Tag Archives: Surat Efesus

Efesus 4:1

Hidup berpadanan dengan panggilan

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 4:1 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Renungan bulan ini akan merefleksikan pesan dari Efesus 4-6.

Dalam bahasa asli Yunani, kalimat pertama Efesus 4:1 dimulai dengan Sebab itu aku menasihatkan kamu (Παρακαλῶ οὖν ὑμᾶς / Parakalō oun hymas) sebagai pembuka, dengan jelas memisahkan pasal ini dari pasal tiga, dan dengan kata penghubung kesimpulan, menunjukkan bahwa nasihat yang diberikan dibangun di atas dasar Efesus 1-3. Dalam Efesus pasal 1-3, Paulus melalui ucapan syukurnya dalam pasal 1 dan doa dalam pasal 3, ditambah penjelasan di pasal 2, ia dengan jelas menunjukkan keselamatan yang digenapkan Allah di dalam Yesus Kristus dan pentingnya anugerah keselamatan ini bagi komunitas orang percaya, dijabarkan dengan jelas. Mulai dari pasal 4, Paulus menerapkan aplikasi dari makna keselamatan ini pada kehidupan dan misi orang percaya.

Di awal bagian ini, selain frasa pertama yang menunjukkan nasihat dari Paulus, ia juga sekali lagi memperkenalkan kembali identitas dirinya. Pengenalan dalam 3:1 diulang di sini, menunjukkan bahwa dia adalah seorang tahanan. Di satu sisi, ini mencerminkan situasi Paulus pada saat itu, ia semestinya dipenjara di Roma, menunggu keputusan pengadilan; tetapi di sisi lain, dalam dua kali memperkenalkan identitas dirinya, dia menunjukkan ia diperjara adalah karena Yesus Kristus. Dalam 3:1 ini adalah aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus, dan di sini juga dipenjarakan karena Tuhan dalam arti yang sama. Frasa dipenjarakan karena Tuhan (ἐν κυρίῳ) dalam teks aslinya dapat diartikan tidak hanya sebagai sebab, tetapi juga secara relasional, diterjemahkan sebagai di dalam Tuhan, atau sebagai di penjara oleh Tuhan. Hal ini mencerminkan sikapnya terhadap situasi terpenjaranya, meskipun ia dipenjarakan oleh rezim Romawi pada waktu itu, tetapi yang menyebabkan ia dipenjara bukan oleh rezim Romawi, tetapi karena ia taat mematuhi pengutusan dari Tuhan Yesus Kristus, ia bertekun teguh pada misi Injil. Mungkin ini juga tujuan Paulus di sini dalam menegaskan kembali statusnya yang dipenjarakan, menggunakan komitmennya sendiri kepada Yesus Kristus sebagai contoh bagi para pembacanya.

Ayat 4:1 … supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu, ini adalah perintah bersifat garis besar, tidak secara jelas menginstruksikan pembaca tindakan apa yang harus diambil, tetapi sebuah gagasan yang mengandung makna luas dan dasar untuk perintah selanjutnya. Perilaku orang percaya harus mencerminkan siapa mereka, dan seperti yang dinyatakan Paulus dalam pujian pasal 1, kasih karunia berkat rohani dari Allah kepada orang percaya adalah bahwa Ia memilih kita menjadi umat-Nya sebelum dunia dijadikan. Orang-orang percaya tidak lagi berada dalam dosa, hidup melakukan dosa, mengikuti kebiasaan dunia ini, tetapi dipanggil untuk menjadi komunitas yang kudus dan Roh Kudus berdiam di dalam. Dengan identitas baru, harus ada penampilan / manifestasi baru. Inilah yang dimaksud Paulus dengan kata berpadanan (ἀξίως).

Perintah ini mengingatkan kita akan perlunya mengenali secara mendalam panggilan kita dan diri kita memastikan paham identitas kita di dalam Yesus Kristus, bukan saja dalam aspek sebagai individu, tetapi juga identitas sebagai komunitas baru. Jadi sebelum masuk ke renungan bulan ini, mungkin sudah saatnya membaca kembali pasal 1-3 agar identitas baru ini semakin mengakar di hati kita (Renungan Efesus 1-3, atau Alkitab Efesus 1, Efesus 2, Efesus 3, klik untuk membaca).

Renungkan:
Kiranya kita memahami dengan jelas panggilan Tuhan Yesus Kristus agar hidup kita dibimbing oleh kasih karunia-Nya.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Efesus 3:21

「Bagi Dialah kemuliaan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:21 [ITB])
21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Dalam ringkasan Efesus pasal 1 – 3 ini, Paulus dengan jelas menunjukkan poin-poin penting dari berita dalam tiga pasal ini. Dalam pasal 1 (klik untuk membaca), kita melihat pemilihan dan penebusan Allah dalam anugerah, sehingga ketika orang beriman menerima anugerah ini, terpujilah anugerah Allah yang mulia; pengharapan dalam panggilan orang yang beriman, Allah dimuliakan dalam janji yang diperoleh orang-orang yang beriman dan besar kuasa-Nya yang dinyatakan di antara kita, satu per satu saksi kemuliaan Allah dan dimuliakan Ia.

