「Hari Peniupan Serunai dan hari Pendamaian」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Bil. 29:1, 7 [ITB])
1 Pada bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; itulah hari peniupan serunai bagimu.
7 Pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu, haruslah kamu mengadakan pertemuan yang kudus dan merendahkan dirimu dengan berpuasa, maka tidak boleh kamu melakukan sesuatu pekerjaan.
Bilangan 29 berbicara tentang beberapa hari raya di bulan ketujuh setiap tahunnya: hari raya Peniupan Serunai (nafiri) pada tanggal 1 bulan ketujuh (ayat 1-6), hari Pendamaian pada tanggal 10 bulan ketujuh (ayat 7-11), dan hari raya Pondok Daun yang diadakan tujuh hari berturut-turut mulai tanggal 15 bulan ketujuh, juga dikenal sebagai hari raya Pengumpulan Hasil (ayat 12-38). Di sini kita membahas dua hari raya pertama terlebih dahulu.
• Hari raya Peniupan Serunai: hari pertama bulan ketujuh setiap tahun adalah 「Hari Meniup Klakson」 (yôm tǝrû’â). Peniupan nafiri di sini tidak secara langsung berkaitan dengan peniupan nafiri di Bil. 10:1 yang terutama untuk mengumpulkan umat Allah dan memerintahkan tentara Israel untuk berbaris, tetapi meniup nafiri di sini untuk mengumumkan dimulainya hari raya agar orang-orang introspeksi memeriksa diri mereka sendiri dan mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya Pendamaian. Sampai hari ini Sinagoge masih meniupkan nafiri pada hari tersebut (lihat juga Im. 23:24-25). Hari ini sama dengan hari raya Paskah, mereka harus mengadakan 「pertemuan kudus」, dan 「tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan」 seperti hari Sabat, dan mereka harus mempersembahkan korban bakaran, korban sajian, korban curahan dan korban penghapus dosa, untuk melakukan penghapus dosa bagi umat Israel, dengan aturan yang sama seperti Paskah. Belakangan, tradisi Yahudi menyebut hari ini 「Tahun Baru」 (rō’š haššānâ). Bulan ketujuh dalam kalender Yahudi, yakni bulan Ethanim, yang kemudian disebut bulan Tishrei, biasanya pada bulan September dari kalender solar (kalender Romawi). Di tahun baru, orang Yahudi akan makan roti bundar, apel yang dicelupkan ke madu, delima, dan anggur.
• Hari raya Pendamaian: tanggal 10 bulan ketujuh adalah Hari Pendamaian (yôm kippûr). Harus ada 「pertemuan kudus」, dan orang Israel patut 「merendahkan diri dengan berpuasa, maka tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan.」 Aturannya lebih ketat daripada Tahun Baru. Peraturan tentang hari raya Pendamaian dirinci dalam Imamat 16. Di hari ini, imam besar mengenakan jubah lenan dan memasuki Ruang Mahakudus dengan pembakaran dupa di tangan (Im. 16:32-33), itu adalah hari paling kudus dalam setahun. Aslinya, fokus dari memelihara hari raya ini adalah untuk menyucikan tempat kudus dan mempersembahkan korban penghapus dosa bagi umat Allah, dan orang-orang merendahkan diri dengan berpuasa memeriksa diri mereka sendiri. Di ayat ini ditetapkan bahwa di hari raya Pendamaian selain mempersembahkan korban seperti hari-hari yang biasa, juga harus mempersembahkan korban bakaran, korban sajian, korban curahan dan korban penghapus dosa yakni untuk penghapusan dosa bagi orang Israel. Persembahan penghapus dosa terdiri dari dua ekor kambing jantan, yang satu disembelih di Kemah Pertemuan, lambang menerima hukuman mewakili umat Allah karena dosa-dosa mereka, darah yang ditumpahkan harus disiramkan pada keempat sudut mezbah dan tabir Kemah Pertemuan. Terhadap satu ekor yang lain, imam meletakkan tangannya di atas kepala kambing dan mengutus orang membawanya ke padang gurun di mana tidak ada seorang pun, mewakili bahwa kuasa dosa sepenuhnya diusir, ini juga merupakan makna asli dari 「Azazel」. Setelah Bait Suci dihancurkan, orang Yahudi menyesuaikan diri dengan berpuasa dan berdoa di Sinagoge, melarang bekerja dan hiburan.
Renungkan:
Hari raya bukanlah hari libur, kebanyakan orang menganggap liburan sebagai bebas dari pekerjaan, bersantai dan bersenang-senang. Namun, hari raya dalam Alkitab memiliki makna yang lebih spiritual, tidak hanya untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga untuk pembaruan rohani. Yang pertama berpusat pada manusia, dan yang kedua lebih berpusat pada Allah. Renungkan tentang bagaimana kita harus menggunakan hari Minggu, Paskah, Natal dan hari libur Kristen lainnya?
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 1-16
Renungan pemahaman Kitab Bilangan 17-36
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Bilangan 17-36 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Nopember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.