Tag Archives: Hidup Baru

Efesus 5:21-6:9

「Etika Rumah Tangga (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 5:21-6:9 [ITB])
21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. 5
Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.
8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.
9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Perikop ini adalah pengajaran tentang etika keluarga. Jika iman itu dibuat kenyataan, maka pertama-tama harus dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, dan secara alami keluarga adalah yang paling penting.

Dalam masyarakat kuno, keluarga memiliki fungsi menghasilkan produksi dan mewariskan pengetahuan, jadi setidaknya ada tiga hubungan dasar antar personal, yaitu suami dan istri, orangtua dan anak-anak, serta tuan dan hamba. Ini persis merupakan tiga pasang hubungan yang dicakup dalam perikop ini. Paulus secara terpisah mengingatkan kedua pihak dalam setiap hubungan.

Paulus terlebih dahulu berbicara tentang hubungan antara suami dan istri. Tidak seperti masyarakat Cina yang meletakkan prioritas utama pada hubungan vertikal ayah-anak, Alkitab menekankan bahwa orang harus meninggalkan orang tua mereka, dan bersatu dengan istri, jadi hubungan horisontal merupakan prioritas tertinggi.
Tuntutan Paulus kepada suami dan istri adalah sederhana dan jelas: suami harus mengasihi isterinya dan isteri harus taat kepada suami.

Manusia modern menuntut persamaan dan menolak terhadap kata ketaatan, sehingga mereka tidak menyukai perkataan Paulus agar istri taat kepada suaminya. Banyak orang berusaha membuat cair doktrin yang secara implisit lebih mengutamakan laki-laki, mencoba untuk membawa kata 「saling rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain」 Ef. 5:21 untuk menutupi 「istri tunduklah kepada suami」di ayat Ef. 5:22, mengklaim bahwa ketundukan adalah dua arah, istri tunduk pada suami, suami juga tunduk istrinya.

Tapi Paulus selanjutnya memakai analogi suami dan istri dalam hubungan antara Kristus dan Jemaat, yang menunjukkan bahwa istri tunduk kepada suaminya sebagaimana Gereja tunduk kepada Kristus, dan ketundukan ini adalah tanpa syarat 「dalam segala sesuatu」 (Ef. 5:24). Ini telah membuat pemikiran tersebut menjadi buntu, apakah Kristus dan Jemaat harus tunduk satu sama lain? Apakah Kristus harus tunduk kepada Gereja? Tidak ada keraguan bahwa Paulus berbicara tentang ketundukan dalam hubungan suami-istri adalah dalam satu arah.

Namun apakah permintaan Paulus ini tidak adil? Ya, itu sangat tidak adil. Tapi itu bukan tidak adil terhadap perempuan sebagaimana pendapat paham Feminisme, tapi sangat tidak adil kepada laki-laki. Karena ketika Paulus meminta istrinya untuk tunduk pada suaminya, Paulus meminta kepada suami mengasihi istrinya, membayar semua harga untuk istrinya dan bahkan mengorbankan dirinya seperti Kristus telah mengorbankan hidupnya bagi Gereja. Kita berpikir, hubungan antara Kristus dan Jemaat, siapa yang membayar harga lebih banyak, Kristus atau Gereja? Jika hubungan antara suami dan istri adalah sama seperti demikian, maka suami harus meletakkan segalanya bagi istrinya tanpa syarat.

Saya sering berkata kepada para saudari 「jika ada orang bersedia berkorban hidup bagi Anda, bukankah tidak terhitung direndahkan jika Anda tunduk kepadanya?」
Bagaimanapun juga, tidak peduli berapa banyak orang mengkritik Paulus sebagai seorang yang mengutamakan laki-laki, mengkiritk bahwa ajarannya tidak adil dan ketinggalan zaman. Saya percaya bahwa ini adalah cara tunggal bagi pernikahan yang berhasil. Tanpa prinsip dasar ini, tidak ada yang bisa sukses menjaga hubungan suami istri.

