Tag Archives: Surat Efesus

Efesus 5:3-21 (2)

「Anak-anak Terang (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 5:3-21 [ITB])
3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14 Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu. 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Paulus tidak mengharapkan kita menjadi moralis, memenuhi seperangkat standar moral, untuk menjadi orang legalis (seperti orang Farisi), tetapi meminta kita untuk menjadi umat Tuhan yang memenuhi standar. Jika memakai gambaran terang dan kegelapan yang digunakan dalam Alkitab, kita harus menjadi anak-anak Terang.

Kita dahulu hidup dalam kegelapan, tetapi sekarang sudah meninggalkan kegelapan dan masuk ke dalam Terang, di dalam Tuhan telah menjadi anak-anak Terang, maka dengan demikian perilaku kita harus mencerminkan perubahan kehidupan, pohon yang baik menghasilkan buah yang baik. Anak-anak Terang semua baik, adil benar dan jujur.

Hidup baru merupakan prasyarat bagi cara kehidupan baru, tidak akan ada cara kehidupan baru tanpa adanya hidup baru; tetapi hidup baru tidak akan secara alami mengarahkan kepada cara kehidupan baru, masih perlu melalui upaya untuk mendapatkannya. Paulus membuat permintaan berikut: 「senantiasa ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan」(Ef. 5:10); 「Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif」 (Ef. 5:15); 「Janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan」 (Ef. 5:17). Kita harus membedakan antara benar dan salah, mengerti kehendak Tuhan, dan untuk memeriksa apa berkenan kepada-Nya, sebagaimana Roma 12:2 katakan agar 「membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna」

Kehendak Allah dan hal yang berkenan kepada-Nya merupakan standar tertinggi untuk menilai semua sejati dan palsu, salah dan benar. Tujuan hidup dari seorang Kristen dapat diringkas dalam dua kalimat: mengikuti kehendak Allah dan menyenangkan Tuhan.

Kita semua aslinya hidup di dunia yang jahat, pikiran dan perilaku tidak berbeda dengan manusia dunia, sama-sama tidak tahu kebenaran dan tidak mengerti kehendak Tuhan. Paulus menggambarkan situasi ini sebagai tertidur (Ef. 5:14). Ketika kita diterangi oleh cahaya Kristus, kita dibangunkan, datang untuk mengenal Allah, memahami kebenaran dan bertindak sesuai dengan kebenaran.

Orang yang tinggal dalam gelap, tidak tahu terang, juga tidak merasakan kegelapan, tidak memandang bahwa kegelapan sebagai masalah. Hanya ketika disinari Terang maka baru nyata kegelapan. Oleh karena itu, kita harus selalu memiliki kedekatan dengan Tuhan, dipenuhi dengan Roh Kudus, barulah berangsur-angsur mengerti kebenaran, keluar dari yang jahat dan masuk dalam yang baik. Pengudusan tidak pernah tercapai dalam satu langkah, kedua doa Paulus bagi orang percaya dalam pasal 1 dan 3 adalah memohon pertumbuhan, yang pertama adalah meningkatkan pengetahuan, dan yang kedua adalah meningkatkan pengalaman. Kita perlu ditambahkan dalam kedua area ini, bertumbuh dalam segala hal.

Anak-anak Terang harus berbeda dari anak kegelapan, maka Paulus melarang orang-orang percaya untuk meniru dunia dan bergaul menjadi kawanan mereka; Tidak satu jalan dengan bangsa asing, tidak melakukan hal-hal bodoh bersama-sama mereka. Tapi nilai keberadaan cahaya adalah untuk menerangi kegelapan, dan terang harus dinyatakan dalam kegelapan; Jangan meniru bukan berarti benar-benar menarik dan memisahkan diri, kita tidak kagum diri menjadi narsis, tetapi harus bisa menegur orang yang bertindak sia-sia yang berjalan dalam kegelapan (memberitahukan kebenaran). Kita adalah orang-orang yang tidak kompromi, tidak mengikuti (non-conformity), tetapi tidak memisahkan diri dari manusia dan membentuk komunitas separatis suci (separationist).

Paulus membuat panduan spesifik untuk hidup sebagai anak-anak Terang: arif memperhatikan dengan saksama bagaimana hidup, pergunakan waktu yang ada, memahami kehendak Tuhan, tidak kecanduan mabuk alkohol, senantiasa memuji Tuhan dan rendahkan diri satu sama lain.

Alasan utama 「menghargai waktu」 bukan karena waktu adalah berharga, hidup kita singkat; tetapi waktu pelayanan di bumi terbatas, dan Kristus segera akan kembali dan tanda-tandanya nyata pada 「hari-hari ini adalah jahat.」 Kesadaran akan akhir zaman membuat kita menjadi lebih aktif dan berhati-hati dalam memenuhi misi Injil.

Kehidupan yang waspada adalah tidak bermabuk-mabukan, berjaga-jaga tetap waspada, dan sering menaikkan mazmur pujian kepada Tuhan, dengan ajaran dan doa untuk bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan adalah tindakan yang membantu kita mempertahankan kesadaran kita atas Allah dan kasih karunia-Nya, mengingatkan kita bahwa di belakang kehidupan yang terbatas terdapat dunia yang tak terbatas, dan bahwa ada dimensi yang kekal melampaui dunia kasat mata yang sementara ini. Orang yang sering berterima kasih kepada Tuhan, tidak mudah ditawan oleh dunia, tidak akan kehilangan arah hidup.

Renungkan:

1. Apakah kita memiliki cukup kewaspadaan terhadap dosa-dosa dunia dan memiliki cukup perhatian kasih bagi orang-orang dunia?

2. Bagaimana Anda dapat menjalani kehidupan yang 「berada di dunia tetapi tidak duniawi」? Bagaimana Anda dapat membuat nyata tuntutan ini?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 5:3-21

「Anak-anak Terang (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 5:3-21 [ITB])
3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14 Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu. 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Orang Kristen adalah manusia baru, tidak hanya secara individu menjadi manusia baru, tetapi juga menjadi anggota dari kemanusiaan yang baru. Yang pertama semata-mata bersifat pribadi dan yang kedua adalah bersifat komunitas.

Anggota dari kemanusiaan yang baru dalam perilaku harus berbeda dibandingkan dahulu waktu masih menjadi orang-orang bangsa asing. Paulus mengajukan dua kelompok tindakan yang dilarang di sini.

Tindakan kelompok pertama adalah percabulan, kecemaran dan keserakahan, yang artinya tidak mengendalikan nafsu, berperilaku tidak sesuai aturan, dan keinginan berlebihan untuk memiliki (Ef. 5:3). Tiga kejahatan ini bersifat ringkasan dan dapat dirujuk sebagai asal-usul sumber dari kebanyakan kejahatan yang lain, hal ini telah disebutkan sebelumnya di Ef. 4:19; Paulus menegaskan bahwa semua itu adalah manifestasi dari hati pikiran sia-sia dari bangsa asing, dan mereka yang telah belajar Kristus tidak lagi dapat kembali melakukannya lagi.

Paulus berkata bahwa tiga kejahatan ini「disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.」 Jangankan melakukannya, bahkan menyebutkan sajapun tidak boleh. Menariknya, jika Anda tidak boleh menyebutkannya, lalu mengapa Paulus menyebutkannya? Saya pikir maksud Paulus adalah: orang Kristen dalam berperilaku, jangan sampai membuat orang punya kesempatan untuk teringat tiga kejahatan ini; dengan kata lain, jangan ada orang yang mengandaikan bahwa kita akan berdosa melakukan tiga kejahatan ini, bahkan membayangkan sajapun jangan. Kesopanan yang dimiliki orang-orang kudus adalah isolasi terhadap tiga kejahatan ini.

Tindakan kelompok kedua yang dilarang adalah perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono, semuanya menunjuk kejahatan dalam tutur kata. Sama seperti tiga macam kejahatan yang bersifat tindakan yang sebelumnya, 3 hal ini juga bersifat ringkasan. Bisa membayangkan bahwa semua perkataan yang tidak sopan, kebohongan, omong kosong, sia-sia, yang tidak perlu, semua itu dilarang. Larangan ini cakupannya sangat luas. Paulus hanya menekankan bahwa semua itu 「tidak pantas」, atau bahwa belum sampai pada tingkat berdosa. Dan berlawanan dengan tiga macam kata-kata ini, Paulus meminta kita untuk mengucapkan syukur. Karena perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono bersifat negatif, destruktif merusak, tidak dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.

