Tag Archives: Kecemaran

Efesus 5:3-21

「Anak-anak Terang (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 5:3-21 [ITB])
3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14 Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu. 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Orang Kristen adalah manusia baru, tidak hanya secara individu menjadi manusia baru, tetapi juga menjadi anggota dari kemanusiaan yang baru. Yang pertama semata-mata bersifat pribadi dan yang kedua adalah bersifat komunitas.

Anggota dari kemanusiaan yang baru dalam perilaku harus berbeda dibandingkan dahulu waktu masih menjadi orang-orang bangsa asing. Paulus mengajukan dua kelompok tindakan yang dilarang di sini.

Tindakan kelompok pertama adalah percabulan, kecemaran dan keserakahan, yang artinya tidak mengendalikan nafsu, berperilaku tidak sesuai aturan, dan keinginan berlebihan untuk memiliki (Ef. 5:3). Tiga kejahatan ini bersifat ringkasan dan dapat dirujuk sebagai asal-usul sumber dari kebanyakan kejahatan yang lain, hal ini telah disebutkan sebelumnya di Ef. 4:19; Paulus menegaskan bahwa semua itu adalah manifestasi dari hati pikiran sia-sia dari bangsa asing, dan mereka yang telah belajar Kristus tidak lagi dapat kembali melakukannya lagi.

Paulus berkata bahwa tiga kejahatan ini「disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.」 Jangankan melakukannya, bahkan menyebutkan sajapun tidak boleh. Menariknya, jika Anda tidak boleh menyebutkannya, lalu mengapa Paulus menyebutkannya? Saya pikir maksud Paulus adalah: orang Kristen dalam berperilaku, jangan sampai membuat orang punya kesempatan untuk teringat tiga kejahatan ini; dengan kata lain, jangan ada orang yang mengandaikan bahwa kita akan berdosa melakukan tiga kejahatan ini, bahkan membayangkan sajapun jangan. Kesopanan yang dimiliki orang-orang kudus adalah isolasi terhadap tiga kejahatan ini.

Tindakan kelompok kedua yang dilarang adalah perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono, semuanya menunjuk kejahatan dalam tutur kata. Sama seperti tiga macam kejahatan yang bersifat tindakan yang sebelumnya, 3 hal ini juga bersifat ringkasan. Bisa membayangkan bahwa semua perkataan yang tidak sopan, kebohongan, omong kosong, sia-sia, yang tidak perlu, semua itu dilarang. Larangan ini cakupannya sangat luas. Paulus hanya menekankan bahwa semua itu 「tidak pantas」, atau bahwa belum sampai pada tingkat berdosa. Dan berlawanan dengan tiga macam kata-kata ini, Paulus meminta kita untuk mengucapkan syukur. Karena perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono bersifat negatif, destruktif merusak, tidak dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.

Banyak omong pasti akan banyak kesalahan, sulit untuk bertahan akan dosa lidah, ini adalah yang selalu diajarkan oleh Alkitab. Banyak orang yang menaati pengajaran dari Paulus di sini, menuntut orang Kristen untuk sesuai aturan, hati-hati dalam berkata-kata dan perbuatan, setiap gerakan tangan, setiap gerakan kaki harus sesuai Alkitab. Gerak-gerik yang sepatutnya bagi kesopanan orang-orang kudus, tidak berlebihan banyak berbicara, tidak melakukan hal-hal yang melampaui aturan; berkata-kata kebenaran; ini adalah apa yang dipegang oleh kaum Puritanisme dalam Protestan. Namun, mustahil jika orang Kristen harus mematuhi aturan yang bahkan melarang gurauan lelucon, itu akan memberikan kesan kurang menyenangkan dan akan ditolak oleh generasi muda.
Manusia modern fisik ruang geraknya kecil, ruang psikologisnya juga sama, sehingga menolak cara komunikasi terlalu ketat aturan dan terlalu serius yang membuat hidup menjadi menakutkan. Lebih menghargai hiburan, meminta segala sesuatu harus bersifat menyenangkan, bahkan khotbah dan pengajaran juga tidak terkecuali, dituntut tidak kaku, kaya rasa humor. Kita tidak harus semua setuju dengan kecenderungan ini, tetapi diperlukan respons yang sesuai, ini juga termasuk pertimbangan 「pantas」 atau tidak.

Paulus menjelaskan lebih lanjut tentang dua kelompok kejahatan yang dilarang tersebut. Ia menegaskan bahwa percabulan, kecemaran dan keserakahan, semuanya adalah perilaku bangsa-bangsa asing (kafir), dan bahwa orang-orang yang demikian tidak akan ada bagian dalam Kristus, maupun di dalam Kerajaan Allah. Paulus memandang keserakahan sebagai penyembahan berhala, karena orang-orang serakah diperbudak dan bahkan diasingkan (alienated). Yesus Kristus juga membandingkan Mamon (uang) dan Allah, menunjukkan bahwa kita hanya bisa memilih satu di antara dua, dan kita tidak bisa melayani keduanya pada waktu yang sama.

Orang-orang yang berbicara kata-kata kosong yang sia-sia, kata-kata mencerminkan isi hati, sebagian besar isi hati mereka adalah palsu; mereka bertindak tidak mengikuti kebenaran, mereka menjadi anak-anak durhaka, dan murka Allah dituangkan ke atas kepala mereka. Paulus mengingatkan orang-orang percaya untuk tidak menjadi satu aliran kotor (menjadi kawanan) dengan mereka.

Berdamai namun berbeda, tidak berpura-pura menjadi suci tanpa boleh salah sedikitpun, tapi mempertahankan standar kekudusan, ini adalah sikap hidup kita.

Renungkan:

1. Menurut Anda apa yang perlu Anda perbaiki dalam tutur kata dan tindakan Anda sehingga sesuai pengajaran agar orang Kristen bertindak dalam cara yang sepadan dengan anugerah-Nya?

2. Yesus Kristus adalah model teladan bagi kita, bagaimana Anda menggambarkan sikap hidup-Nya? Bagaimana Dia adalah Tuhan yang Maha Kudus namun ramah dapat didekati?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.