Tag Archives: Surat Efesus

Efesus 3:1-13 (2)

「Menyatakan Rahasia Kristus (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 3:1-13 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Paulus yang dalam penjara telah menjadi utusan Injil yang membawa rantai, tapi ia tidak mengasihani diri sendiri atas apa yang ia alami, tetapi hanya percaya bahwa ini ada dalam pengaturan Tuhan, adalah harga yang perlu dibayar demi mewujudkan pelaksanaan rencana Kristus.

Paulus menegaskan kembali identitasnya sebagai 「hamba / pelayan Injil」, ini bukan posisi yang ia akui sendiri, yang ia dapatkan dari perebutan, tetapi yang Allah dalam kebebasan-Nya berikan kepada dia: 「Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.」 (Ef. 3:7) Kita akan melihat di belakang nanti di Ef. 4:7 bahwa  karunia yang Allah anugerahkan kepada setiap individu merupakan modal untuk pelayanan.

Allah bebas menetapkan untuk memberikan anugerah-Nya, bukan pilihan diri kita, lalu apakah kita bisa merasa enggan dan terpaksa? Tidak. Paulus penuh rasa terhormat dan merasa tidak layak. 「Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu」 (Ef. 3:8-9) Kasih Karunia tidak pernah merupakan hal kelayakan manusia. Paulus sadar diri tidak layak, tidak merasa dirinya memenuhi syarat untuk menjadi seorang Rasul, namun Allah telah menempatkan dirinya dalam posisi ini.

「Hamba / pelayan Injil」 adalah sebuah misi, untuk mengekspos makna asli dari seluruh rencana penciptaan dan keselamatan Allah, yakni 「rahasia」 ini. Seperti disebutkan sebelumnya, 「rahasia」 ini adalah rencana Kristus, yakni 「sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita」(Ef. 3:11). Rahasia ini dahulu tersembunyi, tidak hanya dunia tidak tahu, bahkan semua kekuatan rohani di langit juga tidak tahu (Ef. 3:10), tetapi sekarang sudah disingkapkan oleh Yesus Kristus di atas salib.

Tepat karena identitas ini adalah tidak layak bagi Paulus, maka ia dengan kesalehan dan sukacita besar berusaha menggenapi misi-Nya, termasuk membayar semua harga, dengan sukarela, dan tidak memandangnya sebagai penderitaan. Ia menasehati jemaat Efesus untuk tidak berduka atas penderitaan yang ia alami, yang merupakan kemuliaan mereka (Ef. 3:13). Paulus juga memutuskan untuk melakukan yang terbaik untuk mewujudkan misi ini, tidak sayang apapun; tidak akan mundur karena kesulitan. 「Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya」 (Ef. 3:12) Saudara dan saudari, mungkin misi yang kita terima berbeda dari Paulus, tapi berharap kita semua dapat belajar dari rasa tanggung jawab dan semangat diri Paulus.

Dalam renungan sebelumnya telah ditunjukkan bahwa bahkan jika kita memiliki beban kehidupan yang sedemikian berat, sampai kehabisan semua energi demi perhatian kehidupan sehari-hari, kita tetap tidak dapat membatasi Tuhan hanya untuk dunia kehidupan kita sendiri saja. Allah adalah Tuhan yang besar, keselamatan Yesus Kristus adalah penebusan yang besar, kita harus memiliki visi dan pikiran yang lebih luas, harus menerobos kerangka pribadi untuk memahami Tuhan yang besar dan misi-Nya yang besar.

Dapat digambarkan dengan sebuah analogi walau tidak tepat persis. Anda adalah presiden sebuah perusahaan multinasional, satu hari kantor pusat mengadakan rapat tertinggi, tiba-tiba menerima panggilan telepon, istri Anda meminta harus segera pulang rumah, sehingga Anda terburu-buru menghentikan pertemuan, melaju pulang rumah. Istri Anda mengatakan bahwa ritsleting roknya tersangkut, dan dia tidak ingin meminta tolong dari para pembantu atau orang lain, maka memanggil Anda pulang rumah. Bagaimana Anda akan bereaksi terhadap situasi seperti ini?

Tuhan yang besar, Ia akan mendengarkan doa seorang anak, ini adalah lirik lagu yang kita senang nyanyikan. Kita tidak harus menambahkan rasa rendah diri dan malu dalam doa, atau bahkan tidak berani untuk membuka mulut; Jangan ragu untuk datang ke takhta kasih karunia Tuhan, mencari rahmat, belas kasihan, dan Penolong kita setiap saat. Tapi meskipun demikian, kita tidak dapat membuat kemampuan Allah hanya terbatas doa kita saja, Allah bukanlah Allah yang hanya membantu menarik ritsleting, yang hanya membantu kita untuk mengejar bus, atau yang hanya kita mintai bantuan memasukkan anak-anak kita ke sekolah bergengsi.

Apakah Kita tahu betapa besar kekuatan TUHAN? Itu kuasa besar yang mampu membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, itu kuasa yang mampu mengatasi semua kuasa dunia dan dunia roh.

Kita bukan tidak berdoa untuk hal-hal kecil, tapi Kristus juga mengingatkan kita untuk tidak terlalu sering bertele-tele kepada Tuhan tentang hal-hal kecil, tapi apa yang Dia katakan? 「Carilah dahulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya, maka semua ini akan ditambahkan kepadamu.」 Seorang ayah berkata liburan musim panas akan membawa anaknya ke Disneyland US di California, anak penuh khawatir bertanya: apakah di sana ada es krim untuk dimakan?

Dengan kita menekankan kebesaran Tuhan dan rahasia Injil, maka kita bisa selalu memiliki rasa takut hormat akan Allah, bukan dengan kelalaian hati. Kitab Yosua mencatat bahwa ketika bangsa Israel selesai berkelana di padang gurun selama 40 tahun dan di bawah pimpinan Yosua menyeberangi Yordan, memasuki Kanaan, Yosua memerintahkan imam-imam mengangkat Tabut Perjanjian dan berjalan di depan orang, yang berarti bahwa itu adalah di bawah pimpinan Allah barulah mereka bisa masuk Kanaan. Yosua memerintahkan umat Allah dengan berkata 「hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya –maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.」 (Yosua 3:4) Para pengikut Allah, memiliki hati yang senantiasa takut hormat, tidak merasa diri benar, jangan berpikir bahwa jalan di depan sudah kita kenal baik lalu ambil keputusan semau diri, melintasi jalan diri sendiri; Jangan datang mendekati Allah dengan hati yang menyepelekan, apalagi mendahului langkah kaki Tuhan. Senantiasa ikuti Dia (karena misi masing-masing kita dalam hidup ini adalah dari Allah)

Renungkan:

1. Apakah Anda dapat memahami dan merasakan tekad dan perasaan Paulus dalam keyakinan dirinya sebagai seorang pelayan Injil? Anda akan memiliki suasana hati dan tekad yang sama jika Anda yakin atas tempat Anda dalam rencana Kristus?

