Imamat 16:20-22

Kambing jantan yang hidup, di hari mengadakan pendamaian

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 16:20-22 [ITB])
20 Setelah selesai mengadakan pendamaian bagi tempat kudus dan Kemah Pertemuan serta mezbah,
ia harus mempersembahkan kambing jantan yang masih hidup itu, 21 dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka;
ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu.
22 Demikianlah kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing itu harus dilepaskan di padang gurun.

Darah kambing jantan yang mati itu membawa kita melangkah menuju kehadiran dan perjanjian Allah; kambing jantan yang hidup tidak perlu menumpahkan darah, tapi imam harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu (16:21), semua dosa dan kecemaran orang-orang Israel dipindahkan ke atas kambing jantan hidup ini, kambing jantan yang hidup ini menanggung dosa seluruh Israel, berjalan ke padang gurun, berjalan ke arah Azazel, ini adalah nasib kambing jantan hidup tersebut. Karena menjauhnya kambing ini, dosa-dosa orang-orang Israel juga menjauh. Sejauh langit dari bumi, demikian kambing jantan ini juga membuat pelanggaran kita dijauhkan dari kita.

Azazel adalah tempat apa? Para peneliti telah banyak membahas kata itu, kata ini tampaknya mewakili tempat sepenuhnya penawanan pembuangan dan yang jauh terpisah, mungkin mewakili tempat yang sepenuhnya gelap di mana tidak ada seorang pun hidup, dan argumen yang lebih meyakinkan adalah melambangkan iblis padang gurun (dessert demon), melambangkan kekuatan gelap yang sepenuhnya, juga sebuah tempat yang sepenuhnya najis.

Kambing jantan hidup walau tanpa pertumpahan darah, tetapi ia berjalan menuju kepada setan membawa dosa semua orang, itu adalah seekor kambing pengganti pembawa dosa (scapegoat), membawa dosa najis ke tempat paling najis tempat iblis, agar dosa selama-lamanya menjauh dari umat Allah. Dengan demikian, kambing jantan yang hidup membimbing orang-orang menjauh dari dosa, melambangkan bahwa Yesus Kristus menanggung dosa kita dan berjalan di jalan Kalvari, berjalan menuju ke salib kematian. Dia membawa pergi dosa kita sehingga dosa menjauh dari kita selamanya, sehingga kita tidak perlu menerima buah jahat dari dosa kita dan tidak perlu berbuat dosa lagi. Kambing jantan hidup ini telah ditetapkan menjadi kambing hitam, kambing pengganti pembawa dosa (scapegoat), adalah karena hasil membuang undi yang mewakili kedaulatan Allah menetapkan bahwa kambing jantan hidup ini menderita, menanggung dosa, situasinya sedikit seperti Yesaya53 hamba yang menderita, Allah menetapkan Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita dan menebus hidup kita. Kambing jantan ini tidak memiliki kedaulatan di hadapan Allah. Ia tidak dapat menentukan nasibnya sendiri, juga tidak dapat memilih dosa apa yang hendak ditanggungnya, ia hanya dapat secara pasif menanggung semua dosa, menanggung dosa seluruh Israel.

Renungkan:
TU


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.