「Hidup bercahaya」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 15:12-24 [ITB])
12 Si pencemooh tidak suka ditegur orang;
………ia tidak mau pergi kepada orang bijak.
13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri,
………tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.
14 Hati orang berpengertian mencari pengetahuan,
………tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan.
15 Hari orang berkesusahan buruk semuanya,
………tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.
16 Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN
………dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan.
17 Lebih baik sepiring sayur dengan kasih
………dari pada lembu tambun dengan kebencian.
18 Si pemarah membangkitkan pertengkaran,
………tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.
19 Jalan si pemalas seperti pagar duri,
………tetapi jalan orang jujur adalah rata.
20 Anak yang bijak menggembirakan ayahnya,
………tetapi orang yang bebal menghina ibunya.
21 Kebodohan adalah kesukaan bagi yang tidak berakal budi,
………tetapi orang yang pandai berjalan lurus.
22 Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan,
………tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.
23 Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya,
………dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!
24 Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas,
………supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah.
Dalam 13 ayat hari ini terdapat beberapa poin khusus. Pertama-tama, dalam ayat 12-15 kita melihat kontras perbandingan emosi, yakni emosi positif meliputi kegembiraan dan bersukacita, sedangkan emosi negatif meliputi kepedihan hati, hati yang berkesusahan, dan kesedihan. Dalam ayat-ayat ini, kata 「hati」 bukan saja muncul tiga kali, tetapi juga dijelaskan hubungan hati rohani dengan apa yang tampak di wajah. Hati yang berduka atau gembira tampak di luar, kegembiraan hati membuat 「muka berseri-seri,」 (ayat 13). Memang dengan melihat apa yang tampak di wajah seseorang, seseorang dapat mengetahui bagaimana berinteraksi dengan orang lain secara tepat. Ada orang yang memiliki emosi negatif, selain mengubur jauh di dalam hati, juga meremukkan jiwa (crushes the spirit, NIV), membuat orang hidup menderita merasa pedih dan sedih di dalam hatinya. Yusuf dari Perjanjian Lama, meskipun dia dituduh dan dipenjarakan secara tidak adil, dia justru memberikan perhatian kepada para tahanan di sekitarnya dan berkata, 「Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?」 (Kejadian 40:7)
Ciri khusus kedua dari perikop ini adalah kemunculan kembali kalimat komparatif 「lebih baik …」, ayat 16-17 mengatakan: 「Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.」 Di sini terdapat perbandingan tiga konsep: lebih atau kurang, kasih dan kebencian, serta sayur dan daging. Orang bijak mencoba memunculkan beberapa paradoks dalam kehidupan nyata, takut akan Tuhan tidak selalu mendatangkan kekayaan, meskipun mungkin ada kekurangan dalam materi, kehadiran penyertaan Tuhan dapat membawa ketenangan pikiran, lebih baik daripada beberapa orang dengan kekayaan tetapi jiwa yang kesal dan kacau. Setelah orang bijak selesai berbicara tentang hubungan dengan Tuhan, dia terus mengarahkan pembaca untuk memikirkan tentang hubungan dengan manusia. Orang bijak menunjukkan bahwa teman yang saling mengasihi juga dapat menikmati makanan sederhana, yang lebih baik dari pada mereka yang saling membenci, saling berkelahi, dan memiliki kebencian. Barangkali orang bijak itu berharap pembaca akan belajar menjadi 「puas」 dengan apa yang telah Tuhan berikan. Paulus bersaksi mengatakan: 「Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.」 (Filipi 4:12).
Ciri khusus ketiga dari perikop ini adalah pengulangan beberapa kata, seperti jalan, menggembirakan, kehidupan, dll, dan ada struktur engsel (Chiastic) dalam ayat 19-24:
Jalan yang Jujur (ayat 19)
….Sukacita anak yang bijak dan orang yang bebal (ayat 20-21)
………Perencanaan dan merundingkan dengan penasihat (ayat 22)
….Sukacita dalam mengatasi masalah dengan benar (ayat 23)
Jalan kehidupan (ayat 24)
Di sini ditunjukkan dua jalan, adalah perbandingan yang sangat kontras di bagian ini. Bagaimana orang bebal dan orang bijak memilih jalan ke depan. Pilihan mempengaruhi hasil, bagi anak-anak kebijaksanaan, hasil apa yang mereka dapatkan? Ketika mereka berjalan lurus (ayat 21), mereka berjalan di jalan yang menggembirakan jiwa. Kata 「berjalan」 ini adalah hasil dari pemahaman reflektif (understanding, NIV), yang didasarkan pada mendengarkan nasihat banyak orang dan merealisasikannya dalam karakter dan kehidupan.
Renungkan:
(1) Yesus berkata: 「… hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu」 (Lukas 12:15) Apakah Anda bangga dengan apa yang Anda miliki sekarang? Atau apakah Anda berbagi dengan orang lain dengan rendah hati?
(2) Suasana emosi membawa tenaga yang sangat kuat, ketika Anda menghadapi kegagalan atau kesulitan dalam hidup, mohonlah supaya Tuhan 「memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu」 (Roma 15:13).
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

