Tag Archives: Perfect Participle

Efesus 2:4-7 (2)

「Bersama-sama dengan Dia di sorga」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:4-7 [ITB])
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan, 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

Dalam Efesus 2:5-6, Paulus menggunakan tiga kata kerja dengan awalan (prefix) συ yang sama: menghidupkan menghidupkan bersama-sama (suzoopoie), membangkitkan bersama-sama (sunegeiro), dan memberikan tempat bersama-sama (sugkathizo). Kata 「Kristus」 muncul setelah kata kerja pertama sehingga diartikan sebagai bentuk relasi dan ketiga tindakan 「bersama-sama」 tersebut dipahami sebagai 「bersama-sama Kristus」, sejumlah kecil salinan naskah kuno terdapat preposisi 「di dalam」 sehingga menjadi 「di dalam Kristus」 lebih memperkuat penjelasan bentuk relasi di atas. Di Surat Roma, 「menjadi satu dengan Yesus Kristus」adalah dasar dari identitas orang percaya, sehingga wajar mencapai akhir 「memiliki bersama-sama Yesus Kristus」; tetapi di Surat Efesus, di teks sebelumnya tidak ada pembahasan yang menonjol tentang hubungan 「bersama-sama」 dengan Yesus Kristus, penekanan Efesus lebih pada hubungan antara sesama orang percaya, terutama kesamaan identitas orang percaya Yahudi dan orang percaya non Yahudi, oleh karena itu, di sini sangat mungkin bertujuan mengungkapkan tiga tindakan 「bersama」 dalam proses keselamatan kita, mungkin lebih mengacu pada 「bersama-sama」 di antara orang percaya. Dengan kata lain, karena baik orang Yahudi dan orang non Yahudi mati dalam dosa dan pelanggaran sebelum mereka percaya, dan keduanya layak mendapatkan murka dan penghakiman Allah, maka keselamatan yang digenapkan melalui Yesus Kristus ini dapat membuat orang Yahudi dan juga orang non Yahudi bersama-sama dihidupkan karena Kristus, bersama-sama diselamatkan, dan menjadi komunitas iman yang satu, melalui Yesus Kristus.

Dalam hal konten tindakan, kata kerja kedua umumnya diartikan sebagai 「membangkitkan」, tetapi ini tumpang tindih dengan arti kata kerja pertama 「menghidupkan」. Tentu saja, Paulus bisa mengungkapkan tindakan yang sama dalam dua kata kerja, dan di antara kedua kata kerja ini Paulus menambahkan kalimat penjelasan untuk menunjukkan bahwa 「oleh kasih karunia kamu diselamatkan」, jadi dia membawakan ulang makna 「membangkitkan」 di ayat 6 juga sangat alami. Namun, kata kerja ini hanya muncul dua kali dalam Perjanjian Baru, dan tidak banyak penggunaan di luar Perjanjian Baru, jika kita mengacu pada versi asli dari kata ini tanpa awalan, selain arti 「bangun, bangkit」, kata ini juga memiliki makna 「naik, angkat, ditingkatkan」. Oleh karena itu, ketiga kata kerja ini dapat dipahami sebagai tiga bagian dari keselamatan Yesus Kristus, yaitu kita karena percaya kepada Yesus Kristus dapat dibangkitkan secara rohani, dan kita ditingkatkan ke sorga dan mendapat tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.

Ketiga kata kerja ini semuanya muncul dalam bentuk infinitif, mencerminkan bahwa Paulus menggambarkan integritas keutuhan tindakan. Meskipun infinitif itu sendiri tidak berarti bahwa tindakan tersebut telah selesai, tetapi frasa penjelasan yang ditempatkan di sini di paruh kedua ayat 5 menggunakan perfect participle bentuk telah terlaksana untuk menunjukkan keadaan bahwa kita sekarang sudah diselamatkan, jadi Paulus melihat ketiga tindakan ini dalam perspektif telah digenapkan. Dari perspektif ini, orang percaya melalui anugerah Yesus Kristus telah dibangkitkan dan memiliki kehidupan baru, dan mereka juga telah ditingkatkan ke sorga, menjadi warga kerajaan sorga, dan juga duduk di sorga bersama-sama Yesus Kristus.

