Tag Archives: Struktur Chiastic

Filipi 1:3-8

Gambar indah tiga yang bekerja bersama

Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Flp. 1:3-8 [ITB])
3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.
5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.
6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.
8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.

Perikop Filipi 1:3-8 mungkin merupakan struktur kipas (struktur chiastic). Struktur kipas ini mengacu pada isi yang dapat dijabarkan dalam bentuk ABCB’A’, di mana A dan A ‘ paralel atau berkoresponden, B dan B’ paralel atau berkoresponden, dan C sebagai pusat. Berdasarkan struktur ini, kita akan menemukan (A) di ayat 3-4 dan (A’) di ayat 8, keduanya mencatat kasih dan komitmen Paulus kepada gereja di Filipi, ayat 3-4 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita; ayat 8 Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. Masuk ke lapisan lebih dalam, (B) di ayat 5 dan (B’) di ayat 7, Paulus menukar antara subjek dan objek, mengingat dukungan gereja Filipi kepada dia di masa lalu, ayat 5 persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini dan ayat 7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

Ketika kita selesai membaca ayat 7 mungkin timbul pertanyaan, bukankah Paulus meletakkan jemaat Filipi di dalam hatinya? Ayat 7 kamu ada di dalam hatiku dalam bahasa Yunani (διὰ τὸ ἔχειν με ἐν τῇ καρδίᾳ ὑμᾶς / dia to echein me en tē kardia hymas), sebenarnya dapat juga diterjemahkan sebagai aku ada di dalam hatimu, NRSV menerjemahkan sebagai because you hold me in your heart (lihat juga catatan NET2 dan ASV).

Ayat 6 adalah bagian pusat dari struktur kipas, beranjak dari dua pihak saling mendukung Paulus melangkah lebih mendalam kepada pekerjaan Allah dalam kehidupan manusia: aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus

(A) Kasih dan komitmen Paulus kepada gereja (ayat 3-4)
……..(B) Dukungan di masa lalu gereja Filipi kepada Paulus (ayat 5)
……………..(C) Allah bekerja terus dari awal sampai akhir di antara jemaat Filipi
……..(B’) Dukungan di masa lalu gereja Filipi kepada Paulus (ayat 7)
(A’) Kasih dan komitmen Paulus kepada gereja (ayat 8)

Dari ini, kita melihat gambar yang indah dari tiga bekerja sama, lapisan paling luar adalah Paulus, lapisan kedua adalah orang percaya di Filipi, dan bagian inti pusat adalah Allah. Di satu sisi, Paulus mengingatkan orang-orang percaya di Filipi agar mereka menyimpan di dalam hati bahwa mereka adalah rekan perjuangan dia, di sisi lain, Paulus menunjukkan bahwa itu karena Allah yang memulai pekerjaan yang baik (ὁ ἐναρξάμενος ἐν ὑμῖν ἔργον ἀγαθὸν / ho enarxamenos en hymin ergon agathon). Meskipun Allah adalah awal dari semua pekerjaan yang baik, Paulus tidak menyangkal usaha manusia. Ternyata upaya manusia karena taat digerakkan Allah yang memulai, maka barulah upaya manusia bisa begitu indah, jangan berpikir bahwa manusia taat kerja bersama Allah maka menyangkal semua hanya karena anugerah. Mari kita bekerja segenap hati, taat digerakkan Allah, mengarahkan diri dan berlari-lari kepada tujuan (Flp. 3:12-14) sampai pada akhirnya pada Hari Yesus Kristus (ἡμέρας Χριστοῦ Ἰησοῦ / hēmeras Christou Iēsou).

Renungkan:
• Apa akibatnya jika iman hanya menekankan pekerjaan manusia dan mengabaikan penggerakkan dari Allah yang ada di baliknya?
• Apa yang akan terjadi jika iman hanya menekankan pekerjaan oleh Allah, mengabaikan ketekunan kerja manusia yang selanjutnya?
• Pekerjaan apa yang sedang dimulai Allah di hati Anda baru-baru ini? Apakah ada sesuatu yang menghalangi Anda untuk merespons Allah?


Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)

Renungan pemahaman semua Surat Filipi

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Amsal 11:1-15

Kebajikan yang sejati
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 11:1-15 [ITB])
1 Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN,
…….tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.
2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh,
…….tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.
3 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya,
…….tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna,
…….tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.
5 Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya,
…….tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.
6 Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya,
…….tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.
7 Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya,
…….dan harapan orang jahat menjadi sia-sia.
8 Orang benar diselamatkan dari kesukaran,
…….lalu orang fasik menggantikannya.
9 Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia,
…….tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.
10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota,
…. …dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai.
11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota,
. ……tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.
12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi,
……..tetapi orang yang pandai, berdiam diri.
13 Siapa mengumpat, membuka rahasia,
……..tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.
14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa,
……..tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.
15 Sangat malanglah orang yang menanggung orang lain,
……..tetapi siapa membenci pertanggungan, amanlah ia.