2. Apakah Anda punya hidup yang memiliki misi? Atau apakah Anda hidup sama persis seperti manusia dunia? Apakah Anda menemukan panggilan Allah dalam hidup Anda, juga memiliki rasa kekudusan dalam diri Anda dan kehidupan Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 3:1-13 (1)

「Menyatakan Rahasia Kristus (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 3:1-13 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Dalam pasal pertama, setelah mengakui rencana penciptaan dan penebusan Tuhan dalam Yesus Kristus, lalu pertama kalinya Paulus di surat ini menyebutkan gereja bahwa 「segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu」 (Ef. 1:22-23)

Paulus pertama-tama mengumumkan rencana penebusan yang telah Allah genapkan dalam Kristus dan kemudian mendefinisikan Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus. Di sini kita dapat memastikan satu fakta bahwa kita tidak bisa mendefinisikan Tuhan, iman, dan Gereja berdasarkan kebutuhan manusia. Allah tidak bisa menjadi Allah milik rumah kita, Ia bukan pemasok kebutuhan kita. Jika kita memiliki ide ini, kita pasti tidak dapat mengenal Allah, tidak mampu benar-benar percaya pada Allah, hanya dapat mengubah Allah menjadi dewa Wong, Kristus menjadi seorang boddhisattwa Kris. Gereja hanya dapat didefinisikan oleh Yesus Kristus, meninggalkan Yesus Kristus maka tidak ada Gereja.

Yesus Kristus tidak hanya merupakan pusat ibadah kita, Dia adalah Tuhan yang bertindak. Allah adalah dinamis bukan statis. Yesus Kristus adalah rencana penebusan Allah, dan Gereja adalah bagian dari rencana. Tuhan membangun gereja adalah untuk rencana ini, dan keberadaan Gereja adalah untuk menyelesaikan rencana ini. Gereja tidak bisa terpisahkan dari rencana penebusan Yesus Kristus.

Dalam pasal ketiga, Paulus berbicara lagi tentang rencana Kristus, tapi ia tidak pernah berbicara tentang bagian kosmologi dari rencana ini -bagaimana semua ciptaan yang ada pada akhirnya bersatu dengan Kristus. Sebaliknya, fokus berbicara pada bagian manusia dari rencana tersebut, terutama bagian Gereja (dalam huruf kapital, artinya Gereja yang am, bukan gereja lokal.) 「Bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus」 (Ef. 2:6) Kita tidak terlalu tahu bagaimana semua yang ada di alam semesta bersatu dengan Kristus; Tapi kita semua terlepas dari latar belakang apapun, dapat bersatu dalam Kristus dan menjadi bagian dari Gereja, adalah hal yang dapat kita pahami dan praktekkan.

Paulus meletakkan diri dalam rencana Kristus, menemukan nilai keberadaan dirinya. Pertama, Allah membuat dia mengerti rahasia Kristus; Kedua, Allah membiarkan dia menyatakan rencana Kristus dengan menyampaikan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Di kemudian dia berkata 「Berdoalah … juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara」 (Ef. 6:19-20). Tujuan keberadaan Paulus, penyebab segala macam penderitaan yang ia hadapi, semuanya adalah untuk memberitakan rahasia ini.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, di dunia tidak ada misi Paulus atau misi saya Liáng Jiā Lín, hanya ada misi Kristus, kita hanya dapat dan harus menemukan posisi diri dalam misi Kristus, yang merupakan nilai dari keberadaan kita. Kita adalah bagian dari rencana Kristus dan memiliki peran kecil di dalamnya. Identitas dan misi Gereja juga didasarkan pada ini: keberadaan Gereja adalah mewujudkan misi ini, memberitakan Injil kepada segala bangsa.

Keberadaan kita dan gereja adalah untuk rencana Kristus. Apa pikiran yang kita miliki untuk dicapai, itu adalah sekunder; Yesus memiliki kehendak untuk kita genapi, dan itu adalah yang paling penting. Allah mungkin akan mendengarkan doa-doa kita dan memenuhi permohonan kita, tapi itu bukanlah tujuan utama dari keikutsertaan kita dalam gereja, datang ke gereja bukan untuk memenuhi keinginan hati kita, tapi untuk membiarkan kehendak Tuhan digenapi, termasuk dalam hidup kita.

Inilah sebabnya Paulus, di paragraf pertama pasal satu, tiada henti menyebutkan kehendak Tuhan: 「… Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, … sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, … untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. … di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan … sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」 (Ef. 1:5-6, 9-11)

Gereja hendaknya memenuhi kehendak Allah, kita hendaknya memenuhi kehendak Allah.

Renungkan:

1. Apa pandangan Anda atas bagian dari Doa Bapa Kami 「jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga」? Apa yang menjadi tekad Anda?

2. Apakah Anda sering menentukan hidup Anda dengan misi, juga mendefinisikan Gereja dalam misi? Apa yang merupakan misi Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 2:11-22 (3)

「Bukan Tamu Pendatang Kerajaan Allah」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:11-22 [ITB])
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya sunat, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Alkitab menggunakan metafora orang asing dan pendatang untuk menggambarkan orang Kristen, terutama dalam Ibrani 11:13 dan 1 Petrus 2:11. Penting untuk diperhatikan bahwa yang hendak ditekankan bukan identitas 「pendatang」, tapi identitas sebagai 「umat Kerajaan Allah.」

Surat Ibrani menunjukkan bahwa Abraham meninggalkan kampung halaman kelahirannya adalah karena janji Allah atas kampung halaman yang baru dan lebih indah. Alasan mengapa ia tinggal di tenda adalah menunggu sebuah kota yang telah dipersiapkan Allah baginya. Bagaimanapun juga Abraham karena rindu mendapatkan kampung halaman maka menjadi tamu di bumi.

Demikian pula, Surat 1 Petrus juga menunjukkan bahwa orang Kristen telah memperoleh identitas baru, bergabung dengan Kerajaan Kudus dan menjadi umat Tuhan. Petrus meneguhkan bahwa kita aslinya bukanlah umat Tuhan, dan identitas ini adalah tambahan kemudian, bukan karena kelahiran dalam hubungan darah. Di atas dasar ini, Petrus mengingatkan kita bahwa kita tidak lagi memiliki kewargaan dunia, tetapi sudah menjadi tamu dan orang asing. Karena kerajaan surga tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda, kita harus melepaskan kewarganegaraan dunia, identitas kependudukan tetap telah berubah menjadi pendatang.

Dua bagian kitab Suci ini menunjukkan bahwa orang Kristen tidak sejak dari awal merupakan pendatang di dunia; Sebaliknya, seperti yang Yesus katakan bahwa kita dahulu dari dunia, dunia mengasihi kita sebagai miliknya, tetapi kini karena Yesus Kristus telah memilih kita, memanggil keluar dari dunia, kita bukan lagi milik dunia, sebab itulah dunia membenci kita (Yoh. 15:19). Penyebab kita menjadi pendatang adalah kita telah membelot, melepaskan kewarganegaraan asli dan beremigrasi menjadi warga Kerajaan Allah. Kini tamu pendatang di dunia bukanlah identitas utama, hanyalah perpanjangan identitas warga Kerajaan Allah. Orang Kristen menjadi tamu pendatang di dunia adalah karena ada sebuah rumah untuk kita pulang, rumah yang menunggu kita untuk menetap.

