan bimbingan dari Roh Kudus.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:19-22 (2)

「Tempat kediaman Roh Kudus」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:19-22 [ITB])
19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Cornerstone, Batu penjuru

Kita bisa bergabung dengan orang-orang kudus bersama satu Kerajaan dan menjadi anggota keluarga Allah, kita diselamatkan serta dibangkitkan dari dosa dan kematian, semuanya adalah mahakarya Allah (bukan karena kehebatan perbuatan baik manusia). Dalam ringkasan pasal 2, di ayat Efesus 2:20-22 Paulus menggambarkan karya ini sebagai proses pembangunan Bait Suci.

Pertama-tama ia menggambarkan dasar dari bangunan ini, yakni dibangun di atas para rasul dan nabi. Arti rasul lebih jelas, karena di luar Alkitab kata ini jarang memiliki penggunaan khusus dan biasanya hanya digunakan untuk menyatakan kapal atau personel yang digunakan untuk pengangkutan. Hanya di Perjanjian Baru, karena Yesus Kristus mengutus para murid generasi pertama, mereka disebut rasul karena menerima tugas misi Injil kabar bahagia, sehingga rasul menjadi istilah khusus dalam Perjanjian Baru. Baik itu dalam 4 kitab Injil atau catatan Kisah Para Rasul, kita dapat melihat bahwa para rasul ini memainkan peran kunci dalam pendirian gereja mula-mula.

Meskipun dalam Perjanjian Baru terdapat peran nabi dan mungkin juga ikut ambil bagian dalam pendirian gereja mula-mula, namun catatan sejarah tidak menunjukkan bahwa mereka telah memberikan kontribusi yang jelas dan mendasar dalam pekerjaan pendirian gereja mula-mula. Oleh karena itu, apa yang dirujuk di sini mungkin adalah para nabi dalam Perjanjian Lama. Terutama mengingat tema Efesus pasal dua, Paulus mungkin memikirkan hal-hal yang dicatat dalam Kisah Para Rasul pasal lima belas, dalam pertemuan di Yerusalem itu, para pemimpin gereja mula-mula membagikan kesaksian pengalaman para rasul dalam memberitakan kabar bahagia Injil, dan terakhir Yakobus mengutip perkataan nabi Amos, menegaskan bahwa orang non-Yahudi dapat menjadi bagian dari gereja dan menerima anugerah Injil Yesus Kristus bersama-sama dengan orang Yahudi.

Selain menjelaskan fondasi bangunan baru ini, Paulus lebih lanjut menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah batu penjuru bangunan ini. Batu penjuru merupakan batu yang dipasang pada saat akan dimulai konstruksi yang menghubungkan dua sisi dinding, dapat dikatakan sebagai penentu posisi dari seluruh bangunan. Di sini, seperti banyak bagian dalam Perjanjian Baru, menggunakan pesan dari Mazmur 118:22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru, menyatakan bahwa walaupun Yesus Kristus ditolak oleh orang Yahudi, tapi justru di kayu salib Allah menggenapkan Injil keselamatan bagi manusia.

Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun. Karena bingkai pemersatuan (KJV: framed together) oleh batu penjuru Yesus Kristus, maka gereja berangsur-angsur tumbuh menjadi Bait Suci Allah, ungkapan ini untuk menekankan pengharapan kita. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus secara nyata turun ke atas orang-orang percaya sehingga mereka dapat bersaksi tentang kabar bahagia Injil Yesus Kristus. Melalui penyertaan Roh Kudus, gereja mula-mula sudah menjadi Bait Suci Allah. Kata tumbuh (αὔξει auxei) dalam teks bahasa aslinya memiliki arti makin bertumbuh secara bertahap. Oleh karena itu, bukan berarti bahwa Bait Suci Allah belum dibangun, tetapi sudah ada, namun secara bertahap akan makin menyingkapkan kemuliaan Bait Suci ini.

Oleh karena itu, dalam 2:22 Paulus menunjukkan bahwa generasi pertama pembacanya — yakni orang-orang percaya di Efesus dan sekitarnya — dengan bersandar pada Yesus Kristus maka mereka telah bersama dibangun dan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh Kudus, ini adalah makna terpenting komunitas Gereja. Persatuan kita di dalam Roh Kudus bukan untuk membangun organisasi besar lintas wilayah dan lintas ras, tetapi melalui kesaksian yang satu sifat yakni yang membuat orang dapat melihat Roh Kudus di antara kita dan menunjukkan kemuliaan Allah.

Renungkan:
Gereja adalah kediaman Roh Kudus, apakah kita memuji anugerah Yesus Kristus dan menunjukkan kemuliaan Allah dalam penyembahan dan pelayanan di gereja?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:19-22

「Anggota keluarga Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:19-22 [ITB])
19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Efesus 2:19 menggunakan dua simbol untuk mengungkapkan makna Injil sukacita yang damai ini.

