Tag Archives: Talenta

Hakim-hakim 4:11-24

「Dua wanita yang tangguh – dua pria yang canggung」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 4:11-24 [ITB])
11 Adapun Heber, orang Keni itu, telah memisahkan diri dari suku Keni, dari anak-anak Hobab ipar Musa, dan telah berpindah-pindah memasang kemahnya sampai ke pohon tarbantin di Zaanaim yang dekat Kedesh.
12 Setelah dikabarkan kepada Sisera, bahwa Barak bin Abinoam telah maju ke gunung Tabor, 13 dikerahkannyalah segala keretanya, sembilan ratus kereta besi, dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dari Haroset-Hagoyim ke sungai Kison.
14 Lalu berkatalah Debora kepada Barak: Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah TUHAN telah maju di depan engkau? Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia, 15 dan TUHAN mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki. 16 Lalu Barak mengejar kereta-kereta dan tentara itu sampai ke Haroset-Hagoyim, dan seluruh tentara Sisera tewas oleh mata pedang; tidak ada seorangpun yang tinggal hidup.
17 Tetapi Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, sebab ada perhubungan baik antara Yabin, raja Hazor, dengan keluarga Heber, orang Keni itu.
18 Yael itupun keluar mendapatkan Sisera, dan berkata kepadanya: Singgahlah, tuanku, silakan masuk. Jangan takut. Lalu singgahlah ia ke dalam kemah perempuan itu dan perempuan itu menutupi dia dengan selimut. 19 Kemudian berkatalah ia kepada perempuan itu: Berilah kiranya aku minum air sedikit, aku haus. Lalu perempuan itu membuka kirbat susu, diberinyalah dia minum dan diselimutinya pula. 20 Lagi katanya kepada perempuan itu: Berdirilah di depan pintu kemah dan apabila ada orang datang dan bertanya kepadamu: Ada orang di sini?, maka jawablah: Tidak ada.
21 Tetapi Yael, isteri Heber, mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah–sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya maka matilah orang itu.
22 Pada waktu itu muncullah Barak yang mengejar Sisera. Keluarlah Yael mendapatkan dia dan berkata kepadanya: Mari, aku akan menunjukkan kepadamu orang yang kaucari itu. Lalu masuklah Barak ke dalam dan tampaklah Sisera mati tergeletak dengan patok dalam pelipisnya.
23 Demikianlah Allah pada hari itu menundukkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang Israel. 24 Dan kekuasaan orang Israel kian keras menekan Yabin, raja Kanaan, sampai mereka melenyapkan Yabin, raja Kanaan itu.

Era Debora sebagai hakim, selain tercatat dua nama wanita: Debora dan Yael, Alkitab juga mencatat dua orang laki-laki yakni Barak dan Sisera.

Nama Barak berarti kilat dalam bahasa Ibrani. Dengan kata lain, nama ini menyiratkan cepat. Namun, pembacaan lebih saksama menunjukkan bahwa penampilan Barak justru merupakan kebalikan dari namanya,.

Kata maju muncul beberapa kali dalam 4:8, yang hanya memberitahu kita: Barak mau taat kepada Allah, tapi dia meminta seseorang untuk menemaninya. Mengapa ini penting?

Jika kita mempelajari lebih lanjut tentang Barak, kita mungkin menemukan bahwa dia kemungkinan besar adalah orang yang terkenal dari latar belakang yang menonjol. Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 secara khusus menyebutkan nama ayahnya ── Abinoam. Pada saat yang sama, itu juga dicatat bahwa Barak berasal dari Kedesh di daerah Naftali, yang hanya beberapa mil dari gerbang jalur perdagangan kuno, Megido. Dengan kata lain, dia sangat mungkin memiliki kekayaan yang melimpah, bahkan seperti yang disebutkan di 4:10, Balak dengan segera bisa mendapatkan sepuluh ribu orang untuk maju bersama dia. Tapi bagaimana kelanjutannya? Penampilan Balak sungguh tidak terampil!

Ada penjelasan yang cukup sederhana di ayat 22, yang mencatat bahwa Yael berhasil membunuh Sisera, namun catatan ini sebenarnya sangat dalam maknanya. Bayangkan saja: di medan perang, seorang wanita tak bersenjata membunuh panglima tentara musuh lalu mayatnya diserahkan kepada Barak, di mana Barak hendak meletakkan wajahnya? Penulis Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa karena keterlambatan Barak, dia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kehormatan tersebut.