Banyak omong pasti akan banyak kesalahan, sulit untuk bertahan akan dosa lidah, ini adalah yang selalu diajarkan oleh Alkitab. Banyak orang yang menaati pengajaran dari Paulus di sini, menuntut orang Kristen untuk sesuai aturan, hati-hati dalam berkata-kata dan perbuatan, setiap gerakan tangan, setiap gerakan kaki harus sesuai Alkitab. Gerak-gerik yang sepatutnya bagi kesopanan orang-orang kudus, tidak berlebihan banyak berbicara, tidak melakukan hal-hal yang melampaui aturan; berkata-kata kebenaran; ini adalah apa yang dipegang oleh kaum Puritanisme dalam Protestan. Namun, mustahil jika orang Kristen harus mematuhi aturan yang bahkan melarang gurauan lelucon, itu akan memberikan kesan kurang menyenangkan dan akan ditolak oleh generasi muda.
Manusia modern fisik ruang geraknya kecil, ruang psikologisnya juga sama, sehingga menolak cara komunikasi terlalu ketat aturan dan terlalu serius yang membuat hidup menjadi menakutkan. Lebih menghargai hiburan, meminta segala sesuatu harus bersifat menyenangkan, bahkan khotbah dan pengajaran juga tidak terkecuali, dituntut tidak kaku, kaya rasa humor. Kita tidak harus semua setuju dengan kecenderungan ini, tetapi diperlukan respons yang sesuai, ini juga termasuk pertimbangan 「pantas」 atau tidak.

Paulus menjelaskan lebih lanjut tentang dua kelompok kejahatan yang dilarang tersebut. Ia menegaskan bahwa percabulan, kecemaran dan keserakahan, semuanya adalah perilaku bangsa-bangsa asing (kafir), dan bahwa orang-orang yang demikian tidak akan ada bagian dalam Kristus, maupun di dalam Kerajaan Allah. Paulus memandang keserakahan sebagai penyembahan berhala, karena orang-orang serakah diperbudak dan bahkan diasingkan (alienated). Yesus Kristus juga membandingkan Mamon (uang) dan Allah, menunjukkan bahwa kita hanya bisa memilih satu di antara dua, dan kita tidak bisa melayani keduanya pada waktu yang sama.

Orang-orang yang berbicara kata-kata kosong yang sia-sia, kata-kata mencerminkan isi hati, sebagian besar isi hati mereka adalah palsu; mereka bertindak tidak mengikuti kebenaran, mereka menjadi anak-anak durhaka, dan murka Allah dituangkan ke atas kepala mereka. Paulus mengingatkan orang-orang percaya untuk tidak menjadi satu aliran kotor (menjadi kawanan) dengan mereka.

Berdamai namun berbeda, tidak berpura-pura menjadi suci tanpa boleh salah sedikitpun, tapi mempertahankan standar kekudusan, ini adalah sikap hidup kita.

Renungkan:

1. Menurut Anda apa yang perlu Anda perbaiki dalam tutur kata dan tindakan Anda sehingga sesuai pengajaran agar orang Kristen bertindak dalam cara yang sepadan dengan anugerah-Nya?

2. Yesus Kristus adalah model teladan bagi kita, bagaimana Anda menggambarkan sikap hidup-Nya? Bagaimana Dia adalah Tuhan yang Maha Kudus namun ramah dapat didekati?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 4:17-5:2 (2)

「Hidup Menunjukkan Kehidupan Anak-Anak Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:17-5:2 [ITB])
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:
Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Orang modern sering menekankan perlu menghidupi jati diri menjadi diri sendiri, menolak untuk memenuhi tuntutan moral tradisi atau dari orang lain, dan hidup hanya berdasarkan preferensi pribadi dan pemikiran ide diri sendiri. Mereka mengklaim bahwa alam memiliki sifat logis, masuk akal dan baik, bahkan suci.

Ajaran Alkitab adalah justru sebaliknya. Paulus menunjukkan bahwa apa yang kita taati dan ikuti sebelum percaya Tuhan Yesus adalah kehidupan yang sia-sia dari hati yang sia-sia. Keinginan / nafsu daging adalah sifat alamiah setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa, bukan sifat alamiah yang dirancang oleh Allah dalam penciptaan. Oleh karena itu, hidup yang menaati dan mengikuti dosa bukan merupakan hidup yang alami; Hanya ketika mendapatkan kembali kehidupan dari Allah, menjalani kehidupan baru (dengan gaya hidupnya yang baru), barulah merupakan hidup alami, menghidupi saya yang sejati.

Manusia lama 「yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan」 (Ef. 4:22); sebaliknya manusia baru 「yang telah diciptakan menurut kehendak Allah (gambar Allah) di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya」. Manusia baru adalah manusia yang seperti aslinya saat penciptaan, sedangkan manusia lama yang secara kronologi waktu adalah terkemudian yang secara bertahap menjadi buruk.

「Dibaharui di dalam roh dan pikiranmu」 (Ef. 4:23), di sini 「pikiran」 adalah tidak hanya pikiran dan tekad, tetapi 「manusia bagian dalam」, atau saya yang sejati, atau kehidupan nyata. Paulus dalam surat 2 Korintus secara rinci menjelaskan perbedaan antara manusia bagian dalam dan yang luar. Hidup kita telah dibaharui, dan tindakan lahiriah dan kehidupan juga harus berubah.

Kehidupan baru dapat disimpulkan sebagai sebuah kalimat: ada integritas dan kekudusan yang bersumber keluar dari kebenaran. Bagaimana bentuk nyata manifestasinya?

Paulus menyebutkan empat tuntutan dalam aspek perilaku:

Pertama, adalah tidak berdusta, tetapi hanya mengatakan apa yang benar (Ef. 4:25). Dusta adalah palsu, kosong, sia-sia. Dahulu kita ada dalam hidup yang sia-sia dan palsu, tetapi sekarang karena kebenaran maka hidup dalam kehidupan yang benar, nyata dan sejati; kejujuran saling terkait dengan benar, nyata dan sejati. Secara khusus ditekankan keharusan berbicara jujur terutama diantara orang Kristen, tidak ada ruang kemunafikan antara anggota badan.

Kedua, adalah kontrol emosi (Ef. 4:26). Manusia yang sejati pasti memiliki emosi yang sejati, setiap orang memiliki emosi; Alkitab tidak menuntut kita membebaskan diri dari semua perasaan emosi, dan menjadi manusia tanpa sukacita, tanpa kesedihan, tanpa rasa putus asa. Tetapi meminta kita untuk memperhatikan dua hal ini saat dalam amarah: jangan overdosis (berlebihan), melakukan tindakan berdosa; juga secara waktu jangan terlalu lama, misal menyimpan dendam kemarahan kepada orang lain. Mengapa jangan overdosis dan jangan terlalu lama? Karena itu mudah memberikan kesempatan kepada iblis untuk memikat kita berbuat dosa.
Kemarahan itu sendiri bukanlah terhitung dosa, tetapi kemarahan adalah sering menjadi kesempatan bagi dosa kejahatan. Datang kemarahan kemudian lupa menjadi manusia sejati yang benar, lupa hidup kudus, tidak lagi memiliki 「kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya」 (Ef. 4:24)

Ketiga adalah bekerja keras, mandiri mencukupi kebutuhan hidup diri sendiri, tidak lagi hidup bergantung pada orang lain, dan tidak melalui tindakan ilegal untuk mendapatkan kebutuhan penopang hidup (Ef. 4:28). Paulus mengharapkan bahwa kita tidak hanya tidak mengeksploitasi hasil kerja keras orang lain, bahkan kita memiliki kekuatan lebih berbagi buah kerja keras kita dengan orang lain. Kehidupan yang menarik diri dari masyarakat bukanlah bentuk kehidupan yang Allah kehendaki. Hal ini bukan dilihat dari manfaat ekonomi masyarakat manusia, tetapi dari perspektif bahwa semua orang telah menerima kasih karunia dan anugerah dari Tuhan. Hidup adalah untuk disempurnakan, menyia-nyiakan hidup adalah perilaku boros.