Amsal 11:1 Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat adalah kelanjutan dari ayat 10:32 bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan (menyenangkan Allah), dua ayat yang sama menggambarkan tema sukacita (berkenan kepada Allah). Kepada siapakah hal yang disebut di sini bibir orang benar dan batu timbangan yang tepat membawakan sukacita perkenan itu? Kitab Suci menunjukkan bahwa itu adalah Ia, jadi siapa yang dimaksud dengan Ia ini? Paruh pertama ayat 1 menyatakan bahwa subjeknya adalah TUHAN. Di ayat ini, kita dengan jelas melihat sukacita perkenan TUHAN dan apa yang merupakan kekejian bagi Ia, yakni terkait bagaimana orang menggunakan neraca timbangan dan batu timbangan yang tepat. Neraca dan batu timbangan digunakan sebagai ukuran bobot dalam transaksi. Jika ada ketidakjujuran atau penipuan dalam perdagangan, mereka akan menggunakan batu timbangan yang berbeda dari standar untuk menipu orang lain dan mendapatkan keuntungan, ini adalah kekejian bagi TUHAN.

Frasa kekejian bagi TUHAN muncul 11 kali dalam Amsal bagian kumpulan kedua, menunjuk pada hal-hal yang Ia benci dan menjijikkan bagi Allah. Hal-hal yang disebutkan: serong hatinya (11:20), dusta bibirnya (12:22), tinggi hati (16:5), membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar (17:15), dan dua macam batu timbangan, dua macam takaran (20:10). Dengan kata lain, ketidakadilan, ketidakjujuran, penyelewengan, tidak memiliki integritas, dll. semuanya menjijikkan bagi Allah. Apa yang orang pikirkan, katakan, dan lakukan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah, karena Dia memeriksa hati dan pikiran orang.

Jika kita melihat lebih dekat, kita menemukan bahwa pasal 11 ini melanjutkan perbandingan antara orang benar dan orang fasik dalam pasal 10. Dalam ayat 1-15, teks tersebut membandingkan dua tipe orang, yaitu orang benar / rendah hati / orang jujur / saleh / yang pandai, dengan orang fasik / pengkhianat / orang jahat. Yang pertama membangun kehidupan, sedangkan yang kedua menghancurkan kehidupan. Alasan perbedaan akhir mereka adalah karena mereka memiliki prinsip hidup yang berbeda untuk membimbing arah hidup mereka. Bagi orang fasik, apa yang telah mereka lakukan tidak hanya membuat diri mereka tersandung (ayat 5), tetapi juga di jalan menuju kehancuran diri (merusak diri, ayat 3). Akhirnya, jahat karena perbuatan jahat (vices) mereka merusak menghancurkan hidup mereka sendiri. Adapun orang benar, mereka memakai integritas atau kebajikan (virtues) untuk membimbing hidup mereka. Kisah Ester secara tepat mencerminkan kebenaran ini, Mordekhai dan Haman mewakili dua kualitas hidup dan cara bertindak yang berbeda. Mordekhai yang takut hormat akan Allah diselamatkan dari penderitaan pribadi dan krisis genosida; sementara Haman yang jahat, si pengkhianat, akhirnya menuai konsekuensinya, dan akhirnya menjadi korban dari konspirasi jahat dirinya sendiri.

11:9-13 adalah satu unit dan menyajikan struktur engsel (chiastic):
Ayat 9: sesama manusia
Ayat 10: kota
Ayat 11: Kota
Ayat 12: sesamanya

Di sini menjelaskan hubungan antar tetangga ini yang terkena dampak akibat karena bicaranya orang. Beberapa orang menyebarkan kata-kata di mana-mana (membuka rahasia, ayat 13), yang sebenarnya adalah gossip (NIV), menyebarkan cerita yang diubah-ubah kebenarannya (terjemahan LüZhenzhong), dan mengungkapkan rahasia orang lain. Sebagai pribadi yang berintegritas, ia tahu bagaimana menghormati privasi orang lain, sehingga hubungan kelompok dapat terjaga.

Renungkan:
(1) Mengandalkan Roh Kudus untuk terus-menerus memeriksa apakah hati saya lurus dan melakukan apa yang membawakan perkenan sukacita Tuhan;
(2) Bagaimana kita mengejar dan membangun kebajikan dalam perkataan dan membangun hubungan yang harmonis dengan orang-orang?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 10:6-16

Pengaruh perkataan
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 10:6-16 [ITB])
6 Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.
7 Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk.
8 Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.
9 Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui (ketahuan).
10 Siapa mengedipkan mata, menyebabkan kesusahan, siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.
11 Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.
12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.
13 Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.
14 Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.
15 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya, tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinan.
16 Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.

