Tag Archives: Dasar Iman

1 Kor. 3:10-11

Yesus adalah satu-satunya dasar Gereja!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 3:10-11 [ITB])
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Membaca ayat-ayat suci hari ini, di hati saya meluap sebuah pujian yang sangat saya cintai 《Satu-satunya dasar Gereja》(The Church’s One Foundation; 1866) . Pujian itu mengatakan: Satu-satunya dasar Gereja adalah Tuhan Yesus Kristus, Gereja adalah ciptaan baru Tuhan, lahir dari air dan Firman, Tuhan datang dari surga untuk mencari Gereja, menjadi pengantin suci Tuhan, rela menumpahkan darah-Nya sendiri dan mengorbankan nyawa-Nya menebus Gereja. Bait ketiga dari pujian itu sering membuat hati saya terasa sakit: Gereja telah melalui kesulitan besar, dunia telah menertawakan memfitnahnya, perselisihan internal membelah tubuh Gereja, dilukai bidat dan kemurtadan, dan orang-orang kudus saling bertanya, berapa lama malam hari? Tangisan segera akan berlalu menjadi nyanyi pujian, dalam sekejap melihat cahaya pagi.Saya berpikir tentang Samuel J. Stone penulis pujian ini mungkin mampu untuk memahami kesedihan hati Paulus, ketika gereja telah mengalami banyak kegagalan, krisis dan kehancuran, kita harus memimpin orang-orang kembali kepada Kristus! Hanya ketika Gereja tegak meninggikan Kristus, barulah kita dapat memiliki dasar untuk persatuan.

1 Kor. 3:10, untuk menggambarkan pelayanannya maka Paulus memakai kata ahli bangunan (architekton) sering diterjemahkan sebagai masterbuilder dalam versi bahasa Inggris, yang berarti kepala tukang (seperti dalam ITL), atau tukang utama; kata ini adalah kombinasi dari dua kata Yunani, yaitu pemimpin, yang pertama (arche; chief, first) dan tukang (tekton; builder, carpenter). Menariknya, pada zaman Yesus dan Paulus, tukang kayu dan tukang pembangun tidak memiliki pembagian kerja yang jelas. Oleh karena itu, Alkitab menggunakan kata tekton untuk menggambarkan pekerjaan Yesus. Oleh karena itu, kita juga dapat mengatakan: Yesus tukang kayu adalah anak tukang kayu. (Mat. 13:55; Markus 6:3), Yesus adalah tukang kayu, maka Paulus juga merasa terhormat dan menyebut diri tukang, dan di gereja Korintus sebagai kepala tukang.

Di lokasi pembangunan, tanggung jawab kepala tukang adalah meletakkan dasar fondasi. Paulus lebih lanjut berkata: aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap (wise chief-builder)! Kecakapan Paulus bukanlah seberapa bagus keterampilannya, tetapi bahwa ia tahu dasar apa yang harus ditegakkan sebagai fondasi gereja! Dia pertama kali pergi ke Korintus untuk membuka dan mendirikan gereja, oleh karena itu, gambaran Paulus atas dirinya sebagai kepala tukang / ahli bangunan sangat tepat, tetapi yang paling dia suka adalah bahwa dia pertama-tama menegakkan Kristus sebagai fondasi gereja! Di gereja Korintus, Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar yang diletakkan Paulus! Rekan kerja lainnya hanya dapat terus membangun di atas fondasi ini! Gereja Allah hanya dapat memiliki satu fondasi, yaitu Kristus, dan tidak dapat meletakkan fondasi lain! Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar adalah inti teologi gereja sepanjang zaman!

Beberapa konsili awal dari gereja mula-mula adalah mendeskripsikan identitas Kristus! Kristus sama dan sederajat dengan Bapa, esensi yang sama dengan Bapa, dan Allah sejati yang keluar dari Allah yang sejati, inilah yang diajarkan Pengakuan Iman Nicea; Kristus adalah inkarnasi yang sempurna dari Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, memiliki keilahian yang sempurna dan kemanusiaan yang sempurna, ini adalah ajaran Kredo Kalsedon. Demikian 「Yesus kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, Yang menderita dibawah pemerintahan Pontius pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun kedalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa. Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan mati」 seperti yang dideskripsikan dalam Pengakuan iman rasuli dari Gereja yang kudus dan am. Organisasi (tidak dapat disebut gereja) yang terpisah dari keyakinan inti ini, menyimpang sangat serius dari kebenaran Kristus, kita menyebutnya bidat! Satu-satunya yang dapat menjadi fondasi gereja Allah adalah Tuhan Yesus Kristus.

