Tag Archives: Beda terjemahan

Efesus 4:15-16

Dibangun dalam kejujuran kebenaran

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:15-16 [ITB])
15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kita sebutkan di teks sebelumnya atas bahwa kita perlu bertumbuh dalam iman, ayat 4:15-16 juga menunjukkan bahwa kita perlu bertumbuh dalam hidup. Paulus menunjukkan bahwa alih-alih seperti anak kecil terombang-ambing oleh angin bidat dunia, kita malah seharusnya dengan mengatakan kebenaran di dalam kasih (ἀληθεύοντες alētheuontes) (terjemahan IMB), demikian juga versi Mandarin CUV dan RCUV menerjemahkan partisip ini sebagai ekspresi ucapan, meskipun ini adalah arti yang lebih menonjol dan umum digunakan dari kata ini, penggunaan kata ini tidak terbatas pada ucapan. Dalam Amsal 21:3, partisip ini diterjemahkan kata kerja bahasa Yunani diterjemahkan sebagai keadilan, menunjukkan bahwa ini mengungkapkan kebenaran keadilan dalam tindakan. Oleh karena itu, ITB menerjemahkan kalimat ini sebagai teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, sedangkan NET menerjemahkannya sebagai practicing the truth in love (mempraktikkan kebenaran dalam kasih). Oleh karena itu, di satu sisi, kita perlu berbicara dengan kebenaran, dengan kejujuran, dan mengaplikasikan ayat ini dengan kasih dan kejujuran menasihati mereka yang melakukan kesalahan, tetapi pada saat yang sama, kita perlu menunjukkan kebenaran dalam hidup kita dan mempraktikkan kebenaran dan keadilan.

Paulus juga mengingatkan kita bahwa berbicara dan melakukan kebenaran seperti itu harus didasarkan pada kasih. Kita tidak bisa hanya mempraktikkan atau berbicara kebenaran untuk diri kita sendiri dan mengabaikan kasih, toleransi, dan pendirian orang lain. Terutama ketika berbicara tentang kebenaran, kita perlu memperhatikan beberapa hal: pertama-tama, kita harus mendengarkan dengan saksama, di satu sisi, kita mungkin karena tidak mendengar dengan saksama sehingga secara tidak sengaja salah menilai apa yang sebenarnya, tetapi yang lebih penting, kita perlu mendengar dengan jelas apa masalah dan kebutuhan orang lain yang sebenarnya, jangan sampai kita menempatkan beban kebenaran pada orang lain; kedua, kita perlu konsisten dengan kata-kata dan perbuatan kita, dan berbicara kebenaran dengan sikap yang membangun orang lain, bukan untuk membuktikan diri kita benar dan orang lain salah; ketiga, kebenaran yang sama dapat memiliki cara ekspresi yang berbeda untuk mengungkapkan kebenaran dengan kata-kata yang lembut akan memiliki dampak yang lebih positif; terakhir, kita harus mengakui bahwa Tuhan adalah Sumber utama dan Penjaga kebenaran, dan kita perlu memiliki hati untuk bersandar pada Tuhan dan percaya pada kasih karunia dan belas kasihan-Nya.

Tujuan kita berbicara kebenaran dalam kasih adalah agar kita bertumbuh menuju Kristus dalam segala hal, dan melekat pada Kristus, Sang Kepala. Meneladani Yesus Kristus dan menghubungkan hidup kita dengan-Nya adalah arah pertumbuhan hidup bagi orang percaya. Ini bukan hanya tentang pertumbuhan pribadi, tetapi pertumbuhan seluruh komunitas gereja. Kesehatan dan stabilitas suatu komunitas tergantung pada kondisi anggota yang paling lemah. Tentu saja, kita tidak dapat benar-benar menumbuhkan diri kita sendiri, apalagi orang lain, seperti yang dikatakan Paulus dalam 1 Korintus 3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Jadi kita perlu dengan setia melakukan yang terbaik untuk tugas kita, berpengharapan, membuat kita tumbuh.

Terakhir, 4:16 menggambarkan pertumbuhan gereja sebagai pertumbuhan tubuh. Seluruh tubuh seolah-olah dihubungkan oleh otot dan urat, menjadikannya pribadi yang kuat dan perkasa, dan semua anggota tubuh di dalamnya dapat berfungsi secara normal dan saling bekerja sama menjadi satu tubuh yang bergerak bebas. Meskipun gereja terdiri dari banyak orang yang berbeda dengan karunia yang berbeda, kesatuan gereja harus seperti tubuh orang dewasa, menunjukkan kekayaan kasih karunia Allah.

Renungkan:
Bagaimana kita bisa menghadapi kesalahan zaman ini dengan kebenaran, dan pada saat yang sama membangun satu sama lain dengan kasih?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 6:9-11

Hancurkan pandangan spiritual yang salah! Kenallah kuasa besar Injil Salib!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 6:9-11 [ITB])
9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

【Referensi ayat】
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama

1 Korintus 6:9-20 merupakan ringkasan rinci dari masalah yang dibahas dalam pasal 5 dan 6, Paulus mengemukakan prinsip-prinsip rohani yang penting dan mengoreksi beberapa perkataan rohani yang disalahgunakan orang. Ayat 9-11 terlebih dahulu memberikan ringkasan kecil, di ayat 9-10 Paulus menyajikan prinsip spiritual yang tinggi, kudus, dan keras, tetapi di sisi lain di ayat 6:11 Paulus menggunakan kata-kata afirmatif untuk menghibur orang percaya yang penuh dengan kelemahan dan kegagalan, meskipun di masa lalu dan di saat ini mereka telah jatuh dalam berbagai kegagalan, tetapi selama mereka mau bertobat, teguh bersandar kepada Allah, berjalan intim bersama Allah, dan bertahan di dalam Tuhan, mereka akan memiliki jaminan keselamatan, mereka disucikan, dikuduskan, dan dibenarkan oleh Roh Allah kita!