Paulus menjelaskan kepada jemaat Efesus yang adalah non Yahudi bahwa mereka sebelumnya bangsa yang tidak bersunat, bukan orang Israel, bukan umat pilihan Tuhan. Janji Allah tidak ada hubungannya dengan mereka, dan karena itu tidak dapat berbagi harapan masa depan, tidak punya pengharapan. Di sini sebutan yang digunakan adalah 「tidak termasuk kewargaan」, 「orang-orang yang jauh dari Allah.」 Tetapi oleh karena keselamatan Yesus Kristus, diruntuhkan tembok pemisah perseteruan antara Allah dan manusia, aslinya yang jauh (asing) dari Tuhan, sekarang telah bisa membangun hubungan dengan Allah (Ef. 2:13); 「Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah」 (Ef. 2:19)

Bagi dunia tempat kita berasal, kita adalah orang-orang yang telah berubah menjadi penumpang; Bagi Kerajaan Allah, kita yang aslinya orang asing kini telah menjadi warga-Nya. Konversi ganda identitas ini adalah hubungan sebab-akibat, identitas yang kemudian jauh lebih penting daripada yang pertama. Alih-alih menekankan identitas sebagai pendatang di dunia, kita harus lebih menghargai identitas sebagai non pendatang dalam Kerajaan Allah.

Pemahaman ini membuat kita bersikap sedikit lebih positif tentang diri kita sendiri dan tentang dunia. Kita bukan karena diusir dan dimarginalkan oleh dunia; terlebih bukan merupakan pecundang di dunia yang terpaksa memarjinalkan diri; tetapi sukarela melepaskan kewargaan dunia, mendapatkan jaminan tertinggi kewarganegaraan Kerajaan surgawi. Di masa depan, ketika kita bernyanyi 「Aku adalah tamu, hidup menumpang di dunia」 kita dapat mengurangi kesedihan yang tidak perlu dan mengasihani diri sendiri, lebih banyak menambahkan sukacita dan kebanggaan.
Kehidupan orang Kristen selalu positif dan optimis, dengan wajah yang tersenyum, tubuh yang lurus, penuh sinar.

Saya tidak memperkenalkan diri sebagai 「penumpang di dunia」, tetapi hanya mengatakan saya adalah 「warga Kerajaan Surgawi, anggota keluarga Allah」.

Renungkan:

1. Bagaimana pengalaman Anda memandang diri sebagai anggota keluarga Allah, dan bagaimana konsep ini berpengaruh dalam hidup Anda?

2. Apa pendapat Anda tentang 「hidup adalah sebuah perjalanan pendatang」 dan apa yang akan Anda pikirkan: pendek, sebuah proses, tidak penting, tidak berkutat di dalamnya, … atau apa yang lain?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 2:11-22 (2)

「Menggenapkan Pendamaian (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:11-22 [ITB])
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya sunat, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Ketika berbicara tentang keselamatan Kristus, jika meletakkan fokus kita pada bagian yang terkait dengan Iblis, kita menekankan aspek peperangan dan memberitakan Kristus mengalahkan iblis, dan kuasa untuk mengusir dosa dan kematian; Tetapi jika fokus kita adalah pada hubungan dengan Allah Bapa, maka akan fokus pada aspek pendamaian, menekankan bahwa Kristus menghilangkan keretakan antara manusia dan Allah, dan meredahkan murka Allah atas kejahatan manusia, dan membuat orang tidak lagi 「orang-orang yang harus dimurkai (anak-anak kemurkaan)」 (Ef. 2:3), mendapatkan pemulihan hubungan damai dengan Allah.

Kita akan melihat dalam pasal 6 bahwa meskipun Paulus berbicara tentang peperangan rohani dan perlengkapan senjata, tetapi ia terutama hendak menyampaikan berita damai daripada perang. Kita memberitakan 「beritakan damai sejahtera」 (Ef. 2:17), dan menghendaki kita menjadi anak perdamaian.

Makna pertama dari Injil damai sejahtera adalah pemulihan relasi damai Allah dan manusia, dan makna kedua adalah hubungan antara manusia dengan manusia. Paulus menunjukkan bahwa pemulihan manusia dan Tuhan adalah fondasi dasar mampunya manusia berelasi damai dengan manusia.

Bagaimana pemulihan relasi damai Allah dan manusia mempengaruhi hubungan antara orang? Ada dua keterkaitan penting. Pertama adalah menghapuskan aspek objektif, penerimaan Allah atas segala manusia, menghapuskan berbagai perbedaan kesucian dan keniscayaan antar manusia; Jika Tuhan tidak keberatan perbedaan antara orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain, mengapa harus kita sengaja membuat klasifikasi lalu menciptakan kontradiksi dan saling perlawanan? Kita telah membahas hal ini kemarin. Yang kedua adalah aspek subjektif, kita telah mengalami penerimaan dan rahmat belas kasih Tuhan yang tanpa syarat, maka penerimaan dan belas kasih kita atas orang lain tidak hanya menjadi dapat dilakukan, tetapi juga menjadi tugas iman.

Aspek subjektif tidak disebutkan dalam perikop ini, tetapi Paulus di perikop belakang yang mengajarkan tentang etika orang Kristen, menambahkan: 「Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu」 (Ef. 4:32) 「Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita …」(Ef. 5:1-2)

Ini adalah pengajaran konsisten dalam Alkitab, relasi Allah dengan manusia mempengaruhi hubungan manusia dengan manusia. Bagaimana Tuhan memperlakukan kita, demikian juga sepatutnya kita memperlakukan orang lain dengan sikap yang sama. Kasih Karunia yang kita terima dari Allah dengan cuma-cuma, tanpa membayar harga di muka; Tapi setelah menerima kasih karunia, harus ada kehidupan baru yang sesuai, jika tidak demikian maka tidak mencerminkan fakta bahwa kita telah menerima Kasih Karunia.

Iman pertama-tama memperhatikan hubungan antara Allah dan manusia, lalu etika terutama hendaknya melibatkan hubungan antar manusia. Jika hubungan Allah dengan manusia mempengaruhi hubungan interpersonal, maka iman adalah panduan bagi etika.

Kembali ke tema Injil damai sejahtera, pertama-tama adalah pemulihan relasi damai Allah dan manusia, kemudian manusia dengan manusia dapat dipulihkan hubungan damai. Faktor-faktor politik, sosial, ekonomi, dan budaya yang di masa lalu telah menciptakan pemisahan antar manusia, sekarang ditinggalkan di dalam Kristus, dan mereka tidak lagi memiliki efek.

Kisah Para Rasul pasal 10 mencatat visi yang dilihat Petrus di Yafo, cukup untuk menjelaskan kebenaran ini. Ketika Petrus masih bergumul apakah hendak mengabarkan Injil kepada Cornelius, Allah dalam visi memaksa dia untuk makan makanan yang haram menurut hukum Taurat, dan menyatakan bahwa apa yang Allah pandang tahir, manusia tidak boleh memandangnya sebagai haram (Kis. 10:15), ini mengubah pandangan stereotip dirinya yang mengecualikan bangsa-bangsa lain di luar Injil. Di pasal 11, ketika Petrus membuat laporan kepada para rasul di Yerusalem, ia gunakan hal ini sebagai bukti pertama untuk menjelaskan mengapa harus menerima bangsa-bangsa lain masuk ke dalam Gereja. Selain itu, Petrus mengajukan bukti kedua bahwa ketika ia berkhotbah kepada Cornelius, Roh Kudus turun pada sekeluarga Cornelius. Petrus makin menyadari bahwa jika karunia Tuhan kepada orang Yahudi juga diberikan kepada bangsa-bangsa lain, dan karunia yang diterima orang Yahudi dan bukan Yahudi adalah persis sama, mengapa harus membedakan ras manusia dan mempertentangkan satu sama lain (Kis. 11:17)?