Bagaimana dengan Sisera? Alkitab tidak banyak menjelaskannya, tapi kita perhatikan: 900 kereta besi perang yang disebutkan dalam ayat 13 sama sekali tidak sederhana; raja Salomo hanya memiliki 1.400 pada masa kejayaannya (1 Raja-raja 10:26), jadi 900 kendaraan ini mungkin merupakan jumlah total yang dikirim oleh berbagai kota (dari pihak musuh)! Kekuatan yang begitu kuat dikalahkan oleh Barak sampai hancur seluruh tentaranya; apa yang lebih ironis lagi? Menurut ayat 21, Sisera tidak dibunuh oleh Yael ketika dia terluka parah. Alkitab menggambarkan dia berjalan ke tenda Yael (ayat 18), bersembunyi di balik selimut, dan tidur nyenyak karena kelelahan (ayat 21) sehingga Yael memakukan patok kemah ke dalam pelipisnya sampai mati. Bagi seorang panglima perang, kematian seperti itu mungkin memalukan!

Era Debora sebagai hakim membuat kita untuk melihat dua wanita yang luar biasa dan dua pria yang canggung. (Catatan: penulis renungan tidak bermaksud untuk berbicara tentang kesetaraan gender, karena itu adalah topik pemikiran orang-orang modern.)

Renungkan:
Melalui empat karakter ── Debora, Barak, Sisera dan Yael, penulis Alkitab sebenarnya bertanya kepada kita: apakah kita bersedia seperti Debora untuk maju, atau Yael ── mencapai hal-hal besar walau dengan kekuatan terbatas? Ataukah kita semua kalah dan memalukan seperti Sisera, bahkan seperti Barak, walau memiliki kekuatan tapi kurang keberanian? Nyatanya, meski Yael yang di permukaan tampaknya memiliki kekuatan terkecil, masih memiliki pengaruh yang begitu penting di era sejarah ini, kita harus memahami: kuncinya masih sama adalah apakah kita memiliki hati yang rela untuk mengajukan diri dan maju memikul beban di masa-masa sulit.


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 4:1-16 (3)

「Karunia dan Melayani」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Ketika berbicara tentang 「memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan」, kita tidak bisa tidak berbicara tentang karunia.

Ada banyak berbeda pendapat tentang karunia. Yang paling umum adalah untuk melihat karunia sebagai keahlian khusus seseorang, seperti kaligrafi, melukis, catur, piano; Atau dipersempit, keahlian yang digunakan hanya untuk pelayanan gereja, misalnya memainkan piano di dalam gereja adalah karunia, namun bermain dalam di konser umum adalah bakat. Beberapa buku rohani Chicken Soup Kristen mengklaim bahwa karunia adalah hadiah unik dari Allah untuk individu, setiap orang adalah unik, memiliki kemampuan yang unik hanya dimiliki dia dan orang lain tidak, sehingga karunia adalah sesuatu yang hanya dapat dilakukan dia dan orang lain tidak.

Tetapi apakah ada begitu banyak yang unik? Saya telah melayani selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah memikirkan ada sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh diri sendiri dan tidak dapat dilakukan orang lain, atau diri sendiri yang terbaik sehingga yang lain tidak dapat menggantikan. Saya bisa berkhotbah, orang lain juga bisa; Saya dapat menulis dan orang lain bisa; bahkan dalam kepemimpinan dan administrasi, kita dapat membuat diri digantikan orang lain, sehingga pelayanan dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Selama bertahun-tahun penulis memiliki keraguan 「apa karunia itu?」 「apa perbedaan antara karunia dan bakat kemampuan? 」 Apa yang Paulus katakan dalam Ef. 4:7-8 「Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: 『Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.』」

Disini Paulus menekankan bahwa karunia adalah datang dari Kristus, dan bahwa ia memakai Mazmur 68:18, dan telah membuat gambaran yang bersifat metafora lukisan bahwa karunia adalah direbut kembali oleh Kristus dari kekuatan spiritual bermusuhan dan kemudian dibagikan sebagai tugas untuk orang percaya; Hal ini seperti seorang Jenderal yang memimpin tentara untuk mengalahkan musuh, setelah memasuki daerah musuh, akan membagikan benda jarahan kepada bawahannya.

Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati, memang adalah tindakan yang mengalahkan Iblis secara total. Jika karunia diberikan adalah untuk pemenuhan misi, dan Gereja mulai secara resmi menjalankan tugasnya setelah kenaikan Kristus, maka kita mengatakan bahwa karunia dianugerahkan setelah kenaikan Kristus, dan itu adalah pernyataan yang dipaksakan masih dapat dimengerti. Tetapi dikatakan bahwa karunia itu adalah direbut dari musuh Kristus, masih tidak dapat dimengerti mengapa.