Paulus memulai dengan prinsip yang keras: tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat!. Frasa Janganlah sesat (Do not be deceived!) memiliki arti kita menipu diri sendiri atau tertipu disesatkan suatu pengajaran yang menyimpang, kita harus memiliki prinsip spiritual yang jelas: the unrighteous shall not inherit the kingdom of God / orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, terdapat orang-orang yang menyalahgunakan dibenarkan oleh iman atau pengajaran yang menyimpang bahwa orang Kristen masih memiliki kebebasan untuk terus semaunya menuruti keinginan, keegoisan, nafsu! Paulus dan Yakobus dll. terus menerus mengutuk pengajaran yang sesat ini! Dalam Surat Roma, Paulus dengan tegas mengutuk pengajaran sesat: Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Jawaban Paulus dengan tegas dan keras: Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? (Roma 6:1- 2) Paulus mengatakan Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (Roma 2:4). Kitab Wahyu berbicara tentang langit baru dan bumi baru, mengatakan: tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. Allah terus menerus memberikan kesempatan bertobat, dan setiap hari memberi kita anugerah pengampunan dosa dan menyertai kita, ini bukan agar kita terus menerus berkubang dalam perbuatan dosa, tetapi agar kita tiada henti bersandar kepada Allah hidup di jalan kesalehan, terang, berbuat kebaikan.

Terkait ayat 5:11, di ayat 6:9-10 Paulus menambahkan empat item lagi, sehingga total menjadi sepuluh, yang ditambahkan adalah orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, tiga terkait dengan percabulan. Ayat 9 katabanci (KJV effeminate) dari bahasa asli μαλακός malakos memiliki arti kelembutan, beberapa sarjana modern berpendapat merupakan laki-laki yang feminin, yang mungkin merujuk pada seorang pria yang diperalat oleh laki-laki menjadi pelacur kuil di zaman itu. RCUV / NET memberikan catatan kaki: secara literal memiliki arti cantik mungkin merujuk pada pelacur laki-laki homoseks di kuil, lihat ISV male prostitutes, homosexuals, atau VMD pelacur sesama laki-laki, atau yang melakukan homoseks. Sepuluh dosa yang dijabarkan ini cakupannya cukup luas, empat di antaranya terkait seksual. Hal ini secara tidak langsung menjadi pengantar membawa pembaca masuk ke dalam 6:12-20, di mana Paulus mengutuk kejahatan mencari kesenangan dengan pelacur yang dipandang orang percaya tertentu di Korintus yang berpendapat itu adalah kebebasan orang Kristen, ini juga merupakan masalah kota Korintus pada zaman itu. Perlu dicatat bahwa dalam bahasa Yunani, Paulus tidak menyebutkan sepuluh dosa, tetapi itu adalah daftar sepuluh jenis orang, dalam tata bahasa Yunani, semua kata benda maskulin, yaitu Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Mereka yang masih ingin tetap menjadi orang berdosa tidak akan mewarisi kerajaan Allah! Tetapi orang yang dulunya adalah orang berdosa dan sekarang mengandalkan Tuhan Yesus untuk disucikan, dikuduskan, dibenarkan yang akan mewarisi Kerajaan Allah! Orang Kristen yang dahulu adalah orang berdosa, tetapi sekarang mendapatkan anugerah, kita masih perlu mengalami pengampunan dosa dari Allah setiap hari, tetapi secara tegas, di dalam Tuhan Yesus, identitas kita bukan lagi pendosa, dan tujuan hidup kita bukanlah untuk terus bergulir berkubang dalam dosa, kita adalah orang-orang yang berjalan di jalan surga, dan mengandalkan Tuhan untuk membenci dosa, meninggalkan dosa, berbuat baik, dan bersinar!

Renungkan:
Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sama sekali tidak! Tidakkah kamu tahu bahwa orang yang tidak benar tidak akan mewarisi kerajaan Allah? Jangan sesat menipu dirimu sendiri! mengandalkan Tuhan untuk membenci dosa, meninggalkan dosa, berbuat baik, dan bersinar! Apakah ini juga pilihan dan pengejaran Anda?
Mabuk, percabulan, nafsu telah mencelakai banyak orang! Kejatuhan seksual juga telah mencelakai banyak orang Kristen dan hamba Tuhan! Kita harus selalu waspada terhadap diri kita sendiri! Jauhi hawa nafsu! Jauhi segala macam percabulan! Mohon Tuhan menolong kita!


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kidung Agung 1:1 (2)

Kidung dari antara kidung

Oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kid. 1:1 [ITB])
1 Kidung agung dari Salomo.
(KJV) The song of songs, which is Solomon’s

Refleksi tentang kisah raja Salomo yang dibawakan oleh kidung nyanyian Salomo, paruh pertama dari ayat 1 menekankan bahwa ini adalah kidung dari antara kidung (the song of songs) kidung yang paling indah dari antara kidung. Bagaimana refleksi tentang Salomo berakhir dan beralih masuk kepada yang disebut kidung yang paling indah ini?

Ada peneliti yang menunjukkan: kidung dari antara kidung (the song of songs), frasa ini secara struktur tata bahasa Ibrani sebenarnya adalah ekspresi yang menunjukkan tingkat paling tinggi, sebagaimana tempat maha kudus (the Holy of Holies) dalam Tabernakel, Raja di atas segala raja (the King of Kings) dan Tuan di atas segala tuan (the Lord of Lords), hendak membawakan makna bahwa ini adalah kidung paling agung dan paling indah, melampaui semua kidung di dunia. Sungguh, Allah menggunakan literatur hikmat untuk memberi orang hikmat dan keterampilan dalam hidup, dan karena pernikahan adalah peristiwa kehidupan yang penting dalam pertumbuhan kehidupan, Allah menggunakan 《Kitab Kidung Agung》 dalam Alkitab untuk memberi bimbingan kepada orang-orang dari masa berpacaran hingga pernikahan, menuliskannya secara jujur terbuka juga tidak aneh.