Ketika Arianisme melanda gereja, gereja bersatu mengadakan Konsili Nicea (325 M) sebagai apologetika atas keilahian Kristus yang sempurna! Ketika para pemimpin bidat menyangkal bahwa Yesus adalah Firman yang benar-benar dan sepenuhnya berinkarnasi menjadi manusia, gereja bersatu mengadakan Konsili Chalcedon (451 M) untuk menjunjung tinggi inkarnasi Kristus dan sifat ganda Kristus sebagai Allah dan manusia. Dalam menghadapi serangan Samuel J. Stone di tahun 1866 menulis pujian 《Satu-satunya dasar Gereja》. Dalam menghadapi gejolak di gereja Galatia, maka Paulus menuliskan surat yang pertama, Surat Galatia (menurut teori Galatia Selatan). Paulus mengatakan dengan keras: sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Gal. 1:8).

Menghadapi masalah dan perpecahan di gereja Korintus, Paulus mengingatkan mereka: Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar gereja! Hanya gereja yang meninggikan Kristus adalah gereja dengan Injil yang sejati, dan satu-satunya Gereja yang dapat menyatukan orang untuk memasyhurkan Injil! Hanya memiliki Kristus, baru bisa ada kesatuan. Samuel J. Stone menulis dengan baik: walau Gereja dipanggil dari berbagai bangsa-bangsa, tetapi orang percaya menjadi satu tubuh, sama-sama memiliki bukti keselamatan yang sama, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, bersama hormat satu nama kudus yang sama, menikmati satu-satunya makanan surgawi, sama-sama memiliki harapan tunggal yang sama, sama-sama mendapatkan kasih anugerah tidak terbatas. Mereka yang meremehkan Kristus, memutarbalikkan kebenaran Alkitab, dan menyangkal bahwa Kristus adalah Allah, satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup, harus sepenuhnya kita tolak! Gereja Tuhan harus ingat: Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar gereja!

Renungkan:
Sepanjang zaman kekuatan gelap ingin mendistorsi dan menyelewengkan kebenaran tentang identitas Kristus! Hendaklah kita gereja mengingat dengan teguh bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar gereja, kita perlu sungguh-sungguh mengenal Kristus! Sudahkah Anda mempelajari ajaran Kristus secara mendalam? Jika Anda seorang gembala, apakah Anda sepenuhnya mengajarkan kebenaran tentang Kristus?
Perhatikan dan waspada ajaran sesat yang berbeda, terutama yang dekat dengan pemikiran Kristen. Bagaimana ajaran mereka tentang Kristus berbeda dari kita? Hendaklah kita ingat, menjunjung tinggi kebenaran Tritunggal, dua kodrat Kristus yakni sepenuhnya Allah dan juga sepenuhnya manusia, dan Kristus adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan adalah kebenaran inti dari Gereja! Apakah Anda benar-benar memahami kebenaran ini?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yohanes 2:22

Ingatan yang dahulu, iman kelak

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 2:22 [ITB])
22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus

Ini adalah kalimat yang ditambahkan oleh narator Injil Yohanes — sebagai saksi Yesus di masa lalu, kata-kata narator masuk ke dalam catatan peristiwa tersebut untuk melengkapi hubungan dirinya dengan Yesus Kristus. Sebenarnya, membersihkan Bait Suci adalah peristiwa membekas yang diingat-ingat narator Injil Yohanes. Ingatan yang membekas selalu menjadi tema penting dalam Injil Yohanes. Ternyata kehidupan Yesus Kristus selalu menjadi ingatan yang membekas para murid-Nya setelah kematian-Nya. Sebagai contoh, perikop lainnya yang serupa dicatat dalam 12:16 Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia. Injil Yohanes sering kali diselingi dengan ingatan yang membekas sang narator. Oleh karena itu, kita memahami kata-kata dalam ayat ini: Jadi setelah Dia bangkit dari antara orang mati, para murid ingat bahwa Dia pernah mengatakan tentang hal ini, dan mereka percaya pada Kitab Suci dan apa yang Yesus katakan.

