Tag Archives: Percabulan

1 Korintus 5:9-13

Usirlah kejahatan besar dan pelaku kejahatan besar

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 5:9-13[ITB])
9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. 11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. 12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? 13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.

【Referensi ayat】
Ayat 13 「Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu」. Lihat Ul. 13:5b 「Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu」 (Lihat Ul. 17:7; 19:19; 21:21; 22:21; 24; frasa ini muncul tujuh kali dalam Kitab Ulangan)

Jangan bergaul dengan orang-orang cabul dan usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu adalah keputusan Paulus atas orang fasik yang hidup dengan istri ayahnya. Di satu sisi tindakan gereja adalah mendisiplinkan dan menghukum mereka yang melakukan dosa besar; di sisi lain adalah meminta saudara dan saudari lainnya untuk bekerja sama yakni jangan bergaul dengan mereka yang tidak bertobat dan terus melakukan percabulan. Ketika suatu perbuatan keji yang besar terjadi, maka gereja harus memiliki prinsip, dan harus memiliki tanggung jawab terhadap Allah, terhadap internal dan eksternal. Allah membenci dosa terang-terangan jelas-jelas terlihat, di depan umum, keras kepala, dan serius! Para pemimpin gereja harus mengusir dosa kejahatan besar dan mendisiplinkan pelaku kejahatan besar!

Ayat 13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu, meskipun teks Yunani asli tidak mengandung frasa seperti ada tertulistetapi Paulus tampaknya mengutip frasa Perjanjian lama ini sebagai penanganan dosa besar mengambil istri ayah di pasal 5 ini. Dalam Kitab Ulangan, frasa harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu muncul sebanyak tujuh kali, ini adalah perintah yang akrab bagi orang Yahudi dan mereka yang akrab dengan Perjanjian Lama. Ini adalah keputusan hukuman berat bagi mereka yang telah melakukan kejahatan besar, yakni menghukum mati pelaku kejahatan besar agar menghapuskan dan membuang kejahatan besar dari antara umat Israel. Kejahatan besar tersebut antara lain:

  1. Mengajak murtad terhadap TUHAN, menjauh dari jalan dan Firman Allah (Ul. 13.5)
  2. Menggunakan kesaksian palsu untuk membunuh orang (Ul. 17 :7, 19:19)
  3. Anak yang sangat keras kepala dan durhaka, melakukan kejahatan yang mendatangkan hukuman mati pada waktu itu (Ul. 21 :21)
  4. Dosa percabulan sebelum menikah (Ulangan 22:21, 24)
  5. Menculik dan menjual sebagai budak (Ul. 24:7)

Mengapa harus menghukum sangat berat terhadap dosa yang nyata, di depan umum, keras kepala, dan serius ini? Musa berkata, Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu (Ul. 13:11) Maka orang-orang lain akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu (Ul. 19:20). (Mencegah sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan)

Jangan bergaul dengan orang-orang cabul (5:9) dan jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu (5:11) diulang lagi dalam perikop pendek ini. Paulus menambahkan dalam 5:10 bahwa kita hidup di dunia yang telah jatuh dalam dosa, di zaman yang berdosa, baik dalam keluarga, dalam masyarakat, atau di tempat kerja, kita tidak dapat sepenuhnya menghindari pergaulan dengan orang-orang cabul, tetapi mereka hanya orang-orang luar dan tidak memiliki hubungan rohani dan tidak bersahabat di dalam Kristus dengan kita. Tetapi jika ada orang Kristen, atau mereka yang mengaku Kristen, yang bertindak semaunya dan terus berguling-guling dalam dosa percabulan perzinaan, kita harus mengikuti ajaran hukum Perjanjian Lama dan mengusir kejahatan ini dan orang-orang jahat ini, jangan biarkan orang-orang jahat dan dosa kejahatan ini menajiskan seluruh komunitas gereja (sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan). Gereja tidak memiliki otoritas hukum di bumi, kita tidak dapat menegakkan ketetapan hukum dari Hukum Musa, tetapi kita dapat menjalankan disiplin gereja pada mereka yang telah melakukan dosa-dosa besar dan membuang orang jahat keluar. Sama seperti Ketika Petrus sedang mengabarkan Injil di gereja mula-mula, ia bertemu Simon yang biasa mempraktikkan ilmu sihir. Simon bahkan menawarkan uang untuk membeli otoritas para rasul. Petrus segera menegakkan disiplin yang ketat dan berkata kepadanya: Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan … (Kis. 8:20-22). Bapa gereja mula-mula Justin dan yang lainnya menunjukkan bahwa si penyihir Simon ini kemudian menjadi bapa bidat mula-mula. Syukurlah Petrus menegakkan disiplin! Gereja mengusir kejahatan besar dan pelaku kejahatan besar! (Jangan membiarkan.) Bagaimana dengan kita? Apakah kita membenci dosa? Apakah gereja kita merupakan gereja yang menghargai kemurnian dan kebenaran?

