Tag Archives: dosa tindakan

Efesus 2:1-3

「Mati karena dosa」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:1-3 [ITB])
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Dalam teks bahasa aslinya ketiga ayat ini secara tata bahasa merupakan kalimat yang tidak lengkap, hanya mengandung satu objek langsung (direct object) yakni 「kamu」 dan sederet deskripsi terhadap objek ini. Oleh karena itu, terjemahan Mandarin CUV secara fungsional mencuplik kata kerja di ayat 5 dan menempatkannya di ayat ini dengan harapan dapat mengungkapkan makna kalimat dengan lebih jelas (CUV Kamu mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu, Dia menghidupkan kamu). Tetapi ini mengurangi penekanan teks bahasa asli tentang situasi kita sebelum kita percaya kepada Yesus Kristus. Sifat keterpisahan yang ada di sini membuat pembaca dengan lebih jelas dan kuat menghadapi situasi orang percaya sebelum diselamatkan, dan juga menjadi kontras dengan kuasa besar yang dialami orang percaya seperti yang disebutkan di teks di pasal sebelumnya.

Dalam ayat 1 Paulus pertama-tama menunjukkan bahwa keadaan orang sebelum percaya adalah mati. Makna dasar kematian adalah dipisahkan dari kehidupan atau keterpisahan dari orang yang hidup, sedangkan kematian rohani melambangkan keterpisahan dari kehidupan dalam Allah, orang-orang yang belum percaya meskipun masih hidup di dunia, namun mereka menjauh dari rancangan yang diciptakan Allah dan tidak dapat bersekutu dengan Allah.

Paulus menunjukkan bahwa penyebab kematian kita adalah pelanggaran dan dosa kita. pelanggaran (παράπτωμα paraptoma) bisa berarti kegagalan mencapai standar, dan dosa (ἁμαρτία amartia) bisa berarti tersandung atau pengkhianatan terhadap jalan yang benar. Dua kata yang pada dasarnya sinonim digunakan di sini untuk mengungkapkan, bukan untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif, tetapi untuk memperkuat penekanan. Kedua kata ini menunjukkan bahwa ketika seseorang masih hidup dia tidak dapat melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Dua kata ini berbentuk jamak, artinya ini tidak merujuk dosa sebagai semacam kekuatan atau sifat manusia, tetapi mengacu pada kejahatan aktual yang dilakukan oleh orang.

Ayat 1 menekankan bahwa kita berada dalam keadaan mati, sedangkan ayat 2 adalah tinjauan tentang cara hidup kita dalam keadaan ini. Kamu hidup di dalamnya mengacu pada gaya hidup, tujuan, dan apa yang ditampilkan oleh kita. Ini bukan untuk mengatakan bahwa sebelum percaya kepada Tuhan, tingkah laku orang itu penuh dengan kejahatan, tetapi bahwa seluruh gaya hidup manusia didominasi oleh kuasa istiadat yang memusuhi Allah, dan mereka hidup di bawah kendali kuasa tersebut.

Di akhir ayat 2, Paulus menunjukkan bahwa kekuatan yang mengendalikan hidup orang-orang yang belum percaya ini adalah roh jahat yang bekerja di hati orang-orang durhaka saat ini. Orang durhaka ini mungkin merujuk pada orang-orang Yahudi yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Kristus, karena setelah ini Paulus kembali menggunakan kata ganti orang pertama bentuk jamak dan menunjukkan bahwa kami adalah sama dengan mereka, dahulu sama-sama patut menerima amarah dan hukuman Allah. Di akhir ayat 3, Paulus menggambarkan keadaan yang sepatutnya diterima setiap orang, yakni sama seperti mereka yang lain, kata yang lain (οἱ λοιποί hoi loipoi) ini adalah kata yang digunakan oleh orang Yahudi untuk menggambarkan orang non Yahudi, dengan makna diskriminatif, tetapi di sini digunakan untuk menunjukkan keadaan yang sama yang akan diterima oleh orang Yahudi dan orang non Yahudi dalam dosa mereka.

Penyampaian Paulus secara sederhana ini dapat dikatakan merupakan rangkuman surat Roma pasal 1 – 3, menunjukkan bahwa dunia telah berdosa dan tidak memuliakan Allah, di dalamnya termasuk orang Yahudi dan orang non Yahudi, tidak ada perbedaan, mereka semua sama membutuhkan keselamatan Allah dalam anugerah.

Renungkan:
Semua orang hidup dalam dosa dan di bawah kuasa dosa sebelum mereka percaya kepada Tuhan Yesus, mereka semua tanpa perbedaan sama-sama patut menerima penghakiman Allah.

(Tambahan penerjemah: apa yang patut kita, Anda dan saya lakukan sebagai orang yang sudah percaya, yang sudah menerima anugerah keselamatan dan yang sudah menerima pembenaran pengudusan, yang bukan orang mati lagi?)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.