Simbol pertama adalah hubungan warga negara. Paulus menunjukkan bahwa kita bukan lagi orang asing (ξένοι xenosi). Arti dasar dari kata ini adalah asing, aneh, dan yang dari luar. Di sini digunakan sebagai kata benda untuk merujuk kepada orang non-Yahudi dan orang asing. Di era Perjanjian Baru, konsep orang asing ini seharusnya sangat umum. Karena orang Yahudi sendiri tinggal di tempat yang berbeda, mereka mengalami perlakuan yang tidak setara dan tidak dapat berintegrasi dengan masyarakat setempat. Sedangkan untuk non-Yahudi, karena itu adalah masa pemerintahan kekaisaran Romawi, jika mereka bukan warga negara Romawi, mereka tidak dapat menikmati banyak hak-hak yang dimiliki warga negara. Paulus menunjukkan bahwa orang percaya di dalam Yesus Kristus bukan lagi orang luar, bukan lagi pendatang yang tidak memiliki hak, tetapi orang yang berbagi satu kerajaan yang sama dengan orang-orang kudus. Kata sewarga (συμπολῖται sumpolitai) menggunakan awalan (prefix) συ (su) yang sama dari ketiga kata kerja dalam 2:5-6 (menghidupkan bersama-sama suzoopoie, membangkitkan bersama-sama sunegeiro, dan memberikan tempat bersama-sama sugkathizo), dengan sengaja menekankan makna bersama, bahkan jika kata ini tidak diberi awalan συ (su), kata tersebut telah menunjukkan identitas warga negara sebagai orang yang berasal dari negara yang sama. Melalui penekanan yang memakai cara ungkapan yang sama ini, Paulus menunjukkan bahwa dalam kerajaan Allah, baik Yahudi maupun non-Yahudi memiliki hak dan identitas yang sama, dan mereka juga umat Allah, tanpa perbedaan.

Simbol kedua adalah hubungan keluarga. Paulus menunjukkan bahwa kita bukan lagi pendatang (tamu) (πάροικοι paroikoi). Kata ini menggambarkan seseorang yang mungkin tinggal di komunitas ini, tetapi dia bukan bagian dari komunitas ini, ia adalah orang asing dan menumpang tinggal. Ini mencerminkan di awal paragraf ini yang mengingatkan pembaca bahwa mereka adalah orang non-Yahudi, orang asing tidak memiliki hak atas harapan keselamatan di dalam Kristus (lihat ayat 11-12). Meskipun di Timur Dekat kuno, melayani tamu pendatang merupakan hal yang sangat penting, namun tentu ada perbedaan tertentu antara tamu dan keluarga, meskipun tamu dapat tinggal di rumah untuk waktu yang singkat, mereka tidak akan dianggap sebagai bagian dari keluarga. Di dalam Yesus Kristus, kita telah menjadi orang dalam keluarga (οἰκεῖοι oikeioi) anggota-anggota keluarga Allah. Akar kata ini mungkin terkait dengan rumah, karena keluarga biasa tinggal di kediaman yang sama. Tapi keluarga bukan hanya sekadar rumah, tapi relasi antar anggota keluarga. Kata ini kadang-kadang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk mengungkapkan kerabat dekat, dan ini mencerminkan kedekatan hubungan ini. Dalam Galatia 6:10, Paulus mengajar orang percaya seperti ini: Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. Ini berarti bahwa karena kita percaya kepada Yesus Kristus sehingga telah menjadi anggota keluarga rohani, memiliki hubungan yang sangat dekat yang saling memperhatikan.

Perkataan sederhana ini sangat kontras dengan ayat 2:11-12, juga merupakan pesan yang dibawakan di pasal 2. Yesus Kristus membawa perubahan besar dalam hidup kita, ada perbedaan ekstrem antara masa lalu dan masa kini, seperti yang dikatakan Paulus dalam 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang

Renungkan:
Kita perlu memahami identitas kita di dalam Yesus Kristus sebagai warga Kerajaan dan anggota keluarga, kita tidak hanya menghargai hak-hak kita tetapi juga harus memahami tanggung jawab terkait.

(Apakah menurut Anda, orang yang satu warga Kerajaan Allah dan anggota keluarga Allah di dalam Yesus Kristus hanya orang-orang yang satu gereja atau satu denominasi dengan Anda saja? Dan mereka yang di dalam Kristus namun yang tidak satu denominasi tidak bersama-sama dengan Anda dalam satu anggota keluarga Allah, lalu mereka merupakan anggota keluarga dari Allah yang mana?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:16-18

「Dipersatukan jadi satu tubuh」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:16-18 [ITB])
16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Pada dasarnya ayat 2:16 adalah pengulangan teks sebelumnya, dengan lebih jelas dan kuat menunjukkan bahwa Allah melalui salib menggenapkan perdamaian antara kedua pihak yang awalnya terpisah. Ungkapan dalam ayat ini makin lebih kuat menunjukkan salib adalah harga mahal yang dibayarkan dalam proses untuk menyatukan kedua belah pihak. Dalam dunia zaman kekaisaran Romawi, salib adalah alat hukuman yang dikenal dalam masyarakat yang ada di bawah kekuasaannya. Salib tidak hanya digunakan untuk mengeksekusi hukuman mati, tetapi juga dirancang terutama untuk para tahanan politik, untuk mempermalukan di depan umum orang-orang yang dianggap menentangnya. Yesus Kristus tidak hanya membayar harga penebusan atas dosa-dosa manusia, tetapi juga menanggung segala penghinaan kita, sehingga konfrontasi antar manusia dapat dihilangkan, dan dapat disatukan jadi satu tubuh, dan didamaikan dengan Allah.