Renungkan:
• Allah sangat membenci dosa yang jelas, keras, di depan umum dan serius! Para pemimpin gereja hendaknya mengusir kejahatan besar dan pelaku kejahatan! Bagaimana dengan kita? Apakah kita membenci dosa? Apakah kita terus melakukan kejahatan yang melanggar terhadap Allah?
• Mengapa Paulus meminta kita untuk tidak bergaul dengan orang-orang cabul? Jika kita bertemu dengan Daud yang melakukan dosa besar terhadap Allah, apakah kita akan mengikuti teladan nabi Natan, mendatanginya, berbicara dengannya, membimbingnya untuk memahami dosanya, dan dengan sangat serius mengingatkan dia bahwa ia harus segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Apakah kita akan melakukannya? Apakah Anda bersedia melakukannya?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Hosea 9:1-9

「Peringatan yang Setia Menyakitkan Telinga」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 9:1-9 [ITB])
1 Janganlah bersukacita, hai Israel! Janganlah bersorak-sorak seperti bangsa-bangsa! Sebab engkau telah berzinah dengan meninggalkan Allahmu, engkau telah mencintai upah sundal di segala tempat pengirikan gandum. 2 Tempat pengirikan gandum dan tempat pemerasan anggur tidak akan memberi mereka makan, dan anggur akan mengecewakan mereka.
3 Mereka tidak akan tetap diam di tanah TUHAN, tetapi Efraim harus kembali ke Mesir, dan di Asyur mereka akan memakan makanan najis. 4 Mereka tidak akan mempersembahkan korban curahan anggur kepada TUHAN dan korban-korban sembelihan mereka tidak akan menyenangkan hati-Nya. Roti mereka adalah seperti roti perkabungan, semua orang yang memakannya akan menjadi najis, sebab roti mereka adalah untuk dirinya sendiri, tidak boleh dibawa ke dalam rumah TUHAN. 5 Apakah yang hendak kamu perbuat pada waktu pertemuan raya dan pada waktu hari raya TUHAN?
6 Sebab walaupun mereka mengelakkan diri dari pemusnahan, Mesir akan mengumpulkan mereka, Memfis akan menguburkan mereka. Rumput akan menutupi barang-barang perak mereka yang berharga; onak akan tumbuh dalam kemah-kemah mereka. 7 Sudah datang hari-hari penghukuman, sudah datang hari-hari pembalasan, Israel akan mengalaminya, 「Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila!」, oleh karena besarnya kesalahanmu dan besarnya permusuhan: 8 Efraim, umat Allahku, sedang mengintai nabi, jerat penangkap burung ada di sepanjang jalannya, permusuhan ada di rumah Allahnya. 9 Busuk sangat perbuatan mereka seperti pada hari-hari Gibea; Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka.

Narasi ini paragraf ini menggunakan hari perayaan Israel sebagai titik berangkat peringatan dari nabi Hosea. Kata-kata terkait dengan festival perayaan dan pengorbanan yang muncul dalam perikop: tempat pengirikan gandum dan tempat pemerasan anggur (ayat 2a), persembahan korban curahan anggur (ayat 4a), hari pertemuan raya (ayat 5a), hari raya TUHAN (ayat 5b), barang-barang perak yang berharga (ayat 6c) dan sebagainya. Perayaan ini mungkin merupakan festival panen dan hari raya Sukkot untuk merayakan panen musim gugur, saat itu diadakan sebelum kematian kerajaan Utara (Im. 23:33-43). Sangat disayangkan bahwa hari perayaan itu berubah menjadi hari yang sedih karena tercampur agama asing Kanaan penyembah Baal. Nabi Hosea menggunakan dua kalimat perintah negatif: 「Janganlah bersukacita, hai Israel! Janganlah bersorak-sorak」 (1a). Dalam terjemahan LieZhenzhong dengan tegas menunjukkan bahwa secara permukaan kelihatannya makmur, tetapi tersembunyi bencana kematian di baliknya. Peringatan nabi Hosea itu seperti hujan deras, yang melanda parade pawai gegap gempita perayaan Israel, meskipun mengurangi kegembiraan namun perkataan pahit nabi Hosea ini jujur setia. Jadi, sampai sejauh mana situasi Israel jatuh?