Keempat adalah menahan mulut, mencakup dua hal: tidak berbicara kata-kata kotor, dan tidak mengucapkan kata-kata negatif yang merusak. Tidak berkata kotor mudah dimengerti, kata-kata mencerminkan bagian dalam hati, rohani pikiran yang bersih tidak akan mengatakan kata-kata kotor. Tidak mengatakan kata-kata negatif juga didasarkan pada kebenaran yang sama, orang yang menghormati kehidupan dan berusaha sekuat tenaga untuk pemenuhan orang lain tidak akan menyakiti orang lain dengan kata-kata. Tetapi 「pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.」 Dalam dunia hari ini yang penuh bahasa kekerasan dan kritik menghancurkan, ajaran ini adalah nasihat yang benar-benar memberikan peringatan yang membangunkan kita dari tidur.

Setelah empat tuntutan perilaku, Paulus selanjutnya memberikan tiga ajaran yang lebih umum, bersifat prinsip:

Pertama, adalah jangan mendukakan Roh Kudus yang melindungi kita. Dalam pasal 1, Paulus menunjukkan bahwa kita adalah pekerjaan Allah, dari dipilih sampai dipisahkan, diberikan hak menjadi anak-anak, sampai penebusan keselamatan, bertujuan membuat kita menjadi bagian dari rencana Kristus. Identitas dan misi telah kita peroleh, tapi belum sepenuhnya. Kita menunggu hari penyelamatan diwujudkan, Roh Kudus menjadi bukti sebelum kita sepenuhnya mendapatkannya, dan jaminan bahwa kita pada akhirnya akan mendapatkannya (Ef. 1:14). Di sini Paulus mengulangi perkataan pasal 1 dan mengingatkan orang percaya lagi, 「telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.」 (Ef. 4:30)

Kedua, adalah hapus semua pikiran dan tindakan yang merusak komunitas. 「Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.」 Patut diperhatikan bahwa kejahatan yang disebutkan di sini memiliki karakteristik umum yakni menyebabkan kerusakan tubuh Kristus, adalah mengikuti tema pasal 4 dan juga topik yang ada di seluruh surat Efesus adalah tentang Gereja.

Ketiga, adalah menjadi penurut Allah. Bagaimana seorang ayah pasti juga bagaimana sang anak, karena Tuhan adalah Bapa Surgawi kita, kita harus belajar untuk meneladani Allah. Ini mencakup dua tuntutan: satu adalah untuk mengampuni dosa orang lain dengan rahmat, sama seperti Bapa mengampuni dosa-dosa kita; Yang kedua adalah untuk memperlakukan orang dengan kasih, berkorban bagi orang lain. Kita mengasihi, karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita; Tuhan menyerahkan nyawa-Nya berkorban bagi kita, dan kita patut berkorban nyawa bagi saudara.

Renungkan:

1. Karena isi dari perikop ini sangat kaya, kita bisa mendapatkan apa yang sesuai keadaan kita, apa yang menyentuh hati kita, atau yang paling mengena pada situasi diri kita sendiri, renungkan dan buatlah respon secara pribadi. Sebagai contoh, tidak berbohong, kontrol emosi, kerja keras dan menjaga kata-kata, manakah salah satu dari empat ini yang Anda paling perlukan?

2. Apakah pendapat Anda tentang tidak mendukakan Roh Kudus?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 4:17-5:2

「Belajar Teladan Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:17-5:2 [ITB])
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:
Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Penataan penulisan dalam surat-surat Paulus biasa terlebih dahulu berbicara tentang ajaran doktrin, kemudian berbicara tentang aplikasi kehidupan. Apa yang kita percaya, akan memiliki manifestasi yang sesuai dan terlebih kita harus menjalani kehidupan yang berpadanan. Kita percaya demikian, maka demikianlah kita berbicara dan bertindak. Struktur Surat Efesus juga didasarkan pada layout yang demikian, maka mulai dari 4:17 merupakan sebuah diskusi tentang penerapan kehidupan. Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa dalam tiga pasal sebelumnya, Paulus telah memasukkan sejumlah aplikasi penting kehidupan (seperti Ef. 4:1-3), dapat dilihat bahwa doktrin dan penerapan aplikasi kehidupan tidak bisa sepenuhnya dipisahkan.

Pasal empat dapat dibagi menjadi dua bagian: 1-16 serta 17 dan selanjutnya, setiap paragraf dimulai dengan kata sambung 「karena itu (sebab itu).」 Ini adalah kebiasaan cara penulisan yang biasa dipakai Paulus di surat-surat lain. 「Karena itu」 adalah kata kunci yang menghubungkan doktrin dan penerapan aplikasi hidup, yaitu, untuk menghubungkan kalimat penjelasan deskriptif (indicative) dengan kalimat perintah (imperative), pemberitaan dengan dorongan, menyambungkan kasih karunia dengan tuntutan.

「Karena itu」 menandai pembedaan doktrinal dan aplikasi penerapan, dan menggarisbawahi hubungan erat antara mereka. Iman selalu menunjuk terarah kepada kehidupan, dan iman yang terpisah dari hidup adalah iman palsu.

Kata 「karena itu」 dalam Ef. 4:17 adalah serangkaian keterkaitan: yakni menyambung Ef. 2:19 bahwa menjadi seorang Kristen, adalah menjadi satu Kerajaan dengan orang-orang kudus Perjanjian Lama, orang-orang anggota dalam Keluarga Allah, tidak lagi orang asing bangsa lain dan bukan tamu penumpang; Dan juga tersambung dengan Ef. 4:13-16 yakni setiap orang Kristen masing-masing individu bersama menjadi satu, bertumbuh kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus; Paulus menekankan bahwa orang Kristen harus hidup berbeda dari kehidupan masa lalu mereka. Kita dahulu adalah bangsa asing lain (kafir), dan sekarang sudah bukan lagi; memiliki identitas yang berbeda menyebabkan cara kehidupan yang berbeda.

Perhatikan: orang Kristen tidak hanya berbeda dari orang lain, tetapi lebih penting adalah berbeda dengan keadaan mereka dahulu. Jika hanya menekankan bahwa orang Kristen berbeda dengan dunia, sering mengarah kepada kesombongan, yaitu cara pembenaran diri orang Farisi, terutama menilai orang lain: Lihat, kita berbeda, kita memiliki pengetahuan, mereka bodoh; kita kudus, mereka najis. Namun menekankan bahwa orang Kristen tidak sama dengan mereka sendiri yang dahulu, membentuk pemacu pertumbuhan diri mereka sendiri, kita putus dengan gaya hidup masa lalu, sudah menjadi manusia baru.

Apakah ingat ajaran-ajaran dalam Ef. 2:1-10? Paulus menekankan bahwa sebelum percaya Tuhan, kita adalah persis sama dengan dunia! Kita bukan karena bergantung pada usaha kita sendiri untuk mencapai status dan hidup yang berbeda dengan dunia, tapi semua bergantung pada kasih karunia Tuhan: keselamatan adalah anugerah, juga karena iman; bukan hasil dari perbuatan, supaya jangan kita memegahkan diri. Pada awal Ef. 4:17, Paulus juga memimpin kita merenungkan kembali, menunjukkan situasi kita sebelum percaya Tuhan, dan kemudian menandai perbedaan besar kita hari ini.

Keadaan kita sebelum percaya Tuhan: kita 「hidup dengan pikirannya yang sia-sia」, yakni 「pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan (terisolasi) dengan Allah」. Konsekuensi dari terisolasi (terpisah) dengan Allah adalah bahwa kita tidak tahu kebenaran-Nya, tidak memiliki pengetahuan maupun hati nurani, maka hanya mengikuti nafsu kedagingan melakukan segala macam hal-hal yang penuh kotoran kecemaran (Ef. 4:17-19) (bertolak belakang dari hidup yang mengikuti Tuhan Yesus).