Oleh karena itu, di kayu salib Yesus Kristus melenyapkan perseteruan dan mendamaikan manusia dengan Allah dan juga dengan sesama. Dalam teks aslinya, kata melenyapkan (ἀποκτείνω apokteino) aslinya berarti membunuh, ini adalah penulisan bergaya ironis yang dilakukan Paulus untuk mengungkapkan pekerjaan transendental (yang bersifat melampaui) yang telah dilakukan Allah. Yesus Kristus adalah pihak yang dibunuh di kayu salib, tetapi Paulus menunjukkan bahwa Allah menggunakan salib untuk membunuh perseteruan. Keselamatan Yesus Kristus begitu penuh dengan paradoks, penghinaan yang diterima-Nya mengungkapkan kemuliaan; pengorbanan-Nya mendatangkan damai. Manusia dunia berpikir bahwa Yesus Kristus disalibkan sampai mati (ya memang Ia disalibkan, mati, namun bangkit dari kematian, menang atas maut), Allah menggunakan salib ini untuk menghapus perseteruan.

Yesus Kristus tidak hanya menggenapkan damai, tetapi Dia juga datang untuk mengabarkan Injil perdamaian kepada orang-orang yang jauh dan dekat. Mungkin ada bayangan dari Perjanjian Lama Yesaya 57:19 Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat Ini bukan untuk menunjukkan bahwa di dalam sejarah Yesus Kristus memberitakan Injil perdamaian ke tempat yang jauh dan yang dekat, tetapi karena Yesus Kristus maka Injil kedamaian diberitakan ke mana-mana. Ini juga mencerminkan pesan dari Yesaya 52:7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat …, di dalam Kisah 1:8 dinyatakan bahwa Allah hendak menggunakan orang percaya menjadi saksi-Nya di mana-mana, para rasul adalah wakil dari Yesus Kristus, memenuhi misi Injil di generasi mereka. Dan kita dan orang percaya sepanjang zaman sama-sama adalah saksi tentang Injil Yesus Kristus.

Dengan demikian, kesaksian Injil perdamaian bisa direalisasikan karena Allah di dalam Yesus Kristus membuat dalam Roh Kudus yang sama kita yang semula tidak saling cocok dan yang saling diskriminatif, bisa bersama masuk ke hadirat Bapa. Meskipun kita menerima Injil secara individu, tetapi setelah diselamatkan kita menjadi bagian dari satu tubuh Yesus Kristus. Semua orang percaya di dalam Kristus adalah anggota tubuh satu sama lain dan memiliki Roh Kudus yang sama. Kita berdamai dengan Allah dan dengan orang lain.

Penyembahan dan pelayanan yang dipersatukan, orang percaya saling mengasihi dan dalam keharmonisan adalah kesaksian terbaik dari Injil berita damai kegembiraan ini.

Renungkan:
Kita adalah saksi Injil Yesus Kristus. Jadi di dalam komunitas, kita sepatutnya saling mengasihi dan menyatakan kedamaian yang telah digenapkan Allah melalui Yesus Kristus.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:13-15

Merubuhkan perseteruan

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:13-15 [ITB])
13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.
14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera

Ayat 2:14-15 lebih lanjut menjelaskan bagaimana kita bisa menjadi dekat di dalam Kristus Yesus melalui darah-Nya. Di awal ayat 14 dan di akhir ayat 15 Paulus menggunakan kata damai sejahtera untuk memperjelas tema kedua ayat ini. Mandarin CUV menerjemahkan awal ayat 14 sebagai Dia membuat kita damai namun dalam versi RCUV, juga Indonesia dan mayoritas Inggris menerjemahkan sebagai Dia sendiri adalah damai sejahtera kita, dengan lebih akurat mengungkapkan arti aslinya. Teks bahasa aslinya hanya memulai bagian ini dengan kata ganti orang ketiga, dan kata kerja yang mengikutinya juga telah mengungkapkan identitas subjek orang ketiga, jadi kata ganti ini tidak hanya mengungkapkan Dia, tetapi harus lebih tegas diri-Nya tepat seperti terjemahan Indonesia atau RCUV. Dalam dua ayat ini, tidak hanya menunjukkan bahwa Yesus Kristus sendiri adalah damai sejahtera kita, Dia hanya melalui pengorbanan-Nya maka Ia menggenapkan pendamaian.