Di pasal 2, kita secara khusus melihat keselamatan menakjubkan yang telah kita alami, sekelompok orang yang mati karena pelanggaran dan dosa yang seharusnya menerima murka Allah, tetapi dalam anugerah-Nya mereka tidak hanya dihidupkan, tetapi juga bersama-sama Kristus duduk di sorga. Ini menunjukkan bahwa orang-orang percaya adalah maha karya agung Allah yang mengagumkan; tidak hanya itu, tetapi Dia juga memungkinkan kita yang merupakan orang luar, yang dalam sejarah dan budaya kita tidak pernah berhubungan dengan pengharapan Allah, dapat diterima menjadi bagian dari umat Allah, dan dibangun oleh Roh Kudus menjadi tempat kediaman-Nya.

Dalam pasal 3, Paulus menunjukkan bahwa demi wahyu atas rahasia yang diterimanya, ia menjadi tawanan Kristus Yesus, dan berdasarkan tugas yang dibawakan rahasia ini agar orang percaya memahami betapa luas dan tak terbatasnya kasih Yesus Kristus itu, agar gereja bisa dipenuhi dengan kelimpahan Allah, dan menjadi saksi yang penuh kuasa bagi-Nya.

Terakhir di bagian doksologi juga menggemakan seruan ayat 1:3 menaikkan kemuliaan kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Dalam doksologi satu kalimat sederhana ini, kita perlu memperhatikan dua poin penting: pertama, Allah dimuliakan di dalam gereja. Meskipun Paulus mengacu pada Gereja secara universal yakni mempelai wanita Kristus yang akan diangkat di surga di masa depan, ini juga merupakan cita-cita pencapaian gereja di setiap zaman dan tempat (konvensi penulisan: gereja dengan huruf kecil adalah gereja lokal setempat). Sekalipun kita bukan merupakan keseluruhan Gereja tersebut, tapi kita merupakan bagian dari Gereja yang memuliakan Allah, memuliakan Allah adalah misi terpenting setiap gereja, dan itu juga misi setiap orang percaya.

Selain itu, Allah dimuliakan juga digenapkan di dalam Kristus Yesus, yang berarti bahwa dasar dari semua pekerjaan gereja adalah Yesus Kristus. Hanya dengan mengandalkan anugerah Yesus Kristus kita bisa menggenapkan apa yang berkenan kepada Allah, seperti yang dikatakan di 2:10, kita adalah karya Allah yang dikerjakan di dalam Kristus Yesus, sehingga setiap orang yang diselamatkan merupakan kesaksian atas anugerah Yesus Kristus. Dan ketika kita hidup dalam nama Yesus, dan gereja akan bertindak sesuai dengan kehendak Allah, kita bisa menaikkan pujian kemuliaan-Nya dan bersaksi atas perbuatan-Nya.

Renungkan:
Melihat kembali Efesus 1 – 3, bagaimana kita menanggapi anugerah Allah? Bagaimana kita membuat Allah dimuliakan dalam hidup kita?

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2020, apakah kehidupan dan pelayanan kita memuliakan Bapa yang di Sorga?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:18-20

「Lebar, panjang, tinggi, dan dalam」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:18-20 [ITB])
18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita

Perikop kitab suci hari ini dapat dibagi menjadi dua paragraf, ayat 18-19 adalah bagian akhir dari doa sebelumnya, dan ayat 20-21 membentuk himne singkat pujian kemuliaan Allah di akhir pasal 3 ini. Kita akan merenungkan kedua topik ini.

Pertama, tujuan doa dari dalam ayat 18-19 adalah agar pembaca memahami sesuatu. Terjemahan versi Mandarin CUV (juga ITB, BIMK) menggabungkan ayat 18 dan 19, sehingga kata kasih Kristus yang diungkapkan di ayat 19 diletakkan ke depan di ayat 18, menjadi subjek (tema) untuk dipahami bersama pembaca dan semua orang kudus. Namun secara literal teks aslinya, kata kasih Kristus bukan di ayat 18, diterjemahkan secara harfiah kata per kata adalah: supaya kamu dapat mengerti dengan segala orang suci itu berapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya (ITL; lihat juga KJV 18 May be able to comprehend with all saints what is the breadth, and length, and depth, and height; 19 And to know the love of Christ, which passeth knowledge, that ye might be filled with all the fulness of God. ), tetapi jadi tidak jelas subjek tema ayat 18 ini, maka beberapa terjemahan membantu pembaca menemukan subjek apa yang dimaksudkan dari dalam konteks.

Karena pembicaraan tentang bait Allah pernah muncul pada teks sebelumnya, beberapa orang mengartikan kalimat ini berbicara tentang tema luasnya Bait Allah di zaman akhir (lihat 2:21-22 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh). Meskipun pengharapan hari-hari terakhir adalah pesan yang penting, namun sulit untuk menjelaskan mengapa di sini menghendaki orang percaya perlu memahami ukuran Bait Suci. Oleh karena itu, terjemahan yang dibuat oleh CUV (juga ITB, BIMK) memasukkan tema kasih Kristus yang ada di ayat 19 (konteks terdekat) ke dalam ayat 18 ini tentu memiliki dasar tertentu yang masuk akal.

Di sisi lain, kita juga tidak bisa mengabaikan tema lain dalam teks sebelumnya (konteks yang lebih besar), yaitu rahasia yang terus dibahas dalam pasal ini, yaitu orang non-Yahudi dapat menjadi umat Allah bersama dengan orang Yahudi. Oleh karena itu, ruang lingkup umat Allah dan kerajaan Allah harus menjadi pesan yang harus dipahami serta diterima oleh orang percaya. Jika demikian maka lebar, panjang, tinggi, dan dalam bisa merujuk pada sifat komprehensif dari keselamatan Kristus dan juga menyiratkan sifat universalitas misi Injil kabar bahagia (untuk semua bangsa-bangsa). Tentu saja, keselamatan Kristus dan kasih-Nya yang tak terukur adalah pesan yang saling terkait, karena kasih Yesus Kristus tidak terukur, maka ruang lingkup keselamatan juga tidak terbatas.

