Tag Archives: Rasul

2 Korintus 1:1-2

「Dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Bulan ini kita bersama merenungkan 《Surat 2 Korintus》. Dalam beberapa tahun yang lalu kita pernah merenungkan 《Surat 2 Korintus》 bersama Dr. Leung Ka-Lun (梁家麟) rektor Alliance Bible Seminary (diterbitkan bulan Januari 2014). Saat ini, keadaan masyarakat dan dunia secara keseluruhan telah mengalami perubahan besar, bahkan saat menuliskan renungan ini (bulan 9 tahun 2020) sampai saat kita membacanya sekarang, sudah terdapat jarak waktu. Kita semua hidup di saat ini, pikiran, perasaan tidak terhindarkan akan terpengaruh dan dibatasi hal-hal yang kita hadapi saat ini, sehingga penerapan Alkitab dalam keadaan masing-masing orang memiliki perbedaan tertentu. Informasi yang bersangkut paut sebuah zaman memiliki kaitan erat dengan keterbatasannya, semakin sebuah informasi ditujukan khusus untuk sebuah zaman, semakin cepat menjadi usang dan ketinggalan zaman. Oleh karena itu, di setiap zaman, seseorang harus terus mempelajari dan memahami Alkitab. Surat-surat Paulus memiliki latar belakang zamannya, sehingga ada batasan yang tidak dapat dihindari, pembaca hari ini tidak pernah bisa berharap respons yang sepenuhnya dari Paulus yang hidup di 2000 tahun yang lalu. Surat-surat Paulus berbeda dengan cara kita menulis, karena diinspirasikan oleh Roh Kudus (2 Tim. 3:16), sehingga dari surat-surat ini para pembaca selalu dapat mendengarkan suara Tuhan yang memberikan pengingat dan petunjuk kepada orang-orang. Surat memiliki waktu zamannya sendiri, tetapi Allah adalah Tuhan yang melampaui waktu dan memegang kontrol atas sejarah manusia; kita hidup di dalam batasan, tapi Tuhan tidak tunduk pada batasan ruang dan waktu. Paulus menulis surat-surat yang ditujukan kepada orang-orang beriman di masa lalu, namun, di bawah inspirasi Roh Kudus, setiap surat membawa kata-kata kekal dan tidak berubah dari Allah, yang dapat membantu orang yang tinggal di generasi yang berbeda untuk mengenal Allah, mengikuti Kristus, dan bergantung pada Roh Kudus. Penulis berdoa bahwa Tuhan akan dengan murah hati menggunakan hamba dan tulisan renungan yang sangat terbatas untuk berbicara kepada setiap orang, sehingga setiap orang yang membaca Alkitab dan materi renungan rohani ini dapat memahami kehendak Allah.

