「Dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Bulan ini kita bersama merenungkan 《Surat 2 Korintus》. Dalam beberapa tahun yang lalu kita pernah merenungkan 《Surat 2 Korintus》 bersama Dr. Leung Ka-Lun (梁家麟) rektor Alliance Bible Seminary (diterbitkan bulan Januari 2014). Saat ini, keadaan masyarakat dan dunia secara keseluruhan telah mengalami perubahan besar, bahkan saat menuliskan renungan ini (bulan 9 tahun 2020) sampai saat kita membacanya sekarang, sudah terdapat jarak waktu. Kita semua hidup di saat ini, pikiran, perasaan tidak terhindarkan akan terpengaruh dan dibatasi hal-hal yang kita hadapi saat ini, sehingga penerapan Alkitab dalam keadaan masing-masing orang memiliki perbedaan tertentu. Informasi yang bersangkut paut sebuah zaman memiliki kaitan erat dengan keterbatasannya, semakin sebuah informasi ditujukan khusus untuk sebuah zaman, semakin cepat menjadi usang dan ketinggalan zaman. Oleh karena itu, di setiap zaman, seseorang harus terus mempelajari dan memahami Alkitab. Surat-surat Paulus memiliki latar belakang zamannya, sehingga ada batasan yang tidak dapat dihindari, pembaca hari ini tidak pernah bisa berharap respons yang sepenuhnya dari Paulus yang hidup di 2000 tahun yang lalu. Surat-surat Paulus berbeda dengan cara kita menulis, karena diinspirasikan oleh Roh Kudus (2 Tim. 3:16), sehingga dari surat-surat ini para pembaca selalu dapat mendengarkan suara Tuhan yang memberikan pengingat dan petunjuk kepada orang-orang. Surat memiliki waktu zamannya sendiri, tetapi Allah adalah Tuhan yang melampaui waktu dan memegang kontrol atas sejarah manusia; kita hidup di dalam batasan, tapi Tuhan tidak tunduk pada batasan ruang dan waktu. Paulus menulis surat-surat yang ditujukan kepada orang-orang beriman di masa lalu, namun, di bawah inspirasi Roh Kudus, setiap surat membawa kata-kata kekal dan tidak berubah dari Allah, yang dapat membantu orang yang tinggal di generasi yang berbeda untuk mengenal Allah, mengikuti Kristus, dan bergantung pada Roh Kudus. Penulis berdoa bahwa Tuhan akan dengan murah hati menggunakan hamba dan tulisan renungan yang sangat terbatas untuk berbicara kepada setiap orang, sehingga setiap orang yang membaca Alkitab dan materi renungan rohani ini dapat memahami kehendak Allah.
Setiap orang yang memberitakan firman Tuhan tahu bahwa ia hanya dipanggil untuk menjadi hamba Yesus Kristus. Paulus juga tidak terkecuali. Dalam banyak surat-suratnya, Paulus menyebut dirinya adalah hamba Yesus Kristus (Rom 1:1; Filipi 1:1; Kol 1:7; Kol 4:7; Titus 1:1), terjemahan literal aslinya adalah 「budak」 (δοῦλος), pengakuan identifikasi ini sangat penting, terutama sebagai seorang yang memegang otoritas yang tinggi, berada dalam lingkungan yang melawan kebenaran Kristus, pemberita Injil firman Tuhan harus lebih mengenali dan memastikan identitas ini dan bertekad untuk melayani Tuhan sebagai tujuan tertinggi, jika tidak, ia akan dengan mudah jatuh ke dalam berbagai kepentingan, kekuasaan, dan penindasan dunia, dan kehilangan prinsip dan arah. Pemberita Injil firman Allah hanya ada satu Tuan saja, dan itu adalah Yesus Kristus, dan tidak ada yang lain (Matius 6:24; Filipi 1:21). Di atas dasar identitas ini, semua orang yang mengikuti Kristus diutus ke posisi masing-masing tertentu, agar dia mendedikasikan dirinya untuk melayani semua orang dan menyaksikan Injil Kristus. Paulus tahu dia adalah 「oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus」. Dibandingkan dengan sebutan 「hamba」, Paulus lebih sering memakai sebutan 「rasul」 (ἀπόστολος) (Rom. 1:1; 1 Kor. 1:1; 4:9; 9:1; 2 Kor. 1:1; Gal. 1:1; Efesus 1:1; Kol. 1:1; 1 Tes. 2:7; 1 Tim. 1:1; 2:7; 2 Tim. 1:1; Titus 1:1) Di antara banyak pelayanan, 「rasul」 adalah yang cukup istimewa, hanya sejumlah sangat kecil orang yang telah diberi identitas dan otoritas rasul. Pada dasarnya 「rasul」 adalah yang pernah bertemu Tuhan Yesus secara langsung, orang yang secara langsung menerima pengutusan dari Tuhan Yesus, ada tanda keajaiban dan mukjizat menemani (1 Kor. 9:1; 15:8-9; 2 Kor. 12:12). Kata-kata rasul membawa wibawa, dan ketika ada kekacauan atau fenomena khusus di gereja, rasul sering perlu secara pribadi membuat pembedaan, klarifikasi dan konfirmasi (Kis. 8:14-25; 15:1-29). Paulus tahu dirinya memiliki otoritas rasul, tetapi dia terlebih lagi tahu harus berhati-hati menggunakan otoritas ini. Otoritas ini dimaksudkan untuk membangun orang, bukan untuk menghancurkan orang (2 Kor. 10:8; 13:10). Dalam bagian salam di Surat 2 Korintus ini, Paulus hanya menyebutkan bahwa ia adalah seorang rasul Yesus Kristus, tidak memakai kata hamba, ini terkait dengan keraguan dan serangan terhadap para rasul pada waktu itu, jelas ada efek untuk menambah penekanan nada dan bobot perkataan.
Bicara sedikit latar belakang, para ahli menunjukkan bahwa surat ini adalah surat keempat Paulus yang dikirim ke gereja di Korintus. Surat pertama terutama berurusan hal-hal percabulan yang terjadi dalam jemaat, mungkin juga ada keserakahan, pemerasan, dan penyembah berhala dan masalah mabuk-mabukan (1 Kor. 5:9-13). Surat yang kedua adalah 《Surat 1 Korintus》. Surat ketiga disebut 「Surat yang menyakitkan」 (the Painful Letter) yang dikirimkan sebelum surat keempat 《Surat 2 Korintus》 (2 Kor. 2:3-4, 9; 7:8-12). Apa apa yang terjadi dalam jemaat, sehingga perlu Paulus menuliskan surat keempat itu? Dalam 《Surat 2 Korintus》, kita akan banyak membaca tuduhan dan perkataan buruk yang ditujukan kepada Paulus (seperti 1:17; 3:1), ada sekelompok orang di dalam gereja yang mengaku dirinya 『rasul sejati』. Menghadapi pertanyaan menyerang dan meragukan dirinya ini, Paulus menggunakan identitas dan otoritas rasul untuk mengirim surat keempat kepada jemaat di Korintus, yakni surat yang akan kita baca bulan ini.
Renungkan:
Apakah saya berharap Tuhan berbicara kepada saya melalui Surat 2 Korintus dan materi renungan ini? Sebagai hamba Kristus, sikap apa yang harus saya gunakan untuk merenungkan dan memberitakan Injil firman Tuhan? Apa perbedaan antara rasul dan nabi, pendeta, dan guru? Apakah ada rasul di gereja hari ini? Mengapa?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.