「Perempuan bersalin harus ditahirkan」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 12:1-8 [ITB])
1 TUHAN berfirman kepada Musa, demikian: 2 「Katakanlah kepada orang Israel:
Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.
3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.
4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas.
6 Bila sudah genap hari-hari pentahirannya, maka untuk anak laki-laki atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sebagai korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sebagai korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dengan menyerahkannya kepada imam.
7 Imam itu harus mempersembahkannya ke hadapan TUHAN dan mengadakan pendamaian bagi perempuan itu. Demikianlah perempuan itu ditahirkan dari leleran darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yang melahirkan anak laki-laki atau anak perempuan.
8 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa, dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia.」
Peraturan tentang perempuan bersalin harus ditahirkan terutama ada dua bagian, bagian pertama adalah memakai waktu untuk penahiran (Im. 12:1-5), bagian kedua adalah korban penghapus dosa untuk penahiran (Im. 12:6-8). Bagian pertama, jika melahirkan anak laki-laki maka akan najislah ia selama tujuh hari, dan jika melahirkan anak perempuan akan najislah ia selama dua kali tujuh hari, dan lamanya ia harus tinggal di rumah menantikan penahiran dari darah nifas selama 33 hari jika melahirkan anak laki-laki dan 66 jika melahirkan anak perempuan. Ini memberi orang seperti adanya ketidaksetaraan antara anak laki-laki dan anak perempuan, tetapi ketika kita dengan cermat mempelajarinya, kita akan mengerti bahwa ini terkait darah dan hidup.
Pada dasarnya darah melambangkan kehidupan (Im. 17:11), wanita bersalin banyak mengeluarkan darah, kehidupan datang bersama darah, di sini darah dan kehidupan terhubung jadi satu, membuat orang berpikir awal dimulainya kehidupan, bahkan darah itu sendiri juga membuat orang berpikir akhir hidup, kelahiran kehidupan baru ini bagi tradisi imamat adalah perubahan pada garis batas, keadaan tidak ada darah dan tidak ada hidup berubah menjadi ada darah dan ada kehidupan, membawa simbol 「melintasi garis batas」, oleh karena 「melintasi garis batas」 untuk sementara bercampur aduk antara hidup (kelahiran bayi) dengan kematian (keluar darah), situasi campur baur ini membuat wanita bersalin menjadi keadaan najis. Dan jika yang dilahirkan adalah bayi perempuan, setelah anak perempuan ini tumbuh dewasa di masa depan akan menghadapi pengalaman yang sama 「melintasi garis batas」, menjadi najis ganda, maka perlu dua kali tujuh hari untuk mengakhiri keadaan najis. Dengan demikian, peraturan imamat ini bukan merupakan ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan, tetapi pandangan atas hidup dan mati. Bersamaan merayakan kelahiran hidup baru, pada saat yang sama juga mengingat 「melintasi garis batas」 antara kehidupan dan kematian, dengan demikian kembali ke tatanan yang diciptakan oleh Allah.
Di bagian kedua, wanita bersalin perlu mempersembahkan korban penghapus dosa. Tujuan utama korban penghapus dosa bukan untuk berurusan dengan dosa moral, sebenarnya, wanita melahirkan anak yang tidak melibatkan soal kekotoran moral, tetapi kotor secara ritual (ritual impurity), tidak ada hubungan dengan moralitas individu. Im. 12:7 mencatat bahwa korban penghapus dosa ini adalah untuk mengadakan pendamaian, itu adalah untuk mengadakan penahiran baginya, dan hasil penahiran adalah ia ditahirkan dari leleran darahnya, 「leleran darah」 melambangkan sumber kehidupan, sumber seorang wanita melahirkan, kata ini juga muncul Im. 20:18 「Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang perempuan yang bercemar kain, jadi ia menyingkapkan aurat perempuan itu dan membuka tutup lelerannya sedang perempuan itupun membiarkan tutup leleran darahnya itu disingkapkan, keduanya harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.」 Tampaknya tradisi imamat sangat serius mengenai 「leleran darah」 wanita dan karena 「leleran darah」 terkait tentang hidup dan mati, memasuki simbol 「melintasi garis batas」, hanya korban penghapus dosa dapat menahirkan 「leleran darah」, mengembalikan hidup yang ada keteraturan dan tahir.
Renungkan:
Pada saat bersamaan merayakan kelahiran kehidupan baru, kita juga harus memikirkan hidup dan mati, dalam keadaan 「melintasi garis batas」, sepertinya membuat hidup kita kehilangan keteraturan. Bagi pasangan yang baru saja menjadi orang tua, keluarga juga memasuki keadaan hilangnya keteraturan. Tetapi imam harus menemani setiap ibu mengalami hidup dan mati, keadaan kehilangan keteraturan dibawa kembali kepada kehidupan yang teratur melalui persembahan korban, imam menyaksikan hidup dan kematian, pada titik penting dalam hidup, berkata: 「tahirlah ia!」 seperti malaikat mengantarkan ucapan berkat, dia dengan tegas menyatakan: Tidak peduli berapa banyak kekacauan dalam hidup, dengan teguh mengumumkan 「walau seberapa banyak kekacauan hilangnya keteraturan dalam hidup, pada akhirnya pasti akan ada keteraturan. Bersediakah Anda percaya?」
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.