Tempat pengirikan dan penjemuran gandum adalah tempat di mana para petani sibuk panen di musim gugur, dan juga merupakan tempat di mana masyarakat pertanian bergaul mencari jodoh. Kisah cinta antara Rut dan Boas terjadi di tempat pengirikan gandum (lihat Rut 3). Namun, sekarang tempat pengirikan telah menjadi tempat bagi orang Israel untuk menarikan tarian kawin campur. 「Busuk sangat perbuatan mereka seperti pada hari-hari Gibea」 (ayat 9a). Orang Israel telah melakukan hal yang mengerikan dan tidak berperikemanusiaan di Gibea, yaitu bergantian memperkosa sampai mati istri seorang Lewi. Dan sang suami orang Lewi memotong mayatnya menjadi dua belas potong dan mengirimkannya kepada dua belas suku, sangat mengejutkan (Hak. 19:22-30). Hanya kebejatan Sodom Gomora yang sebanding dengan dosa yang tak tahu malu ini

Oleh karena itu, rumput akan menutupi barang-barang perak mereka yang berharga; onak akan tumbuh dalam kemah-kemah mereka (ayat 6c). Ironisnya adalah bahwa oleh aungerah Allah sehinga mereka telah dilepaskan dari perbudakan Mesir di masa lalu, dan kini dalam waktu dekat mereka akan mati di tangan orang Mesir. 「Mesir akan mengumpulkan mereka, Memfis akan menguburkan mereka」 (ayat 6b). Memfis adalah situs politik dan agama di Mesir utara, dengan piramida dan kuburan besar. Israel sangat tragis sehingga tidak diizinkan menentukan sendiri tempat penguburan diri. Pada akhirnya, mereka tidak memiliki apa pun untuk dipersembahkan kepada Allah, dan tidak ada tempat untuk mengadakan perayaan dan pertemuan favorit mereka.

Namun, orang Israel mencibir terhadap nabi dan menganggap nabi Hosea itu bodoh serta sombong (ayat 7). 「Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila!」 (ayat 7b). Ketika Hosea mengatakan kepada rekan sebangsanya dengan kasih, berkata-kata jujur, memberikan peringatan yang keras, dia justru dianggap pandir dan sombong, dianggap sebagai orang yang tidak tahu apa-apa. Nabi Hosea memberikan peringatan yang jujur dan kata-kata tulus yang menusuk di telinga, tetapi Israel mencibir, terjerumus dalam situasi tragis yang tak tersembuhkan!

Renungkan:
Dahulu di zaman Daniel, raja Belsyazar dalam perjamuan yang ia adakan, dia melihat tangan tanpa tubuh yang menuliskan kata-kata yang tidak seorangpun mengerti, dia sangat antusias ingin tahu arti dari kata itu.

Sikap apa yang kita miliki ketika Allah berfirman kepada kita melalui hamba Tuhan dengan bahasa dan tulisan yang kita pahami untuk menyampaikan kata-kata yang setia namun menusuk telinga? Apakah ada kerendahan hati dan hati yang mau menerima didikan untuk mendengarkan?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Efesus 6:10-20

「Siapakah Setan?」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 6:10-20 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Tema perikop Alkitab ini adalah peperangan rohani dan perlengkapan senjata. Karena dalam gereja terdapat pandangan yang bias, maka kita akan berfokus menjelaskan konsep dan merujuk ayat lain Alkitab.

Terlebih dahulu kita mendiskusikan nama sebutan setan. 「Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara」 (Ef. 6:12).

Paulus menjelaskan Setan adalah kekuatan yang jahat, yang memusuhi orang Kristen, menyebabkan berbagai jenis kehancuran. Ia meminjam kata-kata yang sering dipakai masyarakat Qumran, menyebutkan Setan sebagai 「porne」 (πόρνη diterjemahkan sebagai percabulan) (1 Kor. 6:15); juga menyebutnya sebagai 「ilah zaman ini」 (2 Kor. 4:4), 「penguasa kerajaan angkasa」 (Ef. 2:2), 「penghulu-penghulu dunia yang gelap ini」 (Ef. 6:12). Beberapa sebutan ini bukan mengatakan bahwa setan memiliki kuasa otonom yang berdiri merdeka dari Tuhan, menjadi saingan Tuhan, bukan mengatakan setan benar-benar menguasai bidang meluas di langit (udara), bumi (dunia) dan dunia bawah (dunia yang gelap), tetapi hanya menekankan setan adalah kekuatan gelap yang melawan cahaya.