Dalam Alkitab, perdamaian tidak hanya berarti tidak adanya perang atau konfrontasi, tetapi tenteram dalam kehidupan jiwa dan menikmati perlindungan-Nya dalam hubungan perjanjian dengan Allah. Persis seperti berkat dari Imam Besar Harun: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera Dan di sini, Paulus menerapkan konsep ini kepada orang Yahudi dan non-Yahudi, mengubah keduanya yang awalnya berbeda sekarang menjadi satu, dan yang jauh diubahkan menjadi dekat.

Dalam proses menggenapkan tercapainya perdamaian, Allah menggunakan banyak kata-kata yang sangat keras yang mencerminkan tantangan yang ditimbulkan oleh karya pekerjaan ini. Ketika perdamaian tercapai, tembok isolasi pemisah terlebih dahulu harus dirobohkan. Menurut catatan Yosephus, pada waktu itu di antara area Bait Suci Yerusalem dan halaman non-Yahudi dibangun tembok batu, di tembok tersebut tertulis dalam bahasa Yunani dan Latin: Orang asing tidak diperbolehkan melampaui tembok masuk ke halaman Bait. Mereka yang ditangkap dan dihukum mati, tanggung jawab atas diri mereka sendiri. Menurut Kisah Para Rasul 21:29, Paulus ditangkap di Yerusalem, dia dituduh membawa Trofimus orang Efesus memasuki Bait Suci. Dalam konteks perikop ini (teks sebelum dan sesudahnya), Paulus bahkan menunjukkan bahwa ada tembok yang tidak terlihat antara orang Yahudi dan non-Yahudi yang perlu dibongkar untuk mencapai perdamaian, dalam hukum Taurat inilah yang membedakan orang Yahudi dari orang non-Yahudi.

Allah tidak hanya ingin meruntuhkan dan menghapuskan hal yang memisahkan keduanya, tetapi juga ingin mengakhiri perseteruan dengan diri-Nya sendiri. Ini berarti bahwa Yesus Kristus disalibkan, menggenapkan keselamatan melalui pengorbanan diri-Nya, dengan darah-Nya sendiri memenuhi tuntutan persyaratan hukum Taurat, satu kali sekaligus memenuhi hukum Taurat untuk selamanya, sehingga tuntutan hukum Taurat tidak lagi menjadi penghalang untuk memasuki hadirat Allah.

Terakhir Paulus juga menegaskan bahwa Allah melalui diri-Nya sendiri menciptakan manusia baru bagi kedua belah pihak. Dalam keselamatan Yesus Kristus, kita masing-masing adalah ciptaan baru, di sini menunjuk kepada komunitas baru, dalam komunitas ini tidak memandang ras, suku, jenis kelamin, atau usia, mereka semua bisa menjadi umat Allah melalui Yesus Kristus.

Renungkan:
Allah adalah damai sejahtera kita. Di dunia yang penuh dengan perbedaan dan diskriminasi ini, bagaimana kita menjalankan Injil perdamaian?

Ia adalah Allah yang tidak dibatasi bahasa, tempat, bangsa, atau suku tertentu, apa yang dapat kita lakukan sebagai duta perdamaian Allah di dunia?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:11-13

「Orang luar」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:11-13 [ITB])
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu sebagai orang-orang non-Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya sunat, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.

Efesus pasal 2 secara jelas dibagi menjadi dua bagian, yakni 2:1-10 (klik untuk membaca) membahas arti keselamatan pada tingkat individu, dan 2:11-22 membahas makna keselamatan dalam komunitas. Struktur dasar kedua bagian itu sama, pertama menyatakan kondisi sebelum keselamatan, kemudian menunjukkan tindakan yang telah dilakukan Allah dalam karya keselamatan ini, dan terakhir membahas identitas orang percaya saat ini.

Di ayat 2:11-12, Paulus menunjukkan bahwa orang non-Yahudi sebelum percaya kepada Tuhan Yesus berada di luar pintu dan tidak memiliki bagian dengan umat pilihan Allah. Di sini digunakan metode mengingatkan dan retrospeksi untuk menunjukkan situasi dahulu, kata ingatlah (μνημονεύετε mnēmoneuete) adalah satu-satunya kata kerja yang diungkapkan memakai bentuk perintah dalam Efesus 1 sampai pasal 3. Di satu sisi, ini mencerminkan bahwa ketiga bab ini utamanya bersifat pendidikan doktrinal. Di sisi lain, bentuk kata kerja perintah ini menunjukkan bahwa isinya adalah sesuatu yang seharusnya sudah diketahui oleh orang percaya beriman.

Ketika Paulus mengingatkan bahwa mereka adalah non-Yahudi, dia menambahkan dua suplemen. Pertama-tama, dia menunjukkan bahwa mereka adalah non-Yahudi menurut daging, yang mengungkapkan bahwa identitas non-Yahudi hanyalah gagasan jasmaniah, keadaan eksternal. Selain itu, mereka disebut tak bersunat. Terjemahan Mandarin RCUV tidak secara langsung menerjemahkan kata disebut sebagai (λεγόμενοι, λεγομένης legómenoi, legomenēs) yang muncul berulang kali dalam teks bahasa aslinya, hanya diekspresikan menggunakan tanda baca, (ITB telah menerjemahkan dengan tepat). Ungkapan yang disebut memiliki arti bahwa sebutan ini hanya tambahan, dan hanyalah merupakan sudut pandang manusia, bukan mencerminkan identitas aslinya. Digunakannya sebutan itu mencerminkan bahwa mereka didiskriminasi dan ditolak di luar pintu.

