「Menasihati orang untuk didamaikan dengan Allah」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 5:16-21 [ITB])
16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Kemarin, kita melihat bahwa Paulus tahu dirinya memiliki tanggung jawab untuk menasihati orang percaya Korintus, didasarkan pada dua alasan / motivasi, satu adalah karena mengetahui bahwa patut takut hormat akan Allah, setiap orang harus menghadap takhta pengadilan Kristus; kedua karena kasih Kristus, mengetahui bahwa Tuhan Yesus mati dan bangkit bagi semua orang. Kedua alasan / motivasi itu bekerja pada waktu yang sama, kasih dan penghakiman ada bersamaan di dalam Kristus. Lalu, nasihat apa yang Paulus ingin berikan kepada mereka? Sebagai hamba Kristus dan pelayan Perjanjian Baru, apa nasihat yang paling penting? Apa tujuannya? Perikop yang kita baca hari ini memberi kita jawaban.
Di 5:16 ini Paulus juga mulai dengan kata 「sebab itu」 (ὥστε hoste), artinya perkataan berikut ini adalah perpanjangan dari teks sebelumnya di atas. Teks sebelumnya (yaitu, orang harus hidup bagi Tuhan yang telah mati dan bangkit kembali bagi mereka) adalah dasar bagi teks berikut yang menunjuk apa makna konkretnya bagi pemikiran dan tindakan manusia — jangan memakai cara pandang manusia untuk memahami orang dan Kristus. Apa masalah cara pandang manusia? Atau 「cara pandang manusia」 yang seperti apa yang bermasalah? Jelas, nasihat Paulus ini ditujukan kepada mereka yang mengandalkan penampilan luar untuk memegahkan diri, juga memakai cara tersebut untuk menghakimi orang-orang di sekitar (termasuk Paulus) (5:12) Ada peneliti Alkitab yang menunjukkan, sikap mereka yang mengandalkan penampilan luar untuk menilai orang ini kemungkinan dipengaruhi kebiasaan persaingan dan konsep kehormatan, kefasihan, kekayaan dan kekuatan menaklukkan dalam budaya Yunani waktu itu untuk menilai harga dan kehormatan seseorang dalam masyarakat. Bagi orang-orang ini, Paulus adalah manusia lemah, bahasa kasar (10:10), dan jauh dibandingkan dengan mereka yang menganggap diri mereka sebagai super rasul, bagaimana mungkin Paulus bisa memenuhi syarat untuk menasihati dan mengingatkan mereka? Paulus di sini menunjukkan kesalahan mereka yang paling mendasar, karena, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru (καινὴ κτίσις kaino ktisis / new creation, 5:17).
Dalam Perjanjian Baru, ini adalah ayat yang sangat penting, yang menunjukkan bahwa melalui kematian dan kebangkitan Kristus maka ciptaan baru telah berlaku atas diri orang-orang percaya. Ciptaan baru bukan semata-mata masalah masa depan. Di sini, Paulus menggunakan fakta dasar ini untuk memperbaiki sikap mereka yang memandang orang berdasarkan penampilan luar, menunjukkan bahwa orang-orang di dalam Kristus tidak mungkin lagi mengevaluasi dan membandingkan satu sama lain memakai cara-cara atau nilai-nilai duniawi lama yang sudah berlalu, 「yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang」. Karena adalah ciptaan baru maka hanya dapat memakai cara pandang yang baru untuk melihat segala sesuatu, seperti halnya kita telah memasuki era Internet yang mengglobal, tidak mungkin memakai lagi cara pandang teknologi informasi lama yang terbatas dari masa lalu untuk menyelesaikan masalah. Bagi Paulus, ciptaan baru sudah mulai, memiliki efek pada kehidupan orang percaya, maka, jemaat Korintus tidak sepatutnya memakai lagi cara pandang dunia untuk memandang orang dan Kristus. Mereka patut merenungkan lagi hubungan mereka dengan Kristus, memikiran apakah ciptaan baru telah terjadi pada diri mereka, jika tidak, maka harus sesegera mungkin untuk berdamai dengan Kristus.
