Tag Archives: Definisi Gereja

Efesus 4:1-16 (2)

「Kebenaran Gereja (2)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Dalam pembicaraan kedua tentang hubungan antar anggota tubuh terfokus pada enam jenis sikap. Dalam perikop Ef. 4:1-3 dikatakan 「… supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera」 Sama seperti profesi yang berbeda memiliki tata cara berpakaian (dress code), orang-orang Kristen juga memiliki tata cara perilaku (behavioral code). Di sini yang ditekankan adalah identitas dan misi dari 「orang-orang yang telah dipanggil,」yang sepatutnya memiliki wujud manifestasi hidup sebagaimana orang yang dipanggil, memiliki sikap hidup sebagai orang yang dipanggil. 「Berpadanan dengan panggilan」 sesuai identitas dan misi.

Enam jenis sikap: rendah hati, lemah lembut, sabar, kasih, damai, memelihara kesatuan. Adalah yang sepatutnya termanifestasi dalam interaksi antar anggota tubuh.

Secara sederhana, rendah hati adalah memahami ketidaksempurnaan diri sendiri, tidak menyombongkan diri; lemah lembut adalah menerima ketidaksempurnaan orang lain, tidak semena-mena karena kesalahan orang; sabar adalah menerima ketidaksempurnaan keadaan, bersikap realistis dan penuh ketekunan menghadapi kondisi sulit. Dengan memiliki tiga aspek sikap ini, maka kita dapat menggunakan kasih untuk mengakomodasi berbagai orang dan hal-hal yang berbeda, secara damai hidup berdampingan dengan mereka dan mempertahankan kesatuan.

Patut diperhatikan, Paulus menunjukkan bahwa kesatuan adalah karunia dari Roh Kudus, bukan keadaan yang kita capai dari usaha keras. Kesatuan adalah pekerjaan Tuhan, dan kita tidak dapat mengandalkan diri kita sendiri untuk mewujudkan kesatuan; Namun, kita memiliki kemampuan untuk menghancurkan kesatuan, dengan menyebarkan rumor-rumor, desas-desus keraguan dan gosip konspirasi, yang mampu menghancurkan kesatuan yang kuat sekalipun, 「menghancurkan namun tidak membangun.」 Maka Paulus mengingatkan kita untuk berusaha sekuat tenaga kekuatan kita untuk menjaga kesatuan yang merupakan anugerah Roh Kudus.

Hanya ketika setiap anggota tubuh saling berinteraksi dengan enam jenis sikap ini, barulah Gereja dapat benar-benar bersatu, untuk secara efektif mewujudkan misinya.

Yang terakhir adalah hubungan anggota tubuh dan tubuh, berfokus pada empat pekerjaan utama. 「Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus」(Ef. 4:11-12)

Di sini disebutkan kepada empat (atau lima) macam pekerjaan: Rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, para gembala dan guru pengajar (sebagian besar penafsir percaya bahwa kedua jabatan ini merujuk pada pekerjaan yang sama yang terhubung satu sama lain.) Rasul adalah identitas yang khusus pada Gereja awal, hanya milik orang-orang yang dipilih secara langsung oleh Yesus Kristus dan mendapat pengajaran serta diberikan otoritas khusus secara langsung dari-Nya. Nabi tidak selalu nabi yang menubuatkan masa depan, lebih banyak adalah orang-orang yang memberitakan Firman. Gembala tidak merujuk sebuah jabatan resmi, tetapi adalah sebuah tugas pekerjaan.

Bisa melihat bahwa empat macam pekerjaan ini adalah pekerjaan berkaitan dengan kata-kata, berbicara. Gereja dibangun pada para rasul dan nabi, dan Firman Tuhan adalah dasar dari gereja.

Tujuan dari empat macam pekerjaan ini adalah untuk membuat setiap orang percaya kehidupannya tumbuh dan untuk mengembangkan karunia rohani yang diberikan kepada mereka sehingga Gereja dapat berkembang dengan sehat. Selama kehidupan rohani masing-masing individu orang percaya sempurna dan masing-masing mampu mengembangkan fungsi karunia mereka, maka tubuh Kristus dapat berdiri.

Bagaimana membangun Gereja yang sehat? Terlebih dahulu harus membangun orang percaya yang sehat. Bagaimana untuk menjaga pertumbuhan gereja? Terlebih dahulu adalah hidup orang percaya yang bertumbuh. Individu (anggota tubuh) dan kelompok (tubuh) terkait erat dengan satu sama lain.