Setiap orang yang memberitakan firman Tuhan tahu bahwa ia hanya dipanggil untuk menjadi hamba Yesus Kristus. Paulus juga tidak terkecuali. Dalam banyak surat-suratnya, Paulus menyebut dirinya adalah hamba Yesus Kristus (Rom 1:1; Filipi 1:1; Kol 1:7; Kol 4:7; Titus 1:1), terjemahan literal aslinya adalah budak (δοῦλος), pengakuan identifikasi ini sangat penting, terutama sebagai seorang yang memegang otoritas yang tinggi, berada dalam lingkungan yang melawan kebenaran Kristus, pemberita Injil firman Tuhan harus lebih mengenali dan memastikan identitas ini dan bertekad untuk melayani Tuhan sebagai tujuan tertinggi, jika tidak, ia akan dengan mudah jatuh ke dalam berbagai kepentingan, kekuasaan, dan penindasan dunia, dan kehilangan prinsip dan arah. Pemberita Injil firman Allah hanya ada satu Tuan saja, dan itu adalah Yesus Kristus, dan tidak ada yang lain (Matius 6:24; Filipi 1:21). Di atas dasar identitas ini, semua orang yang mengikuti Kristus diutus ke posisi masing-masing tertentu, agar dia mendedikasikan dirinya untuk melayani semua orang dan menyaksikan Injil Kristus. Paulus tahu dia adalah oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus. Dibandingkan dengan sebutan hamba, Paulus lebih sering memakai sebutan rasul (ἀπόστολος) (Rom. 1:1; 1 Kor. 1:1; 4:9; 9:1; 2 Kor. 1:1; Gal. 1:1; Efesus 1:1; Kol. 1:1; 1 Tes. 2:7; 1 Tim. 1:1; 2:7; 2 Tim. 1:1; Titus 1:1) Di antara banyak pelayanan, rasul adalah yang cukup istimewa, hanya sejumlah sangat kecil orang yang telah diberi identitas dan otoritas rasul. Pada dasarnya rasul adalah yang pernah bertemu Tuhan Yesus secara langsung, orang yang secara langsung menerima pengutusan dari Tuhan Yesus, ada tanda keajaiban dan mukjizat menemani (1 Kor. 9:1; 15:8-9; 2 Kor. 12:12). Kata-kata rasul membawa wibawa, dan ketika ada kekacauan atau fenomena khusus di gereja, rasul sering perlu secara pribadi membuat pembedaan, klarifikasi dan konfirmasi (Kis. 8:14-25; 15:1-29). Paulus tahu dirinya memiliki otoritas rasul, tetapi dia terlebih lagi tahu harus berhati-hati menggunakan otoritas ini. Otoritas ini dimaksudkan untuk membangun orang, bukan untuk menghancurkan orang (2 Kor. 10:8; 13:10). Dalam bagian salam di Surat 2 Korintus ini, Paulus hanya menyebutkan bahwa ia adalah seorang rasul Yesus Kristus, tidak memakai kata hamba, ini terkait dengan keraguan dan serangan terhadap para rasul pada waktu itu, jelas ada efek untuk menambah penekanan nada dan bobot perkataan.

Bicara sedikit latar belakang, para ahli menunjukkan bahwa surat ini adalah surat keempat Paulus yang dikirim ke gereja di Korintus. Surat pertama terutama berurusan hal-hal percabulan yang terjadi dalam jemaat, mungkin juga ada keserakahan, pemerasan, dan penyembah berhala dan masalah mabuk-mabukan (1 Kor. 5:9-13). Surat yang kedua adalah 《Surat 1 Korintus》. Surat ketiga disebut Surat yang menyakitkan (the Painful Letter) yang dikirimkan sebelum surat keempat 《Surat 2 Korintus》 (2 Kor. 2:3-4, 9; 7:8-12). Apa apa yang terjadi dalam jemaat, sehingga perlu Paulus menuliskan surat keempat itu? Dalam 《Surat 2 Korintus》, kita akan banyak membaca tuduhan dan perkataan buruk yang ditujukan kepada Paulus (seperti 1:17; 3:1), ada sekelompok orang di dalam gereja yang mengaku dirinya rasul sejati. Menghadapi pertanyaan menyerang dan meragukan dirinya ini, Paulus menggunakan identitas dan otoritas rasul untuk mengirim surat keempat kepada jemaat di Korintus, yakni surat yang akan kita baca bulan ini.

Renungkan:
Apakah saya berharap Tuhan berbicara kepada saya melalui Surat 2 Korintus dan materi renungan ini? Sebagai hamba Kristus, sikap apa yang harus saya gunakan untuk merenungkan dan memberitakan Injil firman Tuhan? Apa perbedaan antara rasul dan nabi, pendeta, dan guru? Apakah ada rasul di gereja hari ini? Mengapa?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Roma 16:5b-16

「Hamba Sejati Menghormati Orang dan Menghargai Setiap Kawan Sekerja!」
Oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 16:5b-16 [ITB])
5b … Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.
6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.
7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.
8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.
9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.
10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.
11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.
12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.
13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.
14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka.
15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka.
16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.