Pria mungkin bisa membuat banyak kesalahan yang berbeda dalam pernikahan dan keluarga, tapi tidak ada kesalahan yang lebih besar daripada mengabaikan istri. Ketidakpedulian dan mati rasa dari seorang pria adalah kejahatan pertama. Sebelum pernikahan, orang dapat sangat menghargai pacar dan tunangannya, setelah menikah memandang pihak lain sebagai sudah sepatutnya demikian, bukan tidak mencintainya lagi, tapi merasa kurang perlu sedemikian diperhatikan dan dilindungi. Pokoknya sudah menikah, sekarang adalah waktu untuk membangun karir, pikiran hanya ditempatkan dalam pekerjaan, urusan keluarga dihadapi seadanya saja sudah cukup. Namun, istri dari muda sampai usia tua, membutuhkan pengakuan dari seorang suami dalam relasi, perlu untuk mengungkapkan kasih sayang dalam tindakan nyata, untuk melindunginya, sehingga istri merasa aman, merasa dicintai. Alkitab mengingatkan suami untuk mengasihi istri-istri mereka, untuk merawat mereka, dan untuk mengasihi istri sampai pada tahap mengorbankan hidup diri sendiri.

Perempuan bisa membuat banyak kesalahan yang berbeda dalam perkawinan dan keluarga, tapi tidak ada kesalahan yang lebih besar daripada menjadi pengomel. Sebelum pernikahan, wanita selalu menurut seperti burung kecil, tetapi setelah menikah mudah untuk menjadi banyak mengomel. Perempuan biasanya lebih kuat dalam berbicara dan ekspresi emosional daripada laki-laki, setelah pernikahan, karena kebutuhan sehari-hari, kehidupan yang berat, wanita berubah sangat mudah membuat hal-hal kecil menjadi besar, mengomel tiada henti. Ditambah dengan pikiran suami sebagian besar ditempatkan pada karier, setelah pulang rumah merasa lelah dan tidak banyak bicara, sampai pada titik istri merasa tidak perlu berdiskusi dengan suaminya, istri menjadi pengambil keputusan utama dalam segala hal, sehingga posisi suami dalam keluarga lebih terpinggirkan, hubungan antara suami dan istri menjadi hubungan ibu-anak. Alkitab mengingatkan istri untuk mengontrol lidahnya agar tidak menjadi pengomel, mengendalikan dorongan untuk menjadi bossy dalam segala hal, belajar untuk tunduk pada suami.

Selama suami terus mengasihi istrinya berkorban baginya, maka sebagai istri melanjutkan ketundukan kepada suaminya, perkawinan akan kuat seperti terbuat dari besi, tidak terpecahkan.

Selain keselamatan, keluarga yang bahagia adalah hadiah yang paling indah yang diberikan oleh Allah.

Renungkan:

1. Apakah Anda percaya bahwa keluarga adalah sebuah tempat penting dalam mempraktekan iman? Apa tekad Anda untuk hal ini?

2. Jika Anda telah menikah, pertimbangkan bagaimana Anda dapat meningkatkan hubungan suami – istri Anda dengan ajaran-ajaran Paulus. Jika Anda tidak belum menikah, silahkan aplikasikan kasih, berkorban dan ketundukan pada relasi cinta Anda.


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 5:3-21 (2)

「Anak-anak Terang (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 5:3-21 [ITB])
3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14 Itulah sebabnya dikatakan: Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu. 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16
dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Paulus tidak mengharapkan kita menjadi moralis, memenuhi seperangkat standar moral, untuk menjadi orang legalis (seperti orang Farisi), tetapi meminta kita untuk menjadi umat Tuhan yang memenuhi standar. Jika memakai gambaran terang dan kegelapan yang digunakan dalam Alkitab, kita harus menjadi anak-anak Terang.

Kita dahulu hidup dalam kegelapan, tetapi sekarang sudah meninggalkan kegelapan dan masuk ke dalam Terang, di dalam Tuhan telah menjadi anak-anak Terang, maka dengan demikian perilaku kita harus mencerminkan perubahan kehidupan, pohon yang baik menghasilkan buah yang baik. Anak-anak Terang semua baik, adil benar dan jujur.