Semua hal yang merusak kehidupan pribadi orang percaya dan menghancurkan hubungan dalam komunitas dan misi Injil (1 Tes. 3:5), semuanya menurut Paulus adalah perbuatan setan. Ia menasihati suami dan istri untuk tidak sering berpisah kamar, agar jangan tidak tahan bertarak dan setan mengambil kesempatan menggodai mereka (1 Kor. 7:5); ia menasihati agar penilik jemaat mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis (1 Tim. 3:7); gagalnya rencana dia mengunjungi jemaat Tesalonika juga adalah halangan dari setan (1 Tes. 2:18). Oleh karena itu, sebutan 「setan」 dalam pikiran Paulus adalah sangat luas, belum tentu sebuah objek yang tetap, tetapi umumnya merujuk kepada semua penghalang, tidak ideal, situasi buruk. Hal-hal yang baik adalah terkait dengan Tuhan, tapi hal-hal buruk berhubungan dengan setan. Bagi Paulus, siapa pun dan apapun di dunia yang menyebabkan efek yang menghancurkan Injil, merupakan alat Iblis (2 Kor. 11:14-15; 2 Tes. 2:9), atau yang terjerat Iblis terikat pada kehendaknya (2 Tim 2:26).

Jika hal-hal baik terkait Tuhan, dan hal-hal buruk terkait setan, apakah Paulus berpegang pada teori dualisme, atau dua kekuatan yang saling bertentangan? Setan memang tidak diragukan adalah simbol dari segala kejahatan, tetapi tidak berarti bahwa ia adalah sumber bebas segala kejahatan, tidak berarti bahwa ia dapat bertindak secara merdeka bebas dari Tuhan. Sesuai dengan pandangan orang Yahudi, Paulus percaya bahwa setan dalam kuasa penuh Tuhan, harus terikat perintah-perintah Allah. Setan di bawah izin dan bahkan dalam perintah Allah, barulah dapat memainkan peran menggodai orang percaya, meningkatkan kesulitan dalam memenuhi misi dan ketika mereka jatuh tetap harus menanggung konsekuensi dari dosa.

Dunia adalah milik Tuhan, manusia juga milik Allah, tetapi karena kejahatan manusia, dosa karena manusia sehingga masuk ke dalam dunia, dunia tampak sepertinya tidak lagi berada di bawah yurisdiksi kekuasaan Allah dan menjadi wilayah kuasa yurisdiksi setan, manusia menjadi seperti tawanan setan, dikontrol iblis mendengarkan perintahnya. 「Seluruh dunia berada di tangan orang jahat」 (1 Yoh. 5:19). Yesus menyebutkan iblis 「penguasa dunia」 (Yoh. 12:31; 14:30). Namun, hal ini tidak berarti bahwa dunia diduduki oleh iblis dan tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Kedaulatan atas dunia ini masih di dalam tangan Tuhan, sama seperti manusia masih di bawah pemeliharaan Allah. Yesus menyatakan: 「Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.」(Yoh. 12:31-32).

Ketika orang-orang kembali kepada Yesus Kristus, itu adalah saat iblis dilemparkan ke luar. Ketika murid-murid kembali dengan sukacita dan mengatakan kepada-Nya bahwa mereka telah menyelesaikan misi Injil yang Ia telah serahkan kepada mereka, Yesus mengatakan Dia melihat Iblis jatuh dari langit (Luk. 10:18), dan keberhasilan pemberitaan Injil itu adalah kegagalan Iblis. Maka semua perbuatan memberitakan Injil adalah tindakan mengusir iblis.

Renungkan:

1. Apakah Anda peka akan keberadaan hal-hal di dunia roh? Atau pikiran kita telah dikuasai paham bahwa semuanya hanyalah alam natural, hal-hal roh hanyalah omong kosong?

2. Apakah Anda memiliki pengalaman langsung dari kekuatan jahat di dunia? Sebagai contoh, kamuflase dan tindakan Iblis di bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya hari ini, bagaimana pandangan pribadi Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 5:3-21

「Anak-anak Terang (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 5:3-21 [ITB])
3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14 Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu. 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Orang Kristen adalah manusia baru, tidak hanya secara individu menjadi manusia baru, tetapi juga menjadi anggota dari kemanusiaan yang baru. Yang pertama semata-mata bersifat pribadi dan yang kedua adalah bersifat komunitas.

Anggota dari kemanusiaan yang baru dalam perilaku harus berbeda dibandingkan dahulu waktu masih menjadi orang-orang bangsa asing. Paulus mengajukan dua kelompok tindakan yang dilarang di sini.

Tindakan kelompok pertama adalah percabulan, kecemaran dan keserakahan, yang artinya tidak mengendalikan nafsu, berperilaku tidak sesuai aturan, dan keinginan berlebihan untuk memiliki (Ef. 5:3). Tiga kejahatan ini bersifat ringkasan dan dapat dirujuk sebagai asal-usul sumber dari kebanyakan kejahatan yang lain, hal ini telah disebutkan sebelumnya di Ef. 4:19; Paulus menegaskan bahwa semua itu adalah manifestasi dari hati pikiran sia-sia dari bangsa asing, dan mereka yang telah belajar Kristus tidak lagi dapat kembali melakukannya lagi.