Salam yang panjang ini melambangkan rasa hormat, pengenalan yang dalam, dan ketulusan yang mendalam, ia rindu berelasi dengan gereja Roma, ingin agar gereja Roma menjadi mitra sekerja dalam Amanat Agung. Menghormati kawan sekerja dan saudara-saudari adalah kualitas hidup yang baik dari Paulus, seorang hamba. Sapaannya kepada dua puluh lebih saudara, saudari dan kawan sekerja menggunakan ungkapan rasa hormat yang sangat spesifik pada sasaran, yang berarti bahwa Paulus telah berusaha sebaik mungkin untuk memahami situasi gereja Roma melalui orang-orang yang dia kenal. Seorang hamba yang benar-benar berkenan kepada Allah dan manusia tidak hanya harus mempelajari Alkitab, tetapi juga mempelajari gereja dan kehidupan sesama pekerja. Saya telah mengajar para siswa dan para gembala bahwa hamba Tuhan memiliki delapan bacaan: membaca Alkitab, membaca orang, membaca zaman, membaca sejarah, membaca gereja, membaca diri sendiri, membaca Tuhan. Ketika para siswa teologi pergi ke gereja untuk magang, saya sering mendorong mereka untuk mempelajari gereja baru mereka, sejarah dan tradisi spiritual dari gereja itu, mendorong mereka untuk mengunjungi saudara dan saudari serta kawan sekerja, untuk belajar lebih banyak tentang gereja dari satu sama lain, memahami kekuatan, kelemahan, dan tradisi yang baik dari gereja tersebut. Ketika Paulus menulis salam di Roma pasal 16, ia menggunakan banyak kasih sayang, dan nyata bahwa ia telah bekerja keras untuk mengenal gereja Roma. Upaya dan penghormatan ini dapat menghasilkan respons balik, rasa saling hormat. Hamba sejati harus menghormati orang, menghargai kawan sekerja, dan mencintai gereja.

Paulus mengenal dengan baik beberapa pemimpin di gereja Roma. Epenetus adalah buah pertama, yang paling awal menjadi orang percaya di daerah Efesus. Andronikus dan Yunias mestinya adalah suami istri, bukan hanya kerabat Paulus, mereka juga melayani bersama Paulus, dan bahkan masuk penjara bersama, mereka adalah kawan-kawan penting seperjuangan dari Paulus, ditulis jelas bahwa mereka percaya kepada Tuhan lebih awal daripada Paulus. Kalimat ayat 7b orang-orang yang terpandang di antara para rasul jika diterjemahkan harfiah adalah mereka sangat berkualitas di antara para rasul. Kalimat ini memiliki dua arah interpretasi: 1. Mereka dikenal terpandang oleh para rasul. 2. Mereka adalah bagian dari para rasul, kata rasul dapat mewakili para misionaris yang bekerja keras untuk mengabarkan Injil, maka mereka adalah misionaris yang sangat berkualitas baik. Paulus secara khusus memuji empat saudari karena bekerja keras untuk Tuhan, dan terutama memuji Maria dan Persis sebagai hamba yang membanting tulang untuk Tuhan. Ada banyak Maria yang berbeda dalam Alkitab, kita tidak tahu persis konkretnya siapa yang dimaksud Paulus. Persis kemungkinan besar adalah orang Persia, atau hamba perempuan (budak), tetapi seorang saudari yang sangat berdedikasi untuk melayani Tuhan. Rufus mungkin adalah putra Simon, orang Kirene, yang membantu Yesus memikul salib (… Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, … Markus 15:21), ibu Rufus sangat mengasihi Paulus (… ibunya, yang bagiku adalah juga ibu …). Paulus tidak hanya menyapa gereja (jemaat) di rumah pasangan Akwila, tetapi juga orang-orang isi rumah Aristobulus, orang-orang dalam rumah Narkisus, lalu Asinkritus dengan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka, kemudian Filologus beserta segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. Setidaknya ada lima gereja rumah atau persekutuan rumah di sini. Paulus tidak secara langsung menyapa Aristobulus dan Narkisus, mungkin kedua kepala keluarga ini sudah mati atau hanya keluarga mereka yang percaya kepada Tuhan. Namun, bagaimanapun juga Paulus memiliki persahabatan yang mendalam dengan sebagian anggota gereja Roma. Gembala tidak hanya harus rajin, berani, dan berhikmat, tetapi terlebih juga perlu penuh kasih sayang dan kasih sayang yang tahan lama tidak berubah! Orang bersedia menjadi kawan sekerja dengannya sepatutnya memiliki salah satu kualitas kehidupan yang paling penting: panjang kasih yang tahan lama! Terhadap orang bisa memiliki persahabatan yang mendalam dan kasih yang bertahan lama. Paulus pernah berkata, Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang (2 Kor. 3:2) Paham cara menghargai teman sekerja pelayanan dan kawan seperjuangan, dan memiliki hubungan persahabatan yang panjang dengan saudara-saudari, ini adalah surat rekomendasi yang berharga, meninggalkan makna dan catatan untuk orang banyak. Hamba yang menghormati dan mengasihi kawan sekerja pelayanan adalah hamba yang didukung dengan penuh kesediaan oleh saudara dan saudari.