Dari perspektif dari 《Kitab Kejadian》, Allah dalam penciptaan ingin umat manusia dapat menikmati sukacita dan kepuasan hubungan pernikahan, karena itu, ketika Adam berkata: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku … (Kej. 2:23), ia berkata demikian di saat itu tepat karena istri yang dipersiapkan Allah ── munculnya Hawa dan terlibat dalam kehidupannya maka ia merasa sangat sukacita bergembira, karena Allah memberi pendamping yang setara, dan benar-benar milik dia. Peneliti Perjanjian Lama menunjukkan: Kidung Agung adalah seperti contoh konkret Taman Eden, menjelaskan terperinci detail yang tidak tercakup Kejadian pasal 2, lebih lanjut mengembangkan kasih di Taman Eden, orang dalam pernikahan dapat menikmati kasih yang tanpa pamrih, tidak ada pementingan diri, yang ada adalah ketersalingan, harmonis, kasih yang indah. Namun Kidung Agung belum mencapai tahap sempurna atau ideal, tetapi secara positif berjalan maju mengarah ke Taman Eden (on the way to Eden). 《Kitab Kidung Agung》 ── tepat karena berbicara kasih antara pasangan pernikahan, yakni adalah jenis cinta kasih intim dan hubungan pernikahan yang Allah harapkan, oleh karena alasan ini disebut 《Kitab Kidung Agung》!

Dari Kisah Salomo hingga 《Kidung dari antara kidung (The song of songs)》 ── ini adalah kisah cinta kasih terindah, penulis Alkitab sejak di awal kitab ini membuat kita melihat kontras antara dua kutub: di satu sisi, itu membuat kita sadar untuk introspeksi diri bahwa kita semua mungkin terjebak dalam pergumulan yang sama seperti pernikahan Salomo; di sisi lain, mengingatkan kita bagaimana memandang cinta kasih serta hubungan pernikahan tertinggi dan terindah yang telah Allah bangun.

Renungkan:
Apakah kita pernah mengambil jalan yang salah dalam cinta kasih dan pernikahan? Kesalahan seperti apa? Dalam hubungan yang demikian erat dan intim dalam pernikahan, seharusnya kita memiliki sikap dan nilai untuk memandang serta memperlakukan pasangan pernikahan, dan memandang hubungan dua orang yang berharga?


Renungan pemahaman Kitab Kidung Agung

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kidung Agung ditulis oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Kor. 4:6-7

Semua karena 「Kristus」! Semua karena 「anugerah」! Mengapa kita masih 「meninggikan diri」?

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:6-7 [ITB])
6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: Jangan melampaui yang ada tertulis, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?

Nilai-nilai dunia, prasangka bias, penilaian menghakimi, dan perpecahan, tidak hanya melukai hubungan antara gereja dan anggota tubuh dalam gereja, tetapi juga menghasilkan berbagai pemahaman yang salah, perbandingan, kontradiksi, dan air mata, menyebabkan pemimpin terluka dan sekat-sekat! Pepatah Mandarin mengatakan bahwa masalah manusia sering tidak dapat dipisahkan dari anggur, wanita, harta, nama! Anggur, wanita, harta membuat banyak orang jatuh! Tetapi di gereja di tengah-tengah mereka yang melayani, nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan dapat lebih berbahaya lagi! Karena perkataan Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa, membuat raja Saul mengambil jalan membanding-bandingkan, menyingkirkan orang lain, dan rencana jahat! (1 Sam. 18:7-8). Karena kecemburuan, maka hamba Allah yang setia Musa difitnah saudara-saudarinya: Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman? (Bil. 12:2) Karena kecemburuan dan keinginan merebut kedudukan, Korah dan lebih dari dua ratus lima puluh pemimpin berkumpul menyerang Musa dan Harun, mengatakan: Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN? (Bil. 16:1-3). Betapa mual dan tertekan ketika kita bertemu dengan para pemimpin yang rakus nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan sangat melukai gereja Tuhan! Paulus tidak ingin dijadikan sasaran pembanding-bandingan dengan Apolos, seorang rekan kerja pelayanan yang muda dan luar biasa, tetapi nilai-nilai duniawi saudara-saudari dan pemimpin Korintus menyebabkan dua pelayan dari periode yang berbeda diletakkan di atas meja dan dibandingkan! Sayang sekali!

Para peneliti memiliki pendapat yang berbeda tentang penafsiran frasa Jangan melampaui yang ada tertulis (not to go beyond what is written), mungkin Paulus mengingatkan jemaat Korintus, untuk menghidupkan kembali apa yang ia tuliskan sebelumnya di 1 Kor. 3:5 – 4:5 atau kutipan dari Perjanjian Lama dalam surat ini. Tetapi sangat jelas penerapan dan tujuan dari kalimat ini adalah kalimat pendek berikutnya: supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain

Terjemahan harfiah dari kalimat pendek ini adalah supaya kalian jangan ditiup menggelembung besar, memandang satu lebih tinggi daripada yang lain, atau lebih rendah yang lain』」. Kata menyombongkan diri, meniup membengkakan diri, membesar-besarkan diri / puff up dalam bahasa Yunani phusioo terkait dengan kata phusa yang salah satu artinya adalah puputan pengembus, alat puputan pengembus digunakan untuk meniupkan udara ke dalam tungku pembakaran untuk membuat api menyala-nyala. Kata phusioo menyombongkan diri, meniup membesar-besarkan diri hanya muncul dalam surat-surat Paulus, total 7 kali, di antaranya 6 kali muncul di Surat 1 Korintus (1 Kor. 4:6, 18-19; 5:2; 8:1; 13:4; Kol. 2:18). Satu-satunya penggunaan dalam bentuk kata aktif di 1 Kor.8:1 pengetahuan yang demikian membuat menjadi besar diri』」, sedangkan 6 penggunaan lainnya adalah bentuk kata pasif! Ini menyiratkan: kita tidak benar-benar besar, tetapi pikiran duniawi kita yang salah membuat kita merasa diri baik, tetapi kita hanyalah ditiup membesar! Hal yang paling menyedihkan tentang manusia adalah bahwa orang tidak memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri! Aslinya saya tidak hebat, tidak besar, tetapi saya pikir saya sangat hebat, saya besar! Pemimpin yang tidak memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri yang sebenarnya dan suka meniup diri membesar cenderung menyakiti orang lain dan memecah belah gereja.