Hidup baru merupakan prasyarat bagi cara kehidupan baru, tidak akan ada cara kehidupan baru tanpa adanya hidup baru; tetapi hidup baru tidak akan secara alami mengarahkan kepada cara kehidupan baru, masih perlu melalui upaya untuk mendapatkannya. Paulus membuat permintaan berikut: 「senantiasa ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan」(Ef. 5:10); 「Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif」 (Ef. 5:15); 「Janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan」 (Ef. 5:17). Kita harus membedakan antara benar dan salah, mengerti kehendak Tuhan, dan untuk memeriksa apa berkenan kepada-Nya, sebagaimana Roma 12:2 katakan agar 「membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna」

Kehendak Allah dan hal yang berkenan kepada-Nya merupakan standar tertinggi untuk menilai semua sejati dan palsu, salah dan benar. Tujuan hidup dari seorang Kristen dapat diringkas dalam dua kalimat: mengikuti kehendak Allah dan menyenangkan Tuhan.

Kita semua aslinya hidup di dunia yang jahat, pikiran dan perilaku tidak berbeda dengan manusia dunia, sama-sama tidak tahu kebenaran dan tidak mengerti kehendak Tuhan. Paulus menggambarkan situasi ini sebagai tertidur (Ef. 5:14). Ketika kita diterangi oleh cahaya Kristus, kita dibangunkan, datang untuk mengenal Allah, memahami kebenaran dan bertindak sesuai dengan kebenaran.

Orang yang tinggal dalam gelap, tidak tahu terang, juga tidak merasakan kegelapan, tidak memandang bahwa kegelapan sebagai masalah. Hanya ketika disinari Terang maka baru nyata kegelapan. Oleh karena itu, kita harus selalu memiliki kedekatan dengan Tuhan, dipenuhi dengan Roh Kudus, barulah berangsur-angsur mengerti kebenaran, keluar dari yang jahat dan masuk dalam yang baik. Pengudusan tidak pernah tercapai dalam satu langkah, kedua doa Paulus bagi orang percaya dalam pasal 1 dan 3 adalah memohon pertumbuhan, yang pertama adalah meningkatkan pengetahuan, dan yang kedua adalah meningkatkan pengalaman. Kita perlu ditambahkan dalam kedua area ini, bertumbuh dalam segala hal.

Anak-anak Terang harus berbeda dari anak kegelapan, maka Paulus melarang orang-orang percaya untuk meniru dunia dan bergaul menjadi kawanan mereka; Tidak satu jalan dengan bangsa asing, tidak melakukan hal-hal bodoh bersama-sama mereka. Tapi nilai keberadaan cahaya adalah untuk menerangi kegelapan, dan terang harus dinyatakan dalam kegelapan; Jangan meniru bukan berarti benar-benar menarik dan memisahkan diri, kita tidak kagum diri menjadi narsis, tetapi harus bisa menegur orang yang bertindak sia-sia yang berjalan dalam kegelapan (memberitahukan kebenaran). Kita adalah orang-orang yang tidak kompromi, tidak mengikuti (non-conformity), tetapi tidak memisahkan diri dari manusia dan membentuk komunitas separatis suci (separationist).

Paulus membuat panduan spesifik untuk hidup sebagai anak-anak Terang: arif memperhatikan dengan saksama bagaimana hidup, pergunakan waktu yang ada, memahami kehendak Tuhan, tidak kecanduan mabuk alkohol, senantiasa memuji Tuhan dan rendahkan diri satu sama lain.

Alasan utama 「menghargai waktu」 bukan karena waktu adalah berharga, hidup kita singkat; tetapi waktu pelayanan di bumi terbatas, dan Kristus segera akan kembali dan tanda-tandanya nyata pada 「hari-hari ini adalah jahat.」 Kesadaran akan akhir zaman membuat kita menjadi lebih aktif dan berhati-hati dalam memenuhi misi Injil.

Kehidupan yang waspada adalah tidak bermabuk-mabukan, berjaga-jaga tetap waspada, dan sering menaikkan mazmur pujian kepada Tuhan, dengan ajaran dan doa untuk bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan adalah tindakan yang membantu kita mempertahankan kesadaran kita atas Allah dan kasih karunia-Nya, mengingatkan kita bahwa di belakang kehidupan yang terbatas terdapat dunia yang tak terbatas, dan bahwa ada dimensi yang kekal melampaui dunia kasat mata yang sementara ini. Orang yang sering berterima kasih kepada Tuhan, tidak mudah ditawan oleh dunia, tidak akan kehilangan arah hidup.