Ada dua tema penting di Amsal 10:6-32. Tema pertama adalah membandingkan orang benar dan orang fasik, dan kontras antara keduanya telah muncul 14 kali; tema kedua adalah perkataan, memiliki dampak yang sangat luas. Dalam pasal ini, kata mulut, lidah dan bibir muncul berkali-kali, dan situasi yang dijelaskan termasuk mulut orang fasik (ayat 6) dan mulut kebodohan (ayat 8, 10), mulut / lidah / bibir orang benar (ayat 11, 20, 21, 31, 32), bibir orang berpengertian (ayat 13), mulut orang bodoh (ayat 14), bibir yang berdusta (ayat 18), dan mulut banyak bicara (ayat 19). Selain itu, ada juga deskripsi mulut terhubung dengan bagian tubuh lainnya, seperti kepala dan mulut (ayat 6), hati dan mulut yang bodoh bicaranya (ayat 8, 20), matadanmulut yang bodoh bicaranya (ayat 10), bibir dan punggung (ayat 13). Ternyata lidah kecil sudah cukup untuk mempengaruhi seluruh tubuh.

Di sini, kita menemukan bahwa orang bijak di ayat 6-11 ditempatkan dalam struktur engsel (chiastic):
A. menyembunyikan kelaliman (ayat 6)
B. bodoh bicaranya, akan jatuh (ayat 8)
C. jalan yang aman, jalan berliku-liku (ayat 9) (perhatikan bagian yang dijepit di tengah ini adalah poin utama)
B’ bodoh bicaranya, akan jatuh (ayat 10)
A’ menyembunyikan kelaliman (ayat 11)

Dalam lima ayat ini, dua kali penyebutan menyembunyikan kelaliman dan konsekuensinya yang serius disebutkan dua kali akan jatuh (dijungkirbalikkan), ini adalah perilaku dan hasil dari orang bodoh. Sebaliknya, mulut orang benar adalah sumber kehidupan. Tema utama dari paragraf ini adalah ayat 9 (yakni C yang berada di bagian tengah engsel, A, B, C, B’, A’), yang menyatakan bahwa Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui (ketahuan). Di sini ditunjukkan dua jalan, yaitu jalan orang benar dan orang fasik, itu mencerminkan dua gaya hidup. Orang jahat menyembunyikan motif dan tujuan mereka, mungkin mengambil jalan pintas dan menipu orang lain untuk mencapai keuntungan pribadi; tetapi orang benar memiliki hati yang bijaksana, menerima perintah Tuhan, berperilaku benar dan murni, sehingga berkat datang kepada mereka.

10:12-14 membandingkan kontras antara kebencian dan kasih, dua-duanya disebabkan oleh bibir dan menghasilkan dua hasil yang ditunjukkan dalam perbandingan ini. Di sini ditunjukkan bahwa jika tidak mengendalikan lidah maka akan membawa sengketa, akibatnya adalah menerima hukuman dan kerusakan. Sebaliknya, kasih bisa menutupi segala pelanggaran, yakni lapang dada atas kesalahan orang, tetapi tidak menutup-tutupi dosa. Beberapa orang menggunakan kebohongan untuk menutupi kebencian, tetapi orang Kristen menggunakan kasih untuk menutupi pelanggaran orang.

Perikop ini membandingkan dua tipe orang, yaitu orang benar / berpengertian / bijak hati, dan orang fasik / bodoh / tidak berakal budi. Di akhir paragraf ini, ada kontras lain di ayat 15-16. Ada dua macam orang yang dikemukakan bahwa dua ayat ini, yaitu orang kaya dan orang miskin, yang mewakili status ekonomi dan pendapatan, ini adalah tentang hasil, orientasi moral dan cara hidup yang berbeda akan membawa hasil yang berbeda, sebuah kehidupan atau sebuah kehancuran.