Renungkan:

Apakah Anda akrab dengan saudara, saudari dan kawan sekerja pelayanan Anda? Hamba yang ingin melayani Tuhan, kita tidak hanya harus memiliki antusiasme, talenta, dan pengetahuan rohani, tetapi kita juga harus menjadi hamba yang mengasihi sesama pekerja dan membangun persahabatan yang mendalam dengan orang lain. Apakah Anda demikian?

Paulus menghargai pelayanan para saudari, khusus dengan tinggi memuji dua saudari di antaranya! Bagaimana dengan kita? Apakah kita memperhatikan pelayanan saudara dan saudari yang berbeda? Terutama saudara dan saudari yang tidak menonjol, tetapi adalah saudara dan saudari yang telah bekerja keras untuk Tuhan. Apakah kita menghormati mereka? Apakah kita mencintai mereka?


Renungan pemahaman Surat Roma (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Roma pasal 12-16 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan November 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 4:1-16 (2)

「Kebenaran Gereja (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Dalam pembicaraan kedua tentang hubungan antar anggota tubuh terfokus pada enam jenis sikap. Dalam perikop Ef. 4:1-3 dikatakan 「… supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera」 Sama seperti profesi yang berbeda memiliki tata cara berpakaian (dress code), orang-orang Kristen juga memiliki tata cara perilaku (behavioral code). Di sini yang ditekankan adalah identitas dan misi dari 「orang-orang yang telah dipanggil,」yang sepatutnya memiliki wujud manifestasi hidup sebagaimana orang yang dipanggil, memiliki sikap hidup sebagai orang yang dipanggil. 「Berpadanan dengan panggilan」 sesuai identitas dan misi.

Enam jenis sikap: rendah hati, lemah lembut, sabar, kasih, damai, memelihara kesatuan. Adalah yang sepatutnya termanifestasi dalam interaksi antar anggota tubuh.

Secara sederhana, rendah hati adalah memahami ketidaksempurnaan diri sendiri, tidak menyombongkan diri; lemah lembut adalah menerima ketidaksempurnaan orang lain, tidak semena-mena karena kesalahan orang; sabar adalah menerima ketidaksempurnaan keadaan, bersikap realistis dan penuh ketekunan menghadapi kondisi sulit. Dengan memiliki tiga aspek sikap ini, maka kita dapat menggunakan kasih untuk mengakomodasi berbagai orang dan hal-hal yang berbeda, secara damai hidup berdampingan dengan mereka dan mempertahankan kesatuan.