Allah tidak memperlakukan pembedaan, maka manusia tidak boleh memecah belah. Allah dan manusia berdamai, maka manusia tidak punya hak untuk bermusuhan dengan sesama. Perdamaian antara Allah dan manusia membawakan perdamaian antar manusia, namun bukanlah berarti bahwa perdamaian antar manusia akan secara alami terjadi, tetapi perlu diusahakan. Damai sejahtera Allah di satu sisi memberikan kita kemampuan berdamai antar manusia dan juga merupakan tugas iman. Kita adalah anak-anak pendamaian, kita memberitakan Injil damai sejahtera, hendaknya kita mewujudkan perdamaian yang nyata antar manusia.

Renungkan:

1. Hampir setiap agama memiliki pengajaran kasih dan damai, tetapi dalam sejarah dan di hari ini, agama mudah menjadi (atau dieksploitasi) elemen penyebar kebencian dan unsur permusuhan, menurut Anda permasalahannya ada di mana?

2. Bagaimana Anda mengerti iman dan implikasi sosial dari Injil damai sejahtera?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 2:11-22

「Menggenapkan Pendamaian (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:11-22 [ITB])
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya sunat, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan damai sejahtera kepada mereka yang dekat, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Paulus melanjutkan berbicara tentang rencana penebusan Kristus dan menghubungkan doktrin Keselamatan ini dengan doktrin Gereja. Karena sebenarnya tema utama Surat Efesus adalah tentang Gereja.

Ia memakai damai sejahtera (pendamaian) sebagai tema keselamatan, menunjukkan bahwa keselamatan Kristus adalah sebuah makna yang sangat penting, yakni menghapus cela keretakan dan pemisahan antara Allah dengan manusia.

「Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu」 (ayat 14-16). Ada yang mengatakan bahwa ayat-ayat ini adalah sebuah puisi yang populer di Gereja awal, yang memuji Kristus sebagai utusan pendamai.

Kristus tidak hanya membawa kita mencapai perdamaian, Dia adalah kedamaian kita. Kata 「damai」 baik dalam bahasa Ibrani atau Yunani, memiliki makna yang kaya yang mengacu pada semua berkat. Dalam dunia yang penuh kekerasan, hidup dalam bahaya, dan perdamaian memiliki semua manfaat.

「Kedua pihak」 (ayat 14) harus dipahami sebagai Yahudi dan bukan Yahudi, walaupun Alkitab tidak menyatakan dengan jelas, kita juga dapat memakainya untuk setiap hubungan permusuhan berat yang ada di dunia. Yesus Kristus telah menghancurkan dinding pemisah yang menciptakan penghalang antara manusia dengan manusia, yaitu menghapus unsur yang menyebabkan permusuhan antar sesama. Bagaimana cara menghapus itu? Paulus menunjukkan yakni melalui kematian-Nya di kayu salib, melalui inkarnasi-Nya menjadi manusia di dunia dan mati di atas salib. 「di dalam satu tubuh, … melenyapkan perseteruan」; 「menghancurkan perseteruan itu di kayu salib.」 Misi Yesus Kristus di dunia, terutama penderitaan dan kematian, adalah tindakan menghapuskan dan meruntuhkan tembok kebencian.

Apakah 「perseteruan」 itu? Paulus merujuk kepada 「… hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya」(ayat 15). Ribuan tahun Orang Yahudi memelihara hukum Taurat, bangsa lain tidak memeliharanya, dan menyebabkan perbedaan serius dalam kehidupan antara kedua pihak. Perbedaan membawa berbagai stereotip labelisasi, pertentangan, berakumulasi menjadi kebencian dan permusuhan. Mereka dianiaya oleh masyarakat arus utama selama bertahun-tahun, dan ketika mereka memegang kekuasaan menganiaya orang lain.

Yesus Kristus di kayu salib membuat Perjanjian Baru dengan manusia, menggantikan Perjanjian lama dan menghapuskan jalan masuk dengan menjalani kebenaran melalui hukum Taurat, mendapatkan perkenan Allah dengan menaati hukum Taurat. Perjanjian Baru tidak terbatas kepada orang Yahudi, tetapi sama-sama berlaku bagi bangsa-bangsa lain; Dengan cara ini, perbedaan antara orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain dihapus. Setiap orang dapat melalui Kristus menjadi 「baru」. 「Manusia baru」 tidak hanya baru sebagai orang yang baru (new man), tetapi juga kemanusiaan baru yang bersifat kolektif (new human).

Semua elemen yang membuat perbedaan dan polarisasi, dihapus dalam Kristus. Satu Bapa Sorgawi yang sama membuat kita semua anak-anak-Nya, dan menjadi saudara; Satu Kristus yang sama, sebagai nenek moyang manusia baru, komunitas Kristen yang memiliki esensi dasar yang sama walau penampilan yang berbeda.

Perdamaian adalah tidak hanya untuk mengupayakan persamaan; ini bukan hanya tentang mengalah untuk mencari jalan tengah, itu adalah perdamaian yang rapuh, manusia enggan hidup berdampingan. Kedamaian sejati adalah bahwa masing-masing dikembalikan ke bentuk aslinya, dan tidak lagi garis pembatas pengkhususan antara 「spesial aku」 dan 「orang lain」.

Komunitas damai yang demikian yang sepatutnya terdapat dalam gereja. Gereja adalah hibrida (mixed body) yang mencakup orang-orang dari berbagai kelas, pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi dan status sosial; yang memiliki beda pendapat tentang politik, masyarakat, ekonomi dan budaya. Mengapa dan bagaimana kita dapat berjalan bersama-sama? Jawabannya adalah: kita didamaikan dengan Allah oleh kematian Yesus di kayu salib.

Renungkan:

1. Apa yang Anda pikir yang menyebabkan Anda tidak dapat diterima orang? Saat ini apakah ada orang yang memandang Anda sebagai musuh? Apakah rintangan yang harus dilalui begitu tinggi untuk mengasihi mereka? Apakah ini adalah dinding yang Paulus bicarakan?

2. Setelah menjadi seorang Kristen, apakah Anda memiliki pandangan yang berbeda, tidak lagi peduli berkutat dengan perbedaan satu sama lain, dapat masuk ke dalam komunitas yang berbeda, dan memiliki relasi yang baik dengan mereka? Apakah Anda keluar dari lingkaran kecil Anda untuk memperluas dunia kehidupan?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 2:1-10 (2)

「Hanya Karena Kasih Karunia」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:1-10 [ITB])
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Apa yang Paulus lawan bukan konsep ketetapan Allah (pemilihan predestination), yang ia tolak adalah fatalisme kaku. Pada kenyataannya, konsep ketetapan pemilihan (predestination) adalah sebuah konsep alkitabiah yang penting, iman tidak dapat mengesampingkan elemen ketetapan Allah. Jika apa yang dialami dalam kehidupan semuanya adalah kebetulan yang tidak disengaja, jika masa depan sepenuhnya terbuka (misal: tanpa ada ketentuan, atau tanpa arah tujuan yang sudah ditetapkan), dan segala sesuatu mungkin terjadi, lalu kepastian apa yang kita miliki? (Bahkan iman kita pun tidak ada kepastian hari kelak.) Segala akhir keberhasilan atau kegagalan jika semuanya tergantung pada usaha kita sendiri, hidup ini terlalu berat!