Renungkan:
Kita telah memperoleh keselamatan ini dan identitas kita telah berubah. Kiranya hidup kita menunjukkan kemuliaan anugerah Allah.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 1:17-18

「Mengenal Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 1:17-18 [ITB])
17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus

Seperti yang kita katakan dalam renungan sebelumnya, makna dasar dari paragraf ini mungkin untuk mengungkapkan rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan Allah kepada kita. Walau tidak ada petunjuk lebih lanjut di ayat 17, tetapi ada sebuah kata kunci dalam ayat 18. Dalam doa ucapan syukur ini, Paulus menggunakan bentuk perfect participle untuk mengungkapkan bahwa Allah 「menjadikan mata hatimu terang」 (πεφωτισμένους pephōtismenous), menerangi mata hatimu. Secara umum, bentuk perfect tense mengekspresikan hasil dari tindakan lampau, jikalau di sini adalah berdoa meminta kepada Allah untuk menerangi mata hati orang percaya, maka seharusnya yang digunakan adalah bentuk infinitive participle bukan perfect tense. Namun di sini yang dipakai justru adalah bentuk perfect tense, maka dua frasa ini lebih memiliki makna sebagai doa ucapan syukur bahwa 「Allah Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang mulia, telah memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal-Nya, Ia telah menjadikan mata hatimu terang, sehingga kamu mengerti apa pengharapan Dia memanggil kamu, dan betapa melimpahnya kemuliaan milik pusaka-Nya (bagian yang ditentukan) di antara orang-orang kudus」

Di bawah interpretasi ini, kita dapat melihat keterkaitan yang lebih erat dengan konteksnya (teks sebelum dan sesudahnya). Dalam pemilihan-Nya, Allah melalui wahyu yang berkelimpahan hikmat, memungkinkan kita untuk mengerti keselamatan yang digenapkan di dalam Yesus Kristus. Mengerti yang sungguh tentang Allah tentu memiliki kepastian dari pengertian ini, bukanlah seperti yang diusung oleh Gnosticism sesat abad kedua. Selain itu, telah ditunjukkan dalam ayat 1:11-14 bahwa ketika seseorang percaya, maka akan menerima Roh Kudus sebagai meterai, dan meterai ini adalah bukti atas pengharapan yang didapatkan dalam panggilan kita, dan di ayat 1:7-10 kita juga telah melihat bahwa di dalam keselamatan dalam Yesus Kristus, ketika kegenapan waktunya tiba Allah akan menjadikan segala sesuatu baik yang di surga dan di bumi semuanya dipersatukan di dalam Kristus, menjadi milik pusaka-Nya yang kaya melimpah dan mulia.

Hasil interpretasi ini tidak berarti bahwa kita tidak perlu lagi berdoa untuk ini, tetapi dalam doa ini kita menjadi lebih beriman. Jika kita percaya bahwa ini adalah apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dan bahwa Dia telah melakukan hal-hal ini untuk kita, maka kita tahu pasti bahwa ini adalah kehendak Allah. Meskipun kita mungkin belum sepenuhnya memahaminya dalam perjalanan hidup, tetapi kita bisa memastikan dan yakin ini adalah arah pertumbuhan rohani kita yang Allah inginkan.

Allah sudah memberikan Roh Kudus tinggal di dalam kita, dan berjanji bahwa Roh Kudus akan membawa kita ke dalam kebenaran, kita harus berjalan di dalam Roh dan sering mempelajari firman-Nya yang sudah Ia wahyukan. Saat membaca Alkitab, berdoa, dan melaksanakan ajaran Allah dalam anugerah-Nya, dan menghayati (menghidupi) kebenaran Alkitab dalam komunitas kita, juga melalui perubahan hidup kita, kita juga makin mengalami pekerjaan Allah yang mulia di antara kita.

Renungkan:
Terima kasih Tuhan, kami tidak lagi mencari misteri Allah dalam kegelapan, tetapi di bawah wahyu kebenaran Yesus Kristus, kami tahu harapan kami dan memahami kehendak Bapa. Semoga kita belajar untuk patuh, hidup sesuai dengan bimbingan Bapa Surgawi kita, dan memenuhi misi-Nya.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:3-5 (2)

「Mengikuti Kebiasaan atau Memahami ulang」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:3-5 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Kemarin, kita telah merenungkan klausa pertama dari ketiga klausa partisipatif. Di dalam zaman yang tanpa harapan, penuh penindasan dan kebohongan ini, kelahiran kembali – sepenuhnya mengubah sikap kita terhadap kehidupan – akan membawakan harapan hidup. Dan menurut tata bahasa Yunani, kelahiran kembali ini tidak hanya membawa harapan tetapi juga akan membawakan 「suatu bagian / warisan inheritance」 (κληρονομίαν).