Tapi setelah percaya Tuhan, kita terhubung dengan kehidupan Kristus, tidak lagi terisolasi dari Allah, dan telah berbagi (mendapat bagian) hidup-Nya. Kita mempelajari kebenaran dari diri Kristus, tahu tuntutan Tuhan kepada manusia, dan tahu bagaimana untuk mencapai standar perilaku yang benar-benar untuk manusia, dan terlebih lagi kemudian memiliki hidup yang berbeda. Arti pertama dari kekudusan adalah 「berbeda」. Kita tidak lagi sama seperti sebelumnya, atau mengatakan tidak boleh sama lagi. 「Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus」 (Ef. 4:20) penulis sangat suka kata-kata ini yang langsung kepada titik masalah.

Hidup baru terkait erat dengan cara kehidupan yang baru, tapi keduanya masih berbeda. Hidup baru datang dari kasih karunia Allah, adalah apa yang Allah telah selesai lakukan dalam satu kali pada diri kita; cara kehidupan yang baru adalah tindakan manusia berusaha sesuai dengan kasih karunia Tuhan itu, perlu menerapkan secara bertahap, tidak dapat satu langkah selesai.

Menjadi kudus perlu usaha, belajar Kristus adalah proses, bahkan proses seumur hidup.
Paulus membuat analogi tentang hidup dan cara kehidupan sebagai tubuh dan pakaian, tubuh setelah mandi sudah menjadi bersih, jadi harus berganti pakaian bersih, atau jika mengenakan pakaian lama yang kotor pada tubuh yang sudah bersih, maka akan membuat semua usaha sia-sia. Melepas manusia lama dan mengenakan manusia baru.

Renungkan:

1. Renungkan hubungan antara hidup baru dan cara kehidupan yang baru, dan menggunakan kata-kata sendiri untuk menjelaskan bagaimana kasih karunia dan tuntutan perilaku terkait erat. Ini adalah titik awal sebagai permintaan Anda pada diri sendiri!

2. Meditasikan dengan konsentrasi tentang ajaran Paulus dalam Ef. 4:24, bagaimana sebenarnya tuntutan 「kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya」?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 4:1-16 (3)

「Karunia dan Melayani」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Ketika berbicara tentang 「memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan」, kita tidak bisa tidak berbicara tentang karunia.

Ada banyak berbeda pendapat tentang karunia. Yang paling umum adalah untuk melihat karunia sebagai keahlian khusus seseorang, seperti kaligrafi, melukis, catur, piano; Atau dipersempit, keahlian yang digunakan hanya untuk pelayanan gereja, misalnya memainkan piano di dalam gereja adalah karunia, namun bermain dalam di konser umum adalah bakat. Beberapa buku rohani Chicken Soup Kristen mengklaim bahwa karunia adalah hadiah unik dari Allah untuk individu, setiap orang adalah unik, memiliki kemampuan yang unik hanya dimiliki dia dan orang lain tidak, sehingga karunia adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan dia dan orang lain tidak.

Tetapi apakah ada begitu banyak yang unik? Saya telah melayani selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah memikirkan ada sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh diri sendiri dan tidak dapat dilakukan orang lain, atau diri sendiri yang terbaik sehingga yang lain tidak dapat menggantikan. Saya bisa berkhotbah, orang lain juga bisa; Saya dapat menulis dan orang lain bisa; bahkan dalam kepemimpinan dan administrasi, kita dapat membuat diri digantikan orang lain, sehingga pelayanan dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Selama bertahun-tahun penulis memiliki keraguan 「apa karunia itu?」 「apa perbedaan antara karunia dan bakat kemampuan? 」 Apa yang Paulus katakan dalam Ef. 4:7-8 「Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: 『Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.』」

Disini Paulus menekankan bahwa karunia adalah datang dari Kristus, dan bahwa ia memakai Mazmur 68:18, dan telah membuat gambaran yang bersifat metafora lukisan bahwa karunia adalah direbut kembali oleh Kristus dari kekuatan spiritual bermusuhan dan kemudian dibagikan sebagai tugas untuk orang percaya; Hal ini seperti seorang Jenderal yang memimpin tentara untuk mengalahkan musuh, setelah memasuki daerah musuh, akan membagikan benda jarahan kepada bawahannya.

Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati, memang adalah tindakan yang mengalahkan Iblis secara total. Jika karunia diberikan adalah untuk pemenuhan misi, dan Gereja mulai secara resmi menjalankan tugasnya setelah kenaikan Kristus, maka kita mengatakan bahwa karunia dianugerahkan setelah kenaikan Kristus, dan itu adalah pernyataan yang dipaksakan masih dapat dimengerti. Tetapi dikatakan bahwa karunia itu adalah direbut dari musuh Kristus, masih tidak dapat dimengerti mengapa.

Bagaimanapun juga, kita fokus pada pengertian bahwa karunia adalah penetapan Kristus kepada orang percaya. Paulus secara khusus menunjukkan bahwa Kristus khusus mempersiapkan karunia yang diberikan sesuai keadaan dan kondisi individu kita masing-masing, dan bahwa karunia ini terkait dengan Kasih Karunia yang Ia berikan kepada kita.

Karena itu penulis mendefinisikan karunia sebagai berikut: jika kita dengan mata iman melihat setiap pengalaman dalam kehidupan di masa lalu, itu adalah kasih karunia Tuhan; semua kasih karunia ini dapat diubahkan menjadi modal bagi pelayanan kita, inilah karunia.

Semua pengalaman hidup memiliki bagian membentuk kita yang hari ini. Pengalaman ini tidak selalu positif, mungkin kehilangan orang tua di masa kanak-kanak, bencana yang tumpang tindih, membawakan banyak kepahitan, kita pernah berpikir itu adalah kutuk dari Allah. Sampai kita menjadi orang percaya, kita melihat kembali dengan mata iman, memahami ulang apa yang terjadi dalam separuh kehidupan yang lampau, memahami bahwa segalanya itu datang dari Allah dan Ia telah mengatur semua. Tuhan mengatur pengalaman pribadi yang berbeda, baik positif maupun negatif adalah untuk membentuk kita yang hari ini; kutukan adalah sesungguhnya adalah riasan makeup dari berkat, semuanya adalah Kasih karunia. Selama kita berhenti untuk was-was atas pengalaman tertentu dan mempercayai bahwa semua adalah kasih karunia, mereka dapat berubah menjadi modal bagi pelayanan kita, pengetahuan dan pengalaman bagi pelayanan.

Saya lahir dalam latar belakang keluarga miskin, maka memiliki vitalitas daya hidup yang kuat, tidak memiliki permintaan yang tinggi atas material; Saya sejak kecil lemah dan sakit-sakitan, sehingga lebih mudah memahami penderitaan orang sakit; Saya berasal dari keluarga yang hancur, sehingga memiliki empati terutama bagi orang muda yang terpinggirkan, senang bergaul dengan mereka. Pengalaman-pengalaman ini telah menjadi modal pelayanan saya: dari beban, perasaan, pada kemampuan berempati, dasar pengetahuan dan pengalaman.

Siapakah orang yang paling mudah untuk mengabarkan Injil kepada pecandu narkoba dan para tahanan? Jawabannya adalah orang yang sudah melaluinya. 「Sesudah Anda bertobat, hendaklah memperkuat saudaramu.」 Tidak ada jalan yang dilalui sia-sia, tidak ada pengalaman yang terbuang, pimpinan Allah tidak pernah salah, Ia adalah penulis dan sutradara seumur hidup kita.

Pelayanan gereja tidak perlu talenta yang terlalu profesional atau terlalu teknis, tapi selalu berhubungan dengan hidup manusia, hidup dan pelayanan tidak dapat dipisahkan. Kita melayani tidak hanya dengan keterampilan dan pengetahuan profesional tertentu, tetapi dengan pengalaman masa lalu. Karunia ini tidak terbatas pada beberapa keterampilan, tetapi pengalaman hidup seumur hidup. Kasih Karunia adalah karunia, semua dapat kita imani sebagai kasih karunia dapat menjadi karunia.
Kita semua unik. Unik bukanlah beberapa keterampilan profesional kita, tetapi saya yang dibentuk dari semua pengalaman. Saya memiliki keunikan, dan keterampilan saya yang berdiri sendiri tidak unik.

Allah mempersiapkan kita untuk memiliki pengalaman yang berbeda, tujuan-Nya agar kita dapat masuk ke dalam kelompok yang berbeda dan membawa mereka mengenal Yesus Kristus. Ada banyak kelompok yang berbeda dari orang-orang di dunia, Kristus mempersiapkan orang-orang percaya yang berbeda dan memberikan karunia yang berlainan kepada mereka.