Ternyata iman para murid di kemudian hari didasarkan pada ingatan mereka akan masa lalu tentang Yesus. Faktanya, para murid tidak mengerti apa yang Yesus maksud dengan mendirikan Bait Suci dalam tiga hari. Di masa depan kelak mereka hanya bisa mengingat peristiwa masa lalu ini dan menjadi iman mereka di masa depan. Hubungan iman ini antara masa lalu — masa depan adalah fokus perenungan kita hari ini. Kadang-kadang, kita mungkin tidak dapat memahami tindakan Tuhan saat ini, atau bahkan tidak memahami bahwa itu adalah tindakan Tuhan. Namun, ada hal-hal yang tampaknya biasa-biasa saja, jika kita perhatikan dengan saksama, kelak akan menjadi titik tolak iman kita di masa depan. Di sini, iman kepercayaan para murid didasarkan pada ingatan masa lalu. Ini berarti bahwa iman bukan hanya … segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1), iman juga bisa merupakan perpanjangan dari pengalaman dan ingatan masa lalu. Apa yang tidak dipahami hari ini bisa menjadi dasar iman masa depan. Oleh karena itu, secara umum, sekalipun tidak dipahami saat ini, tetap bermakna karena itu adalah fondasi iman kita masa depan.

Renungkan:
Mungkin hari ini Anda memiliki kebingungan tentang Tuhan, tetapi jangan kecil hati, itu akan terakumulasi menjadi ingatan yang membekas menjadi iman Anda kepada Tuhan di masa depan. Sebaliknya, Anda yang hari ini, cobalah untuk mengingat kembali pengalaman masa lalu Anda dengan Tuhan, itu mungkin menjadi titik memulai iman Anda hari ini.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:10-13

「Jangan tawar hati」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:10-13 [ITB])
10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Dalam teks sebelumnya Paulus berbicara tentang misi Injilnya maka dalam beberapa ayat ini Paulus beralih berbicara tentang rencana kekal yang Allah selesaikan dalam Yesus Kristus, ini lebih lanjut mengungkapkan ketidaklayakan kita. Karena dalam pelayanan Injilnya sendiri Paulus melihat perbuatan Allah yang transenden (melampaui segalanya), bukan saja menghendaki orang non-Yahudi memahami kekayaan Kristus, tetapi juga melalui gereja diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di langit (lihat BIMK, BISH dan CUV; sedangkan ITB dan mayoritas Inggris menerjemahkan sebagai sorga). Penguasa dan pemerintah di langit ini seharusnya mengacu pada kekuatan spiritual di sorga, termasuk malaikat yang melayani Allah, serta Setan beserta roh jahat di angkasa. Ini bukan akan terwujud di masa depan, tetapi di zaman sekarang digenapkan melalui Gereja. Hanya sejumlah kecil salinan kuno di ayat 10 tidak terdapat kata sekarang (νῦν nun), yang memungkinkan untuk menunjuk ke masa depan. Namun dalam bukti transkrip secara keseluruhan, jelas adanya kata ini, jadi meskipun kita tidak bisa memahami bagaimana hal tersebut digenapkan, kita harus percaya bahwa Allah akan melalui Gereja menunjukkan hikmat-Nya kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di langit.

Apa yang Allah ingin tunjukkan melalui gereja kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa roh ini adalah pelbagai ragam hikmat Allah. Istilah pelbagai ragam awalnya menunjuk pada banyak ragam warna warni, baik dalam pakaian, karangan bunga, atau permata, mengacu pada warna yang diekspresikan yang berbagai ragam dan kaya. Di sini menunjukkan bahwa kekayaan hikmat Allah dapat ditampilkan pada berbagai tingkatan. Ini seperti di ayat sebelumnya mengungkapkan sifat transendensi dari hikmat dan kemuliaan Allah yang melampaui segalanya.

Di bawah maksud abadi (rencana kekal) Allah yang transenden melampaui segalanya ini, Paulus mengembalikan fokus berita ini kepada diri kita (ayat 12-13). Kita harus berani dan tidak takut, dan tidak tawar hati. Penuh kepercayaan atau percaya tanpa keraguan, yakni πεποίθησις pepoithesis dalam teks bahasa aslinya pada dasarnya mengungkapkan penegasan atas apa yang diimani, paling sering diterjemahkan sebagai keyakinan atau percaya yang mendalam. Dan di sini keyakinan yang mendalam tidak datang dari diri sendiri, tetapi datang dari percaya kepada Yesus atau iman yang datang dari Yesus. Oleh karena itu, ini bukanlah percaya diri (lihat terjemahan RCUV yang artinya self confidence), tetapi iman mutlak kepada Yesus Kristus (lihat terjemahan Inggris confidence through our faith in Him). Hanya berdasarkan percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang dapat diandalkan ini barulah kita benar-benar dapat dengan berani masuk ke hadirat Allah.