Ayat 2:12 lebih lanjut menggunakan lima kelompok kata untuk menggambarkan kondisi orang non-Yahudi ini sebelum mereka percaya. Waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia, mereka tidak memiliki sangkut paut relasi dengan Kristus, ini bukan membicarakan bahwa mereka berada di luar Kristus, karena semua orang sebelum mereka percaya kepada Tuhan Yesus berada di luar Kristus, tetapi itu menunjukkan bahwa mereka berada di luar pengharapan Kristus. Orang-orang Yahudi yang belum percaya sudah memiliki harapan akan kedatangan Mesias, tetapi orang-orang non-Yahudi yang belum percaya bahkan tidak memiliki harapan atas Juruselamat, mereka terpisah dari Israel umat pilihan dan tidak memiliki hak untuk ikut ambil bagian dalam perjanjian yang dijanjikan, tidak ada harapan, tidak ada Allah. Penjelasan terakhir ini tidak berarti bahwa mereka adalah ateis, mereka boleh menyembah para dewa, tetapi mereka tidak mengenal Allah yang satu-satunya.

Meski begitu, ayat 2:13 menunjukkan bahwa di dalam Yesus Kristus status mereka telah berubah. Mereka yang dahulu jauh dan ditolak kini sudah menjadi yang dekat. Alasan perubahan ini diungkapkan dalam dua frasa preposisi paralel dalam teks bahasa aslinya. Dalam terjemahan Mandarin RCUV dan sebagian besar terjemahan, frasa pertama digunakan sebagai bersifat tempat yakni di dalam Kristus Yesus (ἐν Χριστῷ Ἰησοῦ en Christo Iesou), sedangkan frasa kedua diterjemahkan sebagai instrumental yakni oleh darah Kristus (ἐν τῷ αἵματι τοῦ Χριστοῦ en tó haimati Christoú). Terjemahan ini mencerminkan bahwa preposisi memiliki banyak makna. Di satu sisi, di dalam Kristus mengungkapkan hubungan kita dengan Yesus Kristus, dan di sisi lain, itu juga menunjukkan ketergantungan kita kepada-Nya, kita adalah melalui Dia dan di dalam Dia, kita dipindahkan dari situasi yang jauh masuk ke situasi yang dekat.

Renungkan:
Keselamatan kita tidak hanya pengampunan dosa pribadi kita, tetapi juga di bawa masuk ke dalam komunitas yang penuh harapan. Oleh karena itu, kita harus menghargai hubungan kita dengan komunitas ini.

(Tambahan penerjemah: apa yang bisa kita lakukan sebagai anggota dari komunitas Tubuh Kristus? Pertimbangkan satu atau dua bentuk kongkret yang hendak Anda lakukan untuk komunitas Tubuh Kristus ini.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:8-10 (2)

「Mahakarya Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:8-10 [ITB])
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Efesus 2:10 menggunakan perspektif lain untuk menjelaskan keselamatan yang digenapkan oleh Allah dalam Yesus Kristus, menunjukkan bahwa kita adalah buatan (ποίημα poiema) ciptaan Allah. Kata yang hanya muncul dua kali dalam Perjanjian Baru digunakan di sini. Arti dasarnya adalah bikinan, pekerjaan, ciptaan; dalam Perjanjian Lama terjemahan Yunani kuno, kata ini muncul 28 kali, 20 kali di antaranya ada dalam kitab Pengkhotbah, yang sebagian besar mengungkapkan apa yang dilakukan orang di dunia. Penulis kitab Pengkhotbah semula berharap menemukan makna dan nilai kehidupan dalam hal-hal tersebut, namun hasilnya hanya membawa kekosongan, tidak ada hasil yang kekal; namun di sisi lain, penulis kitab Pengkhotbah juga menggunakan kata ini untuk menggambarkan apa yang telah digenapkan Allah, Pengkhotbah 3:11 mengatakan: Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Oleh karena itu, kata ini tidak hanya berarti pekerjaan itu sendiri, tetapi makna yang ditunjukkan oleh hal-hal yang dikerjakan selesai itu.

Kata ini tidak digunakan dalam Perjanjian Baru untuk mengungkapkan tindakan manusia, tetapi untuk menggambarkan pekerjaan Allah. Kemunculan lain dari kata ini dalam Perjanjian Baru adalah di Roma 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Di sini, ciptaan menyatakan kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian Allah, dan mengungkapkan di hadapan manusia apa yang semula tersembunyi dan tidak terlihat mata. Di sana, karya Allah memungkinkan orang untuk menyadari kemuliaan-Nya, yang Dia pertunjukkan di hadapan manusia.

