Efesus 1:15-16

Mengucap syukur karena kamu

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:15-16 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku

Paragraf sebelumnya menaikkan puji-pujian atas anugerah Allah, maka di dua ayat ini beralih menaikkan ucapan syukur kepada Allah bagi orang-orang percaya. Kunci memahami kedua ayat ini adalah berdasarkan pengenalan kita akan ayat 16, beberapa terjemahan mengungkapkan tindakan mengucapkan syukur dan berdoa dalam ayat 16, namun tidak secara jelas menunjukkan hubungan antara kedua tindakan tersebut,sehingga banyak orang yang memandang isi ayat 17-23 sebagai isi doa, akibatnya inti dari ucapan syukur kepada Allah jadi hilang.

Meskipun kata kerja utama di ayat 16 adalah tidak berhenti, tindakan tiada henti ini secara teori dapat mencakup dua tindakan yang diungkapkan dalam bentuk partisip (mengucap syukur; berdoa), tetapi karena dalam bahasa aslinya tidak ada kata penghubung antara kedua partisip (lihat KJV Cease not to give thanks for you, making mention of you in my prayers, tidak ada kata dan), maka akan terlalu dipaksakan jika kedua tindakan itu dipandang sama-sama tercakup sebagai tindakan-tindakan tiada henti yang dilakukan Paulus. Penjelasan yang lebih mungkin adalah menerjemahkan partisip berdoa sebagai klausa waktu, bahwa saat Paulus berdoa untuk mereka, dia tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada Allah atas mereka.

Penjelasan ini mempengaruhi kita memahami isi ayat 17-23, karena jika dua ayat ini dipandang bahwa titik beratnya terutama berisi ucapan syukur Paulus, maka perikop berikut (ayat 17-23) otomatis juga merupakan isi dari ucapan syukur tersebut (tambahan penerjemah: bukan hanya merupakan isi dari doa Paulus), oleh karena ini adalah tindakan yang Allah lakukan bagi orang-orang percaya. Tentu saja garis batas antara mengucapkan syukur dan berdoa terkadang kabur, karena meskipun Allah sudah memberikan anugerah, kita belum tentu memiliki pemahaman yang utuh tentang apa yang Allah berikan kepada kita, perlu mengalaminya selangkah demi selangkah dalam kehidupan yang konkret. Oleh karena itu, mengucapkan syukur dan berdoa memang pada dasarnya tidak bisa dipisahkan.

Sebelum menuliskan tentang mengucapkan syukur, Paulus terlebih dahulu mengungkapkan alasan ia mengucapkan syukur kepada Allah, adalah karena telah mendengar iman dan kasih mereka. Surat Efesus bukanlah surat situasional, mungkin saat yang sama juga merupakan surat terbuka untuk gereja-gereja lain, jadi di sini bukan menunjukkan bahwa Paulus mendengar kabar khusus tentang jemaat ini, tetapi secara umum menunjukkan bahwa dia mengetahui kondisi rohani mereka. Di satu sisi, mereka menunjukkan iman mereka kepada Yesus Kristus, yang mencerminkan bahwa mereka dengan benar memahami dan menerima Injil Yesus Kristus serta berpegang pada Injil firman kebenaran; di sisi lain, mereka menunjukkan kasih kepada semua orang kudus, menunjukkan bahwa mereka memiliki kehidupan umat Allah, menyadari bahwa mereka termasuk dalam komunitas ini dalam Yesus Kristus, dan satu sama lain merupakan anggota tubuh.

Iman dan kasih bisa dikatakan sebagai ciri khas umat Kristiani. Iman mereka terhadap Yesus Kristus sebagai pengakuan identifikasi mereka dalam komunitas orang kudus. Kolose 1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus ditulis pada masa yang sama juga mencerminkan bahwa Paulus memang menyatukan iman dan kasih. Artinya, Paulus percaya bahwa mereka yang percaya dan menerima Yesus Kristus juga harus menerima dan mengasihi semua orang yang merupakan milik Kristus.

Renungkan:
Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus, Allah telah mengubah sifat hidup kita dan memanggil kita untuk menjadi umat-Nya bersama dengan orang-orang percaya lainnya. Kiranya kita dapat mencerminkan perubahan yang dibawa oleh anugerah ini nyata dalam hidup kita. (Percaya dan menerima Yesus Kristus juga harus menerima dan mengasihi semua orang yang merupakan milik Kristus)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.