Paulus berkata bahwa tiga kejahatan ini「disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.」 Jangankan melakukannya, bahkan menyebutkan sajapun tidak boleh. Menariknya, jika Anda tidak boleh menyebutkannya, lalu mengapa Paulus menyebutkannya? Saya pikir maksud Paulus adalah: orang Kristen dalam berperilaku, jangan sampai membuat orang punya kesempatan untuk teringat tiga kejahatan ini; dengan kata lain, jangan ada orang yang mengandaikan bahwa kita akan berdosa melakukan tiga kejahatan ini, bahkan membayangkan sajapun jangan. Kesopanan yang dimiliki orang-orang kudus adalah isolasi terhadap tiga kejahatan ini.

Tindakan kelompok kedua yang dilarang adalah perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono, semuanya menunjuk kejahatan dalam tutur kata. Sama seperti tiga macam kejahatan yang bersifat tindakan yang sebelumnya, 3 hal ini juga bersifat ringkasan. Bisa membayangkan bahwa semua perkataan yang tidak sopan, kebohongan, omong kosong, sia-sia, yang tidak perlu, semua itu dilarang. Larangan ini cakupannya sangat luas. Paulus hanya menekankan bahwa semua itu 「tidak pantas」, atau bahwa belum sampai pada tingkat berdosa. Dan berlawanan dengan tiga macam kata-kata ini, Paulus meminta kita untuk mengucapkan syukur. Karena perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono bersifat negatif, destruktif merusak, tidak dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.

Banyak omong pasti akan banyak kesalahan, sulit untuk bertahan akan dosa lidah, ini adalah yang selalu diajarkan oleh Alkitab. Banyak orang yang menaati pengajaran dari Paulus di sini, menuntut orang Kristen untuk sesuai aturan, hati-hati dalam berkata-kata dan perbuatan, setiap gerakan tangan, setiap gerakan kaki harus sesuai Alkitab. Gerak-gerik yang sepatutnya bagi kesopanan orang-orang kudus, tidak berlebihan banyak berbicara, tidak melakukan hal-hal yang melampaui aturan; berkata-kata kebenaran; ini adalah apa yang dipegang oleh kaum Puritanisme dalam Protestan. Namun, mustahil jika orang Kristen harus mematuhi aturan yang bahkan melarang gurauan lelucon, itu akan memberikan kesan kurang menyenangkan dan akan ditolak oleh generasi muda.
Manusia modern fisik ruang geraknya kecil, ruang psikologisnya juga sama, sehingga menolak cara komunikasi terlalu ketat aturan dan terlalu serius yang membuat hidup menjadi menakutkan. Lebih menghargai hiburan, meminta segala sesuatu harus bersifat menyenangkan, bahkan khotbah dan pengajaran juga tidak terkecuali, dituntut tidak kaku, kaya rasa humor. Kita tidak harus semua setuju dengan kecenderungan ini, tetapi diperlukan respons yang sesuai, ini juga termasuk pertimbangan 「pantas」 atau tidak.

Paulus menjelaskan lebih lanjut tentang dua kelompok kejahatan yang dilarang tersebut. Ia menegaskan bahwa percabulan, kecemaran dan keserakahan, semuanya adalah perilaku bangsa-bangsa asing (kafir), dan bahwa orang-orang yang demikian tidak akan ada bagian dalam Kristus, maupun di dalam Kerajaan Allah. Paulus memandang keserakahan sebagai penyembahan berhala, karena orang-orang serakah diperbudak dan bahkan diasingkan (alienated). Yesus Kristus juga membandingkan Mamon (uang) dan Allah, menunjukkan bahwa kita hanya bisa memilih satu di antara dua, dan kita tidak bisa melayani keduanya pada waktu yang sama.

Orang-orang yang berbicara kata-kata kosong yang sia-sia, kata-kata mencerminkan isi hati, sebagian besar isi hati mereka adalah palsu; mereka bertindak tidak mengikuti kebenaran, mereka menjadi anak-anak durhaka, dan murka Allah dituangkan ke atas kepala mereka. Paulus mengingatkan orang-orang percaya untuk tidak menjadi satu aliran kotor (menjadi kawanan) dengan mereka.

Berdamai namun berbeda, tidak berpura-pura menjadi suci tanpa boleh salah sedikitpun, tapi mempertahankan standar kekudusan, ini adalah sikap hidup kita.

Renungkan:

1. Menurut Anda apa yang perlu Anda perbaiki dalam tutur kata dan tindakan Anda sehingga sesuai pengajaran agar orang Kristen bertindak dalam cara yang sepadan dengan anugerah-Nya?

