「Kambing jantan yang mati di hari mengadakan pendamaian」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 16:8-19 [ITB])
8 dan harus membuang undi atas kedua kambing jantan itu, sebuah undi bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel.
9 Lalu Harun harus mempersembahkan kambing jantan yang kena undi bagi TUHAN itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus dosa.
10 Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun.
11 Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya; ia harus menyembelih lembu jantan itu.
12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir. 13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
16 Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.
17 Seorangpun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar, setelah mengadakan pendamaian baginya sendiri, bagi keluarganya dan bagi seluruh jemaah orang Israel.
18 Kemudian haruslah ia pergi ke luar ke mezbah yang ada di hadapan TUHAN, dan mengadakan pendamaian bagi mezbah itu. Ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan dan dari darah domba jantan itu dan membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya. 19 Kemudian ia harus memercikkan sedikit dari darah itu ke mezbah itu dengan jarinya tujuh kali dan mentahirkan serta menguduskannya dari segala kenajisan orang Israel.
Imamat 16 menjelaskan prosedur ritual pengorbanan di hari mengadakan pendamaian, ini adalah satu tahu satu kali hari mengadakan pendamaian, hal yang paling penting dalam ritual ini melibatkan dua ekor kambing jantan, imam akan membuang undi (cast lots) atas dua ekor kambing jantan ini, agar Allah yang menentukan kambing jantan mana yang dipersembahkan mati sebagai korban penghapus dosa, mana yang akan hidup-hidup dilepaskan ke padang gurun. Ayat 16:8 menjelaskan adalah kambing jantan yang diundi mati dipersembahkan untuk TUHAN, kambing jantan yang diundi hidup adalah untuk Azazel. Hari ini kita akan merenungkan kambing jantan yang diundi mati, dan besok kita akan merenungkan kambing jantan yang hidup.
Seperti Imamat pasal 4 tentang korban penghapus dosa, demikian juga darah kambing jantan melalui tata cara darah untuk menahirkan tempat kudus atas semua dosa dan kecemaran kenajisan umat Israel (16:16), ritual tata cara penggunaan darah (16:18-19) secara dasarnya sama dengan yang dijelaskan di Imamat 4. Namun, Imamat 16:12-15 mencatat peraturan persembahan korban penghapus dosa yang tidak disebutkan dalam Imamat 4, yakni tentang imam setahun sekali di hari mengadakan pendamaian akan memasuki Ruang Mahakudus, pertama-tama ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian agar imam tidak bisa langsung melihat tabut perjanjian, untuk menjamin keselamatan imam. Kemudian imam harus harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas di bagian muka dan ke depan tutup pendamaian tujuh kali, lalu dengan jarinya memercikkan darah kambing jantan korban penghapus dosa ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu tujuh kali, yang merupakan salah satu tata cara ritual penggunaan darah yang paling mendalam, menahirkan membersihkan tempat kudus terdalam, menghapuskan noda dosa yang terdalam.
Kata 「tutup pendamaian」 berasal dari kata kĭppěr, seperti yang dijelaskan dalam renungan Imamat 1:2-9 (2), kata kĭppěr memiliki makna suci kudus dan mengadakan pendamaian, tetapi ketika digunakan pada 「tutup pendamaian」 maka kata kĭppěr juga memiliki makna penutup (cover), oleh karena itu takhta pendamaian terdapat dua kerub yang terbuat dari emas murni, kedua kerub ini merentangkan sayapnya untuk menutupi tabut perjanjian, melambangkan takhta hadirat penyertaan Allah, dan juga menghubungkan tabut perjanjian, melambangkan Perjanjian yang dibuat Allah dengan umat Israel. Dengan demikian, 「tutup pendamaian / takhta pendamaian」 yang dalam bahasa Inggris 「mercy seat」 tidak ada kaitan secara langsung dengan konsep 「mercy belas kasih kemurahan」, dan sulit bagi para peneliti untuk menerjemahkan kata ini. Namun, 「tutup pendamaian / takhta pendamaian」 terkait dengan takhta kehadiran Allah, dan juga terkait perjanjian antara Allah dan umat-Nya, yang juga merupakan inti iman kitab Imamat, inti yang harus dilaksanakan setahun sekali mendapatkan penahiran, untuk memastikan kehadiran penyertaan kekal Allah.
Renungkan:
Dengan demikian, darah kambing jantan yang mati membawa kita ke inti iman: kehadiran penyertaan dan perjanjian. Allah hadir di tempat maha kudus, dan tabut perjanjian di tempat maha kudus melambangkan perjanjian antara Allah dan manusia. Dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus adalah kambing jantan yang mati itu. Darah-Nya membawa kita ke hadirat penyertaan dan perjanjian Allah. Dia membersihkan tempat kudus dengan darah-Nya, memungkinkan setiap penyembah mengalami berkat hadirat penyertaan Allah selamanya. Kita juga telah mengalami keselamatan dalam perjanjian kekal. Di hadapan domba yang mati ini, kita hanya bisa mengucap syukur berterima kasih, dan tidak melupakan anugerah Allah ini!
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.