Namun, Paulus membuat dua catatan tentang konsep ketetapan pemilihan, tepat untuk mencegah agar konsep ketetapan pemilihan tidak salah dimengerti menjadi fatalisme:

Pertama, 「penetapan」 Allah hanya ditujukan kepada manusia, bukan ditujukan kepada Allah. Paulus menekankan bahwa Allah adalah bebas dan bahwa 「segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」 (Ef. 1:11), dan bahwa segala sesuatu bekerja 「sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus」 (Ef. 1:9), dan 「sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya」 (Ef. 1:5). Jika kita bertanya mengapa hal itu terjadi? Jawabannya adalah bahwa itu sesuai dengan kerelaan kehendak Allah.

Salah satu teori ketetapan yang melenceng yang paling tidak saya sukai adalah yang menyatakan bahwa Allah terperangkap dalam ketetapan dan hukum yang Ia buat, kemudian bahkan tidak dapat dilanggar oleh diri-Nya sendiri, sehingga terpaksa melakukan apa yang bukan Ia kehendaki. (Allah yang seperti ini, pasti tidak berpikir jelas ketika membuat aturan hukum, bukan Allah yang terlalu pandai dan bijaksana.) Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Allah dibatasi oleh aturan hukum tertentu, hanya mengatakan bahwa Ia mengasihi manusia, Allah dibatasi oleh kasih-Nya.

Kedua, ketetapan pemilihan, merupakan kasih karunia. Segala sesuatu adalah berasal dari kasih karunia Tuhan. Semua tindakan Allah dapat dipahami hanya dengan Kasih Karunia. Allah 「dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.」 (Ef. 1:3)

Dalam perikop ini, Paulus menyatakan keselamatan dari Yesus Kristus bagi manusia, semuanya adalah Kasih Karunia, hanya karena Kasih Karunia. 「… Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita, oleh kasih karunia kamu diselamatkan 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.」 (Ef. 2:4-7). Hitunglah berapa kali kata 「rahmat,」 「kasih,」 「kasih karunia,」 「kebaikan,」 sudah muncul dalam berapa ayat ini? Apakah tidak bertele-tele? Tidak. Membicarakan kasih karunia Allah selamanya tidak akan berlebihan.

Ringkasan dari Paulus 「karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman」 (Ef. 2:8a) Ini adalah ringkasan terbaik atas Injil Kristus.

Perlu diperhatikan bahwa 「iman」 di sini menunjuk kepada percaya berserah dan bergantung (bersandar) kepada Tuhan, bukan tekad dan kesadaran orang, maka bukan perilaku manusia. Ketika Paulus menekankan hanya karena iman saja, maka telah membuat pertentangan yang bertolak belakang dengan konsep karena perilaku manusia, iman bukanlah suatu tindakan; Keselamatan tidak ada hubungannya dengan perilaku manusia, dan janganlah mengubah iman menjadi sesuatu yang berasal dari manusia yang mampu memutuskan apakah diselamatkan atau tidak. Maka Paulus menekankan: 「itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.」 (Ef. 2:8b-9)

Keselamatan kita tidak berhubungan dengan kelahiran atau identitas bawaan lahir, juga tidak karena perilaku setelah lahir. Keselamatan bukanlah pekerjaan manusia, tetapi menerima pekerjaan Tuhan pada diri manusia.

Paulus di Ef. 2:10 berkata-kata yang sangat menarik: 「kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.」 Terlebih dahulu kita adalah pekerjaan Allah dan barulah kemudian kita bekerja untuk-Nya. Terlebih dahulu menerima pekerjaan-Nya atas diri kita adalah prasyarat sehingga kita bisa bekerja untuk-Nya (melakukan perbuatan baik). Tetapi sementara pada saat kita berkomitmen untuk berbuat baik, kita tetap harus tahu bahwa adalah hal yang tidak memiliki makna jika melihat pekerjaan kita secara terisolasi (dengan hanya melihat diri sendiri), karena hasil pekerjaan manusia adalah pemenuhan pekerjaan Allah dalam hidup kita.

Renungkan:

1. Sekali lagi renungkan 「hanya kasih karunia」, 「hanya iman」, ini adalah doktrin paling dasar dalam iman Kristen.

2. Renungkan kembali pengalaman perjalanan iman Anda, termasuk pelayanan yang pernah dipersembahkan kepada Allah, apakah Anda dapat merasakan bahwa 「pekerjaan saya」 adalah 「pekerjaan Dia」? Apakah Anda dapat mengkonfirmasi bahwa 「bukan aku tetapi hanya Tuhanku」; 「bukan aku, tetapi Kristus」?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 2:1-10

「Kasih Karunia yang Ajaib」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 2:1-10 [ITB])
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan– 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Dalam pasal 1, Paulus menjelaskan rencana penebusan Allah yang dimulai dan diselesaikan melalui Yesus Kristus, menunjukkan bahwa kita masing-masing diberikan tempat dalam rencana ini, oleh karena itu Allah memilih kita sebelum penciptaan dunia, menguduskan kita, memberikan identitas sebagai anak-anak-Nya, dan menebus kita. Kita merupakan bagian dari rencana Kristus dan kita saling bekerja sama dalam rencana Kristus.

Deskripsi yang lingkupannya komprehensif tentang rencana penebusan Allah ini, mudah salah menjadi pemikiran fatalisme (KBBI: pemikiran atau paham bahwa manusia dikuasai oleh nasib), terdapat 3 krisis:

Pertama, tanpa tanggung jawab: ketetapan Allah menang atas mengambil alih atas pilihan manusia, maka manusia tidak perlu bertanggung jawab secara moral atau iman atas apa yang ia lakukan. Andaikata jika saya menjadi Yudas, itu hanya karena saya dikirim untuk menjadi Yudas, dan karena kebutuhan skrip naskah drama takdir, apa salahnya saya melakukan bagian peran Yudas?

Kedua, tidak berperasaan: pemikiran takdir fatalisme sangat mudah membuat orang menjadi tidak berperasaan. Segala sesuatu dibatasi oleh skrip naskah drama, tidak ada kesedihan kegembiraan, kita tidak perlu menempatkan perasaan apa pun di dalamnya. Sebagai contoh, bencana alam maupun bencana oleh tindakan manusia adalah peristiwa yang harus terjadi di akhir zaman, Alkitab sudah menubuatkan, maka untuk apa kita terkejut? Kita cukup berkonsentrasi menghitung frekuensi bencana, untuk menghitung hari kedatangan Kristus.

Ketiga, apatis membosankan: semuanya hanya mengikuti tuntutan plot naskah drama; akhir telah ditentukan, apapun yang terjadi di antaranya tidak akan berpengaruh pada situasi keseluruhan, untuk apa memberikan perhatian pada jalannya hidup? Sebagai contoh, Kristus disalibkan, itu hanyalah aturan naskah untuk episode ini, dan hanya mati untuk sementara waktu, apa yang perlu dipuji? Ritual sopan santun yang kosong, hanyalah bagian dari proses terjadinya peristiwa demi peristiwa yang membosankan dari naskah drama.