2. Yesus Kristus adalah model teladan bagi kita, bagaimana Anda menggambarkan sikap hidup-Nya? Bagaimana Dia adalah Tuhan yang Maha Kudus namun ramah dapat didekati?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 2:20-37

「Israel menolak Menyembah TUHAN Patut Dihukum」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 2:20-37 [ITB])
20「Sebab dari dahulu kala engkau telah mematahkan kukmu, telah memutuskan tali pengikatmu, dan berkata: 『Aku tidak mau lagi diperbudak.』 Bahkan di atas setiap bukit yang menjulang dan di bawah setiap pohon yang rimbun engkau berbaring dan bersundal. 21Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar! 22Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 23Bagaimanakah engkau berani berkata: 『Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal?』 Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari, 24yang melepaskan diri lari ke padang gurun, karena ingin menghirup udara! Siapakah yang dapat menahan nafsunya untuk berjantan? Semua yang mencari dia, tidak usah berlelah, mereka akan menemukannya dalam musim berjantan. 25Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya rongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata: 『Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka.』

26「Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malunya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan nabinya, 27yang berkata kepada sepotong kayu: 『Engkaulah bapaku!』 dan kepada batu: 『Engkaulah yang melahirkan aku!』 Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: 『Bangkitlah menyelamatkan kami!』 28Di manakah para allahmu yang kaubuat untuk dirimu? Biarlah mereka bangkit, jika mereka dapat menyelamatkan engkau pada waktu malapetakamu! Sebab seperti banyaknya kotamu demikian banyaknya para allahmu, hai Yehuda! 29「Mengapakah kamu mau berbantah dengan Aku? Kamu sekalian telah mendurhaka kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN. 30Sia-sia Aku telah memukuli anak-anakmu, hajaran tidaklah mereka terima; pedangmu sendiri telah memakan habis para nabimu seperti singa muda yang memusnahkan. 31Keturunan apakah kamu ini? Perhatikanlah firman TUHAN! Sudahkah Aku menjadi padang gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita? Maka mengapa umat-Ku berkata: 『Kami sudah bebas, kami tidak lagi mau datang kepada-Mu?』 32Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya. 33「Alangkah baiknya engkau mengatur jalanmu untuk mencari percintaan! Sebab itu juga engkau membiasakan segala jalanmu kepada kejahatan. 34Sampai-sampai pada bajumu terdapat darah orang-orang miskin yang tidak bersalah; bukan waktu mereka membongkar untuk mencuri kaudapati mereka! Meskipun semuanya itu demikian, 35engkau berkata: 『Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku!』 Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: 『Aku tidak berdosa!』 36Alangkah ringannya kau pandang untuk mengubah tingkah langkahmu! Juga karena Mesir engkau akan menjadi malu, seperti engkau telah menjadi malu karena Asyur. 37Dari sanapun juga engkau akan keluar dengan mengangkat tanganmu, sebab TUHAN telah menolak mereka yang telah kaupercayai dan engkau tidak akan berhasil dengan mereka.

Yeremia dalam bagian pengumuman deklarasi ini banyak menggunakan gambar yang hidup untuk menyatakan kejahatan orang Israel, seperti: istri cabul yang tidak setia, pelacur yang tidak tahu malu dan anak-anak yang tidak mau menerima pembatasan; Israel adalah tidak hanya merupakan anggur liar, tetapi juga unta dan keledai liar. Yang artinya mengatakan, Israel dalam Perjanjian dengan Tuhan adalah istrinya yang tidak setia, pelacur jahat dan licik dan perwujudan dari nafsu.

Di bagian pertama, yakni ayat 20-25 adalah sebuah puisi yang menggambarkan Israel menyembah Baal dewa bangsa asing. Ayat 20 adalah penulisan yang blak-blakan, menunjukkan bahwa orang-orang Israel adalah istri Tuhan yang gelisah, yang memandang perjanjian dan tanggung jawab sebagai belenggu dan diperbudak, yang tidak mampu menahan godaan nafsu dan percabulan. 「Percabulan」 di sini tidak hanya memiliki arti metafora, juga deskripsi fakta. Baal merupakan dewa utama berhala sembahan lokal, dan merupakan dewa produksi dan reproduksi, upacara ibadah kepadanya tidak hanya sebuah kebohongan, tetapi juga sangat cabul, penyembah Baal tidak hanya secara jiwa bersekutu dengan dewa, tetapi melakukan perzinahan dengan pelacur kuil di atas mezbah kuil.

Ayat 26-28 menggambarkan orang-orang Israel mengangkat pencuri sebagai ayah, berganti mengangkat dewa asing sebagai orang tua; tapi dewa-dewa palsu ini tidak bisa benar-benar memberikan mereka pertolongan.

