Tag Archives: Aplikasi Hidup

Amsal 1:1-2a (2)

「Memahami Hikmat」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 1:1-2a [ITB])
1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, …

Di ayat 2 ditunjukkan bahwa Amsal Salomo adalah bertujuan agar pembaca mendapatkan hikmat dan menerima didikan. Oleh karena itu, agar pembaca modern dapat menerima didikan, harus terlebih dahulu memahami pesan yang akan disampaikan 《Kitab Amsal》. Kemarin kita mengetahui bahwa sebagian besar Amsal (pasal 10 – 29) pendek dan padat, para peneliti Alkitab menyebutnya (memberi istilah sebutan) sebagai literatur kalimat pendek. (Dalam bahasa Indonesia, maksim menurut KBBI: pernyataan ringkas yang mengandung ajaran atau kebenaran umum tentang sifat-sifat manusia). Bentuk maksim hikmat ini memiliki karakteristik sebagai berikut: ringkas, pendek dan berdasarkan pengalaman hidup; biasanya diakumulasikan dari pengamatan yang cermat terhadap kehidupan serta dunia, diekspresikan dengan bentuk yang mudah diingat. Karena maksim hikmat bentuknya singkat, tidak ada kata-kata yang berlebihan atau kata-kata tambahan.

Peneliti Alkitab, yang menguasai bahasa asli, kagum memuji Amsal Ibrani dalam Alkitab sebagai refleksi singkat, mudah diingat dan bersifat instrospeksi terhadap kehidupan. Namun, ketika diterjemahkan ke bahasa lain, nada irama dan daya pengaruh yang terdapat dalam bahasa asli dapat sangat berkurang. Mengutip Amsal 10:19 sebagai contoh, teks bahasa aslinya hanya berisi delapan karakter. Kita dapat melihat ini dengan membandingkan dua terjemahan bahasa Inggris dan terjemahan bahasa lain.
The Message: The more talk, the less truth; the wise measure their words. (11 kata)
NIV: Sin is not ended by multiplying words, but the prudent hold their tongues (13 kata)
CUVR:多言多語難免有過;禁止嘴唇是有智慧 / banyak kata banyak bicara sulit hindari ada bencana; tahan bibir adalah memiliki hikmat(16 kata)
ITB:Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi(13 kata)

Amsal umumnya memiliki sedikit kata, sehingga mudah dihafal. Namun, untuk dengan jelas mengekspresikan makna teks aslinya, tidak dapat dihindari bahwa terjemahan Alkitab tidak dapat memenuhi tuntutan jumlah kata yang ringkas, pendek dan tepat. Tetapi jika ingin mempertahankan bentuk Amsal, maksim, dan adage (pepatah), maka kata-kata dan kalimat tidak bisa rumit. Tetapi ketika kalimat itu dibuat begitu ringkas sehingga tidak memiliki informasi latar belakang, pembaca modern tidak memahami esensinya, apalagi bagaimana menerapkannya. Beberapa peneliti Alkitab yang berbahasa Mandarin mengutip beberapa peribahasa Cina untuk perbandingan, 三思而後行 / berpikir tiga kali sebelum bertindak dan 當機立斷 / segera memutuskan untuk bertindak, keduanya tampaknya relatif saling berlawanan, tetapi dua kalimat ini adalah hikmat yang terakumulasi dari pengalaman hidup, karena itu, dalam mengaplikasikannya, harus terlebih dahulu memahami situasi saat itu sebelum dapat membuat penerapan yang paling ideal.

Yang menarik, editor Amsal kadang-kadang menyandingkan amsal yang saling berlawanan, sebagai contoh Amsal 26:4-5 4 Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia. 5 Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.Apakah ini kesalahan penyalin, atau adakah sesuatu yang salah dengan amsal ini? Tidak. Tampaknya penulis amsal telah menyadari kebenaran, yaitu kapan harus menjawab orang bebal, bagaimana menjawab orang bebal, dan apa yang harus dikatakan kepada orang bebal, semua itu tergantung apakah itu waktu yang sesuai, kondisi dan tempat yang sesuai, serta konten apa yang sesuai. Oleh karena itu, ketika menerapkan Amsal dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak bisa setengah tahu setengah paham kemudian dengan kaku sekedar memindahkan keluar kata-kata itu.

Renungkan:
Saat membaca Amsal, terkadang seperti membaca peribahasa. Jika kita tidak memahami asal muasal cerita latar belakang peribahasa itu, kita tidak dapat memahami esensinya. Menghafal mati sebuah peribahasa tanpa mengetahui makna mendalamnya tidak bisa menerapkan semangat peribahasa tersebut dalam hidup. Mohon Tuhan membantu kita diterangi oleh Roh Kudus dan mendapatkan hikmat ketika kita merenungkan Amsal.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 4:17-5:2

「Belajar Teladan Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:17-5:2 [ITB])
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan:
Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Penataan penulisan dalam surat-surat Paulus biasa terlebih dahulu berbicara tentang ajaran doktrin, kemudian berbicara tentang aplikasi kehidupan. Apa yang kita percaya, akan memiliki manifestasi yang sesuai dan terlebih kita harus menjalani kehidupan yang berpadanan. Kita percaya demikian, maka demikianlah kita berbicara dan bertindak. Struktur Surat Efesus juga didasarkan pada layout yang demikian, maka mulai dari 4:17 merupakan sebuah diskusi tentang penerapan kehidupan. Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa dalam tiga pasal sebelumnya, Paulus telah memasukkan sejumlah aplikasi penting kehidupan (seperti Ef. 4:1-3), dapat dilihat bahwa doktrin dan penerapan aplikasi kehidupan tidak bisa sepenuhnya dipisahkan.

