Tag Archives: tutup pendamaian

Kejadian 3:20-24

「Adam dan Hawa diusir keluar Taman Eden」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 3:20-24 [ITB])
20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22 Berfirmanlah TUHAN Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya. 23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Kejadian 3 mencatat penghakiman Allah atas dosa dan pernyataan keputusan. Perikop Kitab Suci yang kita baca hari ini, Kejadian 3:20-24, mencatat Adam dan Hawa nenek moyang manusia diusir dari Taman Eden.

Kejadian 3:20-21; ayat 20 adalah pertama kalinya seorang wanita disebut Hawa (sebelumnya disebut wanita 1:27; penolong 2:18), Adam menamai istrinya Hawa karena dialah yang menjadi ibu semua yang hidup artinya ibu dari pemberi kehidupan. Saat itu, Hawa masih belum memiliki anak, jadi perbuatan Adam merupakan respons iman atas janji Allah akan mempersiapkan Sang Juruselamat.

Karena iman yang diungkapkan oleh Adam dalam menamai istrinya, TUHAN Allah Pencipta menyelesaikan masalah ketelanjangan dengan membuatkan pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan untuk istrinya itu ayat 21, karena manusia setelah berbuat dosa membutuhkan pakaian untuk menutupi. Akibat pertama dari dosa atas manusia adalah membuka mata hati manusia membuat Adam dan Hawa melihat bahwa mereka telanjang. Tanggapan mereka adalah menggunakan daun ara untuk membuat pakaian untuk diri mereka sendiri, berharap untuk menutupi rasa malu mereka, tetapi apa yang dibuat orang tidak cukup untuk menyelesaikan masalah manusia (Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri)

Sejak dimulai nenek moyang manusia, manusia telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi rasa malu dan takut yang disebabkan oleh dosa, misalnya, orang akan menggunakan perbuatan baik atau ritual agama untuk menutupi dosa dan aibnya, tetapi ini juga seperti pakaian yang terbuat dari daun ara. Di mata Allah, itu tidak cukup dan tidak berguna (Roma 2:28-29 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah), karena ini hanya dapat mengubah penampilan dan perilaku orang, tetapi tidak dapat mengubah hati orang.

Pada akhirnya Allah membunuh seekor binatang dan menggunakan kulitnya untuk membuat pakaian sebagai penutup yang diperlukan manusia tersebut (ayat 21). Agar Adam dan Hawa mendapatkan penutup, seekor hewan harus mati untuk menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh kejahatan manusia. Tindakan membunuh hewan untuk menyelesaikan kejahatan manusia melambangkan kebenaran tentang kematian dan penebusan Kristus memberikan pembenaran. Yesus Kristus mati di kayu salib bukan karena dosa-Nya sendiri, tetapi karena dosa dunia, sehingga semua yang percaya kepada-Nya dapat diampuni dosanya. Seperti yang dikatakan Ibrani 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Oleh karena itu, hanya anugerah keselamatan Kristus yang dapat menyelamatkan dan menyelesaikan masalah dosa manusia.

Ada dua keyakinan yang berbeda di dunia saat ini, yang pertama adalah keyakinan yang diciptakan oleh manusia sendiri, ketika seseorang seperti Adam memakai pakaian yang terbuat dari daun pohon ara untuk bertemu Allah, hasilnya tetaplah tidak dapat berkenan. Jenis kedua adalah Domba pengganti sempurna Yesus Kristus yang disiapkan oleh Allah. Manusia berdosa hanya berdasarkan iman menerima keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus barulah dosa-dosa mereka diampuni dan masuk ke rumah surga.

Kejadian 3:22-24 menceritakan tentang manusia terusir dari Taman Eden, adalah dosa yang menyebabkan manusia terusir dari Taman Eden dan jauh dari Sumber kehidupan. Apa artinya meninggalkan Taman Eden? Itu adalah hidup tanpa Allah! Dosa memisahkan dan mengisolasi kita dari Allah, Allah itu kudus suci tidak ada noda, jadi manusia berdosa harus menjauh dari-Nya. Ketika nenek moyang tidak berdosa tinggal di Taman Eden, mereka bisa mendekati Allah dan menerima kehidupan kekal dari Sumber kehidupan; tetapi ketika mereka diusir dari Taman Eden, manusia harus bekerja sepanjang hari untuk mendapatkan makanan, dan wanita harus mengalami sakit saat melahirkan, pada akhirnya mereka semua menghadapi kematian dan kembali ke debu.

Pohon kehidupan yang disebutkan dalam Kejadian 3:22, seperti namanya, jika seseorang mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya, tetapi bagi nenek moyang yang telah tercemar oleh dosa, buah pohon kehidupan itu bukanlah berkat, tapi kutukan. Karena nenek moyang pertama telah memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat dan hidup mereka telah mati dalam dosa dan pelanggaran, maka hidup selamanya berarti hidup selamanya dalam kehidupan yang diperbudak oleh dosa dan selamanya hidup di bawah situasi yang diatur oleh dosa, orang jika menjalani kehidupan yang demikian akan berharap lebih baik mati dari pada hidup. Manusia jatuh dalam dosa harus mengalami kematian dan kebangkitan yang sesungguhnya untuk bebas dari dosa.