Arti penting dari yang Allah pertunjukkan ini juga ditekankan di surat Efesus. Di ayat 2:7 Paulus menjelaskan bahwa keselamatan yang digenapkan oleh Allah memperlihatkan anugerah yang sangat melimpah, kebaikan yang telah Dia pertunjukkan kepada kita dalam Kristus Yesus, kepada zaman atau generasi selanjutnya. Kita diselamatkan, di satu sisi kita mengalami pembaruan hidup, di sisi lain itu membuat kita menjadi saksi dan bersaksi atas anugerah Allah. Dalam teks bahasa aslinya, penulis meletakkan Nya (milik Dia) di awal kalimat, yang menunjukkan bahwa kita menjadi peran utama dalam apa yang telah Allah ciptakan. Kita yang diselamatkan berasal dari dan diciptakan oleh-Nya. Dari perspektif ini, kita dapat memperluas buatan Allah di sini menjadi mahakarya Allah.

Terakhir, Paulus menunjukkan bahwa meskipun perbuatan baik tidak bisa membuat kita selamat, tetapi perbuatan baik justru adalah hasil dari keselamatan ini. Pekerjaan yang telah Allah lakukan di dalam Yesus Kristus adalah membuat kita melakukan kebaikan, yang telah Allah persiapkan untuk kita lakukan. Dalam Roma 3:12, Paulus mengutip pesan dari Mazmur 14 dan 53, ia menunjukkan: Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Orang tidak mampu hanya mengandalkan diri berbuat baik, seperti yang dikatakan kitab Pengkhotbah, apa yang kita lakukan pada akhirnya hanyalah kesia-siaan. Hanya di bawah anugerah dan keselamatan Allah, kita dapat kembali ke rancangan asli Allah dan melakukan apa yang telah Allah persiapkan untuk kita lakukan seperti apa yang Dia kehendaki.

Renungkan:
Karena kita adalah mahakarya Allah, kiranya kita dapat mempertunjukkan apa yang telah dilakukan anugerah Allah.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:8-10

「Karena kasih karunia」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:8-10 [ITB])
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Paulus menunjukkan bahwa fondasi keselamatan adalah anugerah Allah. Dia menggambarkan keselamatan kita dalam bentuk past participle atau bentuk pasif, bentuk ungkapan ini sendiri sudah menunjukkan bahwa ini adalah tindakan yang dilakukan pada diri kita, artinya kita yang ada dalam dosa tidak bisa menyelamatkan diri kita, hanya bisa diselamatkan. Paulus demi ayat 5 menambahkan beberapa penjelasan pada kalimat ini, pertama-tama, menambahkan kata sandang pada kata kasih karunia dalam ayat 8 ini,5 … oleh kasih karunia kamu diselamatkan … 7 … menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya … 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan …), fungsi utamanya adalah agar terhubung dengan kasih karunia di ayat 7, menunjukkan: kasih karunia yang menjadi sandaran kita untuk keselamatan adalah kebaikan-Nya di dalam Kristus Yesus yang sangat melimpah yang hendak Allah nyatakan kepada zaman (generasi) selanjutnya.

Selain itu, Paulus menunjukkan bahwa respons yang sepatutnya dimiliki manusia adalah percaya dan menerima anugerah yang diberikan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Ada pemahaman bahwa paruh kedua ayat 8 merupakan penjelasan tambahan dari iman, menunjukkan bahwa bahkan respons iman ini bukan tanggung jawab kita sendiri sebab keselamatan sepenuhnya adalah pekerjaan Allah. Penjelasan seperti itu di satu sisi seperti menekankan kedaulatan Allah, namun terlalu berlebihan, dan mengabaikan tanggung jawab manusia untuk memberikan respons; di sisi lain, karena ayat 8b dan ayat 9 seharusnya paralel, jika kedua kalimat itu dihubungkan bersama, mereka mencerminkan arah fokus tafsirnya lebih menjelaskan keselamatan, tidak berfokus menjelaskan iman. Oleh karena itu, di sini bertujuan menjelaskan keselamatan itu sendiri adalah anugerah Allah, bukan diperoleh dari tindakan kita, terlebih bukan apa yang sepatutnya kita terima.

Makna iman yang paling dasar adalah menerima. Allah telah menyelesaikan karya keselamatan di dalam Yesus Kristus, saat kita percaya, kita mengakui bahwa identitas keselamatan itu bukan hasil usaha kita, bukan keluar dari diri kita sendiri, tidak ada yang bisa kita sombongkan, mungkin inilah yang membuat orang-orang kesulitan terhadap keselamatan Yesus Kristus. Manusia selalu berharap untuk dapat mengontrol masa depan mereka sendiri. Sejak kecil kita telah dilatih untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri, dan kita harus menanggung urusan kita sendiri dan bekerja keras untuk sukses. Oleh karena itu, sulit untuk memahami dan menerima sesuatu yang bukan dari usaha diri sendiri dan sama sekali tanpa ada sumbangsih. Ada pepatah Inggris yang mungkin merefleksikan fakta ini, yaitu, manusia tidak bisa membopong tubuh dengan tangannya sendiri, bahkan atlet angkat besi tertinggi pun yang bisa mengangkat benda yang lebih berat dari dirinya, tapi tetap tidak bisa mampu membopong diri sendiri. Kebenaran yang sama benar adalah bahwa kita tidak dapat mengandalkan usaha kita sendiri untuk membangkitkan diri kita sendiri dari kematian dalam dosa.