Menanggapi angin buruk peninggian diri, meniup diri membesar di gereja, Paulus mengingatkan kita untuk meninggalkan pandangan mata yang terfokus pada diri dan bertanya dengan sungguh-sungguh: Siapakah? Ayat 7, Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Siapa yang membuat kamu berbeda dari orang lain? Kita bisa menjadi anak-anak Tuhan, memiliki tempat di gereja Tuhan, dan kita bisa menerima berbagai karunia rohani, bukan karena kita adalah orang-orang yang hebat, tetapi karena kita telah menerima anugerah Tuhan, kita yang dibangunkan dan diterangi oleh Roh Kudus, yang membuat kita tahu bahwa kita adalah benar-benar orang berdosa! Manusia berdosa yang tidak punya kemampuan apapun untuk menyelamatkan diri! Hanya debu! Tidak ada yang bisa disombongkan!! Semuajabatan tanggung jawab, hikmat dan karunia rohani, semuanya telah kita terimadengan cuma-cuma! Kita bisa menjadi apa adanya kita hari ini: semua karena Kristus, semua karena anugerah! Mengapa kita masih meninggikan diri, meniup diri membesar?

Renungkan:
• Jika ada banyak orang di gereja yang berebut nama, kekuasaan, kehormatan, kedudukan apakah akan membuat gereja terluka? Pernahkah Anda mengalami kesulitan-kesulitan tersebut?

• Orang Kristen dan hamba yang memiliki kesadaran diri untuk melihat diri sendiri tahu bagaimana sepenuhnya mengandalkan Kristus, bergantung sepenuhnya pada anugerah, dan menolak meninggikan diri, meniup diri membesar, sungguh suatu berkat bagi gereja! Pengingat apa yang diberikan pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kejadian 7:1-24

「Memasuki bahtera」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 7:1-24 [ITB])
1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: 「Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; 3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. 4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.
5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. 6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. 8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh. 10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.
11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.
13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, 14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; 15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. 16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.
17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. 18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. 19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya.
21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Kejadian 7 yang kita baca hari ini mencatat bagaimana air bah kehancuran dunia. Kejadian 7:19-22 mengatakan: Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, … mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.Menurut Kitab Suci, air bah sini merupakan bencana global yang menenggelamkan secara total, semua orang dan makhluk di darat mati.

Air bah yang telah lama ditunggu-tunggu keluarga Nuh akhirnya tiba, tetapi ini sudah berjarak sekitar 100 tahun sejak Allah pertama kali mengumumkan kepada Nuh! Tidak mudah untuk mempercayai dan menaati, dan bahkan lebih sulit untuk dapat taat dan percaya untuk waktu yang lama, karena di hadapan ejekan terus-menerus, permusuhan dan bahkan penganiayaan dari orang lain, masih dapat bertahan dalam iman sampai akhir untuk waktu yang lama. Ini benar-benar membutuhkan kasih karunia Allah.

Kejadian 7:1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, … 』」. Kata masuk adalah kata kerja penting dalam pasal ini, kata itu muncul berkali-kali. Hanya mereka yang memasuki bahtera itu dapat memperoleh keselamatan, jika tidak maka hanya akan binasa. Jika Nuh hanya membangun bahtera, tetapi tidak masuk pada saat-saat terakhir, dia masih akan gagal dan binasa. Kejadian 7:5 memberi tahu kita: Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya (Bandingkan Kejadian 6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya).

Bahtera ini sebenarnya bukanlah sebuah kapal, melainkan lebih seperti kotak atau rumah besar yang mengapung di atas air. Ini seperti bayi Musa yang diselamatkan dalam sebuah peti dan tidak tenggelam di Sungai Nil (Keluaran 2:1-10 … sebab itu diambilnya sebuah peti (ark) pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti (ark) itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil…), bahtera itu melambangkan keselamatan Yesus Kristus, bahtera itu seperti kasih karunia Allah, di dalamnya kita akan dilindungi dan dipelihara sepenuhnya, dengan damai dan aman. (Tambahan penerjemah: bayi Musa bukan diletakkan di keranjang, kesalahan yang sering disampaikan guru sekolah minggu, tetapi peti, bahasa Ibrani “tebah” diterjemahkan sebagai ark)

Kejadian 7:16 … lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh. Penulis kitab Kejadian memakai penggambaran antropomorfisme (seperti orang) bahwa TUHAN seperti menggunakan tangan menutup pintu bahtera. Di satu sisi menyatakan bahwa Allah menjaga keluarga Nuh untuk memastikan keselamatan dan keamanan mereka; di sisi lain, juga menyatakan bahwa pintu keselamatan telah ditutup dan bahwa orang tidak akan bisa masuk lagi untuk mendapatkan keselamatan. Oleh karena itu, sebagai orang percaya yang hidup di hari-hari terakhir hari ini, selain bertekun dalam iman, kita juga harus memanfaatkan kesempatan untuk membantu orang lain memahami Injil dan memimpin lebih banyak orang masuk ke dalam bahtera keselamatan sebelum Tuhan Yesus datang kembali.