Renungkan:
• Ketika orang menghadapi masalah, kita biasanya mencoba yang terbaik untuk menutupi dan menghindarinya, tetapi solusi Allah efektif dan menangani masalah dengan benar untuk selamanya. Apakah Anda bersedia untuk mematuhi metode Allah, yang merupakan ajaran Alkitab, untuk menghadapi kesalahan dan keberhutangan Anda sendiri?

(Tambahan penerjemah: perhatikan istilah “tutup” (menutupi), di bagian Alkitab selanjutnya kelak akan bertemu kata “tutup pendamaian”)


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Imamat 16:8-19

Kambing jantan yang mati di hari mengadakan pendamaian

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 16:8-19 [ITB])
8 dan harus membuang undi atas kedua kambing jantan itu, sebuah undi bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel.
9 Lalu Harun harus mempersembahkan kambing jantan yang kena undi bagi TUHAN itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus dosa.
10 Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun.
11 Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu.
12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir. 13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
16 Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.
17 Seorangpun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.
18 Kemudian haruslah ia pergi ke luar ke mezbah yang ada di hadapan TUHAN, dan mengadakan pendamaian bagi mezbah itu. Ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan dan dari darah domba jantan itu dan membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya. 19 Kemudian ia harus memercikkan sedikit dari darah itu ke mezbah itu dengan jarinya tujuh kali dan mentahirkan serta menguduskannya dari segala kenajisan orang Israel.

Imamat 16 menjelaskan prosedur ritual pengorbanan di hari mengadakan pendamaian, ini adalah satu tahu satu kali hari mengadakan pendamaian, hal yang paling penting dalam ritual ini melibatkan dua ekor kambing jantan, imam akan membuang undi (cast lots) atas dua ekor kambing jantan ini, agar Allah yang menentukan kambing jantan mana yang dipersembahkan mati sebagai korban penghapus dosa, mana yang akan hidup-hidup dilepaskan ke padang gurun. Ayat 16:8 menjelaskan adalah kambing jantan yang diundi mati dipersembahkan untuk TUHAN, kambing jantan yang diundi hidup adalah untuk Azazel. Hari ini kita akan merenungkan kambing jantan yang diundi mati, dan besok kita akan merenungkan kambing jantan yang hidup.

Seperti Imamat pasal 4 tentang korban penghapus dosa, demikian juga darah kambing jantan melalui tata cara darah untuk menahirkan tempat kudus atas semua dosa dan kecemaran kenajisan umat Israel (16:16), ritual tata cara penggunaan darah (16:18-19) secara dasarnya sama dengan yang dijelaskan di Imamat 4. Namun, Imamat 16:12-15 mencatat peraturan persembahan korban penghapus dosa yang tidak disebutkan dalam Imamat 4, yakni tentang imam setahun sekali di hari mengadakan pendamaian akan memasuki Ruang Mahakudus, pertama-tama ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian agar imam tidak bisa langsung melihat tabut perjanjian, untuk menjamin keselamatan imam. Kemudian imam harus harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas di bagian muka dan ke depan tutup pendamaian tujuh kali, lalu dengan jarinya memercikkan darah kambing jantan korban penghapus dosa ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu tujuh kali, yang merupakan salah satu tata cara ritual penggunaan darah yang paling mendalam, menahirkan membersihkan tempat kudus terdalam, menghapuskan noda dosa yang terdalam.

Kata tutup pendamaian berasal dari kata kĭppěr, seperti yang dijelaskan dalam renungan Imamat 1:2-9 (2), kata kĭppěr memiliki makna suci kudus dan mengadakan pendamaian, tetapi ketika digunakan pada tutup pendamaian maka kata kĭppěr juga memiliki makna penutup (cover), oleh karena itu takhta pendamaian terdapat dua kerub yang terbuat dari emas murni, kedua kerub ini merentangkan sayapnya untuk menutupi tabut perjanjian, melambangkan takhta hadirat penyertaan Allah, dan juga menghubungkan tabut perjanjian, melambangkan Perjanjian yang dibuat Allah dengan umat Israel. Dengan demikian, tutup pendamaian / takhta pendamaian yang dalam bahasa Inggris mercy seat tidak ada kaitan secara langsung dengan konsep mercy belas kasih kemurahan, dan sulit bagi para peneliti untuk menerjemahkan kata ini. Namun, tutup pendamaian / takhta pendamaian terkait dengan takhta kehadiran Allah, dan juga terkait perjanjian antara Allah dan umat-Nya, yang juga merupakan inti iman kitab Imamat, inti yang harus dilaksanakan setahun sekali mendapatkan penahiran, untuk memastikan kehadiran penyertaan kekal Allah.