Tentu saja salah satu kunci adalah bahwa setiap anggota tubuh memiliki kesadaran akan tubuh, tahu bahwa ia adalah anggota Gereja, bahwa pertumbuhan dan pemenuhan dirinya adalah di dalam Gereja, dan adalah untuk Gereja.

Penulis menekankan sekali lagi bahwa: tidak ada misi individu orang percaya, hanya ada rencana Kristus. Dan rencana Kristus hanya digenapi dalam tubuh (Gereja). Oleh karena itu, tidak ada misi iman pribadi di luar Gereja (Maka seseorang tidak dapat mengatakan pelayanannya adalah terlepas dari Gereja atau pelayanannya adalah milik pribadi.)

Renungkan:

1. Silahkan mengaplikasikan enam sikap orang Kristen pada situasi pribadi Anda, bagaimana Anda dapat mewujudkan mereka?

2. Apakah Anda berpikir bahwa pelayanan gereja Anda adalah mewujudkan kehidupan rohani orang-orang percaya dan membantu mereka untuk menerapkan karunia rohani mereka secara efektif? Pikirkan apa yang dapat lebih ditingkatkan.


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 4:1-16

「Kebenaran Gereja (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 4:1-16 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan,
supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Gereja ada adalah untuk mewujudkan rencana penebusan Allah dalam Kristus, Gereja memang adalah bagian dari rencana ini. Marilah kita bertanya mulai dari dasar lagi: Apakah Gereja itu?

Protestan lebih banyak menggunakan perspektif fungsional untuk mendefinisikan Gereja, seperti para reformator menyebutkan bahwa Gereja adalah pemberitaan Firman yang kudus dan pelaksanaan sakramen kudus. Namun definisi fungsional ini tidak mencukupi, mudah didorong menjadi konsumerisme, murni dari perspektif kebutuhan manusia, mari jabarkan beberapa fungsi Gereja: penyembahan, penginjilan, pemuridan, pelatihan, pastoral, sakramen …; Jika mengklaim bahwa gereja adalah jumlah dari fungsi-fungsi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan keagamaan orang.

Definisi lain yang populer bahwa Gereja adalah kumpulan orang-orang Kristen, adalah deskripsikan Gereja dari sudut pandang realitas keadaan kita: apakah kita ini, maka jadilah Gereja itu apa; Beberapa orang Kristen berwibawa mengatakan: apa yang kita percaya, maka itulah kekristenan, cara pikir ini terlebih lagi tidak dapat kita terima. Mari kita pikirkan, harapan apa yang dapat kita tawarkan kepada dunia jika gereja didefinisikan oleh realitas kita dalam situasi buruk?

Surat Efesus membuat tiga definisi penting tentang Gereja: Gereja adalah rumah dari Kristus (Ef. 2:19-22), tubuh Kristus (Ef. 4:11-16; 1:23), mempelai Kristus (Ef. 5:22-27). Tiga Definisi tidak merujuk secara langsung ke fungsi operatif riil dari Gereja dan tidak menyebutkan apa efek yang harus dibawakan oleh Gereja; juga tidak membicarakan kumpulan kombinasi realistis nyata dari orang percaya, tidak mengatakan bahwa jika kita semua berjalan bersama maka sudah merupakan Gereja. Justru menekankan hubungan antara Gereja dan Kristus, tidak peduli apakah itu rumah, tubuh atau mempelai, semuanya berhubungan dengan Kristus.

Gereja didefinisikan oleh Kristus, bukan oleh kita. Bukan apa yang kita butuhkan, lalu jadilah itu Gereja; Bukan kita inginkan bagaimana lalu jadilah Gereja menjadi bagaimana; tetapi adalah apa yang Kristus inginkan bagaimana Gereja itu, maka jadi Gereja sebagaimana demikian. Gereja milik Yesus Kristus, Ia adalah kepala Gereja, dan hanya dia memiliki hak untuk meminta Gereja menjadi seperti yang Ia inginkan.

Perikop Ef. 4:1-16 ini dapat dikatakan merupakan puncak dari seluruh surat ini tentang Gereja. Dalam penglihatan Gereja sebagai tubuh Kristus, Paulus bicara secara rinci hubungan Gereja dengan orang-orang percaya serta perannya. Gereja adalah tubuh Kristus, dan Kristus adalah kepala dan peran, dan masing-masing dari kita adalah bagian tubuh (organ, anggota badan).

Di sini dapat dipisahkan dari tiga lapis hubungan.