Terakhir, ayat 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu, Paulus menyampaikan permintaannya. Namun subjek permohonan ini tidak diungkapkan dengan jelas, sehingga beberapa terjemahan menafsirkan kalimat ini sebagai: Paulus berdoa agar dirinya sendiri tidak berkecil hati ketika menderita bagi orang yang beriman. Jika menurut cara tafsir terjemahan ini, maka permohonannya ditujukan kepada Allah, dan ini merupakan doa Paulus untuk dirinya sendiri. Namun dalam penggunaan yang umum, kata kerja yang mengungkapkan permohonan harus dengan jelas menyatakan Allah adalah pihak tertuju barulah merupakan sebuah doa, jadi karena cara pemakaian kata kerja tersebut di ayat ini maka ini bukan merupakan sebuah doa, melainkan himbauan kepada pembaca, sebagaimana diterjemahkan oleh RCUV (juga ITB). Jadi walaupun melihat Paulus menderita dalam proses penggenapannya, namun karena pengenalan terhadap betapa kaya kemuliaan karya yang akan digenapkan Allah di dalam Gereja, maka pembaca tidak kehilangan harapan dan putus asa.

Renungkan:
Mohon supaya Allah memberi tahu kita hikmat rencana-Nya dan dengan iman kepada Yesus Kristus kita menghadapi jalan di depan.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:8-10 (2)

「Mahakarya Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:8-10 [ITB])
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Efesus 2:10 menggunakan perspektif lain untuk menjelaskan keselamatan yang digenapkan oleh Allah dalam Yesus Kristus, menunjukkan bahwa kita adalah buatan (ποίημα poiema) ciptaan Allah. Kata yang hanya muncul dua kali dalam Perjanjian Baru digunakan di sini. Arti dasarnya adalah bikinan, pekerjaan, ciptaan; dalam Perjanjian Lama terjemahan Yunani kuno, kata ini muncul 28 kali, 20 kali di antaranya ada dalam kitab Pengkhotbah, yang sebagian besar mengungkapkan apa yang dilakukan orang di dunia. Penulis kitab Pengkhotbah semula berharap menemukan makna dan nilai kehidupan dalam hal-hal tersebut, namun hasilnya hanya membawa kekosongan, tidak ada hasil yang kekal; namun di sisi lain, penulis kitab Pengkhotbah juga menggunakan kata ini untuk menggambarkan apa yang telah digenapkan Allah, Pengkhotbah 3:11 mengatakan: Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Oleh karena itu, kata ini tidak hanya berarti pekerjaan itu sendiri, tetapi makna yang ditunjukkan oleh hal-hal yang dikerjakan selesai itu.

Kata ini tidak digunakan dalam Perjanjian Baru untuk mengungkapkan tindakan manusia, tetapi untuk menggambarkan pekerjaan Allah. Kemunculan lain dari kata ini dalam Perjanjian Baru adalah di Roma 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Di sini, ciptaan menyatakan kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian Allah, dan mengungkapkan di hadapan manusia apa yang semula tersembunyi dan tidak terlihat mata. Di sana, karya Allah memungkinkan orang untuk menyadari kemuliaan-Nya, yang Dia pertunjukkan di hadapan manusia.

Arti penting dari yang Allah pertunjukkan ini juga ditekankan di surat Efesus. Di ayat 2:7 Paulus menjelaskan bahwa keselamatan yang digenapkan oleh Allah memperlihatkan anugerah yang sangat melimpah, kebaikan yang telah Dia pertunjukkan kepada kita dalam Kristus Yesus, kepada zaman atau generasi selanjutnya. Kita diselamatkan, di satu sisi kita mengalami pembaruan hidup, di sisi lain itu membuat kita menjadi saksi dan bersaksi atas anugerah Allah. Dalam teks bahasa aslinya, penulis meletakkan Nya (milik Dia) di awal kalimat, yang menunjukkan bahwa kita menjadi peran utama dalam apa yang telah Allah ciptakan. Kita yang diselamatkan berasal dari dan diciptakan oleh-Nya. Dari perspektif ini, kita dapat memperluas buatan Allah di sini menjadi mahakarya Allah.