Renungkan:

1. Renungkan kembali jalan yang pernah Anda lalui, dapatkah Anda memastikan bahwa semua itu adalah kasih karunia dan pimpinan Allah?

2. Apa pengalaman Anda yang dapat Anda yakini sebagai modal melayani Tuhan? Di manakah Anda menjadi ekstensi perpanjangan Kristus?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 4:1-16 (2)

「Kebenaran Gereja (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Dalam pembicaraan kedua tentang hubungan antar anggota tubuh terfokus pada enam jenis sikap. Dalam perikop Ef. 4:1-3 dikatakan 「… supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera」 Sama seperti profesi yang berbeda memiliki tata cara berpakaian (dress code), orang-orang Kristen juga memiliki tata cara perilaku (behavioral code). Di sini yang ditekankan adalah identitas dan misi dari 「orang-orang yang telah dipanggil,」yang sepatutnya memiliki wujud manifestasi hidup sebagaimana orang yang dipanggil, memiliki sikap hidup sebagai orang yang dipanggil. 「Berpadanan dengan panggilan」 sesuai identitas dan misi.

Enam jenis sikap: rendah hati, lemah lembut, sabar, kasih, damai, memelihara kesatuan. Adalah yang sepatutnya termanifestasi dalam interaksi antar anggota tubuh.

Secara sederhana, rendah hati adalah memahami ketidaksempurnaan diri sendiri, tidak menyombongkan diri; lemah lembut adalah menerima ketidaksempurnaan orang lain, tidak semena-mena karena kesalahan orang; sabar adalah menerima ketidaksempurnaan keadaan, bersikap realistis dan penuh ketekunan menghadapi kondisi sulit. Dengan memiliki tiga aspek sikap ini, maka kita dapat menggunakan kasih untuk mengakomodasi berbagai orang dan hal-hal yang berbeda, secara damai hidup berdampingan dengan mereka dan mempertahankan kesatuan.

Patut diperhatikan, Paulus menunjukkan bahwa kesatuan adalah karunia dari Roh Kudus, bukan keadaan yang kita capai dari usaha keras. Kesatuan adalah pekerjaan Tuhan, dan kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri untuk mewujudkan kesatuan; Namun, kita memiliki kemampuan untuk menghancurkan kesatuan, dengan menyebarkan rumor-rumor, desas-desus keraguan dan gosip konspirasi, yang mampu menghancurkan kesatuan yang kuat sekalipun, 「menghancurkan namun tidak membangun.」 Maka Paulus mengingatkan kita untuk berusaha sekuat tenaga kekuatan kita untuk menjaga kesatuan yang merupakan anugerah Roh Kudus.

Hanya ketika setiap anggota tubuh saling berinteraksi dengan enam jenis sikap ini, barulah Gereja dapat benar-benar bersatu, untuk secara efektif mewujudkan misinya.

Yang terakhir adalah hubungan anggota tubuh dan tubuh, berfokus pada empat pekerjaan utama. 「Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus」(Ef. 4:11-12)

Di sini disebutkan kepada empat (atau lima) macam pekerjaan: Rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, para gembala dan guru pengajar (sebagian besar penafsir percaya bahwa kedua jabatan ini merujuk pada pekerjaan yang sama yang terhubung satu sama lain.) Rasul adalah identitas yang khusus pada Gereja awal, hanya milik orang-orang yang dipilih secara langsung oleh Yesus Kristus dan mendapat pengajaran serta diberikan otoritas khusus secara langsung dari-Nya. Nabi tidak selalu nabi yang menubuatkan masa depan, lebih banyak adalah orang-orang yang memberitakan Firman. Gembala tidak merujuk sebuah jabatan resmi, tetapi adalah sebuah tugas pekerjaan.

Bisa melihat bahwa empat macam pekerjaan ini adalah pekerjaan berkaitan dengan kata-kata, berbicara. Gereja dibangun pada para rasul dan nabi, dan Firman Tuhan adalah dasar dari gereja.

Tujuan dari empat macam pekerjaan ini adalah untuk membuat setiap orang percaya kehidupannya tumbuh dan untuk mengembangkan karunia rohani yang diberikan kepada mereka sehingga Gereja dapat berkembang dengan sehat. Selama kehidupan rohani masing-masing individu orang percaya sempurna dan masing-masing mampu mengembangkan fungsi karunia mereka, maka tubuh Kristus dapat berdiri.

Bagaimana membangun Gereja yang sehat? Terlebih dahulu harus membangun orang percaya yang sehat. Bagaimana untuk menjaga pertumbuhan gereja? Terlebih dahulu adalah hidup orang percaya yang bertumbuh. Individu (anggota tubuh) dan kelompok (tubuh) terkait erat dengan satu sama lain.

Tentu saja salah satu kunci adalah bahwa setiap anggota tubuh memiliki kesadaran akan tubuh, tahu bahwa ia adalah anggota Gereja, bahwa pertumbuhan dan pemenuhan dirinya adalah di dalam Gereja, dan adalah untuk Gereja.

Penulis menekankan sekali lagi bahwa: tidak ada misi individu orang percaya, hanya ada rencana Kristus. Dan rencana Kristus hanya digenapi dalam tubuh (Gereja). Oleh karena itu, tidak ada misi iman pribadi di luar Gereja (Maka seseorang tidak dapat mengatakan pelayanannya adalah terlepas dari Gereja atau pelayanannya adalah milik pribadi.)

Renungkan:

1. Silahkan mengaplikasikan enam sikap orang Kristen pada situasi pribadi Anda, bagaimana Anda dapat mewujudkan mereka?

2. Apakah Anda berpikir bahwa pelayanan gereja Anda adalah mewujudkan kehidupan rohani orang-orang percaya dan membantu mereka untuk menerapkan karunia rohani mereka secara efektif? Pikirkan apa yang dapat lebih ditingkatkan.


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 4:1-16

「Kebenaran Gereja (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Gereja ada adalah untuk mewujudkan rencana penebusan Allah dalam Kristus, Gereja memang adalah bagian dari rencana ini. Marilah kita bertanya mulai dari dasar lagi: Apakah Gereja itu?

Protestan lebih banyak menggunakan perspektif fungsional untuk mendefinisikan Gereja, seperti para reformator menyebutkan bahwa Gereja adalah pemberitaan Firman yang kudus dan pelaksanaan sakramen kudus. Namun definisi fungsional ini tidak mencukupi, mudah didorong menjadi konsumerisme, murni dari perspektif kebutuhan manusia, mari jabarkan beberapa fungsi Gereja: penyembahan, penginjilan, pemuridan, pelatihan, pastoral, sakramen …; Jika mengklaim bahwa gereja adalah jumlah dari fungsi-fungsi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan keagamaan orang.

Definisi lain yang populer bahwa Gereja adalah kumpulan orang-orang Kristen, adalah deskripsikan Gereja dari sudut pandang realitas keadaan kita: apakah kita ini, maka jadilah Gereja itu apa; Beberapa orang Kristen berwibawa mengatakan: apa yang kita percaya, maka itulah kekristenan, cara pikir ini terlebih lagi tidak dapat kita terima. Mari kita pikirkan, harapan apa yang dapat kita tawarkan kepada dunia jika gereja didefinisikan oleh realitas kita dalam situasi buruk?

Surat Efesus membuat tiga definisi penting tentang Gereja: Gereja adalah rumah dari Kristus (Ef. 2:19-22), tubuh Kristus (Ef. 4:11-16; 1:23), mempelai Kristus (Ef. 5:22-27). Tiga Definisi tidak merujuk secara langsung ke fungsi operatif riil dari Gereja dan tidak menyebutkan apa efek yang harus dibawakan oleh Gereja; juga tidak membicarakan kumpulan kombinasi realistis nyata dari orang percaya, tidak mengatakan bahwa jika kita semua berjalan bersama maka sudah merupakan Gereja. Justru menekankan hubungan antara Gereja dan Kristus, tidak peduli apakah itu rumah, tubuh atau mempelai, semuanya berhubungan dengan Kristus.