Renungkan:
(1) Paulus mengajar kita: Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia (Efesus 4:29). Cobalah untuk merenungkan apakah kita sering mengucapkan perkataan yang membangun orang? Memohon bantuan Tuhan;
(2) Renungkan kasih menutupi segala pelanggaran (ayat 12) dan Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa (1 Petrus 4:8) Bagaimana itu dapat diterapkan pada keluarga, gereja, dan pekerjaan?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 10:1-5

Memahami bagian 2
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 10:1-5 [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo.
Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.
2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.
4 Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.
5 Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

Bagaimana pembaca modern menghargai Amsal, permata hikmat? Mungkin pembaca yang berbeda dapat melihat semua jenis permata dan pengaturannya dalam Amsal. Ketika kita merujuk pada buku-buku tafsir 《Kitab Amsal》, kita menemukan bahwa para peneliti memiliki interpretasi yang berbeda atas paragraf dan tema 《Kitab Amsal》. Kemarin telah diperkenalkan 《Kitab Amsal》 bagian kedua memiliki 13 pasal (yakni pasal 10 sampai 22), total 375 ayat (atau kalimat) amsal. Beberapa peneliti membaginya berdasarkan bentuk puisi dari ayat-ayat tersebut, yakni 5 ayat 1 unit, sehingga terbagi menjadi 75 unit, di mana ayat 16:2-6 sebagai unit pusat; selain itu, ada peneliti berdapat bahwa Amsal terdiri dari unit yang berbeda-beda panjang, ada beberapa yang hanya memiliki dua kalimat, sedangkan yang lebih panjang memiliki empat atau lima kalimat untuk membentuk satu unit; beberapa peneliti telah merangkum tujuh paragraf tematik dari seluruh kumpulan antologi (kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang), yaitu (1) orang benar dan orang fasik (10:1 sampai 11:31), (2) ucapan dan perilaku (12:1-28), (3) jalan kebijaksanaan dan jalan menuju kematian 13:1 – 14:27), (4) kebijaksanaan Yahweh dan raja (14:28 – 16:15), (5) jalan kebijaksanaan dan menuju kematian (16:16 – 19:12), (6) ucapan dan perilaku di hadapan Yahweh (19:13 – 21:1), dan (7) orang fasik dan orang benar (21:2 – 22:16). Ketujuh tema ini memiliki struktur engsel (chiastic). Dari tema paragraf, ditemukan beberapa kata bijak yang muncul berulang, misal:
10:1 dan 15:20 Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya.
16:2 dan 21:2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati

Terjadinya kalimat berulang mungkin adalah editor yang berbeda telah memasukkan kata-kata bijak yang sama di era yang berbeda; mungkin juga editor tersebut sengaja memasukkan kata-kata bijak yang sama untuk menekankan pesan tersebut.

Jika melihat episode kedua dari sudut pandang gaya bahasa, bagian kedua ini dapat dibagi menjadi dua alinea besar, yaitu 10:1 – 15:32 (total 185 ayat) dan 15:33 – 22:31 (total 190 ayat).
Di alinea besar pertama, digunakan paralel dua makna yang berlawanan, yaitu bagian pertama dari setiap ayat memiliki makna atau hasil yang berlawanan dengan bagian kedua. Misalnya, 10:2 kefasikan dan kebenaran, Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
Di alinea besar kedua, digunakan paralel sinonim dan perpanjangan makna, misalnya :
16:16 Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.
22:1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Dalam renungan 《Kitab Amsal》 tahun lalu untuk Amsal bagian pertama, ditunjukkan bahwa 《Kitab Amsal》 memiliki tujuan membimbing pembaca bagaimana melalui hidup yang indah. Selain itu, orang bijak mencoba membawakan pesan pendidikan, moral, dan teologis dalam kata-kata bijak mereka.

Hari ini kita merenungkan ayat 10:1-5. Ayat 1 adalah kata pengantar hikmat dan menggambarkan jalan kesalehan anak-anak bijak. Apa hubungannya dengan ayat 2-5? Di sini terdapat harta benda, kelaparan, miskin, kaya dan mengumpulkan, apa kesamaan umum mereka? Ayat 1 anak yang bijak / bebal adalah tentang kebajikan atau kejahatan, dan ayat 5 mengumpulkan / tidur adalah tentang gaya hidup dan kebiasaan. Dari pengertian tersebut, penulis mengemukakan prinsip hidup, yaitu orang benar menjadi kaya karena kerja keras, sedangkan tidak berakal budi dan kemalasan orang bebal menyebabkan kelaparan, kemiskinan, dan rasa malu.

Renungkan:
(1) Berdoa agar saya belajar perlahan-lahan mengunyah dan merenungkan Amsal, agar saya dapat memperoleh hati kebijaksanaan, kebenaran dan mempraktikkan dalam hidup;
(2) mencoba untuk merenungkan kehidupan individu saya, apakah saya adalah orang bijak yang bekerja keras? Apakah saya masih perlu meningkatkan diri? Bagaimana cara meningkatkannya?