Nuh terkunci di dalam bahtera. Bagaimana perasaannya? Ketika pintu ditutup, Anda benar-benar terisolasi dari dunia luar, dan Anda kehilangan kebebasan dan otonomi; karena bahtera hanya memiliki tingkap-tingkap dan tidak ada jendela lain, orang yang tinggal di dalam bahtera tidak dapat melihat hal-hal di luar, percaya bahwa perasaan kesepian dan tidak berdaya itu tidak mudah. Tetapi ketika Nuh mengetahui bahwa Allah telah menguncinya di dalam bahtera, dia merasa berbeda, karena yang didapatnya bukanlah pemenjaraan, tetapi perlindungan penuh. Air bah datang, ada di sini! Bagi yang tidak takut kepada Allah adalah akhir dari kasih karunia, tetapi bagi orang yang beriman adalah datangnya kasih karunia yang lebih besar.

Renungkan:
• Bahtera hanya memiliki tingkap-tingkap. Bagi sebagian orang, itu seperti masuk penjara dan kehilangan kebebasan, tetapi bagi mereka yang taat kepada Allah, itu adalah tempat yang tepat untuk berdoa dan dekat dengan Allah tanpa terpengaruh oleh dunia luar.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 4:6-8 (1)

「Angkat jangkar dan berlayar」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 4:6-8 [ITB])
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Ayat 4:6-8 Paulus secara langsung menunjukkan bahwa kemartirannya sudah dekat, dan waktu kematian telah tiba. Versi mandarin CUV tidak mencantumkan kata karena di awal kalimat 4:6 (ITB menerjemahkan sebagai mengenai, ITL memakai kata karena), karena Paulus akan segera meninggal, jadi dalam paragraf sebelumnya 4:1-5 dia dengan sungguh-sungguh meminta muridnya Timotius bersumpah untuk mewarisi visi semangatnya, baik atau tidak baik waktunya pergi sekuat tenaga untuk memberitakan Injil kabar bahagia. Paulus menggunakan dua gambaran untuk menggambarkan kematiannya yang akan segera terjadi.

Dicurahkan sebagai persembahan mengacu pada persembahan curahan dari Perjanjian Lama. Bilangan 15:7 sebagai korban curahan haruslah kaupersembahkan sepertiga hin anggur, menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN.Saya sering secara pribadi memasak di rumah, saya selalu ingin menambahkan satu sendok teh anggur Shaoxing ketika saya memasak makanan. Saat saya menuangkan ke dalam masakan, wangi anggur itu meluap. Anda bisa membayangkan api yang membakar di atas mezbah, memanggang berbagai korban bakaran, dan tiba-tiba dicurahkan satu setengah liter anggur, aroma anggur yang kuat memenuhi seluruh tempat kudus dan bertahan lama. Ayat 4:6 darahku sudah mulai dicurahkan, teks aslinya memang terdapat kata sudah, tetapidicurahkanadalah dalam bentuk sekarang. Adegan itu adalah satu setengah liter anggur sudah mulai dituangkan di atas mezbah, dan sedang dituangkan dari tempat anggur, perlahan asap merebak dan aroma arak semakin kuat dan kuat. Paulus membayangkan hidupnya yang dikorbankan di atas mezbah, sebagai persembahan yang harum, kurban yang berkenan kepada Allah. Roma 12:1 berpesan agar kita mempersembahkan tubuh kita kepada Allah sebagai persembahan yang hidup Sekarang Paulus hampir mati syahid, dia merasa kemartirannya lebih seperti persembahan curahan.

Ayat 4:6 kematianku sudah dekat bahasa aslinya mengacu pada orang-orang nomaden yang membongkar kemah untuk berangkat, atau anggota awak yang menarik jangkar kapal untuk berlayar, dapat dimengerti diterjemahkan sebagai meninggal, karena pada zaman kuno, istilah ini sering digunakan sebagai eufemisme untuk kematian. Buku The Lord of the Rings penuh dengan metafora spiritual, di akhir novel, setelah Justice League menang atas iblis, hobbit Bilbo Baggins dan para pemimpin Elf mengibarkan layar memulai perjalanan dan meninggalkan Benua Dunia Tengah menuju negeri ajaib di seberang lautan. Paulus berkata, saat kematianku sudah dekat mungkin ada gambaran yang serupa, telah sampai di akhir hidup, telah sampai di pelabuhan, menaiki kapal besar, bersiap meninggalkan dermaga memulai perjalanan, menuju rumah surgawi untuk bersama Tuhan Kristus selamanya.

Ada seorang bankir Hong Kong dengan kekayaan dan status sosial yang tinggi, tetapi hari-hari sebelum kematiannya, dia penuh ketakutan dan gelisah sepanjang hari, dan dipenuhi rasa panik. Istrinya adalah seorang Kristen, tetapi sebelum kematiannya penuh dengan harapan dan kedamaian, pergi dengan damai. Anak laki-laki mereka menyaksikan perbedaan besar dalam kehidupan orang tua mereka sebelum mereka meninggal, dan sangat terkesan, membuat dia sangat percaya pada kebenaran Kristus dan bertekad untuk mengikuti Kristus sepanjang hidupnya dan tidak pernah menyimpang darinya.

Renungkan:
Akhir hidup hanyalah awal dari perjalanan lain yang lebih baik bagi mereka yang mengikuti Tuhan Yesus. Apakah Anda memiliki kepastian ini dalam hati Anda?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 1:11-14

「Ku tahu kepada siapa aku percaya」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 1:11-14 [ITB])
11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.

Ayat 12 dan 14 seperti serupa, ayat 12 menyatakan bahwa Paulus yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku, sedangkan dalam ayat 14 Timotius perlu memeliharakan harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita. Kata yang dipercayakan dalam kedua ayat adalah kata benda yang sama dalam bahasa aslinya, mengacu pada hal-hal yang dipercayakan. Ayat 14 lebih mudah dijelaskan, Paulus mendorong Timotius untuk memelihara menjaga harta yang indah, yang telah dipercayakan. Siapa yang menitipkan mempercayakan kepada Timotius? Seharusnya Allah. Apa yang dipercayakan itu? Seharusnya sama dengan yang ada di kalimat sebelumnya yakni ajaran yang sehat di ayat 13 yang diminta agar dipelihara oleh Timotius, yaitu kebenaran Injil.