Gereja didefinisikan oleh Kristus, bukan oleh kita. Bukan apa yang kita butuhkan, lalu jadilah itu Gereja; Bukan kita inginkan bagaimana lalu jadilah Gereja menjadi bagaimana; tetapi adalah apa yang Kristus inginkan bagaimana Gereja itu, maka jadi Gereja sebagaimana demikian. Gereja milik Yesus Kristus, Ia adalah kepala Gereja, dan hanya dia memiliki hak untuk meminta Gereja menjadi seperti yang Ia inginkan.

Perikop Ef. 4:1-16 ini dapat dikatakan merupakan puncak dari seluruh surat ini tentang Gereja. Dalam penglihatan Gereja sebagai tubuh Kristus, Paulus bicara secara rinci hubungan Gereja dengan orang-orang percaya serta perannya. Gereja adalah tubuh Kristus, dan Kristus adalah kepala dan peran, dan masing-masing dari kita adalah bagian tubuh (organ, anggota badan).

Di sini dapat dipisahkan dari tiga lapis hubungan.

Pertama-tama, hubungan antara kepala dan tubuh, fokusnya adalah tujuh buah satu. 「satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.」(Ef. 4:4-6) Yakni satu Bapa, satu Putra (Tuhan), satu Roh Kudus, satu iman, satu baptisan, satu Gereja, satu pengharapan.

Allah TriTunggal tidak banyak dijelaskan. 「Satu iman」 bukan merujuk kepada iman subjektif, tapi isi iman yang objektif. Dengan demikian merupakan iman yang sama, Gereja yang sama, baptisan air yang sama, dengan pengharapan yang sama atas masa kelak. Paulus menunjukkan bahwa ini adalah sifat umum dari Gereja, orang Kristen adalah faktor persekutuan terbesar. Gereja disambung oleh tujuh buah satu ini.
Seperti yang dikatakan sebelumnya (Ef. 2:14-16), berbeda dengan organisasi perkumpulan bebas masyarakat manusia, Gereja adalah suatu kelompok campuran, mencakup orang dari berbagai latar belakang, tingkat sosial dan dasar ekonomi yang berbeda, politik dan budaya yang berbeda-beda. Bagaimana orang-orang ini dapat tergabung ke dalam satu tubuh? Bagaimana dapat mengurangi perbedaan antara mereka?

Paulus berkata tidak perlu mengurangi perbedaan-perbedaan ini, asalkan memakai tujuh buah satu sebagai titik kesamaan sudah cukup, tujuh buah satu memiliki sifat universal (universality), akan menutupi sifat kekhususan perbedaan antara orang percaya (particularity). Gereja adalah kelompok komunitas iman, orang percaya terikat satu sama lain melalui iman, bukan oleh karena pendapat politik yang sama atau komitmen sosial, tetapi hanya semata iman yang sama.

Gereja bukan dipertahankan oleh konsensus pendapat di antara orang percaya. Hal yang sulit untuk mencapai konsensus dalam banyak permasalahan dalam kelompok orang-orang percaya yang memiliki latar belakang yang luas. Gereja tetap memerlukan setiap orang percaya mengesampingkan pendapat mereka masing-masing pribadi dan menggantikan kehendak mereka sendiri dengan kehendak Kristus, dan mematuhi ajaran-ajaran Alkitab dan pimpinan Roh Kudus, untuk mencapai kesatuan. Inilah sebabnya mengapa orang percaya yang berbeda memiliki karunia yang berbeda dan menjadi anggota tubuh (organ) yang berbeda, tetapi mereka tidak menjadi kepala, posisi kepala hanya merupakan milik Kristus saja. Kristus selamanya adalah kepala Gereja. Tidak ada siapapun (termasuk pendeta, penatua, diakon) yang menjadi bos Gereja, dan tidak ada yang oleh dirinya menjadi penentu kata final dalam Gereja. Kristus adalah Tuhan, dan Kristus adalah Tuhan (Tuan pemilik) atas Gereja.

Kita bergabung dengan Gereja adalah karena iman, bukan karena mencari sahabat yang berpikiran sama, atau mencari teman yang baunya sama. Pada kenyataannya, saudara dan saudari bukan dipilih oleh diri kita sendiri, tetapi mereka dipanggil oleh Allah dan datang untuk bersama-sama. Di sini Paulus berbicara mengenai bagian Bapa, mencatat bahwa pada saat yang sama Allah adalah transenden (jauh melampaui) dan juga yang menyertai di dalam,  menekankan bahwa Ia adalah Bapa Surgawi kita bersama. Bapa Sorgawi yang am (universal fatherhood) mendirikan dasar kesatuan persaudaraan umat percaya yang am (universal brotherhood) .

Semakin kita mengutamakan kebersamaan iman kita, penghormatan kita akan Kristus sebagai kepala Gereja akan lebih tinggi, anggota tubuh akan lebih bersatu, Gereja akan manunggal.

Renungkan:

1. Pertimbangkan implementasi nyata dari tujuh buah satu ini dalam iman pribadi Anda dan kehidupan gereja.

2. Bagaimana identifikasi dan pemahaman Anda terhadap 「Gereja sebagai komunitas orang percaya」di zaman yang tidak dipolitisisasi ini? Bagaimana mencegah gereja dicabik-cabik oleh pandangan politik yang berbeda atau tuntutan yang berbeda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 3:14-21 (3)

「Teguh dan Hati Kasih」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 3:14-21 [ITB])
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Dalam doa ini, Paulus menyebutkan dua kualitas unik dari seorang yang memiliki kekayaan Kristus, dan yang memiliki hidup berkelimpahan: satu penuh dengan kekuatan di dalam batin, yang lain adalah penuh dengan toleran penerimaan dan kasih.
Paulus berkata 「Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.」 (Ef. 3:16) Seorang yang memiliki kekayaan Kristus adalah manusia yang penuh kekuatan batin.
「Menguatkan dan meneguhkan kamu … di dalam batinmu,」 dan diterjemahkan secara harfiah 「melalui kekuatan meneguhkan manusia bagian dalam kamu. 」 「Kekuatan」 di sini bukan milik kita, tetapi dari luar; Kuasa Kristus meneguhkan manusia dalam kita, tidak peduli penampilan luar kita lembut atau keras, tetapi kekuatan di dalam batin kita selalu kuat.

Kekuatan tubuh luar menekankan kemenangan dan penaklukan, tetapi kekuatan batin membawakan iman dan daya tahan bagi kita. Kekuatan tubuh luar bersifat agresif menyerang, tapi kekuatan batin bersifat mempengaruhi dan mencairkan.

Tubuh luar kita secara bertahap melemah dan rusak, 「saya yang di dalam」 senantiasa baru, kuat teguh. Orang Kristen mengejar kesempurnaan hidup, hidup yang bebas kerut cacat, tetapi 「saya yang luar」 tidak diharapkan, penggunaan kosmetik atau produk pelangsing sulit untuk memperbaikinya. Kita akan hanya sehari demi sehari tua, hari ini saya tidak terlihat baik, besok bahkan lebih buruk. Tetapi 「diri yang di dalam」 tidak demikian, sehari demi sehari dapat menjadi lebih hidup lebih sehat, sehari demi sehari seperti baru.

Keindahan orang Kristen adalah menemukan dunia riil lain yang tidak kasat mata di balik dunia yang kelihatan. Kita mengalami tubuh batin yang sehat di balik tubuh luar yang membusuk, melihat kemuliaan di belakang penghinaan, dan melihat segala sesuatu penuh kelimpahan di balik kemiskinan tidak memiliki apa-apa yang terlihat. Allah adalah Allah yang membuka sungai di padang gurun, kita melihat sungai-sungai di gurun pasir. Mata batin yang mampu melihat akan menguatkan kelemahan karena disorientasi ketersesatan eksternal luar.

Apakah ini melarikan diri dari kenyataan? Tidak, itu adalah melihat dengan jelas kenyataan, melampaui kenyataan (lihat Ef. 3:19)

Paulus dalam doa syafaatnya yang pertama telah menyebutkan bahwa orang percaya memiliki kuasa Tuhan, dan di kemudian terdapat dua kali itu menyebutkan kuasa Allah dalam diri orang percaya, menunjukkan dua makna yang dibawakan kuasa ini: pertama, semua hal yang dicapai oleh orang kudus semuanya adalah pekerjaan yang diwujudkan Allah pada diri mereka, bukan saya tetapi hanya oleh Tuhan (lihat Ef. 3:20); Kedua, orang kudus harus lebih bergantung pada kuasa besar Allah, menjadi orang-orang yang teguh kokoh, melawan tipu muslihat Iblis (Ef. 6:10-11).