Ayat 4 「untuk menerima bagian (warisan) yang tidak bisa rusak, tidak cemar, dan tidak degradasi, yakni bagi kita di simpan di surga.」 (Terjemahan penulis)

Untuk memahami ayat ini, kita harus memahami konsep teologis dalam Perjanjian Lama tentang kata 「bagian / warisan」 (κληρονομίαν) dan harapan orang percaya pada abad pertama. 「Bagian / warisan」 adalah kata benda yang khusus dipakai untuk janji yang Allah berikan kepada orang-orang Ibrani untuk tinggal di Kanaan, ini menjelaskan fondasi iman orang Israel, tanpa kehadiran penyertaan dan perlindungan pemeliharaan Allah, tidak akan dapat berdiri selama ini tidak tumbang dalam situasi penuh ancaman dan berbagai serangan, jadi bagi orang Yahudi, warisan tanah Kanaan ini menjadi tradisi turun menurun yang sakral dan tidak dapat diganggu gugat.

Namun, ketika Yerusalem dihancurkan pada abad ke-6 S.M dan orang-orang Yahudi ditawan ke tempat asing, tradisi tentang 「bagian warisan」 tanah Kanaan ini masih bertahan hingga abad pertama A.D (bisa dikatakan hingga abad ke-21 hari ini), mereka tetap berharap suatu hari bisa mendapatkan kembali ke tanah warisan ini.

Dalam konteks latar belakang ini, ditambah dengan penolakan Caesar Romawi terhadap orang-orang Yahudi, Petrus harus berjuang untuk mengajarkan kepada orang-orang percaya Yahudi agar berhenti hanya berkutat dalam tradisi tentang 「bagian warisan」 tanah kanaan ini, maka Petrus menggunakan tiga kata sifat yang sangat khusus (alpha-privative adjectives): tidak bisa rusak ἄφθαρτον , tidak cemar ἀμίαντον, dan tidak degradasi ἀμάραντον, untuk menggambarkan 「bagian / warisan」 dari Yesus Kristus bukan merupakan tanah yang dijanjikan di bumi, karena tanah di bumi ini akan rusak, tercemar, dan terdegradasi, tetapi anugerah keselamatan Yesus Kristus adalah tentang warisan surgawi yang disimpan di surga bagi orang-orang percaya, maka jangan hanya berkutat dalam tradisi legendaris tentang warisan tanah di bumi.

Petrus menggunakan kata 「τετηρημένην / tersimpan」 (bentuk perfect participle) untuk menekankan bahwa warisan surgawi ini disediakan untuk kita oleh Allah sendiri, menghendaki agar mata kita tidak hanya terfokus mengharapkan 「bagian」 di bumi, tetapi untuk belajar teladan Yesus, Dia mengorbankan diri-Nya di kayu salib, bangkit dari kematian, naik ke surga, dan mempersiapkan tempat bagi kita mendapatkan 「bagian / warisan」 yang abadi.

Renungkan:
Injil Yesus Kristus menjungkirbalikan pikiran manusia, dan menafsirkan kembali (reinterpretation) tradisi legendaris tentang warisan tanah di bumi itu. Hari ini, tradisi spiritual yang ingin kita pelajari bukan sekedar menceritakan ulang contoh-contoh kisah dari Alkitab (scriptural example), tetapi memahami inti esensi ajaran dalam Alkitab, untuk dipahami dan diaplikasikan ulang sesuai untuk zaman sekarang ini (reinterpretation) (Bukan sekedar melakukannya secara harafiah apa adanya tanpa memahami esensi kebenaran rohani yang terkandung, dan melanjutkan tradisi legendaris harafiah budaya Timur dekat zaman kuno)

Tidak pernah mudah untuk melepaskan 「tradisi legendaris」 tentang warisan tanah di bumi, Petrus benar-benar berusaha keras melakukan interpretasi dan aplikasi ulang. Berharap bahwa di era yang sangat kompleks ini, kita akan bisa saling mendorong: melihat apa yang tidak kelihatan di depan mata, dan tidak hanya memikirkan ide-ide tradisi kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia.


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.