Ayat 19 dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah, di bagian akhir ayat ini ditunjukkan hasil yang terjadi saat orang percaya memahami dan menerima sifat universalitas Injil. Karena ketika kita mau menerima anugerah Allah dan misi keselamatan-Nya, Dia akan memenuhi kita dengan anugerah-Nya yang melimpah.

Terakhir, di ayat 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, sebelum dinaikkan puji-pujian kepada Allah, ada kalimat deskriptif yang menjelaskan tentang sifat-sifat Allah yang harus dipuji. Paulus menunjukkan bahwa Allah dapat sepenuhnya menggenapkan segala sesuatu sesuai dengan kuasa besar-Nya, yang bekerja di hati kita, jauh melampaui yang kita doakan atau pikirkan. Bukan karena kita memiliki sesuatu untuk dipersembahkan kepada Allah, tetapi Dia telah memberi kita dengan berlimpah. Kehendak Allah itu indah sempurna, dan kekuatan kuasa-Nya jauh melampaui. Dalam penyembahan dan pujian, kita perlu menaikkan doa atau pengharapan atas penggenapan kehendak Allah, agar segala kemuliaan ditujukan kepada-Nya.

Renungkan:
Apakah kita mengerti betapa kayanya kelimpahan anugerah yang Allah berikan kepada kita di dalam Kristus sehingga kita dapat memenuhi misi-Nya di dalam gereja?

Apakah kita percaya bahwa rencana Allah lebih baik dari pikiran kita sendiri? Apakah kita dengan tulus berdoa agar kehendak Allah digenapkan di muka bumi?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:14-17 (2)

「Teguh di dalam batin」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:14-17 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah …
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Efesus 3:16-17 adalah bagian awal dari isi doa Paulus. Di sini ia hanya mengungkapkan dua permohonan, yaitu untuk meneguhkan batin orang percaya, dan agar Kristus diam di dalam hati mereka. Kedua doa ini pada dasarnya sama, keduanya terkait dengan kualitas hidup rohani orang percaya, sekaligus secara jelas menghubungkan pekerjaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Cara penulisan yang secara tidak langsung menempatkan konsep Tritunggal dalam berita yang disampaikan adalah hal yang umum dalam kitab Efesus, tetapi di sini lebih jelas dan erat menyatakan Ketiga-Nya yang Esa. Meskipun ajaran Tritunggal tidak pernah secara eksplisit diistilahkan dalam Alkitab, tetapi hal itu dengan jelas dapat disimpulkan dari teks. Cara penulisan di perikop ini bukanlah berfokus secara eksplisit mengajarkan kebenaran Tritunggal kepada penerima surat ini. Melalui uraian ini kita melihat bahwa ini adalah pesan yang dipandang sangat penting oleh Allah, menunjukkan bahwa kehendak Bapa Surgawi adalah orang percaya berdiri teguh dan bergantung pada kekuatan Roh Kudus, menggenapkannya melalui keterhubungan dengan Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita tahu Allah pasti menggenapkan apa yang Paulus doakan.

Fokus dari permohonan pertama adalah meneguhkan kekuatan batin. Meskipun surat Efesus tidak menuliskan dengan jelas latar belakang tulisan tersebut, kita mungkin dapat mengetahui semua tantangan yang dihadapi oleh gereja mula-mula, di satu sisi dikejar oleh Yudaisme, dan di sisi lain ditindas oleh kekaisaran Romawi. Dalam lingkungan seperti itu, hendak teguh berpegang pada iman kepada Injil Yesus Kristus dan untuk setia pada misi Injil, maka yang dibutuhkan bukanlah kekuatan eksternal yang terlihat, tetapi kesaksian kehidupan orang percaya. Oleh karena itu, Paulus secara khusus menekankan kekuatan batin. Dan kekuatan ini tidak datang dari keberanian kita, tetapi melalui pekerjaan Roh Kudus, datang berdasarkan kemuliaan Allah.

Permohonan kedua adalah tentang hidup bersama Kristus. Memang, orang percaya karena beriman percaya kepada Yesus Kristus, menjadi satu dengan Kristus, menjadi orang kudus di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam pasal 2, Paulus juga dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang percaya non-Yahudi telah menjadi anggota komunitas baru ini, berada dalam Kerajaan Allah yang sama dengan orang-orang kudus, menjadi anggota keluarga Allah, dan dibangun oleh Roh Kudus untuk menjadi tempat tinggal Allah. Dan di pasal 1 juga dengan jelas menunjukkan kepada orang percaya bahwa ketika orang menerima dan mau oleh Roh Kudus Injil kabar bahagia Yesus Kristus, mereka menerima Roh Kudus sebagai meterai. Pengajaran-pengajaran tersebut mencerminkan doa Paulus di sini, bukan karena hal-hal tersebut belum terjadi sehingga berdoa meminta digenapkan, tetapi agar orang-orang beriman teguh pasti bahwa ini adalah kehendak Allah, dan memegang erat hak yang telah Allah berikan dalam anugerah-Nya kepada orang-orang percaya.