Ciri lain penuh kelimpahan kekayaan Kristus adalah toleran penerimaan dan kasih. 「17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.」(Ef. 3:17-19)

Seorang yang penuh kekayaan Kristus, yaitu dapat memperlakukan orang lain dengan kedamaian, menerima orang lain yang berbeda dengan kita, menerima orang lain yang penuh kekayaan, tidak karena membenci orang lain kaya dan menghina dia sebagai miskin, bukan dengan menyangkal orang lain untuk memastikan diri sendiri, tidak membangun kesuksesan diri di atas kegagalan orang lain. Kita tidak hanya mengalami kekayaan Allah dalam diri kita, kita juga melihat kekayaan Kristus dalam diri orang percaya anggota tubuh yang lain. Karena kita percaya bahwa diri kita sudah cukup kaya, kita merasa bahagia menghargai kekayaan orang lain, sehingga kita menemukan tingkat yang lebih tinggi dari kekayaan Kristus.

Saya dilahirkan miskin, mengalami bagaimana Tuhan mengangkat saya dari kumpulan kotoran hewan; saudara yang lain dilahirkan kaya dan mengalami pemeliharaan penuh warna-warni dari Allah selama periode pertumbuhan. Kita masing-masing indah, kita tidak perlu membandingkan satu sama lain, kita tidak dapat dibandingkan. Kasih Allah yang besar tak terbatas tidak dapat sepenuhnya dipahami melalui satu pengalaman apapun yang terpisah dari pengalaman yang lain, hanya ketika dikumpulkan bersama-sama, barulah dapat sekilas memahaminya lebih jelas.

Tidak ada yang dapat mengalami sepenuhnya kekayaan Kristus, kapasitas kita tidak cukup, yang dapat kita tampung terbatas; Oleh karena itu, hanya dengan menambahkan kehidupan orang lain, ditambah hidup orang percaya di masa lalu, barulah dapat kita menguakkan kekayaan kasih karunia dan belas kasih Kristus. Maka kita bersukacita mendengarkan kesaksian orang lain dan membaca biografi orang lain untuk memperluas pengetahuan kita tentang Allah.

Ada sebuah metafora. Pada saat pasang surut dan di sela-sela batu-batu karang di pantai akan terdapat cekung-cekung lubang berisi air, ada yang dalam ada yang dangkal, saling tidak terhubung, dan kadang-kadang satu atau dua ikan kecil terperangkap di dalamnya. Tetapi ketika air pasang naik, laut menenggelamkannya dalam genangan air, dan tidak ada individu-individu genangan kecil, tapi seluruh lautan yang menjadi satu. Kasih Karunia Allah yang kita lihat adalah demikian adanya.

Renungkan:

1. Iman membawakan kehidupan yang kuat kepada kita, apakah Anda percaya ini adalah fakta kehidupan Anda?

2. Apakah Anda merasakan memiliki kekayaan Allah? Dapat Anda menghargai kekayaan Allah dalam diri orang lain?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 3:14-21 (2)

「Mengalami Kakayaan Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 3:14-21 [ITB])
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Paulus berlutut berdoa kepada Allah agar saudara dan saudari dapat mengalami kekayaan Kristus. Kita sering mengatakan bahwa jika orang percaya Yesus Kristus, maka ia dapat memiliki kehidupan yang berkelimpahan. Ini adalah apa yang dikatakan Yesus dalam Yoh. 10:10 「… Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan」

Apakah「kehidupan yang berkelimpahan?」 Bagi banyak orang, kehidupan yang berkelimpahan ini dimaksudkan untuk menjadi hidup penuh warna warni, seperti makan makanan enak seluruh dunia, pergi bermain ke tempat-tempat menyenangkan di seluruh dunia. Beberapa orang berpikir itu adalah kelancaran segala hal dalam kehidupan, semua yang diinginkan terlaksana, tidak ada bencana, aman tenteram. Tetapi mereka mungkin sangat tidak mengenal Yesus Kristus, jika tidak demikian mestinya mereka tidak punya alasan untuk percaya bahwa mengikut Dia akan mendapatkan semua berkat tersebut. Bagaimana kita mengharapkan Dia memberikan kita 「barang-barang bagus」 tersebut yang kita tentukan sendiri, jika ketika Yesus Kristus berada di dunia, semua yang kita harapkan tersebut di atas bukanlah keadaan yang Ia alami dan juga bukan termasuk dalam janji-Nya bagi kehidupan yang berkelimpahan?

Secara harfiah, 「berkekayaan」 (richness) adalah memiliki sesuatu secara banyak, sampai tidak habis digunakan, tidak muat, surplus meluap. Surat Efesus adalah sebuah kitab yang 「berkelimpahan.」 Dan Paulus menyebutkan kasih karunia yang berkekayaan 「di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya」 (Ef. 1:7); belas kasih yang kaya 「Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita」(Ef. 2:4); kemuliaan yang kaya 「… betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus」(Ef. 1:18) dan hikmat yang kaya 「… untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu」 (Ef. 3:8). Kita melihat bahwa semua ayat-ayat yang berbicara tentang 「kaya」 dan 「berkelimpahan」 semua menunjuk kepada Yesus Kristus. Yesus Kristuslah yang merupakan kekayaan yang sejati sesungguhnya. Kita tidak bisa memperalat kekristenan untuk mencari kehidupan kaya yang kita pikirkan, tetapi untuk mendapatkan Yesus Kristus sebagai kehidupan kita, dan Dia memiliki semua kelimpahan.

Yesus Kristus itu bukan metode atau cara bagi kita untuk mendapatkan kekayaan, tetapi tujuan kekayaan. Kekayaan itu adalah di dalam Yesus Kristus. Kita pertama-tama mendapatkan Kristus yang berkelimpahan, dan kemudian mendapatkan kehidupan yang berkelimpahan. Terlebih dahulu mendapatkan Kristus maka mendapatkan berkelimpahan.

Saya suka Ef. 3:8 「untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.」 Kristus memiliki dan adalah kekayaan Allah yang tidak terduga, kita melihat dalam kesempurnaan Allah pada diri Kristus. Tuhan yang sangat luas besar dan mendalam tiada tanding, Tuhan yang kita tidak bisa jelaskan atau pikirkan dan tidak dapat kita mengerti secara total.

Di Surat Efesus, kata 「kaya,」 「kepenuhan」 dan 「seluruh」 memiliki akar kata yang sama. 「Kepenuhan」 sebagai kata benda menjelaskan arti dari 「seluruh (lengkap sempurna).」 Ef. 3:19 berkata 「… supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.」 「Seluruh kepenuhan Allah」 adalah menunjuk kepada Allah yang 「penuh sempurna.」 Yesus Kristus memiliki kepenuhan Allah; Dan kita dipenuhi oleh Tuhan dalam segala kepenuhan-Nya. Bentuk kata kerja pasif dari 「memenuhi」 adalah 「menampung」 maka Ef. 3:19 berkata 「… supaya kamu dipenuhi (menampung penuh) … seluruh kepenuhan Allah.」Ef. 1:10 mengatakan bahwa Allah akan membuat semua yang ada akan menjadi satu dengan Yesus, Ef. 1:23 mengatakan bahwa Yesus Kristus 「 memenuhi semua dan segala sesuatu,」 menunjuk bahwa semua berada di dalam Dia dan Dia menampung semuanya. Kita dipenuhi dengan 「Pemenuh yang memenuhi semua dan segala sesuatu,」 kelimpahan Allah memenuhi sampai maksimum sepenuh-penuhnya ─ kita sepenuhnya total diduduki oleh Kristus (Ef. 1:23; 3:19; 4:13), sepenuhnya dimiliki oleh Roh Kudus (Ef. 5:18).