Patut diperhatikan, Paulus menunjukkan bahwa kesatuan adalah karunia dari Roh Kudus, bukan keadaan yang kita capai dari usaha keras. Kesatuan adalah pekerjaan Tuhan, dan kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri untuk mewujudkan kesatuan; Namun, kita memiliki kemampuan untuk menghancurkan kesatuan, dengan menyebarkan rumor-rumor, desas-desus keraguan dan gosip konspirasi, yang mampu menghancurkan kesatuan yang kuat sekalipun, 「menghancurkan namun tidak membangun.」 Maka Paulus mengingatkan kita untuk berusaha sekuat tenaga kekuatan kita untuk menjaga kesatuan yang merupakan anugerah Roh Kudus.

Hanya ketika setiap anggota tubuh saling berinteraksi dengan enam jenis sikap ini, barulah Gereja dapat benar-benar bersatu, untuk secara efektif mewujudkan misinya.

Yang terakhir adalah hubungan anggota tubuh dan tubuh, berfokus pada empat pekerjaan utama. 「Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus」(Ef. 4:11-12)

Di sini disebutkan kepada empat (atau lima) macam pekerjaan: Rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, para gembala dan guru pengajar (sebagian besar penafsir percaya bahwa kedua jabatan ini merujuk pada pekerjaan yang sama yang terhubung satu sama lain.) Rasul adalah identitas yang khusus pada Gereja awal, hanya milik orang-orang yang dipilih secara langsung oleh Yesus Kristus dan mendapat pengajaran serta diberikan otoritas khusus secara langsung dari-Nya. Nabi tidak selalu nabi yang menubuatkan masa depan, lebih banyak adalah orang-orang yang memberitakan Firman. Gembala tidak merujuk sebuah jabatan resmi, tetapi adalah sebuah tugas pekerjaan.

Bisa melihat bahwa empat macam pekerjaan ini adalah pekerjaan berkaitan dengan kata-kata, berbicara. Gereja dibangun pada para rasul dan nabi, dan Firman Tuhan adalah dasar dari gereja.

Tujuan dari empat macam pekerjaan ini adalah untuk membuat setiap orang percaya kehidupannya tumbuh dan untuk mengembangkan karunia rohani yang diberikan kepada mereka sehingga Gereja dapat berkembang dengan sehat. Selama kehidupan rohani masing-masing individu orang percaya sempurna dan masing-masing mampu mengembangkan fungsi karunia mereka, maka tubuh Kristus dapat berdiri.

Bagaimana membangun Gereja yang sehat? Terlebih dahulu harus membangun orang percaya yang sehat. Bagaimana untuk menjaga pertumbuhan gereja? Terlebih dahulu adalah hidup orang percaya yang bertumbuh. Individu (anggota tubuh) dan kelompok (tubuh) terkait erat dengan satu sama lain.

Tentu saja salah satu kunci adalah bahwa setiap anggota tubuh memiliki kesadaran akan tubuh, tahu bahwa ia adalah anggota Gereja, bahwa pertumbuhan dan pemenuhan dirinya adalah di dalam Gereja, dan adalah untuk Gereja.

Penulis menekankan sekali lagi bahwa: tidak ada misi individu orang percaya, hanya ada rencana Kristus. Dan rencana Kristus hanya digenapi dalam tubuh (Gereja). Oleh karena itu, tidak ada misi iman pribadi di luar Gereja (Maka seseorang tidak dapat mengatakan pelayanannya adalah terlepas dari Gereja atau pelayanannya adalah milik pribadi.)

Renungkan:

1. Silahkan mengaplikasikan enam sikap orang Kristen pada situasi pribadi Anda, bagaimana Anda dapat mewujudkan mereka?

2. Apakah Anda berpikir bahwa pelayanan gereja Anda adalah mewujudkan kehidupan rohani orang-orang percaya dan membantu mereka untuk menerapkan karunia rohani mereka secara efektif? Pikirkan apa yang dapat lebih ditingkatkan.


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.