Efesus 2:13-15

Merubuhkan perseteruan

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 2:13-15 [ITB])
13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus.
14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera

Ayat 2:14-15 lebih lanjut menjelaskan bagaimana kita bisa menjadi dekat di dalam Kristus Yesus melalui darah-Nya. Di awal ayat 14 dan di akhir ayat 15 Paulus menggunakan kata damai sejahtera untuk memperjelas tema kedua ayat ini. Mandarin CUV menerjemahkan awal ayat 14 sebagai Dia membuat kita damai namun dalam versi RCUV, juga Indonesia dan mayoritas Inggris menerjemahkan sebagai Dia sendiri adalah damai sejahtera kita, dengan lebih akurat mengungkapkan arti aslinya. Teks bahasa aslinya hanya memulai bagian ini dengan kata ganti orang ketiga, dan kata kerja yang mengikutinya juga telah mengungkapkan identitas subjek orang ketiga, jadi kata ganti ini tidak hanya mengungkapkan Dia, tetapi harus lebih tegas diri-Nya tepat seperti terjemahan Indonesia atau RCUV. Dalam dua ayat ini, tidak hanya menunjukkan bahwa Yesus Kristus sendiri adalah damai sejahtera kita, Dia hanya melalui pengorbanan-Nya maka Ia menggenapkan pendamaian.

Dalam Alkitab, perdamaian tidak hanya berarti tidak adanya perang atau konfrontasi, tetapi tenteram dalam kehidupan jiwa dan menikmati perlindungan-Nya dalam hubungan perjanjian dengan Allah. Persis seperti berkat dari Imam Besar Harun: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera Dan di sini, Paulus menerapkan konsep ini kepada orang Yahudi dan non-Yahudi, mengubah keduanya yang awalnya berbeda sekarang menjadi satu, dan yang jauh diubahkan menjadi dekat.

Dalam proses menggenapkan tercapainya perdamaian, Allah menggunakan banyak kata-kata yang sangat keras yang mencerminkan tantangan yang ditimbulkan oleh karya pekerjaan ini. Ketika perdamaian tercapai, tembok isolasi pemisah terlebih dahulu harus dirobohkan. Menurut catatan Yosephus, pada waktu itu di antara area Bait Suci Yerusalem dan halaman non-Yahudi dibangun tembok batu, di tembok tersebut tertulis dalam bahasa Yunani dan Latin: Orang asing tidak diperbolehkan melampaui tembok masuk ke halaman Bait. Mereka yang ditangkap dan dihukum mati, tanggung jawab atas diri mereka sendiri. Menurut Kisah Para Rasul 21:29, Paulus ditangkap di Yerusalem, dia dituduh membawa Trofimus orang Efesus memasuki Bait Suci. Dalam konteks perikop ini (teks sebelum dan sesudahnya), Paulus bahkan menunjukkan bahwa ada tembok yang tidak terlihat antara orang Yahudi dan non-Yahudi yang perlu dibongkar untuk mencapai perdamaian, dalam hukum Taurat inilah yang membedakan orang Yahudi dari orang non-Yahudi.

Allah tidak hanya ingin meruntuhkan dan menghapuskan hal yang memisahkan keduanya, tetapi juga ingin mengakhiri perseteruan dengan diri-Nya sendiri. Ini berarti bahwa Yesus Kristus disalibkan, menggenapkan keselamatan melalui pengorbanan diri-Nya, dengan darah-Nya sendiri memenuhi tuntutan persyaratan hukum Taurat, satu kali sekaligus memenuhi hukum Taurat untuk selamanya, sehingga tuntutan hukum Taurat tidak lagi menjadi penghalang untuk memasuki hadirat Allah.

Terakhir Paulus juga menegaskan bahwa Allah melalui diri-Nya sendiri menciptakan manusia baru bagi kedua belah pihak. Dalam keselamatan Yesus Kristus, kita masing-masing adalah ciptaan baru, di sini menunjuk kepada komunitas baru, dalam komunitas ini tidak memandang ras, suku, jenis kelamin, atau usia, mereka semua bisa menjadi umat Allah melalui Yesus Kristus.

Renungkan:
Allah adalah damai sejahtera kita. Di dunia yang penuh dengan perbedaan dan diskriminasi ini, bagaimana kita menjalankan Injil perdamaian?

Ia adalah Allah yang tidak dibatasi bahasa, tempat, bangsa, atau suku tertentu, apa yang dapat kita lakukan sebagai duta perdamaian Allah di dunia?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.