Terakhir, Paulus menunjukkan bahwa meskipun perbuatan baik tidak bisa membuat kita selamat, tetapi perbuatan baik justru adalah hasil dari keselamatan ini. Pekerjaan yang telah Allah lakukan di dalam Yesus Kristus adalah membuat kita melakukan kebaikan, yang telah Allah persiapkan untuk kita lakukan. Dalam Roma 3:12, Paulus mengutip pesan dari Mazmur 14 dan 53, ia menunjukkan: Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Orang tidak mampu hanya mengandalkan diri berbuat baik, seperti yang dikatakan kitab Pengkhotbah, apa yang kita lakukan pada akhirnya hanyalah kesia-siaan. Hanya di bawah anugerah dan keselamatan Allah, kita dapat kembali ke rancangan asli Allah dan melakukan apa yang telah Allah persiapkan untuk kita lakukan seperti apa yang Dia kehendaki.

Renungkan:
Karena kita adalah mahakarya Allah, kiranya kita dapat mempertunjukkan apa yang telah dilakukan anugerah Allah.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 2:8-10

「Karena kasih karunia」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:8-10 [ITB])
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Paulus menunjukkan bahwa fondasi keselamatan adalah anugerah Allah. Dia menggambarkan keselamatan kita dalam bentuk past participle atau bentuk pasif, bentuk ungkapan ini sendiri sudah menunjukkan bahwa ini adalah tindakan yang dilakukan pada diri kita, artinya kita yang ada dalam dosa tidak bisa menyelamatkan diri kita, hanya bisa diselamatkan. Paulus demi ayat 5 menambahkan beberapa penjelasan pada kalimat ini, pertama-tama, menambahkan kata sandang pada kata kasih karunia dalam ayat 8 ini,5 … oleh kasih karunia kamu diselamatkan … 7 … menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya … 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan …), fungsi utamanya adalah agar terhubung dengan kasih karunia di ayat 7, menunjukkan: kasih karunia yang menjadi sandaran kita untuk keselamatan adalah kebaikan-Nya di dalam Kristus Yesus yang sangat melimpah yang hendak Allah nyatakan kepada zaman (generasi) selanjutnya.

Selain itu, Paulus menunjukkan bahwa respons yang sepatutnya dimiliki manusia adalah percaya dan menerima anugerah yang diberikan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Ada pemahaman bahwa paruh kedua ayat 8 merupakan penjelasan tambahan dari iman, menunjukkan bahwa bahkan respons iman ini bukan tanggung jawab kita sendiri sebab keselamatan sepenuhnya adalah pekerjaan Allah. Penjelasan seperti itu di satu sisi seperti menekankan kedaulatan Allah, namun terlalu berlebihan, dan mengabaikan tanggung jawab manusia untuk memberikan respons; di sisi lain, karena ayat 8b dan ayat 9 seharusnya paralel, jika kedua kalimat itu dihubungkan bersama, mereka mencerminkan arah fokus tafsirnya lebih menjelaskan keselamatan, tidak berfokus menjelaskan iman. Oleh karena itu, di sini bertujuan menjelaskan keselamatan itu sendiri adalah anugerah Allah, bukan diperoleh dari tindakan kita, terlebih bukan apa yang sepatutnya kita terima.

Makna iman yang paling dasar adalah menerima. Allah telah menyelesaikan karya keselamatan di dalam Yesus Kristus, saat kita percaya, kita mengakui bahwa identitas keselamatan itu bukan hasil usaha kita, bukan keluar dari diri kita sendiri, tidak ada yang bisa kita sombongkan, mungkin inilah yang membuat orang-orang kesulitan terhadap keselamatan Yesus Kristus. Manusia selalu berharap untuk dapat mengontrol masa depan mereka sendiri. Sejak kecil kita telah dilatih untuk bertanggung jawab atas diri kita sendiri, dan kita harus menanggung urusan kita sendiri dan bekerja keras untuk sukses. Oleh karena itu, sulit untuk memahami dan menerima sesuatu yang bukan dari usaha diri sendiri dan sama sekali tanpa ada sumbangsih. Ada pepatah Inggris yang mungkin merefleksikan fakta ini, yaitu, manusia tidak bisa membopong tubuh dengan tangannya sendiri, bahkan atlet angkat besi tertinggi pun yang bisa mengangkat benda yang lebih berat dari dirinya, tapi tetap tidak bisa mampu membopong diri sendiri. Kebenaran yang sama benar adalah bahwa kita tidak dapat mengandalkan usaha kita sendiri untuk membangkitkan diri kita sendiri dari kematian dalam dosa.