Kita semua sebenarnya sudah memiliki Kristus yang hidup berdiam di dalam hati kita, tetapi dalam hidup kita yang sibuk, mudah untuk hanya melihat lingkungan luar dan tantangan hidup, dan bahkan menganggap Yesus Kristus sebagai orang asing atau tamu pendatang dalam hidup kita, yang hanya sesekali hidup di dalam kita. Namun dalam doa ini, Paulus menunjukkan bahwa Yesus Kristus mau kita menerima Dia berdiam tetap di hati kita, bukan hanya sebagai tamu yang sesekali datang ketika kita memiliki pengalaman rohani khusus.

Renungkan:
Apakah kita teguh bersedia agar Yesus Kristus berdiam tetap di dalam hati kita dan bahkan memiliki kedaulatan atas kehidupan kita?

(Jadikan doa sepanjang hari ini kepada Bapa, ya Ia adalah Bapa Anda, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, dan bersedia agar Yesus Kristus diam di dalam hatimu)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:14-17

「Sujud kepada Bapa」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:14-17 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah …
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Efesus 3:14-15 kembali ke tema 3:1 setelah jeda panjang 3:2-13, perikop ini juga memberikan isi kata kerja bagi ayat 1 yang secara tata bahasa tidak lengkap, menunjukkan bahwa Paulus berdoa bagi orang percaya. Di sini menggunakan kata sambung itulah sebabnya sebagai pengantar mencerminkan bahwa isi dari doa berikut dibuat karena rahasia yang diterima oleh Paulus, bahwa doa ini dinaikkan demi misi Injil.

Namun di sini, Paulus tidak menggunakan kata-kata terkait doa, melainkan menggunakan gerakan tubuh sebagai simbol untuk merepresentasikan tindakan doa, yang secara jelas mencerminkan sikap postur Paulus dalam doa. Bagi orang Yahudi dan gereja mula-mula, doa lebih sering dilakukan berdiri, tetapi Alkitab juga memiliki banyak contoh berdoa dalam sikap bertekuk lutut (sujud), terutama mencerminkan hormat kekaguman orang tersebut terhadap Allah.

Kita berdoa bukan untuk memberi tahu Allah tentang permintaan kita, atau untuk berbincang-bincang dengan-Nya, tetapi untuk berada di bawah kedaulatan-Nya. Doa bukanlah petisi meminta. Meskipun kita akan memberitahu Allah kebutuhan kita dalam doa dan menjelaskan harapan kita kepada-Nya, tindakan ini hanya mencerminkan ketergantungan kita kepada Allah. Kebutuhan kita disediakan oleh-Nya, dan keinginan kita ── jika sesuai kepada kehendak-Nya ── maka tentu digenapkan menurut pengaturan-Nya dan cara-cara yang telah Dia tetapkan.

Di sini, Paulus melalui teladannya sendiri, menunjukkan kepada kita tentang sikap dasar yang harus kita miliki dalam berdoa, adalah hormat penyembahan dan taat, kita bersujud di depan Allah. Dalam masyarakat modern, kita mungkin sudah melupakan arti sujud (bertekuk lutut), dan sujud tidak perlu dilakukan. Kita berpendapat bahwa orang harus setara, dan kita hanya akan menunjukkan rasa hormat kepada mereka yang berkuasa, dan bahkan tindakan sujud menjadi hanyalah ritual lahiriah. Di dalam Alkitab, sujud adalah ibadah, yaitu penyerahan total. Dalam Filipi 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, Allah menghendaki nama Yesus Kristus melampaui segalanya, sehingga semua orang bertekuk lutut tunduk pada otoritas-Nya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Kita bisa berdoa karena Allah adalah sumber segalanya. Di sini Paulus menjelaskan hubungan keluarga, dia berdoa kepada Bapa. Dalam beberapa bagian terdapat sebutan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, sebagai pelengkap setelah sebutan Bapa. Dalam Perjanjian Baru, Allah adalah Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus, ungkapan itu sangat benar dan wajar. Jika ini ada dalam teks aslinya, sulit untuk dipahami mengapa beberapa orang hendak menghapus sebutan ini. Di ayat 14 ini terlihat bahwa Paulus mengungkapkan ketergantungannya kepada Allah dengan sebutan yang lebih intim walau lebih singkat.

Terakhir, dalam pengantar doa ini, ayat 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya, Paulus menunjukkan bahwa Bapa kita adalah sumber dari semua ciptaan, dan setiap nama di surga dan bumi menerima nama dari Dia. Allah adalah penguasa semua kekuatan spiritual di langit, dan penguasa semua suku di bumi. Ini tidak hanya mencerminkan otoritas tertinggi yang kita andalkan dalam doa, tetapi juga mengajarkan kita agar memiliki perhatian universal dalam doa (bukan doa hanya untuk kepentingan diri saja). Ini adalah pesan yang ingin diungkapkan Paulus dalam doa di teks berikutnya.