Terdapat lebih banyak perbedaan pendapat atas ayat 12. Teks aslinya hanya mengatakan bahwa Paulus yakin bahwa Allah berkuasa memelihara apa yang telah dipercayakan ku sampai hari itu (tp: tata bahasa yang legal dan bisa memiliki dua arah pembacaan dalam bahasa Yunani). Terjemahan Mandarin CUV berpendapat bahwa hal-hal yang dipercayakan adalah sama dengan yang dipercayakan dalam ayat 14, yaitu kebenaran Injil, dan ini adalah yang dipercayakan Allah kepada Paulus, jadi menerjemahkan ayat 12 sebagai apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku (sama seperti ASV, ITB). Namun, banyak juga sarjana Alkitab berpendapat bahwa karena Allah berkuasa memelihara, maka interpretasi yang lebih alami adalah bahwa Paulus telah mempercayakan sesuatu kepada Allah, jadi itu diterjemahkan sebagai apa yang telah dipercayakan ku kepada-Nya (terjemahan NCV Mandarin; lihat KJV which I have committed unto him; ITL petaruhan ku). Sebelum Paulus mati martir, apa sebenarnya yang telah dipercayakan oleh dia kepada Allah untuk dipeliharakan sampai hari itu, hari ketika Kristus datang untuk menghakimi orang mati dan yang hidup? Alkitab tidak dengan jelas menyatakan, yang paling mungkin adalah hidupnya sendiri, dan mungkin juga adalah pelayanan yang telah ia lakukan sepanjang hidupnya, atau buah dari Injil yang ia beritakan.

Di ayat 11 yang dimaksudkan pemberita adalah utusan yang menyampaikan perintah, yang artinya utusan yang memberitakan Injil di mana-mana. Di ayat 11, ada tiga identitas yang tercantum pemberita, rasul dan guru, yang paling mulia adalah rasul. Tapi Paulus meletakan pemberita di urutan paling depan atas, untuk menyoroti bahwa ia menghadapi penjara dan hukuman mati adalah karena Injil, karena untuk Injil dia bekerja tanpa lelah, memberitakan dalam berbagai kapasitas, dan tidak mau berkompromi, itulah mengapa dia mengalami penderitaan seperti ini. Justru karena bukan demi perbuatan jahat dirinya sendiri, tetapi menderita demi Injil, jadi ia sama sekali tidak merasa malu. Injil adalah kuasa besar Allah!

Renungkan:
Karena aku tahu kepada siapa aku percaya adalah ayat emas yang dihafalkan dan dikenang banyak orang percaya. Itu telah mengilhami banyak orang dalam semua jenis penderitaan. Tetapi apakah Anda benar-benar tahu siapa yang Anda percayai? Apakah Anda mengenal Kristus yang Anda percayai bahwa Ia telah menyerahkan hidup-Nya untuk disalibkan bagi dunia. Dia tidak ingin satu orang binasa, tetapi Dia ingin semua orang diselamatkan? Apakah Anda tahu bahwa Kristus memanggil Anda untuk menjadi utusan Injil, dan dalam semua kesengsaraan, masih berjuang untuk Injil?

(Di dalam hidup ini, apa yang telah dipercayakan oleh ku kepada Allah? Dan apa yang telah dipercayakan oleh Dia kepada aku? Injil, harta, … yang akan Ia peliharakan hingga Hari itu?
Itu adalah tata bahasa yang legal dan bisa memiliki dua arah pembacaan dalam bahasa Yunani)


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 1:15-16

Mengucap syukur karena kamu

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:15-16 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku

Paragraf sebelumnya menaikkan puji-pujian atas anugerah Allah, maka di dua ayat ini beralih menaikkan ucapan syukur kepada Allah bagi orang-orang percaya. Kunci memahami kedua ayat ini adalah berdasarkan pengenalan kita akan ayat 16, beberapa terjemahan mengungkapkan tindakan mengucapkan syukur dan berdoa dalam ayat 16, namun tidak secara jelas menunjukkan hubungan antara kedua tindakan tersebut,sehingga banyak orang yang memandang isi ayat 17-23 sebagai isi doa, akibatnya inti dari ucapan syukur kepada Allah jadi hilang.

Meskipun kata kerja utama di ayat 16 adalah tidak berhenti, tindakan tiada henti ini secara teori dapat mencakup dua tindakan yang diungkapkan dalam bentuk partisip (mengucap syukur; berdoa), tetapi karena dalam bahasa aslinya tidak ada kata penghubung antara kedua partisip (lihat KJV Cease not to give thanks for you, making mention of you in my prayers, tidak ada kata dan), maka akan terlalu dipaksakan jika kedua tindakan itu dipandang sama-sama tercakup sebagai tindakan-tindakan tiada henti yang dilakukan Paulus. Penjelasan yang lebih mungkin adalah menerjemahkan partisip berdoa sebagai klausa waktu, bahwa saat Paulus berdoa untuk mereka, dia tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada Allah atas mereka.

Penjelasan ini mempengaruhi kita memahami isi ayat 17-23, karena jika dua ayat ini dipandang bahwa titik beratnya terutama berisi ucapan syukur Paulus, maka perikop berikut (ayat 17-23) otomatis juga merupakan isi dari ucapan syukur tersebut (tambahan penerjemah: bukan hanya merupakan isi dari doa Paulus), oleh karena ini adalah tindakan yang Allah lakukan bagi orang-orang percaya. Tentu saja garis batas antara mengucapkan syukur dan berdoa terkadang kabur, karena meskipun Allah sudah memberikan anugerah, kita belum tentu memiliki pemahaman yang utuh tentang apa yang Allah berikan kepada kita, perlu mengalaminya selangkah demi selangkah dalam kehidupan yang konkret. Oleh karena itu, mengucapkan syukur dan berdoa memang pada dasarnya tidak bisa dipisahkan.