Renungkan:
Dengan demikian, darah kambing jantan yang mati membawa kita ke inti iman: kehadiran penyertaan dan perjanjian. Allah hadir di tempat maha kudus, dan tabut perjanjian di tempat maha kudus melambangkan perjanjian antara Allah dan manusia. Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus adalah kambing jantan yang mati itu. Darah-Nya membawa kita ke hadirat penyertaan dan perjanjian Allah. Dia membersihkan tempat kudus dengan darah-Nya, memungkinkan setiap penyembah mengalami berkat hadirat penyertaan Allah selamanya. Kita juga telah mengalami keselamatan dalam perjanjian kekal. Di hadapan domba yang mati ini, kita hanya bisa mengucap syukur berterima kasih, dan tidak melupakan anugerah Allah ini!


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Keluaran 25:10-22

「Tabut Perjanjian dan Takhta Mulia」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 25:10-22 [ITB])
10 Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya. 11 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.
12 Haruslah engkau menuang empat gelang emas untuk tabut itu dan pasanglah gelang itu pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua.
13 Engkau harus membuat kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas. 14 Haruslah engkau memasukkan kayu pengusung itu ke dalam gelang yang ada pada rusuk tabut itu, supaya dengan itu tabut dapat diangkut. 15 Kayu pengusung itu haruslah tetap tinggal dalam gelang itu, tidak boleh dicabut dari dalamnya.
16 Dalam tabut itu haruslah kautaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.
17 Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya.
18 Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. 19 Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya. 20 Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.
21 Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.
22 Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.

Pembangunan Tabernakel, pertama-tama dibicarakan tentang Tabut Perjanjian, ini merupakan satu-satunya instrumen ritual yang ditempatkan di ruang maha kudus, menjelaskan status dan kepentingannya yang sakral. Tabut perjanjian dibagi menjadi tiga bagian: (1) tabut itu sendiri, (2) tutup pendamaian, dan (3) kerub.

Tabut perjanjian itu sendiri adalah kotak kayu persegi panjang yang terbuat dari kayu penaga (kayu akasia), bagian luar dan dalamnya disalut dengan emas murni yang berharga. Tabut ini bentuknya sederhana dan berukuran kecil, panjangnya sekitar 122 cm, lebar 76 cm, dan tinggi 76 cm (dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya). Di sisi atas ada bingkai emas sekelilingnya, empat gelang emas pada keempat kaki, kedua sisi terdapat kayu pengusung yang disalut dengan emas, kayu pengusung terpasang untuk mengangkut memindahkan tabut.

Bagian atas tabut perjanjian adalah tutup pendamaian, yang panjang dan lebarnya sama dengan tabut, sebagai penutup atas tabut. Tutup pendamaian juga dapat diartikan sebagai takhta pendamaian, setiap tahun pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh adalah hari Pendamaian, imam besar akan memasuki tempat maha kudus untuk mengadakan pendamaian di depan tabut perjanjian (Imamat 16:15-16).

Di atas tutup pendamaian (takhta pendamaian), ada dua kerub, malaikat Allah, terbuat dari emas murni. Kedua kerub itu terhubung satu sama lain di kedua ujung takhta pendamaian, yang menunjukkan bahwa mereka bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dari Allah. Kedua kerub itu melebarkan sayapnya tinggi-tinggi dan dalam postur terbang, yang melambangkan tindakan cepat dan jarak tak terbatas. Kedua kerub itu muka menghadap ke arah tutup pendamaian, menunjukkan bahwa mereka mengabdikan diri untuk melayani dan tidak ada yang bisa mengganggu.

Renungkan:
(1) Takhta dan tumpuan kaki: kemuliaan Allah dinyatakan pada tutup pendamaian, setara dengan takhta-Nya, dan tabut perjanjian adalah tumpuan kaki-Nya. TUHAN adalah Raja Agung, dari sini Ia memberi perintah dan memerintah Kerajaan.

(2) Tinggi melampaui (transenden) dan datang dekat: Allah ada di surga, dan kemuliaan-Nya melebihi langit. Tetapi Ia rela meninggalkan kemuliaan, datang di antara manusia. Kemuliaan-Nya antara kedua kerub di tutup pendamaian. Ini adalah manifestasi konkret yang paling nyata dari penyertaan kehadiran TUHAN terhadap umat-Nya.

(3) Kemuliaan dan sederhana: tabut perjanjian dari kayu akasia disalut emas, emas murni simbol kemuliaan Allah, tetapi bentuk yang sederhana, menjelaskan bahwa tidak ada apa pun yang dapat menambah kemuliaan Allah.

(4) Hukum dan kasih karunia: di atas tabut perjanjian ada tutup pendamaian yang melambangkan penebusan dan keselamatan, dan di dalam tabut perjanjian ada kedua loh yang mewakili hukum Taurat Allah. Keduanya dianugerahkan oleh Allah, berada di kedalaman tempat maha kudus, mereka menunjukkan sifat suci Allah, inti dari iman dan etika.

(5) Ibadah penyembahan dan wahyu penyataan: tabut perjanjian dan takhta pendamaian adalah tempat di mana Allah dan manusia bertemu. Takhta pendamaian juga merupakan tempat Allah mengungkapkan dan menyatakan wahyu kebenaran, Musa sering masuk datang ke hadapan takhta pendamaian tabut perjanjian untuk mendapatkan makanan rohani dan membagikannya kepada umat-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.