Ayat 29-37, Tuhan menunjukkan bahwa orang-orang Israel adalah orang yang keras kepala dan licik, tidak hanya berbuat kejahatan, lebih lagi memandang diri benar, tidak tahu pertobatan. Tidak hanya berkhianat dalam iman, mereka tidak setia kepada Tuhan, mereka juga melakukan kejahatan di masyarakat dan kejahatan moral, sehingga tidak terdapat keadilan sosial dalam masyarakat , membuat penderitaan orang miskin, seperti yang dikatakan ayat 34 「bajumu terdapat darah orang-orang miskin yang tidak bersalah; bukan waktu mereka membongkar untuk mencuri kaudapati mereka」 Ketika orang meninggalkan Tuhan dan menolak kedaulatan Tuhan, masyarakat akan penuh dengan dosa dan kejahatan, sehingga membunuh orangpun tidak terhitung apa-apa.

Dalam perikop hari ini membuat kita melihat sebuah masyarakat yang bercampuran agama, percabulan dan penuh ketidakadilan, dan tak heran bahwa Allah hendak menghakimi mereka. 1 Yoh. 2:15-17 「15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Kita harus sering mengingatkan diri kita bahwa 「Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.」

Renungkan:

1. Perikop hari ini menggambarkan fenomena religius dan sosial, yang mungkin realitas masyarakat di mana kita hidup. Apakah Anda bersedia untuk berdoa bagi diri sendiri, meminta Tuhan untuk menambahkan Anda kekuatan, untuk menahan banjir arus duniawi, untuk menjaga hati kasih Anda kepada Tuhan?

2. Dunia sangat memiliki daya tarik, dan untuk bertahan hidup dibutuhkan partisipasi dalam urusan duniawi. Maukah Anda meminta Tuhan untuk memberikan kecerdasan dan kekuatan untuk hidup di dunia dan tidak menjadi milik dunia?

3. Harap berpikir tentang, dalam lingkungan dan masyarakat Anda hidup, apa saja yang tidak berkenan kepada Tuhan, silahkan berdoa untuk tempat dan hal-hal tersebut!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Kolose 3:5-6

「Matikanlah dalam Dirimu Segala Sesuatu yang di dunia 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 3:5-6 [ITB])
5Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Perikop kemarin menyebutkan bahwa kehidupan yang telah dibangkitkan harus membawakan perubahan dalam aspek arah kehidupan 「harus mencari …」 dan dalam aspek pikiran 「harus memikirkan …」, kedua aspek yang selalu saling berkaitan tidak bisa saling dipisahkan. Apa yang kita kejar dan cari dalam kehidupan, tercermin dalam apa yang tidak hentinya kita pikirkan. Paulus berpesan kepada orang percaya di Kolose harus tiada henti memikirkan perkara yang di atas, jangan memikirkan perkara dunia. Ini bukan mengatakan bahwa semua 「perkara di dunia 」 tidak berharga dipikirkan. Orang Kristen juga tidak bisa tidak memikirkan urusan di dunia, kecuali jika kita sudah meninggalkan dunia dan tinggal bersama Tuhan. Selama masih ada di dunia,orang Kristen harus mempertimbangkan berbagai aspek bagi kehidupan, termasuk masalah tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, jaminan pensiun dan lain-lain. Pemimpin gereja juga harus mengerjakan urusan perluasan gereja, perluasan bangunan, perbaikan dan berbagai urusan di dunia. Manusia karena hidup di dunia maka harus sering membuat pilihan either-or “salah satu … atau …” dari antara kemungkinan yang ada, tidak bisa menghindari berpikir untuk hal-hal di dunia. Paulus berpesan kepada orang percaya 「jangan memikirkan perkara di dunia 」, adalah menunjuk kepada berbagai ajaran, tradisi dan aturan yang memimpin orang meninggalkan Kristus (Kol. 2:6-21). Bagi Paulus, ajaran-ajaran ini, tradisi dan aturan jikalaupun dalam pandangan manusia mempunyai hikmat yang hebat dan rohani yang tinggi, namun hanyalah ajaran atau filsafat kecil dunia (sekolah dasar) jika dibandingkan dengan rahasia Kristus mengenai alam semesta dan segala ciptaan. Oleh karena itu, orang Kristen harus mengejar pengenalan akan rahasia Kristus, sepenuh hati mengerti kehendak Allah (Kol. 1:9). Orang hidup tidak bisa menghindari berpikir urusan di dunia, namun fondasi berpikir orang Kristen bukan ajaran atau filsafat dunia yang dangkal, tetapi harus mempunyai fondasi pada rahasia yang digenapkan Allah di dalam Kristus.