Sebelum menuliskan tentang mengucapkan syukur, Paulus terlebih dahulu mengungkapkan alasan ia mengucapkan syukur kepada Allah, adalah karena telah mendengar iman dan kasih mereka. Surat Efesus bukanlah surat situasional, mungkin saat yang sama juga merupakan surat terbuka untuk gereja-gereja lain, jadi di sini bukan menunjukkan bahwa Paulus mendengar kabar khusus tentang jemaat ini, tetapi secara umum menunjukkan bahwa dia mengetahui kondisi rohani mereka. Di satu sisi, mereka menunjukkan iman mereka kepada Yesus Kristus, yang mencerminkan bahwa mereka dengan benar memahami dan menerima Injil Yesus Kristus serta berpegang pada Injil firman kebenaran; di sisi lain, mereka menunjukkan kasih kepada semua orang kudus, menunjukkan bahwa mereka memiliki kehidupan umat Allah, menyadari bahwa mereka termasuk dalam komunitas ini dalam Yesus Kristus, dan satu sama lain merupakan anggota tubuh.

Iman dan kasih bisa dikatakan sebagai ciri khas umat Kristiani. Iman mereka terhadap Yesus Kristus sebagai pengakuan identifikasi mereka dalam komunitas orang kudus. Kolose 1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus ditulis pada masa yang sama juga mencerminkan bahwa Paulus memang menyatukan iman dan kasih. Artinya, Paulus percaya bahwa mereka yang percaya dan menerima Yesus Kristus juga harus menerima dan mengasihi semua orang yang merupakan milik Kristus.

Renungkan:
Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus, Allah telah mengubah sifat hidup kita dan memanggil kita untuk menjadi umat-Nya bersama dengan orang-orang percaya lainnya. Kiranya kita dapat mencerminkan perubahan yang dibawa oleh anugerah ini nyata dalam hidup kita. (Percaya dan menerima Yesus Kristus juga harus menerima dan mengasihi semua orang yang merupakan milik Kristus)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kej. 33:18-20

「Berpisah dan Hormat Menyembah」

Sikap Yakub menghormati taat kepada pemilihan Allah, pergi menuju tanah perjanjian.

(Kej. 33:18-20 [ITB])
18Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu.
19Kemudian dibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga seratus kesita.
20Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: 「Allah Israel ialah Allah.」

(Bacalah Kej. 33:12-20, dapat klik di sini.)
Esau dan Yakub saudara laki bertemu kembali, menyelesaikan dendam permusuhan dua puluh tahun. Pepatah Mandarin yang terkenal dari Lu Xun: 「Saudara yang mengalami banyak bencana, tertawa saat bertemu sirna semua dendam」, dapat dikatakan adalah potret yang paling cocok. Perkembangan berikutnya, justru di luar dugaan orang.

Pertama, Esau memberikan ide agar dua orang berjalan bersama, pergi menuju Seir yang di sebelah selatan Laut Mati (yaitu tanah Edom), Yakub menolak dengan halus 「anak-anak ini masih kurang kuat, dan bahwa beserta aku ada kambing domba dan lembu sapi yang masih menyusui」. Esau selanjutnya memberikan ide meninggalkan beberapa anak buah (beberapa pengiring) diberikan kepada Yakub, Yakub segera respon: 「Untuk apa demikian? Asal aku dapat di depan mata tuanku mendapat kasih itu saja sudah cukup.」 (Terjemahan bebas dari CUVT ke bahasa Indonesia). Ia sangat jelas bahwa ia tidak ingin memiliki koneksi apapun dengan Esau, berdamai tidak mewakili harus hidup bersama. Mungkin sesuai pepatah「Engkau berjalan melewati jalan raya kamu yang lebar, saya melewati jembatan kayu saya yang kecil」, dua orang seperti air sumur dengan air sungai tidak saling melanggar, justru adalah cara yang dapat dijalani.

Yakub lebih dahulu sampai ke timur sungai Yordan yakni 「Sukot」 (sukkôt, artinya 「pondok」), lalu 「sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan」, ini barulah tanah yang menjadi tujuan ia pulang. Yakub berkemah di sebelah timur kota itu,「bagian timur」 terjemahan langsungnya adalah 「bagian depan」, 「berkemah」 (ḥānâ) seperti dahulu Ishak di lembah Gerar berkemah (Kej. 26:17). Kata kerja (ḥānâ) ini lebih banyak dipakai untuk umat Israel 「berkemah」, untuk masuk merebut tanah perjanjian (lihat Kej. 13:20; 14:2, 9; 15:27; 17:1 dsb). Yakub di sana membeli tanah, dan sama seperti Abraham membeli gua di ladang di Makhpela, kemudian menjadi tanah perkuburan keluarga (Kej 23:9; Yosua 24:32 「Tulang-tulang Yusuf, yang dibawa orang Israel dari Mesir, dikuburkan mereka di Sikhem, di tanah milik yang dibeli Yakub…」). Yakub lebih lagi mengikuti tindakan Abraham, di sana mendirikan sebuah mezbah, 「dinamainya itu: 「El Elohe Israel」」 (sesuai NIV, CUVT, KJV) ITB langsung menerjemahkan kata tersebut sesuai artinya 「Allah Israel ialah Allah」. Ini adalah pertama kali sesudah peristiwa di tempat penyeberangan sungai Yabok, nama Israel muncul, malah dihubungkan dengan nama Allah. Mendirikan mezbah adalah demi tujuan mempersembahkan korban, memproklamasikan nama Allah lebih lagi adalah dimulainya penyembahan.