Pasal empat dapat dibagi menjadi dua bagian: 1-16 serta 17 dan selanjutnya, setiap paragraf dimulai dengan kata sambung 「karena itu (sebab itu).」 Ini adalah kebiasaan cara penulisan yang biasa dipakai Paulus di surat-surat lain. 「Karena itu」 adalah kata kunci yang menghubungkan doktrin dan penerapan aplikasi hidup, yaitu, untuk menghubungkan kalimat penjelasan deskriptif (indicative) dengan kalimat perintah (imperative), pemberitaan dengan dorongan, menyambungkan kasih karunia dengan tuntutan.

「Karena itu」 menandai pembedaan doktrinal dan aplikasi penerapan, dan menggarisbawahi hubungan erat antara mereka. Iman selalu menunjuk terarah kepada kehidupan, dan iman yang terpisah dari hidup adalah iman palsu.

Kata 「karena itu」 dalam Ef. 4:17 adalah serangkaian keterkaitan: yakni menyambung Ef. 2:19 bahwa menjadi seorang Kristen, adalah menjadi satu Kerajaan dengan orang-orang kudus Perjanjian Lama, orang-orang anggota dalam Keluarga Allah, tidak lagi orang asing bangsa lain dan bukan tamu penumpang; Dan juga tersambung dengan Ef. 4:13-16 yakni setiap orang Kristen masing-masing individu bersama menjadi satu, bertumbuh kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus; Paulus menekankan bahwa orang Kristen harus hidup berbeda dari kehidupan masa lalu mereka. Kita dahulu adalah bangsa asing lain (kafir), dan sekarang sudah bukan lagi; memiliki identitas yang berbeda menyebabkan cara kehidupan yang berbeda.

Perhatikan: orang Kristen tidak hanya berbeda dari orang lain, tetapi lebih penting adalah berbeda dengan keadaan mereka dahulu. Jika hanya menekankan bahwa orang Kristen berbeda dengan dunia, sering mengarah kepada kesombongan, yaitu cara pembenaran diri orang Farisi, terutama menilai orang lain: Lihat, kita berbeda, kita memiliki pengetahuan, mereka bodoh; kita kudus, mereka najis. Namun menekankan bahwa orang Kristen tidak sama dengan mereka sendiri yang dahulu, membentuk pemacu pertumbuhan diri mereka sendiri, kita putus dengan gaya hidup masa lalu, sudah menjadi manusia baru.

Apakah ingat ajaran-ajaran dalam Ef. 2:1-10? Paulus menekankan bahwa sebelum percaya Tuhan, kita adalah persis sama dengan dunia! Kita bukan karena bergantung pada usaha kita sendiri untuk mencapai status dan hidup yang berbeda dengan dunia, tapi semua bergantung pada kasih karunia Tuhan: keselamatan adalah anugerah, juga karena iman; bukan hasil dari perbuatan, supaya jangan kita memegahkan diri. Pada awal Ef. 4:17, Paulus juga memimpin kita merenungkan kembali, menunjukkan situasi kita sebelum percaya Tuhan, dan kemudian menandai perbedaan besar kita hari ini.

Keadaan kita sebelum percaya Tuhan: kita 「hidup dengan pikirannya yang sia-sia」, yakni 「pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan (terisolasi) dengan Allah」. Konsekuensi dari terisolasi (terpisah) dengan Allah adalah bahwa kita tidak tahu kebenaran-Nya, tidak memiliki pengetahuan maupun hati nurani, maka hanya mengikuti nafsu kedagingan melakukan segala macam hal-hal yang penuh kotoran kecemaran (Ef. 4:17-19) (bertolak belakang dari hidup yang mengikuti Tuhan Yesus).

Tapi setelah percaya Tuhan, kita terhubung dengan kehidupan Kristus, tidak lagi terisolasi dari Allah, dan telah berbagi (mendapat bagian) hidup-Nya. Kita mempelajari kebenaran dari diri Kristus, tahu tuntutan Tuhan kepada manusia, dan tahu bagaimana untuk mencapai standar perilaku yang benar-benar untuk manusia, dan terlebih lagi kemudian memiliki hidup yang berbeda. Arti pertama dari kekudusan adalah 「berbeda」. Kita tidak lagi sama seperti sebelumnya, atau mengatakan tidak boleh sama lagi. 「Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus」 (Ef. 4:20) penulis sangat suka kata-kata ini yang langsung kepada titik masalah.

Hidup baru terkait erat dengan cara kehidupan yang baru, tapi keduanya masih berbeda. Hidup baru datang dari kasih karunia Allah, adalah apa yang Allah telah selesai lakukan dalam satu kali pada diri kita; cara kehidupan yang baru adalah tindakan manusia berusaha sesuai dengan kasih karunia Tuhan itu, perlu menerapkan secara bertahap, tidak dapat satu langkah selesai.

Menjadi kudus perlu usaha, belajar Kristus adalah proses, bahkan proses seumur hidup.
Paulus membuat analogi tentang hidup dan cara kehidupan sebagai tubuh dan pakaian, tubuh setelah mandi sudah menjadi bersih, jadi harus berganti pakaian bersih, atau jika mengenakan pakaian lama yang kotor pada tubuh yang sudah bersih, maka akan membuat semua usaha sia-sia. Melepas manusia lama dan mengenakan manusia baru.

Renungkan:

1. Renungkan hubungan antara hidup baru dan cara kehidupan yang baru, dan menggunakan kata-kata sendiri untuk menjelaskan bagaimana kasih karunia dan tuntutan perilaku terkait erat. Ini adalah titik awal sebagai permintaan Anda pada diri sendiri!

2. Meditasikan dengan konsentrasi tentang ajaran Paulus dalam Ef. 4:24, bagaimana sebenarnya tuntutan 「kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya」?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.