Renungkan:
Sikap apa yang kita miliki dalam doa? Apa yang menjadi perhatian yang kita ungkapkan dalam doa?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:10-13

「Jangan tawar hati」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:10-13 [ITB])
10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

Dalam teks sebelumnya Paulus berbicara tentang misi Injilnya maka dalam beberapa ayat ini Paulus beralih berbicara tentang rencana kekal yang Allah selesaikan dalam Yesus Kristus, ini lebih lanjut mengungkapkan ketidaklayakan kita. Karena dalam pelayanan Injilnya sendiri Paulus melihat perbuatan Allah yang transenden (melampaui segalanya), bukan saja menghendaki orang non-Yahudi memahami kekayaan Kristus, tetapi juga melalui gereja diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di langit (lihat BIMK, BISH dan CUV; sedangkan ITB dan mayoritas Inggris menerjemahkan sebagai sorga). Penguasa dan pemerintah di langit ini seharusnya mengacu pada kekuatan spiritual di sorga, termasuk malaikat yang melayani Allah, serta Setan beserta roh jahat di angkasa. Ini bukan akan terwujud di masa depan, tetapi di zaman sekarang digenapkan melalui Gereja. Hanya sejumlah kecil salinan kuno di ayat 10 tidak terdapat kata sekarang (νῦν nun), yang memungkinkan untuk menunjuk ke masa depan. Namun dalam bukti transkrip secara keseluruhan, jelas adanya kata ini, jadi meskipun kita tidak bisa memahami bagaimana hal tersebut digenapkan, kita harus percaya bahwa Allah akan melalui Gereja menunjukkan hikmat-Nya kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di langit.

Apa yang Allah ingin tunjukkan melalui gereja kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa roh ini adalah pelbagai ragam hikmat Allah. Istilah pelbagai ragam awalnya menunjuk pada banyak ragam warna warni, baik dalam pakaian, karangan bunga, atau permata, mengacu pada warna yang diekspresikan yang berbagai ragam dan kaya. Di sini menunjukkan bahwa kekayaan hikmat Allah dapat ditampilkan pada berbagai tingkatan. Ini seperti di ayat sebelumnya mengungkapkan sifat transendensi dari hikmat dan kemuliaan Allah yang melampaui segalanya.

Di bawah maksud abadi (rencana kekal) Allah yang transenden melampaui segalanya ini, Paulus mengembalikan fokus berita ini kepada diri kita (ayat 12-13). Kita harus berani dan tidak takut, dan tidak tawar hati. Penuh kepercayaan atau percaya tanpa keraguan, yakni πεποίθησις pepoithesis dalam teks bahasa aslinya pada dasarnya mengungkapkan penegasan atas apa yang diimani, paling sering diterjemahkan sebagai keyakinan atau percaya yang mendalam. Dan di sini keyakinan yang mendalam tidak datang dari diri sendiri, tetapi datang dari percaya kepada Yesus atau iman yang datang dari Yesus. Oleh karena itu, ini bukanlah percaya diri (lihat terjemahan RCUV yang artinya self confidence), tetapi iman mutlak kepada Yesus Kristus (lihat terjemahan Inggris confidence through our faith in Him). Hanya berdasarkan percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang dapat diandalkan ini barulah kita benar-benar dapat dengan berani masuk ke hadirat Allah.

Terakhir, ayat 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu, Paulus menyampaikan permintaannya. Namun subjek permohonan ini tidak diungkapkan dengan jelas, sehingga beberapa terjemahan menafsirkan kalimat ini sebagai: Paulus berdoa agar dirinya sendiri tidak berkecil hati ketika menderita bagi orang yang beriman. Jika menurut cara tafsir terjemahan ini, maka permohonannya ditujukan kepada Allah, dan ini merupakan doa Paulus untuk dirinya sendiri. Namun dalam penggunaan yang umum, kata kerja yang mengungkapkan permohonan harus dengan jelas menyatakan Allah adalah pihak tertuju barulah merupakan sebuah doa, jadi karena cara pemakaian kata kerja tersebut di ayat ini maka ini bukan merupakan sebuah doa, melainkan himbauan kepada pembaca, sebagaimana diterjemahkan oleh RCUV (juga ITB). Jadi walaupun melihat Paulus menderita dalam proses penggenapannya, namun karena pengenalan terhadap betapa kaya kemuliaan karya yang akan digenapkan Allah di dalam Gereja, maka pembaca tidak kehilangan harapan dan putus asa.

Renungkan:
Mohon supaya Allah memberi tahu kita hikmat rencana-Nya dan dengan iman kepada Yesus Kristus kita menghadapi jalan di depan.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:7-9

「Kasih karunia Allah」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:7-9 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah

7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu

Setelah 3:2-6 yang menjelaskan tentang isi dari rahasia ini, di ayat 7 Paulus barulah melanjutkan hal yang ingin dijelaskannya di ayat 3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, setelah ayat 1 ia berhenti tidak melanjutkan menjelaskan tugas misinya. Di ayat 3:1, Paulus menyatakan bahwa ia dipenjarakan karena Kristus Yesus, di satu sisi ia mengungkapkan situasi bahwa ia berada dalam penjara, dan di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa ia terikat oleh Injil Yesus Kristus. Di sini, dia menunjukkan bahwa dia adalah seorang hamba Injil, yang juga mencerminkan ketundukan penyerahan dirinya pada tugas misi Injil Yesus Kristus. Perasaan ketundukan ini juga tercermin dalam 2 Korintus 5:14-15: Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Dapat dilihat bahwa dalam isi hati Paulus, dirinya tidak hanya seorang hamba Injil kabar bahagia, tetapi semua orang percaya sama-sama memiliki keterikatan untuk menjadi utusan Injil.

Paulus dengan kepastian percaya bahwa penyebab dia menjadi hamba Injil kabar bahagia, adalah anugerah menurut pemberian kasih karunia Allah dan pengerjaan kuasa Allah. Pengerjaan oleh Allah Maha Kuasa tidak perlu mengandalkan orang untuk menyelesaikan karya-Nya, tapi Allah dalam anugerah-Nya sehingga orang punya kesempatan untuk ikut serta dalam pekerjaan-Nya. Pelayanan bukanlah pekerjaan, tapi anugerah Allah, kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk mengenal kuasa besar-Nya.