Kata kerja 「mendirikan」 yang dipakai Yakub di sini, bukan kata kerja yang bisa dipakai Abraham 「membangun」 (bānâ, Kej. 12:7, 8; 13:18; juga oleh Ishak Kej. 26:25), tetapi Yakub memakai kata 「mendirikan」 (nāṣab), berkoresponden dengan Kej. 28 tentang tangga yang「didirikan」 (muṣṣāb) di atas tanah, TUHAN 「berdiri」 (niṣṣāb) di sampingnya, Yakub mengambil batu yang ia pakai untuk mendirikan 「tugu」 (maṣṣēbâ). Menjelaskan bahwa perikop ini mempunyai koneksi dengan kisah di 「Betel」(Kej. 28), selesai sudah dengan sempurna Yakub yang bermula meninggalkan kampung halaman sampai kembali ke kampung halaman. (Yakub yang dulu setelah mengalami pertemuan dengan Allah, bergulat, bergumul dalam segala peristiwa yang terjadi, kini ia kembali lagi ke tanah yang sudah dijanjikan Allah, ia berserah kepada pimpinan Allah.)

(CUVT konsisten membedakan kedua kata 「membangun」 dan 「mendirikan」 dalam terjemahannya sehingga dapat dengan mudah terlihat perbedaannya; ITB sama rata menerjemahkan kedua kata sebagai mendirikan; mayoritas terjemahan Inggris tidak konsisten sama sekali.)

Renungkan: Setelah Yakub dan Esau berdamai, mengapa dua orang berpisah jalan sendiri-sendiri? Tentu saja disebabkan karakter dua orang berbeda terlalu besar, lalu jumlah ternak terlalu banyak, lebih penting lagi adalah Yakub menghormati taat kepada pemilihan Allah, pergi menuju tanah perjanjian. Kita sepatutnya satu hati fokus berharap kepada TUHAN, Dia pasti menunjukkan dan memimpin jalanmu

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 27:36-37

「Ditipu dan Dibuang」

(Kej. 27:36-37 [ITB])
36Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”
37Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: “Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?”

Terbentuknya karakter seseorang, biasanya terkait erat tidak terpisahkan dengan keluarga seseorang berasal. Pasal ini secara khusus banyak berbicara tentang relasi orang tua dan anak dari Ishak satu keluarga empat orang. Sebutan keluarga yang digunakan dalam teks ini 「anakku」 (Kej. 27:1, 8, 18, 20, 21, 24, 25, 26, 27, 37), 「ayahmu」, 「ayahku」, 「ayahnya」 (Kej. 27:6, 9, 10, 14, 18, 30, 31, 34, 38, 41), 「ibunya」 (ayat 14), 「kakakmu」, 「kakakku」, 「kakaknya」, 「saudaramu」, 「adikmu」, 「saudaranya」, 「adikku」 (Kej. 27:6, 11, 23, 29, 30, 35, 37, 40, 41, 42, 43), 「anak sulung」, 「anak bungsu」 (Kej. 27: 1, 15, 42), 「anak laki-lakinya」, 「anak laki-laki dia (wanita)」, 「anak laki-laki ibumu」 (Kej. 27: 9, 17, 20), 「anak laki-lakimu」, 「anak sulungmu」 (Kej. 27:19, 31, 32). Merupakan sebuah pasal di dalam Alkitab yang paling banyak menggunakan sebutan-sebutan keluarga tersebut.

Namun justru bukan sebuah keluarga yang sehat, satu keluarga empat orang masing-masing justru menyimpan rencana yang tidak baik, setiap orang juga membayar harga bagi tindakan bodoh dirinya sendiri. Ribka sebagai ibu, bersekongkol dengan anak laki-laki membohongi suami, berencana memakai kejahatan untuk mendapatkan kebaikan. Walaupun tercapai tujuannya, namun dalam satu hari juga kehilangan dua anak laki-laki (Kej. 27:45). Esau sebagai kakak, memandang rendah hak bagian anak sulung, demi sedikit makanan menjual berkat yang bersifat rohani, kelak justru ingin dengan diam-diam mengambil kembali, menunjukkan isi hatinya tidak lebih lurus dan jujur dibandingkan adik laki-lakinya. Ishak sebagai ayah, sengaja tidak menaati ketetapan Allah (Firman TUHAN kepadanya:「… anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda」, Kej. 25:23), masih sengaja membohongi istri, hendak memberkati Esau anak sulung. Hasilnya disiasati oleh istri, dibohongi Yakub, menerima sungut-sungut dari Esau, mati karena kepahitan dirinya sendiri. Penglihatan mata jasmaninya buram, mata rohani juga sudah ikut menjadi bodoh (walaupun kita sudah tua mata rabun tetapi kiranya janganlah mata rohani ikut rabun.) Yakub sebagai aktor utama, jelas sudah tahu membohongi ayah akan mendatangkan kutukan, tetap bekerja sama dengan ibunya menipu ayah membohongi saudara, hasilnya dipaksa melarikan diri meninggalkan rumah yang hangat. Dengan demikian tercerai-berailah satu keluarga.

Ucapan berkat dari Ishak bagi Esau (Kej. 27:39-40), dalam terjemahan mudah terjadi salah paham. Dalam ITB, NET, NIV, HSCB, dsb. diterjemahkan sebagai:

「... tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi
                             jauh dari embun dari langit di atas.」

Tetapi dalam KJV, CUVT, dsb. diterjemahkan sebagai:

「... tempat kediamanmu akan tanah-tanah gemuk di bumi
                        dan dari embun dari langit di atas」

Perbedaan kedua macam terjemahan adalah kata depan min dalam frasa「מִשְׁמַנֵּ֤י」, kata depan tersebut dalam bahasa Ibrani bisa diartikan sebagai 「berasal dari」 atau 「terpisah dari」. Tetapi dilihat dari konteks makna yang kedua akan lebih sesuai.

Renungkan: Apakah engkau mencintai orang dalam keluargamu? Keluarga sepatutnya adalah sorga di antara manusia, benteng tempat berlindung, namun tidak sedikit orang dilukai paling mendalam oleh orang terdekat dalam keluarga, jatuh seumur hidup tidak dapat bangkit berdiri. Sepatutnya memegang erat kesempatan, baik-baik mengasihi dia. Perkataan dan perbuatan apapun, semuanya harus keluar dari sisi terang dari manusia sehingga dapat menggerakan perasaan dan moralitas yang paling tinggi dari orang.

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).