Kita diselamatkan oleh anugerah, dan juga percaya, inilah Injil yang kita terima dan merupakan elemen utama yang membedakan iman Kristen dari agama lain.

Renungkan:
Injil bukanlah anugerah murahan, tetapi Allah membayar harga yang mahal melalui Yesus Kristus yang menjadi korban dan berkorban, dengan cara yang tak ternilai harganya menganugerahkannya kepada orang yang percaya tanpa imbalan bayaran harga. Kiranya Allah memanggil kita setia pada anugerah Injil ini dan berbagi harta yang tak ternilai ini kepada orang lain.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:4-7 (2)

「Bersama-sama dengan Dia di sorga」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:4-7 [ITB])
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan, 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

Dalam Efesus 2:5-6, Paulus menggunakan tiga kata kerja dengan awalan (prefix) συ yang sama: menghidupkan menghidupkan bersama-sama (suzoopoie), membangkitkan bersama-sama (sunegeiro), dan memberikan tempat bersama-sama (sugkathizo). Kata Kristus muncul setelah kata kerja pertama sehingga diartikan sebagai bentuk relasi dan ketiga tindakan bersama-sama tersebut dipahami sebagai bersama-sama Kristus, sejumlah kecil salinan naskah kuno terdapat preposisi di dalam sehingga menjadi di dalam Kristus lebih memperkuat penjelasan bentuk relasi di atas. Di Surat Roma, menjadi satu dengan Yesus Kristusadalah dasar dari identitas orang percaya, sehingga wajar mencapai akhir memiliki bersama-sama Yesus Kristus; tetapi di Surat Efesus, di teks sebelumnya tidak ada pembahasan yang menonjol tentang hubungan bersama-sama dengan Yesus Kristus, penekanan Efesus lebih pada hubungan antara sesama orang percaya, terutama kesamaan identitas orang percaya Yahudi dan orang percaya non Yahudi, oleh karena itu, di sini sangat mungkin bertujuan mengungkapkan tiga tindakan bersama dalam proses keselamatan kita, mungkin lebih mengacu pada bersama-sama di antara orang percaya. Dengan kata lain, karena baik orang Yahudi dan orang non Yahudi mati dalam dosa dan pelanggaran sebelum mereka percaya, dan keduanya layak mendapatkan murka dan penghakiman Allah, maka keselamatan yang digenapkan melalui Yesus Kristus ini dapat membuat orang Yahudi dan juga orang non Yahudi bersama-sama dihidupkan karena Kristus, bersama-sama diselamatkan, dan menjadi komunitas iman yang satu, melalui Yesus Kristus.

Dalam hal konten tindakan, kata kerja kedua umumnya diartikan sebagai membangkitkan, tetapi ini tumpang tindih dengan arti kata kerja pertama menghidupkan. Tentu saja, Paulus bisa mengungkapkan tindakan yang sama dalam dua kata kerja, dan di antara kedua kata kerja ini Paulus menambahkan kalimat penjelasan untuk menunjukkan bahwa oleh kasih karunia kamu diselamatkan, jadi dia membawakan ulang makna membangkitkan di ayat 6 juga sangat alami. Namun, kata kerja ini hanya muncul dua kali dalam Perjanjian Baru, dan tidak banyak penggunaan di luar Perjanjian Baru, jika kita mengacu pada versi asli dari kata ini tanpa awalan, selain arti bangun, bangkit, kata ini juga memiliki makna naik, angkat, ditingkatkan. Oleh karena itu, ketiga kata kerja ini dapat dipahami sebagai tiga bagian dari keselamatan Yesus Kristus, yaitu kita karena percaya kepada Yesus Kristus dapat dibangkitkan secara rohani, dan kita ditingkatkan ke sorga dan mendapat tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.

Ketiga kata kerja ini semuanya muncul dalam bentuk infinitif, mencerminkan bahwa Paulus menggambarkan integritas keutuhan tindakan. Meskipun infinitif itu sendiri tidak berarti bahwa tindakan tersebut telah selesai, tetapi frasa penjelasan yang ditempatkan di sini di paruh kedua ayat 5 menggunakan perfect participle bentuk telah terlaksana untuk menunjukkan keadaan bahwa kita sekarang sudah diselamatkan, jadi Paulus melihat ketiga tindakan ini dalam perspektif telah digenapkan. Dari perspektif ini, orang percaya melalui anugerah Yesus Kristus telah dibangkitkan dan memiliki kehidupan baru, dan mereka juga telah ditingkatkan ke sorga, menjadi warga kerajaan sorga, dan juga duduk di sorga bersama-sama Yesus Kristus.