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Hosea 10:9-15

「Kini Waktunya Memohon Tuhan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 10:9-15 [ITB])
(A) 9 Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel; di sana mereka bangkit melawan. Tidakkah perang melawan orang-orang curang akan mencapai mereka di Gibea? 10 Aku telah datang untuk menghajar mereka; bangsa-bangsa akan berkumpul melawan mereka, apabila mereka dihajar karena salahnya yang berganda.
(B) 11 Efraim dahulu seekor anak lembu yang terlatih, yang suka mengirik, dan Aku ini menyayangi tengkuknya yang elok, Aku memasang Efraim; Yehuda harus membajak, Yakub harus menyisir tanah baginya sendiri. 12 Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.
(A) 13 Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohongan. Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu, 14 maka keriuhan perang akan timbul di antara bangsamu, dan segala kubumu akan dihancurkan seperti Salman menghancurkan Bet-Arbel pada hari pertempuran: ibu beserta anak-anak diremukkan. 15 Demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai kaum Israel, oleh karena dahsyatnya kejahatanmu. Pada waktu fajar akan dilenyapkan sama sekali raja Israel.

Hosea beralih dari sekelompok pendengar kalangan dalam (Hos. 9:10-10:8) ganti berbicara kepada seluruh jemaat Israel. Pada saat ini, Israel mungkin baru saja lepas dari invasi raja Asyur Tiglat Pileser (tahun 733 S.M), krisis di mana Samaria menjadi tanah semi jajahan. Setelah sesaat itu mereka memperkuat kekuatan militernya lagi. Israel berada dalam keadaan yang relatif tenang ini, sepuluh tahun sebelum badai datang lagi, yaitu sebelum kejatuhan total Samaria, penyakit lama kambuh lagi terperangkap dalam jurang dosa.

Nabi Hosea meminta orang Israel untuk mengingat baik-baik pesan yang telah disampaikannya secara sengaja menggunakan sinonim berulang, termasuk: 「berdosa」 (10:9), 「salah」 (10:10), 「kefasikan」 (10:13), 「kejahatan」 (10:15), serta depan belakang yang bertanggapan, seperti Allah akan menghakimi 「perang」 (10, 14-15) dan 「kesalahan」 Israel akan dihakimi (10, 13), agar terkunci dalam ingatan pembaca. Di sini Hosea menggunakan gaya sastra bersilang, bentuk struktur ABA

  • A: ayat 9-10
  • B: ayat 11-12 (inti berita)
  • A: ayat 13-15

sehingga pembaca dapat dengan jelas melihat fokus pesan ini adalah menasihati anak lembu, yakni Israel, agar menabur keadilan kebenaran, membajak serta menyisir tanah belantara, dan mencari Allah (ayat 11-12).

Hosea menasihati dengan tiada lelah, semua itu karena jika Israel terus demikian maka akan berakhir binasa. Israel telah berdosa sejak hari Gibea, peristiwa-peristiwa di Gibea telah disebutkan dalam Hos. 5:8; 9:9, sejarah tragis itu (Hak. 19-21) menyingkapkan percabulan yang tak terbayangkan terjadi di antara umat Allah (lihat renungan Hosea 9:1-9) seperti homoseksualitas, kekejaman dan pembunuhan yang mengerikan. Nabi Hosea menunjukkan bahwa 「Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel; di sana mereka bangkit melawan …」 (ayat 9), BIMK lebih jelas 「… Sejak kejadian di Gibea, orang Israel belum juga berhenti berbuat dosa melawan Aku …」 atau CUV 「… di sana mereka berhenti …」, yang berarti bahwa mereka masih berdiri di sana dan belum berubah. 「… mereka dihajar karena salahnya yang berganda」, mereka terjerat dalam dosa ganda (ayat 10b); dosa ganda ini dapat dikatakan berdosa di masa lalu dan terus dilakukan sampai sekarang, tetapi lebih nyata dosa berganda adalah secara agama mereka menyembah Baal dan secara militer mengandalkan negara-negara lain.

Tepat karena alasan itu, kenyataan kejam akan datang kepada Israel, bahkan jika Israel memiliki banyak prajurit, kubu mereka pada akhirnya akan ditaklukkan oleh Salman raja Asyur (yang kemungkinan besar adalah singkatan nama Shalmaneser). Wanita dan anak-anak kecil di Israel juga menerima perlakuan kejam. Meskipun umat Allah sedang berjalan menuju kebinasaan, nabi Hosea masih berharap dan masih melihat secercah kesempatan hidup. Meskipun dia menunjukkan fakta-fakta mengerikan yang akan datang, dia ingin para pembaca mengingat hubungan awal dengan Allah, bergegas kembali, menanam keadilan kebenaran, membajak serta menyisir tanah belantara, dan mencari Allah (ayat 11-12, inti dari seluruh berita).