Kita diselamatkan oleh anugerah, dan juga percaya, inilah Injil yang kita terima dan merupakan elemen utama yang membedakan iman Kristen dari agama lain.

Renungkan:
Injil bukanlah anugerah murahan, tetapi Allah membayar harga yang mahal melalui Yesus Kristus yang menjadi korban dan berkorban, dengan cara yang tak ternilai harganya menganugerahkannya kepada orang yang percaya tanpa imbalan bayaran harga. Kiranya Allah memanggil kita setia pada anugerah Injil ini dan berbagi harta yang tak ternilai ini kepada orang lain.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 6:10-20, 21-24

「Menjadi Orang yang Teguh」

Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)

(Ef. 6:10-24 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
21 Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu. 22 Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu. 23 Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. 24 Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

Kita tidak bermaksud menjelaskan bagian berkat dan salam di ayat 21 – 24, meskipun terdapat beberapa topik berharga untuk dibahas. Silahkan membaca keempat ayat tersebut.

Efesus 3:14-21 (3) telah berbicara tentang subjek 「Teguh dan Hati Kasih」 memiliki beberapa bagian diulang dalam bagian akhir tulisan Paulus ini yang merupakan fokus perikop hari ini, yakni 「menjadi orang yang teguh.」

Di Ef. 6:10 Paulus mengatakan: 「Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.」 Kata 「akhirnya」 dalam CUVT diterjemahkan bahwa Paulus mengatakan 「kata-kata terakhir.」 「Terakhir」 tidak berarti bahwa itu adalah kata-kata yang belum pernah disebutkan sebelumnya dan disimpan sampai bagian terakhir, tetapi dia berpikir bahwa ini adalah bagian yang paling penting, jadi harus diulangi lagi sebelum mengakhiri tulisannya. Di Ef. 3:14-16 yang merupakan paragraf terakhir dari doktrin yang ia bicarakan, ia telah membuat seruan yang sama, dan dengan kaya emosi dia berkata 「14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu」

Ia di Ef. 3:16 memohon kepada Bapa untuk membuat kita kuat melalui Roh Kudus; Ef. 6:10 dikatakan bahwa kita harus menjadi kuat dengan mengandalkan Tuhan Kristus. Kita melihat di antaranya Allah Tri-Tunggal Maha Esa yakni Bapa, Anak, Roh Kudus. Doa Paulus adalah agar orang percaya Efesus dapat menjadi kuat dengan bantuan Allah.
Kita hendaknya menjadi orang yang kuat, hanya orang-orang kuat yang dapat mewujudkan misi Injil, hidup membawakan kesaksian Injil.

Orang modern lemah dalam tekad adalah fakta yang tak terbantahkan. Masyarakat Hong Kong ini lebih dari 10 tahun berada dalam suasana yang sangat rendah, orang sepanjang hari menghela nafas, mengeluh; atau penuh permusuhan, di mana-mana mencari kambing hitam. Beberapa tidak bisa berpikiran terbuka, lebih memilih mati untuk menghindari kesulitan, angka-angka bunuh diri sangat tinggi. Banyak komentator sosial telah menunjukkan bahwa situasi sekarang bukan yang paling sulit, setidaknya jauh lebih baik daripada tahun 50, 60, tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan daerah sekitar. Namun, setelah puluhan tahun masa tenang, orang-orang Hong Kong telah sangat berkurang kemampuannya untuk menahan stres kesulitan, emosi mereka telah sepenuhnya dikontrol oleh lingkungan eksternal, mereka belum mampu membuat ruang bagi pikiran mereka untuk menghadapi kesulitan.