Renungkan:
Kita telah memperoleh keselamatan ini dan identitas kita telah berubah. Kiranya hidup kita menunjukkan kemuliaan anugerah Allah.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:4-7

「Rahmat Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:4-7 [ITB])
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan, 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

Efesus 2:4 membentuk kontras yang kuat dengan 2:1-3. Di ayat 1, kita hanya melihat adanya pengenalan atas kamu yang merupakan objek langsung (direct object) dan deskripsi terhadap objek ini, membentuk sebuah kalimat dengan objek yang secara tata bahasa bersifat mandiri. Lalu di ayat 4, kita melihat subjek Allah dan dua frasa yang menjelaskan subjek ini, yang juga merupakan kalimat subjek yang secara tata bahasa bersifat mandiri.

Dari segi isi konten, ada perbedaan besar di antara keduanya. Perikop 2:1-3 menggambarkan keadaan sulit manusia dan akhir yang pantas mendapatkan murka Allah, sementara 2:4 menggambarkan rahmat dan kasih sayang Allah, yang disebut Stott sebagai kontras yang kuat. Kontras antara situasi putus asa umat manusia yang jatuh dalam dosa dengan inisiatif Allah dalam rahmat belas kasih dan tindakan yang berdaulat. Kata rahmat (ἔλεος eleos) dapat diterjemahkan sebagai belas kasih, kasih sayang atau kemurahan hati. Kata ini memiliki arti bahwa orang yang memiliki kualitas ini memberikan bantuan terhadap kebutuhan dan kondisi orang lain, sehingga frasa berikutnya terkait kata ini yakni kasih-Nya yang besar dapat menjadi penyebab tindakan di ayat selanjutnya di 2:5 (lihat 4Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus …), jadi walau kata sambung oleh karena hanya terdapat di akhir ayat2:4b namun seluruh ayat mengungkapkan penyebab yang sama, yakni kasih-Nya yang besar.

Paulus menggambarkan rahmat Allah sebagai berkelimpahan, kaya, selain itu kasih sayang Allah kepada manusia digambarkan sebagai kasih-Nya yang besar, kata besar (πολύς polus) juga dapat diterjemahkan menjadi banyak, dan lebih banyak, ini mencerminkan tindakan Allah memelihara atau melindungi orang berulang-ulang kali dalam sejarah. Allah dengan rahmat dan kasih yang melampaui segala, ini adalah satu-satunya harapan kita, dapat kita bersandar dalam menghadapi dosa dan hukuman.

Dalam 2:5, Paulus terlebih dahulu mengulangi objek langsung kamu yang terdapat di ayat 1, sebelum memasuki bagian utama dari kalimat panjang, ia terlebih dahulu mengingatkan kita tentang situasi dan kebutuhan kita saat kita dalam dosa pelanggaran kita, Allah hendak menghidupkan kita bersama-sama melalui Kristus. Meskipun digunakan tiga kata kerja dalam ayat 5-6, namun ketiga kata ini semuanya memiliki arti bersama, sehingga kata Kristus tampaknya menjadi objek dari rangkaian ketiga kata kerja ini, sehingga diterjemahkan sebagai menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus. Lalu di paruh kedua ayat ini ditambahkan penjelasan tentang rangkaian tiga kata kerja ini untuk menunjukkan bahwa oleh kasih karunia kamu diselamatkan. Dari segi tata bahasa, kata kasih karunia dan Kristus tampaknya memiliki kedudukan yang sama dalam frasanya masing-masing, sehingga mungkin memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengungkapkan dasar, alasan, atau metode. Oleh karena itu, seperti yang telah tunjukkan di atas: Allah telah melalui Kristus menghidupkan kita bersama-sama, dan kita diselamatkan juga berdasarkan anugerah-Nya. Adapun arti dari kata bersama akan kita bahas pada renungan selanjutnya.

Di paruh kedua ayat 5, serangkaian tiga kata kerja paralel seharusnya ditempatkan bersama, tetapi Paulus tampaknya ingin sekali menyampaikan pesan yang secara resmi diumumkan dalam ayat 8 terlebih dahulu memberitakannya di sini, dengan jelas menekankan peran utama anugerah dalam keselamatan adalah penyebab yang paling mendasar.

Allah turun tangan dengan penuh rahmat, sehingga kita yang semula mati dalam dosa dapat terlahir hidup kembali hanya oleh karena anugerah yang digenapkan Kristus, sehingga kita dapat beralih dari kematian rohani menuju kehidupan baru.

Renungkan:
Betapa berharga keselamatan yang telah kita terima! Kiranya kita selalu ingat bahwa kita adalah orang yang telah menerima berkat anugerah.

(Tambahan penerjemah: marilah hari ini kita mengingat-ingat bahwa “Allah turun tangan dengan penuh rahmat, sehingga kita yang semula mati dalam dosa dapat hidup kembali hanya oleh karena anugerah yang digenapkan Kristus, sehingga kita dapat beralih dari kematian rohani menuju kehidupan baru. Anugerah itu adalah penyebab yang paling mendasar sehingga kita bisa menerima keselamatan, oleh karena kasih-Nya yang besar”


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.