Jika memandang dari paham takdir fatalisme, maka karya keselamatan dalam Kristus dipandang tidak penting, dan siapa yang diselamatkan, siapa yang binasa, bukankah sudah takdirnya? Jadi saat Paulus dalam pasal 1 berbicara tentang kasih karunia Tuhan bagi manusia, dengan paham takdir ini maka pemilihan Allah ditempatkan di prioritas pertama, dan penebusan hanyalah ditempatkan di peringkat paling belakang. Karena sudah dipilih, maka bukankah karya penebusan hanyalah ritual formalitas saja?

Tapi bagaimana pandangan Paulus tentang karya keselamatan Kristus apakah demikian? Ini adalah kunci Injil Perjanjian Baru. Ini adalah tema pasal 2.

Di masa lalu, kita mati dalam maut karena dosa dan kejahatan kita sendiri. Dan Paulus berkata 「Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu」 (Ef. 2:1) Kita pasti akan binasa di dalam dosa. Kita merasa sangat beruntung diselamatkan, karena ini adalah kasih karunia yang ajaib. Seperti lagu pujian 「bagaimana bisa seorang berdosa seperti saya akan ditebus melalui darah Tuhan?」

Paulus menekankan bahwa saat kita dilahirkan di dunia, kita telah mati dalam dosa, seperti halnya orang dunia. 「Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, … Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, … Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.」 (Ef. 2:2-3) Pernyataan Paulus ini akan menghapus perasaan bahwa diri saya adalah baik, dan sadar bahwa kita semua orang berdosa, yang adalah musuh Allah. Sehingga tidak terus menekankan bahwa kita adalah orang pilihan, merasa berbeda dengan orang lain, lahir dengan menggigit sendok emas, merasa kita adalah sebuah kelompok yang sangat terhormat, yang berbeda dari dunia.

Hanya dengan kesadaran bahwa nyawa kita dipungut dari kematian, bahwa kita dipungut dari dalam tumpukan kotoran hewan, kita merasa benar-benar tidak layak, kita sepatutnya memiliki rasa syukur yang kuat. Tidak merasa bahwa saya adalah seorang Pangeran rohani, bisa menuntut apapun dari Ayah di surga.

Renungkan:

1. Kasih Karunia bertentangan hak, memiliki makna bahwa diri saya tidak layak, sehingga merasakan keajaiban luar biasa yang tidak masuk akal. Apakah Anda merasakan demikian tentang keselamatan Anda sendiri? Renungkan kembali tentang kisah keselamatan diri Anda pribadi dan naikkan doa ucapan syukur.

2. Orang Kristen tidak lain hanyalah orang berdosa yang mendapatkan anugerah, bukan orang yang lebih mulia daripada yang lain. Apa signifikansi praktis dari pernyataan ini bagi Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:15-23 (3)

「Kuasa Besar Kristus」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:15-23 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.
Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Paulus berdoa kepada Tuhan untuk membuka mata orang percaya dan agar mereka melihat apa yang bisa mereka harapkan setelah mereka dipanggil oleh Allah. Mereka akan dapat memuliakan Tuhan ketika mereka tahu dengan pasti bahwa mereka adalah bagian dari rencana Kristus. (Harapan dan kemuliaan adalah dua bagian pertama dari doa Paulus, yang dibicarakan kemarin)

Ada hal ketiga yang dimohonkan dalam doa: kemampuan. 「agar kamu mengerti … dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya」 (Ef. 1:18-19) Kehidupan orang Kristen adalah pancaran keluarnya kuasa Allah. Kuasa besar Tuhan dinyatakan menjadi jelas oleh partisipasi dan pelayanan mereka, juga melalui kesaksian hidup mereka.

Paulus khusus menekankan di sini bukan bagaimana kuasa besar Allah dinyatakan, tapi seberapa besar sebenarnya kuasa Allah. Dia melanjutkan dengan mengatakan 「20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang」 (Ef. 1:20-21)

Seberapa besar kuasa-Nya? Yakni kuasa yang sedemikian besar yang membuat Yesus Kristus menang atas kuasa dosa dan maut kematian, bangkit dari antara kematian, dapat duduk di takhta kemuliaan di Surga. Yakni kuasa Yesus Kristus menang menaklukkan langit dan bumi, dunia roh, semua kuasa dari dahulu kala sampai yang sekarang, kuasa besar yang tanpa ada yang mampu menyaingi; Kuasa ini, sekarang hendak dinyatakan pada diri orang percaya.

Kuasa besar Allah tidak hanya membangkitkan Kristus, tetapi juga membawa Dia kembali ke surga sebagai Raja. Yesus Kristus bukanlah hanya Yesus dari Nazaret yang telah hidup di bumi, tetapi juga Kristus alam semesta, yang memiliki peran kosmik (cosmic role). Rencana Kristus tidak hanya menyangkut manusia, tetapi terlebih juga menyangkut seluruh ciptaan; dan apa yang telah Allah ciptakan mencakup seluruh dunia yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, dan dengan demikian terkait erat dengan semua hal-hal rohani. Seperti telah disebutkan sebelumnya, Tuhan telah menetapkan segala yang ada pada akhirnya kembali kepada Dia menjadi milik-Nya. Jadi, ketika Kristus menjadi Raja lagi, semua hal-hal rohani, apakah malaikat atau iblis, harus menyerah dan menyembah di hadapan-Nya.

「Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut」 (Ef. 1:21a) adalah menunjuk segala macam kekuatan dalam dunia roh (lihat Ef. 3:10). Mereka adalah bukan malaikat, karena Paulus ketika ia menyebut malaikat, akan disebutkan secara khusus (Rom. 8:38); Tetapi juga tidak berarti menunjuk iblis, karena Paulus juga nampaknya juga memakai sebutan lain untuk iblis (Ef 6:12); Kita bisa berasumsi bahwa kecuali malaikat dan iblis (pada kenyataan awal keduanya adalah ciptaan yang sama, setan adalah malaikat yang jatuh dan Allah tidak menciptakan setan) tidak ada jenis makhluk-makhluk rohani lain di dunia roh .

「Bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang」 (Ef. 1:21b) Secara ruang, Yesus Kristus melampaui segala sesuatu yang ada dalam alam manusia dan alam rohani; Secara waktu, Dia juga melampaui segala sesuatu dalam kehidupan saat ini dan yang kelak. Dia adalah di atas semua, dan Dia adalah Tuhan atas semuanya.
Ef. 1:22 「Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada」 Maknanya adalah bahwa Tuhan sebagai kepala atas segala yang ada, dan Ia juga adalah kepala Gereja. Kata 「Segala sesuatu」 tidak hanya merujuk kepada segala sesuatu yang ada, tapi juga merujuk kepada semua kekuatan dunia yang lain, termasuk dunia rohani dan dunia yang akan datang.

「Jemaat yang adalah tubuh-Nya … 」(Ef. 1:23) Yesus Kristus adalah kepala Gereja. Gereja adalah tubuh Kristus, kebenaran ini dibicarakan di 1 Kor. 12 secara lebih terperinci. Tapi Paulus melanjutkan berkata 「yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.」 Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, setiap orang percaya telah dipilih menerima bagian (warisan), berbagi identitas dan misi Yesus Kristus; Gereja dibangun terdiri dari orang-orang percaya, sehingga setiap orang percaya merupakan manifestasi dari pekerjaan dan kuasa Yesus. Yesus adalah kepala Gereja, Dia adalah yang kepala, tubuh adalah organ tubuh lain dari-nya, seperti Paulus katakan bahwa kepala bukanlah kaki (1 Kor 12:21), maka tubuh juga bukanlah kepala. Yesus Kristus bukan hanya kepala, tetapi juga penyebab keberadaan setiap bagian tubuh (material cause), semua anggota badan memainkan peranan fungsi bagian dari-Nya, dan mereka tidak memiliki fungsi di luar Yesus. Yesus Kristus bukanlah bagian dari Gereja, namun memenuhi semua bagian dari Gereja.