Kedua ayat renungan hari ini mempunyai fokus pada dunia. Makna apa tentang perkara dunia yang tercakup dalam memikirkan perkara di atas? Paulus berpesan kepada orang percaya di Kolose untuk mematikan anggota tubuh yang di dunia. Kata kerja 「matikanlah 」 dalam surat-surat Paulus hanya muncul dua kali (di sini Kol. 3:5 dan Rom. 4:19), merupakan kata yang diambil dari istilah kedokteran, yang mempunyai arti bagian tubuh karena penyakit sehingga fungsinya menyusut. Di sini, Paulus meminjam kata ini sebagai perumpamaan untuk mengingatkan orang percaya, bahwa hawa nafsu dan dorongan dari daging harus dipandang seperti sudah mati, fungsi yang sudah menyusut. Hawa nafsu dan dorongan dari daging mencakup percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan (serakah tanpa bosan, mengejar dengan tidak pernah merasa puas). Para peneliti menunjukkan, beberapa aspek ini berkaitan dengan pemanjaan menuruti keinginan sex:

  • Percabulan (immorality): menunjuk kepada perzinahan dan perbuatan mesum tidak sesuai aturan dan moral, di dalam Alkitab menunjuk kepada perbuatan sex yang melanggar hukum.
  • Kenajisan (impurity): karena tingkah laku cabul yang kacau melanggar aturan menyebabkan tubuh menjadi najis.
  • Hawa nafsu (lustful passion), nafsu jahat (evil desire): keinginan terhadap sex yang melanggar hukum.
  • Keserakahan (greed): mengejar sex tanpa batas.

Paulus mengingatkan orang percaya untuk mematikan anggota tubuh di dunia, hal yang pertama yang disebutkan adalah pemanjaan menuruti keinginan sex, mungkin karena sex mempunyai keterkaitan yang paling besar dengan tubuh. Paulus di 1Kor. 6:18 mengingatkan orang percaya hendaknya menjauhi percabulan (“… Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri”), karena mereka telah bersatu dengan Yesus Kristus, menjadi satu roh (one spirit with him). Dalam pandangan Paulus, apapun dosa yang dilakukan, semuanya di luar tubuh, hanya orang yang melakukan percabulan adalah melakukan dosa dengan tubuh diri sendiri. Bagaimana serius beratnya membuat dosa tubuh sendiri? Karena tubuh sudah bersatu dengan Kristus, maka jika membuat dosa tubuh sendiri adalah sama dengan membuat dosa pada Kristus. Paulus mengingatkan penerima surat: 「Kristus adalah hidup kita 」 (Kol. 3:4) (ζωή zō-ee’ “hidup” yang dimaksudkan lebih daripada sekedar fisik yang sekarang atau hidup alami).  Oleh karena itu, orang Kristen harus waspada, sudah tahu hidup kita bukan milik kita lagi, tidak dapat hidup semau kita, bertindak ceroboh, seperti halnya suami istri jika sudah bersatu bukan lagi hidup bagi diri sendiri lagi.

Dan lagi, murka Allah akan datang menimpah orang yang memberontak (atas orang-orang durhaka). Allah pasti akan melawan dosa kejahatan, menghancurkan yang kacau mengembalikan kebenaran. Terhadap anak-anak-Nya, Allah terutama akan bertindak demikian. Apakah ada orang tua yang tidak mendidik anaknya (Ibr. 12:7)? Orang Kristen jangan sekali-kali mencobai Allah, mencari batas kesabaran Allah. Allah tidak pernah meringankan tangan-Nya dalam menghadapi orang-orang durhaka, masalahnya hanya cepat atau lambat saja.

Renungkan: tidak sedikit orang percaya yang sangat mempunyai talenta karunia, sangat mengasihi Tuhan Yesus namun jatuh dalam masalah sex, menghacurkan pelayanan sendiri, keluarga dan pekerjaan, sangatlah disayangkan, bahkan Pendeta tidak terkecuali. Richard Foster pernah menunjukkan, uang, sex, dan kekuasaan adalah tiga hal yang mudah membuat orang Kristen jatuh. Mungkin, dari ketiga hal tersebut, sex paling menggiurkan dan memiliki daya menghancurkan yang paling besar. Renungkan, apakah saya sebenarnya mematikan anggota tubuh di dunia dalam aspek sex? Dalam hal apa saya hidup dalam pemanjaan menuruti keinginan diri?


Tambahan Blogger:

Karena perikop ini sangat terkait dengan teks sebelumnya Kolose 3:1-4, sebelum lupa isi renungan ini, secepatnya bacalah ulang renungan Kolose 3:1-4 「Pikirkanlah Pekara-Pekara yang di Atas 」 hanya memakai waktu anda sebanyak 2 menit.