「Peraturan penahiran setelah penyakit kulit (2)」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 14:10-20 [ITB])
10 Pada hari yang kedelapan ia harus mengambil dua ekor domba jantan yang tidak bercela dan seekor domba betina berumur setahun yang tidak bercela dan tiga persepuluh efa tepung yang terbaik diolah dengan minyak sebagai korban sajian, serta satu log minyak.
11 Imam yang melakukan pentahiran itu harus menempatkan orang yang akan ditahirkan bersama-sama dengan persembahannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan.
12 Dan ia harus mengambil domba jantan yang seekor dan mempersembahkannya sebagai tebusan salah bersama-sama dengan minyak yang satu log itu, dan ia harus mempersembahkannya sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
13 Domba jantan itu harus disembelihnya di tempat orang menyembelih korban penghapus dosa dan korban bakaran, di tempat kudus, karena korban penebus salah, begitu juga korban penghapus dosa, adalah bagian imam; itulah bagian maha kudus.
14 Imam harus mengambil sedikit dari darah tebusan salah itu dan harus membubuhnya pada cuping telinga kanan dari orang yang akan ditahirkan dan pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanannya.
15 Imam harus mengambil sedikit dari minyak yang satu log itu dan menuangnya ke telapak tangan kiri imam sendiri; 16 ia harus mencelupkan jari kanannya ke dalam minyak yang di telapak tangan kirinya itu dan sedikit dari minyak itu haruslah dipercikkannya dengan jarinya tujuh kali di hadapan TUHAN.
17 Dari minyak selebihnya imam harus membubuh sedikit pada cuping telinga kanan orang itu, pada ibu jari tangan kanannya dan pada ibu jari kaki kanannya, di tempat mana darah tebusan salah dibubuhkan. 18 Dan apa yang tinggal dari minyak itu haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan.
Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.
19 Imam harus mempersembahkan korban penghapus dosa dan dengan demikian mengadakan pendamaian bagi orang yang akan ditahirkan dari kenajisannya, dan sesudah itu ia harus menyembelih korban bakaran.
20 Kemudian imam harus mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atas mezbah. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu, maka ia menjadi tahir.
Bagian ini menjelaskan tata cara kedua tentang penahiran setelah sembuh penyakit kulit. Tata cara ini sangat istimewa, selain persembahan unjukan, korban penghapus dosa, dan korban penebus salah, ada juga tindakan untuk membubuhkan darah dan minyak. Pertama-tama, menggunakan sedikit dari darah tebusan salah dibubuhkan pada cuping telinga kanan dan pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan orang yang akan ditahirkan, lalu mengoleskan minyak sama-sama pada cuping telinga kanan dan pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan orang yang akan ditahirkan. Banyak peneliti berpendapat bahwa minyak ini adalah minyak urapan, situasinya seperti Imamat 8 minyak urapan untuk penahbisan imam, tetapi tata cara penggunaan minyak di sini dituliskan lebih rinci. Jadi apa makna simbolis dari tata cara ritual minyak dan darah ini?
Pertama-tama, para ahli berpendapat bahwa 「minyak urapan」 melambangkan kehidupan, kedamaian dan kesehatan (Mazmur 23:5; Amsal 27:9), dan sering digunakan untuk tujuan pembersihan (Rut 3:3; Yeh. 16:9), terutama setelah berpuasa penggunaan minyak adalah simbol seseorang memasuki kehidupan normal setelah puasa (2 Sam. 12:20). Oleh karena itu, minyak dipakai dalam pengubahan kehidupan tidak normal menjadi kehidupan normal. Karena itu, ketika 「minyak urapan」 dibubuhkan pada diri orang yang perlu ditahirkan, simbol bahwa orang ini akan diubahkan dari hidup tidak normal penyakit kulit memasuki ke dalam kehidupan sosial yang normal; kedua, ini 「minyak urapan」 dibubuhkan di bagian kanan dari tubuh orang tersebut, simbol bagian tubuh orang umumnya yang relatif lebih kuat, menyatakan orang tersebut dipulihkan dan sehat kembali; ketiga, darah memiliki fungsi membersihkan, darah dibubuhkan pada tubuh orang tersebut artinya menahirkan untuk orang tersebut; keempat, ayat 18 menyebutkan bahwa 「minyak urapan」 dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan, situasi sama dengan penahbisan imam besar dengan diurapi, tidak berarti orang ini menjadi imam, tetapi merupakan simbol bahwa orang tersebut ditahirkan dibersihkan dan dipulihkan dari kepala sampai kaki yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan bahwa orang tersebut tidak lagi seperti di masa lalu hidup dalam keputusasaan, tetapi hidup dalam penerimaan perkenan Allah dan penegasan pengakuan komunitas umat Allah.
Renungkan:
Apakah Anda berpendapat hidup sekarang adalah normal? Penyakit kulit walau sudah sembuh, juga tidak dapat otomatis diterima di komunitas, harus melalui imam yang memimpin ritual barulah bisa tahir. Sering kali kita terbiasa hidup dalam kehidupan yang mengabaikan hubungan dengan Allah, dan kita tidak aktif memohon penyucian yang datang dari Tuhan, bahkan rahmat anugerah Tuhan menunggu di hadapan, namun kita mungkin karena dengan berbagai alasan tidak mau hidup dalam komunitas yang tahir, mungkin juga kita terbiasa hidup dalam kegelapan dan ketertutupan, tidak melihat kuasa penahiran pembersihan dari 「minyak urapan」 menunggu Anda.
Berdoa memohon Tuhan membantu kita meninggalkan kehidupan yang tertutup dan datang kepada Kristus Imam Besar, dan biarkan Dia melakukan 「pengurapan 」 raja untuk Anda, sehingga Anda dapat menjadi anak Allah dan menjalani kehidupan kelimpahan.
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.