Dalam ayat 8, Paulus mengatakan bahwa dirinya yang paling hina dari semua orang-orang kudus. Kata yang paling hina tampaknya dibuat oleh Paulus sendiri, kata sifat ini dalam bentuk asli di tempat lain di luar muncul 13 kali, sangat jelas menggambarkan sesuatu yang sangat kecil. Tapi di sini, Paulus menambahkan sufiks yang relatif lebih lagi di akhir dari kata sifat tingkat tertinggi ini, dan dapat diterjemahkan sebagai lebih kecil dari yang terkecil (RCUV); less than the least (KJV), yang dengan jelas mencerminkan rasa ketidaklayakan oleh diri Paulus sendiri (lihat kekayaan makna yang tersirat dalam ITB yang paling hina). Meskipun kita tidak serta merta mendeskripsikan diri kita dengan cara yang sama, tetapi kita perlu seperti Paulus. Untuk mengabdi kepada Allah dan diberi kesempatan berpartisipasi dalam pelayanan Injil kabar bahagia Yesus Kristus, kita memiliki sikap sebagai orang yang tidak layak, sehingga kita lebih menghargai kesempatan pelayanan.

Paulus menggunakan dua ekspresi paradoks di ayat 3:8-9. Di satu sisi, dia menunjukkan bahwa kekayaan Kristus tidak terduga, dan ini adalah rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad di dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu; tetapi di sisi lain, dia ingin menunjukkan bahwa kelimpahan yang tak dapat diduga-duga ini dapat disampaikan kepada orang non-Yahudi, dan tepat karena demikian maka rahasia ini dapat dipahami, rahasia yang tersembunyi di masa lalu ini dapat dimengerti oleh semua orang. Ini menekankan bahwa dasar dari karya Injil ini adalah anugerah Allah, karena di luar wahyu-Nya tidak ada siapapun yang bisa mengetahui kekayaan Kristus yang tak terduga. Jika bukan karena campur tangan Allah melalui Roh Kudus, tidak ada yang bisa memahami rahasia yang tersembunyi ini.

Renungkan:
Karunia Allah adalah dasar dari penyembahan dan pengabdian kita, dan kita hanya dalam ketidaklayakan diri merespons pekerjaan-Nya yang luar biasa.


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:4-6 (2)

「Sama satu tubuh」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:4-6 [ITB])
4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Setelah memperkenalkan proses pewahyuan dan hakikat rahasia Kristus, dalam ayat 3:6 Paulus secara gamblang mengungkapkan isi rahasia tersebut. Dari sini, kita bisa melihat bahwa rahasia itu tidak misterius, apalagi tersembunyi, tetapi diungkapkan dengan jelas kepada manusia melalui wahyu.

Fokus dari rahasia ini adalah peran orang non-Yahudi. Berita ini juga telah disebutkan secara singkat di pasal 2. Orang non-Yahudi pada awalnya dianggap sebagai orang luar dan tidak termasuk dalam rencana Allah, tetapi mereka semua dalam Injil Yesus Kristus menjadi ahli-ahli waris yang sama (sugkleronomos), anggota-anggota tubuh yang sama (sussoma), dan para peserta bersama (summetochos). Di sini Paulus menggunakan tiga kata benda berbentuk jamak, yang masing-masing memiliki dengan kata depan σύ (su) yang menyatakan kesatuan bersama, jelas menunjukkan efek penekanan.

Pertama, Paulus menunjukkan bahwa orang percaya semuanya turut menjadi ahli-ahli waris. Meskipun dalam Perjanjian Lama, berkat Allah diberikan kepada Abraham dan keturunannya, orang-orang beriman non-Yahudi juga mewarisi berkat Allah di dalam Kristus Yesus, ini sudah dengan jelas dinyatakan dalam puji-pujian di pasal 1. Walaupun kita masih belum mengalami penggenapan akhir dari berkat ini, karena kenyataan bahwa kita telah menerima Roh Kudus sebagai meterai, kita secara tahap awal telah mencicipi berkat yang nyata ini, dan juga dapat dengan pasti berpengharapan penggenapan akhir kelak.

Kata kedua adalah tubuh yang sama (σύσσωμα sussoma), kata ini dengan kata depan σύ (su, artinya bersama) tidak muncul dalam dokumen Yunani lainnya, dan hanya digunakan di sini sekali dalam Perjanjian Baru. Oleh karena itu, para ahli memperkirakan bahwa itu adalah kata bentukan yang dibikin oleh Paulus khusus untuk mengungkapkan berita ini. Meskipun kata ini tidak memiliki sejarah pemakaian yang terdahulu, namun artinya sangat jelas mudah dimengerti, karena kata depan σύ (su) yang menyatakan kesatuan, dan kata benda tubuh merupakan kata yang sangat umum, maka kata bentukan yang merupakan gabungan dapat dengan mudah dipahami maknanya juga merupakan gabungan dari arti kedua karakter tersebut, tubuh dan yang sama.