Sebab itu bagian berikutnya berbicara tentang perdamaian dengan Allah (rekonsiliasi). Paulus memberikan nasihat dalam berbagai aspek kepada orang percaya Korintus, tetapi yang paling penting adalah nasihat agar mereka berdamai dengan Allah 「dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah」 (5:20) Sebagai utusan khusus Kristus, salah satu tugas terpenting adalah menasihati orang untuk berdamai dengan Allah. Semua pengajaran, peringatan, dan teguran harus didasarkan pada tujuan tertinggi ini. Sampai di sini, dari isi surat dan sikap Paulus dapat kita lihat bahwa bagian besar orang-orang percaya Korintus memiliki hubungan cukup baik dengan Tuhan dan Paulus, jadi perkataan Paulus 「berilah dirimu didamaikan dengan Allah」 pada dasarnya ditujukan kepada orang-orang yang menyerangnya. Tujuan menasihati adalah agar orang berdamai dengan Allah, dan hanya dengan demikian barulah bisa memiliki awal yang baru, barulah bisa didasarkan ciptaan baru dan cara pandang baru untuk memiliki pemahaman baru atas orang lain dan memperbaiki celah perpecahan, sehingga dalam kasih Kristus membangun hubungan saling menghormati dan saling percaya. Rekonsiliasi didamaikan dengan dengan Allah, menjadi ciptaan baru, memakai sudut pandang ciptaan baru untuk memandang segala sesuatu, membangun kembali hubungan kasih dengan manusia dan Allah, semua ini adalah hal-hal yang telah dilakukan Yesus Kristus bagi dunia, dan ini adalah transformasi besar yang dibawa oleh kematian dan kebangkitan-Nya.
Terakhir, layak direnungkan ayat 5:10 menyebutkan setiap orang harus diadili di hadapan takhta pengadilan Kristus, tetapi ayat 5:21 menunjukkan bahwa Allah melalui penebusan Yesus Kristus sehingga dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Melalui Kristus, dosa manusia telah diampuni (dibenarkan) oleh Allah, lalu apa yang perlu diadili lagi dalam penghakiman kelak? Jika kelak setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat, lalu bagaimana Yesus Kristus menanggung semua dosa dan hutang kita? Dua ayat itu tampaknya konflik dengan satu sama lain, tetapi dalam pengajaran Paulus, keduanya benar adanya pada waktu yang sama. Sebagai utusan khusus Kristus, di satu sisi, kita harus memberitakan kepada orang-orang Injil kebenaran (3:9, 5:21), di sisi lain, kita juga harus menasihati orang untuk meninggalkan yang jahat dan melakukan yang baik, dan berdamai dengan Allah. Pesan pembenaran dan penghakiman sama pentingnya, dan ketika dua benar adanya berdampingan pada saat yang sama, sehingga membentuk tarikan ketegangan. Bagaimanakah penghakiman di masa depan? Apakah pada hari itu Tuhan Yesus berkata 「Aku tidak pernah mengenalmu」? Karena dengan ketidakpastian ini, hari ini kita harus memegang erat kesempatan didamaikan dengan Allah, meninggalkan kejahatan dan berbuat baik. Pembenaran jika tidak ada penghakiman maka menjadi anugerah murahan, penghakiman jika tidak ada pembenaran maka menjadi kutukan yang besar, tidak ada satu orang pun yang diselamatkan masa depan. Pembenaran adalah jaminan keselamatan, penghakiman mendesak orang agar tidak hidup semaunya karena merasa ada jaminan pembenaran. Pembenaran dan penghakiman perlu ada berdampingan, sehingga pelayanan menasihati memiliki fungsi. Dalam dasar paling utama 「didamaikan dengan Allah」, pembenaran dan penghakiman memiliki titik berat fokusnya masing-masing.
Renungkan:
Hari ini tolok ukur apa yang biasanya digunakan orang untuk menilai harga dan kehormatan seseorang? Apakah saya sering memakai cara pandang manusia untuk mengenal memahami orang lain? Apa itu 「ciptaan baru」? Apa perbedaan antara melihat sesuatu dari sudut pandang ciptaan yang baru? Apakah saya yakin bahwa saya adalah ciptaan baru di dalam Kristus? Dalam dasar 「didamaikan dengan Allah」, apa yang dapat saya lakukan untuk Tuhan? Apa hubungan antara pembenaran dan penghakiman?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.