Renungkan:

1. Apakah kita memiliki cukup kewaspadaan terhadap dosa-dosa dunia dan memiliki cukup perhatian kasih bagi orang-orang dunia?

2. Bagaimana Anda dapat menjalani kehidupan yang 「berada di dunia tetapi tidak duniawi」? Bagaimana Anda dapat membuat nyata tuntutan ini?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Yeremia 4:1-18

「Memanggil Israel Bertobat, Bencana Mengancam Yehuda」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 4:1-18 [ITB])
1Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku! 2 Dan jika engkau bersumpah dalam kesetiaan, dalam keadilan dan dalam kebenaran: Demi TUHAN yang hidup!, maka bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia dan akan bermegah di dalam Dia. 3 Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh. 4 Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!
5Beritahukanlah di Yehuda dan kabarkanlah di Yerusalem: Tiuplah sangkakala di dalam negeri, berserulah keras-keras: 『Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu!』6 Angkatlah panji-panji ke arah Sion! Cepat-cepatlah kamu mengungsi, jangan tinggal diam! Sebab Aku mendatangkan malapetaka dari utara dan kehancuran yang besar. 7 Singa telah bangkit dari belukar, pemusnah bangsa-bangsa telah berangkat, telah keluar dari tempatnya untuk membuat negerimu menjadi tandus; kota-kotamu akan dijadikan puing, tidak ada yang mendiaminya. 8 Oleh karena itu lilitkanlah kain kabung, menangis dan merataplah; sebab murka TUHAN yang menyala-nyala tidak surut dari pada kita. 9 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, raja dan para pemuka akan kehilangan semangat; para imam akan tertegun dan para nabi akan tercengang-cengang, 10 sambil berkata: Ah, Tuhan ALLAH, sungguh, Engkau telah sangat memperdayakan bangsa ini dan penduduk Yerusalem, dengan mengatakan: 『Damai kiranya ada padamu,』 padahal pedang telah mengancam nyawa kami! 11 Pada masa itu akan dikatakan kepada bangsa ini dan kepada penduduk Yerusalem: Angin panas dari bukit-bukit gundul di padang gurun bertiup ke arah puteri umat-Ku; bukan untuk menampi dan bukan untuk membersihkan, 12 melainkan angin yang keras datang atas perintah-Ku. Sekarang Aku sendiri akan menjatuhkan hukuman atas mereka.
13 Lihat, ia naik seperti awan-awan, keretanya kencang seperti angin badai, kudanya lebih tangkas dari pada burung rajawali. Celakalah kita, sebab kita dibinasakan! 14 Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancang kedurjanaanmu? 15 Dengar! Orang memberitahukan dari Dan, mengabarkan malapetaka dari pegunungan Efraim. 16 Peringatkanlah kepada bangsa-bangsa: Sungguh ia datang! Kabarkanlah di Yerusalem: Pengepung datang dari negeri yang jauh, memperdengarkan suaranya terhadap kota-kota Yehuda. 17 Seperti orang-orang yang menunggui ladang mereka mengelilinginya dari segala pihak, sebab Yehuda telah memberontak terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN. 18 Tingkah langkahmu dan perbuatanmu telah menyebabkan semuanya ini kepadamu. Itulah nasibmu yang buruk, betapa pahitnya, sampai menusuk hatimu.

Bagian dari perikop hari ini, ayat 1-4 adalah janji Tuhan untuk memberikan kesempatan baru kepada umat Israel, yakni jika mereka sungguh hati bertobat, menjauh dari perbuatan jahat dan sepenuh hati kembali kepada Tuhan, Tuhan akan memberi mereka sebuah awal baru dan kehidupan baru.