Nabi Hosea berkata, 「Efraim dahulu seekor anak lembu yang terlatih, yang suka mengirik, dan Aku ini menyayangi tengkuknya yang elok, Aku memasang Efraim; Yehuda harus membajak, Yakub harus menyisir tanah baginya sendiri」(ayat 11). Dia sering menggunakan nama Efraim untuk mewakili kerajaan Utara (Israel), Yehuda mewakili kerajaan Selatan, dan Yakub untuk mewakili bangsa Israel. Hosea ingin Israel mengingat bahwa ia dulunya adalah seekor lembu yang taat di bawah kuk, dan dengan bebas ia suka mengirik, karena hukum menyatakan bahwa 「Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik.」 (Ul. 25:4). Lembu itu dipasang kuk, mengikuti ke mana sang pemilik membawanya, dan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh pemilik, pada saat yang sama ia dicukupkan makan. Dengan cara yang sama, kita dapat hidup lebih bebas dan riang di bawah kasih karunia Allah. Karena Tuhan Yesus juga mengingatkan: 「kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.」 (Mat. 11:30). Kiranya kita kembali kepada pelukan TUHAN (Yahweh), menyalakan kembali hati yang mencari Allah, kembali memikul kuk yang diberikan Tuhan kepada kita, menanam kebenaran keadilan, membuka tanah baru, membiarkan Firman-Nya berakar dan tumbuh dalam hidup kita.

Renungkan:
Sekarang, mari renungkan kembali saat Anda memiliki hubungan yang manis dengan Allah, sekali lagi menikmati ketaatan di bawah kuk-Nya dan menjalani hari yang kenyang dicukupkan rohani dan hari penuh makna. Seperti yang dikatakan Hosea: 「sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN」 (ayat 12b). Janganlah kita menunda, selagi masih ada nafas kehidupan kita sekali lagi kembali ke pelukan-Nya, dan biarkan Dia memperbarui hidup kita.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yesaya 1:21-26

「Kota yang Setia」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 1:21-26 [ITB])
21Bagaimana ini,
kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal! Tadinya penuh keadilan dan di situ selalu diam kebenaran, tetapi sekarang penuh pembunuh. 22Perakmu tidak murni lagi dan arakmu bercampur air. 23Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka.
24Sebab itu demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel; 「Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku. 25Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya. 26Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia.」

Keberhasilan sebuah kota, bukan ditentukan oleh harta kekayaan, tetapi ditentukan oleh keadilan.

Saat nabi Yesaya mengumumkan nubuat adalah di Yerusalem yang aman dan makmur, ia menunjukkan secara langsung: Allah pasti akan menghakimi kota ini (Yes. 1:21-26). Saat itu kota ini indah menggerakkan hati orang, setiap orang tinggal dengan aman, bekerja dengan bahagia, memiliki uang dan anggur berkecukupan untuk dinikmati rakyat, kekuatan negara juga termasuk kuat dan besar, tidak ada kekuatiran atas sandang pangan. Dalam sudut pandang manusia, kota ini penuh memiliki masa depan. Mengapa nabi Yesaya justru di saat negara aman rakyat tenteram ini mengungkapkan kata penghakiman yang demikian serius tidak empati kepada para pemimpin?

Mungkin kita dapat mempelajari perikop ini dengan menuliskannya dalam sebuah bentuk struktur chiastic (struktur engsel):

Tema: 21a kota yang setia menjadi sundal!
A 21b dahulu penuh keadilan, di situ selalu diam kebenaran, sekarang penuh diam pembunuh.
B 22 perakmu tidak murni lagi penuh ampas dan arakmu bercampur air.
C 23  pemimpinmu hatinya durhaka,
bersekongkol dengan pencuri, semuanya suka menerima suap,
mengejar sogok harta benda yang haram.
Mereka tidak membela hak anak-anak yatim;
perkara yag diajukan para janda tidak sampai kepada mereka.
(Kritik kepada para pemimpin yang tidak benar )
X 24a oleh karena itu, Tuhan ─ TUHAN semesta alam,
Yang Mahakuat pelindung Israel berkata: (Pemberitahuan ilahi )
C’ 24b Ah! Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku,
membalas para musuh-Ku. (Penghakiman kepada para pemimpin yang tidak benar)
 B’ 25 Aku akan bertindak terhadap engkau,
memurnikan perakmu,
menyingkirkan segala timah ─ kotoran ─ dari padanya.
A’ 26a Aku akan memulihkan para hakimmu, seperti dahulu,
mengembalikan para penasihatmu, seperti semula.
Lalu, Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia.