Bagaimanapun juga, kita fokus pada pengertian bahwa karunia adalah penetapan Kristus kepada orang percaya. Paulus secara khusus menunjukkan bahwa Kristus khusus mempersiapkan karunia yang diberikan sesuai keadaan dan kondisi individu kita masing-masing, dan bahwa karunia ini terkait dengan Kasih Karunia yang Ia berikan kepada kita.

Karena itu penulis mendefinisikan karunia sebagai berikut: jika kita dengan mata iman melihat setiap pengalaman dalam kehidupan di masa lalu, itu adalah kasih karunia Tuhan; semua kasih karunia ini dapat diubahkan menjadi modal bagi pelayanan kita, inilah karunia.

Semua pengalaman hidup memiliki bagian membentuk kita yang hari ini. Pengalaman ini tidak selalu positif, mungkin kehilangan orang tua di masa kanak-kanak, bencana yang tumpang tindih, membawakan banyak kepahitan, kita pernah berpikir itu adalah kutuk dari Allah. Sampai kita menjadi orang percaya, kita melihat kembali dengan mata iman, memahami ulang apa yang terjadi dalam separuh kehidupan yang lampau, memahami bahwa segalanya itu datang dari Allah dan Ia telah mengatur semua. Tuhan mengatur pengalaman pribadi yang berbeda, baik positif maupun negatif adalah untuk membentuk kita yang hari ini; kutukan adalah sesungguhnya adalah riasan makeup dari berkat, semuanya adalah Kasih karunia. Selama kita berhenti untuk was-was atas pengalaman tertentu dan mempercayai bahwa semua adalah kasih karunia, mereka dapat berubah menjadi modal bagi pelayanan kita, pengetahuan dan pengalaman bagi pelayanan.

Saya lahir dalam latar belakang keluarga miskin, maka memiliki vitalitas daya hidup yang kuat, tidak memiliki permintaan yang tinggi atas material; Saya sejak kecil lemah dan sakit-sakitan, sehingga lebih mudah memahami penderitaan orang sakit; Saya berasal dari keluarga yang hancur, sehingga memiliki empati terutama bagi orang muda yang terpinggirkan, senang bergaul dengan mereka. Pengalaman-pengalaman ini telah menjadi modal pelayanan saya: dari beban, perasaan, pada kemampuan berempati, dasar pengetahuan dan pengalaman.

Siapakah orang yang paling mudah untuk mengabarkan Injil kepada pecandu narkoba dan para tahanan? Jawabannya adalah orang yang sudah melaluinya. 「Sesudah Anda bertobat, hendaklah memperkuat saudaramu.」 Tidak ada jalan yang dilalui sia-sia, tidak ada pengalaman yang terbuang, pimpinan Allah tidak pernah salah, Ia adalah penulis dan sutradara seumur hidup kita.

Pelayanan gereja tidak perlu talenta yang terlalu profesional atau terlalu teknis, tapi selalu berhubungan dengan hidup manusia, hidup dan pelayanan tidak dapat dipisahkan. Kita melayani tidak hanya dengan keterampilan dan pengetahuan profesional tertentu, tetapi dengan pengalaman masa lalu. Karunia ini tidak terbatas pada beberapa keterampilan, tetapi pengalaman hidup seumur hidup. Kasih Karunia adalah karunia, semua dapat kita imani sebagai kasih karunia dapat menjadi karunia.
Kita semua unik. Unik bukanlah beberapa keterampilan profesional kita, tetapi saya yang dibentuk dari semua pengalaman. Saya memiliki keunikan, dan keterampilan saya yang berdiri sendiri tidak unik.

Allah mempersiapkan kita untuk memiliki pengalaman yang berbeda, tujuan-Nya agar kita dapat masuk ke dalam kelompok yang berbeda dan membawa mereka mengenal Yesus Kristus. Ada banyak kelompok yang berbeda dari orang-orang di dunia, Kristus mempersiapkan orang-orang percaya yang berbeda dan memberikan karunia yang berlainan kepada mereka.

Renungkan:

1. Renungkan kembali jalan yang pernah Anda lalui, dapatkah Anda memastikan bahwa semua itu adalah kasih karunia dan pimpinan Allah?

2. Apa pengalaman Anda yang dapat Anda yakini sebagai modal melayani Tuhan? Di manakah Anda menjadi ekstensi perpanjangan Kristus?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.