Pertama-tama, hubungan antara kepala dan tubuh, fokusnya adalah tujuh buah satu. 「satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.」(Ef. 4:4-6) Yakni satu Bapa, satu Putra (Tuhan), satu Roh Kudus, satu iman, satu baptisan, satu Gereja, satu pengharapan.

Allah TriTunggal tidak banyak dijelaskan. 「Satu iman」 bukan merujuk kepada iman subjektif, tapi isi iman yang objektif. Dengan demikian merupakan iman yang sama, Gereja yang sama, baptisan air yang sama, dengan pengharapan yang sama atas masa kelak. Paulus menunjukkan bahwa ini adalah sifat umum dari Gereja, orang Kristen adalah faktor persekutuan terbesar. Gereja disambung oleh tujuh buah satu ini.
Seperti yang dikatakan sebelumnya (Ef. 2:14-16), berbeda dengan organisasi perkumpulan bebas masyarakat manusia, Gereja adalah suatu kelompok campuran, mencakup orang dari berbagai latar belakang, tingkat sosial dan dasar ekonomi yang berbeda, politik dan budaya yang berbeda-beda. Bagaimana orang-orang ini dapat tergabung ke dalam satu tubuh? Bagaimana dapat mengurangi perbedaan antara mereka?

Paulus berkata tidak perlu mengurangi perbedaan-perbedaan ini, asalkan memakai tujuh buah satu sebagai titik kesamaan sudah cukup, tujuh buah satu memiliki sifat universal (universality), akan menutupi sifat kekhususan perbedaan antara orang percaya (particularity). Gereja adalah kelompok komunitas iman, orang percaya terikat satu sama lain melalui iman, bukan oleh karena pendapat politik yang sama atau komitmen sosial, tetapi hanya semata iman yang sama.

Gereja bukan dipertahankan oleh konsensus pendapat di antara orang percaya. Hal yang sulit untuk mencapai konsensus dalam banyak permasalahan dalam kelompok orang-orang percaya yang memiliki latar belakang yang luas. Gereja tetap memerlukan setiap orang percaya mengesampingkan pendapat mereka masing-masing pribadi dan menggantikan kehendak mereka sendiri dengan kehendak Kristus, dan mematuhi ajaran-ajaran Alkitab dan pimpinan Roh Kudus, untuk mencapai kesatuan. Inilah sebabnya mengapa orang percaya yang berbeda memiliki karunia yang berbeda dan menjadi anggota tubuh (organ) yang berbeda, tetapi mereka tidak menjadi kepala, posisi kepala hanya merupakan milik Kristus saja. Kristus selamanya adalah kepala Gereja. Tidak ada siapapun (termasuk pendeta, penatua, diakon) yang menjadi bos Gereja, dan tidak ada yang oleh dirinya menjadi penentu kata final dalam Gereja. Kristus adalah Tuhan, dan Kristus adalah Tuhan (Tuan pemilik) atas Gereja.

Kita bergabung dengan Gereja adalah karena iman, bukan karena mencari sahabat yang berpikiran sama, atau mencari teman yang baunya sama. Pada kenyataannya, saudara dan saudari bukan dipilih oleh diri kita sendiri, tetapi mereka dipanggil oleh Allah dan datang untuk bersama-sama. Di sini Paulus berbicara mengenai bagian Bapa, mencatat bahwa pada saat yang sama Allah adalah transenden (jauh melampaui) dan juga yang menyertai di dalam,  menekankan bahwa Ia adalah Bapa Surgawi kita bersama. Bapa Sorgawi yang am (universal fatherhood) mendirikan dasar kesatuan persaudaraan umat percaya yang am (universal brotherhood) .

Semakin kita mengutamakan kebersamaan iman kita, penghormatan kita akan Kristus sebagai kepala Gereja akan lebih tinggi, anggota tubuh akan lebih bersatu, Gereja akan manunggal.

Renungkan:

1. Pertimbangkan implementasi nyata dari tujuh buah satu ini dalam iman pribadi Anda dan kehidupan gereja.

2. Bagaimana identifikasi dan pemahaman Anda terhadap 「Gereja sebagai komunitas orang percaya」di zaman yang tidak dipolitisisasi ini? Bagaimana mencegah gereja dicabik-cabik oleh pandangan politik yang berbeda atau tuntutan yang berbeda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.

Efesus 3:1-13 (1)

「Menyatakan Rahasia Kristus (1)」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.

