「Nyawa ada di dalam darah, darah mengadakan pendamaian」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 17:10-14 [ITB])
10 「Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. 11 Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.
12 Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorangpun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah. 13 Setiap orang dari orang Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, yang menangkap dalam perburuan seekor binatang atau burung yang boleh dimakan, haruslah mencurahkan darahnya, lalu menimbunnya dengan tanah. 14 Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apapun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.
Imamat 17:10-14 mencatat teologi darah, yang merupakan ayat paling sentral dari ajaran Imamat tentang darah. Perikop ini tidak hanya menjelaskan mengapa orang tidak boleh makan darah, tetapi juga menjelaskan makna simbolis darah dan fungsi darah dalam ritual pengorbanan. Jika ingin memahami konsep Imamat tentang darah tidak boleh mengabaikan Imamat 17:10-14.
Pertama-tama, Imamat 17:11 mengatakan ini: 「karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya.」 Ini mengingatkan kita bahwa saat Allah menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu, Allah memberikan kehidupan kepada semua makhluk hidup (Kejadian 1), ini tentu membuat orang Yahudi mengerti bahwa nyawa kehidupan makhluk hidup adalah pemberian Allah dan di dalam tangan kendali Allah, tidak ada seorang pun yang dapat mengambil nyawa orang lain tanpa izin, jika tidak maka sama Ketika Kain membunuh Habel, Allah berfirman: 「Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah」 (Kejadian 4:10), yang melambangkan darah Habel adalah perpanjangan hidup Habel dan berseru meneriakkan sendiri perkabungan kepada Allah, dan karena Allah adalah Pemberi kehidupan, Dia harus mendengar suara teriakan darah dan menegakkan keadilan bagi nyawa yang diwakili oleh darah ini. Dengan demikian, karena nyawa makhluk hidup ada di dalam darah, kalimat ini tepat menunjukkan bahwa kedaulatan hidup berasal dari Allah, ketika seseorang berani untuk mengambil nyawa orang lain tanpa izin, darah orang yang terbunuh akan meratap dan berteriak kepada Allah, dan Allah akan meminta keadilan untuknya. Oleh karena itu, darah melambangkan nyawa kehidupan. Orang Yahudi tidak boleh makan darah adalah karena nyawa yang diwakili oleh darah harus dikembalikan kepada Allah dan tidak boleh ditelan manusia.
Kedua, Imamat 17:11 menjelaskan: 「Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu …」 Ini adalah satu-satunya alasan mengapa Allah bersedia memberikan darah kepada manusia, ini adalah untuk tata ritual persembahan korban, darah harus dioleskan di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa hidup kita. Karena darah melambangkan kehidupan, maka nyawa menggantikan nyawa barulah dapat terjadi dan persembahan korban di atas mezbah dapat mengadakan pendamaian bagi orang. Apa sebenarnya pendamaian itu? Pendamaian dapat diartikan sebagai penyucian penahiran, yaitu membersihkan menahirkan tempat kudus bagi seseorang, karena dosa dan kenajisan orang ini mencemari tempat kudus, sehingga diperlukan darah untuk pembersihan. Penjelasan lain adalah tebusan pengganti (ransom), yang berarti bahwa orang ini pada awalnya sebenarnya diharuskan membayar hutang atas dosa-dosanya, tetapi sekarang karena hewan korban mengalirkan darah membayar tebusan pengganti untuk orang ini, dan orang ini dibebaskan dari hukuman. Dengan demikian, ini adalah alasan lain mengapa darah tidak dapat dimakan adalah karena darah hanya dapat dianugerahkan oleh Allah dalam ritual pengorbanan, dan memiliki satu-satunya fungsi, yaitu penyucian penahiran dan tebusan pengganti.
Renungkan:
Darah adalah nyawa dan dapat mengadakan pendamaian tebusan pengganti, yang pertama melambangkan kedaulatan hidup terletak di tangan Allah, dan yang kedua melambangkan prinsip dasar nyawa ganti nyawa. Sebagai orang Kristen, kita memahami bahwa Yesus Kristus menumpahkan darah untuk kita, darah-Nya yang tercurah dapat menyucikan dan menebus, sehingga kita dapat memiliki hidup yang baru. Sering kali, ketika kita berdosa, kita melupakan darah yang dicurahkan oleh Yesus Kristus dan harga yang Ia bayar, sehingga kita membiarkan dosa berkuasa dalam hidup kita, alih-alih membiarkan Allah memerintah dalam hidup kita. Mulai sekarang, kita harus merenungkannya, apakah kita bisa merampas kedaulatan atas hidup kita atau apakah kita bersedia mendedikasikan hidup kita agar Allah menjadi Tuan dan Tuhan atas hidup kita. Jika kita dapat menghormati bahwa kedaulatan hidup ada di tangan Allah, kita dapat memahami bahwa kita tidak dapat sesuka hati berbuat dosa, sehingga darah Kristus jangan mengalir dengan sia-sia, dan memahami pengampunan penuh belas kasihan yang diberikan oleh Dia.
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.