Ayat 1 「Jika engkau mau kembali, hai Israel …」 「Kembali」adalah kembali dari jalan yang salah, meninggalkan berhala, tidak lagi bimbang berayun seperti pendulum tanpa kepastian, hanya mengikuti Tuhan. Ayat 2 menunjukkan bahwa 「pertobatan」 termasuk tiga aspek dari sifat batin, yaitu 「dalam kesetiaan, keadilan dan kebenaran.」 Manusia melihat penampilan luar, tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam. 16:7); Jika umat Israel benar-benar sungguh hati bertobat, tidak hanya diri mereka akan diberkati, tapi Tuhan juga akan memberkati bangsa-bangsa melalui mereka.

Ayat 4 「… Sunatlah dirimu bagi TUHAN …」 Bayi laki Israel setelah lahir 8 hari kemudian telah disunat, dan menandakan mereka secara jasmani adalah umat Tuhan, dan di sini sekali lagi mengingatkan mereka tentang sunat, adalah yang dilakukan oleh「diri sendiri」, selain secara jasmani saja tetapi harus sunat di dalam jiwa rohani, yakni harus segenap hati dipisahkan sebagai yang suci menjadi milik Tuhan. Pada kenyataannya, orang-orang di daerah Timur dekat, tidak hanya orang-orang Israel yang melakukan sunat, Yer. 9:25-26 「Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.」 Nabi Yeremia dalam Yer. 31:33 terus bernubuat 「Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.」

Yer. 4:5 sampai pasal 6, memiliki tema yang sama, yakni 「penghukuman yang akan datang,」 dan cara penghukumannya adalah Tuhan akan membangkitkan sebuah negara di utara Yehuda, membiarkan negara tersebut mengirimkan pasukan menyerang Yehuda, Tuhan hendak memakai peperangan untuk menghukum umat-Nya sendiri yang berkhianat murtad.

Mempelajari tiga pasal ini adalah hal yang penuh tantangan, karena perikop ini sebagian besar ditulis dalam gaya puitis, yang awalnya tersebar lalu kemudian disusun terkumpul dalam Kitab Yeremia. Meskipun demikian, perikop ini memiliki tema sentral, 「penghukuman dari Tuhan,」 yang juga merupakan pusat pikiran dari seluruh pergerakan nabi Yeremia.

Ayat 5-12, nabi Yeremia memperingatkan orang-orang Israel, bahwa tentara Utara akan datang, mereka harus bergegas untuk menemukan tempat persembunyian — tetapi ini juga merupakan cara penulisan yang ironi dari Yeremia, karena bencana ini adalah penghakiman Tuhan, mereka yang tidak bertobat tidak dapat bersembunyi!

Ayat 13-18, sekali lagi menjelaskan mengapa kerajaan Yehuda dan orang Israel akan diserang dan terkena bencana, semua ini karena mereka telah meninggalkan Tuhan dan mengkhianati-Nya. Nabi Yeremia dalam ayat 14 berseru 「Hai Yerusalem, patutlah engkau membasuh kejahatan dalam hatimu, agar engkau dapat diselamatkan. Berapa lama hendak menyimpan kejahatan di dalam mu?」 Meskipun Yeremia telah berulang kali memperingatkan, memanggil mereka untuk bertobat; Tapi jelas ini tidak efektif, tidak ada hasilnya.

Renungkan:

1. Amsal 4:23 「Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.」 Problem orang Israel ada pada hati, yaitu masalah dari pikiran, kesadaran, perasaan, nilai-nilai dan komitmen manusia. Apakah Anda sepenuhnya milik Tuhan dalam aspek-aspek ini? Apakah Anda tidak hanya disunat secara daging — setara dengan baptisan air hari ini — menjadi milik Tuhan, tetapi juga 「hatimu」 seluruh diri adalah milik Tuhan?

2. Adakah Anda telah berhati-hati untuk menjaga hati Anda agar tidak tergoda? Hari ini budaya dan media porno ada di mana-mana, dan apakah Anda bersedia untuk berhati-hati atas apa yang Anda dengar, lihat, pikir, agar semuanya berkenan kepada Tuhan?

(Judul hari ini 「Memanggil Israel Bertobat, Hukuman Bencana Mengancam Yehuda」 dapat berlaku menjadi 「Memanggil Kita Bertobat, Hukuman Bencana Mengancam Kita」)


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

 


Untuk Kalangan Sendiri.