Gereja (dengan huruf besar) terdiri orang banyak yang awalnya berbeda, batasan tinggal di tempat yang berbeda di dunia, masing-masing memiliki sejarah yang berbeda dan latar belakang budaya yang berbeda, tetapi karena mereka memiliki kesatuan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, mereka menjadi milik Yesus Kristus dan menjadi satu kesatuan sebagai satu komunitas baru. Ini adalah rahasia Injil Yesus Kristus. Karena itu, orang percaya perlu menganggap persatuan ini dengan serius. Kita tidak hanya harus mengakui persatuan dengan orang-orang percaya di dunia (yang am, melampaui zaman), tetapi juga mempraktikkan dan merealisasikan persekutuan persatuan di antara perbedaan di gereja-gereja lokal individu (gereja dengan huruf kecil), saling mencintai dan mendukung.

Terakhir, Paulus menunjukkan bahwa orang percaya adalah para peserta bersama dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus, yang terakhir ini berkesinambungan dengan ahli-ahli waris yang sama yang di awal, karena janji yang kita terima adalah berkat yang akan diterima orang percaya di dalam Kristus. Pengulangan oleh Paulus ini di satu sisi adalah untuk menekankan anugerah yang kita miliki di dalam Yesus Kristus, dan di sisi lain, mungkin juga untuk menunjukkan dua tingkatan dari berkat ini. Menjadi ahli waris lebih menunjuk pada jati diri kita saat ini, sedangkan peserta bersama dalam janji lebih menitikberatkan pada masa depan. Sekarang yang telah digenapkan dan yang akan digenapkan di masa depan adalah bagian penting dari iman kita.

Renungkan:
Perubahan identitas ini diberikan kepada orang non-Yahudi melalui Injil di dalam Kristus Yesus, tidak ada batasan bangsa negara, tidak ada perbedaan kelas, dan tidak ada batasan geografis, tidak ada batasan zaman. Apakah kita bersedia membagikan anugerah Injil kabar bahagia ini kepada orang lain?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:4-6

「Rahasia Kristus」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:4-6 [ITB])
4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Sebelum Paulus secara langsung menjelaskan rahasia Injil, ia terlebih dahulu di 3:4-5 menunjukkan sifat dari rahasia Injil tersebut. Di ayat 3-4, dia menyatakan bahwa dia pernah menulisnya, dan dia yakin bahwa pembaca dapat mengetahui rahasia Injil tersebut dari isi surat yang dia tulis. Di permukaan, ayat 4 nampaknya berfokus pada pengetahuan Paulus sendiri tentang rahasia tersebut, namun yang ia tekankan adalah agar pembaca dapat menggunakan pesan yang Paulus tuliskan kepada mereka, bukan saja tahu bahwa Paulus memiliki pemahaman yang mendalam tentang rahasia Kristus, tetapi terlebih dapat memahami rahasia ini melalui surat tertulis Paulus. Karena jika pembawa pesan memahami sepenuhnya berita yang dia bicarakan, maka pendengar dapat menerima berita itu dengan lengkap.

Ayat 4 apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, sesuai cara penulisan kalimat ini, hal yang harus diketahui pembaca seharusnya adalah mengacu pada rahasia yang diketahui oleh Paulus, oleh karena itu, mungkin perlu dilakukan sedikit perubahan terjemahan sebagai … maka akan secara mendalam mengetahui rahasia Kristus yang saya pahami. Jadi yang perlu diketahui pembaca bukanlah identitas khusus Paulus, tapi isi berita yang ia sampaikan. Titik berat ini sangat jelas terlihat dalam surat Efesus, karena tidak menuliskan hal-hal yang bersifat pembelaan terhadap identitas dan otoritas Paulus sebagai rasul, melainkan berfokus pada isi pesan yang hendaknya diterima oleh orang-orang percaya.

Di ayat 5, Paulus menunjukkan bahwa pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, rahasia ini tidak diketahui pada generasi sebelumnya. Bukan berarti tidak mungkin bagi orang untuk melihat isi rahasia ini dalam wahyu yang ada, hanya saja dalam fakta sejarah bahwa pemikiran Yahudi yang lebih berpusat pada kebangsaan mereka, sehingga mereka belum melihat berita tentang orang non-Yahudi dari wahyu Perjanjian Lama. Seperti yang dikatakan nabi Yesaya, orang memiliki mata tetapi tidak dapat melihat, dan memiliki telinga tetapi tidak dapat mendengar. Bukan karena Allah tidak mengirimkan pesan berita tersebut, tetapi karena hati manusia sangat keras sehingga ia tidak dapat menerima pesan tersebut.

Rahasia ini sekarang disingkapkan, melalui Roh Kudus diturunkan kepada para rasul dan nabi Allah. Ini mungkin merujuk pada peristiwa yang dicatat dalam Kisah Para Rasul pasal lima belas, yang kemudian dikenal sebagai Konferensi Yerusalem Pertama. Karena dalam perjalanan misinya yang pertama, Paulus dengan jelas menyaksikan bahwa tanpa menerima pengaruh Yudaisme orang non-Yahudi menerima Injil Yesus Kristus, dan bahkan gereja Antiokhia mengirim Paulus dan Barnabas ke Yerusalem untuk bergabung dengan para rasul untuk membahas hal ini. Setelah kesaksian rasul, Yakobus, atas nama para pemimpin gereja Yerusalem, mengutip nabi Amos, membenarkan bahwa orang non-Yahudi berbagi bagian yang sama dengan orang Yahudi dalam Injil Yesus Kristus. Dalam pemahaman gereja mula-mula, terutama uraian Paulus tentang hal itu, menunjukkan bahwa resolusi konferensi ini bukanlah keputusan mereka sendiri, tetapi Roh Kudus ada dalam proses sehingga memungkinkan mereka untuk memahami pengalaman mereka sendiri dan memahami wahyu Alkitab.