Kristus adalah 「Pemenuh dari semua」 dan kita dipenuhi oleh 「Pemenuh」 ini. Itu adalah pernyataan yang ajaib. Atas dasar ini kita tidak patut membuat konfrontasi antara Kristus dengan semua keberadaan — memiliki Kristus maka tidak memiliki apapun, memiliki segalanya maka tidak memiliki Kristus; Kita tidak harus menolak segala sesuatu untuk menegaskan Kristus, harus membuat kosong dan menjauhi segala sesuatu (seperti menjadi petapa). Kita justru harus melihat dunia dengan nilai yang tepat, dan tidak selalu negatif, mereka berharga dalam Kristus. Karena Kristus adalah Pemenuh, maka tidak akan mengadakan permusuhan dengan alam semesta; Setelah kita dipulihkan relasi damai dengan Kristus, kita juga diperdamaikan dengan alam semesta, dan kita tidak hanya menikmati alam semesta, tetapi juga mengalami Kristus dalam proses menikmati alam semesta. Saya mengalami kekayaan Kristus sambil mengamati alam, dan saya mengalami kekayaan Kristus saat menikmati makanan dan minuman. Bumi, bintang-bintang dan bulan adalah semua memberikan kesaksian kemuliaan Kristus.

Renungkan:

1. Apakah Anda merasa bahwa hidup Anda kaya? Apakah cara hidup Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki kehidupan yang berkelimpahan?

2. Apa pemahaman serta perasaan Anda tentang Anda mendapatkan Kristus dan Anda dimiliki oleh Kristus?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 3:14-21

「Allah Penentu Tempat Keberadaan Kita」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 3:14-21 [ITB])
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Dua doa syafaat Paulus untuk jemaat Efesus, yang pertama berdoa untuk pengetahuan, dan yang kedua berdoa untuk pengalaman. Ini adalah yang juga kita kejar bersama, dan juga merupakan kehendak Kristus bagi kita: untuk mengenal Kristus lebih mendalam dan untuk mengalami Dia lebih mendalam. Pertama mengetahui, kemudian mengalami; Lebih dahulu adalah pengetahuan tentang Allah (knowledge about God), dan kemudian secara langsung tangan pertama mengenal Allah (knowing God) tanpa perantaraan orang lain. Pengetahuan dan pengalaman yang tidak saling eksklusif bertentangan.

Paulus berlutut di hadapan Bapa untuk berdoa. Tetapi sebelum menyebutkan isi doa tersebut, ia tiba-tiba terpikir harus lebih dahulu bahwa dia harus menjelaskan kepada orang percaya bagaimanakah Allah yang kepada-Nya dia berdoa.

Ide kita tentang bagaimanakah Allah itu, sering mempengaruhi isi dari doa yang kita naikkan kepada-Nya. Saya tidak akan berbicara dengan ibu saya tentang ilmu pengetahuan alam atau berita sosial, karena dia tidak tertarik hal ini, memaksa dia mendengarkan saya, hanya membuat kedua pihak kehilangan arti. Terhadap Tuhan juga demikian, betapa besar Allah kita, dan seberapa luas dan lebar doa-doa kita; Seberapa dekat relasi Allah dengan kehidupan sehari-hari kita maka seberapa realistis isi doa-doa kita.

Paulus memperkenalkan Allah yang ada dalam hatinya: 「yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya」 (Ef. 3:15) 「Turunan」 adalah merujuk kepada sebuah keluarga besar (suku), bukan keluarga inti, yang mungkin merupakan unit antara bangsa dan keluarga, Alkitab sering mengatakan (suku) keturunan Yakub, keturunan Yusuf, keturunan Daud. Hari ini kita hanya dapat mengatakan bahwa 「turunan (keturunan)」 mewakili komunitas dan kelompok orang. Tentang 「semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi」, tidak hanya mencakup orang Yahudi dan bangsa non Yahudi, Paulus terlebih berpikir mencakup malaikat dan berbagai kekuatan dunia rohani, singkatnya semua makhluk ciptaan dari semua jenis dan kelompok (Ef. 1:21-22).

Semua kelompok-kelompok ini mendapatkan nama dari Allah Bapa. Allah saat menciptakan semua, diberikan nama yang berbeda. Dalam tradisi Alkitab, penamaan tidak hanya sekedar memberikan nama, tetapi juga mendefinisikan sebuah hubungan, memberikan identitas, menganugerahkan fungsi dan misi tugas, sama seperti Allah di Perjanjian Lama memberi Yakub nama sebagai Israel, dan dalam Perjanjian Baru Yesus memberi Simon nama sebagai Peter. Memakai bahasa hari ini, istilah 「mendapat nama」 adalah sama dengan penempatan posisi (positioning).

Segala sesuatu di langit dan di bumi, semua yang masing-masing kelompok yang berbeda memiliki tempat yang unik dari Allah; Mereka memiliki fungsi berbeda di alam semesta, dan ketika Allah menciptakan mereka, membuat mereka berbeda kelas mereka sendiri-sendiri, membuat mereka berbeda dari makhluk lainnya, dan misi terbesar mereka adalah untuk menjalankan fungsi khusus mereka yang unik dan memainkan peran mereka sendiri, 「dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.」

Allah adalah Tuhan yang memberikan nama kepada kita. Bagi setiap orang, ketika Allah menciptakan kita, sudah ditentukan sebuah identitas unik, posisi dan misi untuk masing-masing diri kita, saya punya perbedaan dengan Anda. Dan juga menemukan alasan keberadaan hidup kita, untuk menentukan kemungkinan terbesar dalam kehidupan kita. Paulus pertama-tama menekankan bahwa Allah memiliki hubungan pemberian nama dengan kita. Kita mendapatkan nama dari Tuhan, yang berarti bahwa kita menghadapi masa depan kita yang berasal dari Allah, mengalami cita-cita tujuan yang kita harus kejar, dan arah jerih payah kehidupan kita. Yesus Kristus bukan hanya masa lalu kita, tetapi juga masa depan kita.

Dengan menjalin relasi saya dengan Allah, maka Allah Pencipta langit dan bumi menjadi 「Allah Liáng Jiā Lín (atau nama Anda)」, sama seperti Dia adalah Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub. Saya mendapati menemukan diri saya di dalam Tuhan, dan diri saya menjadi 「Liáng Jiā Lín dalam mata Allah」 (atau nama Anda dalam mata Allah). Saya bukan 「saya」 yang sama lagi yang dahulu.

Allah tidak hanya memberi hidup kepada orang, tetapi juga memberi makna hidup bagi kehidupan orang, dan tujuan ideal untuk direalisasikan di masa depan. Ia adalah Allah yang memberi nama dan posisi diri.

Berharga untuk disebutkan: dalam Surat Efesus, Paulus sering mempersandingkan individu dan kelompok, menonjolkan sifat kontradiktif dan koeksistensi dari hubungan mereka. Pasal 1 terlebih dahulu berbicara tentang pemilihan Allah dan keselamatan Allah pada diri kita (bersifat masing-masing individu), lalu kemudian menunjukkan bahwa Tuhan menciptakan kita adalah supaya kita menjadi bagian dari rencana Kristus, menjadi bagian dari tubuh Kristus (bersifat kolektif / komunitas). Di perikop ini menekankan tentang Allah telah memberikan nama dan posisi kepada masing-masing dari kita (bersifat masing-masing individu), dan kemudian meminta kita bersama dengan semua orang kudus untuk memahami kasih Kristus (bersifat kolektif). Kita masing-masing memiliki pengalaman yang berbeda, tetapi justru juga berbagi dengan orang lain bersama merenungkan kasih yang tak ternilai besar yang tidak bisa diabaikan itu telah diterima setiap individu.

Dalam pasal ke-4, Paulus juga mengatakan bahwa kita masing-masing menerima karunia (individu), tetapi karunia ini harus diterapkan di dalam gereja, untuk menyempurnakan orang-orang kudus, untuk membangun tubuh Kristus (kolektif).

Renungkan:

1. Apakah Anda percaya bahwa pemilihan Allah dan keselamatan-Nya bagi Anda membuat Anda orang yang unik? Menurut Anda, di mana perbedaan Anda tidak sama dengan orang lain?

2. Jika hari hidup Anda akan berakhir, apakah Anda pikir ada yang harus dilakukan sehingga membuat Anda bisa meninggalkan tanpa menyesal?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.