「Peraturan penahiran setelah penyakit kulit (1)」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 14:1-9 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 「Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya:
ia harus dibawa kepada imam, 3 dan imam harus pergi ke luar perkemahan;
kalau menurut pemeriksaan imam penyakit kusta itu telah sembuh dari padanya, 4 maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop.
5 Imam harus memerintahkan supaya burung yang seekor disembelih di atas belanga tanah berisi air mengalir.
6 Tetapi burung yang masih hidup haruslah diambilnya bersama-sama dengan kayu aras, kain kirmizi dan hisop, lalu bersama-sama dengan burung itu semuanya harus dicelupkannya ke dalam darah burung yang sudah disembelih di atas air mengalir itu.
7 Kemudian ia harus memercik tujuh kali kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang.
8 Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
9 Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.
Orang yang terkena penyakit kulit setelah sembuh, tidak berarti orang itu secara otomatis dapat bersatu dengan umat Israel, tidak berarti bahwa orang secara otomatis telah tahir. Orang itu harus tetap di luar perkemahan, imam keluar perkemahan untuk memeriksa dia (Im. 14:3), setelah melakukan serangkaian ritual penahiran yang kompleks untuk dia, orang ini mendapatkan penahiran, tujuannya adalah agar dia dapat memasuki kembali hubungan sosial normal di perkemahan Israel. Ritual yang kompleks membuat kita orang modern bingung, tapi simbolik yang memiliki makna teologis yang mendalam, membuat kita merenungkan anugerah kasih karunia menahirkan dari Allah.
Pertama-tama, dalam ayat-ayat ini muncul tiga kali 「maka ia menjadi tahir」 (ayat 8, 9, 20), menunjukkan bahwa tujuan utama dari ritual ini adalah untuk membuat orang tersebut menjadi tahir. Kedua, ritual ini membutuhkan dua ekor burung, satu ekor ditetapkan untuk disembelih, satu ekor ditetapkan untuk dilepaskan hidup. Burung yang disembelih di atas belanga tanah sehingga darahnya menetes ke air mengalir yang ada di dalam belanga itu (living water atau running water), kemudian burung seekor yang hidup bersama-sama dengan kayu aras, kain kirmizi dan hisop, dicelupkan ke dalam darah burung yang disembelih di atas air mengalir di dalam belanga itu, dan memercikkannya di depan orang ini tujuh kali, dan orang ini menjadi tahir. kita tidak yakin apakah air dan darah bercampur atau terpisah di atasnya, tetapi kita tahu bahwa ritual ini adalah untuk menahirkan orang ini. Ketiga, burung mati dan burung hidup mengingatkan kita pada kambing jantan mati dan hidup di Hari mengadakan pendamaian (Im. 16), dan burung hidup seperti domba hidup, membawa pergi kenajisan orang ini ke kegelapan di luar perkemahan, dan bahkan ke tempat yang dikendalikan oleh iblis, melambangkan bahwa burung yang hidup menanggung kenajisan orang ini, sedangkan burung yang mati bagi penahiran untuk orang ini, darah yang terlibat memiliki efek pembersihan.
Renungkan:
Burung yang hidup dan burung yang mati mengingatkan kita akan Kristus, Dia menjadi burung yang mati karena dosa-dosa kita, dan darah-Nya membersihkan dosa-dosa kita; dan Dia juga adalah burung yang hidup, berjalan mendaki bukit Kalvari dan menanggung dosa-dosa kita, sehingga kita bisa jadi bersih, karena itu semata-mata hanya karena anugerah Allah bagi kita dan segalanya yang Ia lakukan demi kita. Memang benar bahwa orang yang memiliki penyakit kulit mendapat kesembuhan, mungkin mendapatkan perawatan dokter, disembuhkan tidak berarti otomatis dapat membuat orang ini menjadi tahir, hanya melalui ritual ini saja orang itu dapat memasuki kehidupan sosial yang normal, dan terhubung lagi dengan orang-orang. Demikian pula, hanya karena ditanggung Kristus dan darah Kristus yang membuat kita dapat memiliki hubungan kehidupan yang normal dalam komunitas gereja dan menjadikan gereja sebagai umat yang kudus, berbeda dari bangsa-bangsa duniawi. Berdoa memohon agar Tuhan membantu kita setiap saat ingat bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang telah mendapatkan anugerah, alih-alih menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih, dan gereja akan menjadi komunitas yang mendapatkan anugerah, memancarkan kemuliaan yang kudus, dan hidup bagi Tuhan.
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.