Imamat 17-27

Peraturan Kekudusan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 17:1-2 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 “Berbicaralah kepada Harun dan kepada anak-anaknya dan kepada seluruh orang Israel, dan katakan kepada mereka: Inilah firman yang diperintahkan TUHAN

Sebelumnya kita sudah merenungkan Imamat 1-16, dan kita akan melanjutkan merenungkan Imamat pasal 17 sampai 27. Para peneliti sepakat bahwa Kitab Imamat dapat dibagi menjadi dua bagian besar ini, bagian pertama (Imamat 1-16) dikenal sebagai Taurat Imamat (Priestly Torah), sedangkan bagian kedua (Imamat 17-27) disebut Peraturan Kekudusan (Holiness Code). Kedua bagian ini memiliki pendekatan yang berbeda tentang bagaimana menyatakan kekudusan Allah, tetapi keduanya setuju dengan pentingnya kesucian tahirnya tempat kudus dan hadirat penyertaan Allah. Apa perbedaan teologis antara keduanya?

Taurat Imamat / Priestly Torah (Imamat 1-16) berfokus utama pada kesucian tahirnya tempat kudus, bagian besar peraturan digunakan untuk menghilangkan kenajisan ritual (ritual impurity). Kenajisan ritual tidak ada hubungannya dengan kenajisan moral tetapi hal-hal yang mempengaruhi keadaan tahir dan keutuhan tempat kudus, yakni termasuk mayat, penyakit kulit, lelehan tubuh (seperti air mani dan darah menstruasi), makanan haram, dll, yang mempengaruhi keutuhan ritual, juga mempengaruhi operasi dan keadaan tahir tempat suci, maka membutuhkan air, api, dan darah untuk membuang kontaminasi dan menjaga kesucian tahirnya tempat kudus, sehingga Allah dapat menyertai Israel di dalam Kemah Pertemuan. Tetapi fokus utama dari Peraturan Kekudusan (Holiness Code) (Imamat 17-27) adalah kesucian tahir selain tempat kudus, melalui menghilangkan kenajisan moral (moral impurity) sehingga kesucian tahirnya tempat kudus diperluas ke arah luar. Kecemaran moral ini mencakup perilaku seksual yang tidak etis, ketidakadilan sosial, penindasan orang miskin dan penduduk asing, dll. Ketika orang Israel mematuhi Peraturan Kekudusan, mereka dapat menghidupi kesucian tahirnya tempat kudus, menjalani kehidupan yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain, maka menjadi saksi di antara bangsa-bangsa.

Akulah TUHAN, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain (Im. 20:24) Kalimat emas ini merupakan kalimat penting dari Peraturan Kekudusan (Holiness Code) (tentu juga termasuk ayat 19:2 Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus, yang juga akan kita renungkan nanti). Kalimat ini menunjukkan bahwa orang Israel sebagai umat anugerah, harus hidup berbeda dari bangsa-bangsa, mereka tidak boleh memiliki perilaku seksual yang tidak pantas seperti bangsa-bangsa lain, mereka tidak boleh seperti bangsa-bangsa asing menindas orang miskin. Berada di antara budaya Kanaan di tanah Palestina mereka hendaknya menghidupi menghayati cahaya kemuliaan Allah, harus mematuhi Peraturan Kekudusan. Diperintahkan. Dengan demikian, umat Israel dapat menjadi umat yang suci tahir, dan cara hidup mereka menjadi saksi atas kekudusan Allah.

Renungkan:
Kita hidup di zaman kegelapan, dan berbagai gaya hidup dunia mungkin tidak sesuai dengan kehidupan orang Kristen. Apakah kita memiliki keberanian moral untuk menjalani kehidupan suci tahir yang berbeda dari bangsa-bangsa dunia? Ketika kita melakukan demikian, dunia tidak akan menyukai kita, dunia akan mencoba yang terbaik untuk menyerang kita dan bahkan menganiaya kita. Pada saat ini, orang Kristen memiliki dua pilihan. Apakah kita akan diasimilasi oleh dunia dan tidak dapat dibedakan lagi dari orang-orang dunia, ataukah kita akan menghidupi menghayati kekudusan yang dituntut oleh Allah, berbeda dari orang-orang dunia. Yang pertama mudah dan yang kedua sulit, tetapi yang kedua adalah misi Peraturan Kekudusan, yaitu agar orang dapat melihat cahaya kekudusan Allah dalam hidup kita Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


0 thoughts on “Imamat 17-27

  1. Pingback: Yehezkiel 22:6-16 | walk with Jesus