「Hanya boleh menyembelih di depan Kemah Pertemuan」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 17:1-7 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada Harun dan kepada anak-anaknya dan kepada seluruh orang Israel, dan katakan kepada mereka: Inilah firman yang diperintahkan Allah:
3 Setiap orang dari kaum Israel yang menyembelih lembu atau domba atau kambing di dalam perkemahan atau di luarnya, 4 tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, untuk dipersembahkan sebagai persembahan kepada Allah di depan Kemah Pertemuan Allah, hal itu harus dihitungkan kepada orang itu sebagai hutang darah, karena ia telah menumpahkan darah, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
5 Maksudnya supaya orang Israel membawa korban sembelihan mereka, yang biasa dipersembahkan mereka di padang, kepada Allah ke pintu Kemah Pertemuan dengan menyerahkannya kepada imam, untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai korban keselamatan. 6 Imam harus menyiramkan darahnya pada mezbah Allah di depan pintu Kemah Pertemuan dan membakar lemaknya menjadi bau yang menyenangkan bagi Allah.
7 Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.
8 Dan haruslah kaukatakan kepada mereka:
Setiap orang dari kaum Israel atau dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan, 9 tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan supaya dipersembahkan kepada TUHAN, maka orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.
Imamat 17 terutama menjelaskan teologi darah. Teologi darah ini memberi tahu kita bahwa hanya Allah saja yang memiliki hak untuk mengambil kehidupan, dan hanya Dialah yang dapat memberi kehidupan, dan Dialah penguasa kehidupan.
Imamat 17:3-4 menjelaskan bahwa jika orang-orang dalam keluarga Israel ingin menyembelih lembu, domba, dan kambing, mereka harus membawanya ke depan pintu Kemah Pertemuan. Hewan-hewan ini termasuk hewan yang dikorbankan, hanya hewan- hewan ini saja yang bisa dipakai sebagai persembahan korban kepada Allah, dan hanya Allah yang berdaulat yang mengatur hidup hewan-hewan ini. Oleh karena itu, Imamat 17:3-4 menunjukkan bahwa jika ada orang yang tidak membawa hewan-hewan ini ke pintu Kemah Pertemuan dan menyembelihnya, pertumpahan darah akan dihitungkan kepada orang-orang itu, dan orang-orang itu akan dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya. Membawa hewan-hewan ini ke pintu Kemah Pertemuan berarti mereka dibawa ke hadapan Allah, ketika mereka disembelih dan darahnya ditumpahkan di hadapan Allah, itu melambangkan bahwa hanya Allah yang dapat mengambil nyawa mereka. Ini juga melambangkan bahwa Allah adalah sumber dari segala hidup dan Dia memiliki kedaulatan mutlak atas hidup. Oleh karena itu, ketika seseorang membawa hewan ke pintu Kemah Pertemuan, itu juga berarti bahwa orang tersebut menyatakan bahwa hanya Allah yang mengatur kehidupan. Imamat 17:5 menunjukkan bahwa fungsi hewan-hewan ini adalah untuk diberikan sebagai persembahan kepada Allah, sehingga manusia tidak berkuasa mengontrol hari depan mereka, hanya Allah yang memiliki keputusan akhir. Terakhir, darah dipercik di depan pintu Kemah Pertemuan dan di hadapan Allah (Im. 17:6), ini adalah deklarasi pernyataan kehidupan, karena darah melambangkan kehidupan (Im. 17:11), tindakan tata cara / ritual ini memiliki makna bahwa kehidupan yang dikembalikan kepada Allah (milik Allah).
Merepotkan untuk membawa hewan ke pintu masuk Kemah Pertemuan, kita sering berpikir bahwa langkah-langkah ritual pengorbanan terlalu mengganggu dan tidak praktis, tidak ada manfaat ekonomi. Cara yang paling mudah adalah dengan menyembelih hewan-hewan ini di rumah dan memotongnya menjadi ukuran lebih kecil sebelum membawanya ke Kemah Pertemuan untuk persembahan korban. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa ini dilarang. Penyembelihan apa pun harus dilakukan di depan Kemah Pertemuan, dan kedaulatan Allah atas kehidupan harus dideklarasikan sebelum penumpahan darah. Pertama pengakuan deklarasi, lalu penyembelihan, dan kemudian penumpahan darah, ini adalah langkah yang harus dilakukan. Orang-orang yang mencari kemudahan menganggap langkah ini merepotkan, tetapi ketika mereka menganggapnya merepotkan, itu berarti mengambil kembali kedaulatan “mengambil nyawa” dari tangan Allah, mereka percaya bahwa mereka memiliki otoritas untuk mengendalikan masa depan hewan-hewan ini dan menanganinya dengan cara yang mereka pikir paling efektif. Mentalitas ini telah menyangkal kedaulatan Allah, yang artinya tidak lagi mengakui diri sebagai umat Allah, dan harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya (digunting, tidak lagi menjadi bagian umat Allah, penjelasan lebih lengkap lihat renungan Imamat 7:20-27 「Dilenyapkan dari antara bangsanya」 klik untuk membuka).
Renungkan:
Berdoa memohon agar Allah membantu kita meninggalkan sikap egois ini, mengembalikan kedaulatan hidup kepada Allah, menyatakan kedaulatan-Nya dalam hidup kita sendiri, sehingga kita tidak lagi mengendalikan masa depan kita sendiri, dan membiarkan Allah yang mengendalikannya. Dia adalah penguasa hidup kita! Berdoa memohon agar Allah mengizinkan kita mendedikasikan kedaulatan atas hidup kita kepada-Nya dan menjalani kehidupan yang menjadi milik-Nya. Apakah Anda bersedia?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.