Masalah lemahnya tekad tidak terkecuali juga terdapat diantara orang Kristen. Pada kenyataan, budaya gereja berubah sesuai dengan tren zaman, makin lama makin sensual dan berorientasi pasar, memperhatikan tanggapan emosional langsung dari penonton, tidak lagi memandang penting pertukaran yang mendalam atas pikiran. Meletakkan iman Kristen berdasarkan perasaan emosional, mentransmisikan iman melalui perasaan, perasaan dianggap inti pesan beritanya, orang percaya berjalan mengikuti perasaan. Orang Kristen menjadi terbiasa membuktikan iman dengan perasaan dan pengalaman, jika ada perasaan maka itu dianggap kebenaran, jika tidak ada perasaan, walaupun itu benar maka dianggap tidak relevan, setidaknya aku tidak merasakan, maka kebenaran itu bukan urusan saya. (Iman yang mengandalkan emosional perasaan adalah labil, jika secara sensual saya merasa senang maka saya taat, jika perasaan saya tidak senang maka saya tidak taat kepada Allah, perasaan tidak membuat iman yang tahan banting segala kondisi)

Saya tidak bermaksud meremehkan nilai dari perasaan, atau mempertentangkan antara perasaan dan tekad, tapi jika ada tidak ada pengetahuan yang kuat dan didukung keinginan tekad yang kuat, hanya mengandalkan perasaan kuat saja tidak akan dapat tidak bertahan lama. Jika kita mengharapkan suatu iman yang kuat, iman yang dapat menanggung kehidupan kita dan membantu kita melalui naik turunnya hari-hari kehidupan, kita harus memiliki tiga kombinasi: pengetahuan, perasaan, tekad, yakni dibangun di atas dasar pengetahuan dan tekad yang kuat.

Menjadi seorang yang kuat kokoh, melatih tekad yang kuat dapat membantu kita lebih efektif menaati Allah. Makin memiliki tekad yang kuat, makin lebih bisa taat kepada Allah, ini adalah sebuah paradoks.

Menurut akal sehat, kita selalu berpikir bahwa ketaatan adalah melepaskan tekad keinginan pribadi; seorang yang tidak begitu kuat tekadnya akan lebih cenderung untuk menyerah dan taat kepada Allah, dan seorang yang kuat tekadnya akan melawan Allah. Tetapi kebenaran adalah sebaliknya: hanya mereka yang kuat tekadnya yang dapat meletakkan tekad mereka secara total dan menaati Allah. Seorang yang lemah tekadnya, tidak akan mampu sungguh-sungguh taat kepada Tuhan.

Mengapa ada kondisi yang kontradiksi ini? Alasannya sangat sederhana, tindakan meletakkan melepaskan tekad keinginan, itu sendiri akan memerlukan kemauan yang kuat, orang yang tidak kuat tekadnya tidaklah dapat memenuhi tuntutan ketaatan. Hambatan terbesar dari ketaatan bukanlah tekad keinginan individu, tetapi tubuh dan perasaan. 「Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya」 (Rom. 8:7) Hanya individu yang kuat tekadnya barulah mampu mengatasi tubuh daging. Pertama-tama ketaatan dari tekad pribadi, dan kemudian memiliki tekad yang lebih besar. 「Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya …」 (1 Kor. 9:27)

Pasukan militer adalah demikian keadaannya: fokus pelatihan militer adalah untuk menempa mereka memiliki tekad yang kuat, tahan banting, tidak takut kesulitan, tidak takut bahaya; tetapi tentara sangat memandang penting ketaatan, perintah atasan militer dijunjung setinggi gunung, harus ditaati, ada tidak ada ruang untuk membantah. Hal yang sama juga bagi pasukan rohani, Paulus memerintahkan orang percaya untuk memakai senjata militer yang diberikan Allah, menjadi prajurit gagah yang setia, meminta mereka untuk bergantung kekuatan Tuhan 「hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.」

Kiranya kita bisa menjadi orang yang teguh dalam zaman ini, mempertahankan iman kita, mewujudkan panggilan kita, dan menjadi pasukan elit rohani dari Allah.

Renungkan:

1. Apakah Anda berpikir tekad Anda sudah cukup? Anda bisa menahan hati Anda dan mewujudkan kebenaran yang kita terima ke dalam praktek hidup? Bagian mana dalam hidup Anda yang merupakan tempat yang paling rentan?

2. Pikirkan tentang Surat Efesus yang telah kita baca bulan ini, apa yang Anda dapatkan terbesar? Perubahan apa yang Anda perkirakan setelah memahami Firman Tuhan?


Daftar renungan pemahaman  (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.