Renungkan:
Allah telah berbicara dengan jelas kepada kita di dalam Alkitab. Kita perlu melepaskan prasangka kita dan membiarkan Roh Kudus memimpin kita untuk dengan rendah hati menerima ajaran Alkitab.

(Jadi yang perlu diketahui pembaca bukanlah identitas khusus sang penyampai berita, bukan identitas pendeta, tapi isi berita yang ia sampaikan yakni Injil Kristus. Kita berpusat pada apa yang kita suka, seringkali itu menutup mata hati kita melihat pada Injil Kristus. Berdoa memohon Roh Kudus menolong kita, sebab kita yang sudah menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Efesus 3:1-3 (2)

「Tugas yang dipercayakan」

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 3:1-3 [ITB])
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah, 2 memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

Efesus 3:2-3 memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang identitas yang disebutkan di ayat 1. Paulus menunjukkan bahwa dia menjadi orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah bukan karena alasan internal dari dirinya sendiri, bukan karena keadaan eksternal atau faktor sejarah, tetapi karena tugas yang dianugerahkan Allah, tanggung jawab yang dipercayakan Allah kepadanya. Ia mengatakan bahwa fakta ini telah didengar oleh pembaca setidaknya melalui penyampaian oleh dirinya sendiri di masa lalu atau kesaksian orang lain.

Itu terdapat dalam catatan Kisah Para Rasul juga dalam perkenalan diri di surat-surat Paulus lainnya, kita dapat melihat bahwa Paulus sangat memandang penting tugas yang dia terima dari Yesus Kristus, yang mempengaruhi pemahamannya atas identitas dan misi tanggung jawab dirinya. Tentang misi dirinya, Paulus secara khusus menunjukkan bahwa dia telah menerima tugas untuk memperhatikan orang non-Yahudi. Jabatan rasul non-Yahudi ini memiliki makna teologis dan kontemporer di era Perjanjian Baru masa itu. Penunjukan diri Paulus mencerminkan sifat universalitas Injil Yesus Kristus, anugerah keselamatan bukan lagi hanya harapan eksklusif orang Yahudi, tetapi meluas ke semua bangsa-bangsa. Bukan hanya demikian, melalui kesetiaan rasul Paulus, Injil diberitakan kepada seluruh dunia non-Yahudi pada saat itu.

Paulus bahkan menunjukkan bahwa tugas yang dipercayakan kepadanya dinyatakan melalui wahyu sehingga dia mengetahui rahasia Injil kabar bahagia. Ini mungkin merujuk pada wahyu yang dia terima dalam perjalanan ke Damaskus, itu adalah pengalaman pribadinya tentang kuasa Injil, dan melalui banyak kesaksian dirinya, jabatannya bukan untuk diri sendiri, tetapi melalui banyak pemberitaan Injil ia berbagi kepada orang percaya lainnya, karena makna Injil itu sendiri bersifat melampaui batasan (transenden). Anugerah penebusan, dalam wahyu Yesus Kristus, nyata bersifat universal dan tidak memiliki batasan. Dalam surat-suratnya, khususnya di surat Efesus, jelas terlihat bahwa Paulus membagikan wahyu yang diterimanya kepada orang-orang beriman, yang juga pernah ia tuliskan secara singkat sebelum surat ini, dan sekarang perlu menjelaskan lebih lanjut, agar orang percaya dapat sepenuhnya dan dengan benar memahami esensi Injil, dan oleh karena itu ia dipercayakan pelayanan Injil yang bersifat universal (untuk semua bangsa-bangsa, bukan berorientasi pada satu bangsa saja).

Dalam banyak terjemahan tercermin bahwa paragraf setelah ayat 3:2 bersifat penjelasan, secara tata bahasa tidak memiliki hubungan dengan ayat di atasnya. Dengan cara pandang interpretasi ini, dapat dilihat bahwa secara tegas terlebih dahulu Paulus mengharapkan pembaca memahami tugas yang diterimanya. Dia berasumsi bahwa pembaca mungkin pernah mendengar pembicaraan tentang hal ini, juga menyatakan bahwa dia pernah menuliskan tentang hal ini kepada mereka, namun di sini ia sekali lagi mengingatkan mereka. Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa Paulus sangat memandang penting tanggung jawabnya sebagai rasul, tetapi di sisi lain juga menuntut pembaca untuk secara serius menghadapi pengaruh dari misi ini pada mereka, agar mereka mengetahui bahwa mereka bukan hanya sekadar menikmati bagian di dalam anugerah Injil ini, tetapi juga harus ikut ambil peran dalam tugas Injil kabar bahagia untuk semua bangsa-bangsa ini.

Renungkan:
Apakah kita sudah mengenal kuasa besar Injil? Apakah Anda bersedia berkomitmen ambil bagian dalam misi anugerah ini?

(Marilah kita merenungkan lagi: Paulus, rasul yang dipercayakan Allah, meminta kita untuk secara serius menghadapi dampak misi Injil kabar bahagia ini pada kita, agar kita mengetahui bahwa kita bukan hanya sekadar menikmati bagian di dalam anugerah Injil ini, tetapi juga harus ikut ambil peran dalam tugas Injil kabar bahagia menyampaikannya kepada semua bangsa-bangsa.)


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.