A-A’: ayat 21b dan ayat 26a, kata kunci yang berkorespondensi adalah 「keadilan」 (juga kata 「hakim」 yang dari akar kata yang sama) dengan 「kebenaran」. Dilihat dari lima kitab Musa dan tradisi para nabi, keadilan dan kebenaran adalah sama dengan membela orang miskin, anak yatim piatu dan para janda, memperjuangkan orang yang tertindas, juga menjalankan tuntutan hukum Taurat dari lima kitab Musa. Tetapi ayat 21b menjelaskan: di dalam kota yang aslinya memiliki keadilan dan kebenaran ternyata berdiam pembunuh. Pembunuh secara teori pasti mendapatkan hukuman, tetapi sekarang justru ternyata dapat tinggal berdiam dengan aman tenteram, keadilan dan kebenaran sudah tidak ada lagi, sudah tidak ada pembatasan. Ayat 26a menunjukkan Allah pasti akan mengembalikan lagi hakim yang adil, memulihkan kehendak Allah. Teguran dari para nabi bukan memberikan teguran sekedar demi menegur, tetapi memberikan panggilan adalah agar kota mendapatkan kembali keadilan. Oleh karena itu, teguran semacam ini adalah 「panggilan bertobat」 (call to repent). Teguran nabi bukan pandangan mata sinis, tetapi adalah panggilan kepada orang untuk bertobat dengan air mata.

B-B’: kata yang berkorespondensi adalah「tidak murni / penuh ampas」, ayat 22 menunjukkan uang / perak yang membuat orang sombong ternyata ampas tidak berguna. Sebuah kota yang demikian kaya raya sehingga yang tersisa darinya hanyalah harta benda, sebenarnya hanya tersisa ampas, dan keberhasilan yang sesungguhnya malahan seharusnya adalah keadilan dan kebenaran. Ini secara langsung menyindir dengan tajam pejabat pemerintah saat itu, mereka ternyata mengejar uang yang seperti ampas sampah, justru telah menyerah atas keadilan yang seperti mutiara. Ayat 25 menjelaskan penghakiman Allah adalah demi menghilangkan ampas sampah, Allah melakukan penghakiman bukan karena sekedar ingin menghakimi, tetapi adalah demi mendidik kota ini, membuat kota ini bertobat dan menjadi murni.

C-C’: ayat 23 dan 24 adalah penghakiman kepada pemimpin dan pejabat yang tidak benar. Ayat 23 langsung menunjuk pejabat tidak membela komunitas kaum lemah, dan ayat 24b justru menjelaskan Allah pasti akan oleh diri sendiri membela kaum lemah, Dia pasti berdiri di pihak kaum lemah, langsung menunjuk para pejabat ini sebagai 「musuh」, juga hendak 「melampiaskan dendam」 bagi kaum lemah.

X: adalah inti titik pusat dari pengumuman perkataan TUHAN. Nabi Yesaya tidak takut akan kesulitan di depan mata, misinya hanya satu adalah setia sebagai wakil pembawa perkataan, mengumumkan bahwa: penghakiman Allah selamanya tidak akan ada kompromi, pembelaan Allah bagi kaum lemah adalah sedemikian genting.

Renungkan: menghadapi pemberitahuan ilahi ini, pemimpin dan pejabat hendaknya cepat-cepat bertobat, jika tidak demikian maka akan mendapatkan bencana tiada akhir. Karena Allah pasti berdiri di pihak kaum lemah, untuk mendapatkan keadilan bagi mereka, pada hari itu, orang fasik pasti akan menerima penghukuman, keadilan dan kebenaran pasti akan datang. Kita juga hendaknya berdoa bagi diri kita sendiri, memohon agar kita pada hari itu bukan orang yang dihukum Tuhan, tetapi adalah yang bersorak sorai karena keadilan.

Imamat 17:1-7

Hanya boleh menyembelih di depan Kemah Pertemuan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 17:1-7 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada Harun dan kepada anak-anaknya dan kepada seluruh orang Israel, dan katakan kepada mereka: Inilah firman yang diperintahkan Allah:
3 Setiap orang dari kaum Israel yang menyembelih lembu atau domba atau kambing di dalam perkemahan atau di luarnya, 4 tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, untuk dipersembahkan sebagai persembahan kepada Allah di depan Kemah Pertemuan Allah, hal itu harus dihitungkan kepada orang itu sebagai hutang darah, karena ia telah menumpahkan darah, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
5 Maksudnya supaya orang Israel membawa korban sembelihan mereka, yang biasa dipersembahkan mereka di padang, kepada Allah ke pintu Kemah Pertemuan dengan menyerahkannya kepada imam, untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai korban keselamatan. 6 Imam harus menyiramkan darahnya pada mezbah Allah di depan pintu Kemah Pertemuan dan membakar lemaknya menjadi bau yang menyenangkan bagi Allah.
7 Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.
8 Dan haruslah kaukatakan kepada mereka:
Setiap orang dari kaum Israel atau dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan, 9 tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan supaya dipersembahkan kepada TUHAN, maka orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.

