Tag Archives: zinah rohani

Yehezkiel 16:23-34

Kecantikanmu menjadi kekejian

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 16:23-34 [ITB])
23 Dan sesudah segala kejahatanmu itu — celaka, celakalah engkau!
Demikianlah firman Tuhan ALLAH 24 engkau membangun bagimu tempat yang tinggi dan membuat bagimu bukit pengorbanan di tiap-tiap tanah lapang. 25 Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah.
26 Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku. 27 Lihat, Aku telah melawan engkau dan telah mengurangi bagianmu dan menyerahkan engkau kepada kesewenang-wenangan orang-orang yang membenci engkau, yaitu perempuan-perempuan Filistin, yang merasa malu melihat tingkah lakumu yang mesum itu.
28 Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas. 29 Engkau memperbanyak lagi persundalanmu dengan negeri perdagangan Kasdim, tetapi dengan itu juga engkau belum merasa puas.
30 Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, engkau yang melakukan segala-galanya ini, yaitu perbuatan seorang perempuan sundal jahanam, 31 yang membangun tempatmu yang tinggi pada setiap persimpangan jalan dan membuat bukit pengorbananmu di tiap-tiap tanah lapang. Tetapi engkau tidak seperti sundal biasa, oleh karena engkau menolak upah sundal.
32 Hai isteri yang berzina, yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri. 33 Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal. 34 Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau hendak bersundal; tetapi engkau yang memberi upah persundalan, sedang engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu.

Paragraf sebelumnya (Yeh. 16:15-22) menjelaskan percabulan yang dilakukan Yerusalem, ia menggunakan keindahan kecantikan yang diberikan oleh Allah untuk perzinaan. Namun, persundalan ini hanyalah permulaan, perikop Yeh. 16:23-34 lebih lanjut menggambarkan kecantikannya menjadi kekejian najis, perbuatan persundalannya sangat aneh tidak lazim bahkan dibandingkan bangsa-bangsa non-Yahudi, lebih mengejutkan dan sulit dipahami.

Pertama-tama, Yerusalem melakukan semua percabulan dengan setiap orang yang lewat (ayat 25) sehingga sehingga persundalanmu bertambah-tambah (ayat 26), dan belum merasa puas (ayat 28), persundalannya termasuk dengan orang Mesir, orang Asyur dan orang dari negeri perdagangan Kasdim, juga orang Filistin, secara jumlah, orang-orang yang beragam, serta jangkauan yang besar, itu sangat tidak lazim. Namun, setelah Yerusalem melakukan semua hal ini, merasa tidak puas (ayat 29).

Kedua, teks memakai frasa seorang perempuan sundal jahanam untuk menggambarkan Yerusalem (ayat 30), ia bukan lagi istri dari TUHAN, tetapi pelacur, karena dia berzina dengan banyak orang yang berbeda, ia tidak berbeda dengan pelacur. Namun, ia bukan pelacur yang seperti lazimnya. Pelacur biasa meminta imbalan, tetapi ia tidak butuh diberi imbalan, ia menuruti nafsu melakukan perzinaan dengan pihak yang berbeda-beda (ayat 31). Ini adalah pada taraf yang lebih mendalam untuk melihat perilakunya, persundalan ini tidak lazim. Yerusalem ini lebih rusak daripada seorang pelacur, ia lebih suka memeluk orang asing daripada suaminya, TUHAN (ayat 32), dan bahkan lebih tidak masuk akal normal, ia menyuap orang-orang di sekitarnya untuk berzina dengannya (ayat 33). Maka perikop ini menunjukkan Yerusalem melakukan persundalan sangat bertentangan dengan wanita normal, bahkan juga bertentangan dengan pelacur biasa.

Mengapa Yerusalem menjadi seperti ini? Bagaimana ia bisa jatuh ke taraf ini? Percaya ini tidak dicapai dalam semalam. Ketika ia yang memiliki kecantikan ini satu kali berbuat menyimpang indah, namun tidak bertobat dan tidak ditangani dengan serius, maka akan ada yang kedua dan ketiga kali. Dan perzinaan itu sendiri adalah seperti orang minum air laut, makin banyak minum, akan semakin haus, setiap kali akan menjadi lebih dan lebih intensif, sehingga akan mencapai taraf tidak dapat dikendalikan lagi, bahkan terjebak dalam situasi di mana ia tenggelam dan tidak dapat melepaskan diri, ia akan melakukan hal-hal yang tidak lazim yang tidak akan dilakukan orang-orang normal. Kebejatan semacam ini hanya jalan satu arah, jalan keluarnya hanyalah bertobat.

Renungkan:
Akhir-akhir ini apakah saya jatuh ke dalam beberapa dosa? Apakah ada situasi yang makin lama makin lebih serius? Jika demikian, hendaklah berubah karena cinta kasih, ingat bagaimana TUHAN mengasihi saya, dan ingat bagaimana orang-orang di sekitar mengasihi saya. Karena kekuatan cinta kasih ini, saya harus bertekad untuk meninggalkan dosa-dosa dan menghentikan jalan dosa satu arah ini, berhenti segera karena jalan ini hanya akan menuju pemusnahan.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Imamat 17:1-7