Dalam perikop ini, Paulus tidak menyerukan orang-orang percaya untuk memberikan lebih banyak kekuatan pribadi, tetapi untuk melihat kekuatan Allah. Kekuatan manusia terbatas, orang percaya tidak bisa memiliki pengetahuan dari diri sendiri. Mereka sering karena sadar kemampuan diri sendiri sehingga tidak berani untuk melakukan hal-hal besar! Apa yang Paulus tekankan adalah kuasa besar Allah dan menunjukkan bahwa itu adalah kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, yang membuat semua yang ada tunduk bertekuk lutut pada kaki Kristus. Kuasa yang demikian besar tanpa tanding dahulu, sekarang dan kelak, hendak dinyatakan di atas diri mereka sekarang. Kuasa Allah tak terbatas, dan jika dipenuhi kuasa Allah maka tidak ada yang tidak bisa digenapkan oleh orang percaya. Kuncinya adalah hanya pada kehendak Tuhan.

Paulus tidak dengan kosong berseru agar orang-orang percaya pergi ke mana-mana untuk mencari kuasa besar dari Allah, tetapi untuk berkonsentrasi pada diri sendiri untuk melihat kuasa besar Tuhan. Allah hendak menggunakan mereka, menyatakan kuasa-Nya yang tak terduga di atas diri mereka. Mereka adalah pintu keluarnya pancaran kuasa Allah. Kuasa Allah dimanifestasikan di atas diri individu.

Renungkan:

1. Apakah Anda sering merasa tidak berdaya dalam menghadapi berbagai permasalahan manusia, dalam menghadapi tanggung jawab iman yang harus direalisasikan? Kelemahan dan ketidakberdayaan adalah hal umum, apakah perikop ini membantu Anda memiliki perspektif yang baru?

2. Apa yang Anda harapkan dari manifestasi kuasa besar Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda berharap memiliki kehidupan yang berbeda, yang bagaimana?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:15-23 (2)

「Harapan dan Kemuliaan」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:15-23 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.
Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Paulus meminta Tuhan membuka mata hati orang-orang percaya di Efesus agar mereka melihat tiga hal: harapan, kemuliaan dan kuasa.

Pertama adalah harapan. 「Agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya」 (Ef. 1:18). Paulus percaya bahwa panggilan Allah untuk manusia akan membukakan sebuah masa depan yang indah, dan kita bisa memiliki pengharapan untuk masa depan ini.

Perlu ditunjukkan bahwa iman kepercayaan banyak orang adalah melihat ke belakang (backward looking), dan agama diminta menyediakan penjelasan atas serangkaian peristiwa yang telah terjadi, menjelaskan penyebab dari berbagai kenyataan yang ada di dunia. Jika ada yang bertanya 「mengapa ada bencana dan tragedi seperti ini?」 Maka agama tradisional Cina akan mengatakan: 「Oh, ini terjadi adalah karena takdir.」「Oh, ini adalah karena karma dosa di kehidupan sebelumnya.」 Kita juga memiliki penjelasan menghibur diri versi Kristen, seperti: hasil yang baik adalah ujian, tanpa hasil yang baik adalah pencobaan; Hal baik berasal dari Allah, hal-hal buruk yang datang dari Iblis.

Ada seorang saudara suka bersaksi di gereja. Satu saat ia berdiri dan berkata 「Terima kasih Tuhan, biarkan aku menjalin kasih dengan adik A.」 Tiga bulan kemudian dia berkata 「Terima kasih Tuhan membiarkan kita melihat tidak cocok satu sama lain, maka bubar.」 Satu bulan kemudian berkata「Terima kasih Tuhan, biarkan aku menjalin kasih dengan adik B.」Sama tiga bulan kemudian berkata: 「Terima kasih Tuhan membiarkan kita melihat tidak cocok satu sama lain, maka bubar.」 Dan tidak ada akhir dari siklus ini. Suatu waktu saya tidak bisa menahan diri untuk berkata kepadanya 「Saudara, harap tidak bersyukur kepada Tuhan, tanyakan pada diri sendiri apa yang telah Anda pelajari dari kegagalan menjalin kasih ini. Apakah ada yang dapat Anda perbaiki dalam karakter Anda dan memperlakukan orang lain. Jika Anda tidak tahu belajar dari pengalaman, Anda pasti berulang dalam siklus yang sama hanya bersyukur kepada Tuhan.」

Iman yang memiliki daya hidup bukanlah untuk terus membantu kita melihat ke belakang, tetapi memandang ke depan. Iman bukan untuk mencari penjelasan untuk pelarian diri, tapi mencari perubahan. Iman memberikan kita kekuatan untuk mengubah realitas, tidak hanya mencari suatu alasan ilahi untuk merasionalkan realitas yang dirasa tidak masuk akal.

Iman Kristen adalah membukakan jalan masa depan bagi kita, dan semua dapat dirubahkan: kepribadian kita, hubungan dengan sesama, keluarga, pekerjaan, karena iman maka semuanya itu memiliki ruang untuk bertumbuh. Allah bukan memanggil kita untuk berpegang kepada status quo, Allah memanggil kita untuk meninggalkan Ur-Kasdim, untuk meninggalkan Mesir dan memasuki tanah perjanjian. Saudara saudari, apakah Anda melihat masa depan Anda? Apa yang Anda harapkan dari masa depan?

Kedua adalah kemuliaan. Ini tentu saja tentang kemuliaan Allah. 「Betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus」 (Ef. 1:18). Di sini Paulus melanjutkan topik 「bagian (warisan)」 menyambung Ef. 1:14. 「Orang-orang kudus」 merujuk kepada semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus, termasuk orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain, dan jemaat Efesus. Orang-orang kuduslah yang mendapatkan bagian (warisan), tetapi Allah dimuliakan karena orang-orang kudus mendapatkan bagian (warisan). Seperti yang dikatakan sebelumnya, 「bagian (warisan)」 adalah berbagi identitas dan misi Kristus. Jika bukan demikian maka bagaimana orang-orang kudus mendapatkan bagian warisan ini bisa memuliakan Allah? Kita bukanlah mendapat pembagian harta warisan, tetapi menjadi bagian dalam Kristus.

Kemuliaan Allah adalah target tertinggi dari kehidupan orang Kristen. Oleh kata-kata dan perbuatan, oleh hal-hal kecil, hidup dengan meninggikan nama Allah, dan Allah dimuliakan paling besar.

Masalahnya kita tinggal dalam realitas, ikut berkompetisi bertarung dalam hidup sama seperti manusia dunia, kita tidak merasa ada yang patut ditiru, apalagi memuliakan Allah. Kadang-kadang lebih baik tidak dikenal sebagai orang Kristen, agar jangan mempermalukan Allah 「Bagaimana bisa orang Kristen melakukan ini?」 Paulus meminta Tuhan membuka mata kita agar dapat melihat kemungkinan yang ada dalam hidup; Terutama ketika sadar bahwa kita adalah perpanjangan dari Kristus, hidup di dunia adalah demi misi Kristus, dan berjuang untuk menunjukkan kasih dan kebenaran-Nya, melihat bagaimana kita dapat berkemenangan bagi kemuliaan Allah.

