「Pemberontak melawan Allah di padang gurun」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 20:10-26 [ITB])
10 Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan menuntun mereka ke padang gurun.
11 Di sana Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. 12 Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.
13 Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka. 14 Tetapi Aku bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar.
15 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun, bahwa Aku tidak akan membawa mereka masuk ke tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang permai di antara semua negeri, 16 oleh karena mereka menolak peraturan-peraturan-Ku dan tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku; sebab hati mereka mengikuti berhala-berhala mereka. 17 Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun.
18 Maka Aku berkata kepada anak-anak mereka di padang gurun: :『Janganlah kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan ayahmu dan janganlah berpegang pada peraturan-peraturan mereka dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka. 19 Akulah TUHAN, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, 20 kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu. 』
21 Tetapi anak-anak mereka memberontak terhadap Aku, mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan tidak melakukan peraturan-peraturan-Ku dengan setia, sedang manusia yang melakukannya, akan hidup; mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku. Maka Aku bermaksud mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di padang gurun. 22 Tetapi Aku menarik tangan-Ku kembali dan bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar.
23 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun untuk menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan mereka ke semua negeri, 24 oleh karena mereka tidak melakukan peraturan-peraturan-Ku dan menolak ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dan matanya selalu tertuju kepada berhala-berhala ayah-ayah mereka. 25 Begitulah Aku juga memberi kepada mereka ketetapan-ketetapan yang tidak baik dan peraturan-peraturan, yang karenanya mereka tidak dapat hidup. 26 Aku membiarkan mereka menjadi najis dengan persembahan-persembahan mereka, dalam hal mereka mempersembahkan sebagai korban dalam api semua yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya Kubuat mereka tertegun, agar mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
Yehezkiel 20 menjabarkan ulang sejarah Israel, dan perikop hari ini (Yeh. 20:10-26) mencatat sejarah bangsa Israel di padang gurun memberontak melawan Allah, tujuannya adalah agar orang Israel yang satu generasi dengan Yehezkiel mengenali sifat asali mereka adalah pemberontak, dan pemberontakan mereka tidak hanya terjadi di Mesir (Yeh. 20:5-9), tetapi juga terjadi ketika mereka berjalan di padang gurun.
Pertama-tama, kitab suci berkali-kali menunjukkan bahwa dahulu TUHAN memberikan perintah, ketetapan, dan tata cara di padang gurun di masa lalu, dan menjelaskan jika umat itu mematuhinya, mereka dapat hidup (ayat 11, 19), tetapi orang Israel tidak menaati hukum Allah, dan mereka membenci perintah Allah (ayat 13, 16, 21), tidak memelihara hari Sabat sebagai tanda perjanjian (ayat 12, 13, 16, 20, 24), ini menunjukkan bahwa pemberontakan orang Israel adalah sifat asali mereka, dari awal sampai akhir mereka adalah pemberontak. Oleh karena itu, Allah hendak mencurahkan murka-Nya kepada orang-orang ini (ayat 13, 21), tetapi Allah menyayangkan mereka dan tidak menghancurkan mereka (ayat 17). Di sini, kita melihat kemurahan Allah dan pemberontakan umat, Israel memandang rahmat Allah sudah sepatutnya, sebagai keharusan Allah memberikan anugerah, dan mereka tidak merindukan anugerah Allah dan tidak mengingat wajah asli mereka sebagai 「budak」.
Di perikop ini beberapa kali disebutkan Sabat tanda perjanjian (ayat 12, 13, 16, 20, 24), ini mengikuti penjelasan Kej. 31:13 「hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu」, memelihara Sabat bukan untuk tujuan legalisme, tetapi agar Israel memiliki tata cara penggunaan waktu dalam setiap minggunya, menjalani gaya hidup seperti Allah dalam enam hari bekerja menciptakan dan beristirahat di hari ketujuh, dengan demikian menempatkan orang-orang Israel ke dalam ketertiban harmonis penciptaan. Pada saat yang sama, perjanjian Sinai menggunakan Sabat sebagai tanda perjanjian, memelihara Sabat adalah simbol perwakilan identitas Israel, pengaturan efektif agar orang Israel secara langsung ingat perjanjian. Sampai di Perjanjian baru, orang percaya beribadah di Hari Tuhan (hari Minggu), berpusat pada Kristus untuk memperingati hari kebangkitan Kristus maka dengan demikian menggantikan pemeliharaan hari Sabat dalam Perjanjian Lama. Perikop Kitab Suci berulang kali menyebutkan bahwa orang Israel tidak memelihara hari Sabat, itu menunjukkan bahwa mereka tidak lagi mengingat identitas dasar mereka dalam perjanjian dengan Allah, sama sekali tidak mengakui identitas penting mereka sebagai umat perjanjian, seolah-olah mereka tidak memiliki perjanjian dengan Allah. Oleh karena itu, Perikop Kitab Suci berkali-kali mengatakan bahwa orang-orang tidak memelihara hari Sabat, apakah ini hanya berarti bahwa mereka tidak patuh hukum Allah? Bukan sekadar demikian, itu juga menunjukkan bahwa mereka telah sepenuhnya meninggalkan status mereka sebagai umat perjanjian dan telah melupakan keselamatan serta kebaikan TUHAN kepada mereka!
Renungkan:
Mengapa umat Allah memberontak terhadap Allah? Karena mereka tidak menyadari identitas perjanjian mereka sendiri, tetapi juga tidak memandang kepada Allah yang dahulu mengadakan perjanjian dengan sumpah kesetiaan, mereka tidak berupaya mempertahankan identitasnya sendiri. Sebenarnya, kita adalah jenis orang yang bagaimana maka akan memiliki jenis perilaku yang bagaimana, jika kita melupakan identitas kita maka kita akan bertindak melawan Allah. Oleh karena itu, pada saat itu Yehezkiel mengingatkan orang Israel tentang identitas diri mereka adalah umat perjanjian, dan pada saat yang sama mereka juga harus mengenali bahwa mereka dahulu adalah pemberontak. Pengenalan atas siapa diri mereka dahulu dan identitas yang kemudian, itu membuat orang-orang Israel memiliki titik mula kehidupan yang berawal pada diri Allah. Apakah ini juga titik awal Anda?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.