「Semangat (roh)」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 18:13-24 [ITB])
13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar,
………itulah kebodohan dan kecelaannya.
14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya,
………tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?
15 Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan,
………dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.
16 Hadiah memberi keluasan kepada orang,
………membawa dia menghadap orang-orang besar.
17 Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar,
………lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya.
18 Undian mengakhiri pertengkaran,
………dan menyelesaikan persoalan antara orang-orang berkuasa.
19 Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat,
………dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah puri.
20 Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya,
………ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.
21 Hidup dan mati dikuasai lidah,
………siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
22 Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik,
………dan ia dikenan TUHAN.
23 Orang miskin berbicara dengan memohon-mohon,
………tetapi orang kaya menjawab dengan kasar.
24 Ada teman yang mendatangkan kecelakaan,
………tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.
Untuk renungan hari ini, kita akan fokus pada 4 ayat. Ayat 14: 「Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?」 「Semangat orang (spirit of a man)」 merupakan tema yang pernah muncul di ayat 15:13 dan 17:22. Ayat ini menghubungkan kesehatan dan semangat (roh) untuk didiskusikan bersamaan, topik ini juga telah kita bahas dalam renungan Amsal 15:12-24. 「Semangat (roh)」 yang disebutkan di sini, dalam bahasa Ibrani 「ruah」 dapat diterjemahkan menjadi 「napas」, 「angin」, 「roh (semangat)」, dan kesehatan tubuh manusia bergantung pada roh (semangat) manusia. Ayat 15:13 「hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat」 dan 17:22 「hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang」 telah membandingkan kondisi positif dan negatif dari pikiran dan emosi. Namun, ayat 18:14 hari ini hanya tertuju berbicara efek negatif dari tingkat yang berbeda. Orang bijak menunjukkan bahwa roh semangat yang sehat dapat menanggung atau menahan 「penderitaannya」, dan selanjutnya bertanya, 「siapa akan memulihkan semangat yang patah?」 siapa dapat menanggung semangat yang patah? Sebenarnya, pertanyaan itu sendiri telah memberikan jawabannya, yakni memperkokoh 「roh (semangat)」.
Ayat 17: 「Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar, lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya,」 orang yang mengeluh pertama kali tampaknya masuk akal; ketika orang lain datang, dia menemukan kebenaran. Meskipun ayat 16 sampai 18 tampaknya tidak ada relevansi kaitannya, para peneliti berpendapat bahwa ketiga ayat ini berkaitan dengan tema “membuat keputusan penilaian atas suatu hal”. Orang yang bertanggung jawab dalam membuat keputusan penilaian atas suatu hal (menghakimi) seharusnya tidak membuat keputusan hanya berdasarkan keluhan sepihak, tidak peduli seberapa masuk akal alasan sang pengadu keluhan, dengan kata lain, seseorang tidak hanya mendengarkan pernyataan sepihak, atau membuat penilaian terlalu cepat. Karena segala sesuatu mungkin memiliki dua sisi sudut pandang, jadi itu harus ada 「pertanyaan pihak lain」 (「pemeriksaan silang (cross-examine)」). Sebenarnya, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita telah sering mempraktikkan pepatah Barat: 「Biarlah pihak lain didengarkan juga (Let the other side be heard too)」 untuk membuat keputusan yang bijaksana dan seimbang.
Ayat 20-21: 「Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.」 Di sini, kita melihat bahwa 「buah (hasil)」 adalah kata kunci yang menghubungkan kedua ayat tersebut. Dan buah di sini tidak mengacu pada buah-buahan, tetapi mengacu pada pengaruh kata-kata. Selain itu, kita menemukan bahwa mulut, bibir, dan lidah muncul sebanyak empat kali dalam dua ayat tersebut. Orang yang 「suka mempermainkan lidah」 akan makan buahnya sendiri. Buah hasil dari kata-kata menentukan kesejahteraan pribadi, bahkan hidup dan mati. Ketika perkataannya positif, itu akan membawa berkat; namun, jika kata-katanya negatif, itu akan berdampak buruk. Orang bijak menggambarkan hidup dan mati ini sebagai 「dikuasai」 manusia dan dapat dikendalikan manusia (mengacu pada kata-kata). Orang bijak di sini sudah ketiga kalinya menunjukkan bahwa 「buah perkataan」 (12:14 「setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan …」; 13:2 「dari buah mulutnya seseorang akan makan yang baik …」), dapat dilihat bertapa pentingnya hal ini. Orang bijak dengan jelas menunjukkan bahwa orang akan mendapat panen karena benih yang ditabur dengan perkataannya, yaitu panen antara hidup dan mati.
Renungkan:
(1) Bagaimana saya dapat memperkokoh roh (semangat) saya?
(2) Benih apa yang ditanam dalam hidup saya? Renungkan ayat ini: 「… barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu」 (Galatia 6:8), barang siapa menabur menurut pimpinan Roh Allah, ia akan menuai hidup sejati dan kekal dari Roh Allah. Pengingat apa yang diberikan kepada saya?
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.