Renungkan:

1. Tidak peduli berapa umurmu, Anda harus bertanya: apa harapan yang Anda miliki di depan Anda? Apa Allah akan lakukan dalam hidup Anda? Perubahan apa yang Anda harapkan?

2. Menurut Anda, sepatutnya memiliki kehidupan yang bagaimana yang dapat memuliakan Tuhan? Dalam situasi kehidupan Anda kini, bagaimana Anda bisa membuat orang melihat kebenaran, cinta kasih dan kuasa Allah?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 1:15-23

「Doa Memohon Pengetahuan」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 1:15-23 [ITB])
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu.
Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Setelah berterimakasih kepada Tuhan untuk orang-orang percaya, apa yang selanjutnya Paulus lakukan adalah berdoa syafaat. Jika kita percaya bahwa pelayanan bukan mengandalkan kemampuan diri, tetapi kekuatan Allah, adalah seperti yang Paulus katakan: bahwa yang menanam atau yang menyiram tidaklah ada apa-apanya, Allah yang memberi pertumbuhan pada hidup (1 Kor. 3:6), maka kita akan selalu menyertakan doa dalam pelayanan apapun. Dalam pasal keenam, Paulus mengemukakan sebuah prinsip: hal-hal rohani harus secara rohani, bukan oleh darah dan daging, berdoa adalah metode rohani, sehingga misi pertumbuhan hidup diwujudkan melalui doa.

Dalam Surat Efesus, Paulus membuat dua doa bagi orang beriman, pertama di Ef. 1:16-23, dan kedua di Ef. 3:14-21. Dua doa ini saling terhubung. Doa pertama adalah untuk meminta pengetahuan, pengetahuan tentang kuasa besar Allah; Doa yang kedua adalah untuk memohon pengalaman, untuk mengalami kasih Allah yang kaya.

Hari ini kita membaca doa yang pertama. Doa ini dibangun di atas dua hal:

  • Pertama, Tuhan memilih mereka untuk memiliki bagian dalam rencana penebusan Kristus (Ef. 3:3-14);
  • Kedua, mereka memiliki kinerja awal yang baik pada tugas yang diberikan oleh Tuhan (Ef. 3:15-16).

Berdasarkan kedua pemahaman ini, Paulus percaya bahwa Tuhan akan lebih besar lagi memakai mereka, dan berdoa bagi mereka agar mereka dapat melihat berapa besar kuasa Allah yang akan dinyatakan pada diri mereka di masa depan, betapa luas dan besarnya masa depan yang akan mereka hadapi, mereka akan dimampukan menggenapkan perkara yang besar bagi Tuhan, membawakan kemuliaan yang sedemikian besarnya bagi Tuhan.

Paulus memberikan pengakuan atas tindakan perbuatan orang-orang percaya di Efesus dalam kehidupan mereka, dan memuji perwujudan iman orang-orang percaya di Efesus, mereka adalah saudara dan saudari yang dengan saleh mengasihi Tuhan. Paulus mengatakan ia mendengar kabar tentang iman jemaat di Efesus kepada Yesus, dan perwujudan nyata cinta mereka kepada seluruh anggota tubuh, maka ia menaikkan ucapan syukur kepada Tuhan bagi mereka. Mereka mengawali iman dengan yang baik. Berdasarkan landasan fondasi ini, Paulus memiliki harapan lebih lanjut terhadap mereka. Mereka baik, namun Paulus berharap mereka lebih baik.

Paulus berdoa kepada Bapa yang penuh kemuliaan, dan Roh yang memberi anugerah hikmat dan penyingkapan wahyu kepada orang, sehingga orang-orang percaya di Efesus bisa memiliki pemahaman mengenal Allah yang sejati dengan benar. Ef. 1:17 mengatakan 「mengenal Dia dengan benar,」 「kenal」 adalah kata benda, bukan kata kerja, yakni memiliki pengetahuan yang sejati benar, mendalam dan lengkap.

Di depan Paulus menyebutkan rahasia kehendak Tuhan, orang-orang percaya di Efesus juga memiliki kaitan dengan rahasia ini; Jadi dia meminta Roh Kudus memberikan hikmat dan penyingkapan wahyu yang istimewa ini, agar mereka memiliki pemahaman yang benar tentang rahasia ini — terutama bagian yang terkait dengan mereka, di dalam pengenalan Yesus Kristus mengetahui identitas dan tugas panggilan mereka.

「Ia menjadikan mata hatimu terang」 (Ef. 1:18) Paulus menggunakan gambaran itu sangat umum baik pada zaman Perjanjian Lama atau dalam budaya Yunani pada saat itu, yakni memandang kebenaran sebagai cahaya, dan bahwa mendapatkan kebenaran adalah sama dengan disinari menjadi terang oleh cahaya (pencerahan enlightenment, lihat Ef. 5:13-14). Orang Kristen adalah orang yang mata hatinya terang disinari oleh cahaya kebenaran. Dalam Ef. 4:18, Paulus menunjukkan bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak percaya Tuhan Yesus, adalah 「pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.」 Di Ef. 5:8, Paulus mengingatkan orang percaya bahwa 「memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.」

Mengapa di sini Paulus tidak mengatakan tentang bahwa Tuhan memberikan cahaya pencerahan itu kepada dirinya, lalu ia menyampaikan pencerahan itu kepada jemaat Efesus? Tetapi justru berdoa kepada Tuhan untuk membuka hati para pengikut Efesus sehingga mereka dapat melihat dan memahami oleh diri mereka sendiri? Bukankah ini adalah jalan memutar? Tidak. Alasannya adalah bahwa tiga aspek berikut, yakni yang disebut sebagai pengetahuan pribadi (personal knowledge), yang tidak dapat diperoleh melalui perantaraan orang ketiga dan harus diperoleh langsung dari Allah. Pengetahuan ini tidak efektif jika didapatkan dari perantaraan orang ketiga.

Iman memiliki bagian obyektif (tidak tergantung keadaan, perasaan individu), terutama dalam aspek doktrinal, itulah kebenaran tentang gereja yang bersifat obyektif yang Paulus ajarkan secara langsung kepada orang-orang percaya dalam surat Efesus. Sebagaimana kematian Kristus sebagai pengganti penebusan (substitutionary atonement) adalah kebenaran obyektif yang harus dipertahankan, tidak tergantung apakah seorang individu mau terima atau tidak, kebenaran yang bersifat obyektif tidak tergantung kesediaan individu menerimanya. Tetapi iman juga memiliki bagian yang bersifat individu pribadi, karena masing-masing individu harus bergumul pribadi dengan Allah,  mendapatkan sentuhan dan pimpinan langsung dari Allah.

Renungkan:

1. Apakah Anda sadar memiliki tanggung jawab berdoa syafaat? Apakah Anda memiliki secara jangka panjang kehidupan berdoa syafaat bagi orang?

2. Dapatkah Anda memberikan afirmasi dan dorongan kepada orang-orang yang Anda layani, misalnya apa yang mereka layak dipuji dan bersyukur bagi mereka kepada Tuhan? Semakin kita melihat kekuatan mereka, semakin dapat melihat potensi mereka untuk tumbuh dan berkembang.


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.