Imamat 17 terutama menjelaskan teologi darah. Teologi darah ini memberi tahu kita bahwa hanya Allah saja yang memiliki hak untuk mengambil kehidupan, dan hanya Dialah yang dapat memberi kehidupan, dan Dialah penguasa kehidupan.

Imamat 17:3-4 menjelaskan bahwa jika orang-orang dalam keluarga Israel ingin menyembelih lembu, domba, dan kambing, mereka harus membawanya ke depan pintu Kemah Pertemuan. Hewan-hewan ini termasuk hewan yang dikorbankan, hanya hewan- hewan ini saja yang bisa dipakai sebagai persembahan korban kepada Allah, dan hanya Allah yang berdaulat yang mengatur hidup hewan-hewan ini. Oleh karena itu, Imamat 17:3-4 menunjukkan bahwa jika ada orang yang tidak membawa hewan-hewan ini ke pintu Kemah Pertemuan dan menyembelihnya, pertumpahan darah akan dihitungkan kepada orang-orang itu, dan orang-orang itu akan dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya. Membawa hewan-hewan ini ke pintu Kemah Pertemuan berarti mereka dibawa ke hadapan Allah, ketika mereka disembelih dan darahnya ditumpahkan di hadapan Allah, itu melambangkan bahwa hanya Allah yang dapat mengambil nyawa mereka. Ini juga melambangkan bahwa Allah adalah sumber dari segala hidup dan Dia memiliki kedaulatan mutlak atas hidup. Oleh karena itu, ketika seseorang membawa hewan ke pintu Kemah Pertemuan, itu juga berarti bahwa orang tersebut menyatakan bahwa hanya Allah yang mengatur kehidupan. Imamat 17:5 menunjukkan bahwa fungsi hewan-hewan ini adalah untuk diberikan sebagai persembahan kepada Allah, sehingga manusia tidak berkuasa mengontrol hari depan mereka, hanya Allah yang memiliki keputusan akhir. Terakhir, darah dipercik di depan pintu Kemah Pertemuan dan di hadapan Allah (Im. 17:6), ini adalah deklarasi pernyataan kehidupan, karena darah melambangkan kehidupan (Im. 17:11), tindakan tata cara / ritual ini memiliki makna bahwa kehidupan yang dikembalikan kepada Allah (milik Allah).

Merepotkan untuk membawa hewan ke pintu masuk Kemah Pertemuan, kita sering berpikir bahwa langkah-langkah ritual pengorbanan terlalu mengganggu dan tidak praktis, tidak ada manfaat ekonomi. Cara yang paling mudah adalah dengan menyembelih hewan-hewan ini di rumah dan memotongnya menjadi ukuran lebih kecil sebelum membawanya ke Kemah Pertemuan untuk persembahan korban. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa ini dilarang. Penyembelihan apa pun harus dilakukan di depan Kemah Pertemuan, dan kedaulatan Allah atas kehidupan harus dideklarasikan sebelum penumpahan darah. Pertama pengakuan deklarasi, lalu penyembelihan, dan kemudian penumpahan darah, ini adalah langkah yang harus dilakukan. Orang-orang yang mencari kemudahan menganggap langkah ini merepotkan, tetapi ketika mereka menganggapnya merepotkan, itu berarti mengambil kembali kedaulatan “mengambil nyawa” dari tangan Allah, mereka percaya bahwa mereka memiliki otoritas untuk mengendalikan masa depan hewan-hewan ini dan menanganinya dengan cara yang mereka pikir paling efektif. Mentalitas ini telah menyangkal kedaulatan Allah, yang artinya tidak lagi mengakui diri sebagai umat Allah, dan harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya (digunting, tidak lagi menjadi bagian umat Allah, penjelasan lebih lengkap lihat renungan Imamat 7:20-27 Dilenyapkan dari antara bangsanya klik untuk membuka).

Renungkan:
Berdoa memohon agar Allah membantu kita meninggalkan sikap egois ini, mengembalikan kedaulatan hidup kepada Allah, menyatakan kedaulatan-Nya dalam hidup kita sendiri, sehingga kita tidak lagi mengendalikan masa depan kita sendiri, dan membiarkan Allah yang mengendalikannya. Dia adalah penguasa hidup kita! Berdoa memohon agar Allah mengizinkan kita mendedikasikan kedaulatan atas hidup kita kepada-Nya dan menjalani kehidupan yang menjadi milik-Nya. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.