(Ef. 3:1-13 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Dalam pasal pertama, setelah mengakui rencana penciptaan dan penebusan Tuhan dalam Yesus Kristus, lalu pertama kalinya Paulus di surat ini menyebutkan gereja bahwa 「segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu」 (Ef. 1:22-23)

Paulus pertama-tama mengumumkan rencana penebusan yang telah Allah genapkan dalam Kristus dan kemudian mendefinisikan Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus. Di sini kita dapat memastikan satu fakta bahwa kita tidak bisa mendefinisikan Tuhan, iman, dan Gereja berdasarkan kebutuhan manusia. Allah tidak bisa menjadi Allah milik rumah kita, Ia bukan pemasok kebutuhan kita. Jika kita memiliki ide ini, kita pasti tidak dapat mengenal Allah, tidak mampu benar-benar percaya pada Allah, hanya dapat mengubah Allah menjadi dewa Wong, Kristus menjadi seorang boddhisattwa Kris. Gereja hanya dapat didefinisikan oleh Yesus Kristus, meninggalkan Yesus Kristus maka tidak ada Gereja.

Yesus Kristus tidak hanya merupakan pusat ibadah kita, Dia adalah Tuhan yang bertindak. Allah adalah dinamis bukan statis. Yesus Kristus adalah rencana penebusan Allah, dan Gereja adalah bagian dari rencana. Tuhan membangun gereja adalah untuk rencana ini, dan keberadaan Gereja adalah untuk menyelesaikan rencana ini. Gereja tidak bisa terpisahkan dari rencana penebusan Yesus Kristus.

Dalam pasal ketiga, Paulus berbicara lagi tentang rencana Kristus, tapi ia tidak pernah berbicara tentang bagian kosmologi dari rencana ini -bagaimana semua ciptaan yang ada pada akhirnya bersatu dengan Kristus. Sebaliknya, fokus berbicara pada bagian manusia dari rencana tersebut, terutama bagian Gereja (dalam huruf kapital, artinya Gereja yang am, bukan gereja lokal.) 「Bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus」 (Ef. 2:6) Kita tidak terlalu tahu bagaimana semua yang ada di alam semesta bersatu dengan Kristus; Tapi kita semua terlepas dari latar belakang apapun, dapat bersatu dalam Kristus dan menjadi bagian dari Gereja, adalah hal yang dapat kita pahami dan praktekkan.

Paulus meletakkan diri dalam rencana Kristus, menemukan nilai keberadaan dirinya. Pertama, Allah membuat dia mengerti rahasia Kristus; Kedua, Allah membiarkan dia menyatakan rencana Kristus dengan menyampaikan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Di kemudian dia berkata 「Berdoalah … juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara」 (Ef. 6:19-20). Tujuan keberadaan Paulus, penyebab segala macam penderitaan yang ia hadapi, semuanya adalah untuk memberitakan rahasia ini.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, di dunia tidak ada misi Paulus atau misi saya Liáng Jiā Lín, hanya ada misi Kristus, kita hanya dapat dan harus menemukan posisi diri dalam misi Kristus, yang merupakan nilai dari keberadaan kita. Kita adalah bagian dari rencana Kristus dan memiliki peran kecil di dalamnya. Identitas dan misi Gereja juga didasarkan pada ini: keberadaan Gereja adalah mewujudkan misi ini, memberitakan Injil kepada segala bangsa.

Keberadaan kita dan gereja adalah untuk rencana Kristus. Apa pikiran yang kita miliki untuk dicapai, itu adalah sekunder; Yesus memiliki kehendak untuk kita genapi, dan itu adalah yang paling penting. Allah mungkin akan mendengarkan doa-doa kita dan memenuhi permohonan kita, tapi itu bukanlah tujuan utama dari keikutsertaan kita dalam gereja, datang ke gereja bukan untuk memenuhi keinginan hati kita, tapi untuk membiarkan kehendak Tuhan digenapi, termasuk dalam hidup kita.

Inilah sebabnya Paulus, di paragraf pertama pasal satu, tiada henti menyebutkan kehendak Tuhan: 「… Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, … sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, … untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. … di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan … sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya」 (Ef. 1:5-6, 9-11)

Gereja hendaknya memenuhi kehendak Allah, kita hendaknya memenuhi kehendak Allah.

Renungkan:

1. Apa pandangan Anda atas bagian dari Doa Bapa Kami 「jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga」? Apa yang menjadi tekad Anda?

2. Apakah Anda sering menentukan hidup Anda dengan misi, juga mendefinisikan Gereja dalam misi? Apa yang merupakan misi Anda?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.