Hanya boleh menyembelih di depan Kemah Pertemuan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 17:1-7 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada Harun dan kepada anak-anaknya dan kepada seluruh orang Israel, dan katakan kepada mereka: Inilah firman yang diperintahkan Allah:
3 Setiap orang dari kaum Israel yang menyembelih lembu atau domba atau kambing di dalam perkemahan atau di luarnya, 4 tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, untuk dipersembahkan sebagai persembahan kepada Allah di depan Kemah Pertemuan Allah, hal itu harus dihitungkan kepada orang itu sebagai hutang darah, karena ia telah menumpahkan darah, dan orang itu haruslah dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
5 Maksudnya supaya orang Israel membawa korban sembelihan mereka, yang biasa dipersembahkan mereka di padang, kepada Allah ke pintu Kemah Pertemuan dengan menyerahkannya kepada imam, untuk dipersembahkan kepada Allah sebagai korban keselamatan. 6 Imam harus menyiramkan darahnya pada mezbah Allah di depan pintu Kemah Pertemuan dan membakar lemaknya menjadi bau yang menyenangkan bagi Allah.
7 Janganlah mereka mempersembahkan lagi korban mereka kepada jin-jin, sebab menyembah jin-jin itu adalah zinah. Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun.
8 Dan haruslah kaukatakan kepada mereka:
Setiap orang dari kaum Israel atau dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan, 9 tetapi tidak membawanya ke pintu Kemah Pertemuan supaya dipersembahkan kepada TUHAN, maka orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.

Imamat 17 terutama menjelaskan teologi darah. Teologi darah ini memberi tahu kita bahwa hanya Allah saja yang memiliki hak untuk mengambil kehidupan, dan hanya Dialah yang dapat memberi kehidupan, dan Dialah penguasa kehidupan.

Imamat 17:3-4 menjelaskan bahwa jika orang-orang dalam keluarga Israel ingin menyembelih lembu, domba, dan kambing, mereka harus membawanya ke depan pintu Kemah Pertemuan. Hewan-hewan ini termasuk hewan yang dikorbankan, hanya hewan- hewan ini saja yang bisa dipakai sebagai persembahan korban kepada Allah, dan hanya Allah yang berdaulat yang mengatur hidup hewan-hewan ini. Oleh karena itu, Imamat 17:3-4 menunjukkan bahwa jika ada orang yang tidak membawa hewan-hewan ini ke pintu Kemah Pertemuan dan menyembelihnya, pertumpahan darah akan dihitungkan kepada orang-orang itu, dan orang-orang itu akan dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya. Membawa hewan-hewan ini ke pintu Kemah Pertemuan berarti mereka dibawa ke hadapan Allah, ketika mereka disembelih dan darahnya ditumpahkan di hadapan Allah, itu melambangkan bahwa hanya Allah yang dapat mengambil nyawa mereka. Ini juga melambangkan bahwa Allah adalah sumber dari segala hidup dan Dia memiliki kedaulatan mutlak atas hidup. Oleh karena itu, ketika seseorang membawa hewan ke pintu Kemah Pertemuan, itu juga berarti bahwa orang tersebut menyatakan bahwa hanya Allah yang mengatur kehidupan. Imamat 17:5 menunjukkan bahwa fungsi hewan-hewan ini adalah untuk diberikan sebagai persembahan kepada Allah, sehingga manusia tidak berkuasa mengontrol hari depan mereka, hanya Allah yang memiliki keputusan akhir. Terakhir, darah dipercik di depan pintu Kemah Pertemuan dan di hadapan Allah (Im. 17:6), ini adalah deklarasi pernyataan kehidupan, karena darah melambangkan kehidupan (Im. 17:11), tindakan tata cara / ritual ini memiliki makna bahwa kehidupan yang dikembalikan kepada Allah (milik Allah).

Merepotkan untuk membawa hewan ke pintu masuk Kemah Pertemuan, kita sering berpikir bahwa langkah-langkah ritual pengorbanan terlalu mengganggu dan tidak praktis, tidak ada manfaat ekonomi. Cara yang paling mudah adalah dengan menyembelih hewan-hewan ini di rumah dan memotongnya menjadi ukuran lebih kecil sebelum membawanya ke Kemah Pertemuan untuk persembahan korban. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa ini dilarang. Penyembelihan apa pun harus dilakukan di depan Kemah Pertemuan, dan kedaulatan Allah atas kehidupan harus dideklarasikan sebelum penumpahan darah. Pertama pengakuan deklarasi, lalu penyembelihan, dan kemudian penumpahan darah, ini adalah langkah yang harus dilakukan. Orang-orang yang mencari kemudahan menganggap langkah ini merepotkan, tetapi ketika mereka menganggapnya merepotkan, itu berarti mengambil kembali kedaulatan “mengambil nyawa” dari tangan Allah, mereka percaya bahwa mereka memiliki otoritas untuk mengendalikan masa depan hewan-hewan ini dan menanganinya dengan cara yang mereka pikir paling efektif. Mentalitas ini telah menyangkal kedaulatan Allah, yang artinya tidak lagi mengakui diri sebagai umat Allah, dan harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya (digunting, tidak lagi menjadi bagian umat Allah, penjelasan lebih lengkap lihat renungan Imamat 7:20-27 Dilenyapkan dari antara bangsanya klik untuk membuka).

Renungkan:
Berdoa memohon agar Allah membantu kita meninggalkan sikap egois ini, mengembalikan kedaulatan hidup kepada Allah, menyatakan kedaulatan-Nya dalam hidup kita sendiri, sehingga kita tidak lagi mengendalikan masa depan kita sendiri, dan membiarkan Allah yang mengendalikannya. Dia adalah penguasa hidup kita! Berdoa memohon agar Allah mengizinkan kita mendedikasikan kedaulatan atas hidup kita kepada-Nya dan menjalani kehidupan yang menjadi milik-Nya. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.